cover
Contact Name
Said Fachry Assagaf
Contact Email
said.fachry.assagaf@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainsmat@unm.ac.id
Editorial Address
Unit Publikasi Lantai 3 Gedung ICP FMIPA UNM Jln. Daeng Tata, Kampus UNM Parangtambung, Makassar, Indonesia 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SAINSMAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam
Core Subject : Science, Education,
The objective of this journal is to publish original, fully peer-reviewed articles on a variety of topics and research methods in both sciences, mathematics, its education, and applied science. The journal welcomes articles that address common issues in mathematics, sciences, education, applied science and cross-curricular dimensions more widely.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 269 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas XI MIPA SMAN 2 Majene Ahmad Talib; Bernard Bernard; Muhammad Miswar Heru
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat121380962023

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematika siswa dimana berdasarkan pembahasan dan hasil dari penelitian yang relevan menunjukkan bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas XI MIPA SMAN 2 Majene. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Pre-eksperimental dengan bentuk One-Group Pretest and Posttest Design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah cluster random sampling. Teknik analisis data yang digunakan ialah teknik analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) nilai rata-rata hasil pretest siswa yaitu 54,99 pada kategori rendah dan nilai rata-rata hasil posttest siswa yaitu 70,39 pada kategori tinggi; (2) skor rata-rata gain ternormalisasi sebesar 0,36 pada kategori sedang. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa: (1) nilai pemahaman konsep matematika siswa setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran Treffinger lebih besar dari 54,99 atau secara signifikan melebihi nilai ketuntasan minimum untuk tes pemahaman konsep matematika siswa; (2) nilai gain ternormalisasi peningkatan pemahaman konsep matematika siswa lebih besar dari 0,30 yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada tes pemahaman konsep matematika siswa setelah penerapan model pembelajaran Treffinger; (3) jumlah siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimum pada posttest pemahaman konsep matematika siswa lebih besar dari 80% dimana secara signifikan melebihi persentase kriteria keterlaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Treffinger berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematika pada pokok bahasan barisan dan deret siswa kelas XI MIPA SMAN 2 Majene.Kata kunci: Model pembelajaran treffinger, Pemahaman konsep matematika. Barisan dan deret 
Development of Thematic Concept Understanding Assessment In Class V Science Learning Content. Yusri Adi; Nurhasanah Bakhtiar; Rian Vebrianto; Adisti Yuliastrin
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat121391652023

Abstract

Problems that are often faced by educators in measuring the level of understanding of students' concepts are questions that are made to have a low cognitive level and short answers which make the questions unable to properly measure the students' understanding. This study is useful in describing how the feasibility of a concept understanding assessment instrument is. The research design in this study is Research and Development based on the Borg & Gall model by only carrying out 5 steps due to several reasons. The subject of this research is an instrument for assessing the ability to understand concepts. The results of the analysis of the 12 assessment questions are feasible to use because they have a validity value of 0.56 with a "enough" category and a reliability value of 0.72 with a "enough" category and can be said to be a valid research instrument. And because there are 3 questions that have a negative significant value (-) then questions number 2, 10 and 12 are omitted so that this instrument is more valid.
Pengembangan Instrumen Berpikir Kritis : Tutor Identifikasi Berfikir Kritis Adisti Yuliastri; Annisa Fazila Sabrina Damanik; Rian Vebrianto
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat121424632023

Abstract

Research instrument is an important factor in research where the truth of research results lies and determines conclusions. The aim of this study is to review valid, consistent and reliable instruments for critical thinking. In this study, critical thinking consists of five construct, namely : (1) Provide a simple explanation; (2) Development of basic skills; (3) Summary; (4) Provide a more detailed explanation; and (5) Deciding the next strategy. Designed as a survey research, it involved 50 respondents consisting of 3 experts/lectures, 5 teacher and 42 students who were selected by stratified sampling technique and random chance. Data were analyzed using SPSS Version 23.00 for Windows to test internal concistency using Cronbach Alpha. The results showed that all items in the questionnaire were valid and reliable, withan average high Cronbach’s Alpha realibility score (0.897 > 0.6) and each statement had a high score (0.784 to 0.890). Therefore, these numbers indicate that this study has developed a qualitative critical thinking toolkit. Kata kunci: Berpikir Kritis, Instrumen, Tutor 
Kemampuan Metakognitif Siswa d alam Pembelajaran IPA Kelas VII di SMP Bosowa School Makassar Priscilia Indah Palangi; St Muriati; Rizki Trisnawaty Arwien; Zose Wirawan; Jaja Jamaluddin
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat121438382023

Abstract

Metakognisi merujuk pada kemampuan untuk mengatur proses kognitif seseorang, termasuk dalam hal mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan metakognitif siswa dalam menerapkan, mengulang, dan menjelaskan materi ilmu pengetahuan alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yakni metode ilmiah sistematis yang digunakan untuk menyelidiki fenomena dan hubungan kausalitasnya. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Bosowa School Makassar, sedangkan sampel terdiri dari 11 siswa dari kelas VII. Data dikumpulkan melalui teknik survei yang menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VII SMP Bosowa School Makassar memiliki kemampuan metakognitif yang baik, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki pemahaman yang solid tentang konsep ilmu pengetahuan alam dan tidak mengalami kesulitan dalam mempelajarinya.Kata kunci: Pengetahuan Metakognisi, Pembelajaran IPA, Gaya Belajar Reflektif
Dispersi: Studi Pendahuluan Revitalisasi Pemanfaatan Karbon Aktif sebagai Material Elektroda. Shielda Natalia Joris; Nelson Gaspersz; Mario Rowan Sohilait
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat121428772023

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu material karbon yang murah, memiliki luas permukaan spesifik, porositas, dan nilai konduktivitas elektrik yang cukup tinggi. Hal ini membuat adanya beragam aplikasi karbon aktif sebagai adsorben, pengolahan air, dan juga dalam bidang energi. Studi dispersi karbon aktif memudahkan pengaplikasian karbon aktif sebagai material dasar dalam desain elektroda pada sel bahan bakar maupun baterai. Dalam penelitian ini, studi dispersi karbon aktif dilakukan dalam sistem air menggunakan agen aktif permukaan (surfaktan) Cetyl Trimethyl Ammonium Bromida (CTAB), Sodium Dodecyl Sulfate (SDS), dan Polysorbate 80 (Tween 80). Perbandingan karbon aktif dengan surfaktan divariasikan dari 1:0–1:5 untuk masing-masing surfaktan. Hasil pengukuran menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 200–500 nm menunjukan bahwa surfaktan Tween 80 dengan perbandingan 0,05 gram karbon aktif dengan 3 mL Tween 80 mendispersikan karbon aktif dalam pelarut air dengan lebih baik dibandingkan dengan CTAB dan SDS.Kata kunci: karbon aktif, CTAB, SDS, Polysorbate, Tween 80, disperse, surfaktan
Generalized Space-Time Autoregressive Integrated Moving Average (GSTARIMA) Modeling in Forecasting Covid-19 Cases in Indonesia Rahmawati Rahmawati; Suwardi Annas; Aswi Aswi
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat121442822023

Abstract

Covid-19 is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). The spread of Covid-19 in Indonesia has grown rapidly that the World Health Organization (WHO) has declared Covid-19 a pandemic. Covid-19 cases have spread to 34 provinces in Indonesia. Covid-19 data in Indonesia involves space and time so the appropriate modeling is the space-time model. Space-time modeling of the Covid-19 case in 34 provinces in Indonesia using the Generalized Space-Time Autoregressive Integrated Moving Average (GSTARIMA) model has not been carried out. The purpose of this research is to get the best GSTARIMA model and forecat the Covid-19 case for the next several times. This model incorporates time and location interdependence with different parameters for each location. Identification of the order of the AR and MA was carried out through the STACF and STPACF plots. For simplicity of interpretation, the spatial order is chosen first order. In this study, the queen contiguity and the inverse distance location weighting matrix were used. The parameter estimation used is Ordinary Least Square (OLS). The results show that the best model for predicting Covid-19 cases in 34 provinces in Indonesia is the GSTARIMA model (1,1,0)1 using an inverse distance weighting matrix with the smallest RMSE value of 1.22.Keywords: Covid-19, GSTARIMA, Queen Contiguity, Inverse Distance, OLS.
Kemampuan Siswa SMA Menyelesaikan Soal Fisika Bertipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) Salamang Salmiah Sari; Fahmi Hasbullah; K Khaeruddin
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat101317462021

Abstract

Pada abad 21, pendidikan harus memprioritaskan pengajaran berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS). Hal tersebut dikarenakan proses pendidikan yang berbasis HOTS telah menjadi kebutuhan global. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana gambaran kemampuan peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam menyelesaikan soal fisika bertipe HOTS. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah sampel jenuh dengan jumlah 166 orang  peserta didik kelas X MIPA di sekolah tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan instrumen tes bertipe HOTS yang telah valid kepada subjek penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum tingkat kemampuan peserta didik kelas X MIPA dalam menyelesaikan soal fisika bertipe HOTS masih tergolong dalam kategori sedang, dilihat dari persentase HOTS peserta didik yang didominasi oleh kategori sedang yakni sebesar 65,06% atau 108 peserta didik. Hal ini menjadi perlu mendapatkan perhatian khusus bagi institusi yang berhubungan dengan pendidikan, khususnya tenaga pendidik yang harus mampu berinovasi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal bertipe HOTS sekaligus melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi mereka.Kata kunci: Penyelesaian Soal, HOTS. In the 21st century, education must prioritize teaching based on Higher Order Thinking Skills (HOTS). This is because the HOTS-based education process has become a global need. This study aim was to study how the description of the ability of high school students (SMA) in solving HOTS-type physics problems. This type of research is a descriptive quantitative with survey method. The sample used in the study was a saturated sample with a total of 166 students of class X MIPA at the school. Data collection was carried out by giving a valid HOTS-type test instrument to the research subject. The data obtained were then analyzed using a descriptive analysis test. The results of this study indicate that in general the level of ability of students in class X MIPA in solving HOTS-type physics questions is still classified in the medium category, as seen from the percentage of HOTS students which is dominated by the medium category, which is 65.06% or 108 students. This becomes a need for special attention for institutions related to education, especially educators who should be able to innovate in the learning process to improve the ability of students to solve HOTS-type questions as well as for training their higher-order thinking skills. Keywords: Problem Solve, HOTS.
Analisis Perkuliahan Daring Konsep Dasar IPA: Study Kasus Nasrah Nasrah; Rr. Yuliana Purwati; A. Muafiah Nur
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat122440882023

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui kendala perkuliahan Konsep Dasar IPA berdasarkan pendapat pengajar (dosen) sehingga dapat memperoleh solusi dari adanya permasalahan hasil belajar mahasiswa yang relatif rendah. Metode deskriptif kualitatif dengan objek penelitian 4 orang sampel dari 10 populasi dosen di dosen rumpun IPA prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Muhammadiyah Makassar. Hasil dan pembahasan ditinjau dari empat aspek yaitu (1) Penggunaan model/strategi/metode perkuliahan; (2) Penggunaan media pembelajaran; (3) Permasalahan dosen yang dialami pada saat penyampaian materi; (3) Permasalahan mahasiswa dalam mengikuti perkulihan; (4) Solusi-solusi yang diberikan dosen dalam mengatasi permasalahan perkuliahan.. Berdasarkan metode pengolahan triangulasi dan analisis data dari Miles dan Huberman, disimpulkan bahwa dalam meskipun para dosen tidak terkendala dalam penyampaian materi perkuliahan namun keberhasilan pembelajaran sangat memerlukan upaya penguatan oleh mahasiswa. Pembelajaran aktif yang mengedepankan metode presentasi, diskusi dan tanya jawab sangat direkomendasikan untuk memastikan keterlibatan penuh mahasiswa sesi belajar secara daring.
The Effect Of Acid Treatment On The Characteristics Of Modernite Zeolite Sumiati Side; Suriati Eka Putri; Diana Eka Pratiwi; Aulia Rahma; Abd. Rahman
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat122511932023

Abstract

This work investigated the use of acid treatment on the characteristics of zeolite mineral. The effects of treating zeolite with various acid solutions hydrochloric acid (HCl) and sulfuric acid (H2SO4) were measured using x-ray fluorescence (XRF), x-ray diffraction (XRD), and scanning electron microscope (SEM). The results showed an increase in the percentage of SiO2 and Al2O3 after zeolite activation, and also a decrease in the amount of impurities. The crystalline phase of the zeolite was carried out using XRD analysis, indicating the type of zeolite used is modernite. The SiO2 phase in the sample is quartz, and the Al2O3 phase is corundum. The average crystal size decreased after activation, from 14.23 nm to 6.85 nm for HCl and 5.42 nm for H2SO4. Futhermore, the surface morphology of all zeolite samples has a form of irregular spherical surface, and the surface size of the particles after activation shows a smaller particle shape. The results of this study are expected to become recommendations for further research related to natural zeolite pretreatment as a catalyst support.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Indigenous Potensial Pendegradasi Isoprofilamina Glifosat dari Lahan Budidaya Bawang Merah di Kabupaten Enrekang Hilda Karim; Sahribulan Sahribulan; Muhammad Junda; Norna Norna
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat122521492023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri yang terdapat pada tanah yang terpapar pestisida berbahan aktif Isopropilamina Glifosat dengan melakukan karakterisasi bakteri secara morfologi, dan fisiologi. Sampel tanah diambil dari perkebunan bawang merah di Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Metode pada penelitian ini yaitu dengan mengisolasi sampel tanah pada kedalaman 10 cm dan 20 cm, isolat bakteri yang ditemukan kemudian dikelompokkan berdasarkan karakter morfologi dan fisiologi isolat yang ditemukan. Pada tahap isolasi diberi perlakuan pestisida dengan konsentrasi 10 ppm, 20 ppm dan 30 ppm. Hasil penelitian pada tanah kedalaman 10 cm ditemukan bakteri dari genus Pantoea dan Clostridium. Pada konsentrasi 10 ppm diperoleh 2 isolat, konsentrasi 20 ppm diperoleh 2 isolat dan konsentrasi 30 ppm ditemukan 1 isolat. Sedangkan pada kedalaman 20 cm ditemukan bakteri dari genus Pantoea, Clostridium, Pseudomonas, dan Erwinia. Pada konsetrasi 10 ppm ditemukan 4 isolat, konsentrasi 20 ppm 2 isolat dan konsentrasi 30 ppm ditemukan 1 isolat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genus Pantoea, Clostridium, Pseudomonas, dan Erwinia, mampu bertahan hidup pada tanah yang terpapar pestisida.