cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 828 Documents
Pengenalan Aplikasi TikTok Sebagai Platform Digital Marketing Kepada iGeneration Wardhanie, Ayouvi; Wibowo, Alexander; Arion, Benediktus; Putri Agustin, Heppy; Azmi Syahputra, Noval
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i2.8362

Abstract

The community service aims to provide knowledge to the young generation, primarily middle and high school students, to get to know TikTok as an application that is not just entertainment but can also be used as a digital marketing medium for branding oneself and doing business. The method in this activity consists of three stages: preparation, which includes observing the application, reviewing problems, and creating modules; the second stage of implementation, which consists of workshops and consultations; and finally, the report, namely evaluation and journal publication. The results of this activity include training attended by six people from various schools in Indonesia and carried out online via Google Meet. Based on the results of the questionnaire via Google Form, overall, participants felt that the material provided was relatively straightforward to understand, participants were able to create content plans, and most importantly, they were able to hone their skills in business and personal branding on social media, especially on TikTok.
Pelatihan dan Lomba Menulis Cerita Bagi Komunikator Sosial dari Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan se-Indonesia Dharma Oetomo, Budi Sutedjo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i3.8377

Abstract

Stories are a means of conveying messages, advice, teachings, moral values and experiences in a relaxed, captivating and lasting manner on the listeners' hearts. However, telling stories seems to be a skill that only certain people have, so now stories are rarely present in children's bedrooms, classrooms, training or other public spaces. Legendary stories that used to be effective in instilling moral values or introducing the culture of a region no longer seem to increase. This community service activity aims to motivate and equip participants with the knowledge and skills to write stories, so that participants can participate in presenting stories in families, educational spaces and other public spaces. This activity is open to communicators from the Diocesan Social Communication Commission throughout Indonesia and is held online by the Social Communication Commission of the Indonesian Catholic Bishops' Conference. Activities consist of training and competitions. Training is carried out online to motivate, unite perceptions and provide insight into stories. Meanwhile, the competition was held to increase participant involvement. During the training, the participants realized the importance of stories and telling stories. Participants asked many questions to the resource person to deepen the material. They were enthusiastic about writing stories, so several participants sent two stories. Dalam Bahasa Indonesia: Cerita merupakan sarana penyampaian pesan, nasehat, ajaran, nilai-nilai moral maupun pengalaman secara rileks, memikat dan membekas dalam sanubari pendengarnya. Namun, bercerita seolah menjadi keterampilan yang dimiliki orang-orang tertentu saja, sehingga kini cerita sudah jarang hadir di ruang tidur anak, ruang kelas, pelatihan, atau ruang publik lainnya. Cerita-cerita legenda yang dulu efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral atau mengenalkan kebudayaan suatu daerah seakan tidak lagi bertambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memotivasi dan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menulis cerita, sehingga peserta dapat berpartisipasi dalam menghadirkan cerita dalam keluarga, ruang pendidikan dan ruang publik lainnya. Kegiatan ini terbuka bagi para komunikator dari Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan di seluruh Indonesia dan dilangsungkan secara online oleh Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia. Kegiatan terdiri dari pelatihan dan lomba. Pelatihan dilakukan secara online untuk memotivasi, menyatukan persepsi dan memberikan wawasan tentang cerita. Sementara, lomba diadakan untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Selama mengikuti pelatihan, para peserta menyadari pentingnya cerita dan bercerita. Banyak pertanyaan yang diberikan peserta kepada narasumber untuk mendalami materi. Mereka antusias untuk menuliskan cerita, sehingga beberapa peserta mengirimkan dua buah cerita.  
Perencanaan Ruang Usaha PKL di Kompleks Terminal Dhaksinarga Wonosari Berbasis Komunitas Damanik, Imelda Irmawati; Raniasta, Yohanes Satyayoga; Kinanthi, Maria
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i3.8398

Abstract

The economic growth of the city is closely related to informal activities, one of which is street vendors (PKL - "Pedagang Kaki Lima"). PKL activities generally seek strategic urban spaces to conduct informal trading businesses. The Pedagang Kaki Lima community in Gunung Kidul has been given the opportunity to develop their trading activities in the Dhaksinarga terminal complex in Wonosari city. The existing condition of the Dhaksinarga terminal prompted the PKL vendors to contact the Urban and Settlement Environment Laboratory of the Faculty of Architecture and Design at UKDW to assist in planning the PKL business spaces with a people-oriented concept. In this community engagement (PkM) activity, the design process is carried out using a community-based design approach, with the aim of producing a design that suits the space needed for the unique trading activities of PKL vendors in Gunung Kidul, who are part of the PPKL-Gunung Kidul association. Moreover, considering that this business space is located within the Dhaksinarga terminal complex managed by the Department of Transportation, all design efforts must align with the public service function of the Dhaksinarga Terminal. This PkM process will be a collaboration between the community (PPKL-Gunung Kidul), academia (Urban and Settlement Environment Laboratory, UKDW), and the government (Department of Transportation), requiring mapping to ensure that all parties benefit from the PKL business space design activity.
Perencanaan Pasar Tiban Dan Lahan Pertanian Sebagai Desa Wisata Gilangharjo Sekarlangit, Nimas; Cininta, Mutiara; Seran, Arnoldus Jansen Klau
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i4.8503

Abstract

Pengembangan pariwisata desa, khususnya Desa Gilangharjo, mencapai perkembangan pesat dengan memanfaatkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal sebagai daya tarik utama. Pengabdian ini merinci perencanaan strategis pasar tiban dan lahan pertanian di Gilangharjo, mengidentifikasi kesiapan masyarakat lokal sebagai krusial. Pengembangan agrowisata dan identifikasi prinsip-prinsip ekowisata menjadi dasar penting, sementara pengelolaan sumber daya alam dan kearifan lokal menonjol dalam pengembangan desa. Peran aktif masyarakat, terutama dalam pemberdayaan berbasis kearifan lokal, menjadi fokus penting. Aspek ekonomi lokal dan strategi pengembangan pasar tiban juga mendapat perhatian serius. Integrasi sentra kuliner, fasilitas penunjang, dan pemberdayaan masyarakat membuktikan dampak positif pada pengembangan pariwisata. Proses pengembangan pasar tiban di Gilangharjo mengusung konsep tradisional Jawa dengan limasan sebagai elemen utama, menciptakan dampak positif pada ekonomi lokal, lapangan kerja, dan kontrol masyarakat terhadap desa. Integrasi prinsip-prinsip pertanian ke dalam kegiatan wisata pedesaan menjadi faktor kunci untuk keberlanjutan. Dengan pendekatan komprehensif dan partisipatif, pengembangan desa wisata di Gilangharjo terbukti sebagai proses kompleks yang berhasil meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan.
Pendampingan Masyarakat dalam Merumuskan Bentuk Partisipasi pada Padukuhan Karang dan Eco-camp Mangun Karsa: Discovery, Dream, Design, Delivery Sri Rejeki, MC Ninik; Praharsiwi, Caecilia Santi; Dwi Asmoro Tunggal, Immanuel
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i2.8656

Abstract

Abstrak—Keberadaan Eco Camp Mangun Karsa hidup berdampingan dengan warga Pedukuhan Grigak. Peran dari Eco Camp sendiri seharusmya dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada di Pedukuhan Grigak. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pemetaan kebutuhan dari warga Grigak dan berasal dari kesadaran warga secara langsung. Pendekatan dengan menerapkan prinsip-prinsip Appreciative Inquiry yang menekankan pada paradigma dimana masyarakat atau komunitas menemukan apa yang dibutuhkan untuk membuat hidup komunitasnya menjadi lebih baik. Hasil dari FGD ditemukan bahwa warga Pedukuhan Karang dan Eco Camp Mangun Karsa dapat bersinergi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembukaan akses pasar dalam memasarkan hasil produksi warga. Kata Kunci—Eco-Camp, Appreciative Inquire, Pemberdayaan
Perencanaan Perbaikan Akustik Ruang dengan Metode Bertingkat: Studi Kasus: Ruang Ibadah GPdI El-Shaddai Magelang Ola, Frengky Benediktus; Wismarani, Yustina Banon; Desira, Adiana Hemas
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i3.8691

Abstract

Kegiatan ibadah yang melibatkan khotbah (pidato) dan musik dari instumen band lengkap membutuhkan penanganan akustik ruang yang lebih komplek. Hasil pengukuran kondisi eksisting kualitas akustik ruang GPdI El Shaddai Magelang waktu dengung kondisi eksisting menunjukan nilai RT yang masih tinggi dikisaran angka 1.7 - 1.9 detik dari nilai rujukan 1.4 sampai 1.6 detik sehingga diperlukan perbaikan. Gereja membutuhkan profesional yang dapat membantu dalam membuat rencana perbaikan karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang desain akustik ruang. Pengukuran lapangan dan simulasi akustik akan digunakan untuk merancang ruang ibadah gereja. Nilai rujukan standar akustik ruang adalah RT60, D50 dan C80. Konsep perbaikan dengan rekomendasi berjenjang mulai dari level minimum, medium hingga advance. Ketiga level perbaikan memberikan dampak perbaikan. Level advance memberikan hasil terbaik dan menjawab semua tuntutan standar nilai rujukan. Namun level advance juga berdampak pada perubahan yang lebih banyak dari segi konstruksi, tampilan visual, dan anggaran biaya. Keputusan level perbaikan yang akan digunakan merupakan sepenuhnya hak Gereja.
Community-Based Flood Resilience: Upaya Mitigasi Banjir Kawasan Semi-Perkotaan Berbasis Nature Based Solution Candra Partarini, Ni Made; Wirastri, Maria Vika
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i2.8692

Abstract

Bencana banjir dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan, jalan, jembatan, serta mengganggu transportasi dan distribusi barang dan jasa. Hal ini dapat mempengaruhi berbagai sektor dalam Pembangunan sehingga diperlukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan banjir. Salah satu fokus upaya penanganan banjir dalam pengamdian ini ialah dengan menghimpun partisipasi masyrakat. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam upaya kesiapan dan penanganan bencana banjir yang selama ini kerap melanda Kawasan Padukuhan Karangtengah Kidul. Bentuk mitigasi banjir berupa penerapan edukasi terkait home garden dan Nature Based Solution dengan praktik biopori. Tahapan pengabdian dimulai dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan, desktop study terkait lokasi, dan perumusuan metode penanganan banjir. Setelah dikaji, pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan metode presentasi, sosialisasi, dan pelatihan kepada masyarakat di Pedukuhan Karangtengah Kidul dengan sasaran utama penduduk yang tinggal di Perumahan Bumi Progo Sejahtera dan pemukiman di sekitarnya. Berdasarkan pengabdian ini, minat masyarakat sangat besar serta sangat antusias dalam upaya mitigasi banjir. Dengan demikian, diperlukan dukungan dan kegiatan lanjutan guna memperluas gerakan ini sehingga keberhasilan program dapat lebih terukur dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Pengukuran Elevasi Kawasan dan Penyelidikan Titik Genangan pada Kawasan Perumahan Nogotirto Elok II, Sleman, Yogyakarta Nectaria Putri Pramesti; Agustina Kiky Anggraini; Christin Sri Hastuti; Martinus Revano Bagus Pramudita
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i3.8807

Abstract

Pengabdian dilakukan pada kawasan Perumahan Nogotirto Elok II. Kawasan perumahan ini merupakan salah satu kawasan dengan kepadatan rumah yang cukup tinggi sehingga area resapan sangat rendah. Sistem drainase yang ada bertipe combined sewer system di mana air hujan dan air limbah dari dapur (grey water) dialirkan pada saluran yang sama. Kawasan perumahan ini tidak termasuk dalam area rentan banjir, namun pada musim penghujan, sering terjadi genangan yang cukup dalam. Pengabdian ini fokus pada pengukuran elevasi lahan Perumahan Nogotirto Elok II, pemodelan kawasan untuk mengetahui potensi titik genangan, dan usulan solusi yang dapat diterapkan. Pengukuran elevasi dilakukan menggunakan GPS Geodetik. Pemodelan dilakukan dengan piranti lunak EPA SWMM 5.1. Solusi ditarik dari hasil pengukuran elevasi dan pemodelan yang telah dilakukan. Berdasarkan pengukuran elevasi yang dilakukan, bagian timur perumahan memiliki elevasi yang lebih tinggi. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa bagian yang rentan terjadi genangan ada di bagian selatan. Kata Kunci — perumahan, elevasi, tata guna lahan, genangan
Perancangan Masterplan Pastoran dan Gedung Pastoral Somohitan, Yogyakarta Karang, Anak Agung Ayu Ratih Tribhuana Adityadewi; Nino Ardiansyah, Nicolaus; Retno Yanti, Sugesti
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i2.8817

Abstract

Gedung Pastoran Somohitan dahulu disebut Loji terletak 11,5 km dari Gunung Merapi tergolong dalam Kawasan Rawan Bencana I. Gedung ini terletak di sebelah sungai dari Kaki Gunung Merapi dan memiliki suhu sejuk antara 21-24 Celcius. Menurut Kitab Hukum Kanonik no. 533 §1, Pastoran selayaknya rumah berfungsi sebagai tempat tinggal pribadi yang bersifat privat dan naungan beraktivitas harian para pastor. Saat ini, Gedung Paroki Santo Yohanes Rasul Somohitan menyatu dengan Gedung Pastoran berupa sarana pelayanan umat yang bersifat publik sehingga dari segi privasi kurang nyaman. Selain zonasi, kondisi Gedung Pastoran Somohitan tidak berada dalam kondisi yang layak sebagai rumah tinggal dan tidak memiliki perencanaan tata ruang yang baik. Akibatnya Gedung Pastoran menjadi tidak representatif padahal rumah pastor atau pastoran merupakan sebuah rumah tinggal. Gedung Pastoral sebagai sarana pelayanan umat akan didesain dari awal, bersamaan dengan Gedung Pastoran sebagai satu kesatuan masterplan dari Masterplan Gereja Somohitan. Karena kondisi fisik bangunan Gedung Pastoran saat ini sudah tidak layak seperti dinding berlumut, dan berjamur serta kondisi bangunan rapuh dan belum adanya gedung pelayanan publik yang layak maka pihak mitra yaitu Tim Pembangunan Somohitan mengajak Tim Pengabdian UAJY membantu mendesain masterplan Gedung Pastoran dan Pastoral agar dapat berfungsi secara optimal. Hasil pengabdian berupa desain masterplan dan jurnal pengabdian
Pelatihan propagasi anggrek skala rumah tangga kepada kelompok wisata di kawasan Sapuangin, Merapi, Klaten Mursyanti, Exsyupransia; Nelsiani To’bungan; Pantalea Edeilweiss Vitara; Bernardus Boy Rahardjo Sidharta; Patricius Kianto Atmodjo; Sendy Junedi; Stefani Santi Widhiastuti
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i3.8912

Abstract

Sapuangin area is one of supporting areas for Mount Merapi National Park (TNGM). The endemic Merapi orchid is widely cultivated by people in the Sapuangin, using conventional cultivation. Sapuangin’s youth, who are members of a tourism group (POKWIS) have never received training regarding orchid propagation using in vitro culture principles. This is important to support orchid conservation activities carried out by POKWIS in the Sapuangin greenhouse. Based on requests from the community, lecturers and educational laboratory staff concentrating on Technobio-Industrial Studies, Faculty of Biotechnology, Universitas Atma JayaYogyakarta, provided a series of training on in vitro orchid culture, for household scale. This activity is expected to provide knowledge and skills regarding orchid cultivation techniques for the community. The activity was held on 12-20 December 2023. The training activity was divided into several topics, namely introduction to orchid types and their uses, principles of in vitro orchid culture, introduction to tools, methods for sterilizing and sowing orchid seeds, pollination/pollination, overplanting, and acclimatization. The training carried out can provide additional knowledge for the community regarding in vitro orchid cultivation techniques. The implementation of the training was considered very useful and by community needs, the training resource was competent, the implementation time was by the plan, and was supported by complete facilities and infrastructure. The community hopes for ongoing guidance and assistance regarding orchid propagation in the future.