cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 828 Documents
Masterplan Gereja Santa Maria Fatima Magelang dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi Ardhiansyah, Nicolaus Nino; Benediktus Ola , frengky; Shacharisha, Shavira
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.8128

Abstract

Bermula pada tahun 1971, Gereja Katolik Santa Maria Fatima Magelang memperoleh lahan tanah seluas 3000 m 2 yang mana didalamnya terdapat bangunan eksisting gudang beras. Kemudian gudang beras ini direnovasi difungsikan sebagai bangunan gereja. Perkembangan Gereja Santa Maria Fatima Magelang mengalami peningkatan jumlah umat sehingga, upaya Gereja dilakukan proses pembangunan secara bertahap dan organik. Namun seiring berjalannya waktu, Gereja Santa Maria Fatima Magelang mengalami berbagai permasalahan yang membuat lingkungan Gereja tidak tertata dengan baik dan tidak memiliki citra keselarasan bangunan. Permasalahan yang timbul yaitu permasalahan drainase, kapasitas gereja yang kurang memadai, kebisingan karena lokasi gereja yang berada di pinggir jalan utama, dan kapasitas parkir yang tidak memadai. Sejalan dengan Gerakan Laudato Si yang dijalankan oleh gereja gereja diwilayah Keuskupan Agung Semarang pendekatan Arsitektur Ekologi diharapkan mampu menghasilkan keselarasan antara manusia dengan lingkungan alamnya. Dengan adanya kegiatan Penyusunan Masterplan Gereja Santa Maria Fatima Magelang diharapkan dapat memperbaiki fasilitas dan infrastruktur kawasan, Citra Gereja, dan dapat menampung pertumbuhan umat gereja kedepannya.  
Pendampingan Masyarakat dalam Perencanaan Penataan Permukiman Kumuh di Kampung Pedak Baru, Bantul Bawole, Paulus; Sutanto, Haryati
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.8139

Abstract

Architectural works of poor communities in informal settlements are often recoqnized as Marginalized Architecture, because indeed the people who create the Architecture is in these settlements are people who are marginalized by the social strata of urban society. They develop the house according to their needs and abilities. Methods of development, planning and design as well as the use of building materials are often very suitable for the needs of the local community, the local climate and even according to their daily income. In SDGs 2030 it is hoped that the settlements of these marginal communities can be eliminated. One of the marginal settlements in Bantul Regency is located in Kampung Pedak Baru, Bangun Tapan Village. The situation of marginal settlements developed on the banks of the Gajahwong river needs to be developed. Through community assistance conducted by lecturers from Duta Wacana Christian University, community-based slum settlement planning was carried out. With a totally participatory planning model, this community service program can be implemented well together with the team KOTAKU program supported by the Bantul Regency regional government. As a result of the total participatory model in planning slum development, the people of Kampung Pedak Baru are satisfied because they were involved in the planning process. Apart from that, currently the Bantul Regency Government is still negotiating with the Central Government to finance the implementation of the slum area development plan in Kampung Pedak Baru. Architectural works of poor communities in informal settlements are often recoqnized as Marginalized Architecture, because indeed the people who create the Architecture is in these settlements are people who are marginalized by the social strata of urban society. They develop the house according to their needs and abilities. Methods of development, planning and design as well as the use of building materials are often very suitable for the needs of the local community, the local climate and even according to their daily income. In SDGs 2030 it is hoped that the settlements of these marginal communities can be eliminated. One of the marginal settlements in Bantul Regency is located in Kampung Pedak Baru, Bangun Tapan Village. The situation of marginal settlements developed on the banks of the Gajahwong river needs to be developed. Through community assistance conducted by lecturers from Duta Wacana Christian University, community-based slum settlement planning was carried out. With a totally participatory planning model, this community service program can be implemented well together with the team KOTAKU program supported by the Bantul Regency regional government. As a result of the total participatory model in planning slum development, the people of Kampung Pedak Baru are satisfied because they were involved in the planning process. Apart from that, currently the Bantul Regency Government is still negotiating with the Central Government to finance the implementation of the slum area development plan in Kampung Pedak Baru.
Perancangan Perancangan Alat Distilasi Air Mawar : Perancangan Alat Distilasi Air Mawar Siswantoro , A. Teguh; Kurnianingtyas, Chandra Dewi; Widiatma , Imanuel Wahyu Putra
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i2.8170

Abstract

The Sapuangin Merapi area, Klaten Regency is a buffer village. The Sapuangin area is under the supervision of the Mount Merapi National Park Office. The Sapuangin area includes the Tegalmulyo Village area, Kemalang District, Klaten Regency. Tegalmulyo Village is located close to Mount Merapi, so this village has good natural resources, fertile soil and cool air. Local village people plant roses in fields. Every day, roses are harvested with a yield of 50 kg. Roses are sold to collectors every day. The price of roses sold is adjusted to the price of roses on the market on that day. The price of roses can change at any time according to market mechanisms. In certain months it is related to the tradition of visiting graves. The price of roses can be very high due to high demand. On the other hand, in normal months the market demand for roses is very low, while the rose harvest remains abundant, so the price of roses becomes very cheap, and sellers find it difficult to market them. To increase/maintain the economic value of roses, the Atma Jaya Yogyakarta University (UAJY) community service team provide training and provide equipment for processing rose flowers into rose water. Processing rose flowers into rose water uses a distillation process. The UAJY Faculty of Industrial Technology community service team designed the distillation equipment. The result of distilling rose water has many benefits and higher economic value, so it can increase the income of local people when the price of roses is cheap.
Pelatihan Google Workspace untuk Peningkatan Kapasitas Anggota Mission 21 Asia dalam Pengolahan Data Kegiatan dan Alumni Chrisantyo, Lukas; Chrismanto, Antonius Rachmat; Wibowo, Wahju Satria; Delima, Rosa; Lukito, Yuan
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i2.8227

Abstract

Mission 21 Asia merupakan organisasi kemasyarakatan yang berpusat Basel, Switzerland. Mission 21 memiliki berbagai program pelatihan untuk pengembangan diri baik bagi anggota maupun masyarakat umum. Saat ini belum dilakukan pengolahan data yang terstuktur dan tersistem untuk program pelatihan yang telah dilaksanakan. Kebutuhan pengelolaan data hasil pelatihan yang rutin diadakan oleh suatu institusi menjadi hal yang diperlukan untuk evaluasi dan pengukuran kinerja hasil pelatihan. Selain itu pengelolaan data alumni dari sebuah program pelatihan sangat dibutuhkan untuk memudahkan proses pencarian data. Berdasarkan kebutuhan tersebut Mission 21 Asia dituntut untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu pengelolaan data alumni dan mitra mereka yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Duta Wacana (FTI UKDW) bekerjasama dengan Mission 21 Asia memberikan pelatihan dan pendampingan pengelolaan data menggunakan Google Workspace mulai dari teori hingga implementasi. Materi pelatihan meliputi pemanfaatan Google Forms, pengelolaan data dilakukan baik secara online maupun onsite melalui aplikasi pengolah data, hingga mengembangkan sebuah aplikasi dashboard sederhana yang bisa dimanfaatkan secara langsung oleh para mitra Mission 21. Hasil pelatihan adalah peningkatan kemampuan peserta untuk membuat sistem data base alumni berdasarkan kebutuhan informasi yang diharapkan. Peserta memahami bagaimana mengolah informasi alumni melalui pengembangan sistem manajemen alumni.
Pendampingan BUMDesa : Peran Strategis Bumdes Dan Revitalisasi Ekonomi Desa Di Kabupaten Karanganyar,Klaten, dan Sukoharjo Kurniawan, Itok Dwi; Ismawati Septiningsih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i3.8230

Abstract

BUMDes as a village-managed business institution has a strategic role in efforts to improve the village economy. However, unfortunately, there are still very few villages that are able to optimize the role of BUMDes, so that many BUMDes are "in suspended animation" and are not developing. For this reason, revitalization measures are needed for existing BUMDes. For example, in several BUMDes in the Karanganyar, Klaten and Sukoharjo areas. This is important because the BUMDes revitalization process ultimately seeks to make the village a competitive village. The location of the activity was held at the LPPM Building, Sebelas Maret University. The methods that will be used in this activity are through lectures, discussions, focus group discussions, and mentoring. The results of this activity show that understanding regarding the strategic role of BUMDes and the revitalization of the village economy has increased. Apart from that, BUMDes administrators in the Karanganyar, Klaten and Sukoharjo areas can be more enthusiastic and optimistic in carrying out BUMDes activities.
Pemetaan terhadap Resiliensi Pemukim Kawasan Rawan Bencana II Merapi Studi Kasus: Huntap Karang Kendal Depari, Catharina
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i1.8231

Abstract

Sejak erupsi 2010, majoritas pemukim Kawasan Rawan Bencana (KRB) III menetap di hunian tetap yang tersebar di 15 lokasi di Kecamatan Cangkringan. Warga Pelemsari khususnya memilih untuk tinggal di huntap Karang Kendal yang terletak tiga kilometer dari permukiman asalnya. Meskipun demikian, huntap tersebut masih masuk ke dalam zona KRB II yang mengindikasikan masih tingginya risiko pengungsi terhadap dampak erupsi. Guna meningkatkan kesiapan warga terhadap bencana, tim pengabdian mengusulkan peta evakuasi yang terintegrasi dengan informasi kerentanan warga. Selain itu, tim pengabdian merancang peta interaktif yang mendorong warga untuk melakukan pendataan secara berkala. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat di huntap Karang Kendal adalah meningkatkan ketahanan warga Pelemsari terhadap dampak erupsi melalui perencanaan peta evakuasi bencana yang terintegrasi dengan informasi distribusi kerentanan warga terhadap bencana berdasarkan kondisi demografis dengan atribut usia, gender, dan disabilitas. Metode pengumpulan data meliputi questionnaire surveys dan obervasi lapangan. Seluruh data kuesioner dihitung untuk menentukan kategori tingkat kerentanan warga berdasarkan jumlah anggota keluarga yang termasuk kategori populasi rentan bencana dan kemudian, diperlihatkan distribusinya di dalam huntap. Outcome utama dari kegiatan pengabdian adalah peta resiliensi warga yang kemudian dibangun pada area titik kumpul permukiman dengan melibatkan warga mulai dari tahap pengumpulan data hingga konstruksi peta.
"Creating Shared Values "Ambarrukmo Agridaya" Melalui Model Bisnis Agrowisata Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat" Desideria Cempaka Wijaya Murti; Tegar Satya Putra; Gilang Ahmad Fauzi; Prihatno; Rafaella, Ancilla Ayu
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i1.8253

Abstract

Wilayah Yogyakarta dikenal akan potensi agrowisatanya yang besar namun belum tergali secara optimal. Ambarrukmo Group melihat kesempatan ini untuk mengaplikasikan konsep Creating Shared Value (CSV), dimana pengembangan agrowisata dijalankan secara kolektif dengan kemitraan publik dan swasta. Melalui kerja sama dengan akademisi, grup ini berupaya menerapkan hasil riset ke dalam strategi bisnis dan pengembangan program yang berkelanjutan. Ambarrukmo, dengan empat unit bisnis strategisnya, menargetkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan pemberdayaan UMKM melalui inisiatif wisata dan akomodasi. Ambisi ini mencakup pembangunan model bisnis berbasis CSV yang berdampak lingkungan dan sosial, membedakan diri dari CSR yang hanya mengejar peningkatan reputasi perusahaan. Analisis agrowisata dan agribisnis di Yogyakarta menjadi fondasi untuk memahami dan memanfaatkan potensi sektor ini. Pengembangan lebih lanjut melibatkan pemilihan lokasi strategis dan kerja sama erat dengan pemangku kepentingan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat. Proyek pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi referensi dalam pembuatan model bisnis agrowisata yang berkelanjutan. Melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan universitas dan industri, inisiatif ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan swasta. Masyarakat lokal diuntungkan melalui pengembangan bisnis, peningkatan kualitas produksi, serta pengintegrasian strategi CSV untuk pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Packaging Design dan Manajemen Kas Akselerasi Penetrasi Pasar dan Penjualan Klaster Pangan UMKM Srondol Kota Semarang Lindayani; Hartajanie, Laksmi; Dyah Wulandari; Elizabeth Lucky Maretha Sitinjak
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i4.8263

Abstract

Pada tahun 2022, tim pengabdian masyarakat Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Katolik Soegijapranata melaksanakan pengabdian masyarakat kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Srondol Kota Semarang khususnya klaster pangan. Hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan sebelumnya perlu ditindaklanjuti untuk meningkatkan mutu produk pangan olahan sehingga berpengaruh pada penampakan produk terhadap atribut sensoriknya. Oleh karena itu, desain kemasan merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat. Diketahui pula, ada sekitar 17 varian produk olahan yang dijadikan bahan diskusi selama pelatihan. Tantangan barunya adalah bagaimana mengelola keuangan peserta. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, 1. Bagaimana agar klaster UMKM pangan Srondol mampu membuat log-book untuk mencatat jumlah pengeluaran dan pemasukan dengan benar. 2. Penggunaan software untuk membuat desain kemasan yang terjangkau. 3. Penerapan produk pangan dalam bentuk barcode 2D. 4. Menentukan nilai gizi produk pangan yang dijual.
Peningkatan Kemampuan Kewirausahaan Ibu-ibu Rumah Tangga Di RW 18 Kalurahan Baciro Kota Yogyakarta Melalui Pembuatan Ecoprint Winarna, Winarna; Probo Saputra, Kuncoro; Seliari, Tutun; Hartono, Steffany
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i2.8317

Abstract

The high poverty rate in DIY requires efforts to increase people's income. Some things that need to be done are creating jobs for people in the lower classes, increasing farmers' income, and increasing the income of small businesses. Poverty alleviation programs need to be held by the conditions of the target community and their environment. Based on the monographic data obtained, it is known that the majority of residents in RW 18, Baciro Subdistrict, make their living as laborers and small traders, MSMEs in RW 18, Baciro Subdistrict are still not developed, homemakers in RW 18, Baciro Subdistrict are still unemployed, and less productive. Most homemakers need help generating income to help with household finances. For this reason, activities are needed to empower the community, especially homemakers, to earn income to meet family needs. Homemakers need to be encouraged to be more creative by making products that have economic value. This community service activity aims to improve the entrepreneurial abilities of homemakers in RW 18 Baciro Village. Service activities are carried out in the form of counseling about the importance of developing skills in the field of entrepreneurship, followed by training on how to make Ecoprints that are economically valuable. Furthermore, in the third stage, digital content creation and online marketing training were carried out to support promoting and marketing eco-print products. As a result of this PKM activity, homemakers in RW18, Baciro Village, Gondokusuman District, Yogyakarta, know and understand the importance and benefits of entrepreneurship and have skills in making economically valuable eco prints. However, forming an ecoprint business group and entrepreneurship counseling activities are still needed Intense.
Pendampingan Asesmen Minat dan Bakat Siswa SMA Imanuel Kalasan dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi Wiranata, F. Edwin; Putri, Indah Sepwina; Christina, Mikha Meilinda
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i1.8339

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology and other disruptions require students and workers to be adaptive to global needs. Students, in particular, must be prepared to develop themselves to remain relevant and become human resources that compete in the increasingly technologically advanced world of work and industry. These self-development efforts cannot be separated from recognizing an individual's personality, character, and temperament (PKT) to discover their interests and talents. Currently, one of the assessment tools for PKT that experts in the field have developed is Karaktera. This community service is carried out at SMA Immanuel Kalasan, which has students with various backgrounds and currently needs help understanding the character of each student better. Using Karaktera, the service team carries out a PKT assessment by starting and ending with material relevant to technological disruption and developing interests and talents. As a result, the school and students felt very helpful in recognizing individual character and being aware of self-development to become quality human resources.