cover
Contact Name
Heribertus Dwi Kristanto
Contact Email
dwikris@driyarkara.ac.id
Phone
+6221-4247129
Journal Mail Official
admin.diskursus@driyarkara.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jl. Cempaka Putih Indah 100A Jembatan Serong, Rawasari, Jakarta 10520
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
DISKURSUS Jurnal Filsafat dan Teologi
ISSN : 14123878     EISSN : 25801686     DOI : https://doi.org/10.36383/diskursus.v18i2
Founded in 2002 DISKURSUS is an academic journal that publishes original and peer-reviewed works in the areas of philosophy and theology. It also welcomes works resulting from interdisciplinary research at the intersections between philosophy/theology and other disciplines, notably exegesis, linguistics, history, sociology, anthropology, politics, economics, and natural sciences. Publised semestrally (in April and October), DISKURSUS aims to become a medium of publication for scholars to disseminate their novel philosophical and theological ideas to scholars in the same fields, as well as to the wider public.
Articles 182 Documents
Hubungan antara Politik dan Kebebasan menurut Hannah Arendt: The Relationship Between Politics and Freedom According to Hannah Arendt Dose, Fransiskus; Waton, Fidelis Regi
DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA Vol. 21 No. 2 (2025): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara
Publisher : STF Driyarkara - Diskursus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36383/diskursus.v21i2.793

Abstract

Abstract Employing the qualitative method of literature review of primary and secondary sources, this paper sets out to reconstruct Hannah Arendt’s thought on the relation between politics and freedom. Freedom, in Arendt’s view, is not an objective nor result of politics, but rather something inherent in it. Action, speaking, and the public sphere are the three aspects and prerequisites for politics to be regarded as harboring freedom. Action and speaking presuppose plurality. Both involve not only one person, but the multitude, that inhabit the world. When many people act and speak, they are always free and inhabit the realm of politics. The public sphere makes it possible for the people to act, speak, and interact in freedom, and thus also to do politics. Arendt endorses the interactions in the Ancient Greek Agora as a model of the public sphere. Research on Arendt’s thought can significantly contribute to understanding politics. Politics is a never-ending action and speaking; it is a process. It never has an ending as through action, communication, and interaction, people can produce something new. For action, speaking, and interaction to be possible, the public sphere is a necessary condition. Keywords: Arendt, politics, freedom, plurality, action, speaking, public sphere. Abstrak Melalui pendekatan kualitatif, yakni telaah literatur baik primer maupun sekunder, tulisan ini hendak merekonstruksi pemikiran Hannah Arendt tentang hubungan antara politik dan kebebasan. Kebebasan, menurut Hannah Arendt, bukanlah tujuan dan hasil dari politik, melainkan sesuatu yang inheren dalam politik. Tiga aspek sekaligus kondisi agar politik dapat disebut mengandung kebebasan adalah tindakan, berbicara, dan ruang publik. Tindakan dan berbicara mengandaikan adanya pluralitas. Keduanya melibatkan bukan hanya satu orang, melainkan banyak orang, yang menempati dunia. Ketika banyak orang bertindak dan berbicara, mereka selalu bebas dan berada dalam konteks politik. Ruang publik memungkinkan manusia untuk bertindak, berbicara, dan berinteraksi dalam kebebasan, dan dengan demikian juga berpolitik. Arendt menjadikan interaksi di Agora pada zaman Yunani kuno sebagai model dari ruang publik. Penelitian tentang gagasan Arendt memberikan kontribusi signifikan untuk memahami politik. Politik adalah tindakan dan pembicaraan yang kontinu; ia adalah sebuah proses. Ia tidak pernah mencapai hasil akhir karena melalui tindakan, komunikasi, dan interaksi, manusia memiliki kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Untuk bisa bertindak, berbicara, dan berinteraksi, ruang publik adalah sebuah keharusan. Kata-kata Kunci: Arendt, politik, kebebasan, pluralitas, tindakan, berbicara, ruang publik.
Perjalanan Batin Descartes dan Ignatius Loyola dalam Pencarian Kebenaran: Descartes' and Ignatius' Inner Journey in Search for Truth Jati, Antonius Siwi Dharma
DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA Vol. 21 No. 2 (2025): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara
Publisher : STF Driyarkara - Diskursus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36383/diskursus.v21i2.800

Abstract

This article examines the interrelation between Descartes’ Méditations métaphysiques (Meditations on First Philosophy) and Ignatius of Loyola’s Spiritual Exercices, with an emphasis on the meditative dimension in the search for truth by the subject engaged in meditation or spiritual exercises. Through a simultaneous and comparative reading using the triplex via framework (via purgativa, via illuminativa, and via unitiva), it asserts that the search for truth is an inner journey, beginning with the purification of the self from disordered attachments, followed by illumination culminating in the discovery of God as the ultimate truth, and finally reaching the union of the self with God. Moreover, it demonstrates that Cartesian philosophy is not merely an intellectual activity but also a spiritual exercise leading to self-transformation and a shift in perspective. Abstrak Artikel ini mengkaji keterkaitan antara Méditations métaphysiques karya Descartes dan Latihan Rohani karya Ignatius Loyola, dengan penekanan khusus pada dimensi meditatif dalam pencarian kebenaran oleh subjek pelaku meditasi atau latihan. Melalui pembacaan simultan dan komparatif menggunakan kerangka triplex via (via purgativa, via illuminativa, dan via unitiva), artikel ini menegaskan bahwa pencarian kebenaran merupakan perjalanan batin yang dimulai dari pemurnian diri dari kelekatan tidak teratur, dilanjutkan dengan pencerahan yang berpuncak pada penemuan Tuhan sebagai kebenaran utama, hingga akhirnya mencapai penyatuan diri dengan Tuhan. Lebih dari itu, artikel ini juga menunjukkan bahwa filsafat Cartesian bukan saja aktivitas intelektual, melainkan sekaligus latihan rohani yang mengarah pada transformasi diri dan perubahan perspektif. Kata-kata kunci: Descartes, Ignatius, meditasi, kebenaran, Res cogitans, Res extensa

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 21 No. 1 (2025): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 20 No. 2 (2024): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 20 No. 1 (2024): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 19 No. 2 (2023): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 19 No. 1 (2023): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 18 No. 2 (2022): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 18 No. 1 (2022): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 17 No. 2 (2018): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 17 No. 1 (2018): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 16 No. 2 (2017): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 16 No. 1 (2017): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 15 No. 2 (2016): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 15 No. 1 (2016): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 14 No. 2 (2015): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 14 No. 1 (2015): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 13 No. 2 (2014): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 13 No. 1 (2014): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 12 No. 2 (2013): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 12 No. 1 (2013): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 11 No. 2 (2012): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 11 No. 1 (2012): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 10 No. 2 (2011): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 10 No. 1 (2011): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara Vol. 9 No. 2 (2010): Diskursus - Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara More Issue