cover
Contact Name
Mutia Amia Lubis
Contact Email
lppm@univbatam.ac.id
Phone
+62778-7485055
Journal Mail Official
zonakedokteran@univbatam.ac.id
Editorial Address
http://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonadokter/editorial-team
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam
Published by Universitas Batam
ISSN : 20877390     EISSN : 27214060     DOI : https://doi.org/10.37776/zked
Core Subject : Health,
The Zone of Medicine publishes research articles from a variety of topics in B idang Medicine and health, published issues include: Occupational Health Medical Science Education Public Health Sciences Biomedical Sciences Clinical Medicine Nutrition
Articles 278 Documents
HUBUNGAN SUPLEMENTASI SULFAS FEROSUS DAN USIA KEHAMILAN DENGAN KADAR HB PADA IBU HAMILDI PUSKESMAS SEI PANAS KOTA BATAM TAHUN 2019 Nopri Esmeralda
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 10 No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.725 KB) | DOI: 10.37776/zked.v10i1.432

Abstract

Latar Belakang : Anemia pada kehamilan disebut “Potential Danger to Mother and Child” sehingga anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada lini terdepan. Pengaruh anemia dalam kehamilan di antaranya adalah dapat menyebabkan BBLR dan perdarahan. Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, kekurangan asam folat, infeksi dan kelainan darah yang merupakan jenis anemia yang pengobatannya relatif mudah bahkan murah.Metode : Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Sei Panas Kota Batam tahun 2019, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel berjumlah 100 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, mengecek kadar Hb yang tertera pada rekam medik dan buku KIA ibu hamil. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji statistik chi square.Hasil : Hasil penelitian terhadap 100 responden, menunjukkan responden yang kurang mengkonsumsi sulfas ferosus dengan kejadian anemia 45 orang (70,3%) dan tidak anemia 19 orang (29,7%). Sedangkan responden yang cukup mengkonsumsi sulfas ferosus dengan kejadian anemia 13 orang (36,1%) dan tidak mengalami anemia 23 orang (63,9%). Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara suplementasi sulfas ferosus dengan kadar Hb dengan p value 0,001. Hasil penelitian usia kehamilan yang mengalami anemia pada trimester 1 terdapat 7 orang (31,8%), trimester 2 terdapat 23 orang (63,9%) dan  trimester 3 terdapat 28 orang (66,7%) dan yang tidak mengalami anemia pada trimester 1 terdapat 15 orang (68,2%), trimester 2 terdapat 23 orang (63,9%) dan trimester 3 terdapat 14 orang (33,6%). Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dengan kadar Hb dengan p value 0,018.Kesimpulan : Terdapat hubungan suplementasi sulfas ferosus dengan kadar Hb dan terdapat hubungan usia kehamilan dengan kadar Hb pada ibu hamil di Puskesmas Sei Panas Kota Batam tahun 2019.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI IBU YANG MEMILIKI BATITA DALAM IMUNISASI MEASLES & RUBELLA (MR) DI WILAYAH POSYANDU CENDANA TAHUN 2019 Sukma Sahreni
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 10 No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.039 KB) | DOI: 10.37776/zked.v10i1.433

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi Measles & Rubella (MR) merupakan pemberian vaksin untuk melindungi tubuh dari dua penyakit sekaligus yaitu Measles (Campak) dan Rubella yang diberikan pada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Penyakit Campak & Rubella hanya dapat dicegah melalui imunisasi MR. Capaian imunisasi MR tahun 2018 di Posyandu Cendana masih rendah (28,7%) dari target cakupan 95%. Peneliti ingin mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi ibu yang memiliki Batita dalam imunisasi MR di wilayah Posyandu Cendana tahun 2019.Metode: Penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional teknik pengambilan sampel simple random sampling, menggunakan rumus Slovin. Jumlah populasi adalah 150 ibu dan sampel 110 ibu yang memiliki batita (9 bulan-3 tahun). Pengumpulan data penelitian dengan checklist dan kuesioner, dengan analisis data univariat dan bivariat uji Ch-Square.Hasil: Hasil penelitian diperoleh 53 ibu (48.2 %) berpartisipasi dalam imunisasi MR dan yang tidak berpartisipasi 57 ibu (51.8%). Hasil uji Chi-Square diperoleh pengetahuan ibu (p= 0.01), pendidikan(p=0.01), pekerjaan (p= 0.00), usia (p=0.086), dukungan keluarga (p= 0.00), media (p= 0.011) dan peran petugas (p=0.012).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, dukungan keluarga, media massa, dan peran petugas kesehatan dengan partisipasi ibu yang memiliki Batita dalam imunisasi MR di Posyandu cendana. Selain itu, usia ibu yang memiliki batita tidak memiliki hubungan dengan partisipasi dalam imunisasi MR.
Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan Rumah Dan Personal Hygiene Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kampung Tanjung Kelengking Kelurahan Rempang Cate Kota Batam Tahun 2019 Isramilda Isramilda
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 10 No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.018 KB) | DOI: 10.37776/zked.v10i1.434

Abstract

Latar Belakang : Penyakit diare merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Diare penyebab kematian balita (umur 1-59 bulan) terbesar kedua di dunia dengan angka kematian cukup tinggi setelah infeksi respiratorik akut. Diare penyakit menular yang sangat terkait dengan masalah kesehatan lingkungan berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang buruk berkorelasi dengan meningkatnya kasus diare di suatu wilayah.Metode : Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 1-59 bulan di Kampung Tanjung Kelengking Kelurahan Rempang Cate Tahun 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, berjumlah 46 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square.Hasil : Dari Uji statistik  antara sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian diare pada balita menggunakan Chi square diperoleh nilai p value = 0,030 (p<0,05), dan nilai Odds Ratio (OR) = 5,143. Uji statistik  antara personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada balita menggunakan Chi square diperoleh nilai p value = 0,486 (p>0,05), dan nilai Odds Ratio (OR) = 0,519. Kesimpulan : Dari hasil penelitian di dapat bahwa ada hubungan yang bermakna antara sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian diare pada balita di kampung Tanjung Kelengking Kelurahan Rempang Cate Tahun 2019. Tidak  ada hubungan yang bermakna antara personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada balita di kampung Tanjung Kelengking Kelurahan Rempang Cate Tahun 2019.
HUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD DENGAN STATU GIZI PADA SISWA SMP KARTINI II BATAM TAHUN 2019 Dyah Marianingrum
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 10 No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.89 KB) | DOI: 10.37776/zked.v10i1.435

Abstract

Latar Belakang : Status gizi merupakan keadaan tubuh yang diakibatkan oleh status keseimbangan asupan makanan dan  penggunaan zat gizi. Saat ini, banyak makanan cepat saji (fast food) yang disenangi masyarakat, khususnya pada remaja yang menyebabkan perubahan status gizi pada mereka. Ketidakseimbangan asupan nutrisi menimbulkan masalah gizi. Data Riskesdas (2010), secara nasional bahwa status gizi anak umur 13-15 tahun mempunyai prevalensi kekurusan 10,1%. Sedangkan prevalensi kegemukannya adalah sebesar 2,5%. Salah satu penyebab masalah gizi tersebut adalah pola makanan cepat saji (fast food) yang masuk kategori sering, dimana pola konsumsi fast food yang sering yaitu lebih dari 2 kali selama satu minggu. Metode : Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII dan kelas VIII SMP Kartini II Batam tahun 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling, dengan sampel berjumlah 90 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan pengukuran tinggi badan, kuesioner, dan timbangan badan secara langsung, teknik analisa data yang digunakan adalah uji statistik chi square.Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa remaja di SMP Kartini II Batam dari 90 siswa sebagian besar mengalami status gizi gemuk dengan konsumsi fast food sering sebanyak 28 orang (42,4%) dan yang mengalami status gizi kurus dengan konsumsi fast food sering sebanyak 12 orang (18,2%), remaja yang mengalami status gizi gemuk dengan konsumsi fast food kadang-kadang sebanyak 3 orang (12,5%) dan konsumsi fast food kadang-kadang dengan status gizi kurus sebanyak 7 orang (29,2%). Hasil uji hubungan antara konsumsi fast food dengan status gizi memiliki hubungan yang signifikan diantranya diproleh hasil uji chi-square didapat  nilai  p value = 0,030, dimana p < 0,05.Kesimpulan : Terdapat hubungan konsumsi fast food dengan status gizi pada siswa SMP Kartini II Batam tahun 2019.
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS BALOI PERMAI KOTA BATAM TAHUN 2019 Andi Ipaljri
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 10 No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.36 KB) | DOI: 10.37776/zked.v10i1.436

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan alat kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan berbagai efek samping salah satunya adalah perubahan berat badan. Namun demikian,berat badan yang bertambah umunya tidak terlalu besar, hal ini bervariasi antara kurang dari 1 kg sampai 5 kg dalam tahun pertama. Sebagian besar wanita dari pasangan usia subur yang merupakan akseptor pengguna alat kontrasepsi mengalami peningkatan berat badan. Walaupun tingkat kelahiran dapat ditekan dalam mengatasi laju pertumbuhan penduduk, namun tidak dapat dihindari timbulnya dampak lain akibat penggunaan alat kontrasepsi khususnya penggunaan alat kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu tertentu yang dapat menimbulkan berbagai efek samping, salah satunya adalah perubahan berat badan.Metode : Penelitian ini menggunakan analitik deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB suntik di Puskesmas Baloi Permai Kota Batam tahun 2019, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan sampel berjumlah 49 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan rekam medik. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji statistik chi square.Hasil : Hasil penelitian terhadap 49 responden, menunjukkan responden yang kurang dari 3 kali penyuntikan DMPA yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 7 orang (23,3%) dan tidak mengalami peningkatan berat badan sebanyak 14 orang (73,7%). Sedangkan responden yang lebih dari 3 kali melakukan penyuntikan DMPA yang mengalami peningkatan berat badan  sebanyak 23 orang (76,7%) dan yang tidak mengalami peningkatan berat badan sebanyak 5 orang (26,3%). Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara penggunaan KB suntik DMPA dengan peningkatan berat badan dengan p value 0,002.Kesimpulan : Terdapat hubungan penggunaan KB suntik DMPA dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Baloi Permai Kota Batam tahun 2019.
HUBUNGAN LAMA KONTAK BAHAN IRITAN DAN RIWAYAT ATOPI DENGA KEJADIAN DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA KARYAWAN PENCUCIAN KENDARAAN BERMOTOR DI KECAMATAN BATAM KOTA Suryanti Suryanti
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 10 No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.053 KB) | DOI: 10.37776/zked.v10i1.437

Abstract

Latar Belakang : Dermatitis kontak Iritan adalah penyakit kulit akibat kerja yang paling tinggi kasusnya. Dermatitis kontak iritan dapat terjadi pada semua jenis pekerjaan terutama pekerjaan basah, salah satu pekerjaan basah yang berisiko terkena dermatitis kontak iritan adalah karyawan pencucian kendaraan bermotor karena mereka  berkontak langsung dengan air dan sabun detergen yang digunakan selama bekerja. Detergen merupakan salah satu bahan iritan yang dapat menyebabkan kulit kering dan meningkatkan risiko terjadinya dermatitis kontak iritan.Metode : Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Kecamatan Batam kota pada bulan Oktober 2019. Teknik pengambilan sampel yaitu total samplimg dengan jumlah sampel sebanyak 78 karyawan pencucian kendaraan bermotor. Hasil penelitian dianalisis dengan uji chi square.Hasil : Hasil analisis lama kontak bahan iritan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakana antara lama kontak bahan iritan  dengan kejadian dermatitis kontak iritan dengan p value= 0,027. Hasil analisis riwayat atopi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna anatara riwayat atopi dengan kejadian dermatitis kontak iritan dengan p value= 1,000.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara lama kontak bahan iritan dengan kejadian dermatitis kontak iritan, sedangkan riwayat atopi tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada karyawan pencucian kendaraan bermotor di Kecamatan Batam Kota.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA MANULA DI PANTI JOMPO ANNISA UMMUL KHAIRAT KOTA BATAM TAHUN 2019 Ibrahim Ibrahim
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 10 No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.305 KB) | DOI: 10.37776/zked.v10i1.438

Abstract

 Latar Belakang : Tekanan darah merupakan bahan ukur untuk melihat seberapa kuatnya jantung memompa darah keseluruh tubuh. Tekanan darah normal berkisar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg, hipertensi bila tekanan darahnya >140/90 mmHg dan tekanan darah rendah atau hipotensi jika tekanan darah <90/60 mmHg. Kualitas tidur adalah kemampuan individu untuk dapat tetap tidur, tidak hanya mencapai jumlah atau lamanya tidur, kualitas tidur juga merupakan tolak ukur seseorang agar mendapatkan kemudahan dalam memulai tidur, dan untuk mempertahankan tidur, kualitas tidur seseorang dapat digambarkan dengan lama waktu tidur dan keluhan–keluhan yang dirasakan saat tidur ataupun sehabis tidur.Metode : Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh manula di panti jompo annisa ummul khairat kota batam tahun 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling, dengan sampel berjumlah 71 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan alat ukur tekanan darah sphygmomanometer, dan kuesioner secara langsung, teknik analisa data yang digunakan adalah uji statistik chi square.Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa manula di panti Jompo Annisa Ummul Khairat Batam dari 71 orang diperoleh hasil yang kualitas tidur baik sebanyak 41 orang (57,7%), dan kualitas tidur buruk sebanyak 30 orang (42,3%). Manula yang memiliki tekanan darah normal sebanyak 29 orang (40,8%), tekanan darah prehipertensi sebanyak 18 orang (25,4%), dan tekanan darah hipertensi sebanyak 24 orang (33,8%). Hasil uji hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada manula memiliki hubungan yang signifikan diantranya diproleh hasil uji chi-square diperoleh nilai p value = 0,000, dimana p < 0,05.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada manula di Panti Jompo Annisa Ummul Khairat Kota Batam Tahun 2019.
DENGANKEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF OLEH IBU DENGAN BAYIUSIA 6-24 BULAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI LEKOP KOTA BATAM TAHUN 2019 Dino Gagah P
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 10 No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.887 KB) | DOI: 10.37776/zked.v10i1.439

Abstract

Latar Belakang:  Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan serta minuman terbaik yang dapat diberikan ibu kepada bayi yang baru dilahirkannya. Menurut WHO prevalensi pemberian ASI Eksklusif di dunia sebanyak 41 %. Sementara di Indonesia cakupan pemberian ASI Eksklusif di tahun 2018 sebesar 68%. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI ekslusif, salah satunya adalah tingkat pengetahuan ibu tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD yang cukup baik akan dilanjutkan dengan sikap dan perilaku pemberian IMD yang menentukan keberhasilan pemberian ASI ekslusif.Metode: Metode Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian Cross Sectional Study. Penelitian ini dilakukan pada bulan November dan Desember 2019. Teknik pengambilan sampel adalah Quota Sampling dengan jumlah sampel 40 ibu yang mempunyi bayi usia 6-24 bulan. Data yang diperoleh diuji menggunakan analisis uji chi square.Hasil: Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa lebih dari separuh ibu yang memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 24 orang (60%). Lebih dari separuh ibu memberikan ASI Eksklusif yaitu sebanyak 24 orang (60%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Inisiasi Menyusui Dini dengan Pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p value =0,018.Kesimpulan: Pengetahuan ibu mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-24 bulan
HUBUNGAN MEROKOK DENGAN STATUS GIZI DAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK ANGKATAN 2016−2018 UNIVERSITAS BATAM TAHUN 2019 Brain Gantoro
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 10 No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.238 KB) | DOI: 10.37776/zked.v10i1.440

Abstract

Latar Belakang : Merokok merupakan masalah yang terus berkembang dan belum di temukan solusinya di Indonesia. Perokok umumnya mengalami penurunan dari pada berat badan bukan perokok, meskipun asupan kalorinya sama atau lebih tinggi dari pada bukan perokok.  Merokok merupakan faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah, kandungan rokok yang diketahui dapat meningkatkan tekanan darah salah satunya adalah nikotin, yang bersifat simpatomimetik yang mengakibatkan peningkatan denyut jantung.Metode : Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teknik Angkatan 2016-2018 Universitas Batam, teknik pengambilan sampel menggunakan Total  sampling, dengan sampel berjumlah 85 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengukuran tinggi badan dan berat badan, lalu melakukan pemeriksaan tekanan darah secara langsung. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji statistik chi square.Hasil : Penelitian terhadap 79 responden, menunjukan responden perokok dengan berat badan kurang 11 orang (19,6%), berat badan normal 24 orang (42,9%), berat badan lebih-obesitas 21 orang (37,5%). Sedangkan responden bukan perokok didapatkan berat badan kurang 7 orang (30,4%), badan normal  9 orang (39,2%), berat badan lebih-obesitas sebanyak 7 orang (30,4%). Berdasarkan uji statistik diketahui bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara merokok dengan status gizi dengan p value 0,572. Hasil penelitian tekanan darah menunjukan responden perokok dengan tekanan darah normal sebanyak 8 orang (14,3%), pre hipertensi 19 orang  (33,9%), hipertensi tahap 1 sebanyak 29 orang (52,8%), sedangkan responden bukan perokok  didapatkan tekanan darah normal 10 orang (43,5%),  pre hipertensi 5 orang (21,7%), responden dengan hipertensi tahap 1 sebanyak 8 orang (34,8%). Berdasarkan uji statistik diketahui bahwa terdapat  hubungan merokok dengan tekanan darah dengan p value 0,019.Kesimpulan : Tidak adanya hubungan merokok dengan status gizi tetapi ada hubungan merokok dengan tekanan darah pada mahasiswa Fakultas Teknik Angkatan 2016-2018 Universitas Batam tahun 2019.
PERBANDINGAN KADAR LEMAK DAGING BABI LANDRACE DAN BABI HUTAN TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KELURAHAN PASAR TELUK DALAM TAHUN 2019 Kasih Purwati
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 10 No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.822 KB) | DOI: 10.37776/zked.v10i1.441

Abstract

Latar Belakang: Pengaruh pola makan terhadap hipertensi dan komplikasi hipertensi sangat besar. Makanan berlemak dapat menyebabkan arterosklerosis dan mempengaruhi naiknya tekanan darah. Lemak jenuh dijumpai dalam daging, salah satunya adalah daging babi, daging babi yang sering dikonsumsi adalah daging babi landrace dan daging babi hutan, sebagian besar masyarakat yang mengonsumsi daging babi berasumsi daging babi hutan lebih baik dibandingkan daging babi landrace karena lemaknya lebih sedikit.Metode: Jenis penelitian ini observasional analitik dengan metode cross sectional, teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan 20 sampel daging babi terdiri dari 10 sampel daging babi landrace dan 10 daging babi hutan untuk mengukur kadar lemak. Serta 30 orang yang terdiri dari 15 orang pengonsumsi daging babi landrace dan 15 orang pengonsumsi daging babi hutan untuk mengukur tekanan darah. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan komputer menggunakan uji independent sample t Test.Hasil: Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai sebesar 0,001 (p < 0,05) secara statistik terdapat perbandingan kadar lemak daging babi landrace dan daging babi hutan. Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai masing-masing sebesar 0,000 (p < 0,05) Secara statistik terdapat perbandingan rerata tekanan sistole dan diastole bermakna antara pengonsumsi daging babi landrace dan daging babi hutan.Simpulan: Pada penelitian disimpulkan bahwa lemak pada daging babi hutan lebih tinggi dibandingkan lemak pada daging babi landrace serta terdapat hubungan peningkatan tekanan darah dengan konsumsi daging babi yang memiliki kadar lemak yang tinggi.

Page 5 of 28 | Total Record : 278


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 3 (2025): Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 15 No 2 (2025): Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 15 No 1 (2025): Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 14 No 3 (2024): Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 14 No 2 (2024): Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 14 No 1 (2024): Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 13 No 3 (2023): Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 13 No 2 (2023): Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 13 No 1 (2023): Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 12 No 3 (2022): SEPTEMBER Vol 12 No 3 (2022): Zona Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 12 No 2 (2022): MEI Vol 12 No 2 (2022): Zona Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 12 No 1 (2022): JANUARI Vol 12 No 1 (2022): Zona Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 11 No 3 (2021): SEPTEMBER Vol 11 No 3 (2021): Zona Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 11 No 2 (2021): MEI Vol 11 No 2 (2021): Zona Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 11 No 1 (2021): Zona Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam Vol 11 No 1 (2021): JANUARI Vol 10 No 3 (2020): SEPTEMBER Vol 10 No 2 (2020): MEI Vol 10 No 1 (2020): JANUARI Vol 9 No 3 (2019): SEPTEMBER Vol 9 No 2 (2019): MEI Vol 9 No 1 (2019): JANUARI Vol 7 No 3 (2017): SEPTEMBER More Issue