cover
Contact Name
Mastiah
Contact Email
mastiah2011@gmail.com
Phone
+6282150036515
Journal Mail Official
mastiah2011@gmail.com
Editorial Address
STKIP Melawi, Jl. RSUD Melawi KM. 04 Kecamatan Nanga Pinoh Kab. Melawi
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27756653     DOI : https://doi.org/10.46368/dpkm
Fokus Jurnal ini adalah mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat di berbagai bidang keilmuan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 323 Documents
Pemberdayaan UMKM Melalaui Pendekatan Asset-Based Community Development dan Digital Marketing di Desa Sugihan: Empowering MSMEs through an Asset-Based Community Development Approach and Digital Marketing in Sugihan Village Khamdani, Muhamad; Sagita, Diah Mutiara; Himmatus Sa'diyah, Nelly; 'Aini, Wirdatul; Rahayu, Sella Fajar; Masruri, Dava Lazuardy
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i1.4869

Abstract

Abstract Consumer behavior tendencies that depend on digital platforms require MSMEs to undergo digital transformation to remain competitive. The lack of digital literacy is a significant issue in digital transformation, necessitating knowledge transfer through socialization, training, and mentoring to ensure the program's sustainability. The Asset-Based Community Development (ABCD) approach used in this research goes through five stages, namely identifying community potential, formulating a shared vision, designing and implementing digital marketing strategies, and monitoring program sustainability. The results show an increase in digital literacy capacity among MSME actors with the ability to operate various digital platforms. The synergy between students, village governments, and local communities has proven to be the key to the success and sustainability of the program. This emphasizes that MSME development should be based on a combination of education, practical experience, and ongoing mentorship. Thus, this program can serve as a model for the development of MSMEs as well as tangible evidence of community service in creating independent, adaptive, and sustainable competitive MSMEs. Keywords: Empowerment, MSMEs, ABCD approach, digital marketing Abstrak Kecenderungan perilaku konsumen yang bergantung pada platform digital menuntut UMKM melakukan transformasi digital agar tetap kompetitif. Minimnya literasi digital menjadi masalah utama dalam transformasi digital, sehingga memerlukan transfer pengetahuan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan untuk memastikan keberlanjutan program. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang digunakan dalam penelitian ini melalui lima tahap, yakni identifikasi potensi komunitas, perumusan visi bersama, perancangan dan pelaksanaan strategi pemasaran digital, serta monitoring keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kapasitas literasi digital pelaku UMKM dengan kemampuan mengoperasikan beragam platform digital. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan komunitas lokal terbukti menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan program. Hal ini menegaskan bahwa pengembangan UMKM harus berlandaskan pada kombinasi edukasi, praktik, dan pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini dapat dijadikan model bagi pengembangan UMKM, sekaligus bukti nyata pengabdian masyarakat dalam mencetak UMKM yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing berkelanjutan. Kata kunci: Pemberdayaan, UMKM, pendekatan ABCD, digital marketing
PERAN MASYARAKAT DALAM REINTEGRASI SOSIAL NARAPIDANA MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY BASED CORRECTION Subroto, Mitro; Beng Lieng, Ahmad Akbar
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i3.3759

Abstract

Artikel ini membahas peran strategis masyarakat dalam mendukung proses reintegrasi sosial narapidana melalui pendekatan Community Based Correction. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap aktor-aktor kunci seperti petugas pemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta keluarga mantan narapidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan dukungan moral, kesempatan kerja, serta penerimaan sosial berkontribusi besar terhadap keberhasilan adaptasi mantan narapidana di lingkungan sosialnya. Namun, tantangan berupa stigma sosial dan kurangnya pemahaman masyarakat masih menjadi hambatan utama. Kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, LSM, serta media dinilai penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya reintegrasi sosial. Pendekatan Community Based Correction terbukti efektif dalam memfasilitasi proses pemulihan sosial jika didukung oleh sinergi antar pihak dan adanya ruang partisipasi yang inklusif di tingkat komunitas. ArtikelĀ ini menegaskan bahwa masyarakat bukan hanya sebagai penerima mantan narapidana, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun kembali identitas dan peran sosial mereka.
Analisis Kebijakan Koperasi Merah Putih terhadap Petani di Desa Cihauk Kabupaten Bandung Sri Damayanti; Malahayati Dimyati Putri; Muhammad Ikhsan; Muhammad Rafli Permanayudha
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi petani kebun di Desa Cihawuk yang masih menghadapi keterbatasan akses permodalan, teknologi, dan jaringan kelembagaan. Koperasi Merah Putih yang diinisiasi pemerintah menjadi harapan baru bagi pemberdayaan petani. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik kebun dan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini disambut positif oleh masyarakat tani karena dinilai mampu memperkuat distribusi hasil pertanian, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, serta meningkatkan kepercayaan dan kerja sama antarpetani. Selain aspek ekonomi, koperasi juga berpotensi memperkuat modal sosial berupa jaringan dan norma kolektif dalam pengelolaan hasil tani. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Koperasi Merah Putih sangat bergantung pada partisipasi aktif petani dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, sehingga koperasi merah putih benar-benar menjadi sarana peningkatan kesejahteraan berbasis komunitas.