cover
Contact Name
Elok Faik Khotun Nihayah
Contact Email
elokmath72@gmail.com
Phone
+6285395048454
Journal Mail Official
jurnallinear@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika No.67 A, Luwuk-Banggai
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 25498657     EISSN : 27763463     DOI : https://doi.org/10.53090/jlinear
Core Subject : Education,
Hasil riset bidang ilmu pendidikan dan pembelajaran yang meliputi ilmu pendidikan matematika, pendidikan kewarganegaraan dan pancasila, dan ilmu pendidikan bimbingan dan konseling
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
SLANG IN THE EFL CLASSROOM INTERACTION ST. Marhana Rullu
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2018): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v2i2.112

Abstract

Slang adalah salah satu variasi bahasa. Slang terdiri dari kata, frasa dan kalimat yang berhubungan dengan interaksi non-formal dan digunakan pada situasi yang non-formal. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan tipe-tipe slang yang digunakan oleh dosen dan mahasiswa, faktor-faktor yang menyebabkan penggunaan slang dan alasan mereka. Pada penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data dari dosen dan mahasiswa pada jurusan pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Luwuk. Dalam mengumpulkan data, peneliti mengamati dan merekam semua percakapan dosen dan mahasiswa di dalam kelas dan juga menggunakan wawancara untuk mendapatkan data dari mereka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dosen dan mahasiswa menggunakan tipe fresh and creative, tipe compounding, tipe imitative, tipe clipping dalam berkomunikasi di dalam kelas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa status sosial, umur, familiar dan situasi adalah factor yang mempengaruhi penggunaan slang. Sebagai tambahan, partisipan juga mengungkapkan alasan penggunaan slang adalah untuk mengurangi keseriusan dalam berkomunikasi, terlihat berbeda, untuk kesenangan, meniru seseorang dan candaan.
THE USE OF ERROR ANALYSIS ON GRAMMAR LEARNING: STUDENTS’ IMPROVEMENT IN USING SOME AND ANY Desriani Nggolaon
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2018): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v2i2.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan error analysis dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan some dan any atau tidak. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buko. Adapun sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik cluster sampling. Instrument utama yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah tes yang meliputi tes awal dan tes akhir. Berdasarkan hasil analisa data dari tes (tes awal 27.6, dan tes akhir 77.8), peneliti menemukan bahwa nilai t-hitung sebesar 18.208 dari penerapan tingkat signifikan sebesar 0.05 dan tingkat kebebasan 29 (29-1) lebih besar dari nilai t-tabel 1.701. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesa yang dikemukakan dalam penelitian ini dapat diterima. Dengan kata lain, error analysis efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran grammar khususnya dalam menggunakan kata “some” dan “any”.
ANALISIS METAKOGNISI SISWA SMP NEGERI I BUKO DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Fitrianti
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2018): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v2i2.114

Abstract

This research aimed to describe student’s metacognition in solving mathematics problem. The research subjects were two students of class VII of a junior high school in Buko. The two subject represented types of components metacognition i.e one student has cognition knowlwdge and another has cognition regulation. Research instruments were metacognitive awareness inventory, mathematics understanding test and interview protocol. Research data were collected by using student’s answer sheets and interviews. The data were analyzed by descriptive method. Based on the analysis, it can be concluded that: (1) NDM student performend her cognition knowledge in the problem solving stages, and it depends on her knowledge types (declarative, procedural, dan conditional knowledge); and (2) PSV student performend characteristics of cognition regulation and they depend on each stage in the problem solving.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN METODE LEARNING START WITH A QUESTION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PESERTA DIDIK PADA MATERI LINGKARAN DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 1 LUWUK KABUPATEN BANGGAI Lakilo Laruli
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2018): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v2i2.115

Abstract

Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas di SMP Negeri 1 Luwuk Kelas VIII A, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik. Rancangan penelitian menggunakan model pembelajaran Spiral Kemmis dan Taggrat yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan pada Tahun Ajaran 2017/2018. Berdasarkan hasil tes tindakan, terjadi peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika Peserta Didik. Mulai dari tes awal sampai tes akhir tindakan siklus II. Peningkatannya dari 69,15% pada siklus I menjadi 90,06% pada siklus II. Untuk hasil observasi peserta didik dan guru terjadi peningkatan dari sikus I sampai sikus II. Peningkatan hasil observasi peserta didik dari 68,65% pada sikus I menjadi 92,07% pada siklus II, dan peningkatan hasil observasi guru dari 71,67% dari sikus I menjadi 98,81% pada siklus II. Hal ini menunjukan bahwa penerapan Metode Learning Start With A Question pada materi lingkaran dapat meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep matematika Peserta Didik Kelas VIII A di SMP Negeri 1 Luwuk Kabupaten Banggai.
PERLINDUNGAN HUKUM, GAMBAR MASKOT, BURUNG MALEO, UNDANG-UNDANG MEREK NO.15 TAHUN 2001 TRISNO R. HADIS
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2018): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v2i2.116

Abstract

Penelitian ini memiliki urgensi untuk memberikan edukasi tentang perlindungan hukum atas karya kekayaan intelektual manusia dibidang merek berupa gambar maskot burung maleo, burung maleo yang dalam bahasa latinya yakni (Macrocephalon maleo) merupakan satwa endemik sulawesi tersebut yang keberadaanya di lindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati Dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi. Akhir-akhiri ini pertumbuhan jumlah satwa burung maleo Kabupaten Banggai cukup memprihantinkan sebagaimana data dirilis oleh Aliansi Konservasi Tompotika/ ALTO menjunjukan angka kepunahan pada tahun 2006.Untuk melestarikan hal tersebut dibutuhkan komitmen pemerintah daerah dalam hal mensuport pelestarian burung maleo. Olehnya itu komitmen itu diwujudkan dengan memasukan dalam program kerja PINASA yang dalam hal ini mengambil gambar burung maleo sebagai maskot, secara harfiah megandung banyak makna diantaranya dengan harapan membuat maskot burung maleo masyarakat secara sadar akan turut serta melakukan pelestarian burung maleo itu. Dalam hal penciptaan gambar burung maleo yang menjadi maskot Pinasa tersebut, tentu sah-sah saja, menjadi persoalan kemudian yakni berkaitan dengan Penciptaan karya intelektual masyarakat dibidang desain gambar burung Maleo yang dijadikan maskot tersebut apakah telah dilakukan perindungan hukum dengan didaftarkan sebagai warisan kekayaan intelektual dibidang Merek melalui didirektorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kemertrian Hukum dan HAM atau belum sama sekali. Dengan didaftarkan maka pencipta maskot burung maleo mendapatkan manfaat yang lebih, di antaranya yakni pertama pencipta Maskot burung maleo mendapatkan perlindungan hukum atas karya desainya, kedua pencipta mendapatkan hak esklusif berupa kepemilikan hak atas karya desain Maskot tersebut, ketiga pencipta mendapatkan manfaat secara ekonomis dengan mendapatkan royalti atas pemakaian Maskot tersebut oleh orang lain atau lembaga, dan keempat bagi pemerintah daerah Kabupaten Banggai mendapatkan manfaat berupa kekayaan karya intelektual masyarakatnya serta bisa dijadikan ajang kampaye atau promosi terhadap pelestarian burung maleo tersebut. Secara subtansi ketidaktahuan pencipta dan masyarakat umum atas perlindungan hukum maskot itu membuat rawan penciplakan atau pembajakan karya intelektual masyarakat dan secara ekonomi hal yang paling fatal dan sangat jelas mengalami kerugian adalah pencipta karya maskot burung maleo tersebut. Untuk menjawab secara subtansinya atas ketidaktahuan pencipta atau masyarakat umumnya maka melalui penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi khasanah ilmu pengetahuan baik secara indivisu maupun secara umum. Dengan penelitian ini diharapkan mendapatkan akar permasalahan menjadi rekomendasi perbaikan secara komperhensip dengan mengunakan ketentuan Undang-Undang nomor 15 tahun 2001 tentang Merek sebagai acuan yuridisnya. Penelitian ini juga diharapkan menjadi ajang sosialisasi tentang arti penting perlindungan karya intelektual masyarakat lebih-lebih karya intelektual masyarakat yang berkaitan dengan gambar maskot burung maleo sebagai satwa khas Kabupaten Banggai. Untuk itu perlu kiranya kajian yang mendalam atas kajian itu diharapkan ada solusi jaminan perlindungan hukum atas maskot burung maleo menurut undang-undang nomor 15 tahun 2001.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERPIKIR BERPASANGAN Hasman
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2018): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v2i2.117

Abstract

Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kreatif Peserta Didik Kelas VII A di MTs Al - Ikhlas Tontouan pada materi segitiga. Ada beberapa hal yang menyebabkan permasalahan tersebut diantaranya pada pada dasarnya Peserta Didik kurang perhatian pada proses pembelajaran, malu bertanya pada guru serta kurangnya latihan dalam menyelesaikan soal sehingga peserta didik kesulitan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan materi segitiga. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian tindak kelas ini mengacu pada model pembelajaran Spiral Kemmis dan Taggrat menurut Arikunto yang dilakukan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan Kelas VII A di MTs Al - Ikhlas Tontouan pada Tahun Ajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil tes tindakan, terjadi peningkatan kemampuan berpikir kreatif Peserta Didik. Mulai dari tes awal sampai tes akhir tindakan siklus II. Peningkatannya dapat dilihat dari 69,91% pada siklus I menjadi 89,35% pada siklus II. Untuk hasil observasi peserta didik dan guru terjadi peningkatan dari sikus I sampai sikus II. Peningkatan hasil observasi peserta didik dapat diihat dari 62,50% pada sikus I menjadi 94,45% pada siklus II,dan peningkatan hasil observasi guru dapat dilihat dari 77,78% dari sikus I menjadi 97,22% pada siklus II. Hal ini menunjukan bahwa penerapan model berpikir berpasangan pada materi segitiga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika Peserta Didik Kelas VII A di MTs Al - Ikhlas Tontouan Kabupaten Banggai.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS XIA PADA MATERI PELUANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROUND ROBIN BRAINSTORMING DI MAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI I Nyoman Suyantana
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2018): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v2i2.118

Abstract

Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah Peserta Didik Kelas XIA di MAN Luwuk Pada Materi Peluang. Ada beberapa hal yang menyebabkan permasalahan tersebut diantaranya pada pada dasarnya Peserta Didik kurang perhatian pada proses pembelajaran, malu bertanya pada guru serta kurangnya latihan dalam menyelesaikan soal sehingga peserta didik kesulitan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan Materi Peluang. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian tindak kelas ini mengacu pada model pembelajaran Spiral Kemmis dan Taggrat menurut Suharsimi Arikunto yang dilakukan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan Kelas XIA di MAN Luwuk pada Tahun Ajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pada siklus pertama, pada lembar observasi aktivitas peserta didik aspek pendahuluan siklus I adalah 66,67% dan siklus II adalah 100%, kegiatan inti siklus I 58,33% damn siklus II adalah 91%, penutup 83,33% dan siklus II adalah 100%. Kemudian pada lembar observasi aktifitas guru siklus I aspek Pendahuluan 75% dan siklus II adalah 100%, kegiatan inti siklus I 71,88% dan siklus II adalah 96,88%, penutup siklus I 75% dan siklus II adalah 100%, kemudian aspek pemecahan masalah merencanakan penyelesaian pada siklus I adalah 92,20% sedangkan pada siklus II adalah 99,40%, untuk aspek pemecahan masalah menyelesaikan pada siklus I adalah 48,00% sedangkan pada siklus II adalah 91,00% dan untuk aspek pemecahan masalah mengevaluasi pada siklus I adalah 26,50 sedangkan pada siklus II adalah 93,32%. Hal ini disebabkan antara lain karena selama proses pembelajaran, guru/ Peneliti belum dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming dengan optimal dan peserta didik belum serius mengikuti materi pelajaran dengan penerapan model pembelajaran ini. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming pada materi peluang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas XIA MAN Luwuk.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL BARISAN DAN DERET GEOMETRI KELAS XII AKP A SMK NEGERI 3 LUWUK Edy Wibowo
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2018): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v2i2.119

Abstract

Learning disorder, dyscalculis, acalculia, atau kesulitan belajar merupakan aspek yang menghambat seseorang untuk belajar. Kesulitan belajar matematika peserta didik ditunjukan oleh adanya hambatan- hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berbeda dibawah semestinya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis kesulitan-kesulitan belajar matematika yang dialami oleh peserta didik dalam menyelesaikan soal barisan dan deret geometri kelas XII AKP A SMK Negeri 3 Luwuk. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik di kelas penelitian. Sebagaimana temuan dalam penelitian ini yaitu terdapat tiga kategori tingkat kesulitan yang dialami responden dalam menyelesaikan soal barisan dan deret yaitu (1) Kesulitan dalam mengidentifikasi informasi penting dari soal cerita barisan dan deret geometri, (2) Kesulitan dalam menentukan suku pertama dan rasio pada barisan geometri, (3) Kesulitan dalam menentukan rumus suku ke-n dari suatu barisan geometri, (4) Kesulitan dalam membedakan rumus suku ke-n dan jumlah suku ke-n.
TINJAUAN NORMATIF TERHADAP SURAT KAPOLRI NOMOR: B/3022/XII/2009 PERIHAL PENANGANAN KASUS PIDANA MELALUI ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTION (ADR) DALAM PENERAPAN ASAS PERADILAN SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN M. Ikhwan Rays
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2018): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v2i2.120

Abstract

Dalam bekerjanya sistem Peradilan Pidana Indonesia yang berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), sistem peradilan pidana itu diawali pada Institusi Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman (Hakim) pada saat peradilan. Dalam proses sistem peradilan pidana, membutuhkan waktu yang agak lama dan panjang bahkan terkadang berbelit-belit, sehingga dibutuhkan sebuah terobosan hukum yakni dengan mengunakan mediasi penal. Mediasi penal merupakan salah satu bentuk dari pelaksanaan restorative justice. Mediasi penal merupakan sebuah langkah terobosan hukum dalam rangka pembaharuan hukum pidana. Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana penanganan kasus pidana melalui Alternative Dispute Resolution (ADR) dalam rangka menerapkan azas Peradilan Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan menurut Surat Kepala Kepolisian Negara Repoblik Indonesia Nomor: B/3022/XII/2009. Untuk mengetahui tujuan dimaksud maka penelitian ini menggunakan pendekatan Yuridis Normatif dimana metode atau cara yang dipergunakan di dalam penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang ada. Kesimpulan yang dapat penulis ambil setelah membahas mengenai penanganan kasus pidana melalui Alternative Dispute Resolution (ADR) dalam rangka menerapkan azas Peradilan Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan menurut Surat Kepala Kepolisian Negara Repoblik Indonesia Nomor: B/3022/XII/2009 adalah dengan adanya Surat Kepolisian Negara Republik Indonesia dimaksud maka salah satu asas dalam hukum acara pidana yaitu “Asas Peradilan Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan” dapat dimaksimalkan karena dapat mempersingkat waktu penanganan suatu perkara, namun penanganan perkara pidana dengan alternative dispute resolution ini hanya berlaku bagi perkara-perkara tindak pidana ringan maupun beberapa bentuk KDRT serta hanya dapat diterapkan apabila pihak-pihak yang berperkara (tersangka dan korban) menyetujui menggunakan penyelesaian melalui mediasi penal.
KAJIAN TEORITIS DARI ASPEK MANFAAT PENGGUNAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) BAGI TENAGA PENDIDIK SERTA TANTANGAN SEPUTAR PENELITIAN TINDAKAN Ilham Akbar
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2018): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan, Oktober 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v2i2.121

Abstract

Dalam konteks pembelajaran di sekolah, penelitian tindakan kelas dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar, prestasi peserta didik, mutu pembelajaran, assesmen pembelajaran, dan berbagai aspek dalam dan terkait dengan pendidikan. Penelitian tindakan memiliki potensi untuk menghasilkan peningkatan yang nyata di sekolah. Penelitian tindakan bahkan berpeluang untuk merefleksikan, melakukan assesmen, mengeksplorasi, dan juga menguji ide-ide baru, metode, bahan, dan serta untuk melakukan assesmen bagaimana efektif sebuah pendekatan, metode, model yang dilakukan, saling berbagi umpan-balik (feedback) sesama anggota tim teaching, untuk membuat keputusan mengenai kurikulum, evaluasi pembelajaran, perencanaan assesmen. Tulisan ini mengulas seputar isu-isu penggunaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara teoritis, pelbagai aspek manfaat dan juga tantangan-tantangannya.

Page 4 of 14 | Total Record : 131