cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 828 Documents
Pendampingan Perancangan Desain Konten Instagram Produk Lokal Minyak Atsiri Laloka Hartanti, Monica; Lukman, Christine Claudia
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6480

Abstract

Since Covid-19 impacted YSLH, one of the foundations engaged in the environment, income derived from training services and donations from well-wishers was greatly reduced. Luckily, with the Laloka Essential Oil (EO), income has potential to increase. The great advantage of Laloka EO is that it is affordable, seeing as this product uses raw Indonesian materials; another one of the advantages is the specialty of custom mixing essential oils with the skills of one of the YSLH’s volunteers who has previous pharmaceutical expertise. The needs of Laloka EO consist of online promotional media, especially during the COVID-19 pandemic. Using the Participatory Action Research (PAR) method, a team of lecturers and students from the Visual Communication Design of Maranatha University has helped Laloka EO volunteers, such as making some concept designs for Laloka EO’s Instagram content. This assistance is carried out online for three months. As a result of this assistance, Laloka EO is now accompanied with a design promoting concept in the social media, Instagram; but in terms of Instagram management, further efforts are needed. Currently, the problem is Laloka EO’s inability in accommodating permanent volunteers to manage its Instagram page on a routine schedule, resulting in irregular issued content designs.
Meningkatkan Kreativitas Dengan Pelatihan Bahan Keras Dengan Teknik Anyaman Bagi Siswa SMPK Trimulia HITS Irena Vanessa Gunawan; Halim, Erwin Ardianto
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6506

Abstract

Sesuai dengan kurikulum 2013 revisi 2016 salah satu Kompetensi Dasar siswa-siswi SMP di bidang kerajinan adalah memahami pengetahuan tentang jenis, sifat, karakter dan teknik pengolahan bahan olahan (kali ini menggunakan Busa Eva).SMPK Trimulia HITS mengajukan permohonan pelatihan untuk memperluas wawasan bagi guru maupun siswa tentang alternatif pengolahan bahan keras.  Dengan demikian tim FSRD mencari ide kriya dengan struktur sekaligus finishing yang tergabung dari dua material , tidak sekedar hanya menempelkan satu material di atas material lainnya. Materi yang diusulkan adalah busa eva, karena mudah untuk dipotong, dimanipulasi dengan cara ditekuk , dilengkungkan dan dapat dengan mudah dijahit. Adapun kriya yang diajarkan selalu berusaha memasukkan unsur-unsur kriya tradisional Indonesia , dalam hal ini adalah anyaman. Unsur menganyam akan dimasukkan untuk memperkuat pertemuan dua material antara busa eva dan benang yang dijalin atau dianyam membentuk tekstil. Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas peserta didalam bidang seni dan mendukung perkembangan motorik peserta  
Perancangan “Alas Jati” Sebagai Wisata Alam di Desa Wisata Caturharjo, Bantul Sekarlangit, Nimas; Setiadi, Amos; Priatama, Andika
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.6514

Abstract

Desa Wisata merupakan pedesaan yang memiliki karakteristik khusus dan dapat digunakan sebagai daerah tujuan wisata karena penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya asli. Faktir pendukung desa wisata adalah pertanian, kekayaan alam dan struktur sosial yang masih asli. Salah satu desa wisata yang memiliki tradisi dan alam yang masih asli adalah Desa Caturharjo. Desa ini memiliki kekayaan pemandangan alam yang indah yang menyebar di seluruh wilayah. Salah satu potensi wisata alam yang menjadi unggulan adalah wisata alam Alas Jati. Wisata ini memiliki keunikan karena hutan jati tumbuh di batu kapur bekas pertambangan kapur. Pohon jati memiliki karakteristik akan menggugurkan daunnya pada musim kemarau, sehingga hutan tersebut akan tampak berwarna putih pada saat musim kemarau. Metode yang digunakan untuk mencari kebutuhan pengguna adalah metode observasi lapangan dan wawancara dengan pihak desa. Pengaruh budaya yang kental dan tuntuntan akan modernitas membuat perancangan masterplan kawasan wisata Alas Jati menggunakan konsep Neo-Vernakular . Konsep tersebut mampu menyatukan lokalitas dan modernitas. Penggunaan konsep Neo-Vernakular tercermin dalam desain fasilitas wisata dan material yang digunakan.
Pengembangan Desain Kawasan Destinasi Desa Wisata Kebugaran, Kalurahan Canden, Bantul Karang, Anak Agung Ayu Ratih Tribhuana Adityadewi; Yustina Banon Wismarani; Rachmat Budihardjo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6518

Abstract

Kalurahan Canden merupakan salah satu dari 4 kalurahan yang ada di Kapanewon Jetis. Canden memiliki luas wilayah 5,36 Ha atau sekitar 21,50 % dari luas kapanewon. Batas wilayah administrasi Kalurahan Canden dikelilingi oleh Kalurahan Sumber Agung, Kapanewon Jetis di sisi utara, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong di sisi selatan, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis di sisi barat, serta Kalurahan Kebon Agung, Kapanewon Imogiri di sisi timur. Kalurahan Canden terbagi dalam 15 dusun. Wilayah Canden memiliki potensi yang unik dan area sekitar Dusun Kiringan dapat dikembangkan sebagai pendukung bagi pengembangan Kalurahan Wisata Kebugaran Terpadu Jamu Tradisional. Selain Jamu, Canden juga memiliki pemandangan alam yang indah berupa sungai dan persawahan. Untuk mendukung terwujudnya fasilitas wisata yang memadai maka perlu ada perencanaan dan perancangan fasilitas di Kalurahan Canden. Tim Pengabdian UAJY membantu mendesain kawasan prioritas wisata di Canden agar selaras dengan tujuan utama Pariwisata Kabupaten Bantul. Pengembangan kawasan yang didesain oleh UAJY adalah area parkir terpadu. Area Parkir Terpadu ini terletak di dua dusun yaitu Dusun Pulokadang dan Dusun Kralas. Area parkir tidak hanya berperan sebagai sentra pergantian transportasi tetapi juga menjadi wadah akomodasi wisata dan sebagai wajah depan saat memasuki wilayah Desa Wisata Canden.
Penyuluhan Sambungan Kayu dan Perbaikan Tangga Kayu Ruang Pertemuan Warga Kelurahan Bener, Kemantren Tegalrejo, Yogyakarta Egatama, Henda Febrian; Ade Lisantono
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6519

Abstract

Bener Village is located in Tegalrejo District, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta. The condition of infrastructure in Bener Village, especially in RT 10 RW 3, it was found that there were several buildings of wooden construction. One of the buildings with wooden construction is a resident's house which is also used for village resident’s meetings. Documentation from residents shows the condition of the building with damage to the stairs and wooden floor decks. Damage occurs due to poor wood quality and due to service life, as well as direct weather exposure. This Community Service aims to carry out repairs (renovations) on damaged infrastructure and increase public awareness about the importance of ensuring the quality of wood construction for the community, especially construction workers regarding wood connections. This service consists of three (3) stages, namely problem assessment, preparation of service, and implementation of service. This service has become a trigger in increasing public awareness about the importance of the correct application of wood construction as a building material. It has been attempted by holding counseling on construction and wood connection. In addition, the need to renovate the wooden stairs of the community meeting building has been fulfilled through this service by carrying out renovations in mutual cooperation between the service team and residents, using wood materials with a higher quality class and in accordance with the conditions at hand, namely direct weather exposure.
Disain Wisata Desa Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul - Zona A Setiadi, Amos; Binarti, Floriberta; Tesalonika, Clara
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.6610

Abstract

“Pengabdian pada Masyarakat” was done to assist partners by designing tourism-supporting facilities. The intended outcomes of this Pengabdian kepada Masyarakat are the increase in tourist visits and its effect on the welfare of the surrounding local communities. The Pengabdian kepada Masyarakat was conducted in three steps, i.e., Preparation and Data Collection, Location Survey and Interviewing Partners, and Drafting Concepts and Designs. This tourist destination has a potential artificial lake, but no tourism support facilities exist, so it can not be developed. Tourism support facilities are essential because they serve as tourist attractions when in a tourist destination. The problem in this design is how the creation of this attraction is aligned with the local natural conditions. The program’s conclusion is a design of tourism-supporting facilities in Triwidadi village such as Resto, Gazebo, Viewing Post, Toilet, and Playground.
Pendampingan Lansia di atas 70 tahun: Hidup Bergembira dan Bermakna di Usia Lanjut Wiratsih, Woro; Tridiatno, Yoachim Agus
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.6735

Abstract

Pengabdian masyarakat ini memiliki beberapa tujuan, yaitu (1) memberi penghormatan kepada lansia 70 tahun ke atas yang sudah berjasa besar dalam hidup mereka bagi pendidikan dan pengembangan anak-anak muda hingga dewasa; (2) memberi kesempatan kepada lansia untuk menyadari rahmat dan berkat-berkat yang telah diperoleh selama ini; (3) memberi kesempatan kepada lansia untuk menemukan kebutuhan dan beban-beban khusus yang dimiliki, serta menemukan cara-cara untuk meringankan dan melepaskan kebutuhan dan beban tersebut. Tidak seperti kegiatan-kegiatan lansia yang selama ini banyak dilakukan yaitu senam, bernyanyi-bermusik, tamasya, pengabdian masyarakat ini memilih model pendampingan rohani. Dengan kegiatan tersebut, peneliti ingin menjawab permasalahan, apakah pendampingan secara rohani memenuhi kebutuhan para lansia? Penelitian ini memberi jawaban afirmatif pada pertanyaan tersebut. Kata Kunci: lansia di atas 70 tahun, pendampingan rohani, bermakna
Pengembangan area wisata ATV dan hammock di Dusun Trucuk, Kalurahan Triwidadi Binarti, Floriberta; Setiadi, Amos; Antarangga, Eppatta Kaelasa; Yuansha Putra, Patric Chrisna
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i2.6849

Abstract

The development of the ATV and hammock tourism area is part of the design of the community-based tourism region along the Progo River in Trucuk Hamlet. The design theme is natural and based on ecological principles. Minimal environmental intervention with a maximum provision of tourist facilities is carried out by by conserving the local vegetation maximally and selecting environmentally friendly construction materials and permeable surface materials. The ATV tourist area is the end of a series of areas with a bridge connecting this tourist area with the Progo River bank area on the other side. This area provides an ATV point and track and a playground. The hammock tourist area in the middle of the region functions as a resting point where visitors can lie down in the hammock, eat at a floating restaurant, and take a boat down the Progo River.
Training through the Utilization of Ginger into Syrup Products for the Community in Padukuhan Wirik, Gunungkidul Regency Kurnianingtyas, Chandra Dewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i4.6893

Abstract

Ginger is one of the natural products in Padukuhan Wirik, Umbulrejo Village, Ponjong District, Gunungkidul Regency, which is widely grown in family medicinal plants. This training activity aims to provide new ideas for the community to do business and build MSMEs. In addition, this activity is also intended to increase the utilization of ginger into a more value-added and marketable product, namely ginger syrup. The method used was explaining the material, making ginger syrup, and discussing the question and answer. The audience of this activity was 35 PKK women in Wirik hamlet. This training activity succeeded in increasing the knowledge and skills of PKK women in processing ginger into syrup. The results of empowerment found that participants actively asked questions and practised the process of making ginger syrup. In line with the program, the PKK women of Wirik hamlet are interested in implementing the business idea of utilizing ginger in ginger syrup products to improve the family economy.
Briquette Training on Briquette Making from Coconut Shells: Training on Briquette Making from Coconut Shells Kurnianingtyas, Chandra Dewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i2.6894

Abstract

Sanggrahan Village, which was determined as the location for the Community Service Program for group 7 (seven), has a lot of natural potential. One of the vast potentials are coconut trees. Briquettes are materials that can be used as fuel to ignite and maintain flame. Coconut shell waste is one of the materials we used as the raw material of our project, which then will be made into briquettes. The making of briquettes from coconut shell waste was carried out on December 28, 2022, at the Sanggrahan Village Hall. Based on the practices in the training work program for making briquettes from coconut shells, the result of the burned briquettes can burn entirely over a long period. The texture of the dough should be smooth and dry because if the dough is too wet, it will be difficult for the briquettes to dry and harden, while a dough that is too dry will make the briquettes hard to intertwine and break easily when hit by a hard object. The effort to develop and manage briquettes that Sanggrahan Village can carry out is marketing the briquettes they have produced with a broader market.