cover
Contact Name
Ika Kusumaningtyas
Contact Email
tyas.kusuma@ugm.ac.id
Phone
+628988833412
Journal Mail Official
bkm.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Bersama Jurnal, Lt. 2 Atas Kantin IKM, FK-KMK UGM Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berita Kedokteran Masyarakat
ISSN : 02151936     EISSN : 26148412     DOI : https://doi.org/10.22146/bkm.v37i2.2320
Core Subject : Health,
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope related to aspects of: - Epidemiology - Infectious diseases control - Clinical Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health - Healthy City - Public Health and Primary Health Care - School of Health Promotion - Healthy lifestyles - Health promotion - Health and Social Behavior - Tobacco and smoking - Adolescent Health - Public Health Nutrition - Maternal and Child Health - Reproductive Health - Population Health - Health of Vulnerable People - Social Determinants of Health - Water, Sanitation and Hygiene - Human Resource Management
Articles 1,528 Documents
Empowering teenagers as health cadres to prevent non-communicable diseases in dusun Jaten, Sleman, DI Yogyakarta Melyza Perdana
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.40578

Abstract

Objectives: Non-communicable diseases (NCDs) is increasing worldwide. Particularly in Yogyakarta, the prevalence of some NCDs even the highest in Indonesia. Dusun Jaten, as one of practicum field for CFHC-IPE FK-KMK UGM also found the same problem. It was reported that hypertension and diabetes are the most common health problem in community. Actually, in 2009 Indonesian Ministry of Health initiated POSBINDU PTM. However, only some villages has launched POSBINDU PTM and only a few villages raising awareness of NCDs since young age. Thus, in 2017 we initiated a POSBINDU PTM Program in Dusun Jaten together with Puskesmas Mlati 1, RS UGM, and Sleman Health District. This program aimed to build awareness and increase the participation of teenagers in preventing NCDs. Contents: We started the program by conducting a survey among Jaten residents related to POSBINDU PTM. Interestingly, almost 100% of Jaten residents were not familiar with POSBINDU PTM. Following this further, we recruited health cadres as many as 30 new health cadres (male and female) and 40 % of them are teenagers. After that we started a series “Sekolah Kader” program. A semi structure interview was done among teenagers health cadre related to evaluate the knowledge, skills, and willingness to participate in POSBINDU PTM. Many teenager health cadres were satisfied of the program and they also made a good system in managing POSBINDU. POSBINDU PTM Jaten was lauched in February 2018. Since then, more than 75 residents attended POSBINDU program, not only older adult but also young adult. And this number is increasing every month. It can be concluded that involving teenager health cadres could be an important step to prevent NCDs by increasing the awareness of young adult to participate in regular health check up at POSBINDU PTM.  
Analisis pelaksanaan SIJARI emas (sistem informasi jejaring rujukan maternal and neonatal survival) dalam pelayanan maternal: kabupaten Banyumas Shofya Indraguna; Nurhidayati Nurhidayati
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.452 KB)

Abstract

Latar Belakang:Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang menyumbangkan AKI (Angka Kematian Ibu) tertinggi di Indonesia. Salah satu proram untuk mengatasinya adalah dengan efisiensi rujukan yang dikemas dalam program SIJARI EMAS. Program SIJARI EMAS telah dilaksanakan di 5 provinsi dengan AKI tertinggi di Indonesia, salah satunya Jawa Tengah. Pada region Jawa Tengah program SIJARI EMAS dilaksanakan di 7 Kabupaten, salah satunya Kabupaten Banyumas. Kabupaten Banyumas telah melaksanakan program ini sejak tahun 2012. Alasan Kabupaten Banyumas dipilih untuk menjalankan program ini karena, tingginya AKI di Kabupaten Banyumas pada tahun 2012 yaitu mencapai 144 per 100.000 KH, sekaligus menempati peringkat ke-6 di Jawa Tengah. Setelah program berjalan 5 tahun, Kabupaten Banyumas masih memilki AKI yang tinggi, hingga menempati peringkat ke-7 di Jawa Tengah dibandingkan dengan Kabupaten atau Kota lain yang tidak menjalankan program. Hal tersebut menggambarkan bahwa program SIJARI EMAS tidak berdampak signifikan terhadap kematian ibu di Banyumas. Metode: Kajian ini menggunakan literatur review tentang penggunaan sistem elektronik rujukan kesehatan. Hasil: SIJARI EMAS memudahkan dalam pelayanan rujukan maternal, namun masih perlu investasi intitusional untuk pelaksanaan yang baik. Penerimaan operator tentang kemanfaatan dan kemudahan program merupakan isu yang perlu diperhatikan. Sosialisasi dan pelatihan telah dilakukan, namun perlu memperluas jaringan pelayanan PONEK. Kesimpulan: Perlu dilakukan evaluasi atau penelitian lebih lanjut terhadap program SIJARI EMAS dari segi operator program di Puskesmas yaitu Bidan, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit.
Tantangan penerapan Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 dalam mendukung sistem informasi surveillans di dinas kesehatan Niko Tesni Saputro; Mardiansyah Mardiansyah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.572 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40585

Abstract

Social Media Campaign to Improve Knowledge and Attitude towards Healthy Eating on Technical Engeneering Department Gadjah mada University Meia Audinah; Atiq Harkati; Ribia Tutstsintaiyn; Zainab _
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1879.61 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40588

Abstract

Fase menjadi mahasiswa merupakan awal seseorang untuk menentukan pilihan dan menyiapkan makanan secara mandiri. Penelitian mendapatkan bahwa konsumsi sayur dan buah rendah, aktivitas fisik yang dilakukan oleh mahasiswa rendah, konsumsi rokok yang tinggi dan perilaku tidur yang buruk juga terjadi pada mahasiswa. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan pemilihan makanan yang dilakukan mahasiswa Sekolah Vokasi Teknik Mesin UGM. Internet merupakan media yang efektif untuk memberikan informasi kesehatan dan pencegahan penyakit pada usia dewasa muda, sehingga intervensi melalui media sosial perlu untuk dilakukan.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap tentang pola makan sehat pada mahasiswa Departemen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada setelah dilakukan program social media campaign tentang makanan sehat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan metode kuantitatif pre-post tes survei terhadap 52 mahasiswa. Pemilihan sample penelitian dengan purposif sampling. Analisis dilakukan dengan stata versi 13. Intervensi dilakukan selama 2 bulan dari bulan Juni sampai dengan bulan September 2018 melaui aku media sosial line dan instagram resmi organisasi keluarga mahasiswa Departemen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada. Hasil: Jumlah mahasiswa yang memiliki pengetahuan pola makan sehat kategori kurang mengalami penurunan setelah dilakukan intervensi, sebaliknya jumlah mahasiswa dengan pengetahuan pola makan sehat kategori cukup dan baik mengalami peningkatan setelah intervensi. Pada skor sikap terhadap pola makan sehat, terdapat 56% mahasiswa yang memiliki skor post test lebih besar dibandingkan skor pretest. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah intervensi ( p < 0.05). Kesimpulan: Program social media campaign efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap pola makan sehat terutama pada kelompok mahasiswa khususnya mahasiswa Departemen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada.
PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM MENURUNKAN RESIKO HIPERTENSI PADA REMAJA DUSUN PUNDONG II DESA TIRTOADI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Suhartin Haringi; Muhammad Cahyo Wicaksono; Rifqi Utari; Raehal Akal
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.773 KB)

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyakit kronis pembunuh pertama di dunia dan tidak ditularkan melalui orang ke orang. Menurut WHO, hampir tiga perempat jumlah kematian diakibatkan oleh PTM. Salah satu PTM dengan prevalensi tinggi Indonesia yaitu hipertensi. Laporan Puskesmas Mlati II (2017) menyatakan penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan penderita tertinggi yaitu 1032 kasus. Berdasarkan data, faktor risiko hipertensi di Pundong II diakibatkan gaya hidup seperti perilaku merokok, kurang konsumsi sayur buah, dan kurang aktivitas fisik. Oleh karena itu, diperlukan intervensi dalam menurunkan risiko Hipertensi khususnya pada remaja yang merupakan usia rentan terhadap hipertensi melalui pendidikan kesehatan penyuluhan dan whats app grup. Tujuan penelitian meningkatkan pengetahuan, sikap, dan intensi remaja untuk memiliki pola hidup sehat seperti tidak merokok dalam rumah, konsumsi buah dan sayur, dan melakukan aktivitas fisik. Metode penelitian, mix method Sekuensial Eksplanatori dan rancangan quasi experiment dengan desain one group pre test dan post test. Hasil penelitian terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan intensi remaja setelah dilakukan pendidikan kesehatan terhadap pola hidup sehat seperti tidak merokok dalam rumah, konsumsi buah dan sayur, dan melakukan aktivitas fisik. Kesimpulan, pendidikan kesehatan melalui penyuluhan dan whats app grup pada remaja dapat menurunkan risiko hipertensi.
[PHS4] < PROTECTOR JATEN (PROgram deTEksi dini dan Cegah penyakiT Oleh Remaja Jaten) Sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Remaja dalam Kegiatan Posbindu PTM Di Dusun Jaten, Sendangadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta> Yana Yulyana; Octavia Beauty; Najiyati Ifa
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3430.007 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40592

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan permasalahan global yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Remaja menjadi kelompok yang rentan karena berada dalam masa perkembangan dan  masa pencarian jati diri serta cenderung melakukan perilaku beresiko. Salah satu upaya penanggulangan PTM adalah dengan pelaksanaan Posbindu PTM. Partisipasi remaja sebagai salah satu kelompok sasaran posbindu masih sangat rendah. Hasil kunjungan pelaksanaan Posbindu PTM di dusun jaten menunjukkan dari 38 peserta hanya ada 5 remaja yang mengikuti kegiatan Posbindu PTM. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta remaja dalam kegiatan Posbindu PTM serta untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi remaja. Metode : Metode yang digunakan dalam kegiatan ini diantaranya adalah 1) Melakukan koordinasi dengan para stakeholder yang ada di Dusun Jaten 2) Melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas 3) Melakukan koordinasi dengan ketua pemuda Dusun Jaten 4) Melakukan diskusi baik secara langsung maupun melalui sosial media (grup whatsApp) dengan para remaja 5) Melakukan sosialisasi permasalahan kesehatan kepada para remaja 6) Pembentukan Posbindu remaja 7) Perekrutan kader posbindu remaja 7) Pelaksanaan sekolah kader sebagai bentuk pelatihan bagi para kader Hasil : Pertama, terbentuknya grup whatsApp  sebagai sarana diskusi bagi para kader remaja. Kedua, terbentuknya kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan Posbindu PTM setiap satu bulan sekali pada pertemuan rutin remaja. Ketiga, terbentuknya kader remaja posbindu sebanyak 14 orang. Keempat, setelah kegiatan Sekolah Kader terdapat peningkatan pengetahuan kader remaja mengenai PTM dan pelaksanaan Posbindu PTM serta peningkatan keterampilan kader remaja dalam melaksanakan pemeriksaan dalam pelaksanaan Posbindu PTM. Kelima, terbentuknya media edukasi berupa filler yang di rancang, dibuat dan dikembangkan oleh para kader remaja. Kesimpulan :Melibatkan remaja secara aktif serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak efektif dalam meningkatkan partisipasi remaja dalam pelaksanaan posbindu PTM di Dusun Jaten. Para kader remaja perlu terus mendapat pendampingan agar terus mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan serta agar tetap melaksanaan Posbindu Remaja secara rutin.
PERILAKU BALAP LIAR MOTOR KALANGAN REMAJA (Studi Fenomenologi : di kawasan Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman) Lisa Evangelista; Veronika Utari Marlinawati; Theresia Puspitawati
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.984 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40597

Abstract

Latar Belakang : Balapan liar adalah salah satu perilaku remaja yang sangat berisiko, disebut balapan liar karena kegiatan ini saling beradu kecepatan dilintasan jalan raya dan bahkan tidak memiliki aturan dan yang jelas bahwa kegiatan balap liar diizinkan oleh pihak yang berwajib. Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas selama tahun 2012 dari Divisi Humas Mabes Polri atas rekap Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) menyebutkan bahwa, ada 117.949 kecelakaan.Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran perilaku balap liar motor di kalangan remaja di kawasan Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi deksritif fenomenologi.Teknik pengambilan informan menggunakan snowball sampling, dimana informan berjumlah 12 orang. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan data.Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengikuti balap liar adalah anak-anak yang dari berbagai kalangan, SMA, Mahasiswa, bahkan yang sudah berumah tanggapun ada yang mengikuti balap, waktu yang digunakan untuk balapan tidak menentu, karena disesuaikan dengan kondisi lawan main, cuaca bahkan ada tidaknya pantauan dari polisi setempat. Berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi remaja mengikuti balap liar adanya hobi tersendiri, ketersediaan motor, sarana untuk mendapatkan uang, teman sebaya, ajang coba-coba, tidak ada yang rekrut ke balap resmi, bahkan untuk mengisi waktu luang semata. Kesimpulan : Hasil penelitian menyatakan bahwa motif peserta dari balap liar adalah semacam berjudi, hobi dan mengikuti tren.
[PHS4] Beauty Octavia; Ifa Najiyati; Yana Yulyana
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1627.393 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40603

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data Community and Family Health Care (CFHC) FKKMK UGM tahun 2018, sebanyak 32,6% keluarga di Jaten memiliki anggota keluarga yang menderita hipertensi. Salah satu upaya pengendalian PTM dilakukan dengan pembentukkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM. Posbindu PTM di Dusun Jaten telah dibentuk sejak bulan April 2018 namun partisipasi remaja dalam pelaksanaan kegiatan tersebut masih rendah. Dirancang “PROTECTOR JATEN” (Program Deteksi Dini dan Cegah Penyakit oleh Remaja Jaten) untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan remaja yang dimulai dengan pembentukan kader remaja dan dilanjutkan dengan kegiatan Sekolah Kader untuk membekali kader remaja pengetahuan dan keterampilan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader remaja di dusun Jaten mengenai sistem lima meja dalam pelaksanaan Posbindu PTM.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode mixed method. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan one group pretest posttest design kepada 11 orang kader remaja. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara semi struktural terhadap 5 orang kader remaja yang dipilih secara acak.Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan tentang PTM dan pelaksanaan Posbindu PTM yang signifikan setelah dilakukan Sekolah Kader (p= 0,003) dengan nilai rata-rata pretest 6,646 dan nilai rata-rata posttest 8,573. Terdapat peningkatan keterampilan kader remaja dalam melaksanakan sistem lima meja Posbindu PTM yang dinilai dengan observasi langsung pada saat pendampingan kegiatan Posbindu PTM. Kesimpulan: Kegiatan Sekolah Kader dapat meningkatkan pengetahuan kader remaja mengenai PTM dan pelaksanaan Posbindu PTM; Kegiatan Sekolah Kader dapat meningkatkan keterampilan kader remaja dalam melaksanakan pemeriksaan dalam pelaksanaan Posbindu PTM.
Dilema dalam penerapan Perka BPOM nomor 22 tahun 2018 tentang pedoman pemberian sertifikat PIRT dalam pengawasan pangan pada masyarakat di kabupaten Karawang Yusrianti Iie
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.652 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40608

Abstract

Objektif: Dilatar belakangi dengan banyaknya peredaran produk pangan di masyarakat yang belum mempunyai sertifikat PIRT memungkinkan terjadinya penyebaran makanan yang mengandung zat-zat yang seharusnya tidak berada dalam makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam kebijakan Perka BPOM no 22 tahun 2018 di Lampiran II disebutkan untuk menerbitkan sertifikat PIRT ditentukan hasil olahan dalam kemasan dapat disimpan pada suhu ruang lebih dari 7 (tujuh) hari. Dinas Kesehatan tidak bisa memberikan sertifikat PIRT kepada produsen dengan produk yang masa simpannya dibawah 7 hari yang ingin mendapatkan izin edar PIRT pada produknya, yang pada akhirnya Dinas Kesehatan kesulitan melakukan pengawasan keamanan pangan bagi masyarakat yang mengkonsumsi pangan yang tidak memiliki izin edar pangan. Metode: Kajian ini didukung dari data primer hasil wawancara dengan tenaga kesehatan di Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang. Hasil: Implementasi izin edar produk makanan dan minuman industri rumah tangga secara umum menjadi tanggung jawab pihak Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, sertifikasi PIRT tersebut merupakan bentuk legalisasi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang untuk memberikan jaminan perlindungan kesehatan dan keamanan pangan kepada konsumen pangan industri rumah tangga (PIRT) agar terhindar dari bahan-bahan tambahan makanan yang berbahaya dan merugikan kesehatan sehingga diperlukan adanya pengawasan pangan yang beredar di masyarakat agar masyarakat tetap merasa aman dalam mengkonsumsi makanan yang dikonsumsi. Kesimpulan: Diperlukan aturan lebih lanjut dalam menunjang kebijakan Perka BPOM mengenai pemberian sertifikat PIRT juga dibutuhkan kerjasama dengan sektor lain dalam sosialisasi dan pengawasan pangan di masyarakat.
[PHS4] Analisis program revolusi kesehatan ibu dan anak dan dampaknya terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi di kabupaten Timor Tengah Selatan Murdiono Nassa
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.072 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40614

Abstract

Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan implementasi Program Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Provinsi NTT Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Metode: Review Data sekunder yang terdiri dari Data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017 dan Data Profil Kesehatan Provinsi NTT Tahun 2017, jurnal-jurnal, serta didukung hasil wawancara dengan salah satu tenaga kesehatan di Kabupaten TTS. Hasil: Program Revolusi KIA di Kabupaten TTS sudah dilakukan sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2018. Meskipun demikian, masih banyak ibu hamil yang belum melahirkan di fasilitas kesehatan, angka kematian ibu dan bayi-nya merupakan yang tertinggi di Provinsi NTT. Angka kematian ibu pada tahun 2008 berjumlah 59  kasus dan  pada tahun 2017 berjumlah 33  kasus. Sedangkan angka kematian bayi pada tahun 2008 berjumlah 134  kasus dan  pada tahun 2017 meningkat menjadi 156  kasus. Tingginya angka kematian ibu dan bayi ini disebabkan oleh faktor geografis, transportasi, pengetahuan ibu dan ketersediaan tenaga kesehatan. Pemerintah Kabupaten TTS sudah melakukan sistem pemantauan persalinan 2H2 sebagai penunjang program revolusi KIA dan memberikan sanksi bagi masyarakat yang bersalin dengan bantuan dukun, tapi upaya ini belum maksimal karena belum menyentuh kebutuhan utama dari masyarakat. Simpulan: Pemerintah Kabupaten TTS perlu melakukan upaya pendataan ibu hamil lewat sistem deteksi dini ibu hamil (THRIVE Project), penyuluhan yang berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, menambah jumlah bidan di pustu/poskeskel, dan pengadaan ambulance khusus untuk ibu hamil (bisa bekerja sama dengan pemerintah desa untuk dianggarkan melalui dana desa).

Page 77 of 153 | Total Record : 1528


Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 02 (2026) Vol 42 No 01 (2026) Vol 41 No 12 (2025) Vol 41 No 11 (2025) Vol 41 No 10 (2025) Vol 41 No 09 (2025) Vol 41 No 08 (2025) Vol 41 No 07 (2025) Vol 41 No 06 (2025) Vol 41 No 05 (2025) Vol 41 No 04 (2025) Vol 41 No 03 (2025) Vol 41 No 02 (2025) Vol 41 No 01 (2025) Vol 40 No 12 (2024) Vol 40 No 11 (2024) Vol 40 No 10 (2024) Vol 40 No 09 (2024) Vol 40 No 08 (2024) Vol 40 No 07 (2024) Vol 40 No 06 (2024) Vol 40 No 05 (2024) Vol 40 No 04 (2024) Vol 40 No 03 (2024) Vol 40 No 02 (2024) Vol 40 No 01 (2024) The 12th UGM Public Health Symposium Vol 39 No 12 (2023) Vol 39 No 11 (2023) Vol 39 No 10 (2023) Vol 39 No 09 (2023) Vol 39 No 08 (2023) Vol 39 No 07 (2023) Vol 39 No 06 (2023) Vol 39 No 05 (2023) Vol 39 No 04 (2023) Vol 39 No 03 (2023) Vol 39 No 02 (2023) Vol 39 No 01 (2023) Vol 38 No 12 (2022) Vol 38 No 11 (2022) Vol 38 No 10 (2022) Vol 38 No 09 (2022) Vol 38 No 08 (2022) Vol 38 No 07 (2022) Vol 38 No 06 (2022) Vol 38 No 05 (2022) Vol 38 No 04 (2022) Vol 38 No 03 (2022) Vol 38 No 02 (2022) Vol 38 No 01 (2022) Vol 37 No 12 (2021) Vol 37 No 11 (2021) Vol 37 No 10 (2021) Vol 37 No 09 (2021) Vol 37 No 08 (2021) Vol 37 No 07 (2021) Vol 37 No 06 (2021) Vol 37 No 05 (2021) Vol 37 No 04 (2021) Vol 37 No 03 (2021) Vol 37 No 02 (2021) Vol 37, No 1 (2021) PHS8 Accepted Abstracts PHS7 Accepted Abstracts Vol 36, No 12 (2020) Vol 36, No 11 (2020) Vol 36, No 10 (2020) Vol 36, No 9 (2020) Vol 36, No 8 (2020) Vol 36, No 7 (2020) Vol 36, No 6 (2020) Vol 36, No 5 (2020) Vol 36, No 4 (2020) Vol 36, No 3 (2020) Vol 36, No 2 (2020) Vol 36, No 1 (2020) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium Vol 35, No 11 (2019) Vol 35, No 10 (2019) Vol 35, No 9 (2019) Vol 35, No 8 (2019) Vol 35, No 7 (2019) Vol 35, No 6 (2019) Vol 35, No 5 (2019) Vol 35, No 4 (2019) Vol 35, No 3 (2019) Vol 35, No 2 (2019) Vol 35, No 1 (2019) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium Vol 34, No 12 (2018) Vol 34, No 11 (2018) Vol 34, No 10 (2018) Vol 34, No 9 (2018) Vol 34, No 8 (2018) Vol 34, No 7 (2018) Vol 34, No 6 (2018) Vol 34, No 5 (2018) Vol 34, No 4 (2018) Vol 34, No 3 (2018) Vol 34, No 2 (2018) Vol 34, No 1 (2018) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium Vol 33, No 5 (2017): Proceedings of the 1st UGM Public Health Symposium Vol 33, No 12 (2017) Vol 33, No 11 (2017) Vol 33, No 10 (2017) Vol 33, No 9 (2017) Vol 33, No 8 (2017) Vol 33, No 7 (2017) Vol 33, No 6 (2017) Vol 33, No 5 (2017) Vol 33, No 4 (2017) Vol 33, No 3 (2017) Vol 33, No 2 (2017) Vol 33, No 1 (2017) Vol 32, No 12 (2016) Vol 32, No 11 (2016) Vol 32, No 10 (2016) Vol 32, No 9 (2016) Vol 32, No 8 (2016) Vol 32, No 7 (2016) Vol 32, No 6 (2016) Vol 32, No 5 (2016) Vol 32, No 4 (2016) Vol 32, No 3 (2016) Vol 32, No 2 (2016) Vol 32, No 1 (2016) Vol 28, No 1 (2012) Vol 27, No 4 (2011) Vol 27, No 3 (2011) Vol 27, No 2 (2011) Vol 27, No 1 (2011) Vol 26, No 4 (2010) Vol 26, No 3 (2010) Vol 26, No 2 (2010) Vol 26, No 1 (2010) Vol 25, No 4 (2009) Vol 25, No 3 (2009) Vol 25, No 2 (2009) Vol 25, No 1 (2009) Vol 24, No 4 (2008) Vol 24, No 3 (2008) Vol 24, No 2 (2008) Vol 24, No 1 (2008) Vol 23, No 4 (2007) Vol 23, No 3 (2007) Vol 23, No 2 (2007) Vol 23, No 1 (2007) Vol 22, No 4 (2006) Vol 22, No 3 (2006) Vol 22, No 2 (2006) Vol 22, No 1 (2006) Vol 21, No 4 (2005) Vol 21, No 3 (2005) Vol 21, No 2 (2005) Vol 21, No 1 (2005) Vol 20, No 4 (2004) Vol 20, No 3 (2004) Vol 20, No 2 (2004) Vol 20, No 1 (2004) Vol 19, No 4 (2003) Vol 19, No 3 (2003) Vol 19, No 2 (2003) Vol 19, No 1 (2003) More Issue