cover
Contact Name
Dwi Nurwulan Pravitasari
Contact Email
saintika_medika@umm.ac.id
Phone
+628123086679
Journal Mail Official
saintika_medika@umm.ac.id
Editorial Address
Editorial Office: Faculty of Medicine University of Muhammadiyah Malang Jl. Bendungan Sutami No 188A Malang, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga.
ISSN : 0216759X     EISSN : 2614476     DOI : https://doi.org/10.22219/
Core Subject : Health,
Journal of Saintika Medika is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 564 Documents
HUBUNGAN SKALA KEPRIBADIAN MINESSOTA MULTIPHASIC PERSONALITY INVENTORY TEST-2 (MMPI-2) dengan IPK MAHASISWAKEDOKTERAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Nur Aini Yunike Bahari Margarini; Gita Sekar Prihanti; dr Suharto
Saintika Medika Vol. 12 No. 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i1.5264

Abstract

Kepribadian seorang mahasiswa terutama di bidang pendidikan dokter sangat berpengaruh terhadap cara menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa dengan baik. Oleh karena itu dilakukan teskepribadian.Salah satunyauntuk mengetahui kepribadiannya, berupa tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Skala Kepribadian Minessota Multiphasic Personality Inventory Test-2 (Mmpi-2) Dengan IPK Mahasiswa Kedokteran Semester 4 Fakultas KedokteranUniversitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 112 mahasiswa. Sumber data menggunakan data primer dan analisa data menggunakan uji spearman’s rho. Hasil uji spearman’s rho pada 10 skala kepribadian Minessota Multiphasic Personality Inventory Test-2 (MMPI-2) dengan IPK Mahasiswa Kedokteran menunjukkan seluruh nilai signifikansi lebih dari 0,05 sehingga tidak ada hubungan yang bermakna.Kata kunci : Skala MMPI-2, IPK, Mahasiswa Kedokteran
PENGARUHEKSTRAK DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata laurentii) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN TIKUS PUITH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIINDUKSI TIMBAL PER-ORAL Rifatul Ifada; Diah Hermayanti; Yuliono Trika NurHasan
Saintika Medika Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i2.5265

Abstract

Logam berat timbal yang masuk kedalam tubuh dalam waktu singkat dan jumlah yang banyak dapat menyebabkan keracunan timbal sub-akut. Di sisi lain, daun Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata laurentii) memiliki kandungan pregnane glycoside dan vitamin C sebagai antioksidan yang mampu mengikat logam berat timbal.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata laurentii) terhadap kadar hemoglobin pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus starin wistar) yang telah diinduksi oleh timbal per-oral.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain True Experimental Post Test Only Group Design. Penelitian ini dilakukan selama 15 hari dengan lima kelompok tikus, yaitu kelompok tanpa perlakuan (K-), kelompok yang diinduksi timbal saja (K+), kelompok P1, P2, dan P3 yang diberi ekstrak daun Lidah Mertua dengan dosis 8,3; 41; 83 mg/kgBB/hari, kemudian dilakukan induksi timbal menggunakan larutan timbal asetat dosis 15 mg/100gBB/hari. Pengambilan sampel darah tikus melalui ventrikel kemudian dilakukan uji kadar hemoglobin menggunakan metode cyanomethemoglobin.Hasil Penelitian dan Diskusi : Hasil penelitian 4 minggu didapatkan rerata hemoglobin kelompok K- adalah 12,98 g/dL, kelompok K+ adalah 13,18 g/dL, kelompok P1 adalah 12,16 g/dL, kelompok P2 adalah 12,64 g/dL, dan kelompok P3 adalah 12,96g/dL. Setelah diuji komparasi oneway ANOVA didapatkan nilai signifikansi 0,521 > p (0,05) yang berarti penelitian ini tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar hemoglobin pada seluruh kelompok.Kesimpulan : Pemberian ekstrak daun Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata laurentii) tidak berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin tikus putih jantan (Rattus norvegicus strain wistar) yang diinduksi timbal per-oral.
PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI ORAL TERHADAP KEJADIAN Fibrodenoma Mammae DI RUMAHSAKIT ANGKATAN DARAT BRAWIJAYA SURABAYA PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2014 Yuanita Wahyuningsih; Mochamad Aleq Sander; dr Suharto
Saintika Medika Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i2.5266

Abstract

Fibroadenoma mammae merupakan tumor jinak, konsistensi solid, berbentuk bulat, terasa nyeri saat menstruasi, yang berasal dari salah satu lobulus payudara. Penggunaan kontrasepsi oral dapat menyebabkan terjadinya tumor jinak payudara dan fibroadenoma mammae. Mengetahui pengaruh penggunaan kontrasepsi oral terhadap angka kejadian fibroadenomamammae di Rumah Sakit Angkatan Darat Brawijaya Surabaya Periode 1 Januari – 31 Desember 2014.Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling  dengan besar sampel sebanyak 30 sampel. Data yang diambil meliputi usia dan penggunaan kontrasepsi oral. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji korelasi kontingensi. Hasil penelitian didapatkan 30 pasien fibroadenoma mammae yang juga menggunakan kontrasepsi oral. Pasien dengan usia terbanyak 26-30 tahun (14 pasien; 46,7%). Pasien yang menggunakan kontrasepsi oral tunggal (13 orang; 43,3%) dan kontrasepsi oral kombinasi (17 orang; 56,7%). Uji korelasi kontingensi didapatkan nilai p signifikan (<0,05) yang berarti terdapat pengaruh penggunaan kontrasepsi oral terhadap angka kejadian fibroadenomamammae di Rumah Sakit Angkatan Darat Brawijaya Surabaya.Terdapat pengaruh yang bermakna pada penggunaan alat kontrasepsi oral terhadap angka kejadian fibroadenoma mammae.Kata kunci : Usia, kontrasepsi oral, fibroadenoma mammae.
ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PRIMER PADA LANSIA DI PUSKESMAS DINOYO MALANG Friska Ardiani Putri; Febri Endra Budisetyawan; dr Rahayu
Saintika Medika Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i2.5267

Abstract

Analisis faktor risiko hipertensi primer pada lansia di puskesmas Dinoyo Malang. Hipertensi primer merupakan penyakit degeneratif pertama yang banyak diderita oleh lansia. Modifikasi pola hidup dapat menurunkan faktor  risiko terjadinya hipertensi primer. Penelitian ini bertujuanmengetahui hubungan antara faktor risiko  hipertensi primer dengan timbulnya hipertensi primer pada lansia di puskesmas Dinoyo Malang. Metode yang digunakan adalah Analytical observation dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Dinoyo Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah sampel 103 responden. Data dianalisis secara bivariat dan multivariate dengan regresi logistik. Faktor-faktor yang terbukti sebagai faktor risiko hipertensi adalah konsumsi asin p=0,000; konsumsi zat aditif p=0,000; konsumsi lemak p=0,000; konsumsi kopi p=0,000; merokok p=0,000;  stres psikologis p=0,000, jenis kelamin p=0,000, pendidikan p=0,000; olahraga p=0,000; indeks massa tubuh p=0,000; faktor layanan kesehatan p=0,526 tidak signifikan dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi kepatuhan seseorang untuk melakukan pengobatan hipertensi. Hasil uji regresi logistik signifikansi=0,95 (>0,1) berarti tidak ada faktor yang paling memengaruhi timbulnya hipertensi primer. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara faktor risiko dengan timbulnya hipertensi primer pada lansia di puskesmas Dinoyo Malang, namun tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor layanan kesehatan dengan hipertensi primer.Kata kunci : Faktor risiko, Hipertensi primer, Lansia
PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingiacalabura l.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI DIET TINGGI LEMAK Muchamad Fadil; Sulistyo Mulyo Agustini; Bragastio Sidharta
Saintika Medika Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i2.5270

Abstract

Dislipidemia merupakan faktor yang paling sering menyebabkan penyakit perlemakan hepar non alkoholik. Daun kersen (Muntingia calabura l.) mengandung antioksidan berupa flavonoid, saponin dan tannin yang dapat menghambat stres oksidatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kersen (Muntingia calabura l.) terhadap gambaran histopatologi hepar pada mencit yang diinduksi diet tinggi lemak. Metode yang digunakan adalah True experimental denganpost test only control group design. Sampel dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (K1), kontrol positif (K2), dan 3 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun kersen (Muntingia calabura l.)dengan dosis 1,5mg/20gBB/hari (K3), 3mg/20gBB/hari (K4), 6mg/20gBB/hari (K5). Data dianalisis menggunakan uji oneway anova, uji post hocbonferroni, dan uji regresi linier...Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji one way anova didapatkan pengaruh yang bermakna (p<0,05). Hasil uji one way anovadidapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan (p<0,05). Hasil uji posthoc bonferroni didapatkan perbedaan bermakna (p<0,05) antara masing-masing perlakuan dengan kelompok kontrol. Hasil ujiregresi linier didapatkan adjusted R2=0,511 yang menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen memberikan pengaruh sebesar 51%. Pada penelitian ini kelompok perlakuan ekstrak daun kersen dosis 6mg/20gBB/hari memberikan efek perbaikan gambaran histopatologi yang paling baik. Pada penelitian ini disimpulkan pemberian ekstrak daun kersen berpengaruh terhadap perbaikan gambaran histopatologi hepar pada mencit yang diinduksi diet tinggi lemak
PENGARUH PEMBERIAN EKTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) TERHADAP KADAR SERUM ASAM URAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattusnorvegicus strain wistar) MODEL HIPERURISEMIA Novi Puspita Sari; dr Isbandiah; Bambang Widiwanto
Saintika Medika Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i2.5272

Abstract

Hiperurisemia adalah salah satu faktor yang menyebabkan angka kejadian infalmasi gout arthtritis akut, dan beberapa penyakit lain. Terjadinya hiperurisemia dapat di hambat dengan senyawa flavonoid seperti katekin dan epikatekin yang dapat menghambat enzim xantin oksidase senyawa tersebut terkandung dalam biji anggur (Vittis vinifera).penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji anggur (Vitis vinnifera) terhadap serum asam urat dalam darah tikus putih (Rattusnorvegicus strain wistar) yang di induksi diet tinggi purin.. metode yang di gunakan merupakan Eksperimental, Post Test Only Control Group Design dilakukan selama 25 hari dengan menggunakan 28 ekor tikus putih jantan, di bagi dalam 1 kontrol positif dan 3 kelompok control perlakuan. Setiap kelompok di berikan diet tinggi purin 20mg/ekor selama 8hari, kemudian pada kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak biji anggur pada kelompok 1,2, dan 3 dengan dosis berturut turut 0,9, 2,7, dan 5,4 mg selama 10 hari. Analisis data menggunakan uji One way ANOVA, post hoc bonferroni, uji korelasi dan uji regresi.hasil menunjukan one wayAnova didapatkan perbedaan yang signifikan p<0.001 Hasil uji post hoc di dapatkan perbedaan yang bermakna antara tiap-tiap kelompok perlakuan, namun uji korelasi dan regresi tidak signifikan.ddaru uji statistic dapat di simpulkan pemberian ekstrak biji anggur berpengaruh, tetapi tidak berhubungan terhadap penurunan kadar serum asam urat pada tikus model hiperurisemiaKata kunci: Asam Urat, Ekstrak Biji Anggur , Epikatekin, Katekin.
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI KONSUMSI KOPI BERSAMA ROKOK DAN KUALITAS TIDUR PADA SOPIR BUS DI TERMINAL ARJOSARI MALANG Ria Churin Ain; Iwan Sis Indrawanto; Febriana Pertiwi Chandrawati
Saintika Medika Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i2.5274

Abstract

Sopir bus dituntut tetap terjaga dan waspada sehingga bisa mengantarkan penumpangnya ke tempat tujuan. Sehingga kebanyakan dari mereka mengkonsumsi kopi dan rokok dengan tujuan agar tidak mengantuk. Kopi mengandung kafein dan rokok mengandung nikotin. Kafein dan nikotin merupakan zat psikoaktif yang bisa meningkatkan kewaspadaan. Namun, konsumsi kopi dan rokok mempunyai dampak negatif berupa penurunan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara konsumsi kopi bersama rokok dan kualitas tidur pada sopir bus di terminal Arjosari Malang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2017 yang bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan purposive sampling dengan 81 responden. Teknik pengumpulan data dengan mewawancarai responden menggunakan kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur. Hasil penelitian menunjukkan, responden dengan konsumsi kopi bersama rokok memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 46,9% dan kualitas tidur baik 13,5 %. Responden yang tidak mengkonsumsi kopi bersama rokok memiliki kualitas tidur baik 6,2 % dan memiliki kualitas tidur buruk 33,3 %. Hasil uji statistic hubungan konsumsi kopi bersama rokok dan kualitas tidur diperoleh p = 0,639,( p > 0,05). Berdasarkan hasil tersebut  menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi kopi bersama rokok dan kualitas tidur pada sopir bus di terminal Arjosari Malang.Kata kunci : Kualitas tidur, kopi, rokok, kafein, nikotin
HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS EKSTRAKURIKULER TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR Ilma Hanifah
Saintika Medika Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i2.5275

Abstract

Anak-anak masa kini memiliki waktu bermain delapan jam lebih sedikit dibandingkan dua puluh tahun lalu dikarenakan aktivitas di luar jam sekolah yang padat. Salah satu akibatnya adalah muncul tanda-tanda kecemasan. Dari penelitian sebelumnya didapatkan siswa yang mengikuti banyak aktivitas di luar jam sekolah muncul adanya tanda-tanda kecemasan seperti jantung berdebar kencang dan keras (46,7%), merasa sukar berkonsentrasi pada saat melakukan kegiatan (43,3%) dan merasa sangat lemas/lesu/tidak memiliki tenaga (43,3%) dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti banyak aktivitas di luar jam sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas ekstrakurikuler terhadap tingkat kecemasan anak usia sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner Revised Children’s Manifest Anxiety Scale (RCMAS). Analisis hubungan dilakukan dengan menggunakan uji komparasi Kruskal Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 56% responden memiliki tingkat aktivitas ekstrakurikuler tinggi. Responden yang mengalami kecemasan, sebanyak 27% , memiliki tingkat aktivitas ekstrakurikuler tinggi. Ekstrakurikuler terbanyak yang diikuti adalah tambahan mata pelajaran (53%).Kata kunci: Tingkat ekstrakurikuler, tingkat kecemasan, anak
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS X KOTA KEDIRI Gita Sekar Prihanti; Mia Puteri Rahayu; Mochamad Najib Abdullah
Saintika Medika Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i2.5276

Abstract

Latar belakang :Pemberian imunisasi merupakan suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Berdasarkan data di Puskesmas X Kediri tahun 2015, didapatkan beberapa jenis imunisasi yang belum mencapai target misalnya imunisasi HB 0-7 hari (target 91% dengan pencapaian sebesar 90,5%), imunisasi DPT/HB 1 (target 95% dengan pencapaian 89,5%), Imunisasi DPT/HB 3 (target 90% dengan pencapaian sebesar 79%), dan imunisasi campak (target 90% dengan pencapaian 83,7%). Angka dropout imunisasi DPT/HB 1 – Campak ditargetkan sebesar ± 5%, namun pencapaiannya sebesar – 14,9%. Sedangkan Angka dropout DPT/HB 1 – DPT/HB 3 juga ditargetkan ± 5%, namun pencapaiannya sebesar – 14,9%. Pada anak usia kelas 1 SD dilakukan imunisasi DPT dengan target sebesar 98% dari 409 jiwa,  pencapaiannya masih kurang dari target yaitu sebesar 398 jiwa atau 97,3%. Imunisasi campak pada anak kelas 1 SD juga ditargetkan mencapai 98% dari 402 jiwa namun pencapaiannya masih kurang yaitu sebesar 388 jiwa atau 96,5%. Tujuan :Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar di Wilayah kerja Puskesmas X Kediri.Metode :Desain case-control. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel 84 orang. Data diperoleh register kohort bayi tahun 2015 – Juli 2016 Pasien  Imunisasi di Wilayah Kerja Puskesmas X  Kota Kediri. Hasil penelitian ::Hasil uji regresi logistik biner menunjukkan bahwa terdapat empat variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kelengkapan imunisasi dasar, yaitu usia (p=0,029; CI=0,012-0,955; OR=0,106),pekerjaan (p=0,026; CI=1,300-9,539; OR=3,521), Pengetahuan (p=0,019; CI=0,054-0,928; OR=0,224), dan kehadiran balita (p=0,00; CI= -; OR= -).Berdasarkan nilai adjusted R square yaitu 0,354 (35,4%). Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kelengkapan imunisasi, ditunjukkan oleh nilai β tertinggi, yaitu faktor pekerjaan (β = 1,590).Sedangkan faktor yang tidak signifikan diantaranya pendidikan (p=0,309), Pendapatan (p=0,378), Sikap (p=0,057), dan Peran petugas (p=constant). Kesimpulan :Faktor-faktor yang mempengaruhi status kelengkapan imunisasi dasar di wilayah kerja Puskesmas X  Kota Kediri meliputi faktor predisposisi(predisposing) yaitu usia, pekerjaan dan pengetahuan.Tidak ada hubungan antara faktor penguat (reinforcing) dan faktor pemungkin (enabling) denganstatus kelengkapan imunisasi dasar. Kata Kunci: Faktor yang mempengaruhi status kelengkapan imunisasi dasar, wilayah kerja Puskesmas X  Kota Kediri.
Hubungan Aktifitas Fisik dengan Kekuatan Tulang Pada Pasien Menopause di Rumah Sakit Olahraga Nasional Kemenpora Tahun 2017 Laras Bani Waseso
Saintika Medika Vol. 14 No. 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol14.SMUMM1.5386

Abstract

HUBUNGAN ANTARA AKTIFITAS FISIK DENGAN KEKUATAN TULANG PADA PASIEN MENOPAUSE DI RUMAH SAKIT OLAHRAGA NASIONAL KEMENPORA TAHUN 2017 Laras Bani Waseso ABSTRAK Osteoporosis tiga kali lebih sering terjadi pada perempuan menopause dan kurang aktifitas fisik. Karena hal menyebabkan penurunan massa tulang. Pemeriksaan baku untuk osteoporosis adalah pemeriksaan kepadatan tulang atau BMD (Bone Mass Densitometry). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktifitas fisik dan kekuatan tulang pasien menopause. Penelitian ini bersifat analitik observasional menggunakan desain potong lintang. Sampel berjumlah 74 berasal dari Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) Kemenpora tahun 2017. Data dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan aktifitas fisik ringan mempunyai kekuatan tulang normal (37%), kekuatan tulang osteopenia (63%), kekuatan tulang osteoporosis (20%). Pasien dengan aktifitas fisik sedang mempunyai kekuatan tulang normal (52%), kekuatan tulang osteopenia (19%), kekuatan tulang osteoporosis (33%). Pasien dengan aktifitas fisik berat mempunyai kekuatan tulang normal (16%), kekuatan tulang osteopenia (18%), kekuatan tulang osteoporosis (47%). Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara aktifitas fisik dengan kekuatan tulang pada pasien menopause (p = 0,004). Kata kunci: Aktifitas Fisik, Bone Mass Densitometry, Wanita Menopause    THE CORRELATION BETWEEN PHYSICAL ACTIVITIES AND BONE STRENGTH ON MENOPAUSE PATIENTS AT KEMENPORA NATIONAL SPORT HOSPITAL IN 2017  Laras Bani Waseso ABSTRACT Osteoporosis is three times more likely to happen to menopause patients with low physical activity because it causes bone mass to decrease. Standard examination for osteoporosis is bone mass examination or also known as BMD (Bone Mass Densitometry). This research aims to identify the correlation between physical activity and bone strength on menopause patients. This is an observational analytical research which used cross sectional design. The sample consists of 74 patients from Kemenpora National Hospital in 2017. The data were analyzed by using Chi-square test. The result shows that 37% of low physical activity patients have normal bone strength, 63% of which have osteopenia and 20% of the patients have osteoporosis. Meanwhile, 52% of medium physical activity patients have normal bone strength, 19% of the patients have osteopenia, and 33% of the patients have osteoporosis. 16% of patients with high physical activity have normal bone strength, 18% of the patients have osteopenia, and 47% of the patients have osteoporosis. This research proves that there is a correlation between physical activity and bone strength on menopause patients (p = 0,004). Keywords: Physical Activity, Bone Mass Densitometry, Menopausal women

Filter by Year

2009 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2024): December 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): June 2024 Vol. 19 No. 2 (2023): December 2023 Vol. 19 No. 1 (2023): June 2023 Vol. 18 No. 2 (2022): December 2022 Vol. 18 No. 1 (2022): June 2022 Vol. 17 No. 2 (2021): December 2021 Vol. 17 No. 1 (2021): June 2021 Vol. 16 No. 2 (2020): December 2020 Vol 16, No 1 (2020): June 2020 (on progress) Vol 16, No 1 (2020): June 2020 Vol. 16 No. 1 (2020): June 2020 Vol. 15 No. 2 (2019): December 2019 Vol 15, No 2 (2019): December 2019 Vol 15, No 1 (2019): JUNI 2019 Vol. 15 No. 1 (2019): JUNI 2019 Vol 14, No 2 (2018): DESEMBER 2018 Vol. 14 No. 2 (2018): DESEMBER 2018 Vol. 14 No. 1 (2018): JUNI 2018 Vol 14, No 1 (2018): JUNI 2018 Vol 13, No 2 (2017): DESEMBER 2017 Vol. 13 No. 2 (2017): DESEMBER 2017 Vol. 13 No. 1 (2017): JUNI 2017 Vol 13, No 1 (2017): JUNI 2017 Vol 12, No 2 (2016): DESEMBER 2016 Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016 Vol. 12 No. 1 (2016): JUNI 2016 Vol 12, No 1 (2016): JUNI 2016 Vol. 11 No. 2 (2015): Desember 2015 Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015 Vol. 11 No. 1 (2015): Juni 2015 Vol. 10 No. 2 (2014): Desember 2014 Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 10, No 1 (2014): Juni 2014 Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 2 (2013): Desember 2013 Vol. 9 No. 2 (2013): Desember 2013 Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013 Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012 Vol. 8 No. 2 (2012): Desember 2012 Vol 8, No 1 (2012): Juni 2012 Vol. 8 No. 1 (2012): Juni 2012 Vol. 5 No. 2 (2009): Juli 2009 Vol. 7 No. 2 (2011): Desember 2011 Vol 7, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 7, No 1 (2011): Januari 2011 Vol. 7 No. 1 (2011): Januari 2011 Vol. 6 No. 2 (2010): Desember 2010 Vol 6, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 6, No 1 (2010): Januari 2010 Vol. 6 No. 1 (2010): Januari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Juli 2009 Vol. 5 No. 1 (2009): Januari 2009 Vol 5, No 1 (2009): Januari 2009 More Issue