cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 828 Documents
Inovasi Kewirausahaan Tempe Jagung di Desa Bedoyo Kapanewon Ponjong Kabupaten Gunungkidul Sundari Handoko, Victoria
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7641

Abstract

Desa Bedoyo Wetan yang terletak di Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul memiliki produksi bahan pangan yang berlimpah, terutama jagung. Warga Bedoyo Wetan yang menghasilkan jagung hanya menjual jagung dalam bentuk mentah. KKN UAJY kelompok 62 melakukan inovasi dengan mengolah jagung menjadi tempe agar dapat dipasarkan selain bentuk mentah. Pengolahan jagung menjadi bentuk tempe dapat menjadi alternatif disaat harga kedelai naik. Selain itu tempe jagung juga mengandung karbohidrat yang tinggi. Pengolahan tempe jagung melibatkan warga-warga Bedoyo Wetan yang memiliki lahan tanaman jagung sehingga diharapkan selain memanen dan menjual jagung mentah dapat menambah kewirausahaan baru dengan penjualan tempe jagung.
Potensi Desa dan Pengolahan Pohon Kersen Desa Sitimulyo Kapanewon Piyungan Kabupaten Bantul Pramusiwi, Aloysia Desy
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7666

Abstract

Desa Sitimulyo adalah salah satu dari tiga desa yang terletak di Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagian besar warga disini adalah petani. Dengan demikian, dapat dipahami potensi desa berupa hasil bumi merupakan sumber penghasilan pokok. Menyangkut potensi desa, terdapat potensi lain yakni pariwisata seperti Air Terjun Tuwondo Kami juga memfokuskan pada pengolahan Pohon Kersen sebagai alternatif khas yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Informasi terkait sudah kami telusuri lebih lanjut melalui situs resmi maupun jurnal yang mendukung topik pembahasan, sehingga dihasilkan luaran kelompok 02 KKN berupa jurnal, makalah, video, dan e-book yang dapat menjadi sarana informasi, referensi, inovasi pengembangan potensi Desa Sitimulyo ke depannya bagi pembaca secara umum dan masyarakat Desa Sitimulyo secara khusus.
Ahli dalam Mengelola UMKM melalui Aplikasi Point of Sales Ambarriani, Anastasia Susty; Sakti Hermawan, Bernadus Yenaldy; Gunaasih, Sang Ayu Putu Piastini
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i5.7717

Abstract

The purposes of this service activity are to improve financial information through the Point of Sales application, determine costs, and promote Rosaline Bolu and Cookies Tiwul partners. Rosaline Tiwul Bolu and Cookies is a micro business that sells Tiwul-based typical Jogja souvenirs such as cakes and cookies located on Jl. L. Adisucipto No. 7, Kec. Depok, Sleman Regency. The method used in this activity is divided into several stages: planning, implementation, process evaluation, and making a point of sales preparation module. Partners are expected to be able to independently enter data into the Soda Pos point of sales application. Furthermore, it is hoped that it can assist the practice of selling on marketplaces such as Shopee to expand the market share of the cookie’s products.
Strategi Pemasaran Digital, Branding dan Survei Pasar Produk Olahan Mawar Sapuangin Sari, SE., MBA., Nadia Nila; Budi Suprapto; Api Adyantari; Vonezyo Yupanzara Dharomesz
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i5.7750

Abstract

Sapuangin an area located in the Klaten Regency, Central Java Region, has the natural resource of roses plant which are intercropped in the residents' yards. Most of the people sold it as sowing flowers, but the obstacle encountered is the decline in prices due to the seasonal nature of sowing flower sales, therefore knowledge about processing roses to other form of products is needed. To answer the obstacles, the UAJY service team consists of three faculties, created a program to train the residents to process roses into the form of bath soap, bath salts, hand sanitizer, aromatherapy candles, rose resin and rose water. Besides providing training on making rose, it is important to is trying to convey information from upstream to downstream where the marketing process needs to be socialized meanwhile conducting competitor analysis and consumer interest surveys. To deliver the marketing materials used lectured and group discussion forums by dividing the material into basic marketing, branding and digital marketing. Based on the material presented, it was found that residents needed more direction in carrying out the marketing process. Residents are quite familiar with the use of social media, but training is needed in making logo designs to create content on social media. From the results of a survey of competitors it was found that the more the main raw materials were added to the product, the selling price would increase. Found primarily in soap, salt, hand sanitizer and aromatherapy candles, consumers want a fragrance in the product. Keywords—Sapuangin, Mawar, Marketing Strategy, Branding, Digital Marketing, Competitor analysis, Consumer interest survey Abstrak—Wilayah Sapuangin terletak di wilayah klaten memiliki potensi dalam menghasilkan bunga mawar yang ditanam secara tumpang sari di halaman warga. Bunga mawar yang tumbuh subur memiliki dapat dijual sebagai bunga tabur, namun kendala yang ditemui adalah turunnya harga dikarenakan penjualan bunga tabur bersifat seasonal, sehingga diperlukan adanya pengetahuan mengenai pengolahan bunga mawar. Untuk menjawab kendala yang terjadi pada masyaratak tim pengabdian UAJY yang tergabung dari tiga fakultas membuat program untuk melatih masyarakat mengolah bunga mawar ke dalam bentuk sabun mandi, garam mandi, handsanitaizer, lilin aromaterapi, resin mawar dan air mawar. Selain pelatihan pembuatan produk olahan, tim pengabdian berusaha untuk menyampaikan materi secara hulu ke hilir dimana proses pemasaran perlu disosialisasikan hingga melakukan analisis pesaing dan survei minat konsumen. Penyampaikan materi pemasaran dilakukan dengan metode ceramah dan forum group discussion dengan membagi materi menjadi pemasaran dasar, branding dan pemasaran digital.  Berdasarkan materi yang telah disampaikam ditemukan bahwa warga membutuhkan lebih banyak arahan dalam melakukan proses pemasaran. Warga cukup familiar dengan penggunaan sosial media, namun diperlukan pelatihan dalam pembuatan desain logo untuk menciptakan konten pada sosial media. Dari hasil survei pesaing ditemukan bahwa semakin terdapat tambahan bahan baku utama pada produk maka akan meningkatkan harga jual. Ditemukan terutama pada produk sabun, garam, handsanitizer dan lilin aromaterapi konsumen menginginkan aroma wangi pada produk. Kata Kunci—Sapuangin, Mawar, Strategi Pemasaran, Branding, Pemasaran Digital, Analisis pesaing, Survei minat konsumen
Pelatihan dan Pendampingan Tata Kelola Usaha dan Digital Marketing pada UMKM Binaan PLUT Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Pratama, Yohanes Mario; Wisnu Aji, Mario Rosario; Kinanthi, Enggar Sukma; Budiyono, Elizabeth Fiesta Clara Shinta; Putra, Tegar Satya; Mayasari, Agatha; Visnhu Pradana, Bartolomeus Galih; Dewangga Pramudita, Dismas Persada
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i5.7760

Abstract

Abstract — The Integrated Business Service Center functions as a training ground for MSMEs who want to develop their business. Through this service center, MSMEs can be helped by being given training that complements the various skills needed to manage their business. The Integrated Business Service Center in Semarang said that currently MSMEs need practical training, especially training related to business governance and digital marketing. The method used as a solution to overcome this problem is in the form of management training, especially on the production floor using SCORE analysis and digital marketing training through social networks, as well as online assistance in 3 meetings. After training and mentoring, assisted MSMEs can manage production areas in a cleaner and more orderly manner for more efficient movement of workers. Meanwhile, efforts are starting to be seen in managing social media, separating social media between business marketing and social media for private owners and preparing attractive social media content plans. Keywords — MSME, business service center, kaizen, production, digital marketing Abstrak— Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) berfungsi sebagai tempat pelatihan bagi para pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya. Dengan adanya PLUT ini diharapkan para pelaku UMKM dapat terbantu dengan diberi pelatihan yang melengkapi berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola usahanya. PLUT Kabupaten Semarang menyampaikan bahwa saat ini UMKM membutuhkan pelatihan-pelatihan praktis, khususnya pelatihan terkait pengelolaan tata kelola usaha dan pemasaran digital. Metode yang digunakan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut berupa pelatihan tata kelola khususnya di lantai produksi menggunakan analisis SCORE dan pelatihan pemasaran digital melalui jejaring sosial, serta pendampingan jarak jauh dalam 3 pertemuan. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, UMKM binaan dapat mengelola area produksi dengan lebih bersih dan teratur untuk pergerakan pekerja yang lebih efisien. Sementara itu, upaya sudah mulai terlihat pada pengelolaan media sosial, memisahkan media sosial antara pemasaran usaha dan media sosial untuk pemilik serta menyiapkan rencana konten media sosial yang menarik. Kata Kunci— UMKM, PLUT, kaizen, produksi, pemasaran digital
Program Upcycling Sampah Plastik di Kawasan Kompleks Candi Borobudur: (“Plastic Waste Upcycling Program at the Borobudur Temple Compounds”) Khaerunnisa, Khaerunnisa; Cininta, Mutiara
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7809

Abstract

Peningkatan jumlah wisatawan tidak hanya berdampak baik, tetapi juga berdampak buruk bagi lingkungan kawasan Kompleks Candi Borobudur. Salah satu dampak buruk dari meningkatnya jumlah wisatawan adalah meningkatnya jumlah sampah di kawasan tersebut. Total sampah yang dihasilkan di kawasan Candi Borobudur sebelum pandemi rata-rata 4 ton per hari dan meningkat menjadi 8 ton di akhir pekan. Jumlah ini menurun selama pandemi menjadi rata-rata sekitar 0,5 ton hingga 1 ton per hari. Keberadaan sampah di kawasan Candi Borobudur merupakan salah satu risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia yang dapat mengancam kelestarian warisan dunia ini. Masalah ini diperparah dengan kenyataan bahwa kawasan Candi Borobudur masih mengandalkan TPA Pasuruhan dalam hal pengelolaan sampah, yang mana saat ini TPA Pasuruhan sudah ditutup karena over kapasitas. Penutupan TPA tersebut mengharuskan warga di kawasan Kompleks Candi Borobudur harus menyelesaikan permasalahan sampahnya secara insitu. Menindaklanjuti hal tersebut, tim pengabdian bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur, bersama sama dengan masyarakat Desa Ngadiharjo dan Komunitas Agawe Sinau telah melakukan perencanaan dan pelaksanaan program peningkatan kapasitas warga dalam pengelolaan sampah terutama untuk sampah anorganik dengan metode upcycle. Selain pelaksanaan pengabdian secara partisipatif, pengabdian ini menghasilkan luaran berupa buku monograf Otak-atik Upcycle Sampah Plastik dan buku saku diari pemilahan sampah.
Optimalisasi Strategi Pemasaran Gula Jawa di UMKM Gula Merah Leugit Padukuhan Kabrokan Kulon Kurnianingtyas, Chandra Dewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i1.7813

Abstract

Padukuhan Kabrokan Kulon is an Padukuhan located in Sendangsari Village, Pajangan District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. Padukuhan Kabrokan Kulon has a lot of potential in the field of tourism objects and natural resources. One of the potentials in the field of natural resources is palm sugar SMEs. However, due to limitations in communication, technology, access to information, and funds, the potential of the Kabrokan Kulon Padukuhan, especially the Java sugar MSMEs, is not being utilized to its full potential. Therefore, there is a need for empowerment through educational activities about packaging design for Javanese sugar SMEs, socialization of simple bookkeeping, and also empowering Javanese sugar SMEs through branding communication to Javanese sugar SMEs in Padukuhan Kabrokan Kulon. So that from the results of data collection, the servant chose the potential of natural resources in Padukuhan Kabrokan Kulon, namely Javanese sugar SMEs which were made and discussed in village potential, moodboards, packaging from besek, videos on the potential of Javanese sugar villages and simple bookkeeping. From the results of the video, it is hoped that it will be useful and the village's efforts to maximize village potential.
Perancangan Destinasi Wisata Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog dengan Pendekatan Third Place Cininta, Mutiara; Sekarlangit, Nimas; Wicaksono, Galih Bimo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7871

Abstract

Taman Kuliner Gilangharjo merupakan salah satu titik destinasi wisata andalan yang direncanakan menjadi pusat wisata kuliner di Desa Gilangharjo. Namun sejak diresmikan pada tahun 2022, kondisinya semakin sepi dikarenakan aktivitas pada beberapa ruang yang tidak semestinya dan bahkan mengganggu di sekitar area tersebut. Padahal letaknya yang berdekatan dengan Lapangan Jodog yang sehari-harinya ramai digunakan warga sebagai tempat berolahraga, membuat lokasi ini dapat menjadi destinasi wisata yang berpotensi besar bagi Desa Gilangharjo sebagai desa wisata. Adanya atraksi rutin yang mampu menarik warga sekitar maupun wisatawan lokal seperti gerobak sapi dan pasar klitikan setiap Pon, telah menjadi tradisi dan budaya khas masyarakat Gilangharjo semakin memperkuat potensi area ini menjadi ruang publik maupun destinasi wisata baru. Menggunakan pendekatan ruang ketiga (third place), area Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog diolah kembali agar pengunjung lintas komunitas lebih banyak berkegiatan di tempat ini, mulai dari bersosialisasi, bersantai, dan menghabiskan waktu mereka. Metode yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan abdimas ini adalah dengan analisis SWOT, diawali dengan identifikasi kekuatan, kekurangan, peluang dan ancaman melalui survei dan wawancara dengan pihak desa dan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini menghasilkan rancangan masterplan Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog dengan fasilitas tambahan seperti pasar klitikan, musholla, dan area olahraga.
Pelatihan Akuntansi UMKM Berbasis Excel kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Pratama, Yohanes Mario; Widyatini, Ignatia Ryana; Budiharta, Pratiwi; Ardiati, Aloysia Yanti; Purwaningsih, Anna; Budisantoso, A. Totok; Iswari, Tabita Indah; Kurniawati, Anggreni Dian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7873

Abstract

MGMP Economics is a forum for high school teachers in economics subjects which was formed in order to discuss and solve problems related to the economics learning process. Every educator is encouraged to improve professional skills in their respective fields, one of which is financial literacy. This Community Service aims to provide Excel-based EMKM accounting training with the aim of providing knowledge regarding the importance of accounting in a business, especially MSMEs. This service method is in the form of face-to-face counseling on August 3, 2023. The participants are given training regarding basic accounting equations, profit and loss reports, statements of financial position, and the accounting cycle using Excel. Simple exercises are the material for discussion in this training so that participants can understand them well. The participants took part in this training enthusiastically and were able to understand material related to the preparation of EMKM financial reports using Excel. Keywords — MSME, MGMP Economics, MSME’s Accounting, Financial Report, Excel MGMP Ekonomi adalah wadah guru SMA mata pelajaran ekonomi yang dibentuk dalam rangka membahas dan menyelesaikan permasalahan terkait proses pembelajaran ekonomi. Setiap pendidik didorong untuk meningkatkan kemampuan profesional di bidangnya masing-masing, salah satunya literasi keuangan. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan akuntansi EMKM berbasis excel dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan terkait pentingnya akuntansi dalam suatu usaha, khususnya UMKM. Metode pengabdian ini berupa penyuluhan secara tatap muka pada tanggal 3 Agustus 2023. Para peserta diberikan pelatihan terkait persamaan dasar akuntansi, laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, dan siklus akuntansi menggunakan excel. Latihan-latihan soal sederhana menjadi bahan diskusi dalam pelatihan ini supaya peserta dapat memahami dengan baik. Para peserta mengikuti pelatihan ini dengan antusias dan dapat memahami materi terkait penyusunan laporan keuangan EMKM menggunakan excel. Kata Kunci—UMKM, MGMP Ekonomi, Akuntansi EMKM, laporan keuangan, Excel
Pelatihan Pengolahan Produk dari Bunga Mawar pada Masyarakat di Kawasan Sapuangin, Merapi, Klaten Widhiastuti, Stefani Santi; Mursyanti, Exsyupransia; Sidharta, Bernardus Boy Rahardjo; Atmodjo, Patricius Kianto; Junedi, Sendy; Arsiningtyas, Ines Septi; To'bungan, Nelsiani
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.8082

Abstract

Roses are one of the commodities in the Sapuangin area, Pemalang, Klaten. The fluctuating selling price and short shelf life make fresh roses only a secondary product. Therefore, a training is needed to process rose flowers into products with high economic value and longer shelf life. This community service aims to enhance the community's knowledge in processing various products from rose flowers. The activities include survey, socialization, training implementation, and evaluation. The training consists of 7 topics from June to July 2023, where participants receive oral explanations and practical demonstrations of the materials provided. The evaluation includes assessing the participants' knowledge through questionnaires given at the beginning and end of the community service, as well as satisfaction evaluation. The entire community service runs smoothly, with participants able to practice making raw materials, solid soap, bath salts, aromatherapy candles, rosewater, and hand sanitizer. Participants also learn about the different types of roses. The average score of the questionnaires from 15 respondents before the training was 21.33 ± 2.61, increasing by 53.49% to 32.74 ± 3.90 from 19 respondents. 68.42% of participants expressed very satisfied, and 31.58% expressed satisfied with participating in the community service activities. In conclusion, the community service has improved the knowledge and skills of the Sapuangin Village community in creating products from rose flowers that have higher economic value and longer shelf life. Keywords — roses, soap, candles, hand sanitizer, rosewater   Abstrak— Mawar merupakan salah satu komoditi di kawasan Sapuangin, Pemalang, Klaten. Harga jual yang tidak menentu dan masa simpan pendek menyebabkan mawar segar hanya menjadi produk sampingan. Oleh karena itu diperlukan kegiatan pelatihan pengolahan bunga mawar menjadi produk dengan nilai ekonomis tinggi dan masa simpan panjang. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah bunga mawar menjadi berbagai macam produk. Kegiatan meliputi tahap survey, sosialisasi, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan terdiri dari 7 materi mulai Juni-Juli 2023, dimana peserta diberi penjelasan secara lisan dan mempraktekkan secara langsung materi yang diberikan. Evaluasi meliputi evaluasi tingkat pengetahuan melalui kuesioner yang diberikan di awal dan di akhir kegiatan pengabdian, serta evaluasi kepuasan. Seluruh kegiatan pengabdian berjalan lancar, peserta dapat mempraktekkan pembuatan simplisia, sabun padat, garam mandi, lilin aromaterapi, air mawar dan handsanitizer. Peserta juga mengetahui jenis-jenis bunga mawar. Nilai rata-rata kuesioner dari 15 responden sebelum pelatihan adalah 21,33 ± 2,61, meningkat sebesar 53,49% menjadi 32,74 ± 3,90 dari 19 responden. 68,42% peserta menyatakan sangat puas dan 31,58% menyatakan puas mengikuti kegiatan pengabdian. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat Desa Sapuangin dalam membuat produk dari bunga mawar yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dengan masa simpan panjang.