cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 654 Documents
Analisis Time Series Pada Inventory PLTU M. Abdullah Ilham. A; Said Salim Dahda; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan perencanaan persediaan spare part pada PLTU PT. XYZ melalui penerapan metode peramalan berbasis time series menggunakan metode ARIMA dan Croston. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah terjadinya risiko overstock dan stockout akibat proses perencanaan persediaan yang belum optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data historis permintaan spare part ring dan bearing selama 22 bulan, yaitu periode Januari 2024 hingga Oktober 2025. Sebelum proses pengolahan dilakukan, analisis data melalui ploting untuk mengidentifikasi karakteristik pola permintaan sehingga pemilihan metode dilakukan secara objektif berdasarkan kondisi data aktual. Metode ARIMA diterapkan pada sparepart ring karena memiliki pola data yang mendekati karakteristik stasioner maupun non-stasioner, sedangkan metode Croston digunakan pada sparepart bearing karena mempunyai pola permintaan intermittent atau lumpy dengan adanya nilai nol pada beberapa periode. Pengolahan data dilakukan menggunakan software MINITAB 22 dengan evaluasi hasil keakuratan peramalan menggunakan indikator Mean Squared Error (MSE), Mean Absolute Deviation (MAD), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) untuk metode Croston, sedangkan metode ARIMA memperhatikan plot ACF dan PACF. Sementara itu, metode Croston dengan parameter alpha (α) sebesar 0,5 menghasilkan performa terbaik untuk spare part bearing dengan nilai MAPE sebesar 22,77% yang termasuk kategori reasonable forecast. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan metode forecast yang sesuai dengan karakteristik data mampu meningkatkan efektivitas perencanaan persediaan sparepart sehingga dapat dijadikan dasar pertimbangan perusahaan dalam pengambilan keputusan pengadaan dan pengelolaan persediaan secara lebih optimal.
Studi Eksperimental Perbandingan Kinerja Panel Surya Single Axis Solar Tracker Berbasis IoT Dengan Fixed Adri Pasua Rahman; Alviani Hesthi Permata Ningtyas
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja panel surya fixed 0° dan sistem single axis solar tracker yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan sistem pemantauan yang berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini memakai ESP32, sensor INA219, BH1750, LDR, dan platform Blynk untuk memantau data secara langsung. Parameter yang diukur meliputi tegangan, arus, daya, intensitas cahaya, energi, dan efisiensi dari panel surya. Uji coba telah dilaksanakan selama 8 hari untuk mengevaluasi kinerja kedua sistem. Penelitian menunjukkan bahwa sistem single axis solar tracker bekerja lebih baik dibandingkan dengan sistem fixed 0°. Sistem ini bisa menghasilkan daya sebesar 10,64 W dengan efisiensi 30,69% dan juga dapat meningkatkan daya serta meningkatkan energi hingga 20,33%. Hasil pengujian sensor INA219 dan BH1750 menunjukkan bahwa kesalahan dalam pengukuran sangat sedikit. Ini menunjukkan bahwa sistem pemantauan yang menggunakan IoT dapat bekerja dengan baik dalam mengumpulkan data secara langsung. Secara umum, sistem single axis solar tracker lebih efektif dalam meningkatkan penyerapan energi dari sinar matahari dan memperbaiki performa panel surya dibandingkan dengan sistem fixed 0°.
Analisis Perbandingan Metode First come first serve (FCFS) dan Shortest Processing Time (SPT) pada Penjadwalan Kalibrasi Instrumen untuk Meningkatkan Efisiensi Waktu dan Biaya Operasional Andhika Putra; Said Salim Dahda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1903

Abstract

Penjadwalan pekerjaan merupakan hal penting dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, khususnya pada proses kalibrasi instrumen yang berdampak langsung terhadap kelancaran kegiatan produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja metode First come first serve (FCFS) dan Shortest Processing Time (SPT) dalam penjadwalan kalibrasi instrumen di PT. XYZ pada plant refinery bulan Mei 2026. Data mencakup 63 unit instrumen terdiri dari 33 Pressure Gauge, 19 Pressure Transmitter, dan 11 Temperature Transmitter dengan total waktu proses 1.310 menit, diselesaikan dalam 6 hari pengerjaan menggunakan kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan metode FCFS menghasilkan total waktu tunggu 23.970 menit (rata-rata 380,48 menit/instrumen) dengan total overtime 10,17 jam dan biaya lembur Rp406.667. Metode SPT menghasilkan total waktu tunggu 14.440 menit (rata-rata 229,21 menit/instrumen) dengan total overtime 4 jam dan biaya lembur Rp160.000. SPT lebih efisien menurunkan waktu tunggu sebesar 9.530 menit (39,8%) dan menghemat biaya lembur sebesar Rp246.667 (60,7%).
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerjaan Pompa Bagian Maintenance Sulfuric Acid Menggunakan Metode JSA dan HIRARC Femas Agusti; Said Salim Dahda; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1904

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pupuk dan bahan kimia sebagai pendukung kebutuhan agroindustri. Untuk menjamin mutu produk yang dihasilkan, kegiatan pengendalian kualitas dilaksanakan pada unit maintenance sulfuric acid. Namun, meningkatnya kompleksitas aktivitas pemeliharaan berpotensi menimbulkan berbagai risiko keselamatan kerja, di antaranya paparan bahan kimia melalui kontak langsung yang dapat menyebabkan iritasi kulit hingga luka bakar serius, serta bahaya pada pekerjaan pengangkatan (lifting work) yang melibatkan alat berat dan berisiko mengakibatkan pekerja tertimpa material. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta menyusun rekomendasi pengendalian risiko dengan menerapkan metode Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pekerja serta penyebaran kuesioner untuk menilai tingkat kemungkinan terjadinya bahaya dan tingkat keparahan dampaknya. Hasil analisis menunjukkan adanya 12 potensi bahaya yang teridentifikasi pada dua jenis kegiatan kerja. Berdasarkan hasil penilaian risiko, ditemukan 3 (25%) bahaya dengan kategori risiko sangat tinggi, 5 (42%) bahaya dengan kategori risiko tinggi, 3 (25%) bahaya dengan kategori risiko sedang, dan 1 (8%) bahaya dengan kategori risiko rendah. Sebagai upaya mitigasi, penelitian ini mengusulkan tindakan pengendalian risiko, termasuk penerapan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai serta langkah pengendalian lainnya, guna meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja pada unit maintenance asam sulfat.