cover
Contact Name
Elmiawati Latifah
Contact Email
elmiawatilatifah@ummgl.ac.id
Phone
+6281392212213
Journal Mail Official
journal.psp@ummgl.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Magelang, Jl. Mayjen Bambang Soegeng, Glagak, Sumberrejo, Kec. Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah 56172, Indonesia
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis
ISSN : 25499068     EISSN : 25794558     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis aims to serve the updated scientific knowledge for international researchers in pharmaceutical sciences. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis (JFSP) publishes review article, original article, as well as short communication in the all scopes of Pharmaceutical Science such as Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicines, Pharmaceutical Management, Pharmacoeconomic, Pharmacoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policies.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2018)" : 13 Documents clear
ANTIDIABETES MELITUS EKSTRAK ETANOL BATANG DAN DAUN UBI JALAR KUNING (Ipomoea batatas Linn.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS JANTAN Haryoto Haryoto; Ahwanti Rukdiatma Nur’aini
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2313

Abstract

Diabetes melitus adalah kelainan metabolik yang ditandai dengan keadaan hiperglikemia. Ubijalar merupakan tanaman yang berpotensi dalam pengobatan diabetes melitus. Tujuan penelitianyang dilakukan mengukur efek ekstrak etanol daun dan batang ubi jalar kuning (Ipomoea batatasLinn.) dalam penurunan kadar glukosa darah pada tikus jantan yang diinduksi aloksan 150 mg/kgBB. Penelitian menggunakan tikus jantan sebanyak 15 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan,kelompok kontrol negatif diberi akuadest, kelompok kontrol positif diberi metformin 45 mg/kgBB,dan 3 kelompok perlakuan diberi ekstrak dengan dosis 200, 300, dan 400 mg/kgBB. Perlakuandiberikan selama 12 hari. Aloksan 150 mg/kgBB digunakan agar tikus diabetes dengan kadar glukosadarah ≥ 200 mg/dL. Hasil penurunan kadar glukosa darah berturut-turut pada dosis 200, 300, dan400 mg/kgBB adalah 131,33 mg/dL, 125,33 mg/dL, dan 124,00 mg/dL. Persen penurunan kadarglukosa darah yang efektif dibanding kontrol negatif ditunjukkan dosis 300 mg/kgBB yaitu sebesar66,58%. Hasil uji statistik wilcoxon pada kadar glukosa darah hari ke-3 dibandingkan hari ke-12diperoleh nilai p <0,05 menunjukkan pemberian ekstrak dapat menurunkan kadar glukosa darah.
AKTIVITAS ANTIDIABETES DARI KOMBINASI SERBUK IKAN GABUS (Channa striata) DAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Muhtadi Muhtadi; Amalinda Ayu Faroska; Andi Suhendi; EM. Sutrisna
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2314

Abstract

Ekstrak etanol kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) dan ikan gabus (Channa striata)telah dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes secara in vivo. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui apakah kombinasi dari kedua ekstrak tersebut memiliki aktivitas antidiabetes yanglebih tinggi dibandingkan sediaan tunggalnya. Desain penelitian ini menggunakan metode preand post-test with control group. Penelitian ini menggunakan 15 tikus yang diinduksi aloksan150 mg/KgBB secara intraperitoneal, yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitukontrol negatif, kontrol positif glibenklamid 5 mg/KgBB, serbuk ikan gabus (SIG) 300 mg/KgBB,ekstrak kulit buah rambutan (EKBR) 300 mg/KgBB dan ekstrak kombinasi perbandingan 1:1. Setiapperlakuan diberikan secara oral setiap hari hingga 10 hari pengamatan. Ekstrak kombinasi mampumenurunkan 55,6% kadar glukosa darah. Serbuk tunggal ikan gabus dan ekstrak tunggal kulitbuah rambutan menurunkan glukosa darah berturut-turut 27,4% dan 71,2%. Berdasarkan analisisstatitistik, tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) antara ekstrak kombinasi terhadap perlakuantunggal SIG atau EKBR. Aktivitas kombinasi ekstrak memiliki kemampuan menurunkan kadargula darah yang lebih tinggi dibandingkan serbuk ikan gabus, tetapi lebih rendah dibandingkandengan ekstrak kulit buah rambutan.
UJI TOKSISITAS DAUN BELUNTAS (Pluchea Indica Less), DAUN KEMANGI (Ocimum Basilicum L.), KULIT BIJI JENGKOL (Archidendron Pauciflorum) DAN KULIT RIMPANG KENCUR (Kaempferia Galanga Linn.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Antonius Padua Ratu; Wirasti Wirasti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2315

Abstract

Metode BSLT merupakan salah satu cara yang cepat dan murah untuk skrining toksisitas dariekstrak tanaman dengan menggunakan hewan laut yaitu larva udang Artemia salina Leach. Metodeini sering dikaitkan dengan metode penapisan senyawa antikanker. Berdasarkan alasan tersebut,maka uji ini sangat tepat digunakan dalam mengawali penelitian bahan alam. Selain BSLT, jugadilakukan penapisan fitokimia. Hasil penelitian dengan metode BSLT dari ekstrak etanol daunbeluntas, kulit biji jengkol, daun kemangi, dan kulit rimpang kencur menunjukkan LC50 masingmasingsebesar 80,33 mg/L, 39,81 mg/L, 46,42 mg/L, dan kurang dari 10 mg/L. Hasil penapisanfitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun beluntas dan kemangi terdapat flavonid, ekstraketanol kulit biji jengkol dan kulit rimpang kencur terdapat alkaloid. Ekstrak etanol kulit rimpangkencur menunjukan aktivitas tertinggi, maka perlu dilakukan isolasi dan identifikasi sehinggadiperoleh senyawa aktif.
KAJIAN INTERAKSI OBAT POTENSIAL ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA PERIODE APRIL-MEI 2017 Mutiara Hartiwan; Ilham alifiar; Maritsa Nur Fatwa
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2316

Abstract

Interaksi obat merupakan satu dari delapan kategori masalah terkait obat (drug-related problem)yang diidentifikasikan sebagai kejadian atau keadaan terapi obat yang dapat mempengaruhi luaranklinis pasien.Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama terhadap penyakit jantung, gagaljantung kongestif, stroke, gangguan penglihatan, dan penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untukmelihat profil penggunaan obat antihipertensi dan obat lainnya, dan untuk melihat interaksi obatpotensial antihipertensi yang diberikan pada pasien hipertensi yang dirawat di RSUD dr. SoekardjoKota Tasikmalaya periode April-Mei 2017. Pengambilan data dilakukan secara prospektif, data pasiendidapatkan dari ruang rawat inap pasien dan wawancara.Data dianalisis menggunakan statistik danDrug Interaction Facts sebagai acuan. Hasil penelitian menunjukkan dari 90 pasien hipertensi yangmengalami interaksi obat potensial sebanyak 68 pasien, jumlah kasus 234 interaksi obat potensialdengan tingkat signifikansi yang paling banyak yaitu non signifikansi sebanyak 170 kasus (72,6%)dan tingkat keparahan dari penelitian ini yang paling banyak yaitu moderate 135 kasus (57,2%)yang berarti memberikan efek yang sedang, dimana dapat menyebabkan kerusakan pada organsehingga membutuhkan pengobatan tambahan, tingkat keparahan yang paling sedikit terjadi yaitutingkat mayor sebanyak 29 (12,2%).
FORMULASI SABUN CAIR BINAHONG (Anredera Cordifolia (ten) Steenis SEBAGAI SABUN ANTISEPTIK Kartika Wijayanti; Herma Fanani Agusta; Heni Setyowati Esti Rahayu
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2317

Abstract

Latar Belakang. Laserasi perineum adalah salah satu akibat dari proses persalinan denganberbagai penyebab seperti kelahiran kepala secara tiba-tiba dan cepat, berat janin yang berlebihan, danjaringan kulit ibu yang mudah robek. Komplikasi dari laserasi perineum adalah penyembuhan lukayang tertunda, infeksi, nyeri, takut bergerak, dan terhambatnya pengeluaran lochea. Hambatan aliranlochea pada infeksi postpartum dapat menyebabkan kematian ibu. Binahong (Anredera Cordifolia(ten) Steenis) adalah zat alami yang membantu penyembuhan luka. Kandungan asam askorbat dalambinahong penting untuk mengaktifkan enzim hidroksilasi prolil yang mendukung tahap hidroksilasidalam pembentukan kolagen, yang mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui sifat fisik, homogenitas, uji pH, dan organoleptik ekstrak daun binahongsetelah diformulasikan ke dalam sabun cair dengan variasi konsentrasi 100%. Metode. Penelitianini menggunakan metode eksperimental, yang dilakukan di laboratorium farmasi. Ekstraksi daunbinahong dilakukan dengan merebus daun selama 30 menit dengan suhu 90°C menggunakanpelarut air. Sabun cair dibuat dengan dasar sabun PEG, carbopol (f0a), esaflor (f0b), HPMC (f0c),asam sitrat dan sodium hidrogen fosfat. Hasil f0c Formula dengan HPMC memiliki evaluasi terbaikdibandingkan dengan f0a dan f0b yang terlihat memiliki pH netral, organoleptik dan sifat fisikterbaik di antara formula lainnya. Kesimpulan. Sabun cair Binahong (Formula f0c) layak sebagaibahan sabun cair anti-septik dari hasil evaluasi stabilitas formula dan persyaratannya. Saran. Hasilpenelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk tahap selanjutnya, yaitu optimalisasi rumusformulasi sabun cair sebagai sabun antiseptic
Penetapan Kadar Logam Pb Dan Cd Dalam Sediaan Spirulina Dengan Metode Spektroskopi Serapan Atom (SSA) Lamtana Eka Kartikasari; Wahyu Utami
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2318

Abstract

Spirulina merupakan salah satu spesies cyanobacteria yang mulai dikembangkan dalam bidangkomersial dan pengobatan karena mengandung banyak zat bergizi seperti beberapa mineral danvitamin. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa spirulina mampu mengakumulasi logam-logamberat dari perairan yang tercemari logam berat seperti logam Pb dan Cd. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui ada tidaknya cemaran logam Pb dan Cd dalam sediaan spirulina menggunakan metodespektroskopi serapan atom (SSA). Metode tersebut terlebih dahulu divalidasi meliputi parametersensitivitas, liniearitas, ripitabilitas dan akurasi. Sampel spirulina diambil dari dua macam produkdari dua produsen. Spirulina didestruksi menggunakan kombinasi HNO3 dan H2O2, kemudianselanjutnya cemaran logam dikuantifikasi dengan SSA pada λ 283,3 nm (logam Pb) dan λ 228,8 nm(logam Cd). Hasil validasi metode menunjukkan bahwa metode yang digunakan cukup peka, linier,dan teliti untuk kuantifikasi logam Pb dan Cd dalam spirulina. Hasil pengukuran dengan metodetersebut menunjukkan adanya cemaran logam Pb dan Cd dalam kedua produk spirulina dengankadar rata-rata logam Pb 2,642±0,559 μg/mL dan 4,253±1,922 μg /mL, sedangkan untuk logam Cd0,569±0,357 μg/mL dan 0,163±0,062 μg/mL.
POTENSI EKSTRAK ETANOL BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI AGEN ANTIINFLAMASI MELALUI DERAJAT PERADANGAN DUODENUM PADA MENCIT BALB/c Nadia Nur Asifa; Sri Tasminatun; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2319

Abstract

Carica papaya L. mengandung flavonoid. Flavonoid bermanfaat sebagai antiinflamasi. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui derajat peradangan duodenum mencit BALB/c yang diinduksiOvalbumin setelah pemberian ekstrak etanol buah Carica papaya L. Penelitian eksperimental in vivodengan post-test only control group design menggunakan 30 mencit BALB/c jantan, ± 20gram, 8 minggudibagi dalam 6 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, dan tigakelompok ekstrak C. papaya dosis 175, 350, dan 700mg/kgbb per hari. Kelompok perlakuan ekstraketanol buah C. papaya L. dan kontrol positif diberikan selama 28 hari, Ovalbumin diberikan pada harike-15 dan ke-22 secara intraperitoneal, dan hari ke-23 sampai dengan hari ke-28 peroral. Pada harike-29, mencit dikorbankan dan duodenum diambil untuk dibuat preparat histologi dengan teknikpewarnaan HE. Pengukuran derajat peradangan duodenum berdasarkan pengamatan infiltrasisel radang menurut Chang. Data dianalisis dengan one way ANOVA dilanjutkan uji Tukey test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata derajat peradangan duodenum kelompok kontrol:2,48 ± 0,83; kontrol negatif: 3,46 ± 0,27; kontrol positif: 1,70 ± 0,20; ekstrak etanol buah C. papayaL. dosis 175mg/kgbb: 3,20 ± 0,36; dosis 350mg/kgbb: 1,56 ± 0,23; dan dosis 700mg/kgbb: 2,20 ±0,45. Disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol buah Carica papaya L. dosis 350mg/kgbb/haridan 700mg/kgbb/hari dapat menurunkan derajat peradangan duodenum mencit BALB/c yangdiinduksi Ovalbumin.
FORMULASI SABUN MANDI DENGAN MINYAK BUAH APEL (MALUS DOMESTICUS) SEBAGAI SABUN KECANTIKAN Sitti Rahmatullah; Wulan Agustin Ningrum
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2320

Abstract

Sabun adalah bahan yang digunakan untuk membersihkan kulit dari kotoran dan bakteri.Sabun dibagi menjadi dua jenis: sabun padat (bar) dan sabun cair. Kulit kotor sepanjang hari, jikatidak dibersihkan maka bakteri akan mudah menginfeksi. Penambahan bahan berkhasiat dalamsabun diharapkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri secara lebih efektif. Apel mengandungantioksidan alami yang sangat baik untuk kesehatan kulit dan mata serta apel yang dapat digunakanuntuk meremajakan sel-sel kulit, sehinngga ini digunakan sebagai sumber tambahan dalampembuatan sabun padat. Tujuan penelitian ini adalah membuat sabun yang memiliki khasiat sebagaiantioksidan sehingga efektif mencegah kerusakan kulit. Metode yang digunakan adalah penelitianeksperimental. Formulasi sabun padat yang digunakan untuk penelitian ini adalah Asam Stearat,Oleum Cocos, Natrium Klorida, Asam Sitrat, Minyak Atsiri 3% dan Natrium Hidroksida. Evaluasipersiapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu uji organoleptik, uji pH dan uji kadar air sabunterhadap zat padat. Sabun padat yang dihasilkan memiliki warna hijau kekuningan, aroma khasapel dan bentuk padat. Sabun ini memiliki pH 10 dalam minggu I dan pada minggu ke II pH yangdihasilkan adalah sama yaitu 10 yang berarti belum memenuhi persyaratan normal. Sedangkanpada uji kadar air, sabun memiliki kadar air 6,25% pada minggu pertama dan pada minggu IIdiperoleh hasil 5,25% berartimenuhi kondisi air sabun yang normal. Sabun padat yang dihasilkanbelum memenuhi kriteria sabun yang cocok untuk pH kulit, tetapi sabun sudah memiliki persentasekandungan air yang sesuai dengan persentase kisaran kadar air dalam sabun padat.
CEMARAN BORAKS PADA CILOK YANG DIJUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR Sri Handayani; Nur Wulan Agustina
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2321

Abstract

Makanan jajanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.Makanan jajanan mempunyai peranan yang sangat penting bagi anak sekolah apabila disajikandalam kondisi higienis. makanan jajanan yang tedapat cemaran biologis maupun kimiawi dapatmenimbulkan keracunan, gangguan kesehatan bahkan kejadian luar biasa (KLB). Penyebab KLBkeracunan pangan di Indonesia berasal dari masakan rumah tangga (27,38%), pangan jasa boga(16,67%), pangan olahan (14,38%), pangan jajanan (16,67%) dan tidak diketahui sumber penyebabnya(4,17%). Kondisi tersebut apabila tidak diatasi dapat membahayakan anak sekolah. Tujuan penelitianini adalah melakukan identifikasi cemaran boraks pada cilok serta melakukan analisis faktor yangmempengaruhi. Sampling dilakukan secara purpusive sampling dengan sampel sebanyak 20. Metodepengumpulan data dengan wawancara pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui cemaranboraks. Pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode nyala api. Data yang diperolehdianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20% sampel yang positifmengandung boraks. Lama simpan cilok berkisar antara 1-3 hari.
PEMBUATAN DAN ANALISA SEDIAAN KOSMETIKA SABUN TRANSPARAN BASIS MINYAK KELAPA MURNI Wirasti Wirasti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2322

Abstract

Sabun padat transparan dibuat menggunakan bahan-bahan berkualitas yang bermanfaatbagi kesehatan dan kecantikan kulit. Bahan baku sabun padat transparan menggunakan minyakkelapa murni (VCO), NaOH, NaCl, Asam Sitrat, Asam Stearat, Glycerin, Alkohol 96%, Pewarna,Wewangian, dan Larutan Gula. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun padat transparan,menganalisis persiapan kosmetik sabun transparan. Pengamatan pada sabun transparan termasuksifat kimia, sifat fisik sabun, dan uji organoleptik. Hasil analisis menunjukkan bahwa formula sabuntransparan telah memenuhi persyaratan sabun padat berdasarkan SNI 06-3532-1994. Hasil analisissabun transparan adalah kadar air dan 11,47% bahan evaporatif, nilai pH 9, bentuk padat transparan,aroma harum oranye, merah dan hijau jernih. Teknologi proses pembuatan sabun padat transparandapat dikembangkan dan diterapkan pada skala industri.

Page 1 of 2 | Total Record : 13