cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 600 Documents
Design Optimization of CNC Router 2413 for the Interior Design Industry Using Reverse Engineering and DFMA Ramadhan, Chandra; Dewa Kusuma Wijaya; Rudi Tjahyono
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1148

Abstract

The wood industry faces prolonged production times due to the use of conventional tools and the declining number of artisans. This study aims to design the CNC 2413 machine to meet the production needs of the interior design industry by improving efficiency, precision, and adaptability. The design process applies the Reverse Engineering approach combined with Design for Manufacturing and Assembly (DFMA). The key technical aspects include torque calculation, Center of Gravity (CoG) analysis, and assembly mapping. The results indicate that a 3-axis CNC router is sufficient for cutting and engraving tasks, requiring a minimum torque of 0.4116 N·m (Y-axis), 0.3528 N·m (X-axis), and 0.0156 N·m (Z-axis), with a spindle torque of 0.159 N·m. The Nema 24 stepper motor and Bosch GKF router were selected as they meet the specified requirements. The CoG analysis produced X = 56.9–63.0 cm, Y = 100.9–127.3 cm, and Z = 3.884 cm, demonstrating structural stability and resistance to vibration. This design is considered feasible and reliable for long-term use. In addition, the study offers practical significance in terms of potential production cost savings through lower power consumption compared to conventional machines and the opportunity to enhance the production capacity of small and medium enterprises (SMEs) in the interior design sector. This research provides a practical reference for developing CNC routers using locally sourced components, aligned with the technical and economic needs of the interior design industry.
The Effect of Human Resource Competency Development on The Productivity of Salted Fish UMKM Centers In Pulau Pasaran Lampung Titin Rosdyanti; Bunga Aditi; Pratama, Reza Hardian; Eka Gustinasari; Elita Yuni Setiyarini
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1173

Abstract

National economic growth is supported by micro, small, and medium enterprises (MSMEs). To meet community needs, this study analyses the influence of human resource (HR) competency development on the productivity of salted fish MSMEs in Pasaran Island, which is known as a traditional fish processing centre in Bandar Lampung, Indonesia. The research focuses on four key indicators of HR competency: technical skills training, improvement of managerial abilities, mastery of simple technology, and participation in certification or quality improvement programs. A quantitative associative approach was employed, involving 100 respondents selected through purposive sampling. Data were analysed using Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM) with SmartPLS 3.2.9. The results show that all four variables significantly affect MSME productivity, with certification or quality improvement programs having the strongest influence. These findings highlight the importance of structured HR development strategies in enhancing production efficiency, product quality, and business sustainability. This study provides theoretical contributions to HR management science and practical recommendations for MSME actors and policymakers in improving the competitiveness of traditional fish processing industries at both local and national levels. The finding that certification or quality improvement programs have the strongest influence provides new empirical evidence that formal legitimacy (certification) and quality standardisation are integral to HR development. The results also emphasize the importance of participating in technical training, improving managerial abilities, mastering simple technology, and actively participating in certification programs to enhance productivity and product quality.
Analisis Nilai Kekerasan, Nilai Ketangguhan dan Struktur Mikro pada Multiple Repair dan Post Weld Heat Treatment (PWHT) Pengelasan HARDOX 500 Andiana, Rocky; Mukhlis; Wiratama, Daffa Ramadhan Arya; Zindhu Maulana Ahmad Putra
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/xzgr4c53

Abstract

Perbaikan berulang (multiple repair) pada baja HARDOX 500 menggunakan las berisiko menurunkan sifat mekanisnya. Penelitian menganalisis dampak dari jumlah repair dan durasi Post-Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap sifat mekanis dan mikrostruktur. Metode penelitian adalah eksperimental dengan pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) pada baja HARDOX 500. Variabel meliputi jumlah repair (tanpa repair, 1x, dan 2x) serta durasi holding time PWHT (30 dan 60 menit). Analisis dilakukan melalui uji kekerasan Vickers, uji impak Charpy, dan pengamatan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan penambahan jumlah repair dapat meningkatkan nilai kekerasan namun menurunkan nilai ketangguhan material. Fenomena ini diatribusikan pada peningkatan masukan panas kumulatif dan formasi fasa bainit. Sebaliknya, proses PWHT dengan durasi holding time yang lebih lama (60 menit) terbukti efektif menurunkan nilai kekerasan, yang konsisten dengan terjadinya pertumbuhan butir dan pembentukan fasa ferit asikular yang lebih lunak. PWHT disimpulkan dapat memulihkan sebagian ketangguhan yang hilang akibat proses repair.
Analisis Pengaruh Keanggotaan BRICS Terhadap Ekspansi Pasar dan Daya Saing UMKM di Indonesia Syaqiq, Muhammad; Kharisma Nawang Sigit; Amy Novalia Esmiati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keanggotaan Indonesia dalam BRICS terhadap ekspansi pasar dan daya saing UMKM, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung yang dapat memperkuat posisi UMKM di pasar internasional. Penelitian menggunakan pendekatan kombinatif melalui system approach dan metode Delphi. System approach digunakan untuk memetakan hubungan antara kebijakan internasional, dukungan pemerintah, kesiapan UMKM, serta peluang dan tantangan pasar global. Sementara itu, metode Delphi melibatkan responden yang terdiri dari akademisi, pelaku UMKM, dan para ahli untuk memperoleh konsensus faktor-faktor strategis dalam penguatan daya saing UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanggotaan Indonesia dalam BRICS berpotensi memperluas akses pasar ekspor, terutama ke Tiongkok dan India yang menjadi tujuan utama. Namun, UMKM menghadapi tantangan berupa keterbatasan kualitas produk, standarisasi internasional, serta persaingan ketat dengan produk lokal negara BRICS. Faktor pendukung utama yang diidentifikasi meliputi dukungan kebijakan pemerintah, inovasi produk, digitalisasi dan e-commerce, serta akses pembiayaan ekspor. Dengan sinergi antara pemerintah, asosiasi bisnis, dan pelaku UMKM, keanggotaan Indonesia dalam BRICS dapat menjadi peluang strategis untuk memperkuat daya saing UMKM di tingkat global.
Optimasi Sistem Selective Catalytic Reduction (SCR) Dengan Cairan Urea Untuk Reduksi Emisi NOx Pada Mesin Diesel Caterpillar 3600 Pembangkit Listrik Yunus Lapu Toding; Atus Buku; Corvis L Rantererung
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1145

Abstract

Emisi nitrogen oksida (NOx) dari mesin diesel pembangkit listrik merupakan tantangan utama dalam mencapai standar emisi lingkungan yang semakin ketat sesuai Peraturan Menteri LHK No. 13 Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) menggunakan cairan urea dalam mereduksi emisi NOx pada mesin diesel Caterpillar 3600 series di PT Puncak Jaya Power. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan desain before-after control impact (BACI) pada tiga unit mesin (LIP-1, LIP-2, LIP-3) dengan pengukuran emisi menggunakan Continuous Emission Monitoring System (CEMS) sesuai standar ISO 8178. Data baseline menunjukkan emisi NOx rata-rata 806 ppm sebelum optimasi sistem SCR. Setelah implementasi dan optimasi parameter operasional SCR, unit LIP-4 berhasil mencapai reduksi NOx hingga 68,2% dengan emisi turun dari 286 ppm menjadi 91 ppm. Namun, unit LIP-1, LIP-2, dan LIP-3 masih menunjukkan emisi tinggi rata-rata 900 ppm, mengindikasikan perlunya optimasi lebih lanjut pada parameter suhu operasi, rasio stoikiometri urea, dan kondisi katalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem SCR dengan pengaturan optimal mampu memenuhi target emisi <200 ppm, namun memerlukan penyesuaian spesifik untuk setiap unit mesin berdasarkan kondisi operasional dan karakteristik katalis.
Penerapan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) pada Mesin Produksi untuk Peningkatan Keandalan Bilqis Nada Nabila; Salim Dahda, Said; Dhartikasari Priyana, Efta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1208

Abstract

PT. XYZ sebagai produsen beton masih menghadapi permasalahan kualitas produk berupa retak, segregasi, kuat tekan tidak sesuai, serta dimensi produk tidak presisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi kegagalan yang muncul pada proses produksi beton serta merancang langkah pengendalian menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Data terkait cacat produk dihimpun selama periode juli 2024 hingga januari 2025, kemudian dilakukan analisis untuk menghitung nilai Risk Priority Number (RPN). Dari hasil perhitungan, diketahui bahwa cacat dengan nilai RPN tertinggi adalah retak pada beton (RPN=288), diikuti segregasi (RPN=168), kuat tekan tidak sesuai (RPN=162), dan dimensi produk tidak presisi (RPN=48). Analisis lanjutan dengan FTA mengungkap bahwa akar penyebab berasal dari faktor manusia, lingkungan, dan mesin. Usulan perbaikan difokuskan pada peningkatan pelatihan operator, perawatan mesin secara berkala, standarisasi prosedur curing dan mixing, serta pengendalian kondisi lingkungan produksi. Temuan ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk beton dan mengurangi tingkat cacat produksi.
Efisiensi Biaya Pengiriman Bahan Baku NPK Menggunakan Dump Truck 25 Ton Dengan Model Linear Programming : (Studi Kasus: PT. Pupuk Kujang) Jabbar Burhan, Anwar Abdul; Nur Amalia, Akhsani
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1225

Abstract

Penelitian ini mengkaji efisiensi biaya logistik menggunakan model linear programming berbasis optimasi multi-kendala dengan mempertimbangkan kapasitas angkut dan biaya inventori. PT. Pupuk Kujang menghadapi tingginya frekuensi pengiriman bahan baku NPK yang dikirim dari gudang asal ke gudang transit. Saat ini PT. Pupuk Kujang masih menggunakan metode lama yang hanya mempertimbangkan dump truck kapasitas 5 ton yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional. Dalam penelitian ini, penentuan kapasitas dump truck dilakukan dengan memilih antara 2 jenis kapasitas, yaitu dump truck kapasitas 5 ton dengan 25 ton. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model linear programming mampu meningkatkan efisiensi operasional logistik hingga 62%, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data dalam manajemen transportasi industri pupuk. Hal ini berpengaruh terhadap rendahnya frekuensi pengiriman bahan baku.
Pemetaan Zona Imbuhan dan Lepasan Air Tanah pada Cekungan Air Tanah (CAT) Camplong Dengan GIS dan Penginderaan Jauh Joko Suparmanto; Welem Daga; Yacob Victor Hayer; Arnoldus Nama; Thessa Bria
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.1230

Abstract

Cekungan Air Tanah (KTA) Camplong terletak di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat zona imbuhan air tanah di Waduk Camplong menggunakan SIG dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penentuan bobot faktor pengaruh menggunakan analisis hierarki dengan metode Analytical Hierarchy Process. Bobot masing-masing faktor pengaruh yang dihasilkan dari analisis hierarki AHP adalah: kerapatan garis geologi (LD) 28%, Geologi 24%, tutupan lahan penggunaan lahan (LULC) 19%, tanah (Soil/S) 16%, kemiringan lereng (SL) 8%, dan kerapatan jaringan sungai (Drainage density/DD) 5%. Zona imbuhan air tanah diperoleh dengan melapiskan peta tematik faktor-faktor pengaruh yang telah dibobot. Hasil overlay peta tematik, zona imbuhan airtanah di lokasi penelitian (GWB Camplong) diklasifikasikan menjadi 3, yaitu zona non potensial, rendah, dan tinggi dengan luas masing-masing zona: zona “Tinggi” dengan luas sekitar 51,05 km2; zona “Rendah” dengan luas sekitar 42,26 km2; zona “Non potensial” dengan luas sekitar 6,69 km2.
Re-Layout Tata Letak Fasilitas Industri Kecil Menengah Iwan Batako Menggunakan Metode Systematic Layout Planning dan Grafik Faredo Shaputra; Fitra; Fathaniah Hashifah; M Zaruhul Khalish
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/ef2nma03

Abstract

Iwan Batako merupakan salah satu industri kecil menengah yang bergerak di bidang produksi bahan galian bukan logam yang memproduksi batu batako dan gorong-gorong. Ditemukan beberapa jarak antar fasilitas yang berjauhan sehingga waktu pemindahan proses produksi menjadi lama. Berdasarkan permasalahan tersebut, Penulis melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana tata letak usulan untuk Iwan Batako dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Grafik untuk mengoptimalkan proses produksi. Berdasarkan hasil evaluasi, alternatif layout yang terpilih adalah layout dengan metode SLP yang memiliki jarak perpindahan sebesar 2429 dibandingkan dengan metode Grafik sebesar 2569,3. Pengurangan jarak dari metode SLP sebesar 1,05 % dari metode Grafik. Untuk luas kebutuhan area produksi layout usulan Iwan Batako didapatkan sebesar 999,1 m2 dari luas area layout awal sebesar 964 m2. Sehingga dengan re-layout tata letak fasilitas tersebut, Iwan Batako dapat lebih memperhatikan tata letak untuk ruang produksi di pabrik agar lebih efektif dan efisien sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan.
Evaluasi Kualitas Layanan pada Jasa Ritel: Pendekatan Importance Performance Analysis (IPA) untuk Kepuasan Pelanggan Alfatiyah, Rini; Sukwadi, Ronald; Bastuti, Sofian
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian antara ekspektasi pelanggan dengan persepsi mereka terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh minimarket, dengan menggunakan pendekatan Importance Performance Analysis (IPA). Fokus utama dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi atribut-atribut layanan yang memerlukan peningkatan kualitas serta atribut yang kinerjanya sudah sesuai dengan harapan pelanggan dan patut dipertahankan. Sebanyak 100 responden dipilih secara purposive sampling dan diminta untuk memberikan penilaian terhadap 50 atribut layanan melalui instrumen kuesioner dengan skala Likert. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menghitung Tingkat Kesesuaian Indeks (Tki) dan memetakan setiap atribut ke dalam empat kuadran dalam kerangka IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 dari 50 atribut layanan tergolong dalam kuadran Concentrate Here, yang menandakan bahwa atribut-atribut tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi namun performanya masih rendah, sehingga menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. Di sisi lain, sebanyak 14 atribut masuk ke dalam kuadran Keep Up the Good Work, yang mencerminkan bahwa minimarket telah memberikan layanan dengan kualitas baik dan sesuai harapan pelanggan, sehingga keberlanjutannya perlu dijaga. Sisa atribut tersebar pada kuadran Low Priority dan Possible Overkill, yang mengisyaratkan adanya peluang untuk efisiensi dalam alokasi sumber daya tanpa mengorbankan kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil tersebut, studi ini merekomendasikan agar manajemen minimarket memfokuskan upaya perbaikan pada atribut-atribut yang dianggap penting namun belum memenuhi ekspektasi pelanggan, sekaligus mempertahankan kinerja atribut yang telah berjalan optimal. Diharapkan, strategi tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan kepuasan pelanggan secara menyeluruh serta mendukung efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan dalam jangka panjang.