cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
Analisis Proses Anchor Handling Dengan Penggunaan Full Thruster: (Studi Kasus: Kapal SV. Etzomer 1601) Jendra Arya Anugrah Andi Bolong; Sutoyo; Eddi; Fazri Hermanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1798

Abstract

Anchor handling merupakan kegiatan penting pada kapal pendukung lepas pantai (offshore support vessel), khususnya kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) yang berperan dalam penanganan jangkar dan menjaga stabilitas posisi kapal. Dalam praktiknya, penggunaan full thruster sering diperlukan untuk mempertahankan posisi kapal pada kondisi lingkungan seperti arus, angin, dan gelombang. Namun, penggunaan thruster secara maksimal dalam waktu tertentu dapat menimbulkan gangguan teknis yang berdampak pada kelancaran operasional. Permasalahan ini terjadi pada kapal SV. Etzomer 1601 saat melakukan operasi anchor handling di perairan Natuna, di mana terjadi penurunan performa stern thruster yang menyebabkan keterlambatan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala penggunaan full thruster serta menganalisis upaya penanganannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan diagram fishbone untuk mengidentifikasi faktor penyebab secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan dipengaruhi oleh faktor machine, material, environment, dan money. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggunaan thruster, perawatan sistem secara berkala, serta koordinasi operasional yang baik untuk mendukung kelancaran proses anchor handling.
Pengaruh Infrastruktur Transportasi dan Mobilitas terhadap Kinerja Angkutan Barang Kereta Api di Indonesia Tahun 2020–2024 Alif Athallah; Hendi Iskandar
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infrastruktur transportasi dan mobilitas terhadap kinerja angkutan barang kereta api di Indonesia pada periode tahun 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori serta memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja angkutan barang kereta api yang diukur menggunakan produksi angkutan barang dalam satuan juta ton-km, sedangkan variabel independen meliputi mobilitas yang diproksikan melalui jumlah kendaraan bermotor dan infrastruktur transportasi yang diproksikan melalui pertumbuhan panjang jalan tol. Unit analisis penelitian mencakup wilayah Jawa dan Sumatera dengan periode pengamatan tahun 2020–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan transformasi logaritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel mobilitas dan infrastruktur transportasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja angkutan barang kereta api. Hasil uji simultan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,917, sedangkan hasil uji parsial menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,743 untuk variabel mobilitas dan 0,988 untuk variabel infrastruktur transportasi. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,024 menunjukkan bahwa model penelitian hanya mampu menjelaskan sebesar 2,4% variasi kinerja angkutan barang kereta api. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transportasi jalan masih mendominasi sistem distribusi logistik nasional dibandingkan transportasi kereta api. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem transportasi multimoda yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi distribusi logistik nasional.
Volatility Spillover Dynamics Among Crypto Assets (Bitcoin, Solana, Ethereum); Relationship To The Indonesian Capital Market Index Hugo Prasetyo Winotoatmojo
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1800

Abstract

This study aims to analyze the volatility dynamics and spillover phenomena among major crypto assets (Bitcoin, Solana, and Ethereum) and their relationship with the Jakarta Composite Index (JCI), a proxy for the Indonesian capital market. In the era of digital financial integration, the link between speculative crypto asset markets and conventional stock markets is a crucial issue for financial system stability. This study uses daily price time series data for the period 2020-2025. The analysis was conducted using the Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH) model and the Diebold-Yilmaz spillover index approach to measure the magnitude of shock transmission between markets. The results indicate significant volatility transmission among the three crypto assets, with Bitcoin remaining the primary source of volatility. Furthermore, this study finds an increasing dynamic correlation between the global crypto market and the Indonesian capital market during periods of economic uncertainty. These findings have important implications for investors in portfolio diversification strategies and for Indonesian regulators in monitoring systemic risks originating from digital assets.
Optimasi Efektivitas Mesin Capping Melalui Integrasi Overall Equipment Effectivenesss (OEE) dan Siklus PDCA Muhammad Irzaqur Rosyad; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1801

Abstract

Efektivitas operasional pada lini pengemasan di PT XYZ sering kali terhambat oleh tingginya durasi downtime pada mesin capping. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja mesin tersebut menggunakan metode Overall Equipment Effectivenesss (OEE) serta merumuskan strategi perbaikan melalui siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA). Data dikumpulkan selama periode enam bulan (Januari–Juni 2025) melalui observasi lapangan dan catatan teknis produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata OEE mesin capping hanya mencapai 57%, jauh di bawah standar global World Class sebesar 85%. Rendahnya performa ini didominasi oleh rendahnya availability rate akibat proses setting dan kalibrasi mesin yang memakan waktu lama. Melalui identifikasi akar masalah menggunakan diagram Fishbone dan prioritas masalah dengan diagram Pareto, ditemukan bahwa faktor manusia dan kurangnya standarisasi metode kerja menjadi penyebab utama. Sebagai solusi, disusun sebuah kerangka perbaikan berbasis PDCA yang berfokus pada standarisasi prosedur perawatan preventif dan pelatihan kompetensi operator untuk meminimalisir minor stoppages. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan reliabilitas mesin dan menekan potensi kerugian finansial akibat kegagalan target produksi.
Fleksibilitas Penghuni dalam Beradaptasi terhadap Ruang Hunian Terbatas di Kampung Pringgolayan Yovie Zulaikha Gultom; Diananta Pramitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1812

Abstract

Permukiman sebagai ruang hidup manusia senantiasa mengalami penyesuaian terhadap keterbatasan fisik dan perubahan lingkungan. Kampung Pringgolayan Eks HP 10 (menggunakan bekas hak pakai nomor 10) yang semula merupakan kawasan kumuh telah ditata melalui program perbaikan infrastruktur, namun keterbatasan lahan hunian berukuran rata-rata 20 m² dengan dua lantai mendorong penghuni melakukan strategi adaptasi ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk strategi adaptasi yang diterapkan penghuni serta menganalisis implikasinya terhadap dinamika ruang hunian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap penghuni untuk menggali perubahan fisik bangunan, fungsi ruang, dan aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi dilakukan dalam bentuk adaptation by reaction berupa perubahan fisik bangunan dan penambahan elemen, adaptation by adjustment berupa penyesuaian fungsi ruang, serta adaptation by withdrawl berupa perpindahan ruang atau aktivitas ke tempat lain. Dari 12-unit rumah yang diamati, bentuk strategi adaptasi yang paling dominan pada hunian adalah by reaction + by adjustment, yang menunjukkan upaya aktif penghuni dalam menyesuaikan diri terhadap keterbatasan lahan melalui perubahan fisik dan penataan fungsi ruang. Pola ini mencerminkan fleksibilitas tinggi serta kreativitas penghuni dalam mengoptimalkan ruang, sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan perencanaan perumahan yang mampu mengakomodasi dinamika kebutuhan dan perilaku adaptif masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa keterbatasan lahan mendorong penghuni untuk mengembangkan strategi adaptasi fleksibel dan multifungsi, yang tidak hanya memperlihatkan dinamika interaksi antara ruang dan aktivitas, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi perencanaan perumahan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan penghuni.
Analisis Mekanisme Seafarers Employment Contract (SEC) Terhadap Crew Replacement: (Studi Kasus: PT Jasindo Duta Segara) Ibrahim Musa Santosa; Dian Junita Arisusanty; Monika Retno Gunarti; Romanda Annas Amrullah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1816

Abstract

Crew replacement merupakan salah satu proses krusial dalam manajemen sumber daya manusia di perusahaan pelayaran karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan operasional kapal. Salah satu dokumen utama yang menjadi dasar dalam proses tersebut adalah Seaferer Employment Contract (SEC), yang mengatur hak, kewajiban, serta masa kerja awak kapal. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala terkait mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) yang dapat berdampak pada keterlambatan dan ketidakefisienan proses crew replacement. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) terhadap pelaksanaan crew replacement di PT. Jasindo Duta Segara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak manajemen crewing dan staff terkait yang terlibat langsung dalam proses penyusunan dan pelaksanaan Seaferer Employment Contract (SEC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) di PT. Jasindo Duta Segara pada umumnya telah mengikuti ketentuan yang berlaku, namun masih terdapat beberapa hambatan seperti ketidaksesuaian jadwal sign on–sign off, extend contract, dan koordinasi antarbagian yang belum optimal. Mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) yang kurang efektif tersebut berpengaruh terhadap kelancaran proses crew replacement. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) agar proses crew replacement dapat berjalan lebih efisien, tepat waktu, dan sesuai dengan standar operasional perusahaan.
Peranan Usaha Jasa Keagenan Kapal dalam Proses Clearance In dan Out: (Studi Kasus: PT Maritel Bahtera Abadi ) Muhammad Ibnu Rodhi Pratama; Muh. Dahri; Prima Yudha Yudianto; Intan Sianturi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan keagenan kapal pada PT Maritel dalam industri pelayaran. Keagenan kapal merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen armada kapal yang memungkinkan perusahaan untuk mengelola operasi pelayaran secara efisien. PT Maritel, sebagai perusahaan pelayaran yang beroperasi di Indonesia, memiliki peranan penting dalam menyediakan jasa keagenan kapal kepada armada kapal yang berlayar di perairan Indonesia. Metode penelitian yang dipilih berupa pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap manajemen dan staf PT Maritel serta analisis dokumen terkait keagenan kapal. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peranan keagenan kapal pada PT Maritel meliputi pengurusan izin masuk dan keluar kapal, penanganan, serta perizinan yang diperlukan, pemenuhan kebutuhan logistik kapal, serta penyediaan informasi terkini mengenai kondisi perairan dan regulasi terkait pelayaran di Indonesia. Hasil analisis juga mengungkapkan bahwa keagenan kapal memiliki dampak signifikan terhadap efisiensi operasional armada kapal, karena memungkinkan kapal untuk fokus pada kegiatan pelayaran utama tanpa harus terbebani oleh administrasi dan perizinan yang rumit. PT Maritel memainkan peranan penting dalam menjembatani antara kapal dan pihak berwenang serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi pelayaran yang berlaku.
Perbandingan Dampak Lingkungan Porsi Co-firing pada PLTU Pulverized Coal 350 MW Satria Rizki; Maria Anityasari; Abdul Basit
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1823

Abstract

Ketergantungan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara di Indonesia menimbulkan permasalahan dampak lingkungan. Upaya pengurangan dampak lingkungan ini menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan sistem kelistrikan tanpa mengganggu keandalan pasokan energi. Salah satunya langkah yang sudah dilakukan dengan penerapan co-firing pada PLTU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan dampak lingkungan dari penerapan co-firing biomassa pada PLTU Pulverized Coal (PC) dengan variasi komposisi bahan bakar batubara jenis low rank coal dan medium rank coal serta biomassa berupa sawdust. Metode yang digunakan adalah Life Cycle Assessment dengan sistem gate-to-gate dan functional unit sebesar 1 kW energi listrik, serta penilaian dampak menggunakan metode ReCiPe2016 pada level midpoint dan endpoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biomassa secara bertahap mampu menurunkan dampak lingkungan, terutama terhadap pemanasan global, eutrofikasi, konsumsi sumber daya, serta toksisitas terhadap manusia dan ekosistem. Skenario terbaik diperoleh pada komposisi campuran dengan porsi biomassa sampai 15% yang menghasilkan dampak lingkungan paling rendah. Meskipun demikian, terdapat peningkatan pada beberapa kategori dampak seperti pembentukan partikulat halus dan toksisitas non-karsinogenik.
Analisis Faktor Penentu Prioritas Penjadwalan Outage Maintenance Pembangkit Listrik Pada Sistem Terisolasi Menggunakan Metode AHP Sofwat Sanjaya; Mar’atus Sholihah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1824

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan model prioritisasi Outage Maintenance pada sistem tenaga listrik terisolasi dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Sistem kelistrikan terisolasi di Indonesia memiliki keterbatasan cadangan daya dan ketergantungan tinggi terhadap pembangkit lokal, sehingga sangat rentan terhadap gangguan operasional. Pendekatan Time-Based Maintenance (TBM) yang umum digunakan memiliki keterbatasan karena tidak mempertimbangkan kondisi aktual peralatan maupun konsekuensi kegagalan secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan pendekatan berbasis Multi-Criteria Decision Making (MCDM) yang mengintegrasikan berbagai kriteria penting berdasarkan standar ISO 14224. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur sistematis untuk mengidentifikasi kriteria utama, dilanjutkan dengan penyusunan struktur hierarki AHP yang mencakup kriteria Failure Consequences, Historical Failure & Maintenance Records, serta Resources. Data diperoleh melalui penilaian 10 orang expert dengan metode pairwise comparison. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Failure Consequences menjadi kriteria paling dominan dengan bobot 67,04%, diikuti oleh Historical Failure & Maintenance Records sebesar 21,78% dan Resources sebesar 11,18%. Pada tingkat sub-kriteria, faktor Safety memiliki bobot tertinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa prioritisasi Outage Maintenance lebih dipengaruhi oleh risiko keselamatan dan dampak kegagalan dibandingkan faktor sumber daya. Model yang diusulkan mampu memberikan pendekatan yang lebih adaptif, objektif, dan terstruktur dalam pengambilan keputusan pemeliharaan pada sistem tenaga listrik terisolasi.
Implementation Of Green Human Resource Management In Improving Green Brand Image: The Role of Environmental Behavior As A Moderating Variable Soni Suardi; Muhamad Risal Tawil; Muhammad Faizul Husnayain; Tono Wartono; Darmun
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1825

Abstract

This study aims to analyze the volatility dynamics and spillover phenomena among major crypto assets (Bitcoin, Solana, and Ethereum) and their relationship with the Jakarta Composite Index (JCI), a proxy for the Indonesian capital market. In the era of digital financial integration, the link between speculative crypto asset markets and conventional stock markets is a crucial issue for financial system stability. This study uses daily price time series data for the period 2020-2025. The analysis was conducted using the Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH) model and the Diebold-Yilmaz spillover index approach to measure the magnitude of shock transmission between markets. The results indicate significant volatility transmission between the three crypto assets, with Bitcoin remaining the primary volatility transmitter. Furthermore, this study finds an increasing dynamic correlation between the global crypto market and the Indonesian capital market during periods of economic uncertainty. These findings have important implications for investors in portfolio diversification strategies and for Indonesian regulators in monitoring systemic risks originating from digital assets.