cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 654 Documents
Cluster Analysis Menggunakan Algoritma Fuzzy K-Means Untuk Tingkat Pengangguran Di Provinsi Riau Sarbaini Sarbaini; Windylia Saputri; Nazaruddin; Fitriani Muttakin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v1iII.30

Abstract

Pengangguran merupakan permasalahan yang pasti dihadapi oleh suatu negara, terutama negara berkembang seperti Indonesia. Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tingkat penganggurannya mengalami kenaikan atau penurunan setiap tahunnya. Pada tahun 2019 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di provinsi Riau sebesar 5,76%, pada tahun 2020 meningkat menjadi 6,32% dan pada tahun 2021 menurun menjadi 4,42%. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran di provinsi Riau dengan cara mengelompokkan kabupaten/kota yang ada di provinsi Riau sehingga mengetahui di mana wilayah yang memiliki tingkat pengangguran tinggi dan wilayah yang memiliki tingkat pengangguran rendah supaya pemerintah dapat memberikan solusi pada wilayah dengan tingkat pengangguran tinggi. Metode Fuzzy K-Means dapat membantu menentukan clustering tingkat pengangguran di provinsi Riau berdasarkan indikator tingkat pengangguran khususnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 12 kabupaten/kota di provinsi Riau terbagi menjadi dua cluster yaitu cluster tingkat pengangguran tinggi dan cluster tingkat pengangguran rendah, cluster dengan tingkat pengangguran tinggi terdapat 6 wilayah dan tingkat pengangguran rendah terdapat 6 wilayah.   Kata kunci: Clustering, Fuzzy K-Means, Data Mining.
Pengaruh Tingkat Kemiskinan Terhadap Pembangunan Rumah Layak Huni Di Provinsi Riau Menggunakan Metode Analisis Regresi Sederhana Sarbaini Sarbaini; Zukrianto Zukrianto; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v1iIII.46

Abstract

Salah satu indikator kesejahteraan rakyat adalah perumahan dan lingkungan. Penelitiaan ini bertujuan untuk melihat berapa pengaruh tingkat kemiskinan terhadap penerima bantuan pembangunan rumah layak huni di Provinsi Riau menggunakan metode regresi linear sederhana. Data yang digunakan diperoleh dari Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau dan metode yang digunakan disini yakni metode analisi regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis dapat diperoleh bahwa persamaan regersinya dimana jadi dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini terdapatnya pengaruh tingkat kemiskinan terhadap pembangunan rumah layak huni.
Analisis Oil Losses Pada Stasiun Perebusan Produksi Crude Palm Oil (CPO) Menggunakan Metode Statistical Process Control (SPC) Nofirza; Rosiana Susanti; Defriyan Said Ramadhan; Prayoga Pangestu Arwi; Masdayani Siregar
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v2i2.67

Abstract

PKS “XYZ” merupakan perusahaan pengolah kelapa sawit, salah satu yang diproduksinya adalah Crude Palm Oil (CPO). Selama proses produksi Crude Palm Oil (CPO) peristiwa oil losses tidak dapat dihindari salah satunya di stasiun perebusan, tetapi perusahaan menetapkan batasan atas oil losses tersebut. Oil losses yang terjadi di stasiun perebusan berada di luar batas standar perusahaan dan oil losses pada tandan kosong menimbulkan kerugian 5 ton minyak atau Rp38.000.000,00 per bulan Juli-Agustus 2022. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor  penyebab kehilangan minyak. Data yang digunakan merupakan data oil losses pada sampel Air Rebusan dan Tandan Kosong yang diambil pada tanggal 1 Juli – 28 Agustus 2022. Metode yang digunakan adalah  Statistical Process Control (SPC) merupakan salah satu teknik yang digunakan sebagai pengendali, penganalisis, dan memperbaiki proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Pada peta kendali I-MR diperoleh oil losses berada dalam batas kendali dan konsisten, dan pada fishbone diagram diperoleh faktor penyebab kehilangan minyak ada pada faktor manusia, lingkungan, mesin, metode kerja, dan bahan baku. Perlu dilakukannya perbaikan terhadap faktor yang penyebab oil losses pada stasiun perebusan tersebut dan diharapkan perbaikan tersebut dapat meminimumkan oil losses pada stasiun perebusan guna mengurangi kerugian yang akan terjadi
Pengaruh Kenaikan BBM Terhadap Laju Inflasi di Indonesia Sarbaini Sarbaini; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. I (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v2iI.132

Abstract

Kenaikan harga BBM telah memperparah kehidupan masyarakat terutama kalangan bawah dan juga para pengusaha, karena kenaikan BBM melemahkan daya beli masyarakat.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kenaikan bbm terhadap inflasi di Indonesia tahun 2017-2022. Metode analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diketahui bahwa kenaikan harga pangan berdampak negatif terhadap inflasi yang disebabkan oleh pengaruh teknologi dari tingginya harga barang kebutuhan pokok. Jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap inflasi, karena pertumbuhan jumlah uang beredar sangat dipengaruhi oleh uang virtual, ketika jumlah uang virtual bertambah juga menyebabkan peningkatan jumlah uang beredar dalam bentuk M2 yang menyebabkan inflasi. . Subsidi BBM memiliki dampak yang signifikan terhadap inflasi. Hal ini karena kenaikan subsidi pemerintah berdampak pada inflasi, karena ketika subsidi BBM pemerintah rendah, harga BBM naik. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap inflasi, dikarenakan tingginya inflasi membuat perekonomian masyarakat menurun, tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidup serta dapat meningkatkan angka kemiskinan.
Penentuan Lokasi Prioritas Intelligent Traffic Control System Di Jakarta  Anisa Lintang Kumala Cahya; Mohammad Arif Rohman
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1607

Abstract

Dinas Perhubungan DKI Jakarta sedang melakukan penerapan Intelligent Traffic Control System (ITCS) untuk meningkatkan efesiensi lalu lintas dan mengurangi kemacetan. ITCS merupakan sistem terintegrasi yang menggabungkan sensor, kamera, data real-time dan algoritma adaptif untuk mengoptimalkan pengaturan lampu lalu lintas secara dinamis. Penerapannya masih terbatas, yaitu baru mencakup 50 dari total 321 persimpangan karena adanya keterbatasan infrastruktur. Saat ini, penentuan lokasi prioritas belum didasarkan pada analisis sistematis berbasis multi kriteria, sehingga berpotensi mengabaikan lokasis yang benar-benar membutuhkan intervensi ITCS. Penelitian ini menggunakan pendekatan hybrid, yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to an Ideal Solution (TOPSIS). AHP digunakan untuk menentukan kriteria utama seperti geometrik jalan, tata guna lahan dan kepadatan aktivitas serta menetapkan bobot prioritasnya. Sementara itu, TOPSIS diterapkan untuk mePeringkat lokasi persimpangan berdasarkan kedekatannya  dengan solusi ideal positif dan jauhnya dari solusi negatif. Analisis sensivitas untuk mengevaluasi pengaruh perubahan bobot terhadap hasil peringkat lokasi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Geometrik Jalan merupakan kriteria paling dominan (50%), dengan Jumlah Fasilitas Transportasi sebagai subkriteria utama (88%). Berdasarkan metode hybrid AHP TOPSIS, Persimpangan Sawah Besar terpilih sebagai lokasi prioritas tertinggi (CCᵢ = 0,811), diikuti Kampung Bali, Cideng, dan KPU.
Optimalisasi Persediaan Komoditas Cabai untuk Memaksimalkan Keuntungan Menggunakan Linear Programming dan Analisis Sensitivitas di Pasar X Derry Dardanella; Nurul Hidayati; Suhendi Irawan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1759

Abstract

Fluktuasi harga dan permintaan cabai serta keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi permasalahan utama yang dihadapi pedagang sayuran di Pasar X Kabupaten Bogor. Kondisi tersebut sering menyebabkan terjadinya kekurangan persediaan (stockout) pada beberapa jenis cabai dan kelebihan persediaan (overstock) pada jenis cabai lainnya, yang berdampak pada penurunan keuntungan pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah persediaan cabai yang optimal agar pedagang memperoleh keuntungan maksimal, dengan tetap mempertimbangkan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Metode yang digunakan adalah Linear Programming dengan pendekatan metode simpleks. Variabel keputusan terdiri dari enam jenis cabai, yaitu cabai merah besar (x1), cabai merah keriting (x2), cabai rawit merah (x3), cabai hijau besar (x4), cabai hijau keriting (x5), dan cabai rawit hijau (x6). Pengolahan data dilakukan menggunakan software QM for Windows 5.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi persediaan optimal adalah x1 = 5 kg, x2 = 27 kg, x3 = 10 kg, x4 = 3 kg, x5 = 3 kg, dan x6 = 2 kg, dengan keuntungan maksimum sebesar Rp 435.000/hari. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kapasitas tempat penyimpanan merupakan kendala utama yang bersifat mengikat, sedangkan beberapa kendala pembelian masih memiliki fleksibilitas. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penerapan Linear Programming dapat membantu pedagang dalam mengelola persediaan cabai secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Assessment Tingkat Kematangan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja : (Studi Kasus: PT PLN (Persero) UP3 Lubuk Pakam) Hendri Wiyono; Ratna Sari Dewi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1808

Abstract

Budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan faktor penting dalam menjaga keandalan operasi dan mencegah kecelakaan kerja pada industri ketenagalistrikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kematangan budaya K3 pada PT PLN (Persero) UP3 Lubuk Pakam berdasarkan hasil kuesioner safety culture maturity. Instrumen penelitian terdiri dari 30 item pertanyaan yang dikelompokkan ke dalam delapan dimensi, yaitu commitment, leadership, responsibility, engagement and involvement, risk, competence, information and communication, serta organizational learning. Data dikumpulkan dari 96 responden dan diolah menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui proses coding dan konversi skor skala Likert 1-5. Hasil audit menunjukkan tidak terdapat jawaban kosong dan tidak ada jawaban tidak terpetakan. Total skor seluruh responden adalah 11.423 dengan rata-rata skor maturity sebesar 3,97. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kematangan budaya K3 berada pada level proaktif. Dimensi dengan skor tertinggi adalah organizational learning sebesar 4,27, sedangkan dimensi dengan skor terendah adalah commitment sebesar 3,59. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya K3 telah berjalan baik, namun masih memerlukan penguatan pada dimensi yang memiliki skor relatif lebih rendah.
Penilaian Siklus Hidup Hydrogen Plant di PLTGU Gresik Ahmad Al Jailani; Maria Anityasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai siklus hidup hydrogen plant dan mengevaluasi implementasi penggunaan PLTS untuk menekan global warming di PLN Nusantara Power UP Gresik. Di PLTGU Gresik hidrogen digunakan sebagai pendingin generator. Produksi hidrogen di PLTGU Gresik menggunakan teknologi elektrolisis alkali. Kajian dampak lingkungan yang dipaparkan dalam artikel ini disusun dengan metode LCA berdasarkan standart ISO 14040 dengan unit fungsional 1 kg H2 dan ruang lingkup cradle to gate meliputi proses desalinasi, demineralisasi, gas Generating system, dan hydrogen purification system. Data inventori meliputi seluruh konsumsi listrik, bahan kimia, air proses dan emisi yang dibuang ke lingkungan. Penilaian dampak dilakukan dengan metode ReCipe 2016 Midpoint dengan SimaPro pada skenario produksi hidrogen dengan energi listrik PLN (baseline), dan energi hybrid PLN-PLTS berkapasitas 50,6 KWp. Kebutuhan listrik hydrogen plant tipe ini mencapai 48,80 kWh/kg H2 dengan GGS adalah proses yang konsumsi listrik yang tertinggi yaitu 45,77 kWh per kg H2 atau 93,8 persen dari total keseluruhan sistem.  Integrasi PLTS 50,6 kWP dapat menurunkan dampak global warming sebesar 14,04%. Namun, terdapat peningkatkan dampak ionizing radiation, terretrial ecotoxicity, dan mineral resource scarcity yang menunjukkan burden shifting dari rantai pasok material PLTS. Secara keseluruhan integrasi PLTS efektif menurunkan 83,3% kategori dampak lingkungan pada proses produksi hidrogen di PLTGU Gresik.
Analisis Pengendalian Persediaan Semen Menggunakan Metode EOQ dan Min-Max untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Ahsan Maulana; Said Salim Dahda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1826

Abstract

Pengelolaan persediaan sangat penting untuk mengoperasikan bisnis, terutama dalam industri material bangunan yang memiliki permintaan yang berubah-ubah. CV. XYZ masih menerapkan sistem pemesanan konvensional yang menyebabkan tingkat pemesanan tinggi dan biaya persediaan menjadi kurang efisien. Fokus penelitian ini adalah untuk menemukan metode pengendalian persediaan yang efektif untuk menekan biaya persediaan. Untuk mencapai tujuan ini, analisis pengendalian stok semen dilakukan dengan menggunakan metode Min-Max dan metode Order Quantity Economic (EOQ). Metode jumlah pemesanan ekonomi (EOQ) meminimalkan biaya pesan dan simpan, dan metode Min-Max menetapkan batas minimal dan maksimal stok untuk menjaga stabilitas persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode jumlah pemesanan ekonomi (EOQ) menghasilkan pemesanan optimal sebanyak 527 sak dengan 25 kali pemesanan per tahun dan biaya persediaan total sebesar 6.912.000. Sementara itu, metode Min-Max menghasilkan pemesanan semen sebanyak 218 sak dengan 60 kali pemesanan ulang dan biaya persediaan total sebesar 10.321.761. Selain itu, hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai safety stock yang diperoleh sebesar 21 sak, sedangkan nilai reorder point pada metode Economic Order Quantity (EOQ) sebesar 122 sak dan pada metode Min-Max sebesar 130 sak. Berdasarkan hasil analisis, metode EOQ dianggap lebih efisien dalam meminimalkan biaya total dibandingkan dengan metode perusahaan dan metode Min-Max.
Pengaruh Self Control, Loneliness dan Work Boredom Terhadap Perilaku Cyberloafing : (Studi Kasus: Pegawai Kantor Desa Suhada) Rosi Oktaviani; Akhmad Nurrofi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-control, loneliness dan work boredom terhadap perilaku cyberloafing dikalangan pegawai Kantor Desa Suhada. Cyberloafing adalah perilaku menggunakan internet di tempat kerja untuk kepentingan pribadi yang dapat mengurangi produktivitas kerja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus, data dikumpulkan dari 36 pegawai melalui kuesioner skala Likert 1-10 yang dibagikan kepada seluruh pegawai Kantor Desa Suhada. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS termasuk uji validitas, reliabilitas, dan regresi linier berganda. Pada uji F, self-control, loneliness dan work boredom secara simultan mempengaruhi cyberloafing. Sementara itu, uji T menunjukkan bahwa variabel self-control memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap cyberloafing, sedangkan variabel loneliness memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap perilaku cyberloafing dan work boredom memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap cyberloafing, dengan nilai koefisien determinasi R = 0,633 yang menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 63,3% variasi perilaku cyberloafing. Ini menunjukkan kontribusi yang kuat dari pengendalian diri, kesepian, dan kebosanan yang memicu perilaku bermalas-malasan di dunia maya cyberloafing.