cover
Contact Name
Supriyono
Contact Email
admbengkuluinstitute@gmail.com
Phone
+628562911777
Journal Mail Official
admbengkuluinstitute@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kalimantan No 4 RT 004 RW 001 Kelurahan Kampung Kelawi, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Published by Gayaku Publisher
ISSN : -     EISSN : 29619556     DOI : -
Jurnal Ilmu Pendidikan merupakan jurnal penelitian pendidikan dan menerima artikel yang meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan baik yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti independent. Kajian tersebut meliputi, filsafat pendidikan, psikologi pendidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan dan bidang Pendidikan Umum, Pendidikan Tinggi, Manajemen Pendidikan, Pendidikan non formal, Pendidikan Formal, Pendidikan luar sekolah, Pendidikan luar biasa dan Teknologi pendidikan, pendidikan Olahraga, Yoga, Fisioterapi, Fisiologi, Latihan, Kesehatan, Kesehatan Jasmani, Pendidikan keolahragaan dan Jasmani.
Articles 67 Documents
Pengaruh Media Pembelajaran PowerPoint Interaktif terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Naning Dwi Fitri Dianti; Uci Ulfa Nur’afifah; Miratu Chaeroh
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/f77jag08

Abstract

This study aims to analyze the effect of interactive PowerPoint learning media on Pancasila education learning outcomes among elementary school students. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a nonequivalent control group design. The sample consisted of 44 fourth-grade students divided into experimental and control groups. The research instrument was a multiple-choice test that had been validated and tested for reliability. Data were analyzed using paired sample t-test, independent sample t-test, and effect size calculation (Cohen’s d). The results indicated a significant improvement in students’ learning outcomes in the experimental group (p < 0.05). The effect size value of 0.95 suggests a strong practical impact of the intervention. These findings demonstrate that interactive learning media enhance conceptual understanding, student engagement, and learning motivation. Theoretically, this study supports the Cognitive Theory of Multimedia Learning and constructivist approaches in technology-based instruction. The findings highlight the importance of integrating interactive media to improve the quality of Pancasila education in primary schools.
PENGARUH MODEL KOMUNIKATIF LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA Kusmawati; Sri Wahyuni; Septin Angraini; Rian Aryanto; Diny Mareta Damayanti; Achmad Ainul Walid
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v5i1.1788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model komunikatif terhadap komunikasi siswa. Pendekatan diartikan sebagai titik tolak kita terhadap proses pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang harus diperbaiki salah satunya pendekatan pembelajarn. Model komunikatif learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa serta antar siswa. Dalam model ini, siswa diberi kesempatan untuk berdiskusi, berargumen, dan berkomunikasi ide mereka, sehingga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Ciri ciri pendekatan komunikatif adalah aktivitas yang menunjukkan komunikasi sebenarnya atau realitas akan mendorong pelajar untuk belajar dan berbahasa yang bertujuan melakukan tugas tugas yang bermakna akan mendorong pelajar untuk belajar. Tujuan utama dari pendekatan komunikatif adalah menjadikan siswa mampu atau memiliki kompetensi komunikatif. Komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang saling mendalam. Komunikasi yang berhasil seringkali disebut komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif adalah saat komunikator berhasil menyampaiakan apa yang dimaksud di mana rangsangan disampaikan oleh pengirim dengan rangsangan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima. Tujuan komunikasi adalah menciptakan pemahaman bersama atau mengubah persepsi, bahkan perilaku. Dalam komunikasi antar pelajar, strategi komunikasi merujuk pada strategi untuk mencapai pemahaman antar lawan bicara.
Analisis Kebutuhan Mahasiswa dalam Mendukung Efektivitas Pembelajaran Logika Dasar Reza Lestari; Habibi
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v5i1.1794

Abstract

Mata kuliah Logika Dasar memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir rasional, sistematis, dan kritis mahasiswa. Namun, karakteristik materi yang bersifat abstrak sering menimbulkan kesulitan belajar apabila pembelajaran tidak dirancang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa dalam mendukung efektivitas pembelajaran Logika Dasar. Metode yang digunakan adalah kajian konseptual melalui studi kepustakaan terhadap buku teks dan artikel jurnal yang relevan dengan pembelajaran logika, analisis kebutuhan, dan efektivitas pembelajaran di perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan pembelajaran Logika Dasar yang menekankan pemahaman konseptual, penyajian materi yang sistematis dan kontekstual, strategi pembelajaran yang interaktif, penggunaan media pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep abstrak, serta evaluasi pembelajaran yang berorientasi pada proses berpikir dan penalaran logis disertai umpan balik konstruktif. Analisis kebutuhan mahasiswa memberikan landasan yang kuat dalam perancangan pembelajaran Logika Dasar yang lebih adaptif dan berorientasi pada mahasiswa. Dengan demikian, analisis kebutuhan mahasiswa perlu dijadikan bagian integral dalam pengembangan pembelajaran Logika Dasar di perguruan tinggi guna meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Penerapan Metode Talaqqi Untuk Meningkatkan Hafalan Niat Sholat Jamak dan Qashar Siswa Kelas III MIS Al-Jihad Palangkaraya Achmad Zaelani; Zainap Hartati; Muhammad Syabrina
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v5i1.1797

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan agama dalam membentuk sikap religius dan kemampuan ibadah siswa, khususnya dalam menghafal niat sholat. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya kemampuan siswa kelas III MIS Al-Jihad Palangka Raya dalam menghafal dan melafalkan niat sholat jamak dan qashar secara benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode talaqqi dalam meningkatkan kemampuan hafalan siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan hafalan siswa secara signifikan. Rata-rata nilai meningkat dari pra-siklus ke siklus berikutnya, disertai peningkatan ketuntasan klasikal dan efektivitas pembelajaran. Metode talaqqi terbukti efektif dalam meningkatkan hafalan niat sholat serta menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab siswa dalam pembelajaran Fiqih
Community Service Practice in Teaching English as a Foreign Language in Thailand: The Experience of an Indonesian Pre-Service Teacher at Ban Huai Pao Nuea School, Loei.School Muhammad Dava Hidayatullah; Waslurachim Safitri; Ririn Putri Ananda
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v5i1.1802

Abstract

This community service activity aims to describe the practice of teaching English as a Foreign Language (EFL) conducted by an Indonesian pre-service teacher in a rural primary school in Thailand. EFL instruction in this context faces several challenges, including limited exposure to English, teacher-centered classroom culture, and students’ low confidence in oral communication. This activity employed a descriptive qualitative approach, with data collected through classroom observations and reflective documentation during the teaching process at Ban Huai Pao Nuea School. The findings indicate that instructional adaptations, such as simplifying learning materials, utilizing visual media, and implementing interactive and contextual activities, contributed to increased student engagement in English learning. In addition, the community service program provided meaningful professional learning experiences for the pre-service teacher in developing pedagogical, reflective, and intercultural communication competencies. These findings highlight that community service-based teaching practices can positively support EFL learning in resource-limited rural primary school contexts.
Integrating Eco-Friendly Projects into English for Young Learners: Fostering Creativity and Environmental Awareness: Mengintegrasikan Proyek Ramah Lingkungan dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Usia Dini: Menumbuhkan Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan Ria Angraini; Dhani Putra Riyanto; Mulki Yustinto; Sindi Julestri; Dela Vanesa
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v5i1.1803

Abstract

This study explores the integration of eco-friendly projects into English for Young Learners (EYL) to foster creativity and environmental awareness. Using a qualitative, descriptive-explorative approach, data were collected through observations, interviews, and documentation involving elementary school students and their teachers. The findings show that eco-projects provide authentic contexts for functional English use, encourage creative thinking in planning and implementing projects, and enhance students’ environmental responsibility. Active participation in projects increases motivation, collaboration, and ownership of learning. The study suggests that teachers should utilize environmental issues as learning resources, curriculum developers should incorporate eco-projects into EYL programs, and parents should support environmental practices at home. Overall, eco-friendly project-based learning effectively develops linguistic skills, creativity, and sustainable values in young learners.
The Development of Innovation and Technology Utilization in Education: A Comparative Study of Finland, Japan, Singapore, and Indonesia Ninuk Watini; Dina Wardani; Titin Andriyani; Adi Asmara
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/c41xkq60

Abstract

Post-pandemic global educational digital transformation often falls into a hardware-oriented approach, neglecting educators' pedagogical readiness. This study aims to analyze and compare the policies, implementations, challenges, and successes of educational technology utilization in Finland, Japan, Singapore, and Indonesia. Utilizing a Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA protocol, this study analyzes 32 reputable scientific articles and national policy reports spanning from 2020 to 2026. The comparative analysis reveals three distinct approach patterns among the developed nations: Finland excels in research-based adaptive integration and teacher autonomy (pedagogy-first); Japan accelerates massive gigabit infrastructure through the GIGA School Program (technology-first); and Singapore systematically fuses both via an AI-powered centralized learning portal (systemic integration). Meanwhile, Indonesia demonstrates a digital leap through its Merdeka Belajar ecosystem (PMM and Belajar.id) but remains hindered by extreme infrastructure disparities in 3T regions. It is concluded that educational technology effectiveness depends on aligning teachers' pedagogical competence, digital infrastructure, and curricular flexibility. This study recommends restructuring teacher training based on the TPACK framework and accelerating digital network equity in Indonesia.