cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 735 Documents
Analisis Pengendalian Persediaan Semen Menggunakan Metode EOQ dan Min-Max untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Ahsan Maulana; Said Salim Dahda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1826

Abstract

Pengelolaan persediaan sangat penting untuk mengoperasikan bisnis, terutama dalam industri material bangunan yang memiliki permintaan yang berubah-ubah. CV. XYZ masih menerapkan sistem pemesanan konvensional yang menyebabkan tingkat pemesanan tinggi dan biaya persediaan menjadi kurang efisien. Fokus penelitian ini adalah untuk menemukan metode pengendalian persediaan yang efektif untuk menekan biaya persediaan. Untuk mencapai tujuan ini, analisis pengendalian stok semen dilakukan dengan menggunakan metode Min-Max dan metode Order Quantity Economic (EOQ). Metode jumlah pemesanan ekonomi (EOQ) meminimalkan biaya pesan dan simpan, dan metode Min-Max menetapkan batas minimal dan maksimal stok untuk menjaga stabilitas persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode jumlah pemesanan ekonomi (EOQ) menghasilkan pemesanan optimal sebanyak 527 sak dengan 25 kali pemesanan per tahun dan biaya persediaan total sebesar 6.912.000. Sementara itu, metode Min-Max menghasilkan pemesanan semen sebanyak 218 sak dengan 60 kali pemesanan ulang dan biaya persediaan total sebesar 10.321.761. Selain itu, hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai safety stock yang diperoleh sebesar 21 sak, sedangkan nilai reorder point pada metode Economic Order Quantity (EOQ) sebesar 122 sak dan pada metode Min-Max sebesar 130 sak. Berdasarkan hasil analisis, metode EOQ dianggap lebih efisien dalam meminimalkan biaya total dibandingkan dengan metode perusahaan dan metode Min-Max.
Pengaruh Self Control, Loneliness dan Work Boredom Terhadap Perilaku Cyberloafing : (Studi Kasus: Pegawai Kantor Desa Suhada) Rosi Oktaviani; Akhmad Nurrofi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-control, loneliness dan work boredom terhadap perilaku cyberloafing dikalangan pegawai Kantor Desa Suhada. Cyberloafing adalah perilaku menggunakan internet di tempat kerja untuk kepentingan pribadi yang dapat mengurangi produktivitas kerja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus, data dikumpulkan dari 36 pegawai melalui kuesioner skala Likert 1-10 yang dibagikan kepada seluruh pegawai Kantor Desa Suhada. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS termasuk uji validitas, reliabilitas, dan regresi linier berganda. Pada uji F, self-control, loneliness dan work boredom secara simultan mempengaruhi cyberloafing. Sementara itu, uji T menunjukkan bahwa variabel self-control memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap cyberloafing, sedangkan variabel loneliness memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap perilaku cyberloafing dan work boredom memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap cyberloafing, dengan nilai koefisien determinasi R = 0,633 yang menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 63,3% variasi perilaku cyberloafing. Ini menunjukkan kontribusi yang kuat dari pengendalian diri, kesepian, dan kebosanan yang memicu perilaku bermalas-malasan di dunia maya cyberloafing.
Analisis Pemilihan Supplier Seragam Mekanik dengan Metode AHP dan TOPSIS Pada Perusahaan Distributor Alat Berat Eva Setianingsih; Nida An Khofiyah; Retno Fitri Astuti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1828

Abstract

Perkembangan globalisasi dan era industri 4.0 menuntut perusahaan memiliki sistem rantai pasok yang efektif dan efisien. PT ABC sebagai perusahaan distributor alat berat menghadapi permasalahan dalam proses pemilihan supplier seragam mekanik yang masih dilakukan secara subjektif dan bergantung pada pengalaman kerja sama sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menentukan bobot kriteria dan memilih supplier terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS).  Pemilihan kombinasi metode AHP dan TOPSIS dipilih karena mampu mendukung proses penilaian yang lebih objektif, sistematis, dan terukur dalam pengambilan keputusan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui studi kasus di PT ABC. Kriteria yang digunakan meliputi kualitas, harga, pengiriman, kemampuan teknik, sistem komunikasi, dan packaging ability. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa kriteria harga memiliki bobot tertinggi sebesar 0,37, diikuti kualitas 0,25, pengiriman 0,14, kemampuan teknik 0,10, sistem komunikasi 0,08, dan packaging ability 0,06. Selanjutnya, hasil perhitungan TOPSIS menunjukkan bahwa PT CSI memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,53 sehingga terpilih sebagai supplier terbaik. Penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan pemilihan supplier secara lebih objektif dan terukur.
Perancangan Sistem Peringatan Visual Menggunakan Cone Untuk Mengurangi Risiko Tabrakan Forklift Terhadap Material Dan Produk Menggunakan Metode HIRA Dan Metode JSA: (Studi Kasus : Karoseri CV. Garuda Jaya) Uni Pratama Pebrina Br Tarigan; Jansen Prayugo; Raymon Lumban Gaol
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1829

Abstract

Aktivitas operasional forklift pada industri karoseri memiliki peranan penting dalam proses perpindahan material dan produk antar area kerja. Namun, penggunaan forklift juga menimbulkan potensi bahaya apabila jalur kerja belum tertata dengan baik, ruang gerak terbatas, serta belum adanya penanda visual yang jelas. Kondisi tersebut dapat menyebabkan benturan terhadap material, kerusakan produk, maupun risiko cedera pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem peringatan visual menggunakan safety cone guna mengurangi risiko tabrakan forklift terhadap material dan produk di CV. Garuda Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Job Safety Analysis (JSA). HIRA digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan tingkat risiko, sedangkan JSA digunakan untuk menganalisis tahapan pekerjaan serta tindakan pengendalian yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa aktivitas forklift berada pada kategori risiko High hingga Extreme, dengan risiko tertinggi terdapat pada proses pemasangan produk ke chassis kendaraan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dirancang sistem peringatan visual menggunakan safety cone pada jalur forklift, area sempit, titik manuver, serta area kerja yang berdekatan dengan pekerja. Penerapan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan kerja, mengurangi risiko tabrakan, dan menciptakan area kerja yang lebih tertib dan aman.
Analisis Kinerja Mesin Kemas OMAS GE-2 Line 5 Guna Meningkatkan Kinerja Mesin Dengan Pendekatan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Andik Nur Setiawan; Gusman Simon; Ghina Farhah Azizah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1831

Abstract

Downtime pada mesin packaging dapat menyebabkan penurunan efektivitas produksi dan tidak tercapainya target output perusahaan. Kondisi tersebut terjadi pada mesin kemas Omas GE-2 Line 5 PT Kalbe Farma yang mengalami peningkatan downtime breakdown pada periode Februari 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses serta menentukan usulan perbaikan untuk meningkatkan performa mesin produksi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif berdasarkan data produksi periode Desember 2024 hingga Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan nilai Availability Rate sebesar 82%, Performance Rate sebesar 93%, dan Quality Rate sebesar 100%, sehingga diperoleh nilai OEE sebesar 76% dan masih berada di bawah standar world class OEE sebesar 85%. Analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa breakdown losses menjadi faktor dominan dengan persentase sebesar 12,6%. Hasil fishbone diagram menunjukkan bahwa penyebab utama breakdown berasal dari belum optimalnya pemeriksaan bearing, ketidakstabilan output lem, dan belum adanya standarisasi parameter proses operasional mesin. Usulan perbaikan melalui preventive maintenance dan standarisasi proses operasional menunjukkan peningkatan nilai OEE menjadi 88%. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode OEE dan Six Big Losses efektif digunakan untuk meningkatkan efektivitas mesin produksi pada industri farmasi.
Penentuan Alternatif Perencanaan Kapasitas Produksi Untuk Memenuhi Permintaan Pelanggan: (Studi Kasus: Devdan Industries) Muhammad Agam Muliyono; Noor Nailie Azzat; Gun Sudiryanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi perencanaan kapasitas produksi yang optimal pada Devdan Industries guna memenuhi permintaan produk kaos secara efisien dan ekonomis. Metode yang digunakan adalah pendekatan Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dengan pengumpulan data primer melalui wawancara langsung dengan manajer produksi, pemilik usaha, dan tenaga kerja, serta data sekunder berupa jam kerja, jumlah tenaga kerja, upah, dan historis permintaan kaos. Data primer diperoleh melalui observasi dan pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch time study sebanyak 30 kali pengamatan per kegiatan, kemudian diuji keseragaman dan kecukupan datanya. Kapasitas produksi tersedia dan kapasitas dibutuhkan dihitung berdasarkan waktu baku, jumlah tenaga kerja, dan jam kerja efektif, serta dianalisis untuk mengidentifikasi stasiun bottleneck. Apabila ditemukan kekurangan kapasitas, dilakukan alternatif pemenuhan melalui penambahan tenaga kerja, lembur (OT), subkontrak, dan kombinasi skenario tersebut, kemudian dihitung total biaya setiap alternatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa stasiun Sewing (Jahit) consistently menjadi bottleneck, sementara stasiun lain memiliki kapasitas mencukupi. Strategi yang paling efisien secara finansial adalah memaksimalkan kapasitas internal dengan tambahan lembur, menghasilkan total biaya tahunan Rp 13.018.053, lebih rendah dibandingkan penambahan tenaga kerja Rp 16.272.566 dan subkontrak Rp 57.034.483. Kesimpulannya, integrasi perencanaan kapasitas, penentuan waktu baku, dan evaluasi biaya melalui RCCP memungkinkan perusahaan untuk memenuhi fluktuasi permintaan pelanggan secara optimal, menekan biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas proses produksi di industri manufaktur
Evaluasi Kegagalan Proses Waste Water Treatment Dengan Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dan Root Cause Analysis (RCA) Di Industri Pupuk Muhammad Syafrizal Viki Ardiansyah; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1844

Abstract

Pertumbuhan sektor industri menuntut sistem pengolahan limbah cair yang andal untuk memenuhi baku mutu lingkungan. Studi terdahulu yang menerapkan FMEA dan Root Cause Analysis (RCA) pada pengolahan air limbah umumnya berfokus pada efluen industri umum, sehingga kajian spesifik mengenai efluen industri pupuk berbeban nitrogen tinggi masih terbatas. Konteks ini penting karena limbah pupuk dicirikan oleh kadar amonia (NH₃) tinggi dan proses biologis yang kompleks. Penelitian ini mengevaluasi kegagalan proses pada unit Waste Water Treatment (WWT) PT Aneka Jasa Grhadika yang mengolah limbah cair Pabrik IIB PT Petrokimia Gresik. Data operasional selama Juli 2025 menunjukkan kondisi off-specs persisten pada lima parameter kritis, yaitu NH₃, TSS, COD, pH, dan PO₄. FMEA digunakan untuk memprioritaskan mode kegagalan berdasarkan Risk Priority Number (RPN) melalui penilaian expert panel terstruktur. Selanjutnya, RCA dengan diagram Fishbone dan metode 5 Whys diterapkan pada mode kegagalan berisiko tertinggi. Hasil FMEA menunjukkan kegagalan nitrifikasi sebagai risiko paling kritis (NH₃ tinggi, RPN = 320), diikuti TSS tinggi (RPN = 128) dan COD tinggi (RPN = 108). RCA menelusuri akar penyebab utama pada absennya SOP preventive maintenance membran diffuser aerasi dan tidak adanya pemantauan backpressure secara real-time. Tindakan korektif berupa penggantian diffuser, optimalisasi DO pada 2,0–4,0 mg/L, serta penegakan jadwal desludging harian meningkatkan performa nitrifikasi, ditunjukkan oleh kadar NH₃ pasca-intervensi yang konsisten di bawah ambang regulasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi FMEA–RCA efektif menggeser pengelolaan WWT dari pendekatan reaktif menuju pengendalian kualitas preventif.
Analisis Produktivitas Komponen Plastic Injection Menggunakan Metode Six Sigma DMAIC: (Studi Kasus: CV. Aristech) farhanul Hidayatullah; Suhendra; Gusman Simon
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1847

Abstract

CV. Aristech merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang plastic injection dan memproduksi berbagai produk rumah tangga, salah satunya piring plastik. Permasalahan yang terjadi pada proses produksi adalah target produksi sebesar 750 lusin per hari belum tercapai secara konsisten, di mana rata-rata produksi aktual hanya mencapai 540 lusin per hari atau sebesar 72,03% dari target perusahaan. Selain itu, masih ditemukan produk cacat dan downtime mesin yang menyebabkan produktivitas produksi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya produktivitas serta memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data produksi, produk cacat (Not Good/NG), dan downtime mesin selama 24 hari kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cacat dominan adalah Flashing sebesar 44,86%, sedangkan downtime terbesar berasal dari masalah teknis dan mesin sebesar 42,49%. Hasil pengukuran diperoleh nilai DPMO sebesar 141.072 dengan level sigma 2,58 yang menunjukkan bahwa kemampuan proses produksi masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan analisis Fishbone Diagram, penyebab utama permasalahan berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan pengukuran. Usulan perbaikan dilakukan melalui penerapan SOP kerja, checklist pemeriksaan mesin dan material, serta preventive maintenance. Setelah perbaikan diterapkan, produktivitas produksi meningkat menjadi 17.694 lusin atau sebesar 98,30% dari target produksi. Dengan demikian, metode Six Sigma DMAIC dinilai efektif dalam meningkatkan produktivitas serta mengurangi produk cacat dan downtime pada proses produksi piring plastik di CV. Aristech.
Analisis Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Area Fabrikasi dengan Pendekatan Job Safety Analysis (JSA) dan HIRARC: (Studi Kasus: PT. Bramindra Indotama) Faisal Ardan Pratama; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1849

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi bahaya dan tingkat risiko kecelakaan kerja di PT Bramindra Indotama menggunakan pendekatan Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif berdasarkan penilaian likelihood dan severity. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta data kecelakaan kerja periode April–September 2025. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 37 kasus kecelakaan kerja yang didominasi kejadian terpeleset, luka pada tangan, paparan panas, dan cedera akibat material kerja. Analisis HIRARC mengidentifikasi 15 potensi risiko, terdiri atas 3 risiko low, 8 risiko medium, 1 risiko high, dan 3 risiko extreme. Nilai risiko tertinggi ditemukan pada aktivitas cutting dan drilling dengan risk rating 15 (L = 3; S = 5), sedangkan aktivitas assembling memiliki risk rating 16 (L = 4; S = 4) akibat potensi tertimpa material berat. Aktivitas berisiko tinggi dipengaruhi oleh potensi ledakan, tersengat listrik, luka bakar, serta tertimpa material. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian risiko masih perlu ditingkatkan melalui penguatan aspek teknis, administratif, dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD). Integrasi JSA dan HIRARC memberikan gambaran sistematis dalam identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko K3 di lingkungan kerja fabrikasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada penggabungan identifikasi bahaya kualitatif berbasis JSA pada level operasional dengan pembobotan risiko kuantitatif berbasis HIRARC untuk menentukan prioritas mitigasi secara lebih akurat. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan observasi yang hanya dilakukan pada satu divisi mekanik selama enam bulan di satu lokasi penelitian saja.
Analisis Pengaruh Perubahan Ukuran Piston Oversize Dari Standar Pabrik Pada Sepeda Motor Matic Vario 150 CC Muhammad Zidan Zakhroni; Iham Arifin Pahlawan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1850

Abstract

Perkembangan dalam teknologi kendaraan bermotor mendorong sejumlah upaya untuk meningkatkan kinerja mesin motor, salah satunya dengan menggunakan piston lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penggantian piston standar dengan piston oversize 100 terhadap kinerja mesin pada sepeda motor matic Honda Vario 150 cc. Parameter yang diamati mencakup tenaga, torsi, efisiensi bahan bakar, dan suhu kerja mesin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, dengan membandingkan kinerja mesin dalam dua kondisi: penggunaan piston standar dan piston oversize 100. Pengujian dilakukan dengan memakai dynamometer pada keadaan operasi yang serupa untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat dianalisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan piston oversize dapat meningkatkan tenaga dan torsi mesin jika dibandingkan dengan piston standar. Namun, terdapat juga perubahan dalam efisiensi bahan bakar dan suhu kerja mesin. Dengan demikian, penerapan piston oversize dapat memperbaiki kinerja mesin, tetapi juga memerlukan pemeliharaan dan penyesuaian operasional yang tepat.