cover
Contact Name
Demita
Contact Email
hengki_tamando@yahoo.com
Phone
+6281360000791
Journal Mail Official
lebahpkm@isha.or.id
Editorial Address
Romeby Lestari Housing Complex Blok C Number C14, North Sumatra, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Articles 193 Documents
Konservasi Toga Untuk Mewujudkan Tindakan Preventif Diabetes Melitus Pada Masyarakat Di Barus Utara Kecamatan Barus Utara Kab. Tapanuli Tengah Dedi Mizwar Tarihoran
Lebah Vol. 17 No. 1 (2023): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v17i1.48

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan produk makanan selingan sehat berupa puding lidah buaya (Aloe vera) dengan penambahan susu kedelai hitam (Glycine max) sebagai alternatif bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe II. Penyakit DM tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah, sehingga diperlukan makanan yang rendah gula, tinggi serat, dan memiliki indeks glikemik rendah. Lidah buaya dikenal memiliki senyawa bioaktif seperti polisakarida dan antidioksidan yang berpotensi membantu mengatur kadar gula darah. Susu kedelai hitam kaya akan protein nabati, isoflavon, dan serat, sehingga dapat menunjang pengendalian glukosa darah dan meningkatkan nilai gizi puding. Metode penelitian ini meliputi tahap formulasi puding dengan berbagai konsentrasi susu kedelai hitam, pengujian organoleptik (rasa, aroma, tekstur, dan warna) menggunakan skala hedonik, serta analisis kandungan nutrisi (karbohidrat, protein, lemak, serat) dan kadar gula. Produk puding yang dihasilkan diuji untuk menilai tingkat penerimaan konsumen dan kesesuaian gizi bagi penderita DM tipe II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan susu kedelai hitam pada puding lidah buaya memberikan peningkatan cita rasa, aroma, dan tekstur, serta menghasilkan puding dengan kadar gula lebih rendah dan serat lebih tinggi dibandingkan puding konvensional. Tingkat penerimaan konsumen terhadap formulasi terbaik mencapai skor tinggi pada pengujian organoleptik, sehingga layak untuk dikonsumsi sebagai makanan selingan sehat. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa puding lidah buaya dengan susu kedelai hitam dapat menjadi alternatif makanan selingan yang sehat, rendah gula, dan tinggi serat untuk penderita DM tipe II. Produk ini diharapkan dapat membantu penderita DM dalam menjaga kadar gula darah, meningkatkan kepatuhan diet, serta menyediakan variasi makanan yang menyenangkan dan bernutrisi.
Puding Mengkudu Sebagai Alternatif Jajanan Bagi Penderita Diabetes Melitus Di Kelurahan Pancuran Bambu Kec.Sibolga Sambas Fridella Grace Natalia Tarigan; Herlina Herlina; Percaya Hia; Pesta Pesta
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i1.83

Abstract

Peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus (DM) di Indonesia menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satu tantangan yang dihadapi penderita DM adalah keterbatasan dalam memilih makanan atau jajanan yang aman dikonsumsi tanpa meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan inovasi pangan fungsional yang dapat menjadi alternatif jajanan sehat bagi penderita DM. Mengkudu (Morinda citrifolia) dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk sifat antidiabetik yang dapat membantu mengatur kadar gula darah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mengkudu mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar glukosa dalam darah. Oleh karena itu, mengembangkan puding berbahan dasar mengkudu sebagai jajanan fungsional menjadi relevan sebagai upaya mendukung kesehatan penderita DM. Sub-proposal ini bertujuan untuk merancang dan menguji puding mengkudu sebagai alternatif jajanan bagi penderita diabetes mellitus. Kegiatan yang direncanakan meliputi perancangan resep puding mengkudu yang rendah gula dan aman dikonsumsi, pengujian organoleptik untuk menilai penerimaan rasa, aroma, dan tekstur oleh target konsumen, serta analisis kandungan gizi dan efeknya terhadap kadar gula darah. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan pilihan jajanan yang sehat, praktis, dan menarik bagi penderita DM, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan fungsional untuk pengendalian penyakit kronis.
Laporan Penelitian Puding Lidah Buaya (Aloe Verra) Dengan Penambahan Susu Kedelai Hitam (Glycine Sojja) Sebagai Makanan Selingan Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Riko Nababan; Meiyati Meiyati; Siti Nurhalija; Vikry Yanti
Lebah Vol. 17 No. 1 (2023): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v17i1.215

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan produk makanan selingan sehat berupa puding lidah buaya (Aloe vera) dengan penambahan susu kedelai hitam (Glycine max) sebagai alternatif bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe II. Penyakit DM tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah, sehingga diperlukan makanan yang rendah gula, tinggi serat, dan memiliki indeks glikemik rendah. Lidah buaya dikenal memiliki senyawa bioaktif seperti polisakarida dan antidioksidan yang berpotensi membantu mengatur kadar gula darah. Susu kedelai hitam kaya akan protein nabati, isoflavon, dan serat, sehingga dapat menunjang pengendalian glukosa darah dan meningkatkan nilai gizi puding. Metode penelitian ini meliputi tahap formulasi puding dengan berbagai konsentrasi susu kedelai hitam, pengujian organoleptik (rasa, aroma, tekstur, dan warna) menggunakan skala hedonik, serta analisis kandungan nutrisi (karbohidrat, protein, lemak, serat) dan kadar gula. Produk puding yang dihasilkan diuji untuk menilai tingkat penerimaan konsumen dan kesesuaian gizi bagi penderita DM tipe II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan susu kedelai hitam pada puding lidah buaya memberikan peningkatan cita rasa, aroma, dan tekstur, serta menghasilkan puding dengan kadar gula lebih rendah dan serat lebih tinggi dibandingkan puding konvensional. Tingkat penerimaan konsumen terhadap formulasi terbaik mencapai skor tinggi pada pengujian organoleptik, sehingga layak untuk dikonsumsi sebagai makanan selingan sehat. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa puding lidah buaya dengan susu kedelai hitam dapat menjadi alternatif makanan selingan yang sehat, rendah gula, dan tinggi serat untuk penderita DM tipe II. Produk ini diharapkan dapat membantu penderita DM dalam menjaga kadar gula darah, meningkatkan kepatuhan diet, serta menyediakan variasi makanan yang menyenangkan dan bernutrisi.
Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat Edukasi Pengaruh Serbuk Daun Kelor Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Aek Parambunan Kota Sibolga Fridella Grace Natalia Tarigan; Meiyati Simatupang; Septi Septi; Marito Adelia
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i1.247

Abstract

Edukasi Pengaruh Serbuk Daun Kelor terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus   merupakan program yang dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus penyakit degeneratif, khususnya Diabetes Melitus (DM), akibat perubahan gaya hidup modern. Data IDF (2017) menunjukkan bahwa penderita diabetes di dunia mencapai 425 juta jiwa dan diprediksi terus meningkat. Di Indonesia sendiri, jutaan orang telah terdiagnosis DM, bahkan sebagian besar belum terdeteksi (Riskesdas, 2013).Diabetes melitus terjadi akibat kekurangan insulin atau resistensi insulin, sehingga menyebabkan hiperglikemia (Tandra, 2016). Daun kelor diketahui mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang berfungsi menghambat penyerapan glukosa di usus serta meningkatkan sekresi insulin, sehingga berpotensi menurunkan kadar gula darah (Kwon et al., 2007; Fiana et al., 2016). Penelitian sebelumnya juga membuktikan bahwa konsumsi teh daun kelor dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan (Ples & Ho, 2007). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengendalian kadar gula darah dengan pemanfaatan serbuk daun kelor, serta membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita DM. Strategi pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan serbuk daun kelor, penggunaan media edukasi (video animasi, buku panduan, dan media sosial), serta monitoring melalui pre-test dan post-test. Luaran program yang diharapkan antara lain terciptanya buku edukasi nutrisi, video animasi, artikel ilmiah, serta pemanfaatan serbuk daun kelor dalam diet sehat. Indikator keberhasilan meliputi peningkatan pengetahuan masyarakat, partisipasi minimal 30 peserta, penggunaan serbuk daun kelor oleh 50% peserta, penurunan kadar gula darah rata-rata 20 mg/dL, serta penyebaran informasi ke lebih dari 100 orang melalui media sosial. Dengan terlaksananya program ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kadar gula darah, serta memanfaatkan serbuk daun kelor sebagai alternatif alami untuk pencegahan dan pengendalian Diabetes Melitus
Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat Salacca Tea: Teh Celup Kulit Salak Untuk Cegah Diabetes Di Aek Manis Kota Sibolga Dedi Mizwar Tarihoran; Dewi MS Situmeang; Leoni Siregar; Hanna Putri
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i1.248

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat tubuh tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah cukup atau tidak dapat memanfaatkannya secara optimal. Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti gangguan ginjal, kebutaan, penyakit jantung, dan amputasi. Di Indonesia, prevalensi diabetes terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga upaya pencegahan dan penanganan sangat diperlukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan bahan alami sebagai obat herbal. Kulit buah salak yang selama ini dianggap limbah ternyata mengandung senyawa aktif seperti ferulic acid, proline, cinnamic acid derivatives, arginin, dan pterostilbene yang berperan dalam regenerasi sel, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu, kulit salak dapat diolah menjadi teh herbal yang bermanfaat sebagai terapi alternatif untuk penderita diabetes melitus. Pemanfaatan kulit salak sebagai teh tidak hanya memiliki potensi sebagai obat herbal yang aman dari efek samping kimia, tetapi juga membuka peluang pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomis. Dengan pengolahan yang sederhana dan pemanfaatan bahan lokal, teh kulit salak dapat dikonsumsi sebagai minuman sehat seharihari sekaligus menjadi inovasi dalam pemanfaatan sumber daya alam sekitar
Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular Di Pondok Batu Rt 02/ Rw 03, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah Siti Ratna Harefa; Leony Siregar; Dedi Mizwar Tarihoran; Jenni Susi Sihite
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i1.250

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian di dunia. PTM dapat diketahui dengan melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol darah, gula darah dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, kadar glukosa dalam darah, dan kadar asam urat. Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis, tanggal 25 September 2025. Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di Pondok Batu  RT 02/ RW 03, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 24 warga. Berdasarkan pemeriksaan PTM didapatkan hasil 41,67% warga mengalami hipertensi, 20,83% warga hiperkolesterolemia, 8,33% mengalami hiperglikemi, dan 8,33% mengalami hiperurisemia
Laporan Pengabdian Masyarakat Analisis Dampak Sosial Dan Ekonomi Pasca Bencana Alam Diwilayah Rawan Dikecamatan Tukka Tahun 2025 Riko Nababan; Rumiris Simatupang; Astri puspita; Hartina Panggabean
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.384

Abstract

Bencana alam merupakan peristiwa yang dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Wilayah rawan bencana di Kecamatan Tukka memiliki potensi risiko terhadap berbagai jenis bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Dampak pasca bencana tidak hanya berupa kerusakan fisik dan infrastruktur, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial masyarakat seperti terganggunya aktivitas pendidikan, perubahan struktur sosial, trauma psikologis, serta menurunnya interaksi sosial. Dari sisi ekonomi, bencana dapat menyebabkan hilangnya mata pencaharian, kerusakan lahan pertanian, menurunnya pendapatan rumah tangga, serta meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. Penelitian dengan judul “Analisis Dampak Sosial dan Ekonomi Pasca Bencana Alam di Wilayah Rawan di Kecamatan Tukka Tahun 2025” bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dampak sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat setelah terjadinya bencana, serta mengidentifikasi upaya pemulihan yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei analitik dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat terdampak di wilayah rawan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, masyarakat mengalami gangguan aktivitas pendidikan dan pekerjaan, munculnya rasa cemas dan ketidakpastian, serta menurunnya kualitas interaksi sosial dalam beberapa bulan pertama pasca bencana. Secara ekonomi, sebagian besar responden mengalami penurunan pendapatan akibat rusaknya tempat usaha, lahan pertanian, maupun sarana produksi. Namun demikian, adanya bantuan pemerintah, dukungan lembaga sosial, serta solidaritas masyarakat setempat berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan mitigasi dan program pemulihan pasca bencana yang lebih efektif, khususnya di Kecamatan Tukka. Selain itu, hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta ketahanan sosial ekonomi masyarakat di wilayah rawan bencana.
Edukasi Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas Di Sma N 1 Sibolga Sempakata Kahban; Astri Puspita Sari Laia; Leony Siregar
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.385

Abstract

Angka kejadian kecelakaan lalu lintas meningkat setiap tahunnya. Kematian akibat akibat kecelakaan lalu lintas meningkat terutama di negara – negara berkembang. Angka kecelakaan di Indonesia menduduki peringkat ke-8 di dunia dan urutan ke 3 untuk angka kematian akibat kecelakaan. Korban kecelakaan di Indonesia didominasi oleh kelompok usia produktif terutama pada pelajar dan mahasiswa. Pengabdian kepada masyarakat mengenai edukasi kecelakaan lalu lintas di SMA Negeri 1 Sibolga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang pentingnya keselamatan berkendara. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta penyampaian materi terkait penyebab, dampak, dan cara pencegahan kecelakaan lalu lintas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya keselamatan di jalan. Diharapkan melalui edukasi ini, siswa dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Sebagian besar pertolongan pertama pada korban kecelakaan dilakukan oleh masyarakat di tempat kejadian. Namun banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui cara menolong korban yang baik dan benar pada saat setelah kecelakaan terjadi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA N 1 Sibolga dalam pertolongan pertama korban kecelakaan. Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui edukasi pertolongan pertama korban kecelakaan dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) melalui google meeting. Sebanyak 25 orang siswa dilibatkan sebagai peserta. Pengetahuan peserta sebelum dan setelah mengikuti edukasi kesehatan diidentifikasi menggunakan pre-test dan post-test yang berisi 10 pertanyaan multiple choice melalui google form. Pengetahuan peserta dalam pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas disajikan dalam bentuk grafik. Rata – rata skor pre-test menunjukkan nilai 54,50 poin dan meningkat pada post – test sebesar 84,80 poin. Ini menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas di SMA N 1 Sibolga dapat meningkatkan pengetahuan peserta pada ranah kognitif. Disarankan untuk organisasi didalam sekolah maupun sekolah itu sendiri untuk dapat meningkatkan kerjasama dengan pihak puskesmas dalam simulasi pertolongan pertama kecelakaan sehingga siswa SMA memiliki kemampuan untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas
Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular Di Pondok Batu Rt 02/ Rw 03, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah Siti Ratna Harefa; Leony Siregar; Dedi Mizwar Tarihoran; Jenni Susi Sihite; Rizkyandi
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.390

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian di dunia. PTM dapat diketahui dengan melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol darah, gula darah dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, kadar glukosa dalam darah, dan kadar asam urat. Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis, tanggal 25 September 2025. Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di Pondok Batu  RT 02/ RW 03, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 24 warga. Berdasarkan pemeriksaan PTM didapatkan hasil 41,67% warga mengalami hipertensi, 20,83% warga hiperkolesterolemia, 8,33% mengalami hiperglikemi, dan 8,33% mengalami hiperurisemia
Pelatihan Pelaksanaan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3k) Anita M. Hutauruk; Tinawati Nainggolan; Resmelly Ernawaty Siburian; Hartina Panggabean
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i2.448

Abstract

Korban kecelakaan lalu lintas atau bahkan adanya bencana yang terjadi di masyarakat dapat berakibat fatal bila tidak mendapatkan pertolongan dengan segera dan tepat dari orang terdekat dengan korban. Warga masyarakat perlu dibekali ketrampilan untuk memberikan pertolongan pertama melalui balut dan bidai pada korban kecelakaan untuk meniminalkan dampak masalah kesehatan yang lebih serius. Penanganan korban kecelakaan dan bencana harus dilakukan cepat dan tepat sebelum petugas kesehatan datang memberikan pertolongan kepada korban. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melatih masyarakat sebagai orang terdekat dan pertama kali berhadapan dengan korban untuk mampu memberikan pertolongan pertama dengan baik dan benar. Hasil yang dicapai melalui kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan keyakinan (efikasi diri) dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan serta kemampuan dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.  Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan manajemen pelaksanan dalam pembinaan peserta pengurus agar lebih terarah dan menghasilkan prestasi bagi para pengurus mencapai tujuan Yayasan Pendidikan Islam Al-Maidah Pandan. Pelatihan ini diberikan secara offline untuk memahami tentang memanajemen penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan di lingkup Yayasan Hasanah Ar Rasyidiyah. Target luaran yang ingin dicapai adalah adanya peningkatan dalam pelatihan pengurus Yayasan Yayasan Pendidikan Islam Al-Maidah Pandan  ini mampu menghasilkan pemahaman yang komperhensif mengenai pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan pertama terhadap kasus kecelakaan