cover
Contact Name
Mastiah
Contact Email
mastiah2011@gmail.com
Phone
+6282150036515
Journal Mail Official
mastiah2011@gmail.com
Editorial Address
STKIP Melawi, Jl. RSUD Melawi KM. 04 Kecamatan Nanga Pinoh Kab. Melawi
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27756653     DOI : https://doi.org/10.46368/dpkm
Fokus Jurnal ini adalah mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat di berbagai bidang keilmuan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 387 Documents
Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana pada UMKM Kuliner di Kelurahan Indrasakti Kabupaten Batu Bara Rukmini; Nur Hazizah Umar; Putri Afriana Yulia Ningsih; Della Hartanti; Trismawati; Helma Aprilisa
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i3.4542

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan penggerak penting perekonomian dan sumber lapangan kerja. Namun, banyak pemilik UMKM masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan, terutama karena rendahnya literasi keuangan. Masalah ini juga ditemukan di kalangan pengusaha kuliner di Desa Indrasakti, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Sebagian besar dari mereka tidak melakukan pencatatan keuangan dengan baik, sehingga sulit untuk mengetahui apakah usaha mereka menguntungkan, untuk mengendalikan pengeluaran, atau untuk mengajukan dukungan dana. Untuk menanggapi masalah ini, Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilakukan dengan fokus pada pelatihan dan pendampingan keuangan sederhana. Program ini menggunakan metode partisipatif melalui beberapa tahapan: observasi, sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan satu lawan satu, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta meningkatkan kemampuan mereka untuk mencatat arus kas, menyiapkan laporan laba rugi sederhana, dan memisahkan keuangan pribadi dari bisnis. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan keuangan, mendukung kemandirian usaha, dan memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat.
PELATIHAN PENGELOLAAN DIGITAL MARKETING PADA KOMUNITAS SINKAPRENUER DI KOTA SINGKAWANG Yohanes Gala Araftake Blikololong; Kasnur Saputra; Syska Gloria; Legawa Tegar Ramadhan; Sutarto sutarto
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i3.3637

Abstract

Abstract: Digital marketing is a form of marketing that utilizes digital platforms and internet technology to promote products and services to a wider audience. In the increasingly developing digital era, digital marketing has become an important component in business strategy because it can increase reach, cost efficiency, and effectiveness of marketing campaigns. Digital marketing is an important strategy in facing the development of information technology. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are required to be able to adapt to the digital era in order to increase competitiveness and expand market reach. This community service activity aims to improve the understanding and skills of MSME actors under the auspices of the Sinkaprenuer community in Singkawang City in terms of digital marketing. The implementation method of this activity includes counseling, training, and direct practice. The results of this activity show an increase in participants' knowledge of digital marketing strategies, as well as the emergence of motivation to utilize digital media in business development. This community service is expected to be a stimulus for other MSME communities in increasing their digital capacity. Keywords: MSMEs, digital marketing, training, Sinkaprenuer, Singkawang.
PELATIHAN LITERASI MEDIA DALAM MENCEGAH HOAX DI KALANGAN SISWA SMK PUSTEK SERPONG Maria Consulata Wening Wijayaningrum; Yulinda Nur Fitriana
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i3.4367

Abstract

Abstrak: Hoax saat ini menjadi hal yang sangat diperhatikan dalam wacana terkait media digital dan media sosial. Berkembangnya dampak negatif hoax tentu sangat dipengaruhi oleh rendahnya tingkat literasi media. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan pelatihan literasi media kepada siswa agar mereka mampu membedakan informasi yang benar dan salah serta dapat mencegah penyebaran hoax. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada pelatihan literasi media untuk siswa SMK Pustek Serpong ini sangat penting dalam menghadapi era digital saat ini. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa mengenai pentingnya kemampuan dalam memilah dan memilih informasi yang benar di dunia maya. Literasi media membantu siswa untuk bisa lebih kritis dalam menyaring informasi, menghindari hoax, dan memanfaatkan teknologi dengan bijak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan kreatif siswa, yang tentunya akan sangat berguna baik dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sehari-hari, selain itu juga untuk mendorong siswa untuk menjadi agen penyebar informasi yang valid dan bertanggung jawab. Kata kunci: Literasi media, Penyebaran Hoax, Pengabdian kepada masyarakat.
Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Branding dan Komunikasi Siswa Tingkat Sekolah Menengah Hermin Kusumajati; Jasmin Jannatania
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.4377

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan komunikasi siswa SMK Pustek Serpong dalam memanfaatkan media sosial secara strategis dan profesional. Melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan kontekstual, kegiatan ini menyasar siswa kelas XI jurusan Multimedia yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan identitas digital dan personal branding melalui platform seperti Instagram, TikTok, dan LinkedIn. Pelatihan difokuskan pada pemahaman konsep personal branding, strategi pembuatan konten kreatif, serta etika komunikasi digital. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga mencakup praktik langsung, diskusi kelompok, simulasi konten, dan evaluasi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya membangun citra diri secara positif dan bertanggung jawab di dunia digital. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran etis, meningkatkan kreativitas digital, serta membentuk pola pikir profesional siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan industri kreatif di era digital. Kata kunci: etika digital, literasi digital, media sosial, personal branding
MEMBANGUN KESADARAN DIGITAL DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE PADA REMAJA Galuh Aulia Ramadhanti; Iis Mardiansyah
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.4381

Abstract

: Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) merupakan ancaman nyata dalam era digital yang berdampak serius terhadap remaja, khususnya pelajar yang aktif di media sosial namun minim pemahaman tentang etika dan perlindungan digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam mengenali, mencegah, dan merespons KBGO melalui pendekatan sosialisasi edukatif berbasis literasi digital dan kesetaraan gender. Kegiatan dilaksanakan di SMAS Al Mubarak dengan melibatkan 21 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan mencakup pre-test, lima sesi sosialisasi interaktif, post-test, dan refleksi peserta. Hasil pre-test menunjukkan rendahnya tingkat pemahaman peserta terhadap konsep KBGO, dengan rata-rata skor pada indikator “mengetahui definisi KBGO” sebesar 80 dan “etika bermedia” sebesar 78. Setelah pelaksanaan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, di antaranya skor “definisi KBGO” naik menjadi 98 (+22,50%) dan “etika bermedia” menjadi 87 (+11,54%). Meskipun sebagian besar indikator mengalami peningkatan, pemahaman tentang tindakan bermedia masih menjadi tantangan yang perlu pendalaman lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan sosialisasi yang bersifat partisipatif dan kontekstual mampu mendorong perubahan pemahaman dan sikap peserta secara signifikan. Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi yang aman bagi siswa untuk merefleksikan pengalaman digital mereka secara kritis. Simpulan dari kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi isu KBGO ke dalam kebijakan dan kurikulum sekolah, serta perlunya keterlibatan guru dan komunitas dalam menciptakan budaya digital yang aman, inklusif, dan etis. Kata kunci: kekerasan berbasis gender online, literasi digital, etika digital, pelajar, pengabdian kepada masyarakat
IMPLEMENTASI TINDAKAN ADMINISTRATIF KEIMIGRASIAN TERHADAP WARGA NEGARA ASING DI WILAYAH INDONESIA Dwiki Praditya Praditya
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.4519

Abstract

Perkembangan teknologi dan globalisasi telah mendorong meningkatnya mobilitas warga negara asing (WNA) ke Indonesia dengan berbagai tujuan, mulai dari wisata, pendidikan, hingga menetap. Kondisi ini membawa manfaat bagi pembangunan nasional, tetapi juga menimbulkan risiko penyalahgunaan izin tinggal dan ancaman terhadap ketertiban umum. Untuk merespons, pemerintah menerapkan kebijakan selektif (selective policy) dan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) sebagai instrumen hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan analisis yuridis normatif terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa selective policy berfungsi menyaring orang asing yang memberi kontribusi positif, sementara TAK seperti deportasi dan penangkalan efektif mencegah pelanggaran izin tinggal dan menjaga kedaulatan negara. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola keimigrasian berbasis hukum administrasi negara dalam menghadapi dinamika mobilitas global.
SOSIALISASI PENCEGAHAN BULLYING MELALUI METODE EDUKASI PARTISIPATIF DAN DRAMA INTERAKTIF BAGI SISWA SD NEGERI 1 KABEKELAN PREMBUN Abror Muchlas; Bagas Candra Ardianto; Angga Prahara; Hendra Deni Pamungkas; Lulu Ma’rufah; Meylisa Nur Layli; Rizki Nur Yadi; Siti Mir’atul Ma’rifah; Sri Nur Fitriani; Sugeng Lestari; Wahib Mawahiburrohman
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i3.4555

Abstract

Bullying in the elementary school environment is a serious problem that has a negative impact on children's psychological, cognitive, and social development. State Elementary School 1 Kabekelan Prembun was identified as having the potential for bullying cases that have not been optimally managed due to a lack of systematic understanding of prevention and handling. These information and assumptions were obtained from the results of observations made by the UMNU Kebumen Community Service Team before determining the target objects of socialization activities. This community service program aims to increase students' understanding and awareness of the dangers of bullying through participatory and interactive socialization methods, namely participatory education and interactive drama. The implementation method includes three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of the evaluation through the Bullying behavior data card that have been experienced by students show that students' understanding of bullying behaviors that have been experienced before the socialization activity was held, students did not understand the definition, form, impact, and strategies for preventing and handling Bullying. This program is expected to be an initial model for developing sustainable anti-bullying policies in schools.
PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA PADA ADAT DAN BUDAYA MASYARAKAT DESA GADING JAYA KECAMATAN TABIR SELATAN KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI: Adat Budaya Desa uying hapid hapid alatas; Fithri Azni; Aksul Dewi Fikra; Iswandi; Henky Setiadi; Diyan Andriani; Sri Utami; Sukur
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i3.4638

Abstract

This study aims to determine 1) students' self-adjustment to community culture, 2) Obstacles faced by students in the process themselves with the cultural adjustment of society. The research method used is a qualitative descriptive method. Data collection techniques using observation. Research results based on data analysis shows 1) Student self-adjustment to society is classified as not good at adapting. Student self-adjustment to the culture of society which is classified as not good evidenced through five indicators consisting of two dimensions. From fifth Of these indicators, only two of them were able to be fulfilled by students while carrying out the real work lecture process. 2) Adjustment constraints students in the process of adjusting to the culture of society are also not good. In this case, students in overcoming obstacles of self-adjustment do not can overcome all the obstacles that exist in adaptation to the culture of the community is proven by four indicators of adjustment constraints self is only one that can be overcome by students. Keywords: Self-adjustment, Student, Community Culture, Gading Jaya Village of South Tabir, Merangin University.
Peran Komunitas Tangerang Book Party Dalam Menumbuhkan Minat Membaca di kalangan generasi Z Kota Tangerang Vivi Insani; Dema Tesniyadi; Subhan Widiansyah
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.4672

Abstract

Penelitian ini berfokus pada masalah menurunya minat membaca di kalangan Generasi Z sebagai akibat dampak negatif dari perubahan sosial globalisasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran komunitas Tangerang Book Party dalam menumbuhkan minat membaca. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan teknik analisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Tangerang Book Party berperan sebagai wadah bagi Generasi Z untuk menumbuhkan minat membaca di tengah tantangan digitalisasi. Komunitas ini menerapkan konsep membaca dengan suasana santai di luar ruangan (Outdoor) menyesuaikan budaya Generasi Z.Kajian penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi dengan analisis teori struktural fungsional skema AGIL, hasil penelitian menujukkan bahwa komunitas ini mampu beradaptasi dengan perubahan sosial (adaptation), menjalankan program sesuai visi-misi (goals), membangun solidaritas sosial (integration), serta memastikan keberlanjutan komunitas dengan menekankan nilai kebersamaan dan tanggung jawab (latency)
PENDAMPINGAN GURU BAHASA INDONESIA MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM PENGENALAN KURIKULUM BERBASIS CINTA MELALUI METODE KETERAMPILAN MENYIMAK EKSTENSIF DI KABUPATEN MERANGIN Baitullah; Yusrizal; Elfa Eriyani; Sriutaminingsih; Khairul Anwar; Wiko Antoni
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i3.4717

Abstract

Abstrak Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang, empati, dan kepedulian sebagai dasar proses pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah, nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan melalui keterampilan menyimak ekstensif. Kegiatan ini bertujuan mendampingi guru Bahasa Indonesia dalam mengenal dan menerapkan kurikulum berbasis cinta melalui metode keterampilan menyimak ekstensif di Kabupaten Merangin. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif (participatory mentoring approach), yang menempatkan guru sebagai mitra aktif dalam pelatihan, refleksi, dan penerapan pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap: persiapan, pelaksanaan, evaluasi–refleksi, dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep kurikulum berbasis cinta serta keterampilan dalam mengintegrasikan nilai kasih sayang dan empati melalui pembelajaran menyimak. Guru juga menunjukkan sikap lebih reflektif dan kolaboratif dalam merancang pembelajaran Bahasa Indonesia yang humanis. Pendekatan pendampingan partisipatif terbukti efektif memperkuat profesionalisme guru sekaligus menginternalisasi nilai kemanusiaan dalam pendidikan dasar. Kata kunci: kurikulum berbasis cinta, pendampingan partisipatif, menyimak ekstensif, guru Bahasa Indonesia, madrasah ibtidaiyah. Abstract The love-based curriculum is an educational approach that places compassion, empathy, and care as the foundation of the learning process. In the context of teaching Indonesian at Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Elementary Schools), these values can be integrated through extensive listening activities. This program aims to assist Indonesian language teachers in understanding and implementing a love-based curriculum through the extensive listening method in Merangin Regency. The implementation used a participatory mentoring approach, which positions teachers as active partners in training, reflection, and classroom application. The activity was conducted in four stages: preparation, implementation, evaluation–reflection, and follow-up. The results showed an increase in teachers’ understanding of the love-based curriculum concept and their ability to integrate compassion and empathy values through listening activities. Teachers also demonstrated more reflective and collaborative attitudes in designing humanistic Indonesian language lessons. The participatory mentoring approach proved effective in enhancing teachers’ professionalism while internalizing humanitarian values in primary education. Keywords: love-based curriculum, participatory mentoring, extensive listening, Indonesian language teachers, Madrasah Ibtidaiyah.