cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsms@unisba.ac.id
Phone
+6282321980947
Journal Mail Official
bcsms@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28282205     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i2
Core Subject : Humanities, Health,
Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ISPA, JKN, Nyeri leher, Origin, Paritas, Pasien, Denyut Nadi, Imunisasi, Perawat, Phlebitis, PHBS, pneumonia Abortus Spontan, Pola Menstruasi, rumah sakit Pendidikan, Sektor Informal Pengetahuan, Shift kerja malam, sindrom koroner akut, Status Gizi Mahasiswa kedokteran, status sosio ekonomi, Tekanan Darah, Tingkat Stres, Troponin T , Type of occupation, ventrikel kiri, dan Wanita Premenopause. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 494 Documents
Hubungan Komorbid Hipertensi dengan Gejala Long Covid-19: Studi Pada Pasien Covid-19 yang Pernah di Rawat Inap di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat dan RSUD Cideres Majalengka Althaafvashti Trixie Niadi; Lelly Yuniarti; Abdul Hadi Hassan
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6267

Abstract

Abstract. Long COVID-19 is a prolonged symptom in patients who have recovered from COVID-19 which incidence increases along with the increasing cases of COVID-19. One of the risk factors for long COVID-19 is comorbid hypertension. This study aimed to discover the relationship between comorbid hypertension and long COVID-19 symptoms. The subjects of this study were COVID-19 inpatients at Al-Ihsan and Cideres Hospital from December 2020–February 2022. This analytical study used a case-control design conducted from December 2021–December 2022. Primary data was gained through interviews and questionnaires. Secondary data was acquired from medical records. The total subjects were 120 patients (65 subjects as cases and 55 subjects as controls) who met the inclusion criteria and were selected using the purposive sampling technique. The results showed that most COVID-19 patients aged 56–65 years and the number was comparable between men and women, most long COVID-19 patients aged 56–65 years and are female, more subjects did not have comorbid hypertension (54.2%), more subjects experienced long COVID- 19 symptoms (54.2%), and the most common long COVID-19 symptoms were fatigue, coughing, and dyspnea. Most COVID-19 patients with comorbid hypertension (41.7%) experienced long COVID-19 symptoms, while most COVID- 19 patients without comorbid hypertension did not experience long COVID-19 symptoms. The conclusion of this study, based on bivariate analysis using Fisher’s exact test with a 95% confidence level, is that there is a correlation between comorbid hypertension and long COVID-19 symptoms (p<0.05). COVID-19 patients with comorbid hypertension are more at risk of experiencing long COVID-19 symptoms. Abstrak. Long COVID-19 merupakan gejala berkepanjangan pada pasien yang telah pulih dari COVID-19 yang kejadiannya meningkat seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19. Salah satu faktor risiko terjadinya long COVID-19 adalah komorbid hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan komorbid hipertensi dengan gejala long COVID-19. Subjek penelitian adalah pasien COVID- 19 yang pernah dirawat inap di RSUD Al-Ihsan dan Cideres pada Desember 2020– Februari 2021. Penelitian analitis ini menggunakan desain case-control dan dilaksanakan pada Desember 2021–Desember 2022. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pengisian kuesioner serta data sekunder diperoleh dari rekam medis. Total subjek penelitian berjumlah 120 pasien yaitu didapatkan 65 kasus dan 55 kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien COVID-19 paling banyak berusia 56–65 tahun dan sebanding jumlahnya antara laki-laki dan perempuan, pasien long COVID-19 paling banyak berusia 56–65 tahun dan lebih banyak yang berjenis kelamin perempuan, lebih banyak pasien COVID-19 yang tidak memiliki komorbid hipertensi (54,2%), lebih banyak pasien COVID-19 yang mengalami gejala long COVID-19 (54,2%), dan gejala long COVID-19 yang paling sering dialami adalah fatigue, batuk, dan dyspnea. Sebagian besar pasien COVID-19 dengan komorbid hipertensi (41,7%) mengalami gejala long COVID-19, sedangkan sebagian besar pasien COVID-19 tanpa komorbid hipertensi tidak mengalami gejala long COVID- 19. Kesimpulan penelitian ini, berdasarkan analisis bivariat menggunakan Fisher’s exact test dengan tingkat kepercayaan 95%, adalah terdapat hubungan antara komorbid hipertensi dan gejala long COVID-19 (p<0,05). Pasien COVID-19 dengan komorbid hipertensi lebih berisiko mengalami gejala long COVID-19.
Indeks Massa Tubuh dan Persentase Lemak Tubuh Berhubungan dengan Tingkat Aktivitas Fisik Namun Tidak dengan Kesiapan Melakukan Aktivitas Fisik pada Mahasiswa Fauzi Chandra Nugraha; Indri Budiarti; Rizky Suganda Prawiradilaga
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6646

Abstract

Abstract. The incidence of obesity is increasing every year. This can be caused by excessive food intake and lack of physical activity. To do physical activity requires readiness to do so. Readiness to engage in physical activity can be affected by poor mobility and health. This study aimed to analyze the relationship between body mass index (BMI) and body fat percentage with the level and readiness of physical activity in FK UNISBA students. The research respondent collection technique uses probability sampling which is disproportionate purposive sampling. Respondents in this study met the inclusion criteria for 2019, 2020, 2021 FK UNISBA students, healthy conditions, willing to fill informed consent and exclusion criteria, having chronic diseases, and incomplete questionnaire data. The variables measured were height and weight to determine BMI, body fat percentage, level of physical activity based on IPAQ questionnaire, and readiness for physical activity based on the PAR-Q questionnaire. The test used in this study is Spearman's correlation test. Results showed significant relationship between BMI and the level of physical activity or between the percentage of body fat and the level of physical activity (both P <0.01, r=-0.204, r=-0.197). However, there was no significant relationship between BMI or body fat percentage and readiness for physical activity (P=0.12 and P=0.82). These results, it can be concluded that the higher the BMI and body fat percentage, the lower the level of physical activity. Students are expected to be able to maintain their weight at an optimal state and continue to increase physical activity. Abstrak. Kejadian obesitas meningkat setiap tahunnya. Hal ini bisa disebabkan asupan makanan yang berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik. Untuk melakukan aktivitas fisik diperlukan kesiapan untuk melakukannya. Kesiapan untuk melakukan aktivitas fisik dapat dipengaruhi oleh mobilitas dan kesehatan yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan indeks massa tubuh (IMT) dan persentase lemak tubuh dengan tingkat dan kesiapan aktivitas fisik pada mahasiswa FK UNISBA. Teknik pengambilan responden penelitian menggunakan probability sampling yang disproportionate purposive sampling. Responden pada penelitian ini memenuhi kriteria inklusi mahasiswa FK UNISBA 2019,2020,2021, kondisi sehat, bersedia mengisi Iinformed consent dan kriteria ekslusi memiliki penyakit kronis, data kuisioner tidak lengkap. Variabel yang diukur adalah tinggi badan dan berat badan untuk menentukan IMT, persentase lemak tubuh, tingkat aktivitas fisik berdasarkan kuesioner IPAQ, dan kesiapan aktivitas fisik berdasarkan kuesioner PAR-Q. Uji yang digunakan pada penelitian ini adalah uji korelasi Spearman’s. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan tingkat aktivitas fisik ataupun antara persentase lemak tubuh dengan tingkat aktivitas fisik (keduanya P < 0.01, r=-0.204, r=-0.197). Namun, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara IMT ataupun persentase lemak tubuh dengan kesiapan aktivitas fisik (P=0,12 dan P=0.82). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi IMT dan persentase lemak tubuh maka semakin rendah tingkat aktivitas fisiknya. Mahasiswa diharapkan dapat menjaga berat badannya pada keadaan optimal dan terus meningkatkan aktivitas fisiknya.
Karakteristik Nyeri dan Penggunaan Alat Bantu Jalan Pada Pasien Osterartritis Genu Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar Zahra Shafa Qamilla; Samsudin Surialaga; Uci Ary Lantika
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5614

Abstract

Abstract. Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disease that results in joint cartilage degradation. According to the World Health Organization (WHO), OA will affect 40% of the older population. West Java (8.86%) is one of the provinces in Indonesia with the highest prevalence of joint disease. Both pharmacological and non-pharmacological OA treatment methods have a variety of possibilities. One non-pharmacological treatment option for OA is the use of a walker. In this study, patients with genu osteoarthritis at the Medical Rehabilitation Unit of the Regional General Hospital (RSUD) in Banjar City will have their pain characteristics and walker usage examined. In this study, a cross sectional methodology is combined with a descriptive methodology. Random sampling is the sampling strategy. 222 participants' medical records from the Medical Rehabilitation Installation of RSUD in Banjar City were used to create the samples. According to the study's findings, patients over the age of 60 make up more than half (55%) of those with osteoarthritis who were given a diagnosis at the RSUD in Banjar City between January 2019 and January 2022. There were 211 patients overall, and 95 percent of them were female. 95 percent of the patients, or 211 people, did not need a cane or walker. Most BMI patients had excess weight of up to 111 (50%). Most of the people (80%) reported moderate pain on the VAS scale. Each patient may have different age, gender, BMI, use of walkers, and pain features. Most individuals just have minimal pain and don't need a walker. Keywords: Characteristics, Osteoarthritis, Pain, Walker Abstrak. Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang melibatkan kerusakan tulang rawan sendi. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 40% dari populasi lansia akan menderita OA. Salah satu provinsi dengan prevalensi penyakit sendi terbanyak di Indonesia adalah Jawa Barat (8,86%). Terdapat berbagai pilihan modalitas pengobatan OA, baik farmakologis maupun nonfarmakologis. Penggunaan alat bantu menjadi salah satu pilihan terapi non farmakologis OA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik nyeri dan penggunaan alat bantu jalan pada pasien osteoartritis genu di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Jumlah sampel sebanyak 222 subjek menggunakan data rekam medis di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Kota Banjar. Hasil penelitian ini menunjukan lebih dari setengah pasien (55%) yang mengalami osteoartritis genu di RSUD Kota Banjar Periode Januari 2019 hingga Januari 2022 adalah kelompok usia lebih dari 60 tahun. Secara umum, pasien berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 211 pasien (95%). Hampir seluruh pasien (95%) atau 211 orang tidak menggunakan tongkat atau alat bantu jalan. Mayoritas IMT pasien adalah overweight sebanyak 111 (50%). Sebagian besar (80%) subjek mengalami nyeri dengan skala VAS sedang. Karakteristik yang ditinjau dari usia, jenis kelamin, IMT, penggunaan alat bantu jalan, dan nyeri dapat bervariasi pada setiap pasien. Mayoritas pasien tidak menggunakan alat bantu jalan dan mengalami nyeri sedang. Kata Kunci: Alat bantu jalan, Karakteristik, Nyeri, Osteoartritis
Hubungan Perilaku Merokok dan Komorbid dengan Lama Rawat Inap Pasien PPOK di RSUD Al Ihsan Bandung tahun 2019-2021 Alda Alysia Jaswirna; Siska Nia Irasanti; Ganang Ibnusantosa
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5678

Abstract

Abstract. Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a disease with airflow limitation caused by an abnormal inflammatory response in the lungs and is characterized by a decrease in the FEV1/FVC ratio below 0.7 postbronchodilator. In the world, the prevalence of COPD is 174 million people in 2015, in Indonesia it is 3.7% per mil, and in West Java COPD ranks second highest after asthma. COPD risk factors include genetics, age, gender, comorbidities, smoking, and occupation. These risk factors can have an impact not only on the incidence of COPD, but also on the length of stay of COPD. This study aims to determine the relationship between smoking behavior, age, and comorbidities with the length of stay of COPD patients at Al Ihsan Hospital in Bandung in 2019-2021. This type of research is quantitative with analytic observational method and cross sectional approach design. The instrument used is a medical record. In this study, data were obtained from 60 medical records of COPD patients using random sampling technique. The data analysis used was univariate and chi square test for bivariate analysis. Statistical test results showed that 68.3% of patients smoked, 81.7% of elderly patients, and 76.7% of patients had comorbidities. The results showed that there was a significant relationship between smoking behavior and the length of stay of COPD patients with p-value= 0.013 (p <0.05), and there is a significant relationship between comorbidities and length of stay of COPD patients with p-value= 0.004 (p <0.05). It is recommended to carry out health promotion and prevention related to risk factors associated with COPD length of stay such as smoking behavior, age, and comorbidities. Abstrak. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah suatu penyakit dengan keterbatasan aliran udara disebabkan oleh respon inflamasi abnormal paru-paru dan ditandai dengan penurunan rasio FEV1/FVC di bawah 0,7 pascabronkodilator. Di dunia prevalensi PPOK 174 juta orang tahun 2015, di Indonesia 3,7% per mil, dan di Jawa Barat PPOK menempati peringkat tertinggi kedua setelah asma. Faktor risiko PPOK di antaranya genetik, usia, jenis kelamin, komorbid, merokok, dan pekerjaan. Faktor risiko tersebut dapat berdampak tidak hanya pada kejadian PPOK, tetapi juga pada lama rawat inap PPOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok, usia, dan komorbid dengan lama rawat inap pasien PPOK di RSUD Al Ihsan Bandung pada tahun 2019-2021. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik dan rancangan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan berupa rekam medis. Pada penelitian ini didapatkan data sebanyak 60 rekam medis pasien PPOK dengan teknik random sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan uji chi square untuk analisis bivariat. Hasil uji statistik menujukkan 68,3% pasien merokok, 81,7% pasien adalah lansia, dan 76,7% pasien memiliki komorbid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan lama rawat inap pasien dengan p-value= 0,013 (p <0,05), dan terdapat hubungan yang bermakna antara komorbid dengan lama rawat inap pasien dengan p-value= 0,004 (p <0,05). Disarankan melakukan promosi kesehatan dan pencegahan berkaitan dengan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan lama rawat inap PPOK seperti perilaku merokok, usia, dan komorbid.
Gambaran Kualitas Tidur Sebelum Sooca Sistem Reproduksi pada Angkatan TA 2021-2022 Nadia Mufliha Zahro; R.Kince Sakinah; Ike Rahmawaty
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5730

Abstract

Abstract. Lack of quality sleep can have the effect of decreasing concentration, participating in daily activities, and making decisions. Therefore this must be considered because the decrease in the quality of sleep will affect the learning process, impaired memory and emotional health. This study aims to see an overview of sleep quality in Class of 2019, Faculty of Medicine, Bandung Islamic University. The research method is descriptive to see an overview of sleep quality in 2019 Batch students. The sample for this study was taken randomly with a total of 100 people, FK students Batch 2019. The independent variable of sleep quality and the dependent variable is academic achievement. The data analysis used was univariate and bivariate, bivariate analysis. The results showed that the subjective sleep quality was mostly quite poor (46%), sleep latency was mostly 3-4 hours (36%), sleep duration was mostly 5-6 hours (31%), daily sleep efficiency was mostly <65% (84%), sleep disturbance mostly 1-9 (67%), use of sleeping pills mostly never, daytime dysfunction mostly 1-2 hours (43%), and sleep quality scores in FK Unisba students The 2019 batch was mostly unfavorable (99%) while sleep quality was good (1%). Abstrak. Kurangnya kualitas tidur dapat memberikan efek pada penurunan dalam berkonsentrasi, aktifitas sehari-hari dan membuat keputusan. Menurunnya kualitas tidur akan mempengaruhi dari proses belajar, memori terganggu dan kesehatan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kualitas tidur pada Angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Metode penelitian yakni deskriptif untuk melihat gambaran kualitas tidur pada mahasiswa Angkatan 2019. Sampel penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sd September sejumlah 100 orang, mahasiswa FK Angkatan 2019, dengan pengambilan sampel secara random sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat, analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur subjektif sebagian besar cukup buruk (46%), latensi tidur Sebagian besar 3-4 jam (36%), durasi tidur Sebagian besar tidur 5-6 jam (31%), efisiensi tidur sehari-hari Sebagian besar <65% (84%), gangguan tidur Sebagian besar 1-9 (67%), penggunaan obat tidur Sebagian besar tidak pernah, disfungsi siang hari sebagian besar 1-2 jam (43%), dan skor kualitas tidur pada mahasiswa FK Unisba Angkatan 2019 sebagian besar kurang baik (99%) sedangkan kualitas tidur baik (1%).
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Tindakan Mengenai Aktivitas Fisik pada Siswa SMA Negeri 1 Cikalong Wetan Dafa Abiyuhafizh; R. Rizky Suganda Prawiradilaga; Widhy Yudistira Nalapraya
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5737

Abstract

Abstract Being physically inactive is the fourth-highest risk factor for death worldwide. According to the WHO, 85% to 90% of teenagers in Indonesia are not physically active. The KAP survey will be used in this study to identify the factors that lead to teenagers' lack of physical exercise. This study is an observational study with a cross-sectional approach. Samples were taken by purposive sampling of one hundred nine students of SHS 1 Cikalong Wetan with an age range of 16-18 years. KAP data is collected using google forms. Physical activity was measured using the WHO-issued PAQ-A questionnaire. The data analysis used is the Speraman correlation test. The findings of the correlation test revealed no association between knowledge and action (p-value = 0.536) and between knowledge and attitude (p-value = 0.312). The correlation between attitude and action was tested, and the results revealed that there was a relationship (p-value = 0), while it had a rather weak relationship strength (r = 0.399). The majority of students are knowledgeable about physical activity, but they struggle with attitudes and actions related to it. Researchers advise schools to organize an activity and implement policies that will improve time and motivation for physical activity. Abstrak. Ketidak-aktifan secara fisik adalah faktor risiko terbesar keempat untuk kematian secara global. Dilaporkan dari WHO, prevalensi remaja di Indonesia yang tidak aktif secara fisik sebanyak 85% - 90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab ketidak-aktifan secara fisik pada remaja dengan menggunakan survei KAP. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 109 siswa SMA Negeri 1 Cikalong Wetan dengan rentang umur 16 – 18 tahun. Data pengetahuan, sikap dan tindakan mengenai aktivias fisik diambil menggunakan google formulir. Aktivitas fisik diukur menggunkan kuesioner PAQ-A yang dikelluarkan WHO. Analisa data yang digunakan ialah uji korelasi Speraman. Hasil uji korelasi antara pengentahuan terhadap tindakan menunjukan tidak adanya hubungan (p = 0,536) dan antara pengetahuan dan sikap tidak terdapat adanya hubungan (p = 0,312). Hasil uji korelasi antara sikap dengan tindakan menunjukan terdapat adanya hubungan (p = 0) yang memiliki kekuatan hubungan yang cukup rendah(r = 0,399). Mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang baik mengenai aktivitas fisik tetapi kurang baik dalam sikap dan tindakan terhadap aktivitas fisik. Peneliti menyarankan agar sekolah dapat mengadakan suatu acara dan membuat regulasi yang dapat meningkatkan motivasi serta waktu untuk melaksanaan aktivitas fisik.
Efek Antikanker dan Ko-Kemoterapi Nanopartikel Alginat Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona Muricata) dengan Doxorubicin pada Kultur Sel Kanker Serviks Uteri (HeLa) Revina Mayra Salsabila Hasyim; Lelly Yuniarti; Yuke Andriane
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5741

Abstract

Abstract. Uterine cervical cancer ranks fourth in the world and Asia and second in Indonesia. Cervical uteri cancer chemotherapy with doxorubicin still has high side effects. To reduce these side effects, combination therapy can be carried out between standard drugs and drugs from natural ingredients, one of which is soursop leaf in the form of nanoparticles which can increase the delivery of compounds. The purpose of this study was to analyze the anticancer effect of alginate nanoparticles of soursop leaf ethanol extract and its combination with doxorubicin on cervical uteri cancer (HeLa) cells. This research is a pure in vitro experimental study on cervical uteri cancer cell culture (HeLa). The cytotoxicity test was carried out using the microtetrazolium method and analyzed using the SPSS software probit regression. The combination test was carried out with concentrations of 1/2 IC50, 3/8 IC50, 1/4 IC50, 1/8 IC50 and analyzed using CompuSyn software to obtain a CI value indicating the synergy of the preparations. This study had an IC50 of soursop leaf extract nanoparticles of 52.0825 (±24.26) µg/mL (moderate effect) and doxorubicin which had an IC50 of 4.8 (±0.10) µg/mL (strong effect). The lowest CI value obtained was 0.04106. The conclusion of this study is that soursop leaf extract nanoparticles have a moderate anticancer effect and are highly synergistic with eight combinations of doxorubicin. Abstrak. Kanker serviks uteri menempati urutan keempat di dunia dan Asia serta kedua di Indonesia. Kemoterapi kanker serviks uteri dengan doxorubicin masih memiliki efek samping yang tinggi. Untuk menurunkan efek samping tersebut, dapat dilakukan terapi kombinasi antara obat standar dengan obat dari bahan alam, salah satunya adalah daun sirsak dalam bentuk nanopartikel yang dapat meningkatkan penghantaran senyawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek antikanker sediaan nanopartikel alginat ekstrak etanol daun sirsak dan kombinasinya dengan doxorubicin pada sel kanker serviks uteri (HeLa). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni in vitro pada kultur sel kanker serviks uteri (HeLa). Uji sitotoksisitas dilakukan menggunakan metode microtetrazolium dan dianalisis melalui regresi probit software SPSS. Uji kombinasi dilakukan dengan konsentrasi 1/2 IC50, 3/8 IC50, 1/4 IC50, 1/8 IC50 dan dianalisis menggunakan software CompuSyn hingga didapatkan nilai CI yang menunjukkan sinergitas sediaan. Penelitian ini memiliki hasil IC50 nanopartikel ekstrak daun sirsak sebesar 52,0825 (±24,26) µg/mL (efek sedang) dan doxorubicin yang memiliki IC50 sebesar 4,8 (±0,10) µg/mL (efek kuat). Nilai CI terendah yang didapatkan adalah sebesar 0,04106. Kesimpulan penelitian ini adalah nanopartikel ekstrak daun sirsak memiliki efek antikanker sedang dan bersifat sinergis sangat kuat dengan doxorubicin sebanyak delapan kombinasi.
Perbandingan Stressor Terkait Hubungan Interpersonal dan Intrapersonal Serta Kegiatan Belajar-Mengajar Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA Tahun Akademik 2022/2023 Shofiya Masarati Nurfu’adia
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5745

Abstract

Mahasiswa kedokteran memiliki karakteristik personalitas yang berbeda serta kegiatan belajar-mengajar yang berbeda dari fakultas lainnya, sehingga rentan terkena berbagai derajat stres. Hubungan interpersonal dan intrapersonal, serta kegiatan belajar-mengajar di lingkungan akademik fakultas kedokteran dapat menjadi sumber stres bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat stres berdasarkan sumber stres yang terkait dengan hubungan intrapersonal dan interpersonal serta kegiatan belajar mengajar pada Mahasiswa Tahun Akademik 2022/2023 di Fakultas Kedokteran UNISBA. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kuantitatif memakai metode deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional periode Maret – Desember 2022. Univariat dan bivariat dengan uji Pearson Chi-square digunakan sebagai alat analisis data. Mahasiswa FK UNISBA Tahun ke 1 sampai dengan 4 sebagai sampel sertadipilih menggunakan stratified random sampling (294 responden). Penelitian ini menggunakan kuisioner Medical Student Stressor Questionnaire untuk pengelompokan tingkat stres menjadi empat yaitu stress ringan, sedang, berat dan sangat berat serta pengelompokan stressor menjadi IRS dan TLRS. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan mencakup kelompok IRS maupun TLRS dengan p-value > 0.05. Mahasiswa FK UNISBA dari semua tingkatan I sampai IV mayoritas mengalami stres sedang sampai berat yang terkait dengan stressor yang disebabkan oleh hubungan intrapersonal dan interpersonal serta terkait kegiatan belajar-mengajar. Proporsi tingkat dan sumber stres terkait kelompok IRS dan TLRS juga semakin menurun pada mahasiswa tingkat I sampai tingkat IV.
Pola Asuh Mempengaruhi Perkembangan Anak Balita di Wilayah Posyandu Selaawi Anna Fatwa Aistu; Nanan Sekarwana; Santun Bhekti Rahimah
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5756

Abstract

Abstract. Development can be assessed from the four domains: motor, language, socialization, and independence. One of the factors that influence children's development significantly is parenting style.Early development detection needs to be done to find deviations in development. The study aimed to analyze the relationship between parenting and development in children under five using the developmental pre-screening questionnaire (KPSP) in the Selaawi Posyandu area. The research was conducted using cross-sectional analytic observational methods. The number of samples is 75 toddlers, with the sampling technique using non-probability sampling of consecutive sampling types. The results showed that of the 75 respondents, the majority had democratic parenting styles, 47 respondents (62.7%) and authoritarian parenting styles, 28 respondents (37.3%). Based on the KPSP assessment, 60 children (80%) experienced normal development, and 15 children (20%) experienced dubious development. Of the 60 respondents, 42 respondents had democratic parenting styles, and 18 respondents had authoritarian parenting styles. Based on the results of statistical tests using the chi-square test on the research data obtained, a p-value of 0.009.The data shows that there is a relationship between parenting style and the development of toddlers. This is related to parenting methods that are not too restrictive but still pay attention to the needs and development, meet the needs of children, and communicate with children. Keywords: Child Development, Parenting, Toddlers Abstrak. Perkembangan dapat dinilai dari empat domain yaitu motorik, bahasa, sosialisasi dan kemandirian. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak secara signifikan adalah pola asuh. Deteksi dini perkembangan perlu dilakukan karena untuk mengetahui penyimpangan dalam perkembangan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dengan perkembangan pada anak balita menggunakan kuesioner pra-skrining perkembangan (KPSP) di wilayah Posyandu Selaawi. Penelitian dilakukan dengann metode observasional analitik jenis cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 75 balita dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling jenis consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 75 responden mayoritas memiliki pola asuh demokratis 47 responden (62,7%) dan pola asuh otoriter 28 responden (37,3%). Berdasarkan penilaian KPSP terdapat 60 anak (80%) mengalami pekembangan normal dan 15 anak (20%) mengalami perkembangan meragukan. Dari 60 responden tersebut 42 responden memiliki pola asuh demokratis dan 18 responden memiliki pola asuh otoriter. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square pada data hasil penelitian didapatkan p-value 0,009. Data tersebut menunjukan terdapat adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan anak balita. Ini berkaitan dengan cara pengasuhan orang tua yang tidak terlalu mengekang namun tetap memperhatikan kebutuhan dan perkembangan, memenuhi kebutuhan anak dan adanya komunikasi dengan anak. Kata Kunci: Balita, Perkembangan Anak, Pola Asuh
Gambaran Karakteristik Pasien dan Kejadian Impaksi Serumen di RSUD Al Ihsan Bandung EARLY ARISTHA WULANDARI; Yuniarti; Endang Suherlan
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5760

Abstract

Abstract. Indonesia is the fourth country with the highest prevalence of cerumen impaction, which is 4.5%. The highest effect caused by cerumen impaction is hearing loss. This study aims to describe the patient's age and to find out the comparison of the number of male and female patients who have impacted cerumen at the ENT polyclinic at Al Ihsan Hospital Bandung in 2022. The research method is purposive sampling with a minimum sample size of 144 medical record data of cerumen impacted patients at the ENT Polyclinic RSUD Al Ihsan Bandung. The results of this study, from 849 samples, there were 143 patients with impacted cerumen, most aged ≤50 years by 84.6% and female by 51%. The results of the analysis of the age picture with impacted cerumen obtained a value of p=0.121 (p>0.05), while the description of sex with impacted cerumen obtained a value of p=0.803 (p>0.05). Therefore, it can be concluded that there is no relationship between age and gender with impacted cerumen at the ENT Polyclinic at Al Ihsan Hospital, Bandung. Keywords: Cerumen impaction, age relationship, sex relationship Abstrak. Indonesia merupakan negara ke empat dengan prevalensi impaksi serumen tertinggi, yaitu 4,5%. Efek paling tinggi yang disebabkan impaksi serumen adalah gangguan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usia pasien dan mengetahui perbandingan jumlah pasien pria dan wanita yang mengalami impaksi serumen di poliklinik THT RSUD Al Ihsan Bandung Tahun 2022. Metode penelitian yakni purposive sampling dengan jumlah sampel minimal sebanyak 144 data rekam medis pasien impaksi serumen di Poliklinik THT RSUD Al Ihsan Bandung. Hasil penelitian ini dari 849 sampel terdapat 143 pasien dengan impaksi serumen, paling banyak berusia ≤50 Tahun sebesar 84,6% dan berjenis kelamin perempuan sebesar 51%. Hasil analisis gambaran usia dengan impaksi serumen didapatkan nilai p=0,121 (p>0,05), sedangan gambaran jenis kelamin dengan impaksi serumen didapatkan nilai p=0,803 (p>0,05). Maka dari itu dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan impaksi serumen di Poliklinik THT RSUD Al Ihsan Bandung. Kata Kunci: Impaksi serumen, hubungan usia, hubungan jenis kelamin