cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsms@unisba.ac.id
Phone
+6282321980947
Journal Mail Official
bcsms@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28282205     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i2
Core Subject : Humanities, Health,
Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ISPA, JKN, Nyeri leher, Origin, Paritas, Pasien, Denyut Nadi, Imunisasi, Perawat, Phlebitis, PHBS, pneumonia Abortus Spontan, Pola Menstruasi, rumah sakit Pendidikan, Sektor Informal Pengetahuan, Shift kerja malam, sindrom koroner akut, Status Gizi Mahasiswa kedokteran, status sosio ekonomi, Tekanan Darah, Tingkat Stres, Troponin T , Type of occupation, ventrikel kiri, dan Wanita Premenopause. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 494 Documents
Gambaran Karakteristik Pasien Infeksi Oportunistik Tuberkulosis dengan HIV/AIDS di RSUD Al-Ihsan Adinda Riany Putri Sundari; Alya Tursina; Tita Barriah Siddiq
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5762

Abstract

Abstract. Data from the World Health Organization (WHO) for 2021 shows that 36.3 million people live with the Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS). One province that has made a major contribution to HIV/AIDS cases is West Java, with 6,066 HIV cases and 313 AIDS cases. Data on cases of people living with HIV/AIDS (ODHA) in the city of Bandung until June 2021 found a total of 5,741 cases. Tuberculosis is the most common opportunistic infection that occurs in HIV/AIDS patients. A low immune system can exacerbate both diseases. This study aims to determine the characteristics of opportunistic tuberculosis infection patients with HIV/AIDS at Al-Ihsan Hospital for the 2017-2021 period. The sampling technique used total sampling, with the subject being 62 medical records of HIV/AIDS patients with tuberculosis at Al-Ihsan Hospital. Descriptive research with a cross-sectional approach. The results of this study showed that the number of HIV/AIDS patients with tuberculosis for the 2017-2021 period at Al-Ihsan Hospital was 62 people, out of the total the majority were male, namely 46 people (74%), aged early adulthood (26- 35 years old), 25 people (40%), last high school education, 42 people (68%), 50 people (81%) had pulmonary tuberculosis, 51 people (82%) had a CD4 count <200 cells/μL, and the most commonly experienced clinical symptoms were fatigue by 73% and weight loss by 73%. Characteristics of patients with opportunistic tuberculosis infections with HIV/AIDS at Al-Ihsan Hospital are dominated by men, aged early adulthood, last high school education, have pulmonary tuberculosis, with CD4 counts <200 cells/µL and clinical symptoms of fatigue and weight loss. Keywords: Opportunistic infections, Tuberculosis, TB-HIV co-infection Abstrak. Data World Health Organization (WHO) 2021, diestimasikan 36,3 juta orang hidup dengan Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS). Salah satu provinsi yang berkontribusi besar pada kasus HIV/AIDS adalah Jawa Barat, sebanyak 6.066 kasus HIV dan 313 kasus AIDS. Data kasus orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Bandung sampai bulan Juni 2021 ditemukan sebanyak 5.741 kasus. Tuberkulosis merupakan infeksi oportunistik paling umum yang terjadi pada pasien HIV/AIDS. Rendahnya sistem kekebalan tubuh dapat memperburuk keadaan kedua penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien infeksi oportunistik tuberkulosis dengan HIV/AIDS di RSUD Al-Ihsan periode 2017-2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan subjek 62 data rekam medis pasien HIV/AIDS disertai penyakit tuberkulosis di RSUD Al-Ihsan. Penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Hasil penelitian ini menunjukan jumlah pasien HIV/AIDS dengan penyakit tuberkulosis periode 2017-2021 di RSUD Al-Ihsan sebanyak 62 orang, dari total keseluruhan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 46 orang (74%), berusia dewasa awal (26-35 tahun) yaitu sebanyak 25 orang (40%), pendidikan terakhir SLTA yaitu sebanyak 42 orang (68%), sebanyak 50 orang (81%) mengalami tuberkulosis paru, sebanyak 51 orang (82%) memiliki jumlah CD4 <200 sel/μL, dan gejala klinis yang paling banyak dialami adalah mudah lelah sebanyak 73% dan penurunan berat badan sebanyak 73%. Karakteristik pasien infeksi oportunistik tuberkulosis dengan HIV/AIDS di RSUD Al-Ihsan didominasi oleh laki-laki, berusia dewasa awal, pendidikan terakhir SLTA, mengalami tuberkulosis paru, dengan jumlah CD4 <200 sel/μL dan gejala klinis mudah lelah sebanyak dan berat badan turun. Kata Kunci: Infeksi oportunistik, Tuberkulosis, Koinfeksi TB-HIV
Proporsi Konsumsi Junk Food dan Status Gizi Berlebih di Mahasiswa Kedokteran Bestari Yuniah; Fajar Awalia Yulianto
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Overnutrition status in Indonesia has increased, from 14.8% (2013) to 21.8% (2018). The cause of excess nutritional status is an excessive intake of junk food. Current technological advances make it very easy to consume junk food through online food delivery services. Students consume junk food through online food delivery services, which has been increasing during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to examine the Relationship between Junk Food Consumption through Online Food Delivery and Overnutrition Status among Students of the Faculty of Medicine, Islamic University Bandung. This study used a cross-sectional design approach. This research was conducted in January-December application for 62 respondents. The technique of sampling in this study used a stratified random sampling technique. The data were analyzed by the Fisher's Exact test. The results showed that students who often consumed junk food (83.9%) were more than people who didn’t consume junk food (16,1%). In the group which contains students who consume junk food, the proportion of excess nutritional status (100%) was greater than the group that rarely consumed junk food (30%). Efforts need to be made to increase awareness of controlling food orders through online food delivery to maintain a balanced nutritional intake. Keywords: Junk food, medical faculty students, online food delivery, overnutrition status Abstrak. Status gizi berlebih di Indonesia mengalami peningkatan, dari 14,8% (2013) menjadi 21,8% (2018). Faktor penyebab status gizi berlebih yaitu asupan makanan junk food yang berlebih. Kemajuan teknologi saat ini sangat memudahkan untuk mengonsumsi junk food melalui layanan online food delivery. Mahasiswa mengonsumsi junk food melalui layanan online food delivery yang semakin meningkat di masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti Hubungan antara Konsumsi Junk Food Melalui Layanan Online dengan Status Gizi Berlebih pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan design cross sectional. Penelitian dilakukan pada Januari‒Desember 2022 terhadap 62 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik stratified random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa yang sering mengonsumsi junk food 83,9% lebih banyak dibandingkan dengan yang jarang mengonsumsi junk food 16,1% dimana dalam kelompok yang sering mengonsumsi junk food persentase status gizi berlebihnya 100% lebih besar dibandingkan kelompok yang jarang mengonsumsi junk food 30%. Perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran mengontrol pemesanan makanan melalui online food delivery untuk menjaga asupan gizi seimbang. Kata kunci: Junk food, mahasiswa fakultas kedokteran, online food delivery, status gizi berlebih
Tingginya Kejadian HIV/AIDS Dengan Faktor Risiko Homoseksual di RSUD Dr. Slamet Kab. Garut R.Herlina Ajeng Wellyanthi Kusumah Kusumah; Prof. Dr. Herri S. Sastramihardja,dr.,SPFK (K) Sastramihardja
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5785

Abstract

Abstract. HIV/AIDS is infectious disease that cause decreased human immunity. Cause of this disease is HIV infect the lymphocytes in human body that decreasing human immunity system which increasing the risk of opportunistic infection. South East Asia is the second of 3 countries with highest HIV cases. The purpose of this research is to learn the factors of HIV/AIDS risks to productive age male in RSUD Dr. Slamet, Garut Regency. This research is descriptive observational research with cross sectional design. The sampling of this research using total sampling method to 208 respondents and has obtained ethical approval with ethical number 130/KEPK-Unisba/V/2022. The data taken from secondary data in medical records. Data can be analyzed in computerized univariate. Results of this research have show that HIV/AIDS in productive age male in RSUD Dr. Slamet, Garut Regency most are in 20-29 years old in total 83 person (40%), most of patients with risk of homosexual in total 171 person (82,2%) and there is no patinets with risk of blood transfusion. HIV/AIDS most of the time occurs because of homosexuals prone to do sexual activity through anal and oral that can cause injury in tissue which can ease the spread of virus. Keywords: HIV/AIDS, Male, Risk factor Abstrak. HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang mengakibatkan penurunan kekebalan tubuh pada manusia. Penyebab dari penyakit ini adalah virus HIV yang menyerang limfosit pada tubuh manusia sehingga menurunkan sistem kekebalan tubuh yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi oportunistik. Asia Tenggara berada pada peringkat kedua dari tiga negara dengan jumlah kasus HIV terbanyak di dunia Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko terjadinya HIV/AIDS pada laki-laki usia produktif di RSUD Dr. Slamet Kabupaten Garut. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode total sampling yang berjumlah 208 orang dan sudah mendapatkan persetujuan etik dengan nomor etik 130/KEPK- Unisba/V/2022. Data dalam penelitian diambil dari data sekunder pada rekam medis pasien. Data yang didapatkan dianalisis secara univariat dengan komputerisasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penderita HIV/AIDS pada laki-laki pada usia produktif di RSUD Dr. Slamet Kabupaten Garut paling banyak berusia pada 20-29 tahun dengan jumlah 83 (40%), paling banyak pasien dengan faktor risiko homoseksual yaitu sebanyak 171 (82,2%) dan tidak ada pasien dengan faktor risiko dari transfusi darah. Terjadinya HIV/AIDS paling banyak terjadi akibat homoseksual karena rentan melakukan hubungan seksual melalui anal dan oral yang dapat membuat luka pada jaringan yang mempermudah penyebaran virus. Kata kunci: HIV/AIDS, Laki-laki, Faktor risiko
Puasa Senin-Kamis dengan Fungsi Kognisi Lanjut Usia Rumaisha Ummu Syuhada; M. Nurhalim Shahib; Sara Puspita
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5789

Abstract

Abstract. Cognition is defined as a thought process in the brain, using sensory input to the brain plus information that has been stored as memory. Cognitive function is influenced by one of them by fasting. This study aims to analyze the relationship between the intensity of Monday-Thursday fasting and cognitive function in the elderly at the Bandung City Nursing Home. This type of research is a quantitative research with analytical methods accompanied by a cross sectional approach. Sampling using probability sampling technique with total sampling method obtained 30 respondents. The method of data collection was carried out using the MMSE questionnaire instrument and interviews about fasting which were analyzed by the chi square test with the results of bivariate analysis showing a relationship between the intensity of fasting on Mondays and Thursdays with cognitive function in the elderly at the Nursing Home in Bandung City (p=0.002). The conclusion in this study is that there is an influence between intermittent fasting and cognitive function in the elderly at the Nursing Home, Bandung City. Abstrak. Kognisi diartikan sebagai proses berpikir pada otak, dengan menggunakan input sensorik yang menuju otak ditambah informasi yang telah disimpan sebagai memori. Fungsi kognisi dipengaruhi salah satunya oleh puasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas puasa Senin Kamis dengan fungsi kognisi pada lanjut usia di Panti Werdha Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analitik yang disertai dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik probability sampling dengan metode total samplingdidapatkan 30 responden. Cara pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner MMSE dan wawancara mengensi puasa yang di analisis dengan uji chi square dengan hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara intensitas puasa Senin Kamis dengan fungsi kognisi pada lanjut usia di Panti Werdha Kota Bandung (p=0,002). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara puasa Senin Kamis dengan fungsi kognisi pada lanjut usia di Panti Werdha Kota Bandung.
Perbandingan Antara Tingkat Kepuasan Pasien BPJS dan Non-BPJS Terkait Pelayanan Kesehatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi ANNISA FASMI PUTRI SETIADI
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5793

Abstract

Abstract. This study was conducted using a cross sectional approach with a total sample taken of 100 patients consisting of 50 BPJS patients and 50 Non-BPJS patients. This study used a modified questionnaire from Sekarwidya's research as the instrument (2018). The results of the study, BPJS and Non_BPJS patients stated that they were quite satisfied based on the indicators of responsiveness and assurance, and very satisfied based on the indicators of reliability, tangible and empathy. Meanwhile, based on the 5 indicators of BPJS and Non-BPJS patients, they generally stated that they were very satisfied with the health services in the inpatient room of RSI Assyifa Sukabumi. The satisfaction levels of BPJS and Non-BPJS patients were compared in statistical analysis using an independent sample T test, BPJS patients were more satisfied than Non-BPJS patients. The hospital is further improving the quality of service in various indicators, especially on responsiveness and assurance indicators so that the level of patient satisfaction with health services in inpatient rooms is increasing. Keywords: BPJS, health services, satisfaction level Abstrak. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel yang diambil adalah 100 pasien yang terdiri dari 50 pasien BPJS dan 50 pasien Non-BPJS. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dimodifikasi dari penelitian Sekarwidya sebagai instrumennya (2018). Hasil penelitian, pasien BPJS dan Non_BPJS menyatakan cukup puas berdasarkan indikator responsiveness dan assurance, dan sangat puas berdasarkan indikator reliability, tangible, dan empathy. Sedangkan berdasarkan 5 indikator pasien BPJS dan Non-BPJS umumnya menyatakan sangat puas dengan pelayanan kesehatan di ruang rawat inap RSI Assyifa Sukabumi. Tingkat kepuasan pasien BPJS dan Non-BPJS dibandingkan dalam analisis statistik menggunakan uji T sampel independen, pasien BPJS lebih puas dibandingkan pasien Non-BPJS. Pihak rumah sakit lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanan di berbagai indikator terutama pada indikator responsiveness dan assurance agar tingkat kepuasan pasien terhadapat pelayanan kesehatan di ruang rawat inap semakin meningkat. Kata Kunci: BPJS, pelayanan kesehatan, tingkat kepuasan
Perubahan Berat Badan Selama Pengobatan Tuberkulosis Paru Ladies Nursyfah; Heni Muflihah
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5843

Abstract

Abstract. Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis (MTB). TB patients usually experience malnutrition, which is characterized by weight loss (BB). Leptin levels that regulate body weight change during TB treatment. The purpose of this study was to determine the difference in changes in body weight after the initial and advanced stages of treatment in patients. This study used an analytic observational method with a cross-sectional design with secondary data on adult pulmonary TB patients at the Cidempet Health Center, Indramayu Regency using a purposive sampling technique. Data on body weight during TB treatment were analyzed descriptively and differences in body weight were analyzed using the dependent T test. The results of this study were obtained from a total of 138 subjects who had an average weight at diagnosis of 48.92 kg, after initial treatment 49.48 kg and after further treatment had an average of 51.29 kg. There is a difference in changes in body weight at the end of the initial stage of treatment compared to the advanced stage with a p-value of 0.000 (<0.005). The conclusion of this study is that the increase in body weight of TB patients after the initial stage of treatment is higher than the increase in body weight after the advanced stage of treatment. Keywords: Treatment, Tuberculosis, Weight Abstrak. Tuberkulosis (TB) adalah penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB). Pasien TB biasanya mengalami malnutrisi, yang ditandai dengan penurunan berat badan (BB). Kadar leptin yang mengatur BB mengalami perubahan selama pengobatan TB. Tujuan penlitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perubahan BB setelah pengobatan tahap awal dan tahap lanjutan pada pasien. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan data sekunder penderita TB paru dewasa di Puskesmas Cidempet, Kabupaten Indramayu menggunakan teknik purposive sampling. Data BB selama pengobatan TB dianalisis secara deskriptif dan perbedaan BB dianalisis menggunakan uji T test dependent. Hasil penelitian ini didapatkan dari total subjek sebanyak 138 orang memiliki rata – rata BB pada saat diagnosis 48,92 kg, setelah pengobatan awal 49,48 kg dan setelah pengobatan lanjutan memiliki rata – rata 51,29 kg. Terdapat perbedaan perubahan BB pada akhir pengobatan tahap awal dibandingkan tahap lanjutan didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,005). Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan BB pasien TB setelah pengobatan tahap awal lebih tinggi daripada peningkatan BB setelah pengobatan tahap lanjutan. Kata kunci: Berat badan, Pengobatan, Tuberkulosis
Senam Aerobik Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dilla Maliha Anggitania; Dicky Santosa; Listya Hanum Siswanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5849

Abstract

Abstract. Diabetes Mellitus (DM) is a disease caused by the pancreas that cannot produce insulin (a glucose regulating hormone). Based on data from Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Diabetes Mellitus patients initially increased from 6.9% to 8.5%. One of the pillars of Diabetes Mellitus management is physical exercises, for example aerobics exercise which is useful for controlling blood sugar levels. Actively moving muscles will increase muscle metabolism, and stimulate the release of bradykinin so that insulin receptor sensitivity increases. The purpose of this study was to explore article the effect of aerobic exercise on decreasing blood glucose levels of adult patients with Type 2 Diabetes. The research uses a scoping review studies to identify, analyze, and evaluate scientific writings through PubMed, ScienceDirect, ProQuest, Garuda and Neliti. Use the JBI Critical Appraisal Checklist and summarized in the PRISMA diagram. A total of 15,321 articles were generated from the five data sources taken from 2012-2022, 6,383 articles fulfilled the inclusion criteria and 4 articles fulfilled the exclusion and eligibility criteria. These four articles shows that there is a decrease in blood glucose levels in Type 2 Diabetes patients after aerobic exercise (aerobic dance). Regular aerobic exercise can reduce or control blood glucose levels in Type 2 Diabetes Mellitus patients, because active muscles increase insulin receptor sensitivity so that glucose uptake increased 7-20 times. The conclusion of this study is that there is an effect of aerobic exercise on reducing blood glucose levels for Type 2 Diabetes patients. Keywords: Adult, Aerobic Exercise, Blood Glucose, Dancing, Diabetes Mellitus Abstrak. Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang disebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin (hormon pengatur glukosa). Menurut data Kemenkes, jumlah penderita Diabetes Mellitus meningkat dari 6,9% menjadi 8,5%. Salah satu pilar dalam tatalaksana Diabetes Mellitus adalah aktivitas fisik, termasuk senam aerobik yang berguna untuk mengendalikan kadar glukosa darah. Otot yang aktif bergerak akan meningkatkan metabolisme otot dan stimulasi pelepasan bradikinin sehingga sensitivitas reseptor insulin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi artikel tentang pengaruh senam aerobik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dewasa. Penelitian menggunakan studi scoping review untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi tulisan ilmiah melalui sumber data PubMed, ScienceDirect, ProQuest, Garuda dan Neliti yang memenuhi kriteria kelayakan menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist dan disajikan dalam diagram PRISMA. Dihasilkan 15.321 artikel dari empat sumber data diambil dari tahun 2012-2022, 6.383 artikel memenuhi kriteria inklusi dan 4 artikel memenuhi kriteria eksklusi dan kelayakan. Keempat artikel menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dewasa setelah melakukan senam aerobik, kegiatan senam aerobik secara teratur dapat menurunkan ataupun mengendalikan kadar glukosa darah Diabetes Mellitus Tipe 2, Hal ini dikarenakan otot yang aktif akan meningkatkan sensitifitas reseptor insulin sehingga ambilan glukosa meningkat 7 – 20 kali. Simpulan penelitian ini didapatkan adanya pengaruh senam aerobik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dewasa. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Glukosa darah, Senam Aerobik
Gambaran Karakteristik Pasien Sindrom Syok Dengue Anak di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Bekasi Tahun 2021-2022 Sarah Salsabila Irdianti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5866

Abstract

Sindrom syok dengue (SSD) merupakan salah satu bentuk g paling berbahaya dari demam berdarah dengue (DBD). Di Indonesia angka mortalitas SSD tertinggi adalah pada anak yaitu mencapai 10 – 20 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik lama demam, riwayat DBD berulang atau infeksi sekunder dengue, kadar trombosit dan kadar hematokrit dari pasien SSD anak. Subjek penelitian ini adalah pasien sindrom syok dengue anak di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Chasbullah Abdulmajid pada periode 2021 – 2022. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pengamatan potong lintang. Subjek merupakan rekam medis pasien SSD anak berusia 0 – 17 tahun yang ditentukan menggunakan total sampling berjumlah 87 buah. Penelitian ini dilaksanakan pada 30 November 2022 – 28 Desember 2022. Dari 87 pasien SSD anak , gambaran karakteristik yang ditemukan adalah sebagai berkut : mayoritas memiliki lama demam sebelum masuk rumah sakit ≥4 hari (70,1%) dengan mean±SD (hari) 4.7±1.5, tidak memiliki riwayat infeksi dengue sekunder (59,8%), kadar trombosit sebelum saat masuk rumah sakit > 50.000 (56.3%) dengan mean±SD (sel/mm3) 77,356.3±79,378.1, kadar hematokrit meningkat saat masuk rumah sakit (98,9%) dengan mean±SD 39.8±7.1. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa lama demam ≥4 hari dan hemokonsentrasi >20% baseline sesuai usia merupakan gambaran yang konstan ditemukan dalam SSD anak.
Pekerjaan, Anemia, dan ANC Berhubungan dengan Kejadian Persalinan Bayi Prematur di Puskesmas Cikalong Kabupaten Tasikmalaya Muhammad Andiva Billy Afriza; Hidayat Wijayanegara; Oky Haribudiman
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5872

Abstract

Abstract. Premature birth defined as a baby born too early between 20-<37 weeks gestation. Indonesia relatively has a high premature birth rate and is ranked 5th in the world with approximately 675,700 cases. Based on reports obtained from the Cikalong District Health Center, there was an increase of 50 cases that occurred from 2020 to 2021. This study aims to determine the factors associated with premature birth at the Cikalong Health Center, Tasikmalaya Regency. This research uses an observative analytical study design with a cross-sectional approach, conducted from January to October 2021. The total population in this study was 970 maternity mothers while the samples taken were 80 people, the sampling technique used was simple random sampling and data was taken through medical records. The analysis used univariate and bivariate with statistical tests using chi square. The results of the analysis using the Chi-Square test showed that there was a significant relationship between work (p-value = 0.005), anemia (p -value=0.001), and ANC (p-value=0.003). The results of this study indicate that work, anemia, and ANC are related to the incidence of premature birth at the Cikalong Health Center, Tasikmalaya Regency. Keywords: Anemia, Antenatal Care (ANC), Occupation, Premature labour Abstrak. Persalinan prematur menggambarkan bayi yang terlahir terlalu dini antara usia kehamilan 20-<37 minggu. Indonesia memiliki angka kelahiran prematur tinggi di dunia dan menduduki peringkat ke-5 dengan kelahiran prematur sekitar 675.700 kasus. Berdasarkan laporan yang didapatkan dari Puskesmas Kecamatan Cikalong terdapat peningkatan sebanyak 50 kasus yang terjadi dari tahun 2020 hingga tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan bayi prematur di Puskesmas Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan rancangan studi analitik observatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada bulan januari hingga oktober 2021. Jumlah seluruh populasi pada penelitian ini yaitu 970 ibu bersalin sedangkan sampel yang diambil sebanyak 80 orang, tekhnik sampling yantg digunakan yaitu simple random sampling dan data diambil melalui rekam medis. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistic menggunakan chi square. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara pekerjaan (p-value=0,005), anemia (p-value=0,001), dan ANC (p-value=0,003). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pekerjaan, anemia, dan ANC berhubungan dengan kejadian persalinan bayi prematur di Puskesmas Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. Kata kunci: Anemia, Antenatal Care (ANC), Pekerjaan, Persalinan prematur
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Kejadian Overweight Muhammad rizki maulana; Nuzirwan Acang; Mia Yasmina Andrarini
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Nutritional problems are one of the unresolved problems in Indonesia, one of which is excess nutrition which can cause overweight which is often found. Based on research on basic health data in 2013, there has been an increase in the prevalence of overweight since 2010 finding 1.4% until 2013 to 7.3%. Nutritional knowledge of a person or individual is an important factor in a person's nutritional status. This research is an analytic observational study with a cross sectional design method. The research sample was taken using a probability sampling technique with a simple random sampling type, amounting to 228 respondents and the respondents were selected using a lottery method so that there were 95 respondents. The research data was taken from primary data resulting from filling out the Google form which contained a General nutritional knowledge questionnaire with a total of 13 questions and data on height and weight that had been measured for first year students in a place, namely in the UNISBA Faculty of Medicine Building. The results obtained based on the data obtained using the chi-square test obtained a value of p = 0.075 (p> 0.05), which means there is no relationship between the level of knowledge about balanced nutrition and the incidence of overweight in UNISBA Medical Faculty students. In conclusion, there is no relationship between the level of knowledge of balanced nutrition and the incidence of overweight in FK UNISBA level one students. Keywords: Nutrition, Nutritional status, Overweight. Abstrak. Permasalahan gizi merupakan salah satu masalah yang belum selesai di Indonesia, salah satunya adalah kelebihan gizi yang dapat menimbulkan overweight yang banyak dijumpai. Berdasarkan riset data kesehatan dasar 2013, terjadi peningkatan pada prevalensi overweight sejak 2010 mendapati 1,4% hingga tahun 2013 menjadi sebesar 7,3%. Pengetahuan gizi pada seseorang atau individu merupakan salah satu faktor penting dalam status gizi seseorang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode desain cross sectional. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling yang berjumlah 228 responden dan dilakukan pemilihan responden menggunakan metode undian sehingga terdapat 95 responden. Data penelitian diambil dari data primer hasil dari pengisian google form yang berisikan General nutritional knowledge questionnaire dengan jumlah 13 pertanyaan dan data dari tinggi badan serta berat badan yang sudah diukur kepada mahasiswa tingkat satu di tempat, yaitu di Gedung Fakultas Kedokteran UNISBA. Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan data yang didapat dengan menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p= 0.075 (p>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang dengan kejadian overweight pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA. Simpulan, tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan gizi seimbang dan kejadian overweight pada mahasiswa FK UNISBA tingkat satu. Kata Kunci: Gizi, Overweight, Status gizi.