cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 289 Documents
UJI NILAI PROPAGUL JAMUR ARBUSKULA MIKORIZA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KETERSEDIAAN C-ORGANIK, P TOTAL, DAN P TERSEDIA YANG DIPEROLEH DARI HUTAN KOTA MALABAR MALANG: PROPAGULE VALUE TEST OF ARBUSCULA MYCHORRHIZAE FUNGI AND THE CORELATION WITH AVAILABILITY OF C-ORGANIC, TOTAL PHOSPORUS AND PLANT-AVAILABLE PHOSPORUS FROM MALABAR CITY FOREST MALANG Indah Mutmainah Kirana; Muhammad Akhid Syibli; Antok Wahyu Sektiono
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.2.3

Abstract

Mikoriza merupakan jamur tanah yang bersimbiosis dengan akar tanaman. Untuk mengetahui kuantitas mikoriza, satuan yang digunakan adalah spora. Namun, satuan tersebut kurang efektif sehingga merujuk pada satuan yang baru yaitu propagul. Jamur mikoriza berperan dalam penyerapan karbon dan pengubahan P total menjadi P tersedia yang dapat diserap tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai propagul jamur arbuskula mikoriza yang diperoleh dari Hutan Kota Malabar Malang serta sebagai dasar pengambilan sampel jamur mikoriza. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengendalian Hayati Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Rumah Kawat Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Laboratorium Pusat Penelitian Sukosari, dan Laboratorium UMM pada bulan Agustus-November 2022. Variabel yang diamati meliputi nilai most probable number (MPN), nilai C-organik, P total, dan P tersedia. Data MPN dan data kimia tanah dianalisis secara deskriptif. Nilai propagul pada Hutan Kota Malabar Malang sebesar 34,343 propagul/gram dengan ditemukan infeksi struktur jamur mikoriza berupa hifa. Jamur mikoriza pada Hutan Kota Malabar Malang hidup pada kondisi tanah dengan kandungan C-organik sedang, P total rendah, dan P tersedia sedang.
PENGARUH BEBERAPA FUNGISIDA TERHADAP Alternaria solani PENYEBAB PENYAKIT BERCAK KERING PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) DI LAPANGAN : THE EFFECT OF FUNGICIDES ON Alternaria solani CAUSES EARLY BLIGHT DISEASE IN TOMATO (Lycopersicum esculentum Mill.) IN FIELD CONDITION Eka Putri Irma Nuviani; Mintarto Martosudiro; Fery Abdul Choliq
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.2.4

Abstract

Alternaria solani adalah patogen penyakit yang sering muncul pada budidaya tanaman tomat, kerusakannya cukup tinggi berakibat pada pengurangan produksi. Salah satu cara yang digunakan petani untuk mengendalikan A. solani yaitu dengan aplikasi fungisida sintetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis fungisida dengan konsentrasi aplikasi yang tepat dalam mengendalikan A. solani pada tanaman tomat. Penelitian dilakukan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) 10 perlakuan dengan pengulangan sebanyak 3x. Penelitian dilakukan dengan cara mengukur intensitas penyakit, tingkat efikasi dan produksi tomat. Gejala awal tanaman terinfeksi yaitu terdapat bercak cokelat pada daun. Bercak berkembang hingga membentuk lingkaran konsentris. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan fungisida dapat menekan intensitas penyakit A. solani. Terdapat tiga perlakuan yang memiliki intensitas penyakit terendah yaitu FPK-2102 125/75 EC (1 ml/l), FPK-2106 400/90 SE (0,5 ml/l) dan fungisida berbahan aktif prokloraz+azoksistrobin (1 ml/l) pada nilai 32-37% dengan tingkat efikasi 53-59%. Dapat disimpulkan bahwa ketiga fungisida tersebut efektif dalam menekan perkembangan A. solani.
EKSPLORASI KHAMIR SIMBION PADA SALURAN PENCERNAAN LARVA Oryctes rhinoceros L.: EXPLORATION OF SYMBIOTIC YEAST FROM THE DIGESTIVE TRACT OF Oryctes rhinoceros L. LARVAE Irisa Trianti; Yogo Setiawan; Tomo Agus Supriyantono; Sholikah Widyanitta Rachmawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.2.5

Abstract

Oryctes rhinoceros merupakan serangga fitofag dan telah dilaporkan sebagai hama di beberapa negara. Larva O. rinocheros makan pada bahan organik (bagian tanaman yang membusuk) dan tidak menyebabkan kerusakan ekonomi. Seperti pada kebanyakan serangga, O. rhinoceros berinteraksi dengan mikroorganisme pada sistem pencernaanya. Selain itu, mikroorganisme dalam saluran pencernaan serangga juga merupakan sumber daya alam yang bermanfaat untuk kepentingan manusia, seperti enzim-enzim yang memiliki arti penting dalam bidang industri dan digunakan sebagai agens bioremediator untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mempelajari keanekaragaman khamir dalam saluran pencernaan larva O. rhinoceros. Pada studi ini, khamir diisolasi dari saluran pencernaan instar tiga O. rhinoceros dan ditumbuhkan pada media Yeast Malt Agar (YMA). Berdasarkan ciri makroskopis dan mikroskopis, 7 isolat khamir yang diperoleh teridentifikasi sebagai Candida sp. (isolat K1 dan K4), Pichia sp. (isolat K3), dan Debaromyces sp.(K2, K5, K6 dan K7).
PERTUMBUHAN POPULASI Rhyzopertha dominica (F.) DAN Oryzaephilus surinamensis (L.) DALAM ASOSIASI PADA BERAS MERAH, PUTIH, DAN HITAM: POPULATION GROWTH OF Rhyzopertha dominica (F.) AND Oryzaephilus surinamensis (L.) IN ASSOCIATION WITH RED, WHITE, AND BLACK RICE Ramadhan, Nino Trifatu; Astuti, Ludji Pantja
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.3.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan laju pertumbuhan Rhyzopertha dominica (Coleoptera: Bostrichidae) dan Oryzaephilus surinamensis (Coleoptera: Silvanidae) pada beras merah, putih, dan hitam, serta penurunan berat pakan setelah adanya infestasi hama tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga September 2022 di Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini terdiri dari dua faktor yaitu (1) spesies serangga hama (R. dominica, O. surinamensis, dan asosiasi) dan (2) jenis pakan (beras merah, putih, dan hitam). Sehingga, penelitian ini memiliki sembilan kombinasi dan diulang sebanyak tiga kali menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Populasi imago baru R. dominica dan O. surinamensis diamati pada infestasi tunggal maupun asosiasi, serta penurunan berat pakan pada beras merah, putih, dan hitam. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak R statistic versi 4.2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara spesies hama dan jenis pakan terhadap pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi R. dominica dan O. surinamensis, serta penurunan berat pakan. Pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi R. dominica dengan infestasi tunggal pada beras merah lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih dan hitam. Pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi O. surinamensis pada beras hitam lebih tinggi dibandingkan dengan beras merah dan putih. Penurunan berat pakan pada beras merah lebih tinggi dibandingkan beras putih dan hitam pada infestasi tunggal maupun asosiasi.
ANALISIS KELAYAKAN DETEKSI CEPAT PENYAKIT HAWAR DAUN TANAMAN KENTANG PADA FASE AKHIR MENGGUNAKAN UAV: LATE BLIGHT FEASIBILITY ANALYSIS IN POTATOES USING UAV FOR QUICK DETECTION IN LATE-STAGE Nita, Istika; Putra, Aditya Nugraha; Sektiono, Antok Wahyu; Riza, Sativandi; Wicaksono, Kurniawan Sigit; Sholikah, Dinna Hadi; Kristiawati, Wanda; Rahma, Melati Julia
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.3.2

Abstract

Produksi kentang di Indonesia berkontribusi + 0,3% dari total produksi dunia sebesar + 388.191.000 ton. Kentang merupakan komoditas hortikultura esensial di Indonesia dengan permintaan sekitar 2,82 kg ha-1 kapita-1 pada tahun 2021. Saat ini terjadi defisit ketersediaan kentang yang mencapai 4.845.910 ton yang diperparah dengan terus menurunnya produksi kentang nasional (1.164.738 ton). Penyakit hawar daun (Phytophthora infestans) merupakan salah satu masalah utama penyebab penurunan produksi kentang (kehilangan hasil antara 10-100%). Penyebaran penyakit hawar daun sulit untuk diidentifikasi secara real time, sehingga diperlukan teknologi tepat guna yang dapat memberikan informasi secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana foto udara (dari UAV) memperkirakan sebaran penyakit hawar daun pada kentang. Foto UAV diubah menjadi indeks NDVI, RDVI, SAVI, SR, ARVI-2, DVI, IPVI, dan GCI. Data pengukuran indeks penyakit hawar daun akan dikorelasikan dan dipilih yang terbaik untuk mendapatkan rumus regresi distribusi spasial penyakit hawar daun. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Indonesia. Titik pengamatan di lapangan sebanyak 50 titik pengamatan untuk setiap luasan 3 Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua indeks berkorelasi positif (> r tabel 0,34). Korelasi tertinggi pada estimasi model dari indeks NDVI (0,72). Kondisi ini sejalan dengan koefisien regresi (R2) pada NDVI yang mencapai 0,51 dengan persamaan y = 20,779 * (angka indeks NDVI) + 49,146. Analisis t-paired menunjukkan bahwa t hitung pada model (-1,10) ada pada grafik t-tabel (2,16), dan ini menegaskan bahwa rumus tersebut dapat diandalkan untuk digunakan.
RESPONS KETERTARIKAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei) TERHADAP KOMPOSISI RASIO SENYAWA ATRAKTAN PADA TANAMAN KOPI: RESPONSE OF ATTRACTION OF COFFEE BERRY BORER (Hypothenemus hampei) TO THE COMPOSITION OF THE RATIO OF ATTRACTANT COMPOUNDS IN COFFEE CROPS Nafsi, Ach. Sulthon Azizun; Haryadi, Nanang Tri; Dewi, Nilasari; Kurnianto, Agung Sih
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.3.3

Abstract

Penggerek buah kopi (PBKo) (Hypothenemus hampei) adalah hama utama dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar dan penurunan kualitas buah kopi yang signifikan.  Upaya menekan populasi hama ini dibutuhkan pengendalian efektif, salah satunya penggunaan senyawa semiokimia berupa etanol dan metanol melalui perangkap botol yang digantung di ranting tanaman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komposisi rasio perbandingan etanol dan metanol yang efektif dalammenarik hama PBKo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) selama delapan minggu dan variabel pengamatan berupa populasi PBKo yang terperangkap selama satu minggu, intensitas buah kopi yang terserang PBKo, dan serangga lain yang terperangkap. Perlakuan etanol dan metanol 3:2 merupakan perlakuan terbaik dalam menangkap hama PBKo yaitu sebanyak 402 imago. Intensitas serangan hama PBKo menunjukkan penurunan intensitas serangan yang signifikan setelah pemasangan perangkap botol dengan kategori awal serangan sedang hingga sangat ringan.
PENGARUH VARIASI AGROLANDSKAP TERHADAP EFEKTIVITAS NEMATODA ENTOMOPATOGENIK DALAM PENGENDALIAN KUTU KEBUL Bemisia tabaci: THE INFLUENCE OF AGRO-LANDSCAPE VARIATION ON THE EFFECTIVENESS OF ENTOMOPATHOGENIC NEMATODES IN CONTROLLING THE SILVERLEAF WHITEFLY Bemisia tabaci Indraswari, Nadya Oktarinz; Kurnianto, Agung Sih; Dewi, Nilasari; Haryadi, Nanang Tri; Purnomo, Hari; Lestari , Auralia Sakinah
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.3.4

Abstract

Bemisia tabaci, yang umum dikenal dengan kutu kebul, merupakan serangga hama yang dikenal luas, mempunyai dampak signifikan terhadap pertumbuhan tanaman, khususnya pada kedelai. Hama ini dapat menyebabkan kerugian panen hingga 80% dan juga berperan sebagai vektor virus tanaman sehingga semakin mengancam tanaman. Penularan virus oleh B. tabaci, seperti virus gemini, dapat menyebabkan kegagalan hampir seluruh panen. Penelitian ini berfokus pada isolasi nematoda entomopatogen dari 11 lingkungan berbeda, antara lain perkebunan kakao dan karet, ladang jagung, perkebunan kentang, perkebunan kopi, sawah, ladang kedelai, dan lapangan golf. Nematoda ini dibudidayakan dan kemudian digunakan dalam percobaan laboratorium untuk menargetkan B. tabaci, yang dikumpulkan dari habitat aslinya. Studi ini memantau tingkat kematian B. tabaci selama 96 jam. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh sampel nematoda yang diisolasi termasuk dalam spesies Steinernema spp dan berpotensi menginfeksi B. tabaci. Namun, efektivitas isolat ini berbeda-beda berdasarkan asalnya. Isolat Steinernema spp dari wilayah Bromo (kode N) diketahui karena kemampuan infeksinya yang tinggi. Hal ini menunjukkan nilai LC50 sebesar 356.874 JI/ml dan angka kematian B. tabaci sebesar 97,63%. Temuan ini mempunyai implikasi signifikan terhadap pengelolaan hama di bidang pertanian. Temuan-temuan ini menyarankan pendekatan yang berbeda untuk mengendalikan infestasi B. tabaci dengan mempertimbangkan efektivitas isolat nematoda dari berbagai lanskap. Nematoda Steinernema spp, terutama yang berasal dari Bromo (kode N), menjanjikan sebagai solusi pengelolaan hama yang ramah lingkungan. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya penggunaan isolat nematoda spesifik lanskap untuk mengoptimalkan upaya pengendalian hama. Kesimpulannya, isolat nematoda entomopatogen, khususnya Steinernema spp, mempunyai potensi untuk melawan B. tabaci. Penyesuaian strategi pengelolaan hama dengan kondisi geografis tertentu sangatlah penting. Penelitian ini memberikan kontribusi wawasan berharga bagi pengembangan pendekatan berkelanjutan untuk menjaga hasil pertanian dan menjamin ketahanan pangan.
ANALISA RESIDU PESTISIDA PADA UMBI BAWANG MERAH DI KABUPATEN PROBOLINGGO: ANALYSIS OF PESTICIDE RESIDUES IN SHALLOT BULBS IN PROBOLINGGO REGENCY Syamsulhadi, Mochammad; Sunarto, Bintar Probo; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.3.5

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman yang memiliki resiko tinggi dalam aktivitas budidaya pertanian, salah satunya adalah serangan OPT. Oleh sebab itu penggunaan pestisida menjadi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat residu pestisida berbahan aktif Abamectin dan Mancozeb pada tanaman bawang merah di Kabupaten Probolinggo. Penelitian dilakukan di lahan pertanian bawang merah meliputi Desa Mranggon Lawang, Desa Sumberbulu, dan Desa Sumberkerang. Analisa residu dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Waktu pelaksanaan pada bulan Mei sampai bulan Oktober 2021. Analisis residu pestisida dikerjakan menggunakan Gas Chromatography (Model 8000 TOP yang dilengkapi dengan Electron Capture Detector). Hasil penelitian menunjukkan semua sampel bawang merah meninggalkan residu pestisida. Namun residu pestisida masih berada di bawah ambang batas maksimal berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Desa Mranggon Lawang yang menjadi desa sentra bawang merah terbesar di Kabupaten Probolinggo memiliki tingkat residu tertinggi dibandingkan dengan 2 desa lainnya. Hasil uji bahan aktif Abamectin pada daun sebesar 0,002; umbi 0,004; dan tanah 0,004 mg/kg. Sedangkan pada bahan aktif mancozeb pada daun 0,132; umbi 0,093; dan tanah 0,155 mg/kg. Hal tersebut menunjukkan bahwa perilaku petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo terhadap penggunaan pestisida masih termasuk dalam batas wajar.
PENGUJIAN AGENS HAYATI TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM (Fusarium oxysporum) PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI KECAMATAN CISEENG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT: TESTING OF BIOLOGICAL AGENTS AGAINST FUSARIUM WILT (Fusarium oxysporum) ON SHALLOTS (Allium ascalonicum L.) IN CISEENG DISTRICT, BOGOR REGENCY, WEST JAVA Ibrahim, Siti Ghia Azzahra; Abadi, Abdul Latief
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.4.1

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Penyakit  layu fusarium (Fusarium oxysporum) merupakan penyakit penting tanaman bawang merah yang dapat menyebabkan kehilangan hasil. Pseudomonas fluorescens, Trichoderma sp., dan Aspergillus sp. merupakan agens hayati yang efektif dalam mengendalikan penyakit tanaman. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan agens hayati dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah serta  mengetahui potensi Trichoderma sp., Aspergillus sp. dan P. fluorescens terhadap penyakit layu fusarium. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus 2021 di kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas enam perlakuan dan  tiga ulangan. Parameter mengamatan yang diamati adalah intensitas penyakit, bobot umbi perbedang dan tingkat efikasi. Data yang telah diperoleh dianalisa lebih lanjut menggunakan analisa ragam (ANOVA) dan DMRT dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi P. fluorescens, Trichoderma sp., dan Aspergillus sp. berpotensi dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah. Namun, Trichoderma sp. dan Aspergillus sp. memiliki kemampuan yang sama dengan fungisida Benomil 50% dalam menekan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN HAMA ORDO HEMIPTERA PADA SISTEM PERTANIAN PADI KOMPLEKS DI DESA SUKOREJO, KABUPATEN MALANG: DIVERSITY AND ABUNDANCE OF HEMIPTERAN PESTS IN COMPLEX RICE FARMING SYSTEMS IN SUKOREJO VILLAGE, MALANG DISTRICT Annisa, Shafira Izza; Rizali, Akhmad
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.4.2

Abstract

Tanaman padi merupakan salah satu komoditas yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia khususnya di wilayah pedesaan. Tingginya populasi hama seringkali menimbulkan kerusakan dan kerugian pada hasil panen tanaman padi. Berdasarkan permasalahan tersebut, para petani mulai mengaplikasikan sistem pertanian padi yang mengintegrasikan berbagai input lain seperti itik, azolla, ikan, dan tanaman lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh pertanian padi kompleks terhadap keanekaragaman dan kelimpahan hama dari Ordo Hemiptera. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Desember 2021 hingga April 2022 di Desa Sukorejo, Kabupaten Malang. Pengambilan sampel hama hemipteran dilakukan dengan pengamatan secara langsung, penggunaan perangkap umpan kepiting, dan metode farmcop. Perbedaan perlakuan padi monokultur dan lahan padi yang diintegrasi dengan berbagai tanaman dan hewan lain dianalisis menggunakan analisis ragam. Selain itu analisis regresi juga digunakan untuk mengetahui hubungan antara keanekaragaman hama hemipteran dengan suhu, kelembapan, dan keanekaragaman serangga predator yang ada di lahan. Berdasarkan hasil pengamatan, total hama hemipteran yang diperoleh yaitu 598 individu yang terdiri dari tiga spesies: Leptocorisa acuta, Nezara viridula, dan Nilaparvata lugens. Kelimpahan hama L. acuta berkorelasi dengan suhu dan kelembapan lahan namun tidak dipengaruhi oleh perlakuan sistem pertanian padi kompleks dan juga sistem pertanian monokultur. Hasil analisis regresi juga menunjukkan bahwa kelimpahan hama L. acuta tidak berkorelasi dengan keanekaragaman dan kelimpahan serangga predator.