cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2025)" : 5 Documents clear
UJI EFEKTIVITAS BAHAN AKTIF FLUXAPYROXAD 50% + PYRACLOSTROBIN 50% DENGAN PENAMBAHAN AGENS HAYATI Bacillus subtilis TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum gloeosporioides) PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.): EFFECTIVENESS TEST OF THE ACTIVE INGREDIENTS FLUXAPYROXAD 50% + PYRACLOSTROBIN 50% WITH THE ADDITION OF THE BIOLOGICAL AGENT Bacillus subtilis AGAINST ANTHRACNOSE DISEASE (Colletotrichum gloeosporioides) IN CAYENNE PEPPER (Capsicum frutescens L.) Asyifa, Ana Nabilah; Abadi, Abdul Latief
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.1.3

Abstract

Penyakit antraknosa merupakan salah satu penyakit penting tanaman cabai rawit. Upaya pengendalian yang dilakukan yaitu menggunakan fungisida sintetik berbahan aktif fluxapyroxad 50% + pyraclostrobin 50%. Namun kedua bahan aktif tersebut memiliki spektrum luas sehingga berpotensi membunuh organisme non-target. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi dosis aplikasi fungisida sintetik dengan penambahan agens hayati Bacillus subtilis sebagai upaya menjaga keberlanjutan ekologi. Pengujian daya hambat dan kompatibilitas dilakukan secara in vitro, sementara aplikasi fungisida di lapang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahan aktif fluxapyroxad + pyraclostrobin dapat menghambat jamur patogen C. gloeosporioides baik secara in vitro dan in vivo. Penambahan agens hayati B. subtilis dapat mengurangi penggunaan fungisida sintetik di lapang. Pengaplikasian kombinasi fungisida sintetik 75% dengan B. subtilis bersifat kompatibel dan efektif dalam menekan intensitas serangan penyakit antraknosa dengan tingkat efektivitas fungisida serta hasil panen yang tidak berbeda nyata dengan dosis rekomendasi.
IDENTIFIKASI PENYAKIT DOMINAN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN PENDEKATAN VISUAL PADA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN, TANAMAN MENGHASILKAN, SERTA PENGENDALIANNYA YANG BISA DILAKUKAN DI PERKEBUNAN PT. XY: IDENTIFICATION OF DOMINANT OIL PALM DISEASES USING A VISUAL APPROACH IN IMMATURE PALM, MATURE PALM, AND THEIR CONTROL MEASURES AT PT. XY PLANTATION Abdillah, Muhammad Helmy; Rahmawati, Linda; Lukmana, Mila; Zakiah, Naina
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.1.1

Abstract

Luas perkebunan kelapa sawit di suatu wilayah tidak selalu berkorelasi langsung dengan tingkat produksi dalam suatu periode tertentu. Kejadian penyakit tanaman merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan hasil panen. Namun, upaya prevensi dan mitigasi sulit diterapkan akibat keterbatasan pengetahuan petani mengenai gejala penyakit dan strategi pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit dominan yang menyerang tanaman kelapa sawit pada fase tanaman menghasilkan serta mengetahui agen penyebabnya sebagai referensi dalam identifikasi dan pengendalian penyakit di lahan kering marginal. Studi eksploratif dilakukan pada Januari hingga April 2022 di perkebunan kelapa sawit PT. XY, Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi visual terhadap gejala penyakit yang muncul pada tanaman, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan hasil temuan di lapangan dengan studi literatur. Hasil penelitian mengidentifikasi empat penyakit dominan, yaitu busuk pangkal batang, busuk pucuk, busuk akar, dan bercak daun. Penyakit ini diduga kuat disebabkan oleh infeksi cendawan patogen, termasuk Ganoderma sp., Phytophthora palmivora, Pythium sp., Rhizoctonia sp., Curvularia sp., serta Coconut Cadang-Cadang Viroid.
KEANEKARAGAMAN LALAT BUAH (DIPTERA: TEPHRITIDAE) PADA TANAMAN JAMBU AIR (Syzygium aqueum L.) DI KECAMATAN WONOSALAM, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH: STUDI PERBANDINGAN JENIS ATRAKTAN: DIVERSITY OF FRUIT FLIES (DIPTERA: TEPHRITIDAE) ON WATER GUAVA PLANTS (Syzygium aqueum L.) IN WONOSALAM DISTRICT, DEMAK REGENCY, CENTRAL JAVA: COMPARATIVE STUDY OF ATTRACTANT TYPES Simanjuntak, Richard Reza; Syamsulhadi, Mochammad
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lalat buah (Diptera: Tephritidae) pada tanaman jambu air (Syzygium aqueum L.) serta membandingkan efektivitas atraktan gula ragi dan cuka apel di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada September–Oktober 2024 di lima lokasi lahan monokultur jambu air. Metode penelitian menggunakan perangkap Steiner dengan dua perangkap gula ragi dan dua perangkap cuka apel di setiap lokasi. Lalat buah yang terperangkap diidentifikasi secara morfologi, sedangkan data dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat signifikansi 5%, diikuti uji lanjut DMRT, serta perhitungan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener, kemerataan Pielou, dan dominansi Simpson. Hasil penelitian menunjukkan total 1.535 individu lalat buah, terdiri atas 1.222 individu pada atraktan gula ragi dan 313 individu pada cuka apel. Empat spesies yang teridentifikasi adalah Bactrocera dorsalis, Bactrocera carambolae, Bactrocera albistrigata, dan Bactrocera caudata. Indeks keanekaragaman Shannon–Wiener tergolong rendah (0,6), indeks kemerataan Pielou rendah (0,4), dan indeks dominansi Simpson sedang (0,72) pada atraktan gula ragi. Hasil penelitian menunjukan atraktan gula ragi lebih efektif dalam menarik lalat buah dibandingkan cuka apel, Bactrocera dorsalis mendominasi spesies lalat buha pada kedua atraktan di lahan monokultur jambu air.
KEANEKARAGAMAN SEMUT TERRESTRIAL PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DI UB FOREST, JAWA TIMUR: TERRESTRIAL ANT DIVERSITY ACROSS DIFFERENT LAND USES IN UB FOREST, EAST JAVA Muhammad, Faiz Nashiruddin; Pramana, Bintang Arya; Hermawan, Muhammad Daffa Surya; Alifianto, Faldy; Fernando, Ito
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.1.5

Abstract

Peran semut dalam ekosistem sangat kompleks, sehingga memerlukan eksplorasi menyeluruh, terutama untuk semut terrestrial dan di Pulau Jawa. Deteksi spesies-spesies invasif perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian spesies lokal yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keanekaragaman semut terrestrial di UB Forest, Jawa Timur, Indonesia. Penelitian dilakukan di delapan jenis penggunaan lahan dalam enam blok UB Forest menggunakan metode direct sampling, Winkler extractor, dan subterranean trap. Analisis dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks ketidak miripan Bray-Curtis, dan divisualisasikan dengan cladogram. Ditemukan total 40 spesies dari 5 subfamili dan 19 genera. Odontoponera denticulata menjadi semut paling banyak ditemukan karena hadir di lima jenis penggunaan lahan, sedangkan semut invasif Anoplolepis gracilipes hanya ditemukan pada lahan monokultur tanaman semusim. Indeks keanekaragaman tertinggi tercatat pada lahan kombinasi pinus dan kopi (2,20) serta area terbuka (2,08). Analisis cladogram menunjukkan bahwa lahan berbasis pinus kopi dan open area membentuk klad yang terpisah dari lahan mahoni, monokultur tanaman semusim dan lahan berbasis pinus lainnya, mengindikasikan perbedaan komposisi spesies. Kesimpulannya, jenis penggunaan lahan menentukan komposisi spesies semut dan area UB Forest sudah terdeteksi terdapat spesies invasif namun hanya terbatas di lahan monokultur tanaman semusim.
KAJIAN KERUSAKAN BEBERAPA JENIS BERAS LOKAL KABUPATEN KAPUAS HULU TERHADAP SERANGAN Sitophilus oryzae (L.): THE STUDY OF DAMAGE TO SEVERAL LOCAL RICE TYPES OF KAPUAS HULU REGENCY AGAINST Sitophilus oryzae (L.) ATTACKS Gilang, Kornelius; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.1.4

Abstract

Kumbang beras (Sitophilus oryzae (L.)) merupakan hama gudang yang menyebabkan beras mengalami penurunan kualitas dan kuantitas selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan beberapa jenis beras lokal Kabupaten Kapuas Hulu akibat serangan hama S. oryzae. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama empat bulan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan. Imago hasil perbanyakan diinfestasikan ke dalam 20 g beras uji masing-masing sebanyak 5 pasang. Beras yang digunakan adalah jenis Nyanyikh, Pului Mansau, Gulung Kertas dan Buyan.  Beras jenis Nyanyikh, Pului Mansau dan Buyan tergolong beras yang sangat peka sedangkan beras Gulung Kertas tergolong beras yang peka. Kerusakan paling besar terjadi pada beras Nyanyikh dan Pului Mansau, sedangkan yang paling kecil terjadi pada beras Gulung Kertas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5