cover
Contact Name
Rahmi Fitria
Contact Email
rahmifitria@upp.ac.id
Phone
+6285356872104
Journal Mail Official
rahmifitria@upp.ac.id
Editorial Address
Jl.Tuanku Tambusai Jl. Raya Kumu, Rambah, Kec. Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau 28558
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
ISSN : 23020806     EISSN : 28095731     DOI : https://doi.org/10.30606/jmn.v10i01
Core Subject : Health, Science,
The scope of this journal includes, but is not limited to the research results of: -Maternal Health -Pregnancy -Labor -Post Partum -Child Health -Family Planning -Reproduction Health -Adolenscent Health -Pre-Conception Period -Pre Menopause - Elderly Health -Pathology -Emengency nursing -Maternity nursing -Mental health nursing -Nursing soul -Medical sugery nursing community nursing -Holistic Nursing -Geriatric Nursing -Pediatric Nursing -Public health
Articles 252 Documents
ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIWULAN 3 DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS BATURITI I KABUPATEN TABANAN Ni Wayan Wiati; Gusti Ayu Tirtawati; Asep Arifin Senjaya
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4506

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai status kesehatan ibu dan anak. Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil triwulan 3 dengan kejadian BBLR di Puskesmas Baturiti I Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilaksanakan pada 22 – 30 April 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 374 orang ibu hamil yang menjalani pemeriksaan kehamilan triwulan 3 di Puskesmas Baturiti I dengan mengambil data kohort dari bulan Januari – Desember 2024, sampel di ambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi data rekam medis mengenai kadar hemoglobin dan berat bayi saat lahir. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian anemia pada ibu hamil triwulan 3 dengan kejadian BBLR (p = 0,000). Seluruh ibu yang mengalami anemia melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa anemia pada triwulan 3 memiliki pengaruh singnifikan terhadap kejadian BBLR. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, pemantauan hemoglobin, dan pemberian tablet tambah darah (TTD) secara optimal selama kehamilan untuk menurunkan risiko BBLR. Kata kunci: Anemia; Ibu Hamil; Triwulan 3; Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
PERSEPSI IBU POST PARTUM TERHADAP ASUHAN MASSAGE SELAMA PERSALINAN UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN DI PMB HASNA DEWI TAHUN 2023 Rika Andriyani; Cecen Sucihakameri; Ika Putri Damayanti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4510

Abstract

Persalinan dimulai sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks, Proses ini menimbulkan nyeri persalinan yang dirasakan ibu. Nyeri persalinan ini dapat menyebabkan ibu lebih memilih alternative persalinan lain untuk menghindari nyeri persalinan tersebut yaitu Persalinan Sectio Caesarea. Bidan dalam prakteknya memberikan asuhan persalinan diharapkan dapat memberikan kenyamanan selama persalinan, untuk itu perlu dilakukan upaya pengendalian nyeri saat persalinan dengan teknik non farmakologis, salah satu diantaranya yaitu masase. Ibu hamil sering menyuarakan kekhawatiran bahwa pijat selama kehamilan dapat menyebabkan komplikasi atau persalinan prematur. Perawatan pijat yang terlalu menyakitkan atau terlalu lembut telah dilaporkan menyebabkan aktivasi sistem saraf otonom, yang dapat mencegah efek relaksasi dan pengurangan stres. PMB Hasna dewi merupakan salah satu Klinik bidan yang memberikan asuhan massage selama persalinan. Dari hasil wawancara dengan pimpinan PMB didapatkan informasi bahwa tidak semua ibu menyetujui untuk diberikan asuhan masase, salah satu alasan terbanyak adalah karena tidak nyaman dan takut. Persepsi merupakan faktor awal dari suatu perilaku yang pada umumnya berkorelasi dengan perilaku. Persepsi mengenai suatu hal menyebabkan seseorang melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hal yang diketahuinya itu. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi ibu hamil terhadap asuhan massage selama persalinan untuk mengurangi nyeri. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Kualitatif Isi (content analisys). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ibu postpartum yang dalam proses persalinannya mendapatkan asuhan massage untuk mengurangi nyeri menunjukkan persepsi yang positif, hal ini terlihat dari pengalaman positif yang dirasakan ibu saat proses persalinan serta manfaat yang dirasakan ibu terhadap massage selama proses persalinan yakni mengurangi rasa nyeri selama kala pembukaan serta memberikan kenyamanan dan rileksasi selama proses persalinan melalui distraksi.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN PERUBAHAN KADAR HB PADA IBU HAMIL DENGAN KEK DI PUSKESMAS KARANGGEDE Farida Aryanti; Triani Yuliastanti; Sri Handayani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4519

Abstract

ABSTRAK Anemia pada masa hamil berhubungan dengan meningkatnya risiko kematian ibu, persalinan prematur, BBLR, serta gangguan perkembangan kognitif anak Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan kurangnya nutrisi yang mempengaruhi kadar Hb. Pemberian makanan tambahan untuk ibu dalam masa kehamilan sudah diterapkan di Kabupaten Boyolali. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemberian PMT dengan Perubahan Kadar Hb pada Ibu Hamil dengan KEK di Puskesmas Karanggede Boyolali. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif desain survai analitik, Desain adalah case-control study dengan data retrospektif. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh ibu hamil KEK di Puskesmas Karanggede pada bulan Januari sampai Desember 2025 sejumlah 97 ibu hamil. Penelitian ini menggunakan sampel ibu hamil KEK yang memperoleh PMT pada tahun 2025 sejumlah 30 diambil secara total ditambah dengan 30 ibu hamil KEK yang tidak memperoleh PMT pada tahun 2025 diambil dengan diacak. Ibu hamil KEK yang mendapatkan PMT diambil secara total. Analisis data dengan chi square. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan Kadar Hb pada Ibu Hamil dengan KEK mayoritas naik yaitu 28 responden (46,7%), turun sejumlah 18 responden (30%) dan yang dalam kategori tetap yaitu 14 responden (23,3%). Ada hubungan pemberian PMT dengan perubahan kadar Hb pada ibu hamil dengan KEK di Puskesmas Karanggede Boyolali (nilai p-value 0,000). Masukan yang diberikan peneliti yang utama adalah pada tenaga kesehatan untuk melakukan edukasi tentang penyebab terjadinya anemia pada masa kehamilan dan peningkatkan cakupan jumlah ibu hamil yang mendapatkan PMT.
PERBANDINGAN BUDAYA MALAYSIA DENGAN BUDAYA ASAHAN DALAM MENINGKATKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI RUMAH SAKIT USM KELANTAN MALAYSIA DAN KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2026 Lili Yuliana Tambunan; Nani Jahriani; Juliana
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4533

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan bayi, namun cakupannya masih belum optimal dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan budaya Malaysia dan budaya Asahan dalam meningkatkan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di Rumah Sakit USM Kelantan Malaysia dan Kabupaten Asahan tahun 2026. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang diambil dengan teknik total sampling, terdiri dari 15 ibu di Malaysia dan 15 ibu di Asahan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki budaya yang mendukung pemberian ASI eksklusif (63,3%) dan sebagian besar mengalami peningkatan pemberian ASI eksklusif (93,3%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,038 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara budaya Malaysia dan budaya Asahan terhadap peningkatan pemberian ASI eksklusif.
HUBUNGAN PARITAS DAN USIA DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KARANGGEDE BOYOLALI Apriliana Sulistyawati; Triani Yuliastanti; Yanti Yanti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4550

Abstract

ABSTRAK Prevalensi KEK yang terjadi di Indonesia pada kehamilan tahun 2020 adalah 17,3% hal ini tergolong masih tinggi. Pemerintah menargetkan terjadi penurunan 1,5% tiap tahun. Ibu hamil dengan KEK diduga berhubungan dengan berbagai faktor baik langsung atau tidak langsung. Penelitian bertujuan untuk mengakaji hubungan paritas dan usia dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Karanggede. Penelitian dengan metode kuantitatif menggunakan survai analitik, penelitian menggunakan case-control study data diambil secara retrospektif. Subyek dalam penelitian seluruh ibu hamil di Puskesmas Karanggede Januari sampai Desember 2025 sejumlah 492 ibu hamil.. Sampel yaitu ibu hamil KEK pada tahun 2025 sejumlah 97 ditambah 97 ibu hamil tidak KEK pada tahun 2025. Data penelitian dilakukan analisis data uji chi square. Data penelitian mengungkapkan bahwa variabel usia pada ibu hamil mayoritas rentang 20-35 tahun yaitu 156 atau 80,4%. Paritas sebagian besar multipara yaitu 104 responden (53,6%). Faktor paritas terbukti memiliki kolerasi dengan munculnya kondisi KEK pada kelompok ibu hamil (hasil uji statistik p-value 0,001). Faktor usia terbukti memiliki kolerasi dengan munculnya kondisi KEK pada kelompok ibu hamil (hasil uji diperoleh p-value 0,004). Simpulan analisis menunjukkan bahwa variabel paritas dan usia merupakan faktor yang berhubungan erat dengan insiden KEK ibu hamil. Tenaga kesehatan diharapkan melakukan edukasi tentang KEK yang meliputi sebab dan akibat sejak sebelum kehamilan, sehingga dapat menurunkan kejadian KEK. Kata Kunci : Paritas, Usia, ibu hamil, KEK
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP PERILAKU BERISIKO PADA REMAJA SMK N 1 UJUNGBATU KABUPATEN ROKAN HULU: INDONESIA Sri Wulandari; Rumiati
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (In Press)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4266

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP PERILAKU BERISIKO PADA REMAJA SMK N 1 UJUNGBATU KABUPATEN ROKAN HULU Perilaku berisiko remaja disebabkan oleh rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, sehingga dapat memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan diantaranya terkait penyakit menular seksual dan kelahiran pada remaja yang mengakibatkan kehamilan yang tidak dingingkan. Masalah kesehatan reproduksi remaja di Indonesia perlu mendapat perhatian yang cukup, karena masalah kesehatan reproduksi remaja sama seperti masalah kesehatan lainnya tidak hanya menjadi urusan kalangan medis. Masalah kesehatan reproduksi tidak hanya sebatas proses kehamilan dan melahirkan saja. Remaja perlu mengenal tubuh dan organ reproduksi, Perubahan fisik dan psikologis, agar dapat melindungi diri dari risiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksi (Lestari & Dkk, 2022). Tujuan penelitian Untuk Mengetahui Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Dalam Mencegah Perilaku Berisiko Pada Remaja SMK N 1 Ujungbatu.. Jenis penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif, Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional, jumlah Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling yaitu teknik kriteria penentuan sampel dengan menjadikan semua Siswa/Siswi sebagai sampel sebanyak 120 orang., analisis data menggunakan uji chi square.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan pengetahuan Kesehatan reproduksi rendah memiliki perilaku beresiko tinggi sebanyak 49 orang (40,9%) perilaku beresiko rendah sebanyak 15 orang (12,5%), dan remaja dengan pengetahuan tinggi memiliki perilaku beresiko tinggi sebanyak 3 orang (2,49%), perilaku beresiko rendah sebanyak 53 orang (44,19%).hasil analisis statistic didapatkan nilai p.value 0,0001 yang artinya ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan Kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku beresiko pada remaja SMKN 1 Ujung batu. Saran Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi SMK N 1 Ujungbatu sebagai sarana informasi dan diskusi bermanfaat tentang kesehatan reproduksi guna mencegah siswa terjerumus kepada perilaku berisiko remaja. Kata Kunci: Remaja, Perilaku Beresiko, SMKN 1 Ujungbatu
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Pengetahuan Perilaku Seks Pranikah Remaja Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2023: INDONESIA Sri Wulandari; Suherlinda
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (In Press)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4269

Abstract

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Pengetahuan Perilaku Seks Pranikah Remaja Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2023 Seksual pranikah merupakan perilaku seks yang dilakukan oleh antara laki-laki dan perempuan tanpa ikatan pernikahan yang sah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan kesehatan dengan perilaku seks pranikah terhadap pengetahuan pada remaja di SMPN 2 Rambah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain penelitian adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pre test and post test, analisis data menggunakan Uji T Dependent. Sampel pada penelitian ini adalah 120 Responden, yang dipilih dengan teknik inklusi dan eksklusif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara langsung. Hasil analisis univariat berdasarkan usia responden terbanyak adalah 14 tahun sebanyak 57 orang (47,5%), responden yang usianya 15 tahun sebanyak 30 orang (25%) dan responden yang usianya 16 tahun sebanyak 33 orang (27,5%). Berdasarkan pengetahuan sebelum diberikan penkes tentang seks pranikah remaja yang berpengetahuan tinggi sebanyak 3 orang (2,5%), berpengetahuan sedang sebanyak 10 orang (8,3%) dan berpengetahuan rendah sebanyak 107 orang (89,2%). Hasil analisi bivariat ada hubungan pendidikan kesehatan tentang perilaku seks pranikah terhadap pengetahuan remaja dengan nilai p 0,000 (<0,05). Saran untuk kepala sekolah SMPN 2 Rambah agar bekerja sama dengan dengan tim kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang seks pranikah. Agar remaja putra dan putri memahami apa itu seks pranikah dan apa saja perubahan fisik maupun psikis yang terjadi pada remaja saat memasuki masa pubertas. Dengan melakukan penyuluhan remaja putra dan putri tentang seks pranikah, remaja bisa bisa memahami dan mengetahui dampak dari seks pranikah. Kata Kunci: Pengetahuan sebelum dan sesudah, SMPN 2 Rambah
FAKTOR PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI 0-6 BULAN DI PUSKESMAS ROKAN IV KOTO I Nurmailis; Rika Herawati Nasution
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (In Press)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4276

Abstract

Angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia selama bertahun-tahun sangat rendah dan praktik pemberian susu formula semakin meningkat. Pemberian susu formula dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor ibu, faktor bayi, dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rokan IV Koto I. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rokan IV Koto I sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan (p=0,028<0,05), terdapat hubungan pekerjaan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan (p=0,0001<0,05), dan terdapat hubungan peran tenaga kesehatan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan (p=0,0001<0,05). Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemberian informasi mengenai ASI eksklusif dan manfaatnya melalui penyuluhan atau pendekatan lainnya untuk mencegah pemberian susu formula dini.
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMP NEGERI 1 KABUN TAHUN 2023 Rika Herawati; Suhana
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (In Press)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4277

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi remaja masih menjadi isu penting di Indonesia, ditandai dengan meningkatnya perilaku seksual berisiko, kehamilan tidak diinginkan, serta rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 1 Kabun tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Kabun sebanyak 493 remaja, dengan sampel 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara umur dengan pengetahuan kesehatan reproduksi (p = 0,002), terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan kesehatan reproduksi (p = 0,000), serta terdapat hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan kesehatan reproduksi (p = 0,012). Diharapkan orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemberian informasi yang benar dan berkelanjutan mengenai kesehatan reproduksi remaja agar pengetahuan remaja semakin baik dan mampu mencegah berbagai masalah kesehatan reproduksi.
AKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEPENUHAN TAHUN 2021–2022 Rika Herawati; Yasmawati
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (In Press)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4278

Abstract

Abortus merupakan salah satu penyebab perdarahan pada kehamilan trimester pertama dan kedua yang dapat mengancam keselamatan ibu. Kejadian abortus masih ditemukan setiap tahun di wilayah kerja Puskesmas Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di wilayah kerja Puskesmas Kepenuhan tahun 2021–2022. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan ≤20 minggu yang mengalami perdarahan di ruang kebidanan Puskesmas Kepenuhan pada Januari 2021 sampai Desember 2022 sebanyak 39 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data menggunakan data sekunder dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami abortus yaitu 32 orang (82,1%). Terdapat hubungan antara usia ibu dengan kejadian abortus (p=0,01), terdapat hubungan riwayat abortus dengan kejadian abortus (p=0,01), terdapat hubungan jarak kehamilan dengan kejadian abortus (p=0,02), sedangkan paritas tidak berhubungan dengan kejadian abortus (p=0,20). Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi dan pemantauan kehamilan pada ibu berisiko agar kejadian abortus dapat dicegah.