cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 289 Documents
KELIMPAHAN BAKTERI Pseudomonas sp., Bacillus sp., PENAMBAT NITROGEN DAN PELARUT FOSFAT PADA LAHAN PADI SAWAH PHT DAN KONVENSIONAL DI DESA BAYEM KECAMATAN KASEMBON KABUPATEN MALANG Dyah Ayu Kusuma Wardani; Abdul Latief Abadi; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kelimpahan bakteri bermanfaat pada petak lahan padi yang dibudidayakan menggunakan pendekatan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) dan konvensional telah dilakukan di Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Malang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bakteri (Pseudomonas sp., Bacillus sp., penambat nitrogen dan pelarut fosfat) pada lahan padi sawah yang menerapkan PHT dan cara konvensional. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel tanah secara sistematik, dibiakkan pada media selektif  lalu dilakukan perhitungan kelimpahan bakteri. Hasil perhitungan kelimpahan bakteri dianalisis uji T untuk membandingkan kelimpahan bakteri Pseudomonas sp., Bacillus sp., penambat nitrogen dan pelarut fosfat antara lahan PHT dan konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kelimpahan bakteri pelarut fosfat dan bakteri penambat nitrogen di lahan PHT dan lahan konvensional baik pada fase vegetatif maupun generatif. Ada perbedaan yang signifikan kelimpahan bakteri Bacillus sp. di lahan PHT dan lahan konvensional baik pada fase secara vegetatif maupun generatif. Tidak dapat diketahui adanya perbedaan kelimpahan bakteri Pseudomonas sp. pada lahan PHT dan lahan konvensional karena data tidak diperoleh pada plot lahan PHT. Tidak ada perbedaan kelimpahan bakteri bermanfaat pada lahan PHT dan konvensional kecuali kelimpahan Bacillus sp pada fase generatif diduga karena aplikasi pada lahan PHT masih dilakukan pada musim pertama dan baru berjalan dalam waktu beberapa minggu.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG CENGKERIK TERHADAP KERAPATAN DAN VIABILITAS SPORA JAMUR ENTOMOPATOGEN Lecanicillium lecanii Zimm (HYPOCREALES: CLAVICIPITACEAE) Diajeng Indah Nastiti; Rina Rachmawati; Silvi Ikawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur entomopatogen Lecanicillium lecanii Zimm (Hypocreales: Clavicipitaceae) adalah salah satu jenis entomopatogen yang prospektif digunakan sebagai bioinsektisida dalam mengendalikan berbagai jenis hama. Tetapi keterbatasan nutrisi dalam media biakan jamur entomopatogen  L. lecanii dapat menurunkan viabilitas dan kerapatan spora jamur L. lecanii. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung cengkerik pada media biakan jamur entomopatogen secara nyata mampu meningkatkan kerapatan dan viabilitas spora jamur L. lecanii, namun diameter koloni menurunkan diameter koloni L. lecanii. Viabilitas spora L. lecanii setelah perlakuan adalah 50,22%, kerapatan spora L. lecanii setelah perlakuan adalah 23,83x105 konidia/ml, dan diameter koloni jamur L. lecanii setelah perlakuan 4,10 cm.
PENGARUH PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (Psudomonas fluorescens) TERHADAP NEMATODA PURU AKAR Meloidogyne sp. PADA TANAMAN TOMAT Annike Putri Damayanti; Bambang Tri Rahardjo; Hagus Tarno
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nematoda puru akar (Meloidogyne sp.) merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman tomat. Penyakit ini dapat  menyebabkan kerusakan secara kualitatif maupun kuantitatif. Oleh karena itu, tindakan pencegahan perlu dilakukan sebelum serangan nematoda puru akar ini semakin meluas. Penggunaan musuh alami nematoda yang berasal dari kelompok organisme, seperti bakteri dapat digunakan sebagai agen hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri P. fluorescens (UB_Pf1) dalam mengendalikan nematoda puru akar. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa dan Laboratorium Hama Tumbuhan, Sub Laboratorium Nematologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas  Brawijaya Malang.  Hasil identifikasi jenis nematoda puru akar yang ditemukan adalah Meloidogyne javanica. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan P. fluorescens dapat mengendalikan serangan nematoda puru akar M. javanica pada tanaman tomat (S. lycopercisium). Pengaplikasian 40 ml P. fluorescens dengan kerapatan 109 cfu/ml pada tomat (S. lycopercisium) paling efektif dalam mengendalikan serangan nematoda puru akar (M. javanica) serta mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat.
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA PERTANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DENGAN SISTEM PHT DAN KONVENSIONAL DI KECAMATAN MANTUP, LAMONGAN Syahrullah Bagus Harmana; Bambang Tri Rahardjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.1.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan lahan mentimun dengan PHT dan konvensional terhadap keanekaragaman arthropoda dan intensitas serangan hama Aulacophora similis, serta mengetahui kelayakan usahatani dari dua sistem tersebut. Penelitian dilakukan di Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pengamatan arthropoda dilakukan dengan 3 metode (visual, yellow sticky trap, dan yellow pan trap) dan hasilnya dianalisis menggunakan uji T, kemudian dilakukan perhitungan Indeks keragaman (H’), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Kemerataan Jenis (e’) dan Indeks Dominansi (C).  Kelayakan usahatani dihitung menggunakan parameter R/C Ratio dan BEP Harga. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara jumlah spesies arthropoda yang ditemukan di kedua sistem. Nilai H' pada sistem PHT dan konvensional berada pada kategori sedang. R dan e' memiliki kategori serupa, tinggi pada PHT, tetapi sedang pada sistem konvensional. Pada saat yang sama, nilai C pada kedua sistem tidak menunjukkan dominasi. Hasil intensitas serangan A. similis terdapat perbedaan yang signifikan antara PHT dan sistem konvensional. R / C Ratio masing-masing menunjukkan 1,38 dan 1,37 pada sistem PHT dan konvensional, sehingga kedua sistem tersebut layak untuk dijalankan. Berdasarkan nilai BEP, harga minimum mentimun kg-1 pada sistem PHT adalah Rp 3.615,97 sedangkan pada sistem konvensional adalah Rp 3.644,94.
BIOLOGI DAN STATISTIK DEMOGRAFI Aphis glycines PADA TANAMAN KEDELAI Exa Ricky Choirul Putra; Bambang Tri Rahardjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.2.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan informasi mengenai aspek biologi dan statistik demografi Aphis glycines pada tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Rumah Kawat, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang pada bulan November 2019 sampai Maret 2020. Pengamatan biologi meliputi siklus hidup, lama hidup, dan keperidian A. glycines,  digunakan dalam perhitungan data demografi. Parameter demografi meliputi laju reproduksi kotor (GRR), laju reproduksi bersih (R0), laju pertambahan instrinsik (rm), dan masa generasi (T). Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. glycines mempunyai tahap perkembangan meliputi fase nimfa instar I sampai instar IV dengan rataan perkembangan berturut-turut berlangsung selama 1,000; 1,118; 1,068; 1,091 hari. Rataan siklus hidup A. glycines terjadi selama 4,352 hari dengan keperidian 50,363 individu/imago betina. Sedangkan rataan lama hidup A. glycines yaitu 12,843 hari. Nilai statistik demografi A. glycines pada tanaman kedelai diperoleh antara lain nilai GRR sebanyak 50,373 individu/generasi, nilai R0 sebanyak 35,681 individu/ induk/generasi, nilai rm sebanyak 0,285 individu/induk/hari, dan  nilai T yaitu 12,557 hari.
PENGARUH AIR CUCIAN BERAS SEBAGAI BIOAKTIVASI PERTUMBUHAN MIKROBA HASIL EKSPLORASI DARI TANAH TERCEMAR PESTISIDA Berliananda Maranditya; Tia Candra Khaula Alislami; Nikmatul Choirun Nisa’; Restu Rizkyta Kusuma
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.1.3

Abstract

Penggunaan pestisida secara terus menerus menyebabkan kerusakan pada lahan dan penumpukan residu bahan aktif pada tanah. Tujuan penelitian ini yaitu mencari potensi bakteri bioremediator pada lahan tercemar pestisida diazinon dan menguji kemampuan pupuk cair cucian air beras dalam meningkatkan aktifitas mikroorganisme. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Juli 2018 di Desa Temas Kota Batu dan Laboratorium Mikrobiologi. Pengambilan data dilakukan dalam 5 tahap antara lain pengambilan sampel tanah, eksplorasi bakteri, isolasi bakteri, penumbuhan bakteri pada media air cucian beras, dan pengukuran kerapatan bakteri. Dari hasil eksplorasi ditemukan satu bakteri yang dapat tumbuh pada media selektif MSPY dengan konsentrasi zat aktif diazinon 50 ppm dan 100 ppm. Sedangkan hasil penghitungan kerapatan bakteri menggunakan spektrofotometer menunjukkan pertumbuhan terbaik pada media F2 dengan komposisi 325 ml air cucian beras, 1 liter aquades dan 100 ml molase. Secara singkat, temuan tersebut mengungkapkan bahwa isolat bakteri dalam pupuk cair pencucian beras tidak bersifat patogen pada tanaman.
PEMANFAATAN BIODIVERSITAS BAKTERI SERASAH KOPI SEBAGAI SOLUSI PENGENDALI PENYAKIT MOLER PADA BAWANG MERAH Gallyndra Fatkhu Dinata; Nurul Ariani; Andik Purnomo; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.1.5

Abstract

Penyakit busuk pangkal batang/moler (Fusarium oxysporum f.sp. cepae/FOC) merupakan salah satu faktor biotik dalam produksi bawang merah yang menyebabkan kerusakan hingga 50 %. Pengendalian biologi menawarkan strategi potensial pada perlindungan tanaman yang berfokus pada peran musuh alami dalam menekan hama dan penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui jenis bakteri yang berpotensi sebagai agens hayati terhadap penyakit moler pada bawang merah. Penelitian dilaksanakan di kondisi laboratorium dan lapang menggunakan rancangan acak kelompok untuk membandingkan setiap isolat dalam mengendalikan patogen. Sebanyak 5 dari 21 isolat bakteri menunjukkan sifat antagonisme yang tinggi terhadap FOC. Kelima isolat teridentifikasi sebagai Bacillus mycoides (K1), Clostridium sp. (K2), Pseudomonas sp. (K11), Erwinia sp. (K13), dan Pseudomonas sp. (K29). Pseudomonas sp menujukkan aktivitas penghambatan jamur sebesar 61,01 % dan 73,05 % di laboratorium, sedangkan Bacillus mycoides memberikan hasil terbaik pada kondisi lapang. K2 dan K29 menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan tinggi tanaman dibandingkan dengan kontrol. Sementara itu, K29 juga berpotensi  meningkatkan jumlah daun dan berat basah tanaman.
PENGARUH KONSENTRASI BAHAN PELINDUNG TEH (Camellia sinensis L.) KEMASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN EFEKTIVITAS SlNPV JTM 97C DALAM MENGENDALIKAN Helicoverpa armigera (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) Tiara Eka Ariestantia; Tutung Hadiastono; Fery Abdul Choliq; Bedjo Bedjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus (SlNPV) JTM 97 C adalah salah satu agens hayati yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama Helicoverpa armigera. Tetapi kelemahan dalam penggunaan SlNPV adalah pada saat diaplikasikan di lapangan keefektifannya dapat menurun setelah terpapar sinar matahari, khususnya sinar ultraviolet (UV). Sehubungan dengan hal tersebut, dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bahan pelindung nabati dari teh kemasan yang diketahui mengandung epigallocatechin gallate, caffeic acid, dan apigenin yang dapat berfungsi sebagai pelindung UV.  Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Kendalpayak, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan: kontrol tanpa SlNPV JTM 97 C, SlNPV JTM 97 C tanpa bahan pelindung, SlNPV JTM 97 C + kaolin, SlNPV JTM 97 C + ekstrak daun teh  konsentrasi 0.5%, SlNPV JTM 97 C + ekstrak daun teh konsentrasi 1%, SlNPV JTM 97 C + ekstrak daun teh konsentrasi 1.5%, SlNPV JTM 97 C + ekstrak daun teh konsentrasi 2%, dan SlNPV JTM 97 C + ekstrak daun teh konsentrasi 2.5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi bahan pelindung teh kemasan tidak terbukti memberikan pengaruh yang berbeda dalam melindungi SlNPV JTM 97 C, namun bahan pelindung teh kemasan memiliki potensi yang baik untuk digunakan sebagai bahan pelindung nabati.
PENGARUH REFUGIA TERHADAP DIVERSITAS ARTHROPODA PADA SAWAH PADI DI DESA SUMBERBANJAR, BLULUK, LAMONGAN Lifatin Nur Ida Lailiyah; Sri Karindah; Gatot Mudjiono
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan musuh alami dipengaruhi oleh keanekaragaman tanaman pada lahan budidaya, misalnya keberadaan tumbuhan liar. Oleh karena itu penelitian tentang pengaruh tanaman refugia terhadap diversitas arthropoda dilakukan pada sawah padi desa Sumberbanjar, Bluluk, Lamongan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari tiga perlakuan. Penelitian ini mengamati diversitas arthropoda pada tumbuhan liar (P. oleracea, C. iria, C. rotundus dan E. indica), wijen dan kacang hijau serta padi. Nilai indeks keanekaragaman arthropoda (H’) pada ketiga pertanaman padi yaitu pertanaman padi dengan pematang ditanami wijen dan kacang hijau, pertanaman padi dengan pematang tumbuhan liar dan pertanaman padi dengan pematang dibersihkan mempunyai nilai indeks keanekaragaman yang berfluktuasi. Nilai indeks keanekaragaman arthropoda tertinggi pada semua perlakuan adalah pada 50 HST, yaitu pada pertanaman padi dengan pematang wijen dan kacang hijau, pertanaman padi dengan pematang tumbuhan liar dan pertanaman padi dengan pematang dibersihkan (kontrol) adalah 2,20, 2,02 dan 1,56 yang tergolong keanekaragaman sedang. Nilai indeks keanekaragaman arthropoda pada semua perlakuan mengalami penurunan pada fase generatif. Nilai indeks keanekaragaman arthropoda terus menurun pada semua perlakuan, pada 71 HST nilai indeks keanekaragaman adalah 0 sampai dengan sebelum panen. Sedangkan nilai keseragaman artropoda (E) dari ketiga pertanaman padi tersebut rendah, sehingga tidak ada spesies yang mendominasi pada ketiga pertanaman padi tersebut.
IDENTIFIKASI DAN UJI PERKECAMBAHAN SPORA JAMUR PATOGEN YANG MENYEBABKAN BERCAK DAUN PADA TANAMAN KAKTUS PAKIS GIWANG (Euphorbia milii) Devia Enitasepa; Ika Rochdjatun Sastrahidayat; Syamsuddin Djauhari
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit yang sering ditemukan pada tanaman hias Euphorbia milii adalah penyakit bercak daun. Namun, penyebab penyakit bercak daun pada tanaman E. milii masih belum banyak diketahui hingga saat ini. Perkecambahan merupakan faktor yang penting bagi kelangsungan hidup spora. Pada beberapa kasus tertentu diketahui bahwa pertambahan spora patogen dapat dirangsang oleh metabolit sekunder tanaman yang rentan terhadap patogen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab penyakit bercak daun pada tanaman E. milii dan perkecambahan spora jamur patogen yang menyebabkan penyakit bercak daun pada berbagai konsentrasi ekstrak daun E. milii. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Identifikasi penyakit bercak daun dilakukan dengan menggunakan uji postulat Koch. Pengujian perkecambahan spora memakai ekstrak daun E.milii dengan perlakuan konsentrasi ekstrak 0, 10, 25, 50, 100%, dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Percobaan ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil dari  identifikasi didapatkan  bahwa penyakit bercak daun pada tanaman E. milii disebabkan oleh jamur Pestalotia sp. Persentase tertinggi dari perkecambahan spora jamur patogen Pestalotia sp. pada ekstrak tanaman E. milii dan air destilasi ditunjukkan pada perlakuan kontrol dengan nilai 82,25%, dan nilai terendah yaitu pada perlakuan ekstrak daun E. milii 100% dengan nilai 52,83%.