cover
Contact Name
Eka Nurdianty Anwar
Contact Email
admbengkuluinstitute@gmail.com
Phone
+628562911777
Journal Mail Official
admbengkuluinstitute@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kalimantan No 4 RT 004 RW 001 Kelurahan Kampung Kelawi, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
Published by Gayaku Publisher
ISSN : -     EISSN : 29636833     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Vokasi Kesehatan is published by Gayaku Publisher and distributed twice a year. Jurnal Vokasi Kesehatan is dedicated to researchers and academics intent on publishing research, scientific thinking, and other original scientific ideas. Jurnal Vokasi Kesehatan scientific periodical publication on Public Health Science and Healthcare Studies issue as a media for information dissemination of research results for lecturer, researcher, and practitioner. The article published in the Jurnal Vokasi Kesehatan is the authors original work with a broad spectrum of topics. Detailed scopes of articles accepted for submission are The Journals mission is to promote excellence in public health and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from the international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2026)" : 21 Documents clear
PENGARUH EDUKASI STIMULASI PERKEMBANGAN SEKTOR MOTORIK KASAR MENGGUNAKAN VIDEO TERHADAP KEMANDIRIAN IBU DALAM MEMAKSIMALKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 0-6 TAHUN Sayyidha, Friyanka Aisyah; Ria Setia Sari; M. Martono Diel
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1493

Abstract

Perkembangan motorik kasar pada anak usia 0–6 tahun memegang peranan penting dalam mendukung kemampuan fisik, koordinasi, dan kemandirian anak di masa pertumbuhan. Orang tua, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam memberikan stimulasi yang tepat untuk memaksimalkan perkembangan tersebut. Namun, kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan stimulasi motorik kasar masih menjadi permasalahan yang umum ditemui. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi stimulasi perkembangan sektor motorik kasar menggunakan media video terhadap kemandirian ibu dalam memaksimalkan perkembangan motorik kasar anak usia 0–6 tahun. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 42 responden dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemandirian berdasrkan denver
PENGARUH EDUKASI HIPERTENSI DAN RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RS AN-NISA KOTA TANGERANG Harahap, Dani Salsabilla; Imas Sartika; Meynur Rohmah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1516

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Selain terapi farmakologis, intervensi non-farmakologis seperti edukasi kesehatan dan teknik relaksasi genggam jari dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi hipertensi dan relaksasi genggam jari terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest with control group design. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi pada hari pertama (p = 0,005) dan hari ketiga (p = <0,001), sedangkan pada hari kedua tidak ditemukan perbedaan signifikan (p = 0,180). Hal ini membuktikan bahwa edukasi hipertensi dan relaksasi genggam jari efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, terutama apabila dilakukan secara berulang. Kesimpulannya, intervensi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis dalam praktik keperawatan untuk membantu mengontrol tekanan darah pasien.
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA POSTER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA SISWA/I DI MTS AL-MANAR SEPATAN KABUPATEN TANGERANG Dewi Septiawati; Siti Rochmani; Ida Faridah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1704

Abstract

Gangguan kesehatan mental pada remaja merupakan salah satu isu kesehatan yang prevalensinya cukup tinggi. Minimnya pengetahuan remaja tentang kesehatan mental dapat berdampak pada prestasi belajar dan interaksi sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi kesehatan mental dengan media yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami, seperti poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media poster terhadap tingkat pengetahuan kesehatan mental pada remaja di sekolah. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi dengan media poster. Hasil uji Wilcoxon mendapatkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mental dengan media poster efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja di Mts Al-Manar Sepatan Kabupaten Tangerang. Poster dapat dijadikan media edukasi berkelanjutan di sekolah maupun fasilitas kesehatan.
PENGARUH EDUKASI MENU GIZI SEIMBANG MENGGUNAKAN LEAFLET TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN IBU DALAM MEMPERBAIKI STATUS GIZI ANAK Gita Tamalasari; Ria Setia Sari; M. Martono Diel
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1469

Abstract

Malnutrisi dapat menghambat pertumbuhan serta meningkatkan risiko kesakitan dan kematian, khususnya pada anak-anak. Beberapa faktor penyebab gizi yang terjadi pada anak yaitu, asupan makanan yang tidak seimbang, infeksi, rendahnya kemampuan keluarga dalam mencukupi kebutuhan jumlah zat gizi makanan, kurangnya kemampuan keluarga dalam meluangkan waktu, dukungan, dan perhatian pada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi menu gizi seimbang menggunakan leaflet terhadap tingkat kemandirian ibu dalam memperbaiki status gizi anak. Desain penelitian quasi eksperimen dan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Hasil menunjukkan ada peningkatan kemandirian ibu yang signifikan pada kelompok intervensi (Z = −3.935; p < 0.001), sedangkan pada kelompok kontrol tidak signifikan (Z = −2.596; p = 0.009). Perbedaan selisih skor antar-kelompok bermakna (U = 2.700; Z = −5.464; p < 0.001).
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TATA LAKSANA HENTI JANTUNG TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA KELAS XI DI SMAN 12 BANJARMASIN Indah Nurcahyani; Noor Khalilati; Joko Priyanto Wibowo; Mira
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1820

Abstract

Henti jantung merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian dalam 7–10 menit jika tidak ditangani segera. Studi pendahuluan di SMAN 12 Banjarmasin menunjukkan bahwa mayoritas siswa belum pernah mendapat pelatihan resusitasi jantung, dan sebagian besar hanya memiliki pengetahuan dasar yang tidak memadai untuk bertindak dalam situasi darurat. Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang tata laksana henti jantung terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas XI di SMAN 12 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 siswa kelas XI dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi berdasarkan Guideline AHA 2020. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner benar–salah (19 item), dianalisis secara univariat dan bivariat. Sebelum intervensi, 80% siswa berada pada kategori pengetahuan cukup, 13% kurang, dan 7% baik. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan: 90% siswa mencapai kategori baik, 10% cukup, dan tidak ada yang kurang. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05), berarti terdapat perbedaan bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang tata laksana henti jantung.
Hubungan Tingkat Kesejahteraan Psikologis Dan Body Image Dengan Kesehatan Mental Di SMAN 25 Kab Tangerang Nurhasanah; Lastri Mei Winarni; Ida Farida
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1521

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental akibat perubahan fisik, emosional, dan sosial yang dialami. Gangguan Kesehatan mental seperti kecemasan, stress dan depresi kian meningkat di kalangan remaja Indonesia. Kesejahteraan psikologis dan body image menjadi dua faktor yang sangat krusial tentunya mempengaruhi kondisi mental remaja. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dan body image dengan kesehatan mental di SMAN 25 Kab. Tangerang. Metode Penelitian : bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 195 siswa/I kelas XI yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa bivariat yaitu chi-square untuk menunjukkan ada atau tidaknya korelasi antara variable bebas dan terikat. Hasil : hasil hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dengan kesehatan mental didapatkan p value (0,001) dan body image dengan Kesehatan mental diapatkan p value (0,001) kesimpulannya, kesejahteraan psikologis dan body image memiliki hubungan terhadap kesehatan mental remaja. Diharapkan hasil penelitian dapat bermanfaat bagi SMAN 25 Kab. Tangerang dan peneliti selanjutnya dimana hasil penelitian dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperhatikan masalah terkait hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dan body image dengan kesehatan mental pada remaja. Kata kunci: Kesejahteraan psikologis, body image, kesehatan mental, remaja ABSTRACT Background: Adolescents are an age group vulnerable to mental health disorders due to the physical, emotional, and social changes they experience. Mental health disorders such as anxiety, stress, and depression are increasing among Indonesian adolescents. Psychological well-being and body image are two crucial factors that undoubtedly influence adolescent mental health. Purpose : To determine the relationship between the level of psychological well-being and body image with mental health at SMAN 25 Tangerang Regency. Research Method : Quantitative with a descriptive correlation approach and cross-sectional design. The sample consisted of 195 students of grade XI selected using stratified random sampling. Data analysis in this study used bivariate analysis, namely Pearson chi-square, to show whether or not there is a correlation between the independent and dependent variables. Results: The relationship between psychological well-being and mental health obtained a p-value (0.00), and body image and mental health obtained a p- value (0.00). In conclusion, psychological well-being and body image are related to adolescent mental health. It is hoped that the results of this study will be useful for SMAN 25 Tangerang Regency and future researchers, where the rults of the study can be used as a consideration in addressing issues related to the relationship between psychological well-being and body image with mental health in adolescents. Keywords: Psychological well-being, body image, mental health, adolescen
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Kesejahteraan Psikologis Terhadap Pencegahan Stunting Pada Ibu Dengan Balita Di Desa Rancalabuh Nurul Ijah; Lastri Mei Winarni; Ida Faridah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1522

Abstract

Background: Stunting is a condition of growth disorder due to chronic malnutrition that remains a serious concern in Indonesia, including in Rancalabuh Village, where 23 out of 314 toddlers are experiencing malnutrition. This is largely caused by unhealthy eating patterns and a lack of maternal knowledge. Objective: his study aims to analyze the relationship between mothers' knowledge level, attitude, and psychological well-being towards stunting prevention efforts in toddlers in Rancalabuh Village, as well as to identify the most influential demographic factors. Methodology: This research employs a quantitative method with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach, involving 176 mothers of toddlers in Rancalabuh Village selected using stratified random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with Chi-Square tests (bivariate) and multiple linear regression (multivariate). Results: In this study, most mothers had high knowledge (90.9%), positive attitudes (94.9%), and high psychological well-being (85.5%). There was a significant relationship between knowledge (p=0.000), attitude (p=0.002), and mothers’ psychological well-being with stunting prevention, both partially and simultaneously. The mother’s occupation did not show a significant relationship with stunting prevention (p=0.019), while age and education did not. Conclusion: Mothers' knowledge level, and psychological well-being are significantly related to stunting prevention. Maternal occupation is the most influential demographic factor
HUBUNGAN SCREEN TIME DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 KOTA BANJARMASIN Khairunnisa; Evy Noorhasanah; Nor Isna Tauhidah; Lukman Harun
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1822

Abstract

Screen time yang tinggi dan aktivitas fisik yang rendah sering dikaitkan dengan masalah status gizi pada remaja, tercermin dari prevalensi obesitas usia 13–15 tahun di Kalimantan Selatan sebesar 3,91% dengan angka tertinggi di Kota Banjarmasin yaitu 8,38%, yang melampaui rata-rata provinsi dan mendekati target nasional RAN-PG dan SDGs (<15%). Perubahan gaya hidup akibat penggunaan gawai dan kurangnya aktivitas fisik berpotensi memengaruhi keseimbangan energi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan screen time dan aktivitas fisik dengan status gizi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 101 siswa dengan sampel sebanyak 81 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran screen time dilakukan menggunakan QueST, aktivitas fisik diukur dengan IPAQ-SF, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki screen time kategori tinggi sebanyak 61 siswa (75,3%), hampir setengah responden memiliki aktivitas fisik rendah sebanyak 41 siswa (50,6%), dan sebagian besar responden memiliki status gizi kategori baik sebanyak 31 siswa (38,3%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara screen time dengan status gizi (p value=0,622; r=-0,056) maupun antara aktivitas fisik dengan status gizi (p value=0,427; r=0,090). Pendekatan kesehatan yang komprehensif perlu diperkuat untuk mendukung pemeliharaan status gizi remaja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain longitudinal serta mempertimbangkan faktor lain, seperti pola makan dan penyakit guna memperoleh gambaran hubungan yang lebih komprehensif.
Pengaruh Kombinasi Massage Punggung Dan Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Hipertensi Untuk Pencegahan Stroke Di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Fitriani, Eva; Fitri Anita; Tubagus Erwin
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1829

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit degeneratif dengan prevalensi yang selalu mengalami peningkatan serta adalah faktor risiko terjadinya stroke. Pengendalian tekanan darah bukan sebatas dengan terapi farmakologis saja, namun pula dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis contohnya kombinasi massage punggung dengan relaksasi napas dalam. Tujuan penelitian ini dalam rangka melihat pengaruh kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi sebagai upaya pencegahan stroke di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Pendekatan kuantitatif dipergunakan pada penelitian ini dengan memanfaatkan desain quasi-experimental melalui model one group pretest–posttest without control. Ada sejumlah 16 responden sebagai sampel dan dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria eksklusi maupun inklusi. Tekanan darah diukur sesudah maupun sebelum pemberian intervensi berupa kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam dengan waktu ±15 menit. Data dianalisis melalui uji statistik dalam rangka melihat adanya perbedaan pada saat sesudah serta sebelum intervensi. Hasilnya yaitu rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 143,19 mmHg serta sesudah intervensi mengalami penurunan menjadi 135,13mmHg, sedangkan sesudah intervensi didapatkan rata-rata tekanan darah diastolik sebesar 78,5 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig. dari tekanan darah sistolik yaitu sejumlah 0,018 serta untuk diastolik yaitu sejumlah 0,035 (p < 0,05), sehingga bisa didapatkan kesimpulan kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini memiliki kesimpulan yaitu kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu menekan tekanan darah serta berpotensi menjadi intervensi keperawatan mandiri dalam pencegahan komplikasi seperti stroke.
Pengaruh Kombinasi Massage Punggung Dan Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Hipertensi Untuk Pencegahan Stroke Di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Fitriani, Eva; Fitri Anita; Tubagus Erwin
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1829

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit degeneratif dengan prevalensi yang selalu mengalami peningkatan serta adalah faktor risiko terjadinya stroke. Pengendalian tekanan darah bukan sebatas dengan terapi farmakologis saja, namun pula dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis contohnya kombinasi massage punggung dengan relaksasi napas dalam. Tujuan penelitian ini dalam rangka melihat pengaruh kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi sebagai upaya pencegahan stroke di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Pendekatan kuantitatif dipergunakan pada penelitian ini dengan memanfaatkan desain quasi-experimental melalui model one group pretest–posttest without control. Ada sejumlah 16 responden sebagai sampel dan dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria eksklusi maupun inklusi. Tekanan darah diukur sesudah maupun sebelum pemberian intervensi berupa kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam dengan waktu ±15 menit. Data dianalisis melalui uji statistik dalam rangka melihat adanya perbedaan pada saat sesudah serta sebelum intervensi. Hasilnya yaitu rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 143,19 mmHg serta sesudah intervensi mengalami penurunan menjadi 135,13mmHg, sedangkan sesudah intervensi didapatkan rata-rata tekanan darah diastolik sebesar 78,5 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig. dari tekanan darah sistolik yaitu sejumlah 0,018 serta untuk diastolik yaitu sejumlah 0,035 (p < 0,05), sehingga bisa didapatkan kesimpulan kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini memiliki kesimpulan yaitu kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu menekan tekanan darah serta berpotensi menjadi intervensi keperawatan mandiri dalam pencegahan komplikasi seperti stroke.

Page 2 of 3 | Total Record : 21