cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Pengaruh Job Crafting terhadap Work Engagement pada Dosen Resdika Januardi Aziz; Hendro Prakoso
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5329

Abstract

Abstract. Job crafting is a form of change made on one's own initiative as an effort to improve job resources. Through job crafting efforts, work engagement can increase so that it can produce good work performance. The aim of this study is to determined the influences of job crafting on lecturer’s work engagement. The research method used is the causality method with a total of 95 lecturers at the Islamic University of Bandung (UNISBA), Pasundan University (UNPAS), and the Indonesian University of Education (UPI). This study used a job crafting scale (JCS) measuring instrument from Tims, Bakker & Derks adapted by Sutisna et al., (2020) and a measuring instrument utrechts work engagement scale-17 (UWES-17) from Schaufeli & Bakker adapted by Sutisna et al., (2020). The results of the study found that 94.7% of lecturers had high job crafting and 98.9% of lecturers had high work engagement. The effect of job crafting on work engagement in this study was 50.4%. The results of multiple regression dimensions of increasing structural job resources and increasing social job resources have the highest significant influence on work engangement. Abstrak. Job crafting adalah bentuk perubahan yang dilakukan atas inisiatif sendiri sebagai upaya meningkatkan job resources. Melalui upaya job crafting, work engagement dapat meningkat sehingga dapat menghasilkan performance kerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh job crafting terhadap work engagement pada dosen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kausalitas dengan jumlah subjek 95 dosen di Universitas Islam Bandung (UNISBA), Universitas Pasundan (UNPAS), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Penelitian ini menggunakan alat ukur job crafting scale (JCS) dari Tims, Bakker & Derks yang diadaptasi oleh Sutisna et al., (2020) dan alat ukur utrechts work engagement scale-17 (UWES-17) dari Schaufeli & Bakker yang diadaptasi oleh Sutisna et al., (2020). Hasil penelitian ditemukan 94,7% dosen memiliki job crafting yang tinggi dan 98,9% dosen memiliki work engagement yang tinggi. Pengaruh job crafting terhadap work engagement pada penelitian ini sebesar 50,4%. Hasil multiple regression dimensi increasing structural job resources dan increasing social job resources memiliki pengaruh signifikan paling tinggi terhadap work engangement.
Pengaruh Pet Attachment terhadap Tingkat Stres pada Pemilik Hewan Peliharaan Kucing di Kota Bandung Citra Lalitya Optiarni; Farida Coralia
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5340

Abstract

Abstract. Stress can be experienced by anyone and occurs in everyday life, stress emphasizes experiences that occur when individuals perceive or evaluate the experience as a threat or potential danger and the resources they have are inadequate to overcome it. Individuals will look for ways or use the resources they have in an effort to reduce stress, one of which is keeping a pet or bonding with pets. Pet attachment or the attachment that pet owners have with their pets is how someone has an emotional connection with their pets based on the interactions they make, and pet owners get a sense of comfort and even psychological support. The purpose of this study was to see whether there was an effect of pet attachment on the stress level of cat pet owners in the city of Bandung. Respondents in this study amounted to 243 respondents and the data analysis used was simple linear regression analysis. The pet attachment variable was measured using the Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS) and stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS). The results of this study are found that pet attachment contributes to stress levels, when the pet attachment is strong, the stress level can decrease. The contribution of the pet attachment variable to the stress level is 6.4% and the regression coefficient value is -0.145. Abstrak. Stres dapat dialami oleh siapapun dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari, stres menekankan pada pengalaman yang terjadi ketika individu mempersepsikan atau mengevaluasi pengalaman tersebut sebagai suatu ancaman atau potensi bahaya dan sumber daya yang dimiliki tidak memadai untuk mengatasinya. Individu akan mencari cara atau menggunakan sumber daya yang dimiliki sebagai upaya untuk mengurangi stres, salah satu upaya nya yaitu memelihara hewan peliharaan atau keterikatan dengan hewan peliharaan. Pet attachment atau keterikatan yang dimiliki pemilik hewan peliharaan dengan hewan peliharaannya yaitu bagaimana seseorang memiliki hubungan emosional dengan hewan peliharaannya berdasarkan interaksi yang dilakukan, serta pemilik hewan peliharaan mendapatkan rasa kenyamanan dan bahkan dukungan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat pengaruh pet attachment terhadap tingkat stres yang dimiliki pemilik hewan peliharaan kucing di kota Bandung. Responden pada penelitian ini berjumlah 243 responden dan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Variabel pet attachment diukur dengan menggunakan alat ukur Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS) dan tingkat stres diukur dengan menggunakan alat ukur Perceived Stress Scale (PSS). Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan bahwa pet attachment memberikan kontribusi terhadap tingkat stres, ketika pet attachment kuat maka tingkat stres yang dimiliki dapat menurun. Besarnya kontribusi variabel pet attachment terhadap tingkat stres adalah sebesar 6,4% dan nilai koefisien regresi sebesar -0,145.
Pengaruh Autonomous Motivation terhadap Komitmen Organisasi pada Guru Honorer di Kabupaten Garut Wildah Sifa Alimiyah; Suhana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5343

Abstract

Abstract. The number of education in Indonesia every year has increased, the increasing number of education, it is also necessary to have the quality of competent teachers to produce quality students. However, the problem of teachers in Indonesia, especially honorary teachers, who sometimes receive less attention and appreciation, affects the organization's commitment. The purpose of this study is to determine the impact of Autonomous Motivation towards Organizational Commitment carried out on honorary teachers in garut district. Honorary teachers are teaching staff who have not obtained ASN (State Civil Apparatus) status. The research method used is the causality method with a total of 100 honorary teachers in garut district. This study used the Multidimensional Work Motivation Scale (MWMS) measuring instrument developed by Gagne et al (2015) and translated into Indonesian and moderated by Indiyastuti, and an organizational commitment measurement tool from Mowday, Steers and Porter which was modified and developed by Tri Ingarianti (2017). The findings of this study are that 43% of honorary teachers have a high level of Autonomous Motivation and 73% of honorary teachers have a high Organizational Commitment. The effect of the Autonomous Motivation variable on Organizational Commitment was 54.8%. Abstrak. Angka pendidikan di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, semakin meningkatnya angka pendidikan maka diperlukan juga kualitas guru yang kompeten untuk menghasilkan murid yang berkualitas. Namun, permasalahan guru di Indonesia terutama guru honorer yang terkadang mendapat perhatian dan apresiasi kurang layak sehingga berpengaruh terhadap komitmen organisasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perngaruh Autonomous Motivation terhadap Komitmen Organisasi yang dilakukan pada guru honorer di kabupaten garut. Guru honorer merupakan tenaga pengajar yang belum memperoleh status ASN (Aparatur Sipil Negara). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kausalitas dengan jumlah subjek sebanyak 100 orang guru honorer di kabupaten garut. Penelitian ini menggunakan alat ukur Skala The Multidimensional Work Motivation Scale (MWMS) yang dikembangkan oleh Gagne et al (2015) dan dialih bahasa kedalam bahasa Indonesia serta dimodfikasi oleh Indiyastuti, dan alat ukur komitmen organisasi dari Mowday, Steers dan Porter yang dimodifikasi dan dikembangkan oleh Tri Ingarianti (2017). Temuan dari penelitian ini yaitu 43% guru honorer memiliki tingkat Autonomous Motivation yang tinggi dan 73% guru honorer memiliki Komitmen Organisasi tinggi. Pengaruh variabel Autonomous Motivation terhadap Komitmen Organisasi sebesar 54,8%.
Hubungan Stress Parenting dengan Regulasi Emosi Ayah pada Masa Pandemi Covid-19 SALSA ALTASYA ANDINIE; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5347

Abstract

Abstract. To reduce the impact of the COVID-19 pandemic, the PSBB was implemented, which included a temporary school closure policy. Since the implementation of the home study system, parents have become stressed in parenting, which is called Stress Parenting. This can lead to violence against children. And this child abuse can be caused by a lack of Emotion Regulation ability in dealing with parenting stress during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to find out how closely the relationship between Stress Parenting and Father's Emotion Regulation was during the COVID-19 pandemic. This study has 112 respondents whose parents are male or fathers in the city of Bandung, West Java. This study uses the Parental Stress Scale (PSS) for Stress Parenting and the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) for Emotion Regulation. This research is a quantitative research with the Sperman Rank correlation method, with the value of the correlation coefficient obtained is 0.928 > 0.05. Where it can be concluded that there is no relationship between Stress Parenting and father's emotional regulation during the COVID-19 pandemic. Abstrak. Untuk mengurangi dampak pandemi COVID-19 diberlakukanlah PSBB yang didalamnya terdapat kebijakan penutupan sekolah sementara. Sejak diberlakukannya sistem belajar di rumah, membuat orang tua menjadi stres dalam mengasuh anak yang disebut Stress Parenting. Hal itu dapat menimbulkan kekerasan pada anak. Dan kekerasan pada anak tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan Regulasi Emosi dalam menangani stres pengasuhan selama pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara Stress Parenting dengan Regulasi Emosi Ayah pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini memiliki 112 responden orang tua laki-laki atau Ayah di kota Bandung Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Alat ukur Parental Stress Scale (PSS) untuk Stress Parenting dan alat ukur Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk Regulasi Emosi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi Rank Sperman, dengan nilai Koefisien Korelasi yang diperoleh sebesar 0,928 > 0,05. Dimana dapat disimpulkan Tidak terdapat hubungan antara Stress Parenting dengan regulasi emosi ayah pada masa pandemi COVID-19 ini.
Pengaruh Job Crafting terhadap Employee Well-being Widi Setiati Nugraha; Dewi Sartika; Rizka Hadian Permana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5356

Abstract

Abstract. In this digital era, the process of marketing a product is very fast and all-technology so that digital marketing is a division that is needed today, allowing employees to do job crafting. The number of employees working from digital marketing does not make employee welfare low. The purpose of this study was to determine whether there is an influence between job crafting and employee welfare. This research is a quantitative study with a population and sample, namely employees of the digital marketing division of PT Sebelas April Lian Mipro who opened 32 people. This study uses the job crafting scale and employee well being scale which have been adapted and tested for validity and reliability. The result of this study is that job crafting has a significant effect on employee welfare by 46.7%. The form that has the highest impact is an increase in challenging job demands followed by a decrease in hindering job demands, and an increase in structural work resources. (max. 250 words). Keywords: Job Crafting, Employee Well-Being, Digital Marketing. Abstrak. Di era digital seperti saat ini, proses pemasaran sebuah produk menjadi sangat cepat dan serba teknologi sehingga pemasaran digital menjadi divisi yang dibutuhkan saat ini sehingga memungkinkan karyawan melakukan job crafting. Banyaknya karyawan pekerjaan dari pemasaran digital tidak membuat rendahnya kesejahteraan karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara job crafting dengan kesejahteraan karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi dan sampel yaitu karyawan divisi digital marketing PT Sebelas April Lian Mipro yang membuka 32 orang. Penelitian ini menggunakan alat ukur job crafting scale dan employee well being scale yang telah diadaptasi dan diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa job crafting memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan karyawan sebesar 46,7%. Dengan bentuk yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah peningkatan tuntutan pekerjaan yang menantang dilanjut dengan penurunan tuntutan pekerjaan yang menghambat, dan peningkatan sumber daya pekerjaan struktural. (maks. 250 kata). Kata Kunci: Job Crafting, Employee Well-Being, Digital Marketing.
Pengaruh Anonimitas terhadap Perilaku Cyberbullying pada Remaja Akhir di Bandung Asri Nur Samsiah; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5362

Abstract

Abstract. Every year crime through social media has increased and currently what is happening is cyberbullying behavior due to anonymity factors that make perpetrators free to carry out their actions. The purpose of this study is to find out how anonymity affects cyberbullying behavior. This study was conducted on 100 late teenage social media users in Bandung. This research is a quantitative research with the techniques used, namely convenience sampling and simple linear regression analysis methods. The anonymity measuring tool uses a theory from Barlett & Gentille (2015) which has been adapted by Saefudin (2019) while cyberbullying uses a Measuring Tool from Willard (2007) called SAS (Student Assessment Survey) and has been adapted in a questionnaire called KISI by Febrianti (2014). The results showed a significance value of 0.000 with an R-square of 0.504 which means that 50.4% of anonymity affects cyberbullying. Abstrak. Setiap tahun kejahatan melalui media sosial mengalami peningkatan dan saat ini yang sedang marak terjadi adalah perilaku cyberbullying karena faktor anonimitas yang membuat pelaku bebas melakukan aksinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh anonimitas terhadap perilaku cyberbullying. Penelitian ini dilakukan pada 100 remaja akhir pengguna media sosial di Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik yang digunakan yaitu convenience sampling dan metode analisis regresi linear sederhana. Alat ukur anonimitas menggunakan teori dari Barlett & Gentille (2015) yang telah diadaptasi oleh Saefudin (2019) sedangkan cyberbullying menggunakan Alat Ukur dari Willard (2007) yang bernama SAS (Student Assesment Survey) dan telah diadaptasi dalam kuesioner yang bernama KISI oleh Febrianti (2014). Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 dengan R-square 0,504 yang artinya sebesar 50,4% anonimtas mempengaruhi cyberbullying.
Pengaruh Work Engagement terhadap Work-Family Enrichment pada Perawat Gigi Ranti Nurbayanti; Dinda Dwarawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5384

Abstract

Abstract. Work-Family Enrichment is defined as the extent to which the experience of one role is able to improve the quality of life of other roles (Greenhaus & Powel, 2006). Work engagement is a positive motivational affective state characterized by vigor, dedication, and absorption (Schaufeli et al., 2002), and is influenced by job demands and job resources (Schaufeli & Bakker, 2004). The purpose of this study was to determine the effect of Work Engagement on Work-Family Enrichment in dental nurses. With reference to Work-Family Enrichment theory from Greenhaus & Powell (2006) and Work Engagement theory from Schaufeli & Bakker (2002). This study used a causal quantitative research method with a sample of 71 dental nurses. The data analysis technique used multiple linear regression test. To measure Work Engagement using the Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) developed by Schaufelli & Bakker (2003). Meanwhile, to measure Work-Family Enrichment using a measurement scale from Carlson et al., (2006). The results of the study show that the Rsquare (R2) value is 0.344, meaning that Work Engagement can have a 34.4% effect on Work-Family Enrichment. With dimensions of vigor to WFE of 33.4% and dimensions of vigor to FWE of 28.4% as the dimensions that contribute the greatest influence. Abstrak. Work-Family Enrichment dimaknai sebagai sejauh mana pengalaman dari suatu peran mampu meningkatkan kualitas kehidupan peran lainnya (Greenhaus & Powel, 2006). Work engagement merupakan keadaan afektif motivasional positif yang ditandai dengan adanya vigor, dedication, dan absorption (Schaufeli et al., 2002), dan dipengaruhi oleh job demands dan job resources (Schaufeli & Bakker, 2004). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Work Engagement terhadap Work-Family Enrichment pada perawat gigi . Dengan mengacu pada teori Work-Family Enrichment dari Greenhaus & Powell (2006) dan teori Work Engagement dari Schaufeli & Bakker (2002). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif kausalitas dengan sampel sebanyak 71 orang perawat gigi. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Untuk mengukur Work Engagement menggunakan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) yang dikembangkan oleh Schaufelli & Bakker (2003). Sedangkan untuk mengukur Work-Family Enrichment menggunakan skala pengukuran dari Carlson et al., (2006). Hasil penelitian menunjukkan nilai Rsquare (R2) sebesar 0.344, artinya Work Engagement dapat memberikan pengaruh sebesar 34,4% terhadap Work-Family Enrichment. Dengan dimensi vigor terhadap WFE sebesar 33,4% dan dimensi vigor terhadap FWE sebesar 28,4% sebagai dimensi yang memberikan sumbangan pengaruh terbesar.
Pengaruh Konsep Diri terhadap Resiliensi pada Remaja Korban Cyberbullying Frisca Desi Arisandi; Endah Nawangsih
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5389

Abstract

Abstract. Many news articles have been concerned with the social phenomenon of cyberbullying in this digital era, especially among teenagers. Teenagers in an unstable phase, wanting to do new things, often become perpetrators and victims of cyberbullying. Cyberbullying can harm victims and often leads to death. Therefore, resilience is required to protect victims who experience cyberbullying. Various factors influence individual resilience, one of which is self-concept. This study aims to determine the influence of self-concept on resilience in teenage victims of cyberbullying. The respondents were 305 people from various regions in Indonesia, and the respondent data was obtained using Convience Sampling. Self-concept was measured using Fitts’s Tennessee Self-Concept Scale (TSCS), modified by Zannatunissa BR. Batubara (2020) and resilience were measured using Connor and Davidson’s Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), modified by Destalya Anggrainy (2013). The results found a significant value of 0.000 < 0.05, a correlation of 0.545, and a contributory value of 76,6%. Based on the results, the self-concept level of teenage victims of cyberbullying was in the medium category. In this study, there was a significant influence of Self-Concept on Resilience.Keywords: Self-Concept, Resilience, Teenagers, Cyberbullying.Abstrak. Berdasarkan fenomena, artikel, dan juga media sosial, perilaku cyberbullying banyak terjadi pada era digital ini terutama pada remaja. Remaja yang sedang dalam fase labil, ingin melakukan hal baru pun tidak jarang menjadi pelaku dan korban dari tindak cyberbullying. Fenomena cyberbullying memberikan dampak buruk pada korbannya dan tidak jarang berujung pada kematian. Oleh sebab itu, diperlukan resiliensi yang berperan sebagai pelindung untuk korban yang mengalami cyberbullying. Terdapat berbagai faktor yang berpengaruh pada resiliensi individu salah satunya adalah konsep diri. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh konsep diri terhadap resiliensi pada remaja korban cyberbullying. Responden dalam penelitian ini berjumlah 305 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Data responden diperoleh menggunakan Convience Sampling. Konsep diri diukur dengan alat ukur Tennessee Self Concept Scale (TSCS) milik Fitts yang dimodifikasi oleh Zannatunissa BR. Batubara (2020). Resiliensi diukur dengan alat ukur The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) milik Connor dan Davidson yang dimodifikasi oleh Destalya Anggrainy (2013). Hasil nilai signifikansi dalam penelitian sebesar 0.000 < 0.05. Untuk nilai korelasi sebesar 0.545 dengan nilai kontribusi sebesar 76,6%. Berdasarkan hasil penelitian tingkat konsep diri remaja korban cyberbullying ini tergolong dalam kategori sedang. Dalam penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan antara Konsep Diri terhadap Resiliensi. Kata Kunci: Konsep Diri, Resiliensi, Remaja, Cyberbullying.
Pengaruh Social Support Pembina Asrama terhadap Career Decision Making Remaja Santri Islamic Boarding School X Cianjur Tasa Tasmiatun Nisa; Dewi Sartika; Rizka Hadian Permana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5408

Abstract

Abstract. The existence of career decision-making in individuals is influenced by resources in the environment. These resources can be in the form of social support from the surrounding environment. Although making career decisions may involve support from the environment, basically, individuals are expected to choose a career through personal considerations that have been adapted to knowledge about themselves based on information from the environment. This study aims to determine how the influence of Social Support on Career Decision Making on adolescent students at Islamic Boarding School X Cianjur. This study uses a quantitative approach with the method of causality. Using non-probability sampling with a purposive sampling technique, 90 (59.2%) male students and 62 (40.8%) female students participated in this study. The measuring instrument used in this study uses a social support scale based on aspects of Sarafino's theory (1994) constructed by Pujiantip (2022) and a career decision-making scale using a measuring instrument constructed by Fauziah (2020) referring to Krumboltz theory. Data processing uses multiple regression analysis techniques, with the results showing that Social Support has an effect of 56.1% on Career Decision Making. Meanwhile, based on its aspects, emotional support, appreciation, instrumental and social networks have an influence on career decision-making in Santri youth, while the information aspect has no effect. Abstrak. Adanya pembuatan keputusan karir pada individu dipengaruhi oleh sumberdaya di lingkungan. Sumberdaya tersebut dapat berupa dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Walaupun dalam mengambil keputusan karir dapat melibatkan dukungan dari lingkungan, pada dasarnya, individu diharapkan dapat memilih karir melalui pertimbangan pribadi yang sudah disesuaikan dengan pengetahuan tentang diri berdasarkan informasi dari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Social Support terhadap Career Decision Making pada remaja santri di Islamic Boarding School X Cianjur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausalitas. Menggunakan sampling non-probability dengan teknik purposive sampling, didapatkan 90 orang (59,2%) santri putra dan 62 orang (40,8%) santri putri berpartisipasi dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala social support berdasarkan aspek-aspek dari teori Sarafino (1994) yang di konstruksikan oleh Pujiantip (2022) dan skala career decision making menggunakan alat ukur yang di konstruksikan oleh Fauziah (2020) mengacu pada teori Krumboltz. Pengolahan data menggunakan teknik analisis regresi berganda, dengan hasil menunjukan bahwa Social Support berpengaruh sebesar 56,1% terhadap Career Decision Making. Sedangkan berdasarkan aspek-aspeknya, dukungan emosional, penghargaan, intrumental dan jejaring sosial memiliki pengaruh terhadap pembuatan keputusan karir pada remaja santri, sedangkan aspek informasi tidak berpengaruh. Kata Kunci : Career Decision Making, Pembina Asrama, Remaja Santri Aliyyah, Pondok Pesantren, Social Support
Pengaruh Self Determination terhadap Work Engagement pada Mahasiswa ITS yang Mengikuti Magang Putri Allya Syafira; Muhammad Ilmi Hatta
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5426

Abstract

Abstract. The Minister of Education and Culture (Kemendikbud) held an internship program called MBKM Kampus Merdeka: Program Magang Kampus Merdeka. The purpose of this program is to seek and increase knowledge in any various companies while improving soft skills. This must be accompanied by motivation from individuals so they can try to work harder and want to involved with their works. So therefore, an internship students must have a high self determination and work engagement. The author took an 87 sample from ITS Student who took an internship by Program Magang Kampus Merdeka. Author using The Convenience Sampling as the sampling technique. The measurement tools for Self Determination using the Basic Need Satisfaction at Work developed by Deci, et.al (2001) which has been adapted into Bahasa Indonesia by Rhadiatullah (2016). The measurement tools for Work Engagement using the Utrecht Work Engagement Scale-17 (UWES-17) developed by Schaufeli & Bakker (2004) which has been adapted into Bahasa Indonesia by Risma, et al (2021). The final results using the Simple Linear Regression Test shows the score is 0,004, which mean the value is less than 0,05. The conclusion for this research is that the Self Determination has an influence on Work Engagement. Abstrak. Kemendikbud mengadakan program magang yang Bernama MBKM Kampus Merdeka: Program Magang Kampus Merdeka. Tujuannya adalah untuk mencari dan meningkatkan pengetahuan di berbagai perusahaan, selain itu juga untuk meningkatkan soft skill. Hal ini harus dibarengi dengan motivasi dari individu sehingga mereka bisa bekerja lebih giat dan dapat terlibat dengan pekerjaannya. Maka dari itu, mahasiswa magang harus memiliki self determination dan work engagement. Peneliti mengambil 87 sampel dari Mahasiswa ITS yang mengikuti Program Magang Kampus Merdeka. Peneliti menggunakan Teknik Convenience Sampling. Alat ukur yang digunakan untuk Self Determination adalah Basic Needs Satisfaction at Work yang dikembangkan oleh Deci, et al (2001) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Rhadiatullah (2016). Alat ukur yang digunakan untuk Work Engagement adalah Utrecht Work Engagement Scale-17yang dikembangkan oleh Schaufeli & Bakker (2004) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Risma, et al (2021). Hasilnya dengan menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana menunjukkan hasil 0,004, yang artinya nilai tersebut lebih kecil dari 0,05. Kesimpulannya adalah Self Determination memiliki pengaruh terhadap Work Engagement.