cover
Contact Name
Edisah Putra
Contact Email
edisahputra@umsu.ac.id
Phone
+6285158011646
Journal Mail Official
bursa@risetilmiah.ac.id
Editorial Address
Jl. Karya Jaya Perum Taman Karya Jaya Indah Blok C.15 Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : -     EISSN : 28296397     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis is a publication media that contains the results of research in the field of Economics and Business which includes studies of Economics, Accounting, Management, Finance, and Business. Manuscripts published in the BURSA Jurnal Ekonomi dan Bisnis include the results of scientific research, original articles, and new scientific reviews.
Articles 95 Documents
Pengaruh Literasi Keuangan dan Pengalaman Keuangan terhadap Kesejahteraan Keuangan Melalui Self Control Qahfi Romula Siregar; Dedek Kurniawan Gultom; Jumeida Simatupang
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i1.1193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung Literasi Keuangan dan Pengalaman Keuangan terhadap Kesejahteraan Keuangan melalui Self Control pada Masyarakat di Kota Medan Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan quota sampling 100 responden Masyarakat di Kota Medan Penelitian ini menggunakan angket sebagai teknik pengumpulan data. Untuk menguji ketujuh hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Literasi Keuangan secara langsung mempengaruhi Kesejahteraan Keuangan. Pengalaman Keuangan mempengaruhi Kesejahteraan Keuangan. Literasi Keuangan mempengaruhi Self Control. Pengalaman Keuangan mempengaruhi Self Control. Self Control mempengaruhi Kesejahteraan Keuangan. Dan secara tidak langsung Literasi Keuangan mempengaruhi Kesejahteraan Keuangan Melaui Self Control. Pengalaman Keuangan mempengaruhi Kesejahteraan Keuangan Melaui Self Control pada Masyarakat di Kota Medan This study aims to examine the direct and indirect influence of Financial Literacy and Financial Experience on Financial Welfare through Self Control in the Community in Medan City. The sample in this study was calculated using a quota sampling of 100 community respondents in Medan City This study used a questionnaire as a data collection technique. To test the seven hypotheses in this study, data analysis techniques were used with the help of SmartPLS software. The results of this study state that Financial Literacy directly affects Financial Welfare. Financial Experiences Affect Financial Well-Being. Financial Literacy affects Self Control. Financial Experience affects Self Control. Self Control affects Financial Well-Being. And indirectly Financial Literacy affects Financial Welfare through Self Control. Financial Experience Affects Financial Welfare Through Self Control in the Community in Medan City
Pengaruh Electronic Word Of Mouth dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Melalui Kepuasan Pelanggan Tiktok Shop Dedek Kurniawan Gultom; Qahfi Romula Siregar
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i1.1194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung Electronic Word Of Mouth dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian melalui Kepuasan Pelanggan pada Masyarakat Kota Medan Pengguna Aplikasi Tiktok ShopPenelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan quota sampling 100 responden Masyarakat di Kota Medan Penelitian ini menggunakan angket sebagai teknik pengumpulan data. Untuk menguji ketujuh hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Electronic Word Of Mouth secara langsung mempengaruhi Keputusan Pembelian. Kualitas Produk mempengaruhi Keputusan Pembelian. Electronic Word Of Mouth mempengaruhi Kepuasan Pelanggan. Kualitas Produk mempengaruhi Kepuasan Pelanggan. Kepuasan Pelanggan mempengaruhi Keputusan Pembelian. Dan secara tidak langsung Electronic Word Of Mouth mempengaruhi Keputusan Pembelian Melaui Kepuasan Pelanggan. Kualitas Produk mempengaruhi Keputusan Pembelian Melaui Kepuasan Pelanggan pada Masyarakat Kota Medan Pengguna Aplikasi Tiktok Shop This study aims to examine the direct and indirect influence of Electronic Word Of Mouth and Product Quality on Purchase Decisions through Customer Satisfaction in the Medan City Community Users of the Tiktok Shop ApplicationThis research is a type of quantitative research. The sample in this study was calculated using a quota sampling of 100 community respondents in Medan City This study used a questionnaire as a data collection technique. To test the seven hypotheses in this study, data analysis techniques were used with the help of SmartPLS software. The results of this study state that Electronic Word Of Mouth directly affects Purchase Decisions. Product Quality influences Purchase Decisions. Electronic Word Of Mouth affects Customer Satisfaction. Product Quality affects Customer Satisfaction. Customer Satisfaction influences Purchase Decisions. And indirectly Electronic Word Of Mouth influences Purchase Decisions Through Customer Satisfaction. Product Quality Affects Purchase Decisions Through Customer Satisfaction in the Medan City Community Tiktok Shop Application Users
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Disiplin Kerja Dan Kompensasi Finansial Terhadap Kinerja Karyawan Muhammad Basri; Dody Salden Chandra
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i1.1399

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, pengaruh kompensasi finansial terhadap kinerja karyawan dan pengaruh gaya kepemimpinan, disiplin kerja, dan kompensasi finansial terhadap kinerja karyawan PT. PLN (Persero) UP3 Medan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan asosiatif. Target populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. PLN (Persero) UP3 Medan sebanyak 120 orang dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 55 orang dengan menggunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Regresi Linear Berganda, Uji Asumsi Klasik, Uji t dan Uji F, dan Koefisien Determinasi. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan program software SPSS (versi 24.00). Secara parsial gaya kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara parsial disiplin kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara parsial kompensasi finansial memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan gaya kepemimpinan, disiplin kerja, dan kompensasi finansial memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. PLN (Persero) UP3 Medan The purpose of this study is to determine and analyze the influence of leadership style on employee performance, the influence of work discipline on employee performance, the influence of financial compensation on employee performance, the influence of leadership style, work discipline, and financial compensation on employee performance at PT. PLN (Persero) UP3 Medan. The approach used in this study is the associative approach. The target population in this study is all employees of PT. PLN (Persero) UP3 Medan totaling 120 people, and the sample used in this study is 55 people using the Slovin formula. The data collection technique in this study uses questionnaires. The data analysis technique in this study uses Multiple Linear Regression, Classic Assumption Test, t-test, and F-test, and Coefficient of Determination. Data processing in this study uses SPSS software (version 24.00). Partially, leadership style has a significant influence on employee performance. Partially, work discipline has a significant influence on employee performance. Partially, financial compensation has a significant influence on employee performance. Simultaneously, leadership style, work discipline, and financial compensation have a significant influence on employee performance at PT. PLN (Persero) UP3 Medan.
Strategi Perencanaan Tenaga Kerja Berbasis Kompetensi untuk Meningkatkan Daya Saing pada UMKM Alpha Beta Amirrul Salam; Amelia Kristina; Aldi Hidayat; Dian Fitri Yani; TB. Hamim Riski; Resya Dwi Marselina
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i1.1823

Abstract

Perencanaan tenaga kerja berbasis kompetensi berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan perencanaan tenaga kerja berbasis kompetensi di UMKM Alpha Beta, Bandung, serta mengidentifikasi kendala dalam rekrutmen dan penempatan karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap pengelola usaha. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen masih berfokus pada seleksi administratif tanpa standar kompetensi dan uji kemampuan yang terstruktur, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara kompetensi karyawan dan kebutuhan pekerjaan yang berdampak pada rendahnya efektivitas penempatan serta produktivitas kerja. Penelitian merekomendasikan penerapan analisis kebutuhan tenaga kerja, pemetaan kompetensi, dan rekrutmen berbasis kompetensi sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia dan daya saing UMKM.   Competency-based workforce planning plays an important role in improving the effectiveness of human resource management in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This study aims to analyze the implementation of competency-based workforce planning at Alpha Beta MSME in Bandung and identify challenges in employee recruitment and placement. A descriptive qualitative approach was employed using in-depth interviews with business managers. Data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and triangulation to ensure the credibility of the findings. The results indicate that the recruitment process relies primarily on administrative screening without structured competency standards or skills assessments, resulting in a mismatch between employee competencies and job requirements. This condition reduces the effectiveness of employee placement and overall productivity. The study recommends implementing workforce needs analysis, competency mapping, and competency-based recruitment to improve human resource management practices and enhance the competitiveness of MSMEs.
Pemetaan Penelitian Kompetensi Digital dalam Sistem Informasi Akuntansi Sektor Publik : Analisis Bibliometrik Tahun 2016–2026 Nabila Az Zahra Putri Iskandar; Siti Suriani; Eka Nurmala Sari
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i2.2128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan penelitian kompetensi digital aparatur dalam Sistem Informasi Akuntansi Sektor Publik (SIASP) melalui pendekatan analisis bibliometrik. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti protokol PRISMA 2020, dengan menganalisis 237 artikel terpilih dari 996 rekaman yang diperoleh melalui Google Scholar menggunakan perangkat Publish or Perish, mencakup publikasi tahun 2016 hingga 2026, dan divisualisasikan menggunakan VOSviewer. Penelitian ini berkontribusi sebagai kajian bibliometrik pertama yang secara eksplisit memetakan persimpangan antara kompetensi digital ASN, SIASP, dan AI literacy dalam konteks pemerintahan Indonesia. Hasil penelitian mengidentifikasi lima kluster tematik utama, yaitu: transformasi digital dan layanan publik, kompetensi dan kinerja ASN, tinjauan literatur transformasi digital, peran organisasional, serta strategi dan penguatan kapasitas. Kluster kompetensi ASN merupakan yang paling dominan, dengan analisis overlay mengkonfirmasi pergeseran temporal dari kajian makro transformasi digital organisasi menuju kajian mikro kompetensi individual aparatur. Celah penelitian yang signifikan teridentifikasi berupa ketidakhadiran tema AI literacy, prompt engineering, dan evaluasi kritis keluaran AI dalam peta bibliometrik, sementara tren publikasi menunjukkan pertumbuhan dari 2 dokumen pada tahun 2017 menjadi 385 dokumen pada tahun 2025. Penelitian ini menyediakan basis empiris bagi Badan Kepegawaian Negara (BKN), Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Kementerian Keuangan dalam mengembangkan kurikulum kompetensi digital ASN yang responsif terhadap tuntutan era artificial intelligence, khususnya melalui integrasi modul AI literacy dan evaluasi kritis sebagai komponen wajib pelatihan digital aparatur. This study aims to map the development of research on civil servants' digital competency in Public Sector Accounting Information Systems (PSAIS) through a bibliometric analysis approach. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) method following PRISMA 2020 guidelines, analyzing 237 selected articles from 996 records retrieved via Google Scholar through Publish or Perish, covering publications from 2016 to 2026, and visualized using VOSviewer. This study contributes as the first bibliometric analysis to explicitly map the intersection of civil servants' digital competency, PSAIS, and AI literacy within the context of Indonesian governance. The results identified five thematic clusters: digital transformation and public service, ASN competency and performance, digital transformation literature review, organizational role, and strategy and capacity building. The ASN competency cluster is the most dominant, with overlay analysis confirming a temporal shift from macro-level organizational studies toward micro-level individual competency research. A significant research gap was identified through the complete absence of AI literacy, prompt engineering, and critical evaluation of AI outputs from the bibliometric map, while publication trends show growth from 2 documents in 2017 to 385 in 2025. This study provides an evidence base for the National Civil Service Agency (BKN), the National Institute of Public Administration (LAN), and the Ministry of Finance to develop digital competency curricula for civil servants that are responsive to the demands of the artificial intelligence era, particularly through the integration of AI literacy modules and critical evaluation skills as mandatory components of civil servant digital training programs.
Penerapan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Nomor 35 (ISAK 35) pada Entitas Nonlaba di Indonesia: Kajian Literatur Sistematis dan Implikasi bagi Akuntabilitas Partai Politik Salmiah Hasibuan; Ria Mega Lestari; Eka Nurmala Sari
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i1.2132

Abstract

Partai politik sebagai entitas berorientasi nonlaba memiliki posisi unik dalam diskursus akuntansi: tunduk pada regulasi keuangan negara karena menerima dana APBN/APBD, namun beroperasi dengan kapasitas akuntansi yang umumnya terbatas. Penelitian ini bertujuan mensintesis perkembangan dan tantangan penerapan ISAK 35 pada entitas nonlaba Indonesia serta merumuskan implikasinya bagi akuntabilitas keuangan partai politik. Pendekatan kualitatif dengan kajian literatur berbantuan bibliometrik VOSviewer (410 makalah, h-index 34) dan analisis data laporan keuangan partai yang tersedia publik digunakan. Penelitian mengidentifikasi tiga fase perkembangan ISAK 35 (2020–2025) dengan tiga tantangan persisten: defisit kompetensi SDM, ketiadaan SOP kelembagaan, dan absennya sanksi regulatif. Hanya tiga dari sepuluh partai pemenang kursi DPR RI (30%) mempublikasikan dokumen keuangan daring, tidak satu pun dalam format lima komponen ISAK 35. DPP PKS mempertanggungjawabkan Rp 57,47 miliar dana Banpol (2020–2024) namun belum memenuhi standar ISAK 35; DPW PKS Jawa Barat menjadi outlier positif. Dibutuhkan panduan teknis IAI khusus partai, penguatan sanksi regulatif, dan peningkatan kapasitas SDM akuntansi keuangan partai.   Political parties, as non-profit-oriented entities, occupy a unique accounting position: subject to state financial regulations due to APBN/APBD funding, yet operating with generally limited accounting capacity. This study aims to synthesize ISAK 35 implementation developments and challenges among Indonesian non-profit entities and to formulate implications for political party financial accountability. A qualitative literature review reinforced by VOSviewer bibliometric analysis (410 papers, h-index 34) and analysis of publicly available party financial reports was employed. Three phases of ISAK 35 development (2020–2025) were identified alongside three persistent barriers: human resource competency deficits, absence of institutional SOPs, and lack of regulatory sanctions. Only three of ten DPR RI-winning parties (30%) publish financial documents online, none in the five-component ISAK 35 format. DPP PKS accounted for Rp 57.47 billion in Banpol funds (2020–2024) without meeting ISAK 35 standards; DPW PKS West Java emerged as a positive outlier. IAI-specific technical guidelines, regulatory enforcement, and accounting capacity development are urgently required.
Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM): Studi Kasus pada Kedai Mie Jebew X Seblak Prasmanan 22 Kota Kediri Novita Dwi Damayanti; Intifada Sekar Kausar
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i2.2158

Abstract

Kajian ini berfokus pada penyusunan laporan keuangan yang mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada Kedai Mie Jebew X Seblak Prasmanan 22 Kota Kediri. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa pencatatan keuangan masih dilakukan secara sederhana dan belum menyajikan informasi mengenai aset, liabilitas, pendapatan, beban dan laba usaha secara sistematis. Berdasarkan data yang diperoleh, penelitian ini berhasil melakukan penyusunan terkait laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM. Studi ini memberikan kontribusi berupa penyusunan model laporan keuangan berbasis SAK EMKM yang dapat menjadi acuan bagi UMKM yang belum memiliki laporan keuangan sesuai standar.  Penerapan SAK EMKM dalam pelaporan keuangan diharapkan mampu memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih baik untuk keberlanjutan bisnis ke depan.   This study focuses on the preparation of financial statements in accordance with the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM) at Kedai Mie Jebew X Seblak Prasmanan 22, Kediri City. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through interviews and documentation. The findings indicate that the business maintains only simple financial records, which do not systematically present information on assets, liabilities, revenues, expenses, and business profit. Based on the collected data, this study successfully prepared financial statements comprising the statement of financial position, income statement, and notes to the financial statements in compliance with SAK EMKM. The study contributes by providing a SAK EMKM-based financial reporting model that can serve as a practical reference for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) that have not yet implemented standardized financial reporting. The implementation of SAK EMKM is expected to strengthen financial management practices, enhance transparency and accountability, and support more effective decision-making to ensure long-term business sustainability.
Moderasi Generative AI: Efisiensi Biaya Operasional Bank BUMN di Indonesia Arini Arini
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i2.2161

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji dampak Intellectual Capital, Ukuran Perusahaan (Firm Size), dan Diversifikasi Pendapatan terhadap Efisiensi Operasional (BOPO) dengan Pengungkapan Generative AI sebagai variabel moderasi. Berlandaskan kerangka Resource-Based View (RBV), penelitian ini membedah kapabilitas adaptasi teknologi kecerdasan buatan dalam mengeksploitasi sumber daya internal demi menekan biaya. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian indeks Pengungkapan Generative AI sebagai faktor kontingensi untuk menjembatani inkonsistensi riset terdahulu dan menguji anomali biaya pada perbankan. Objek penelitian menggunakan metode sampling jenuh pada 4 emiten Bank BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025 dengan teknik analisis Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara mandiri, hanya Ukuran Perusahaan yang terbukti signifikan meningkatkan efisiensi operasional (menurunkan BOPO) melalui mekanisme ekonomi skala. Sebaliknya, Intellectual Capital dan Diversifikasi Pendapatan tidak berpengaruh nyata terhadap penghematan biaya usaha. Dalam uji interaksi, Pengungkapan Generative AI secara unik hanya mampu memoderasi pengaruh Diversifikasi Pendapatan terhadap BOPO, namun gagal memoderasi dua variabel lainnya. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengonfirmasi keberadaan productivity paradox dan hambatan investasi awal (early adoption lag) pada bank BUMN, di mana pengungkapan informasi AI masih cenderung bersifat simbolis (symbolic disclosure). Secara praktis, riset ini menjadi basis evaluasi bagi OJK dalam merumuskan regulasi transparansi pelaporan teknologi digital.   This study aims to examine the impact of Intellectual Capital, Firm Size, and Revenue Diversification on Operational Efficiency (BOPO), with Generative AI Disclosure serving as a moderating variable. Grounded in the Resource-Based View (RBV) framework, the study analyzes the capability to adapt artificial intelligence technology to leverage internal resources for cost reduction. The study’s novelty lies in integrating a Generative AI Disclosure index as a contingency factor to reconcile inconsistencies in prior research and examine cost anomalies within the banking sector. A saturated sampling method was employed, focusing on four state-owned (BUMN) banks listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021–2025 period, with analysis conducted using Moderated Regression Analysis (MRA). The results indicate that, in isolation, only Firm Size significantly improves operational efficiency (lowering BOPO) through economies of scale. Conversely, Intellectual Capital and Revenue Diversification do not exert a significant influence on operational cost savings. Interaction tests reveal that Generative AI Disclosure uniquely moderates the effect of Revenue Diversification on BOPO but fails to moderate the other two variables. These findings offer a theoretical contribution by confirming the existence of a productivity paradox and an early adoption lag among state-owned banks, where AI-related information disclosure tends to be merely symbolic. From a practical standpoint, this research provides a basis for the Financial Services Authority (OJK) to evaluate and formulate regulations regarding transparency in digital technology reporting.  
Tata Kelola Digital, Pengendalian Internal, Dan Pencegahan Kecurangan: Tinjauan Literatur Sistematis Dari Perspektif Fraud Triangle Dan Etika Bisnis Syaiful Siliganda; Wilson Rajagukguk
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i3.2149

Abstract

Penelitian ini mensintesis peran tata kelola digital, pengendalian dan audit internal, mekanisme pelaporan-deteksi, teori kecurangan, serta etika dalam pencegahan kecurangan. Systematic literature review dilakukan berdasarkan PRISMA 2020 menggunakan Publish or Perish dan Google Scholar. Dari 1.200 rekaman, sebanyak 454 studi menjalani penilaian kualitas, 451 memenuhi kriteria sintesis, dan 439 menyediakan temuan yang dapat dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa pengendalian internal menjadi fondasi operasional, audit internal memperkuat assurance dan pengelolaan risiko, sedangkan whistleblowing efektif ketika disertai perlindungan pelapor dan investigasi yang kredibel. Teknologi dan AI memperkuat pemantauan serta deteksi, tetapi bergantung pada kualitas data, kompetensi, dan kematangan pengendalian. Etika dan budaya berfungsi sebagai pengondisi efektivitas mekanisme formal, sementara Fraud Triangle tetap relevan namun belum memadai untuk menjelaskan kolusi, kapabilitas, ego, impulsivitas, dan konteks kelembagaan. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan Integrated Anti-Fraud Governance Architecture yang mengintegrasikan governance-accountability, control-assurance-risk, detection-reporting-response, technology-data, dan behavioral-ethical foundation. Kerangka ini menegaskan bahwa pencegahan kecurangan merupakan sistem terintegrasi yang efektivitasnya bergantung pada keterhubungan antarlapisan, umpan balik, dan pembelajaran organisasi.   This study synthesizes the roles of digital governance, internal control and internal audit, reporting and detection mechanisms, fraud theories, and ethics in fraud prevention. A systematic literature review was conducted following PRISMA 2020 using Publish or Perish and Google Scholar. Of 1,200 records identified, 454 studies underwent quality appraisal, 451 met the synthesis criteria, and 439 provided usable findings. The results show that internal control serves as the operational foundation of fraud prevention, internal audit strengthens assurance and risk management, and whistleblowing is effective when supported by reporter protection and credible investigation. Digital technologies and AI enhance monitoring and detection but remain dependent on data quality, organizational competence, and control maturity. Ethics and organizational culture condition the effectiveness of formal mechanisms, while the Fraud Triangle remains relevant but insufficient to explain collusion, capability, ego, impulsivity, and institutional context. The novelty of this study lies in developing an Integrated Anti-Fraud Governance Architecture that integrates governance-accountability, control-assurance-risk, detection-reporting-response, technology-data, and behavioral-ethical foundations. The framework demonstrates that fraud prevention is an integrated system whose effectiveness depends on the interconnection of these layers, supported by feedback mechanisms and organizational learning  
Model Kinerja Pegawai Berbasis Public Service Motivation dan Work-Life Balance melalui Stres Kerja pada Rutan Kelas IIB Tanjung Pura Rahmat Hidayat; Abdi Ilman Hasibuan
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i2.2310

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Public Service Motivation dan Work-Life Balance dengan kinerja pegawai melalui stres kerja sebagai variabel intervening pada Rutan Kelas IIB Tanjung Pura. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Seluruh populasi yang berjumlah 73 pegawai dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Public Service Motivation dan Work-Life Balance berhubungan positif dan signifikan dengan kinerja pegawai. Public Service Motivation juga berhubungan signifikan dengan stres kerja, sedangkan Work-Life Balance tidak berhubungan signifikan dengan stres kerja. Stres kerja berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai, tetapi tidak mampu memediasi hubungan Public Service Motivation maupun Work-Life Balance dengan kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai lebih dominan berlangsung melalui hubungan langsung Public Service Motivation dan Work-Life Balance, sementara stres kerja belum berperan sebagai mekanisme intervening. This study aims to analyze the relationship between Public Service Motivation and Work-Life Balance and employee performance through work stress as an intervening variable in Tanjung Pura Class IIB Prison. The research uses a quantitative approach with an associative type of research. The entire population of 73 employees was sampled through saturated sampling techniques. Data were collected using a questionnaire and analyzed with Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) using SmartPLS. The results of the study show that Public Service Motivation and Work-Life Balance are positively and significantly related to employee performance. Public Service Motivation is also significantly related to work stress, while Work-Life Balance is not significantly related to work stress. Work stress is significantly related to employee performance, but is unable to mediate the relationship between Public Service Motivation and Work-Life Balance and employee performance. These findings show that employee performance improvement is more predominantly taking place through a direct relationship between Public Service Motivation and Work-Life Balance, while work stress has not played a role as an intervening mechanism.

Page 9 of 10 | Total Record : 95