cover
Contact Name
Rengki Afria
Contact Email
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Phone
+6282268070067
Journal Mail Official
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Jambi Pinang Masak, Jln, Jambi - Ma. Bulian, KM.15 Mendalo Indah, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29638380     EISSN : 29637988     DOI : -
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra merupakan jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan yang diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi. Kalistra terbit tiga kali setahun setiap Mei, September, dan Januari. Jurnal Kalistra menerbitkan hasil penelitian ilmiah dalam kajian bahasa dan sastra yang meliputi linguistik teoretis, linguistik terapan, linguistik interdisipliner, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra interdisipliner, serta sastra dan politik identitas. Setiap artikel yang dimuat di Kalistra akan melalui proses penilaian oleh peer reviewer.
Articles 166 Documents
Analisis Dimensi Teks Model Van Dijk pada Pemberitaan Visi-Misi Capres-Cawapres Pemilu 2024 dalam Situs Berita Tempo.co Prismawasari, Anggi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.42833

Abstract

The implementation of direct elections presents a problem where the people as constituents have the authority to determine their choices. In this research, the discussion focuses on the text dimension of syntactic microstructure only. This research is a study with Teun A. van Dijk’s critical discourse analysis approach that focuses on the text dimension. Meanwhile, this type of research is qualitative research. The visions and missions of the presidential and vice-presidential candidates for the 2024 elections on the Tempo.co news site show a syntactic pattern, all of which use deductive sentence forms in presenting the news. Followed by not all news shows coherence. Critical discourse analysis of van Dijk’s model which focuses on the text dimension of syntactic aspects in the news plays an important role in directing the reader’s interpretation of the news content. Abstrak Penyelenggaraan pemilihan langsung menghadirkan persoalan di mana rakyat sebagai konstituen memiliki otoritas untuk menentukan pilihan mereka. Pada penelitian ini yang dibahas fokus pada dimensi teks struktur mikro sintaksis saja. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan analisis wacana kritis Teun A. van Dijk yang berfokus pada dimensi teks. Sementara itu jenis penelitian ini, yaitu penelitian kualitatif. Visi-misi capres-cawapres pemilu 2024 di situs berita Tempo.co menunjukkan pola sintaksis yang keseluruhannya menggunakan bentuk kalimat deduktif dalam menyajikan berita. Dilanjutkan dengan tidak semua berita menunjukkan koherensi. Analisis wacana kritis model van Dijk yang difokuskan pada dimensi teks aspek sintaksis dalam pemberitaan memainkan peran penting dalam mengarahkan interpretasi pembaca terhadap isi berita.
Gender Role and Power Dynamic in Damsel Movie: A Feminist Stylistic Analysis Mutiara, Mutiara; Nasution, Putri Aulia; Lhaksmi, Maha; Rangkuti, Rahmadsyah
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i2.42878

Abstract

his research aims to analyze Damsel (2024), a movie related to gender role and power dynamic that analyzed through the lens of feminist stylistics. This research uses descriptive qualitative approach and conducted into three levels: word level, phrase/sentence level, and discourse level, following the frame of feminist stylistics introduced by Sara Mills (1995). At the word level, strong and assertive language is used by female characters, particularly Elodie and the stepmother, to resist patriarchal oppression. At the sentence level, active sentence structures position Elodie as the driving force of the narrative rather than a passive victim. At the discourse level, the film challenges the trope of the helpless princess and instead presents a protagonist who fights for justice and subverts traditional power dynamics. In conclusion, the feminist stylistic analysis of Damsel (2024) movie reveals that the film actively dismantles gender role and power dynamic by using language and character interactions. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Damsel (2024), sebuah film yang berkaitan dengan peran gender dan dinamika kekuasaan yang dapat dianalisis melalui lensa stilistika feminis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji analisis. Analisis dilakukan dalam tiga level: level kata, level frasa/kalimat, dan level wacana, mengikuti kerangka stilistika feminis yang diperkenalkan oleh Sara Mills (1995). Pada level kata, bahasa yang kuat dan tegas digunakan oleh tokoh-tokoh perempuan, khususnya Elodie dan ibu tiri, untuk melawan penindasan patriarki. Pada level kalimat, struktur kalimat aktif memposisikan Elodie sebagai penggerak narasi, bukan sebagai korban yang pasif. Pada tingkat wacana, film ini menantang kiasan putri yang tak berdaya dan sebagai gantinya menampilkan tokoh protagonis yang memperjuangkan keadilan, dan menumbangkan dinamika kekuasaan tradisional. Kesimpulannya, analisis gaya bahasa feminis terhadap film Damsel (2024) menunjukkan bahwa film ini secara aktif membongkar peran gender dan dinamika kekuasaan dengan menggunakan bahasa dan interaksi karakter.
Pemerolehan Sintaksis Pada Anak Berkebutuhan Khusus Gifted: Studi Kasus Usia 8 Tahun Nababan, Hotmida Sari
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.42944

Abstract

This research aims to describe the acquisition of syntax in children with special needs gifted aged 8 years. The theory used in this research is the theory of nativism by Chomsky. The research method used is qualitative descriptive with data in the form of speeches from 8-year old gifted children obtained through methods, namely observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used are data analysis, data identification, categorization, and interpretation The results of the research on the acquisition of syntax in Gifted Children with Special Needs at the age of 8 years obtained the following data were obtained: (1) Acquisition of words, verbs consists of 95 data, nouns in humans consists of 9 data, nouns in objects consists of 51 data, adjectives consist of 80 data, and adverbs consist of 52 data, (2) Acquisition of phrases consists of 20 data, (3) Acquisition of clauses consists of 11 data, and (4) Acquisition of Sentences, declarative sentences (stations) consists of 15 data, interrogative sentences (questions) consist of 8 data, imperative sentences (commands) consists of 8 data. shows that the acquisition of SA syntax is quite good. The use of words, SA has been able to master word classes such as verbs, nominas, adjectives, srtya adverbs. In the use of phrases and clauses, SA is also classified as good. It's just that some words are still unclear. And the acquisition of sentences, SA is also quite good, but in the order of sentences he is often wrong in the order. From the data obtained, language acquisition based on syntatic ability in Children with Special Needs Gifted aged 8 years, namely SA, is classified in the language acquisition of children aged 4-6 years in normal children. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan sintaksis pada anak berkebutuhan khusus gifted usia 8 tahun. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori nativisme oleh Chomsky. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan data berupa ujaran-ujaran dari anak Berkebutuhan Kkusus Gifted usia 8 tahun yang didapatkan melalui cara, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data, identifikasi data, katrgorisasi, dan interpretasi. Hasil dari penelitian pemerolehan sintaksis pada Anak Berkebutuhan Khusus Gifted usia 8 tahun diperoleh data sebagai berikut: (1) Pemerolehan kata, verba terdiri 95 data, nomina pada manusia terdiri dari 9 data, nomina pada benda terdiri dari 51 data, adjektiva terdiri dari 80 data, dan adverbial terdiri dari 52 data, (2) Pemerolehan frasa terdiri dari 20 data, (3) Pemerolehan klausa terdiri dari 11 data, dan (4) Pemerolehan Kalimat, kalimat deklaratif (pernyataan) terdiri dari 15 data, kalimat interogatif (pertanyaan) terdiri dari 8 data, kalimat imperative (perintah) terdiri dari 8 data. menunjukkan bahwa pemerolehan sintaksis SA sudah cukup baik. Penggunaan kata, SA sudah dapat menguasai kelas kata seperti verba, nomina, adjektiva, srtya adverbia. Dalam penggunaan frasa dan klausa, SA juga sudah tergolong baik. Hanya saja beberapa kata masih kurang jelas pelafalannya. Dan pemerolehan kalimat, SA juga sudah cukup baik, namun pada urutan kalimat ia sering salah dalam urutannya. Dari data yang diperoleh, pemerolehan bahasa berdasarkan kemampuan sintaksis pada Anak Berkebutuhan Khusus Gifted usia 8 tahun yaitu SA tergolong dalam pemerolehan bahasa anak usia 4-6 tahun pada anak normal.
Sarkasme pada Komentar Postingan Instagram @amburabdoel Armanda, Roy
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.42979

Abstract

This research aims to describe the types of sarcasm found in @amburabdoel account posts. The type of research used is descriptive qualitative research. The data in this study are words, phrases, clauses and comment sentences on the @amburabdoel account. The data collection techniques used are observation techniques and note-taking techniques. The results of the research found as many as 150 data with the number of details of propositional sarcasm 34 data, lexical sarcasm 49 data, sarcasm like or like 26 data, and illocutionary sarcasm 41 data. Based on the results, lexical sarcasm is the most dominant type of sarcasm to create frontal criticism so that the criticism can be conveyed directly. This research can be a picture of poor social interaction that can trigger cyber bullying. Sarcasm on @amburabdoel's account is known to not always have a harsh tone, but is also delivered subtly packaged through a joke. Abstrak Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis sarkasme yang terdapat pada postingan akun @amburabdoel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, klausa dan kalimat komentar di akun @amburabdoel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan teknik catat. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 150 data dengan jumlah rincian sarkasme proposisi 34 data, sarkasme leksikal 49 data, sarkasme seperti atau kayak 26 data, dan sarkasme ilokusioner 41 data. Berdasarkan hasil penelitian, sarkasme leksikal merupakan jenis sarkasme yang paling dominan dilayangkan untuk menciptakan kritikan yang frontal agar langsung dapat tersampaikan kritikannya. Penelitian ini dapat menjadi gambaran interaksi sosial yang buruk higga dapat memicu cyber bullying. Sarkasme pada akun @amburabdoel diketahui tidak selalu bernada kasar, tetapi juga dilayangkan secara halus yang dikemas melalui sebuah candaan.
Ideational Meta-Function Meaning Perspective in Jane Eyre’s Novel Sofiani, Yulia; Somba, Sugianti; Ramadhianti, Agustina
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i2.43031

Abstract

Based on Michael Halliday's Systemic Functional Linguistics (SFL) theory, this study examines the meaning of Charlotte Brontë's Jane Eyre from the standpoint of ideational meta-function. The way that ideas and experiences are expressed in language, particularly through the contexts, participants, and processes in the text, is reflected in the ideational meta-function. To explain the character dynamics and the novel's primary themes—such as freedom, gender equality, morality, and emotional conflict, this research points out the utilization of material, mental, and relational processes in the main dialogues. The analysis's findings demonstrate that, particularly in discourses that emphasize women's social constraints, relational mechanisms tend to be applied to character identity and social positions. The introspection of the main character, such as Jane's contemplation of her autonomy and self-worth, is exhibited through mental processes. Material processes, on the other hand, show the characters' tangible responses to different difficulties. Furthermore, the novel's ideological meaning is reinforced by the circumstances, including comparison and periodicity. Abstrak Berdasarkan teori Linguistik Fungsional Sistemik (SFL) Michael Halliday, penelitian ini meneliti makna Jane Eyre karya Charlotte Brontë dari sudut pandang metafungsi ideasional. Cara ide dan pengalaman diekspresikan dalam bahasa, khususnya melalui konteks, partisipan, dan proses dalam teks, tercermin dalam metafungsi ideasional. Untuk menjelaskan dinamika karakter dan tema utama novel—seperti kebebasan, kesetaraan gender, moralitas, dan konflik emosional, penelitian ini menunjukkan pemanfaatan proses material, mental, dan relasional dalam dialog utama. Temuan analisis menunjukkan bahwa, khususnya dalam wacana yang menekankan kendala sosial perempuan, mekanisme relasional cenderung diterapkan pada identitas karakter dan posisi sosial. Introspeksi karakter utama, seperti perenungan Jane tentang otonomi dan harga dirinya, ditunjukkan melalui proses mental. Proses material, di sisi lain, menunjukkan respons nyata karakter terhadap berbagai kesulitan. Lebih jauh lagi, makna ideologis novel tersebut diperkuat oleh keadaan-keadaan, termasuk perbandingan dan periodisasi
Perbandingan Tokoh Dan Penokohan Novel Siti Nurbaya Dengan Gadis Pantai Ifanka, Evi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.43044

Abstract

erdasarkan temuan terkait persamaan tokoh dan penokohan pada novel Gadis Pantai dan Siti Nurbaya di atas, kesamaan paling nyata adalah dalam hal penderitaan perempuan akibat sistem sosial dan adat yang menindas. Baik Gadis Pantai maupun Siti Nurbaya menggambarkan sosok perempuan muda yang menjadi korban pernikahan paksa karena tekanan sosial dan ekonomi. Penderitaan mereka berawal dari keterpaksaan menikah dengan pria yang berstatus sosial lebih tinggi, yang dalam hal ini adalah Bendoro dan Datuk Maringgih. Abstract Based on the findings related to the similarities of characters and characterizations in the novels Gadis Pantai and Siti Nurbaya above, the most obvious similarity is in terms of women's suffering due to oppressive social systems and customs. Both Gadis Pantai and Siti Nurbaya depict young women who are victims of forced marriages due to social and economic pressures. Their suffering begins with being forced to marry men of higher social status, who in this case are Bendoro and Datuk Maringgih.
Analisis Praanggapan dalam Serial Web Gadis Kretek : Kajian Pragmatik Lembayung, Atikah
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.43079

Abstract

Artikel ini membahas analisis praanggapan dalam serial web Gadis Kretek dengan pendekatan pragmatik berdasarkan teori George Yule. Praanggapan merupakan aspek penting dalam komunikasi karena menyiratkan informasi yang diasumsikan benar oleh penutur dan pendengar. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis praanggapan yang muncul dalam dialog serta menganalisis bagaimana penggunaannya berkontribusi terhadap pemahaman alur cerita dan pengembangan karakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap dialog dalam serial Gadis Kretek. Hasil analisis menunjukkan bahwa praanggapan eksistensial, faktual, leksikal, Nonfaktual, struktural, dan konterfaktual. Abstract This article examines presuppositions in the web series Gadis Kretek using a pragmatic approach based on George Yule’s theory. Presuppositions play a crucial role in communication as they imply information assumed to be true by both the speaker and the listener. This article aims to identify the types of presuppositions present in the dialogues and analyze how they contribute to understanding the storyline and character development. A qualitative descriptive method with content analysis techniques is applied to the dialogues in Gadis Kretek. The findings reveal that existential, factual, lexical, nonfactual, structural, and counterfactual.
Emosi Tokoh Utama dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata: Perspektif David Krech Mursalina, Selli; Warni, Warni; Rahmawati, Rahmawati
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i2.43086

Abstract

This research aims to analyze the emotions of the main character in the novel Guru Aini by Andrea Hirata. The method used in this research is descriptive qualitative method. This research uses a literary psychology approach and uses David Krech's emotion classification theory. The data collection technique uses reading and note-taking techniques. The data analysis technique used consists of four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The data collected in this study are in the form of quotations related to the emotions of the main character in the novel Guru Aini by Andrea Hirata.  Based on the results of the study, 24 data were found that included the emotions of the main character in the novel Guru Aini. The emotions found are joy 3, anger 5, fear 1, sad 3, pain 2, success and failure 2, pride and shame 3, guilt and remorse 2, love 2, and hate 1. No emotions of disgust and delight were found. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis emosi tokoh utama dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan mengacu pada psikologi sastra dengan memanfaatkan teori klasifikasi emosi David Krech. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik membaca dan mencatat. Analisis data dilakukan dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh berupa kutipan-kutipan yang berkaitan dengan emosi tokoh utama dalam novel Guru Aini. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 24 data yang mencakup emosi tokoh utama. Emosi yang ditemukan yaitu senang 3, marah 5, takut 1, sedih 3, sakit 2, sukses dan gagal 2, bangga dan malu 3, bersalah dan menyesal 2, cinta 2, dan benci 1. Tidak ditemukan adanya emosi berupa rasa sakit dan kenikmatan.
Analisis Ujaran Kebencian Terhadap Prabowo Pada Akun Kaskus @Fufufafa: Kajian Linguistik Forensik Khasanah, Uswatun
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.43284

Abstract

This study aims to analyze and find the form of hate speech in the Kaskus account @fufufafa using a forensic linguistic perspective. This study focuses on tweets or comments posted by the Kaskus account @fufufafa regarding political issues that lead to Prabowo Subianto and his family. This type of research is descriptive qualitative using forensic linguistic methods to examine the meaning of speech semantically, understand the context and intent of speech pragmatically, and relate its relevance to legal regulations. The data in this study are in the form of words, phrases and sentences on the Kaskus account @fufufafa. The results of the study found 58 data identified as containing hate speech in the form of insults, defamation, and provocation, which use linguistic forms such as curses/invectives, satire, taboo/sarcasm. Based on semantic analysis, @fufufafa's tweets contain negative meanings, while pragmatically @fufufafa's tweets show an illocutionary intention of attack aimed at demeaning and insulting Prabowo Subianto. The most dominant form of hate speech is the category of insults that attack Prabowo Subianto's personal status, family, physical, and religious aspects. Based on the analysis that has been carried out, @fufufafa's tweet could potentially have legal consequences under Article 310 of the Criminal Code and Article 28 (2) of the ITE Law. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ujaran kebencian dalam akun Kaskus @fufufafa menggunakan perspektif linguistik forensic. Penelitian ini berfokus pada cuitan atau komentar yang diposting oleh akun Kaskus @fufufafa mengenai isu politik yang mengarah pada Prabowo Subianto dan keluarganya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode linguistik forensik. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa dan kalimat pada akun Kaskus @fufufafa. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 58 data yang teridentifikasi mengandung ujaran kebencian berupa penghinaan, pencemaran nama baik, dan memprovokasi, yang menggunakan bentuk lingual seperti umpatan/makian, sindiran, tabu/sarkas. Berdasarkan analisis secara semantik, cuitan @fufufafa mengandung makna yang bersifat negatif, sedangkan secara pragmatik cuitan @fufufafa menunjukkan adanya intensi ilokusi penyerangan yang bertujuan untuk merendahkan dan menghina Prabowo Subianto. Bentuk ujaran kebencian yang paling banyak dominan adalah kategori penghinaan yang menyerang status pribadi, keluarga, fisik, hingga aspek keagamaan Prabowo Subianto. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan cuitan @fufufafa bisa berpotensi terhadap konsekuensi hukum dengan pasal 310 KUHP dan pasal 28 (2) UU ITE
Simbol Alam dalam Antologi Puisi Makrifat Daun-Daun Makrifat Karya Kuntowojoyo: Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce Manurung, Bunga Junita Neti Natalia
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.43303

Abstract

Semiotics is a science that studies signs. In Semiotics there are types of signs, one of which is in the form of symbols. Symbols are divided into 3 types. The study aims to explain the types of natural symbols in the poetry anthology Makrifar Daun- Daun Makrifat by Kuntowijoyo. This study is a qualitative study that uses a qualitative descriptive approach. The data in this study are in the form of words, phrases, clauses, and sentences that state the type of symbol. The data source in this study is the poetry anthology Makrifat Daun-Daun Makrifat by Kuntowijoyo. The data collection technique used is the documentation technique and analyzed with three flows including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study found 54 symbols in the poem which are divided into 8 natural symbols in the form of animals, 6 natural symbols in the form of plants, 22 natural symbols in the form of natural events, and 18 natural symbols in the form of natural objects. Each type of symbol has its own meaning that explains the purpose of the type of symbol. Natural symbols in the form of animals in the poem are found in the words a pair of doves, a dog, a cat, a butterfly, Natural symbols in the form of plants are found in the sentences grass, fragrance, twigs, roses, spruce chips. a sprig of roses, natural symbols in the form of natural events are found in the words full moon, light, universe, rain, dusk then natural symbols in the form of natural objects are found in the words clouds, moon, sun, sky, hills, stars. This study concludes that the natural symbols contained in the poetry anthology Makrifat Daun-Daun Makrifat by Kuntowijoyo not only depict the beauty of nature but also have deep meanings that reflect the spiritual relationship of humans with God and the universe. Understanding these symbols provides new insights into the study of Indonesian literature, especially in revealing the depth of meaning contained in literary works based on symbolism.  Abstrak Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanda. Dalam Semiotika terdapat jenis tanda yang salah satunya beberbentuk simbol. Simbol terbagi menjasi 3 jenis, Penelitian tersebut bertujuan untuk menjelaskan jenis-jenis simbol alam dalam antologi puisi Makrifar Daun- Daun Makrifat karya Kuntowijoyo.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang menyatakan jenis simbol. Sumber data dalam penelitian ini adalah antologi puisi Makrifat Daun-Daun Makrifat karya Kuntowijoyo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan dianalisis dengan tiga alur diantaranya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini ditemukannya 54 simbol dalam puisi tersebut yang terbagi menjadi 8 simbol alam berupa hewan,, 6 simbol alam berupa tumbuhan, ,22 simbol alam berupa kejadian alam, dan 18 simbol alam berupa benda alam. Masing-masing jenis simbol tersebut terdapat maknanya yang menjelaskan maksud dari jenis simbol tersebut. Simbol alam berupa hewan dalam puisi tersebut ditemukan dalam kata sepasang merpati, sekor anjing, kucing, kupu-kupu, Simbol alam berupa tumbuhan ditemukan dalam kalimat rumput, wangian, ranting, mawar, krisik cemara. setangkai mawar, simbol alam berupa kejadian alam ditemukan dalam kata purnama, cahaya, semesta, hujan, senja kemudian simbol alam berupa benda alam ditemukan dalam kata awan, bulan, matahari, langit, bukit-bukit, bintang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa simbol-simbol alam yang terdapat dalam antologi puisi Makrifat Daun-Daun Makrifat karya Kuntowijoyo tidak hanya menggambarkan keindahan alam tetapi juga memiliki makna mendalam yang mencerminkan hubungan spiritual manusia dengan Tuhan dan semesta. Pemahaman terhadap simbol-simbol ini memberikan wawasan baru dalam kajian sastra Indonesia, khususnya dalam mengungkap kedalaman makna yang terkandung dalam karya sastra berbasis simbolisme.