cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 436 Documents
Hubungan Komunikasi Interpersonal Guru di Masa Pandemi dengan Minat Belajar Siswa Reza Yuda Prawira; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5247

Abstract

Abstract. The phenomenon of divorce in Indonesia is increasing and is even becoming a common thing. This of course is very bad for children. Children will be the victims who are most harmed. This phenomenon is commonly known as Broken Home, this term is often used nowadays to say how the atmosphere of the house is already "messy", meaning that the condition of the family is no longer harmonious and does not work like a harmonious family. This study aims to determine the communication behavior and delinquency behavior carried out by Unisba students as individuals who experience a broken home family, to determine the student's motives for doing this behavior and to determine the meaning of family communication and its relation to communication behavior and delinquency behavior. With qualitative research methods and phenomenological study approach with constructivism paradigm. The theory that becomes the reference in this research is Alfred Schutz's phenomenological theory and other supporting theories. Research data were collected through in- depth interviews, in addition to observation and literature study to complement the research data. The informants in this study consisted of 5 informants, namely Unisba students who had a broken home background. Data analysis was carried out according to the phenomenological study. The results showed that the broken home family background made the informants perform bad communication behavior. These communication behaviors include: quiet and closed, afraid to express their feelings to others, difficult to trust others, not confident, easily anxious and afraid, and easily angry. In addition, they also engage in delinquent behavior including fighting and behaving rudely to their parents, running away, hurting themselves, premarital sex, smoking, going to nightclubs, and alcoholic beverages. There are two motives behind them doing this behavior, namely the because motive (the motive for conditions and family life, a picture of a father figur), and in order to motive (as a place of escape). The research subjects interpret family communication as a form of affection, as a form of attention and care, as a form of emotional support and moral education, and can maintain family harmony. They interpret the family communication because some of the subjects did not get it because of poor communication that occurred in the family so that the family did not run harmoniously and experienced divisions. All research subjects admitted that if they get what they mean from family communication, it will prevent them from bad communication behavior and delinquency behavior. Abstrak. Fenomena perceraian di Indonesia semakin banyak dan meningkat bahkan menjadi hal yang biasa terjadi. Hal ini tentunya sangat berakibat buruk kepada anak. Anak akan menjadi korban yang paling dirugikan. Fenomena ini biasa dikenal dengan istilah Broken Home, istilah ini sering kali digunakan di zaman sekarang untuk mengatakan bagaimana suasana rumah yang sudah “berantakan”, maksudnya dimana kondisi keluarga sudah tidak lagi harmonis dan tidak berjalan seperti layaknya keluarga yang rukun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku komunikasi dan perilaku delinkuensi yang dilakukan mahasiswa Unisba sebagai individu yang mengalami keluarga broken home, untuk mengetahui motif mahasiswa melakukan perilaku tersebut serta untuk mengetahui makna komunikasi keluarga dan kaitannya terhadap perilaku komunikasi dan perilaku delinkuesi. Dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi fenomenologi dengan paradigma konstruktivisme. Teori yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi Alfred Schutz dan teori pendukung lainnya. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, selain itu observasi dan studi kepustakaan menjadi pelengkap data penelitian. Informan pada penelitian ini terdiri dari 5 informan yaitu mahasiwa Unisba yang memiliki latar belakang broken home. Analisis data dilakukan sesuai dengan studi fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan latar belakang keluarga broken home membuat informan melakukan perilaku komunikasi yang buruk. Perilaku komunikasi tersebut diantaranya: pendiam dan tertutup, takut mengekspresikan perasannya kepada orang lain, sulit percaya kepada orang lain, tidak percaya diri, mudah cemas dan takut, serta mudah marah. Selain itu mereka juga melakukan perilaku delinkuensi diantaranya suka melawan dan berperilaku kasar kepada orang tua, suka melarikan diri, menyakiti diri sendiri, seks pranikah, merokok, pergi ke kelab malam, dan minum-minuman beralkohol. Ada dua motif yang melatarbelakangi mereka melakukan perilaku tersebut, yaitu because of motive (motif kondisi dan kehidupan keluarga, gambaran figur seorang ayah), dan in order to motive (sebagai tempat pelarian). Para subjek penelitian memaknai komunikasi keluarga sebagai bentuk kasih sayang, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian, sebagai bentuk dukungan emosional dan didikan moral, serta dapat menjaga keharmonisan keluarga. Mereka memaknai komunikasi keluarga tersebut karena beberapa dari subjek tidak mendapatkan hal tersebut karena buruknya komunikasi yang terjadi pada keluarga sehingga keluarga tersbut tidak berjalan harmonis dan mengalami perpecahan. Semua subjek penelitian mengaku jika mereka mendapatkan apa yang mereka maknai dari komunikasi keluarga tersebut akan mencegahnya untuk berperilaku komunikasi yang buruk dan melakukan perilaku delinkuensi.
Manajemen Konten Tiktok @HALO.BDG Sebagai Media Informasi Ghita Mauritsa; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5249

Abstract

Abstract. The rapid development of information and communication technology has led to the presence of various social media that can be accessed online, one of which is Tiktok. The Bandung City Government for Protocol and Leadership Communications (Prokopim) also uses the Tiktok application as a medium of information and entertainment for other users. The purpose of this study was to find out how the management of Tiktok content on the @Halo.Bdg account as an information medium includes planning, organizing, directing, influencing, and monitoring. Using qualitative methods with a case study approach. Then the data collection technique in this study will be through observation and in-depth interviews with the social media manager Tiktok @Halo.Bdg, namely Mrs. Anisa Putri and the head of the Protocol and Communications Section, Mr. Sony Teguh. The results of the study found that the reason for using Tiktok social media is because the application is an application that is currently busy in the wider community so that it helps spread information more widely, then in planning includes content research activities, dividing the type of content and determining the time to upload content, then organizing includes the creation of quality content by following the Standard Operating Procedures (SOP) and the flow of communication to the leader regarding the content to be created. The third stage is direction, which includes teamwork Tiktok @Halo.Bdg social media team, engagement and feedback obtained and direction from the leadership, the last stage is controlling, which includes monitoring activities for content and feedback, then routine evaluations are carried out to maintain quality informative content. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat ini memunculkan kehadiran berbagai media sosial yang dapat diakses secara online, salah satunya adalah Tiktok. Pemerintah Kota Bandung bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) juga menggunakan aplikasi Tiktok ini sebagai media informasi dan juga hiburan bagi pengguna lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen konten Tiktok akun @Halo.Bdg sebagai media informasi meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, memberikan pengaruh, dan pengawasan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kemudian teknik pengumpulan data pada penelitian ini akan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pengelola media sosial Tiktok @Halo.Bdg yakni Ibu Anisa Putri dan kepala bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Bapak Sony Teguh. Hasil penelitian ditemukan bahwa alasan penggunaan media sosial Tiktok sebab aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang sedang ramai di masyarakat luas sehingga membantu penyebaran informasi semakin luas, lalu pada bagian perencanaan meliputi kegiatan riset konten, pembagian jenis konten dan menentukan waktu untuk mengunggah konten, kemudian pengorganisasian meliputi pembuatan konten yang berkualitas dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan alur komunikasi terhadap pimpinan mengenai konten yang akan dibuat. Tahap ketiga yakni pengarahan meliputi kerja sama dalam tim media sosial Tiktok @Halo.Bdg, engagement dan feedback yang didapatkan dan pengarahan dari pimpinan, tahap terakhir yakni pengawasan meliputi kegiatan pengawasan terhadap konten dan feedback, kemudian evaluasi rutin dilakukan untuk mempertahankan konten informatif yang berkualitas.
Komunikasi Persuasif Prokopim Bandung di Media Sosial @Halobandung Mengenai Covid-19 Varian Omicron Raihan Prasatya Putra; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5295

Abstract

Abstract. Covid-19 in the city of Bandung has an impact for Bandung City Residents from various backgrounds. Bandung City Residents from all elements, facing for first time the Covid-19 Pandemic Situation which mutated into new variants, especially the Omicron Variant. People have different views, where people's beliefs are divided into two, namely those that are in line with the Information and Education conveyed by the government and those that are not in line. Therefore, this study aims to determine Prokopim as a Government in terms of Communication Media for Bandung City Leaders in Using Persuasive Communication, Persuasive Communication Techniques and Information Messages of the Omicron Variant Through Instagram @HaloBandung in providing education, information and persuading Bandung City Residents. This article uses a qualitative method and a case study approach with data collection techniques of observation, interviews and documentation. The author found that the messages conveyed on Instagram @HaloBandung were Vaccination, Policies, Introduction and Level of Covid-19 Cases, Appeals and Directions from Leaders, and Leadership Activities. And in the Information and Use of Persuasive Communication, it is motivated by Tasks and Functions, Hoaxes are scattered and Persuasive Communication Assessment is the right way to be applied, Then the use of Five of Six Persuasive Communication Techniques according to Effendy on Instagram. Abstrak. Covid-19 dikota bandung Berdampak bagi Masyarakat Kota Bandung dari berbagai Latar Belakang. Masyarakat kota bandung baik dari semua elemen untuk pertama kalinya menghadapi Situasi Pandemi Covid-19 yang bermutasi menjadi varian-varian baru Khususnya Varian Omicron. Masyarakat memiliki pandangan Berbeda-beda yang dimana keyakinan masyarakat terbagi menjadi dua yaitu yang sejalan dengan Informasi dan Edukasi yang disampaikan oleh pemerintah dan tidak sejalan. Maka dari itu Penelitian Bertujuan untuk Mengetahui Prokopim sebagai Pemerintah dari sisi Media Komunikasi Pimpinan Kota Bandung dalam Menggunakan Komunikasi Persuasif, Teknik Komunikasi Persuasif Dan Pesan Informasi Varian Omicron Melalui Instagram @HaloBandung dalam memberikan Edukasi,Informasi dan mempersuasi Masyarakat Kota Bandung Dengan Narasumber yaitu Pengelola Media Sosial dan Kepala Bagian Prokopim. Artikel ini menggunakan Metode Kualitatif dan pendekatan Studi Kasus dengan teknik pengumpulan data Observasi, Wawancara dan dokumentasi. Penulis menemukan bahwa Pesan yang disampaikan di Instagram @HaloBandung yaitu Vaksinasi, Kebijakan, Pengenalan dan tingkat Kasus Covid-19, Himbauan maupun Arahan Pimpinan, dan Kegiatan Pimpinan, dan dalam Penginformasian dan Pengunaan Komunikasi Persuasif dilatar-belakangi oleh Tugas dan Fungsi, Hoax yang bertebaran dan Penilaian Komunikasi Persuasif merupakan cara yang tepat untuk diaplikasikan, Lalu penggunaan Lima dari Enam Teknik Komunikasi Persuasif Effendy di instagram.Kata Kunci :Komunikasi Persuasif, Instagram, PROKOPIM, Omicron
Representasi Keluarga di Bulan Ramadan dalam Iklan Gojek Indonesia Muhammad Rafi Kalauw; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5296

Abstract

Abstract. Gojek makes the imaginative advertisements that they produce in the media easily accepted by the public and have added value in the form of humor, including trending on the internet. In this study, researchers conducted an analysis of how families are represented in the month of Ramadan in Gojek Indonesia's advertisement entitled Live Ramadan Gojek is ready to help on Gojek Indonesia's YouTube account. John Fiske's semiotic analysis technique is used in this research. In John Fiske's semiotics there are levels of reality, representation, and ideology. This research was conducted to determine the level of reality, representation, ideology, and find out the application of digital advertising in persuading audiences. Qualitative research methods are used in research so that they are concerned with aspects of understanding in depth of a problem. The approach in this research is John Fiske's semiotics. Semiotics is the study of signs in human life. The reality levels include Appearance, Costume and Make-up, Environment, Behavior, Dialogue and Movement represents Indonesian families in the month of Ramadan, the level of representation includes cameras and Voices Voice over and Backsound, in terms of cameras and sound represents the family situation during the month of Ramadan so that it has continuity in terms of audio-visual, the ideological level represents Islamic ideology, and the application of advertisements in persuading audiences There are two elements, namely elements of persuasive language and elements of humor. based on the results of this study it was found that in Jalananin Ramadan advertisements Gojek Ready to Help You already represents families in the month of Ramadan. Abstrak. Gojek membuat iklan imajinatif iklan yang mereka hasilkan di media mudah diterima oleh masyarakat dan memiliki nilai tambah berupa humor, diantaranya menjadi trending di internet. Dalam penelitian ini peneliti melakukan analisis bagaimana representasi keluarga di bulan Ramadan dalam iklan Gojek Indonesia berjudul jalanin Ramadan Gojek siap bantu di akun YouTube milik Gojek Indonesia. Teknik analisis semiotika John Fiske digunakan dalam penelitian. Dalam semiotika John Fiske terdapat level realitas, representasi, dan ideologi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui level realitas, representasi, ideologi, dan mengetahui penerapan iklan digital dalam mempersuasi khalayak. Metode penelitian kualitatif digunakan pada penelitian sehingga mementingkan pada aspek pemahaman secara mendalam dari suatu problematika. Pendekatan dalam penelitian ini semiotika John Fiske. Semiotika ilmu mempelajari tanda dalam kehidupan manusia. Level realitas meliputi Penampilan, Kostum, dan Riasan, Lingkungan, Kelakuan, Dialog, dan Gerakan merepresentasikan keluarga Indonesia di bulan Ramadan, level representasi meliputi kamera dan Suara Voice over dan Backsound, dalam hal kamera dan suara merepresentasikan keadaan keluarga di saat bulan Ramadan sehingga memiliki ketersinambungan dalam hal audio visual, level ideologi merepresentasikan ideologi Islam, dan penerapan iklan dalam mempersuasi khalayak terdapat dua unsur yaitu unsur bahasa persuasif dan unsur humor. berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa dalam iklan Jalananin Ramadan Gojek Siap Bantu Kamu sudah merepresentasikan keluarga di bulan Ramadan.
Makna Pesan "Saling Menjaga Adalah Amanah" dalam Iklan Gojek Indonesia Ahda Syahida Oktaviani; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5314

Abstract

Abstract. The Gojek advertisement for the #PesanDariRumah edition is an advertisement created by Gojek Indonesia in the context of dealing with the Covid-19 pandemic. Unlike the previous ad, this ad is lifted from a 'reality' by showing a heart-touching ad story. Advertising based on reality is often the essence that remains superior without compromising the intent, message, and purpose of the ad. Therefore, this study aims to determine the meaning of denotation, connotation, and myth as well as the meaning of the message 'Guarding each other is Amanah' contained in the Gojek advertisement based on the signs that appear on the advertisement. This study uses several relevant theories, namely: Message Meaning, Advertising Semiotics, and Roland Barthes Semiotics as a research perspective. This study uses an interpretive paradigm and uses qualitative research methods with a semiotic analysis approach of Roland Barthes. Data were obtained through data observation, document study, and literature study. The data analysis technique uses semiotic analysis with Roland Barthes semiological analysis tools in the form of two orders of significations, namely denotation, connotation, and myth. Validity test using source triangulation technique. The results of the study indicate that in each scene in the advertisement, it tries to present a reality of changes in social life in the scope of the driver partner. In addition, the results of the study also show that this advertisement contains the meaning of the message 'Guarding each other is Amanah' which can be used as an understanding that the importance of taking care of each other in the current pandemic era, be it between individuals, between families, to between driver partners and passengers. , because it is a mandate and must be done by every element of society. Abstrak. Iklan Gojek edisi #PesanDariRumah merupakan iklan hasil karya Gojek Indonesia dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19. Berbeda dengan iklan sebelumnya, iklan ini diangkat dari sebuah ‘realitas’ dengan menampilkan cerita iklan yang menyentuh hati. Iklan berdasarkan realitas seringkali menjadi esensi yang tetap unggul tanpa mengesampingkan maksud, pesan, hingga tujuan dari iklan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos serta makna pesan ‘Saling Menjaga Adalah Amanah’ yang terdapat dalam iklan Gojek berdasarkan tanda-tanda yang muncul pada iklan. Penelitian ini, menggunakan beberapa teori yang relevan, yaitu: Makna Pesan, Semiotika Iklan, dan Semiotika Roland Barthes sebagai perspektif penelitian. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui observasi data, studi dokumen, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan analisis semiotika dengan perangkat analisis semiologi Roland Barthes berupa signifikasi dua tahap (two oder of significations), yaitu denotasi, konotasi, serta mitos. Uji keabsahan menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam setiap scene dalam iklan berusaha mempresentasikan sebuah realitas perubahan kehidupan sosial di ruang lingkup mitra driver. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam iklan ini mengandung makna pesan ‘Saling Menjaga adalah Amanah’ yang dapat dijadikan pemahaman bahwa pentingnya saling menjaga antar sesama di era pandemi saat ini, baik itu antar individu, antar keluarga, hingga antara mitra driver dan penumpang, karena hal tersebut merupakan amanah dan wajib dilakukan oleh setiap elemen masyarakat.
Etika Komunikasi K-Popers Indonesia di Media Sosial Instagram Rizkayanti Mariva; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5390

Abstract

Abstract. There is a communication ethic in social media that its users need to apply. However, it's still often ignored by some users. Seen on the K-pop news portal @panncafe, Indonesian K-popers comment on news of bullying. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1)How is cyber culture (K-Popers commenting on bullying news on the @panncafe) produced? (2)What is the pattern of communication that occurs between Indonesian K-Popers when interacting to share comments about bullying news on the @panncafe? (3)What are the values ​​that are built for Indonesian K-Popers in submitting comments about bullying news on the @panncafe?. Researchers used a virtual ethnographic method using a qualitative approach. The population in this study were followers of @panncafe which amounted to 678,000 accounts. With the sampling technique, namely Purposive Sampling, the research informants were obtained as many as 8 people. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used in this research is the technical analysis of the Miles & Huberman model, and the analysis of cyber media. The results of this study are: cyber culture is produced with easy requirements provided by features on Instagram, with anonymous identity k-popers produce their comments which consist of elements of understanding, opinion, word choice, form, purpose, hashtag, and contribution in comments. The communication pattern consists of 4, namely reading the news, giving comments, interacting and discussing bullying news. The values ​​built by k-popers consist of motivation and moral & personal values ​​from comments. Abstrak. Terdapat etika komunikasi dalam bermedia sosial yang perlu diterapkan penggunanya. Namun, etika komunikasi masih sering diabaikan oleh beberapa pengguna. Terlihat pada akun Instagram portal berita K-pop @panncafe, para K-popers Indonesia saling berkomentar terhadap berita bullying yang dilakukan oleh artis Korea Selatan. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1)Bagaimana budaya siber (K-Popers Indonesia menyampaikan komentar mengenai berita bullying di akun Instagram @panncafe) itu diproduksi? (2)Bagaimana pola komunikasi yang terjadi antarentitas K-Popers Indonesia ketika berinteraksi untuk saling menyampaikan komentar mengenai berita bullying di akun Instagram @panncafe? (3)Apa saja nilai-nilai yang dibangun bagi antarentitas K-Popers Indonesia dalam menyampaikan komentar mengenai berita bullying di akun Instagram @panncafe?. Peneliti menggunakan metode etnografi virtual dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pengikut akun Instagram @panncafe yang berjumlah 678.000 akun. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling diperoleh informan penelitian sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis model Miles & Huberman, dan analisis media siber. Hasil dari penelitian ini adalah: budaya siber diproduksi dengan persyaratan mudah yang disediakan oleh fitur di Instagram, dengan identitas anonim k-popers memproduksi komentarnya yang terdiri dari unsur pemahaman, opini, pemilihan kata, bentuk, tujuan, hashtag, dan kontribusinya dalam komentar. Pola komunikasi terdiri dari 4, yakni membaca berita, memberikan komentar, melakukan interaksi dan mendiskusikan kembali berita bullying. Nilai yang dibangun k-popers terdiri dari motivasi serta nilai moral & personal dari komentar.
Fitur Mention Confess Pada Kalangan Fans NCT Elvira Sabila Habibullah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5411

Abstract

Abstract. Twitter is a popular social media among K-Pop fans. In the period July 2020-June 2021 there were 7.5 billion tweets about K-Pop. The interest in K-Pop music makes fans want the latest information about their idols. Therefore, they form a fanbase (fandom base) which is used to obtain information and interact. Fandom bases generally use admins to share the latest information, but in this study information was uploaded automaticly using the mention confess feature which allows fans to become communicators and communicants. The purpose of this study is to determine the use of the mention confess feature carried out by followers on @nctzenbase accounts. The theory used is Computer Mediated Communication. This research paradigm uses constructivism with a quality method and a case study approach. The subjects of this study are owners, admins and followers of @nctzenbase accounts. Data collection techniques use interviews, observations, and documentation. The data analysis technique uses data analysis according to John W. Creswell. Test the validity of the data using source triangulation and engineering triangulation. The results showed that the use of the mention confess bot feature was put to good use by followers to share information and interact. This is shown by finding 12 categories of messages including Voting, Streaming and Comeback, Schedule, Update and Hype, Content and Projects, Reminders, Sharing, Trading, Buying and Selling, games, entertainment, and making friends. Abstrak. Twitter merupakan media sosial yang populer di kalangan penggemar musik K-Pop. Pada periode Juli 2020-Juni 2021 terdapat 7,5 milyar tweet tentang K-Pop. Adanya ketertarikan terhadap musik K-Pop membuat penggemar menginginkan informasi terbaru mengenai idola mereka. Maka dari itu mereka membentuk fanbase (fandom base) yang dimanfaatkan untuk memperoleh informasi dan berinteraksi. Fandom base umumnya menggunakan admin untuk berbagi informasi terbaru, namun pada penelitian ini informasi diunggah secara otomatis menggunakan fitur mention confess yang memungkinkan penggemar menjadi komunikator dan komunikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan fitur mention confess yang dilakukan oleh followers pada akun @nctzenbase. Teori yang digunakan adalah Computer Mediated Communication. Paradigma penelitian ini menggunakan konstruktivisme dengan metode kualitataif dan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah owner, admin dan followers akun @nctzenbase. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis data menurut John W. Creswell. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan fitur bot mention confess dimanfaatkan dengan baik oleh followers untuk berbagi informasi dan berinteraksi. Hal ini ditunjukkan dengan ditemukan 12 kategori pesan diantaranya Voting, Streaming dan Comeback, Schedule, Update dan Hype, Konten dan Project, Reminder, Sharing Trading, Jual Beli, games, hiburan, dan mencari teman.
Model Komunikasi Kelompok dalam Metode Pendidikan Karakter Disiplin dan Nasionalisme Anggota Pecinta Alam Aldy Yanwar; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5420

Abstract

Abstact This research proposal is titled Group Communication Model in Discipline and Nationalism Character Education Method of Nature Lovers Members. This research aims to find out the characteristics of members, communication barriers of members, as well as the communication model of members of nature lovers Gempala Ikat, one of the women's communities in Medan. In this study, researchers used several relevant theories such as group communication, discipline character education, and nationalism. This research uses a constructivism paradigm that views individuals as free creators of social reality. This research uses a qualitative method and is descriptive in nature. Data collection techniques were carried out by participatory observation, in-depth interviews, and literature study. This research uses qualitative data analysis techniques which include three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study found that the communication process between coaches, trainers, seniors, administrators, and members of the Gempala Ikat nature lovers of SMA Kartika XIX-1 Bandung involved all members as communicators and communicants, and the form or model of communication carried out in a comfortable, relaxed and relaxed atmosphere. This activity is certainly inseparable from communication, therefore, the importance of the group communication model is a good thing to build the character of discipline and nationalism in nature lovers Gempala Ikat, which must unite the equation of perception with the same goal in order to benefit members of nature lovers Gempala Ikat later. ABSTRAK Usulan Penelitian ini berjudul model Komunikasi Kelompok Dalam Metode Pendidikan Karakter Disiplin dan Nasionalisme Anggota Pecinta Alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik anggota, hambatan komunikasi anggota, serta Model komunikasi anggota pecinta alam Gempala Ikat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teori relevan seperti komunikasi kelompok, Pendidikan karakter disiplin , dan Nasionalisme.Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme yang memandang individu sebagai pencipta realitas sosial yang bebas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa proses komunikasi antar pembina, pelatih, senior, pengurus, dan anggota Pecinta alam Gempala Ikat SMA Kartika XIX-1 Bandung melibatkan seluruh anggota sebagai komunikator dan komunikan, serta bentuk atau model komunikasi yang dilakukan dalam suasana yang nyaman, santai, dan rileks.Isu yang dibangun dalam Organisasi Pecinta alam adalah kegiatan yang mendukung dalam pembentukan karakter disiplin dan nasionalisme adalah ekstrakulikuler. Kegiatan ini tentu tidak terlepas dari adanya komunikasi, Oleh sebab itu, Pentingnya model komunikasi kelompok merupakan hal bagus untuk membangun karakter disiplin dan nasionalisme pada Pecinta alam gempala Ikat yaitu haruslah menyatukan persamaan persepsi dengan tujuan yang sama agar dapat bermanfaat bagi anggota Pecinta alam gempala Ikat nantinya
Interpretasi Pesan Menggunakan Kredit Online Fatimah Hammam Mirza; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5422

Abstract

Abstract. The presence of ShopeePaylater in the Shopee application certainly attracts the attention of the public as well as an innovation that is worth trying, namely transacting online using this feature. According to ShopeePaylater statistical data presented on the LDN website, currently the number of borrowers reaches 1,270,101 people, of which 850,631 people are active borrowers. This indicates that the Indonesian people are increasingly literate towards financial technology such as the Paylater feature found on Shopee. Moreover, Shopee is currently widely accessed by millennials, some of whom are still in college like students. This study aims to determine the motives, meanings, and experiences of students at the Islamic University of Bandung using ShopeePaylater. In this study, researchers will use an interpretive paradigm with a phenomenological study approach. Using qualitative research methods is in accordance with the wishes of the researcher in achieving the research objectives. The subjects of this study were 2 women and 2 men aged 18-23 years who were active users of ShopeePaylater online credit for approximately 3 years, and had certain or unexpected experiences when using ShopeePaylater. The results of the study show that the user's motive for using ShopeePaylater is because there are economic problems, so that users can achieve their goals, namely fulfilling their wants and needs. The implied meaning of use is that ShopeePaylater is a tool that can fulfill the wants and needs of its users. The user experience experienced is divided into two, namely male users who do not have good or bad experiences due to wise use, and female users who have bad experiences due to unwise, careless, and careless use. Abstrak. Hadirnya ShopeePaylater dalam aplikasi Shopee tentu menarik perhatian masyarakat sekaligus menjadi inovasi yang patut dicoba yaitu bertransaksi secara online menggunakan fitur tersebut. Menurut data statistik ShopeePaylater yang dipaparkan di situs LDN, saat ini jumlah peminjam mencapai 1.270.101 orang, dengan 850.631 orang adalah peminjam aktif. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia semakin melek terhadap teknologi finansial seperti fitur Paylater yang terdapat pada Shopee. Apalagi Shopee saat ini banyak diakses oleh masyarakat milenial, yang di antaranya masih duduk di bangku kuliah seperti mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif, makna, dan pengalaman mahasiswa Universitas Islam Bandung menggunakan ShopeePaylater. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan paradigma interpretatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Menggunakan metode penelitian kualitatif cocok dengan keinginan peneliti dalam mencapai tujuan penelitian. Subjek penelitian ini 2 perempuan dan 2 laki-laki dengan usia 18-23 tahun yang merupakan pengguna aktif kredit online ShopeePaylater selama kurang lebih 3 tahun, dan memiliki pengalaman tertentu atau tidak terduga saat menggunakan ShopeePaylater. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa motif pengguna menggunakan ShopeePaylater karena terdapat masalah ekonomi, agar pengguna dapat mencapai tujuannya yaitu memenuhi keinginan dan kebutuhan. Makna penggunaan yang tersirat adalah ShopeePaylater merupakan alat bantu yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan para penggunanya. Pengalaman pengguna dialami dibagi menjadi dua, yaitu pengguna laki-laki yang tidak memiliki pengalaman baik atau buruk karena penggunaan yang bijak, dan pengalaman pengguna perempuan yang mendapatkan pengalaman buruk karena penggunaan yang tidak bijak, ceroboh, dan tidak teliti.
Strategi Konten Produk Kalaborasi Melalui Instagram Koni Maifa Hamida; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5446

Abstract

Abstract. The development of the times makes communication technology and the flow of information grow rapidly. Rapid technological changes not only affect the flow of information, but also on the increasing flow of industries, one of which is the beauty industry. The use of Instagram social media can be used as digital marketing communication. One of the local cosmetic and skincare brands that uses social media as the main medium for their digital marketing communications is Mad for Makeup. Social media with all its advantages can help in the marketing communication process. One of the social media that is widely used for marketing communication activities is Instagram. This study discusses the use of Instagram as a marketing communication medium carried out by Mad for Makeup on its collaboration product, "Mad met BT21", using Content Marketing theory/concept and from this research Annisa Purnama and Vanessa S. Therik from the Mad for Makeup team. and followers/consumers of the Mad for Makeup Instagram account. The research method used in this study is a qualitative method with a case study approach. In addition, this study also uses interview techniques with resource persons and observations. This study resulted in a digital marketing communication strategy through the use of social media for the "Mad met BT21" product. There is a content strategy that is a form of marketing activity that produces educative, creative, informative, and interactive content that has a “Joy” or happiness campaign foundation that is inspired by the background story of each BT21 character that is poured into a product and content. Through the planning process of brainstorming, ideation, planning, and execution. With the aim of optimizing, maintaining brand awareness, customer relations. Instagram social media also helps the process of marketing activities to be more effective with the advantages of features on Instagram social media with its rapid spread and reach widely. This is in line with the selection of a collaboration partner, namely BT21, which has markets spread throughout the world. Abstrak. Perkembangan zaman membuat teknologi komunikasi dan arus informasi berkembang dengan pesat. Perubahan teknologi yang pesat tidak hanya berpengaruh pada arus informasi saja tetapi pada arus industri yang semakin hari semakin meningkat, salah satunya industri kecantikan. Pemanfaatan media sosial Instagram dapat dijadikan sebagai komunikasi pemasaran digital. Salah satu brand kosmetik dan skincare lokal yang menggunakan media sosial sebagai media utama untuk melakukan komunikasi pemasaran digitalnya adalah Mad for Makeup. Media sosial dengan segala kelebihannya dapat membantu dalam proses komunikasi pemasaran. Salah satu media sosial yang banyak dimanfaatkan untuk aktivitas komunikasi pemasaran adalah Instagram. Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Mad for Makeup pada produk kolaborasinya yaitu “Mad met BT21”, dengan menggunakan teori/konsep Content Marketing serta subjek dari penelitian ini yaitu Annisa Purnama dan Vanessa S. Therik dari tim Mad for Makeup dan followers/konsumen dari akun Instagram Mad for Makeup. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teknik wawancara dengan nara sumber dan observasi. Penelitian ini menghasilkan adanya strategi komunikasi pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial terhadap produk “Mad met BT21”. Adanya strategi konten yang menjadi bentuk kegiatan pemasaran yang menghasilkan konten edukatif, kreatif, informatif, dan interaktif yang memiliki landasan campaign “Joy” atau kebahagiaan yang terinspirasi dari latar belakang cerita dari setiap karakter BT21 yang ditungakan kedalam sebuah produk dan konten. Melalui proses perencanaan brainstorming, ideation, planning, dan execution. Dengan tujuan mengoptimalisasi, memelihara brand awareness, hubungan pelanggan.Media sosial Instagram juga membantu proses kegiatan pemasaran menjadi lebih efektif dengan keunggulan fitur-fitur yang ada di media sosial Instagram dengan penyebaranya yang cepat dan mengjangkau secara luas. Hal itu sejalan dengan pemilihan partner kolaborasi yaitu BT21 yang memiliki pasar yang tersebar diseluruh dunia.