cover
Contact Name
Wilayanto
Contact Email
jurnalmisioner.kibaid@gmail.com
Phone
+6281355457450
Journal Mail Official
jurnalmisioner.kibaid@gmail.com
Editorial Address
Jl. Buisun No.4, Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia, 91811
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL MISIONER
ISSN : 2776494X     EISSN : 27764958     DOI : https://doi.org/10.51770/jm
Jurnal Misioner (JM) invites researchers, writers, and academics who research (field and library research) on Christian theology but not limited to Biblical Studies, Contextual Theology, Systematic Theology, Missiology, Pastoral Counseling, and Christian Education.
Articles 58 Documents
Program Naturalisasi Timnas Sepakbola Indonesia Ditinjau dari Etika Kristen Pangayow, Laura Meirien Olivia; Hermanto, Yanto Paulus
Misioner Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Misioner
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v5i2.245

Abstract

The national football federation (PSSI) has recently adopted a policy of naturalising foreign players as a strategic move to strengthen the national team in the face of limited local talent and the low quality of domestic competition. This policy has become a phenomenon that has sparked various discussions, from political, social, and theological perspectives. Through descriptive qualitative methods with literature studies and interviews with five Christian ethicists, this study found that naturalisation is viewed positively when carried out within the framework of love and justice and understood as a means of God's blessing. These values find their theological basis in the story of Ruth, which shows that accepting foreigners can contribute to the faith community. Thus, the naturalisation of football players is not only a legal and sporting strategy issue, but also has important ethical and theological dimensions in nation building.
Struktur Puisi dan Teologi Repetisi dalam Mazmur 136 Sulistiono
Misioner Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Misioner
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v5i2.248

Abstract

Penelitian ini membahas Mazmur 136 dalam kerangka historis, kanonik, dan liturgis dengan menekankan jarangnya perhatian terhadap doksologi sebagai respons pasca-pembuangan. Kajian menunjukkan bahwa pengulangan 26 kali frasa “kasih setia-Nya kekal selamanya” bukan sekadar gaya puitis, tetapi merupakan instrumen pedagogis, liturgis, dan teologis yang mengikat memori kolektif umat Israel. Pola repetisi ini berfungsi sebagai litani penyembuhan trauma eksil, sarana penguatan komunal, sekaligus afirmasi teologis mengenai ḥesed Allah. Analisis struktur puisi menunjukkan peran paralelisme, stikhothetik ganda, serta interaksi hemistikh dan refren sebagai alat mnemonik dalam liturgi kuno. Mazmur 136 juga menonjol dibanding Mazmur Hallel lainnya karena sifatnya yang responsif, dan pengaruhnya dapat ditelusuri dalam doksologi Paulus (misalnya Efesus 3:20–21) yang mengadopsi pola repetitif sebagai penegasan teologi Kristologis. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis bagi pengembangan hermeneutika liturgis dan teologi biblika, serta implikasi praktis bagi revitalisasi repetisi liturgis dalam konteks ibadah kontemporer, khususnya dalam menghadapi trauma spiritual dan membangun identitas iman komunal.
Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Manajemen Tuhan Yesus dalam Menjawab Tantangan Pengembangan Pembangunan Sumber Daya Manusia di Toraja Herman, Joffri
Misioner Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Misioner
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v5i2.253

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia adalah fokus yang dicanangkan saat ini demi menjawab kebutuhan tantangan global yang semakin meningkat. Dalam konteks pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dilaksanakan dengan penanaman pengajaran yang sesuai kebutuhan. Dalam tulisan ini menawarkan suatu pengembangan sumber daya manusia di Toraja dengan pendekatan pendidikan berbasis managemen Tuhan Yesus. Dengan metode kualitatif deksriptif ditemukan bahwa peningkatan mutu pendidikan berbasis managemen Tuhan Yesus yakni managemen waktu, managemen peserta didik, dan managemen pengajaran dapat meningkatkan pengembangan sumber daya manusia di Toraja.
Pembinaan Karakter terhadap Etika Pergaulan Pemuda di GKII Rhema Cakranegara Mataram Maurice Andrew Suplig; Vivi Herawaty
Misioner Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Misioner
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v6i1.150

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurang adanya pembinaan yang dilakukan oleh gereja bagi pemuda. Kurang adanya pembinaan karakter secara tepat kepada pemuda membuat pemuda menjadi terlibat dalam pergaulan yang salah yang tidak sesuai dengan etiket yang berlaku dan perilaku yang tidak mencerminkan karakter Kristus seperti berbicara dengan kata-kata kasar, suka mengejek teman, kurang menghargai teman, bercanda yang dapat menyinggung perasaan orang lain, dan jarang terlibat dalam kegiatan maupun pelayanan di gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pembinaan karakter terhadap etika pergaulan pemuda di GKII Rhema Cakranegara Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut: Pertama, Studi kepustakaan untuk mencari dan membaca buku-buku yang berkaitan dengan judul penelitian. Kedua, membagikan angket kepada 15 pemuda yang berada di GKII Rhema Cakranegara Mataram untuk mendapatkan jawaban dari pernyataan yang telah diberikan. Ketiga, dengan wawancara untuk mendapatkan informasi mengenai keadaan pemuda. setelah data dikumpulkan maka akan dianalisis dengan menggunakan rumus persentase, rating skala dan dikorelasikan sehingga mendapatkan hasil. Dari hasil analisa korelasi data dengan menggunakan SPSS menunjukkan bahwa pembinaan karakter terhadap etika pergaulan pemuda dengan hasil signifikan yaitu 0,542 yang berada pada hubungan sedang atau cukup dan dengan kontribusi 37%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembinaan karakter berpengaruh terhadap etika pergaulan pemuda. Pembinaan karakter dapat menjadi salah satu bentuk pembinaan yang dapat digunakan dalam gereja untuk mengatasi permasalahan etika pergaulan pemuda.
Dari Bimbingan ke Pertumbuhan Sutomo Tatura; Jefit Sumampouw
Misioner Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Misioner
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v6i1.239

Abstract

This study aims to analyse the role of pastoral care in shaping the spiritual maturity of congregants, particularly in the context of interpersonal forgiveness within church life. Employing a qualitative approach, data were examined from a range of theological and empirical literature and analysed through descriptive-reflective methods to highlight the dynamics of conflict, inner wounds, and spiritual responses among believers. The findings reveal that pastoral ministry functions as a comprehensive means of faith formation, encompassing teaching, counselling, and both spiritual and emotional support. Forgiveness is understood not merely as an emotional reaction, but as an expression of faith rooted in God’s love through Christ. A lack of willingness to forgive contributes to spiritual tension and prolonged conflict within the fellowship. In this context, pastoral care facilitates relational restoration and the formation of Christian character through contextual and empathetic approaches. Holistic teaching on forgiveness proves to have a significant impact on cultivating spiritually healthy communities. The church plays a crucial role as an agent of healing, embodying God’s love in the lives of its members. Thus, pastoral ministry emerges as a vital instrument in fostering spiritual maturity and unity within the body of Christ
Disciple Making Movement Surya Novadinata
Misioner Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Misioner
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v6i1.247

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian oleh Bilangan Research Center, menunjukkan bahwa pemaknaan dan praksis dari Amanat Agung belum sepenuhnya terlaksana di dalam gereja. Hal ini tentu membuat tugas utama sebagai murid Kristus menjadi bukan prioritas. Maka penelitian ini memiliki tujuan untuk menawarkan Disciple Making Movement (DMM) sebagai gerakan penginjilan kontekstual dan pemuridan bagi gereja-gereja di Indonesia. Peneliti menggunakan beberapa metode, di antaranya metode kualitatif – daftar pustaka untuk menjelaskan pengertian DMM dan studi historis untuk melihat sejarah kekristenan di Indonesia. Hasil penelitian ini adalah sekalipun memerlukan waktu yang panjang dalam menerapkan DMM, tetapi tetap DMM menjadi salah satu model penginjilan dan pemuridan yang bisa disarankan dalam konteks Indonesia. DMM menjadi langkah untuk mengerjakan panggilan murid Kristus untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus.
Sekam yang Ditiup Angin Sapto Sunariyanti
Misioner Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Misioner
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study highlights Psalm 1:4–5, a verse that is often overlooked in academic studies, but has significant symbolic, social, and theological significance. The background of this research arises from the lack of studies that examine in depth the symbols of the chaff (ḥaḇal) and the wind (ruaḥ), social separation (qahal), and God's judgment (mishpat) in an integrated manner. The research problem is formulated as: how do verses 4–5 of Psalm 1 shape the understanding of the mortality of the wicked, their social isolation, and the consequences of divine judgment? The research uses an expository-theological qualitative method that combines analysis of Hebrew texts, symbolic studies, and social and theological interpretations. The results show that wicked people are portrayed as chaff blown by the wind, emphasizing moral instability, social alienation, and spiritual mortality. Their social separation serves as a mechanism for the preservation of the community, while God's judgment affirms moral and eschatological consequences. This research presents methodological novelty through a holistic approach that integrates symbolic, social, and theological dimensions simultaneously, in contrast to previous studies that tend to be partial. In conclusion, Psalm 1:4–5 is not just an individual moral text, but a holistic guide to spiritual and social life, relevant to contemporary readers who want to understand the relationship between personal integrity, community contribution, and moral responsibility.
Meninjau Kembali Perspektif Toraja Kuno terhadap Tradisi Ma’balik Tomate dalam Upacara Rambu Solo’ di Toraja berdasarkan Pandangan John Calvin Ricky Mallisa'
Misioner Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Misioner
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengulas pemahaman toraja tentang kematian dalam konteks ajaran Alukta atau Aluk Todolo dengan mempertemukan pemahaman John Calvin sebagai acuan yang ortodoks. Toraja kaya dengan adat dan budaya, salah satu budaya yang paling diminati hingga tourist mancanegara ialah rambu solo’. Rambu solo’ adalah upacara kematian yang sarat akan makna. Berdasarkan hal itu, salah satu ritual dalam rambu solo’ yang menarik dan perlu diselidiki lebih lanjut adalah ritual Ma’balik Tomate. Ma’balik tomate adalah ritual yang di dalamnya melekat kepercayaan bahwa orang mati tidak dianggap sebagai “orang yang telah mati” melainkan masih dalam kondisi sakit (To Makula’). Berdasarkan uraian tersebut maka metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dimana buku dan jurnal yang memiliki keterkaitan erat dengan masalah tulisan ini sebagai sumber data yang disintesis melalui pendekatan analisis dan deskripsi. Hasilnya memperlihatkan bahwa masyarakat toraja terbatas untuk menguraikan dengan jelas tentang ritual yang dilakukan secara turun temurun hingga sekarang ini. Pemahaman tersebut tidak secara utuh di dasari dengan iman Kristen. Sehingga tawaran konsep kematian dalam pandangan John Calvin sangat relevan bagi kehidupan masyarakat toraja yang berbudaya. Sehingga tujuannya bukan menghilangkan warisan budaya toraja melainkan merekontruksi pemahaman yang sesuai dengan iman Kristen yang dituliskan oleh Alkitab.