cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 735 Documents
Evaluasi Ergonomi Postur Kerja Menggunakan Metode REBA dan RULA Pada Proses Pengecatan Bak Dump Truck: (Studi Kasus: CV Garuda Jaya Medan) Paris Johannes Ginting; Johan Ferdinan Simanjuntak; Winson Ferdinando Winata
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1883

Abstract

Aktivitas pengecatan bak dump truck secara manual memiliki potensi risiko ergonomi yang tinggi akibat postur kerja operator yang tidak ergonomis, seperti membungkuk, menunduk, mengangkat lengan, dan melakukan gerakan berulang dalam durasi tertentu. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal serta menurunkan kenyamanan dan produktivitas kerja operator. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat risiko ergonomi pada postur kerja operator pengecatan bak dump truck di CV. Garuda Jaya Medan. Metode yang digunakan meliputi Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire (CMDQ), Rapid Entire Body Assessment (REBA), dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). CMDQ digunakan untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal, sedangkan REBA dan RULA digunakan untuk menilai tingkat risiko postur kerja operator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja operator berada pada tingkat risiko ergonomi yang tinggi, dengan skor REBA sebesar 10 kategori risiko tinggi dan skor RULA sebesar 7 kategori risiko sangat tinggi. Risiko tersebut dipengaruhi oleh posisi tubuh membungkuk, leher menunduk, lengan terangkat, pergelangan tangan menekuk, serta penggunaan pijakan kerja yang kurang stabil. Usulan perbaikan meliputi penggunaan pijakan kerja yang lebih aman, pengaturan posisi kerja yang ergonomis, pengurangan postur membungkuk, serta pemberian waktu istirahat singkat secara berkala guna menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal.
Pengendalian Kualitas Proses V-Mix Minuman Serbuk Menggunakan Statistical Process Control dan Root Cause Analysis Amirul Akmal; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1891

Abstract

Variasi proses penimbangan pada tahap V-Mix industri minuman serbuk berpotensi menyebabkan penyimpangan berat yang berdampak pada efisiensi bahan baku dan konsistensi hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan proses produksi Teajus varian Gula Batu di PT XYZ menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dan Root Cause Analysis (RCA). Data penelitian berupa 60 hasil penimbangan netto selama 12 hari pengamatan pada Shift 2B periode September–Oktober 2025 dengan ukuran subgroup sebanyak 5 observasi. Analisis SPC dilakukan menggunakan histogram, diagram Pareto, dan peta kendali X̄–R. Hasil analisis menunjukkan adanya dua subgroup out-of-control pada peta R akibat assignable cause berupa kesalahan prosedural dan pergantian operator. Setelah revisi batas kendali dilakukan, proses menunjukkan kondisi yang terkendali secara statistik. Analisis distribusi menunjukkan bahwa kondisi over memiliki risiko ekonomi lebih tinggi dibandingkan loss dengan nilai maksimum penyimpangan mencapai 13,0 kg. Selain itu, hasil analisis kapabilitas proses menunjukkan nilai Cp sebesar 0,09 dan Cpk sebesar 0,08 yang mengindikasikan bahwa proses belum kapabel memenuhi toleransi ±0,5 kg. Hasil RCA berbasis fishbone diagram 6M menunjukkan bahwa faktor metode, manusia, dan mesin menjadi penyebab dominan penyimpangan. Oleh karena itu, usulan perbaikan difokuskan pada penerapan SOP double check, peningkatan kompetensi operator, dan kalibrasi alat secara berkala.
Analisis Time Series Pada Inventory PLTU M. Abdullah Ilham. A; Said Salim Dahda; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan perencanaan persediaan spare part pada PLTU PT. XYZ melalui penerapan metode peramalan berbasis time series menggunakan metode ARIMA dan Croston. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah terjadinya risiko overstock dan stockout akibat proses perencanaan persediaan yang belum optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data historis permintaan spare part ring dan bearing selama 22 bulan, yaitu periode Januari 2024 hingga Oktober 2025. Sebelum proses pengolahan dilakukan, analisis data melalui ploting untuk mengidentifikasi karakteristik pola permintaan sehingga pemilihan metode dilakukan secara objektif berdasarkan kondisi data aktual. Metode ARIMA diterapkan pada sparepart ring karena memiliki pola data yang mendekati karakteristik stasioner maupun non-stasioner, sedangkan metode Croston digunakan pada sparepart bearing karena mempunyai pola permintaan intermittent atau lumpy dengan adanya nilai nol pada beberapa periode. Pengolahan data dilakukan menggunakan software MINITAB 22 dengan evaluasi hasil keakuratan peramalan menggunakan indikator Mean Squared Error (MSE), Mean Absolute Deviation (MAD), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) untuk metode Croston, sedangkan metode ARIMA memperhatikan plot ACF dan PACF. Sementara itu, metode Croston dengan parameter alpha (α) sebesar 0,5 menghasilkan performa terbaik untuk spare part bearing dengan nilai MAPE sebesar 22,77% yang termasuk kategori reasonable forecast. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan metode forecast yang sesuai dengan karakteristik data mampu meningkatkan efektivitas perencanaan persediaan sparepart sehingga dapat dijadikan dasar pertimbangan perusahaan dalam pengambilan keputusan pengadaan dan pengelolaan persediaan secara lebih optimal.
Studi Eksperimental Perbandingan Kinerja Panel Surya Single Axis Solar Tracker Berbasis IoT Dengan Fixed Adri Pasua Rahman; Alviani Hesthi Permata Ningtyas
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja panel surya fixed 0° dan sistem single axis solar tracker yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan sistem pemantauan yang berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini memakai ESP32, sensor INA219, BH1750, LDR, dan platform Blynk untuk memantau data secara langsung. Parameter yang diukur meliputi tegangan, arus, daya, intensitas cahaya, energi, dan efisiensi dari panel surya. Uji coba telah dilaksanakan selama 8 hari untuk mengevaluasi kinerja kedua sistem. Penelitian menunjukkan bahwa sistem single axis solar tracker bekerja lebih baik dibandingkan dengan sistem fixed 0°. Sistem ini bisa menghasilkan daya sebesar 10,64 W dengan efisiensi 30,69% dan juga dapat meningkatkan daya serta meningkatkan energi hingga 20,33%. Hasil pengujian sensor INA219 dan BH1750 menunjukkan bahwa kesalahan dalam pengukuran sangat sedikit. Ini menunjukkan bahwa sistem pemantauan yang menggunakan IoT dapat bekerja dengan baik dalam mengumpulkan data secara langsung. Secara umum, sistem single axis solar tracker lebih efektif dalam meningkatkan penyerapan energi dari sinar matahari dan memperbaiki performa panel surya dibandingkan dengan sistem fixed 0°.
Analisis Perbandingan Metode First come first serve (FCFS) dan Shortest Processing Time (SPT) pada Penjadwalan Kalibrasi Instrumen untuk Meningkatkan Efisiensi Waktu dan Biaya Operasional Andhika Putra; Said Salim Dahda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1903

Abstract

Penjadwalan pekerjaan merupakan hal penting dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, khususnya pada proses kalibrasi instrumen yang berdampak langsung terhadap kelancaran kegiatan produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja metode First come first serve (FCFS) dan Shortest Processing Time (SPT) dalam penjadwalan kalibrasi instrumen di PT. XYZ pada plant refinery bulan Mei 2026. Data mencakup 63 unit instrumen terdiri dari 33 Pressure Gauge, 19 Pressure Transmitter, dan 11 Temperature Transmitter dengan total waktu proses 1.310 menit, diselesaikan dalam 6 hari pengerjaan menggunakan kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan metode FCFS menghasilkan total waktu tunggu 23.970 menit (rata-rata 380,48 menit/instrumen) dengan total overtime 10,17 jam dan biaya lembur Rp406.667. Metode SPT menghasilkan total waktu tunggu 14.440 menit (rata-rata 229,21 menit/instrumen) dengan total overtime 4 jam dan biaya lembur Rp160.000. SPT lebih efisien menurunkan waktu tunggu sebesar 9.530 menit (39,8%) dan menghemat biaya lembur sebesar Rp246.667 (60,7%).
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerjaan Pompa Bagian Maintenance Sulfuric Acid Menggunakan Metode JSA dan HIRARC Femas Agusti; Said Salim Dahda; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1904

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pupuk dan bahan kimia sebagai pendukung kebutuhan agroindustri. Untuk menjamin mutu produk yang dihasilkan, kegiatan pengendalian kualitas dilaksanakan pada unit maintenance sulfuric acid. Namun, meningkatnya kompleksitas aktivitas pemeliharaan berpotensi menimbulkan berbagai risiko keselamatan kerja, di antaranya paparan bahan kimia melalui kontak langsung yang dapat menyebabkan iritasi kulit hingga luka bakar serius, serta bahaya pada pekerjaan pengangkatan (lifting work) yang melibatkan alat berat dan berisiko mengakibatkan pekerja tertimpa material. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta menyusun rekomendasi pengendalian risiko dengan menerapkan metode Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pekerja serta penyebaran kuesioner untuk menilai tingkat kemungkinan terjadinya bahaya dan tingkat keparahan dampaknya. Hasil analisis menunjukkan adanya 12 potensi bahaya yang teridentifikasi pada dua jenis kegiatan kerja. Berdasarkan hasil penilaian risiko, ditemukan 3 (25%) bahaya dengan kategori risiko sangat tinggi, 5 (42%) bahaya dengan kategori risiko tinggi, 3 (25%) bahaya dengan kategori risiko sedang, dan 1 (8%) bahaya dengan kategori risiko rendah. Sebagai upaya mitigasi, penelitian ini mengusulkan tindakan pengendalian risiko, termasuk penerapan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai serta langkah pengendalian lainnya, guna meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja pada unit maintenance asam sulfat.
Model Pengambilan Keputusan Untuk Analisis Hambatan Manufaktur Berkelanjutan pada Industri Kecil dan Menengah Hary Fandeli; Muhammad Thoriq Habibi Lubis; Aulia Rizki
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1276

Abstract

Industri kecil dan menengah (IKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia melalui kontribusinya terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Namun, meningkatnya tuntutan global terhadap keberlanjutan mendorong IKM untuk menerapkan sustainable manufacturing, yaitu praktik produksi yang efisien, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab secara sosial. Implementasi konsep ini belum optimal karena keterbatasan modal, teknologi, kapasitas sumber daya manusia, serta lemahnya dukungan eksternal. Hambatan tersebut saling berkaitan dan membentuk sistem yang kompleks sehingga diperlukan analisis yang menyeluruh untuk menentukan strategi penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan utama, memetakan hubungan antarhambatan, serta menentukan prioritas penanganannya pada IKM di Kota Padang. Metode yang digunakan adalah Interpretive Structural Modelling (ISM) untuk menganalisis keterkaitan hierarkis antarhambatan, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot prioritasnya. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh hambatan dalam empat kategori, yaitu manajerial, finansial, teknologi, dan eksternal. Melalui ISM, kurangnya dukungan pemerintah teridentifikasi sebagai akar hambatan, sedangkan lemahnya dukungan manajemen, tingginya biaya investasi awal, dan sulitnya akses pendanaan menjadi hambatan penggerak. Selanjutnya, hasil AHP menunjukkan bahwa hambatan manajerial dan finansial merupakan hambatan paling krusial yang perlu diprioritaskan penanganannya dibanding hambatan eksternal dan teknologi. Temuan ini memberikan dasar strategis bagi pelaku IKM dan pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah percepatan implementasi manufaktur berkelanjutan.
Analisis Sentimen Komentar pada Kanal Youtube Team RRQ Menggunakan Algoritma Support Vector Machine Kelvin Sakun; Chris Rudianto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1702

Abstract

Interaksi antara organisasi e-sport dan penggemar kerap berlangsung melalui kolom komentar pada platform YouTube. Aktivitas tersebut menghasilkan data teks dalam jumlah besar yang bersifat tidak terstruktur, sehingga analisis sentimen secara manual menjadi kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sentimen komentar pengguna pada kanal YouTube Team RRQ dengan menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM). Data yang digunakan sebanyak 300 komentar yang diperoleh melalui YouTube Data API dan dikategorikan ke dalam tiga kelas sentimen, yaitu positif, negatif, dan netral. Tahapan analisis meliputi preprocessing teks yang mencakup case folding, cleansing, tokenisasi, normalisasi, serta stemming. Selanjutnya, dilakukan pembobotan fitur menggunakan metode Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF) sebelum proses klasifikasi menggunakan algoritma SVM. Model dikembangkan dengan skema pembagian data sebesar 80% sebagai data latih dan 20% sebagai data uji. Evaluasi kinerja model dilakukan menggunakan confusion matrix dengan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model mampu mencapai tingkat akurasi sebesar 75%, dengan performa terbaik pada kelas sentimen negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi metode SVM dan TF-IDF cukup efektif dalam mengklasifikasikan sentimen pada data komentar YouTube yang tidak terstruktur. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan analisis sentimen pada domain e-sport di Indonesia, khususnya pada data yang memiliki karakteristik bahasa informal dan penggunaan slang.
Optimasi Penggunaan Energi pada Mesin Klin Dengan Metode Goal Programming Vera Devani; Misbahul wadhiah; Muthia Sihombing; Hutkemri Zunaidi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1710

Abstract

PT. SP merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi semen. Persoalan yang sedang dihadapi PT. SP, khususnya pada bagian ID V, adalah tingginya konsumsi energi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengefisienkan pemakaian sumber daya yang ada, merumuskan tingkatan prioritas yang ingin diraih, dan menelaah seberapa peka solusi optimum yang dihasilkan terhadap perubahan. Untuk menjawab persoalan tersebut, digunakanlah Metode Goal Programming, sebuah teknik dalam pemrograman linier yang memang dikhususkan bagi penyelesaian masalah linier yang memuat lebih dari satu fungsi tujuan secara bersamaan. Dari hasil pengolahan data, diperoleh bahwa perusahaan dapat menghasilkan produksi paling tinggi sebanyak 2.478.359,22 ton, yang berarti meningkat 0,49% dari kondisi sebelumnya. Pada sisi bahan baku, jumlah minimum yang dibutuhkan tercatat 3.788.878,26 ton dengan kenaikan sebesar 0,69%. Sementara itu, kebutuhan energi listrik paling sedikit berada pada angka 95.057.312,87 kWh atau berkurang 0,38%, kebutuhan energi batu bara paling sedikit sebesar 482.770,44 ton yang justru naik cukup besar yaitu 19,91%, dan kebutuhan energi solar berada pada 1.360.575,12 liter dengan penurunan 4,32%. Berdasarkan capaian tersebut, seluruh prioritas sasaran dinyatakan tercapai, baik dalam hal memaksimalkan volume produksi maupun menekan pemakaian bahan baku, energi listrik, energi batu bara, dan energi solar seminimal mungkin. Lebih lanjut, hasil kajian juga menunjukkan bahwa rentang sensitivitas terhadap nilai kuantitas pembatas merupakan batas di mana nilai shadow price masih dianggap berlaku. Begitu nilainya melampaui ambang atas rentang tersebut (increase) ataupun jatuh di bawah ambang bawahnya (decrease), nilai shadow price pun ikut bergeser.
Hubungan Pencahayaan Interior Dengan Respons Emosional Pasien Kebidanan Dan Kandungan: Tinjauan Systematic Literature Review Sabila Khairil Asri; Prasetyo Wahyudie; Susy Budi Astuti; Firman Hawari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1719

Abstract

Pencahayaan merupakan elemen interior yang berperan dalam membentuk pengalaman emosional pasien di fasilitas kesehatan. Pada layanan kebidanan dan kandungan, kondisi emosional pasien cenderung lebih sensitif karena berkaitan dengan pemeriksaan tubuh yang bersifat privat, ketidakpastian medis, serta kebutuhan akan rasa aman dan nyaman. Meskipun kajian mengenai pencahayaan interior di fasilitas kesehatan telah berkembang, sintesis literatur yang secara khusus menelaah keterkaitannya dengan respons emosional pasien kebidanan dan kandungan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji elemen pencahayaan interior yang dilaporkan dalam literatur berhubungan dengan respons emosional pasien kebidanan dan kandungan, serta mengidentifikasi jenis respons emosional yang muncul dalam konteks tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berupa Systematic Literature Review (SLR). Literatur dikumpulkan dari artikel jurnal ilmiah yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir dan diakses melalui basis data ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kesesuaian topik, dengan fokus pada pencahayaan interior, respons emosional, dan konteks layanan kebidanan dan kandungan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemetaan mengenai hubungan antara pencahayaan interior dan respons emosional pasien kebidanan dan kandungan sebagaimana dilaporkan dalam literatur ilmiah. Selain itu, artikel ini diharapkan menjadi landasan teoretis bagi penelitian selanjutnya terkait lingkungan interior fasilitas kesehatan yang sensitif terhadap kebutuhan emosional pasien kebidanan dan kandungan.