cover
Contact Name
Rengki Afria
Contact Email
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Phone
+6282268070067
Journal Mail Official
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Jambi Pinang Masak, Jln, Jambi - Ma. Bulian, KM.15 Mendalo Indah, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29638380     EISSN : 29637988     DOI : -
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra merupakan jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan yang diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi. Kalistra terbit tiga kali setahun setiap Mei, September, dan Januari. Jurnal Kalistra menerbitkan hasil penelitian ilmiah dalam kajian bahasa dan sastra yang meliputi linguistik teoretis, linguistik terapan, linguistik interdisipliner, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra interdisipliner, serta sastra dan politik identitas. Setiap artikel yang dimuat di Kalistra akan melalui proses penilaian oleh peer reviewer.
Articles 166 Documents
Ekranisasi Novel Algrafi Karya Dwi Berliana ke dalam Film Algrafi Karya Rully Manna Maryam, Siti
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.43319

Abstract

Ekranisation is the process of changing, adapting, or elevating a work into a film, where in the process there will be changes that include subtractions, additions, and varied changes. The purpose of this research is to describe the form of ekranisation that exists in the novel Algrafi by Dwi Berliana and the film Algrafi by Rully Manna with Pamusuk Eneste's study. The method used in this research is qualitative research method with literature study research type. The research data is ekranisation in the form of shrinking, adding, and changing variations with the data sources of Algrafi novels and films. The results indicate that three types of ecranisation occurred: reduction, addition, and variation. Reductions were found in plot (29 data), characters (13 data), and setting (13 data). Additions appeared in plot (16 data), characters (5 data), and setting (5 data). Meanwhile, variations occurred in the plot (3 data). These findings suggest that the process of ecranisation in the film Algrafi does not merely transfer the story from novel to screen but also carries out narrative transformations to suit cinematic needs. Reductions reflect simplification efforts by omitting details considered less relevant for the film medium. Additions serve to enhance dramatic elements and visual storytelling. Variations indicate the director's creative interpretation of the source material. Hence, ecranisation is a creative process that produces a new work with a distinct narrative perspective from the original text. Abstrak Ekranisasi adalah proses mengubah, mengadaptasi, atau mengangkat sebuah karya menjadi film, di mana dalam proses tersebut akan terjadi perubahan yang mencakup pengurangan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk ekranisasi yang ada dalam novel Algrafi karya Dwi Berliana serta film Algrafi karya Rully Manna dengan kajian Pamusuk Eneste. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Data penelitian adalah ekranisasi berupa penciutan, penambahan, dan perubahan variasi dengan sumber data novel dan film Algrafi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ekranisasi dalam novel dan film mencakup tiga bentuk, yaitu penciutan, penambahan, dan perubahan variasi. Penciutan terjadi pada unsur alur, tokoh, dan latar. Penambahan juga ditemukan pada unsur alur, tokoh, dan latar. Sedangkan perubahan variasi terjadi pada unsur alur. Temuan lebih rinci dari proses ekranisasi tersebut antara lain: (1) penciutan pada alur sebanyak 29 data, tokoh sebanyak 13 data, dan latar sebanyak 13 data; (2) penambahan pada alur 16 data, tokoh 5 data, dan latar 5 data; (3) perubahan variasi pada alur sebanyak 3 data. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa proses ekranisasi dalam film Algrafi tidak sekadar memindahkan cerita dari novel ke dalam bentuk film, melainkan juga melakukan transformasi naratif untuk menyesuaikan dengan kebutuhan sinematik. Penciutan mencerminkan upaya penyederhanaan plot dan pengurangan detail yang dianggap kurang relevan dalam versi film. Penambahan berfungsi memperkuat aspek dramatik serta memperkaya visualisasi cerita. Sementara itu, perubahan variasi mencerminkan interpretasi kreatif sutradara terhadap karya sumber. Hal ini menunjukkan bahwa ekranisasi merupakan proses kreatif yang menghasilkan karya baru dengan perspektif naratif yang berbeda dari karya aslinya.
Makna Simbolik Mantra Pada Ritual Ngagoah Imo Masyarakat Desa Pulau Tengah Kabupaten Kerinci Sandi, Athillah Afro
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.43327

Abstract

This research aims to describe the meaning of symbolic the Mantra in the Ritual Ngagoah Imo. The type of research used is qualitative research. The data in this study are all symbolic meanings contained Mantra in the Ritual Ngagoah Imo. The data collection techniques used are observation techniques, interviewa, and documentation studies. The results of the study, the Mantra in the Ritual Ngagoah Imo contains 28 verses of symbolic meaning in it. This Ritual is a “bayar bangun” Ritual which is a way to apologize and pay off debts of gratitude to the tiger spirit and its descendants. Thus, the people of Pulau Tengah show high appreciation for animals, especially tigers. So, there is no more conflict between tigers and the community, and they can live side by side in harmony taking care of each other. Abstrak Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik mantra dalam Ritual Ngagoah Imo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini semua makna simbolis yang ada dalam Mantra Ritual Ngagoah Imo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, mantra pada ritual Ngagoah Imo terdapat 28 bait makna simbolik di dalamnya. Ritual ini merupakan ritual “bayar bangun” yang merupakan cara untuk memohon maaf dan melunasi hutang budi kepada roh harimau dan keturunannya. Dengan demikian, masyarakat Pulau Tengah menunjukkan penghargaan yang tinggi terhadap hewan, terutama harimau. Sehingga, tidak ada lagi konflik antara harimau dan masyarakat, dan mereka dapat hidup berdampingan dengan harmonis, saling menjaga satu sama lain.
Formula Romance dalam Novel City Lite: Empat Bulan Yang Lalu Karya Kincirmainan Ubab, Gus
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.43333

Abstract

This research aims to describe the Romance Formula in the Novel “Empat Bulan Yang Lalu” by Kincirmainan, part of the City Lite series. This research uses a qualitative descriptive method with a popular fiction approach based on Cawelti's theory supported by Radway's romance formula. Data were collected through reduction, display, and conclusion drawing techniques, then analyzed descriptively. Based on the results of the study and discussion, it was found that the novel City Lite: Empat Bulan yang Lalu uses one typology pattern of narrative structure, namely the Pamela pattern. This pattern is used in the novel to describe complicated romance and free relationships, which are influenced by the past. This novel follows several sequences of the romance formula proposed by Radway, providing an overview of how this formula is applied in the context of the story. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan formula romance dalam novel "Empat Bulan yang Lalu" karya Kincirmainan, bagian dari seri City Lite. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fiksi populer berdasarkan teori Cawelti yang didukung oleh formula romance Radway. Data dikumpulkan melalui teknik reduksi, display, dan penarikan kesimpulan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, ditemukan bahwa novel City Lite: Empat Bulan yang Lalu menggunakan satu pola tipologi struktur naratif, yaitu pola Pamela. Pola ini digunakan dalam novel untuk menggambarkan percintaan yang rumit dan hubungan yang bebas, yang dipengaruhi oleh masa lalu. Novel ini mengikuti beberapa sekuen formula romance yang dikemukakan oleh Radway, memberikan gambaran tentang bagaimana formula ini diterapkan dalam konteks cerita.
Pemajasan J.S Khairen dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu Sebagai Unsur Gaya Kepengarangan: Kajian Stilistika Ahfalah, Mamix
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.43378

Abstract

This study aims to describe the form of expository style, meaning and function of expository, and authorial style based on expository in the novel Dompet Ayah Sepatu Ibu by J.S. Khairen. This study uses a stylistic analysis method with the stages of data reduction, classification, description, interpretation, and analysis of results. The data in this study were obtained through recording techniques by identifying quotations in the novel Dompet Ayah Sepatu Ibu by JS Khairen that contain expository style. The results of the study indicate that the dominant type of expository style in the novel Dompet Ayah Sepatu Ibu is comparative figures of speech, especially similes and metaphors, with 48 out of 146 quotations using both figures of speech. Similes are used to describe events or characters in a concrete way, while metaphors provide deeper and more symbolic meanings. Expository in this novel plays a role in creating images, clarifying emotional expressions, and enriching characterization of characters. J.S. Khairen's authorial style tends to be expressive and reflective, with the use of explicit and implicit comparisons to strengthen emotional messages and symbolic meanings in the story. The conclusion of this study is that the novel Dompet Ayah Sepatu Ibu by J.S. Khairen uses a lot of comparative figures of speech, especially similes and metaphors, which function to build images, clarify emotions, and enrich characterization of characters. Khairen's writing style tends to be expressive and reflective, with the use of metaphors that strengthen symbolic meanings and deepen emotional conflicts in the story. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gaya pemajasan, makna dan fungsi pemajasan, serta gaya kepengarangan berdasarkan pemajasan dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen. Penelitian ini menggunakan metode analisis stilistika dengan tahapan reduksi data, klasifikasi, deskripsi, interpretasi, dan analisis hasil. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik pencatatan dengan mengidentifikasi kutipan dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu Karya JS Khairen yang mengandung gaya pemajasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis gaya pemajasan yang dominan dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu adalah majas perbandingan, khususnya simile dan metafora, dengan 48 dari 146 kutipan menggunakan kedua majas tersebut. Simile digunakan untuk menggambarkan peristiwa atau karakter secara konkret, sedangkan metafora memberikan makna yang lebih dalam dan simbolis. Pemajasan dalam novel ini berperan dalam menciptakan imaji, memperjelas ekspresi emosional, serta memperkaya karakterisasi tokoh. Gaya kepengarangan J.S. Khairen cenderung ekspresif dan reflektif, dengan pemanfaatan perbandingan eksplisit maupun implisit untuk memperkuat pesan emosional dan makna simbolis dalam cerita.
Bridging a Gap: Indonesian English Teachers’ Views on ELF and Its Role in Workplace Communication Panggabean, Hanna Maria; Samosir, Sahat Maringan
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i2.43385

Abstract

This study explores Indonesian English teachers' perspectives on English as a Lingua Franca (ELF) and its importance in workplace communication. Using grounded theory and narrative inquiry, the research investigates the experiences of four vocational English teachers to identify challenges, strategies, and suggestions for curriculum reform. The findings revealed that teachers frequently face psychological and linguistic obstacles, such as limited vocabulary and cultural differences, which hindered effective ELF communication. To address these issues, teachers employed pragmatic strategies and cultural adaptation techniques to facilitate workplace interactions. The study highlights the need to shift from traditional grammar-focused instruction toward ELF-informed methodologies that emphasize comprehensibility, intercultural competence, and practical communication skills. This approach aims to better prepare vocational Indonesian students for the complexities of global workplace environments. Overall, the research suggests for an inclusive and flexible English education system that strengthen intercultural understanding and communicative proficiency, essential for successful international collaboration and cross-cultural communication.
Words That Work: A Thematic Study of Persuasive Language in Online Advertisements Harahap, Ahmad Fadli; Losi, Rizky Vita; Elviani, Mutia; Panggabean, Hanna Maria; Hamdanur, Roobby
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i2.43431

Abstract

In the rapidly evolving digital era, online advertising has emerged as a central strategy in marketing communication. While language plays a crucial role in crafting persuasive advertisements, few studies have provided a thematic synthesis of the linguistic strategies used in online ads. This study aims to identify and synthesize persuasive linguistic strategies as discussed in recent academic literature. The research employs thematic analysis based on Braun and Clarke’s six-phase framework. Data were collected from ten peer-reviewed journal articles published between 2020 and 2025, each focusing on persuasive language in digital advertising. The analysis revealed four dominant themes: Emotional Resonance, Building Credibility, Interactive Appeal, and Aesthetic Persuasion. These findings demonstrate that language in online advertising is not only used to convey product information but also to establish emotional connections, build trust, stimulate audience engagement, and enhance the aesthetic appeal of the message. The study offers practical implications for advertisers, encouraging a focus on emotional and interactive elements in message construction. It also calls for further research into the effectiveness of these strategies across different digital platforms and cultural contexts.
Resepsi Pembaca Terhadap Tema Novel Suzume no Tojimari Karya Makoto Shinkai Delanova, Anasya Audira; Anwar, Fithyani
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i2.43462

Abstract

Pembaca memiliki peran penting dalam memaknai karya sastra, karena setiap individu membawa pengalaman pribadi serta latar sosial-budaya yang berbeda dalam proses pembacaan. Suzume no Tojimari, sebuah novel karya Makoto Shinkai, mengangkat tema kehilangan, trauma, dan harapan pascabencana yang memicu beragam respons dari pembaca di platform bookmeter.com. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi pembaca terhadap tema-tema utama dalam novel tersebut, khususnya terkait bencana alam, refleksi kehidupan, harapan, masa depan, dan hubungan antarindividu. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori resepsi sastra Hans Robert Jauss, penelitian ini menemukan bahwa pembaca tidak hanya mengikuti alur cerita, tetapi juga mengaitkannya dengan pengalaman hidup masing-masing. Hasil ini menunjukkan bahwa karya tersebut menjadi ruang dialog aktif antara teks dan pembaca serta mempertegas fungsi sastra sebagai medium reflektif yang partisipatif. Penelitian ini juga memperlihatkan pentingnya pendekatan resepsi dalam memahami keterlibatan emosional pembaca terhadap karya sastra kontemporer. Abstract Readers play an essential role in interpreting literary works, as each individual constructs meaning through personal experience and sociocultural background. Suzume no Tojimari, a Japanese novel by Makoto Shinkai, explores themes of loss, trauma, and post-disaster hope, which have elicited diverse responses from readers on the digital platform bookmeter.com. This study aims to analyze how readers perceive the novel’s central themes, especially natural disasters, reflections on life, hope, the future, and interpersonal relationships, by employing a descriptive qualitative method and Hans Robert Jauss's reception theory. The findings reveal that readers engage not only with the plot but also relate it to their own life experiences, turning the novel into a dynamic dialogical space between text and reader. This study also highlights the significance of the reception approach in understanding readers’ emotional engagement with contemporary literary works.
Kritik Sosial dalam Lirik Lagu Album Tanbiat Karya Sembilu Priangga, Priangga
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.43553

Abstract

This study aims to reveal social criticism in the lyrics of the Tanbiat album by Sembilu. This study uses a qualitative descriptive method. The data for this study are social criticisms contained in the Tanbiat album by Sembilu. The data source in this study came directly from Sembilu's Spotify music streaming platform. The results of this study were able to reveal that the lyrics of Sembilu's songs contained in the Tanbiat album contain a lot of social criticism related to poverty, crime, environmental problems, and bureaucracy. Abstrak Penelitian ini betujuan untuk mengungkap tentang kritik sosial dalam lirik lagu album Tanbiat karya Sembilu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kritik sosial yang terdapat dalam album Tanbiat Karya Sembilu. Sumber data pada penelitian ini bersumber langsung dari platform streaming musik Spotify milik Sembilu. Hasil penelitian ini mampu mengungkapkan bahwa dalam lirik lagu Sembilu yang tertuang dalam album Tanbiat banyak mengandung kritik sosial berkaitan dengan kemiskinan, kejahatan, masalah lingkungan hidup, dan birokrasi.
Code-Mixing on Denny Sumargo’s YouTube Channel Selected Podcast Munthe, Ibrani Herbinson; Rohati, Titi Dewi; Wibowo, Ary Iswanto; Khairunas, Sayyid
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i2.43569

Abstract

The research aims to analyze the phenomenon of Bilingualism, Sociolinguistics, and code-mixing, that occurs in daily conversations, providing insight into how bilingual individuals manage language effectively and emphasizing the importance of context in language use. Code-mixing refers to the use of two or more languages in a single sentence or expression. This research uses a descriptive qualitative method by repeatedly watching Denny Summargo’s Podcast with Maudy Ayunda in an episode entitled “Sombong & Star Syndrome!? Aku Hampir Batal nikah dengan Jesse Choi!! Maudy Ayunda-Curhat Bang” and referring to theories from books and journals as data collection techniques. The researcher concluded the results of his findings where the out of 135 data, 107 data used the Intra-Sentential Mixing type, 22 data used Intra-Lexical Mixing, 5 data used Clause Level Mixing and 1 data used Tag Mixing. The findings reveal type of code- mixing. Factors such as habits, environmental influences, repetition, the intention to clarify speech content, and the expression of group identity were identified. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena bilingualisme, sosiolinguistik, dan campur kode yang terjadi dalam percakapan sehari-hari, memberikan wawasan tentang bagaimana individu bilingual mengelola bahasa secara efektif dan menekankan pentingnya konteks dalam penggunaan bahasa. Campur kode mengacu pada penggunaan dua bahasa atau lebih dalam satu kalimat atau ekspresi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menonton berulang kali podcast youtube channel Denny Sumargo Bersama Maudy Ayunda dalam satu episode berjudul “Sombong & Star Syndrome!? Aku Hampir Batal nikah dengan Jesse Choi!! Maudy Ayunda-Curhat Bang” dan merujuk pada teori dari buku dan jurnal sebagai teknik pengumpulan data. Peneliti menyimpukan hasil dari temuannya dimana dari 135 data terdapat 107 data yang menggunakan tipe Intra-Sentensial Mixing, 22 data menggunakan Intra-Lexical Mixing, 5 data menggunakan Clause Level Mixing dan 1 data menggunakan Tag Mixing. Temuan penelitian mengungkap jenis campur kode. Faktor-faktor seperti kebiasaan, pengaruh lingkungan, pengulangan, niat untuk memperjelas isi tuturan, dan ekspresi identitas kelompok diidentifikasi.
Isu Lingkungan dalam Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye: Kajian Ekokritik Sastra Wanti, Nurdiana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.43570

Abstract

This research is motivated by the rampant environmental damage that occurs in Indonesia, especially deforestation due to human greed. Through Tere Liye's work that raises issues about the environment, it can foster a sense of love and care for the surrounding environment. This research uses a qualitative research type with a descriptive method and a literary ecocriticism approach. The data collection techniques used are reading, marking, recording, and inventorying the objects of the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. The data are in the form of environmental issues in the novel, both in the form of dialogue and narrative. The results of this study found 6 aspects of environmental issues, namely pollution 5 data, wilderness 3 data, disasters 3 data, housing/residence 8 data, animals 2 data, and earth 5 data. Based on the results of the study, it was concluded that environmental issues in this novel have also been rampant in the real world for a long time. This indicates that environmental issues are an important topic to discuss, even in novels. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia, terutama hutan yang gundul akibat keserakahan manusia. Lewat karya Tere Liye yang mengangkat isu mengenai lingkungan, bisa dapat menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan ekokritik sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan, ialah membaca, menandai, mencatat, dan inventarisasi pada objek novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Data berupa isu lingkungan dalam novel, baik berupa dialog maupun narasi. Hasil dari penelitian ini, ditemukan 6 aspek isu lingkungan, yaitu pencemaran 5 data, hutan belantara 3 data, bencana 3 data, perumahan/tempat tinggal 8 data, binatang 2 data, dan bumi 5 data. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa isu lingkungan dalam novel ini marak juga terjadi di dunia nyata sudah sejak lama. Hal ini, menandakan bahwa isu lingkungan merupakan topik yang penting untuk dibahas, bahkan di dalam novel sekalipun.