Articles
611 Documents
TERAPI DZIKIR UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA : CASE REPORT
Ardianti, Aprilia Aulia;
Amira, Iceu;
Hidayati, Nur Oktavia
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2569
Halusinasi pendengaran adalah keadaan dimana individu mengalami keyakinan mendengar dan merasakan “suara” tanpa adanya masukan stimulus pendengaran yang sesuai. Apabila tidak segera diatasi, maka hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif pada pasien skizofrenia, meningkatkan kecemasan, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri. Tindakan keperawatan yang diberikan adalah terapi dzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan terapi dzikir dalam mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Proses pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan membandingkan data rekam medis pasien. Adapun untuk instrumen yang digunakan adalah pengkajian psikosa keperawatan jiwa. Penelitian ini merupakan bentuk desain study case (studi kasus) dengan menggunakan penatalaksanaan asuhan keperawatan penerapan strategi pelaksanaan dan terapi dzikir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki masalah keperawatan jiwa halusinasi pendengaran dibuktikan dengan mengatakan selalu mendengar suara bayi memanggilnya. Setelah dilakukan intervensi dzikir selama tiga hari selama 15-30 menit setiap pertemuannya, pasien tampak terlihat jauh lebih tenang, emosi cukup stabil dan dapat mengontrol halusinasi yang dialaminya terbukti dengan pasien mengatakan saat dzikir suara tersebut kadang-kadang menghilang sedangkan sebelum diberikan intervensi pasien sering melamun, bicara kacau, dan mengatakan mendengar suara memanggilnya yang membuat pasien merasa cemas. Intervensi keperawatan terapi dzikir dapat diberikan karena efektif dalam meningkatkan kemampuan pasien mengontrol frekuensi munculnya halusinasi.
INTERVENSI PEMBERIAN TERAPI NEBULASI MENGGUNAKAN NACL 3% DENGAN GAGAL NAPAS: STUDI KASUS
Triyani, Dian;
Rukmasari, Ema Arum;
Hendrawati, Sri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2570
Gagal napas adalah kondisi dimana pernapasan tidak dapat mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh (hiperkapnia) dan tidak dapat menyuplai oksigen kedalam tubuh (hipoksemia) secara adekuat. Intervensi manajemen jalan napas harus segera diberikan karena akan berdampak pada kerusakan otak bahkan kematian pada anak. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan terapi nebulasi menggunakan NaCl 3% dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Kriteria hasil yang diharapkan dengan dilakukannya intervensi yaitu adanya pengeluaran sekret, suara ronkhi di lapang paru meredup dan frekuensi napas membaik. Hasil yang didapatkan sebelum diberikan intervensi frekuensi napas pasien di rentang 24 - 42x/menit dengan suara ronkhi di seluruh lapang paru, setelah diberikan intervensi frekuensi napas ada di rentang 23-28x/menit. NaCl 3% terbukti efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas dan meningkatkan saturasi oksigen. NaCl 3% bekerja mengencerkan sekret dan meningkatkan refleks batuk pada bayi. Hal ini dikarenakan mekanisme kerja hipertonik yang menganggu ikatan ion sekret dan mengurangi keterikatan silang yang ada didalamnya, melembabkan saluran pernapasan, dan merangsang pelepasan prostaglandin. Pemberian terapi nebulasi NaCl 3% dengan posisi semi fowler terbukti efektif dalam mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Pemberian NaCl 3% lebih direkomendasikan untuk anak dibandingkan dengan pemberian salbutamol dan epinefrin.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI ATAS INDIKASI KISTA OVARIUM DENGAN MASALAH KEPERAWATAN UTAMA NYERI AKUT A CASE REPORT
Oktapiani, Risna Ayu;
Mamuroh, Lilis;
Ermiati, Ermiati
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2571
Tindakan operasi laparatomy merupakan salah satu tindakan untuk penatalaksanaan kista ovarium yang cukup besar, salah satu efek samping yang akan muncul dari tindakan laparatomy adalah nyeri. Penatalaksanaan nyeri yang optimal perlu dilakukan melalui pemberian terapi farmakologi maupun non-farmakologi. Tujuan: Untuk mendeskripsikan penatalaksanaan asuhan keperawatan pada pasien post operasi laparatomi atas indikasi kista ovarium dengan masalah keperawatan utama nyeri akut. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus berdasarkan pelaksanaan asuhan keperawatan. Proses asuhan keperawatan yang dilakukan mulai dari pengkajian pasien, analisis data dan penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan intervensi keperawatan, rencana pelaksanaannya, dan melakukan evaluasi berdasarkan tujuan keperawatan yang dianalisis. Hasil: Setelah diberikan intervensi selama 3 hari berdasarkan SIKI serta kolaborasi pemberian farmakologi antibiotic analgetic, anti-fibrinolitic dan vitamin K serta terapi non-farmakologi relaksasi benson masalah keperawatan nyeri akut dan keletihan dapat teratasi dengan menurunnya skala nyeri dari skala 7 menjadi 2 dan pasien mampu melakukan mobilisasi dengan mandiri. Kesimpulan : Hasil studi kasus menunjukan pemberian intervensi berdasarkan standar intervensi keperawatan, kolaborasi farmakologi dan relaksasi benson dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dan keletihan. Pengaplikasian intervensi ini disarankan untuk dilakukan secara rutin dan selanjutnya dapat diteliti dengan membandingkan dengan intervensi lainnya.
EFEKTIFITAS PROGRAM PMT DAN KEGIATAN KONSELING TERHADAP ANGKA KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PKM HAURWANGI
Nurhajar, Intan Siti;
Susaldi, Susaldi;
K.D, Meinasari
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2572
Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%, atau menurun 6,4% dari angka 30,8% pada 2018, meskipun mengalami penurunan stunting disbanding tahun 2018 tetapi stunting merupakan salah satu target capaian yang harus mengalami penurunan sampai mencapai 14 % sehingga dapat mencapai angka toleransi prevalensi stunting dari WHO yaitu dibawah 20%. Tujuan umum pada penelitian ini untuk mengetahui efektivitas Program PMT (Pemberian Makan Tambahan) dan kegiatan konseling posyandu terhadap angka kejadian stunting Di Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur Tahun 2023. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre eksperimen one group pre test post test. Lebih dari setengahnya balita dengan kategori status gizi sangat pendek sebanyak 18 orang (36%) dan balita dengan kategori pendek sebanyak 32 orang (64%). Sebagian kecil balita dengan kategori status gizi sangat pendek sebanyak 16 orang (32%) dan pendek sebanyak 11 orang (22%) dan hampir setengahnya memiliki kategori status gizi normal sebanyak 23 orang (46%). Hasil uji Paired T-test menunjukkan p value 0.000 < 0.05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan secara statistik bahwa Program Pemberian Makan Tambahan (PMT) dan Kegiatan Konseling efektif dalam menurunkan angka stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Haurwangi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur Tahun 2023. Diharapkan dapat menjadi informasi tambahan untuk bidan dalam memberikan konseling dan penyuluhan untuk mengurangi angka kejadian stunting.
HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK, POLA MAKAN DAN FAKTOR RIWAYAT PENYAKIT DENGAN KEJADIAN STUNTING
HM, Kemala Dewi;
Susaldi, Susaldi;
Munawaroh, Madinah
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2573
Prevalensi stunting provinsi Jawa Barat tahun 2021 berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) adalah 24,5 % dan data prevalensi stunting di kabupaten Cianjur pada tahun 2022 menjadi 20,1 %. Data stunting di Desa Sukatani Wilayah kerja Puskesmas Haurwangi pada tahun 2023 menunjukkan angka kejadian sebanyak 23 balita stunting dari 565 balita yang ada di Desa Sukatani yang berarti bahwa 4,07 % balita mengalami stunting. Tujuan umum pada penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Paparan Asap Rokok, Pola makan Dan Faktor Riwayat Penyakit Dengan Kejadian Stunting Di Desa Sukatani Wilayah Kerja Puskesmas Haurwangi Cianjur Tahun 2023. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. dengan pendekatan cross sectional. Hasil uji chi square menunjukkan hubungan yang bermakna dengan nilai p = 0,000 < 0,05. artinya terdapat hubungan paparan asap rokok dengan kejadian stunting, nilai p = 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan pola makan dengan kejadian stunting. Hasil uji chi square menunjukkan hubungan yang bermakna dengan nilai p = 0,005 < 0,05, maka Ho ditolak yang berarti terdapat hubungan riwayat penyakit dengan kejadian stunting. Diharapkan penelitian ini menjadi salah satu referensi yang dapat digunakan untuk melihat variable apa saja yang berhubungan dengan kejadian stunting.
PENERAPAN TERAPI AIUEO PADA PASIEN STROKE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BICARA : STUDI KASUS
Rahmi, Hani Aisya;
Permana, Ryan Hara
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2575
In the elderly, there are many diseases that can easily attack, one of which is stroke. Strokes can occur due to several risk factors and the physiological function of the elderly which naturally declines. One of the impacts of a stroke is a decrease in speaking ability, therefore AIUEO speech therapy intervention can be given as a therapy to improve speaking ability. The aim of this research was to see the improvement in speaking ability of Mr. A with stroke through the implementation of AIUEO speech therapy interventions. This research uses a case study method with one respondent, data collection is carried out by observation and interviews. The intervention provided is AIUEO speech therapy. The instrument used is the FAST assessment format. The data analysis carried out was data reduction, presentation and conclusions. The results of the nursing evaluation after nursing actions were carried out for four days showed that there was an increase in the client's speaking ability. It is hoped that the results of this study will be useful as a reference for developing standard operating procedures or SOP.
STUDI KASUS: APLIKASI INTERVENSI TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE PADA PASIEN WOUND DEHISCENCE POST-OPERASI KOLITIS ULSERATIF DALAM MENGATASI MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR
Permana, Bayu Rahadian;
Purba, Chandra Isabella Hostanida;
Nugraha, Bambang Aditya
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2576
Studi kasus ini unik karena menunjukkan adanya efek spiritual emotional freedom technique dalam meningkatkan kualitas tidur pasien dengan wound dehiscence. Wound Dehiscence adalah komplikasi yang dapat terjadi pada pasien pasca bedah abdomen. Wound Dehiscence dapat muncul pada 4 – 14 hari pasca operasi dengan rata-rata pada hari ke 7. Angka kejadian wound dehiscence di dunia mencapai angka 0,4%-3,5%. Beberapa literature menunjukan bahwa wound dehiscence memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi yaitu 3-35%. Wound dehiscence memiliki beberapa dampak pada pasien, salah satunya yang terjadi pada kasus ini adalah peningkatan stress yang berujung kepada penurunan kualitas tidur. Gangguan pola tidur bisa ditangani dengan terapi farmakologi dan non-farmakologi. Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique adalah salah satu teknik non-farmakologi yang menggabungkan sistem energi tubuh (energy medicine) dan terapi spiritualitas dengan tapping di beberapa tititk tubuh tertentu. Terapi ini dapat meningkatkan kualitas tidur karena tapping yang dilakukan dapat menstimulasi peningkatan hipotalamic pituitary adrenal yang menghentikan respon alarm dari system saraf simpatis dan parasimpatis dan berganti menjadi respon relaksasi. Sikap pasrah kepada Allah SWT disertai hati yang ikhlas akan merangsang tubuh kita untuk mengalami relaksasi, pernafasan dan denyut jantung menjadi stabil, memperlancar skulasi darah yang mengalir dan akhirnya menghasilkan kondisi yang rileks dan mudah untuk memulai tidur.
HUBUNGAN KINERJA PETUGAS KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI UPT PUSKESMAS KAWAY XVI KABUPATEN ACEH BARAT
Maryono, Maryono;
Khairunnisak, Khairunnisak
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2578
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Kinerja pelayanan publik salah satu tuntutan yang harus dipenuhi adalah kepuasan palanggan yang dilayaninya. Termasuk puskesmas yang merupakan unit pelayanan publik juga harus mampu memberikan kepuasan kepada masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kinerja petugas kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien di UPT Puskesmas Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Jenis penelitian ini adalah deskripstif analitik dengan desain penelitian yang digunakan yang digunakan adalah Cross sectional Study, dengan jumlah sampel sebanyak 44 pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai kemaknaan (α= 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja petugas kesehatan berada pada kategori baik yaitu sebanyak 27 orang atau sekitar 61,8% dan mayoritas responden memiliki tingkat kepuasan pada kategori puas yaitu 28 orang atau 63,6%. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kinerja petugas kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,005 (p<0,05). Disarankan kepada Petugas Kesehatan di Puskesmas Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat khususnya untuk lebih meningkatkan lagi penerapan kinerja yang baik sesuai SOP dalam melayani pasien dan berusaha memenuhi harapan pasien.
PEMAHAMAN PEDAGANG ETNIS TIONGHOA TENTANG MAKANAN HALAL DI KOTA BANDA ACEH
Yusniar, Yusniar
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2604
Produksi Makanan halal bukan hanya alasan kesehatan semata, namun merupakan wujud ketakwaan seorang hamba dalam menjalankan perintah-Nya. Di era modern seperti sekarang ini, tren makanan olahan semakin meningkat sehingga pedagang etnis tionghoa berlomba lomba menghasilan produk makanan dengan berbagai macam jenis yang dikhawatirkan mengabaikan standar mutu khususnya dari sisi kehalalannya.. Untuk membuktikan analisis tersebut, dilakukan survei di peunayong kota Banda Aceh yang memiliki tiga permasalahan yaitu: pertama, apa definisi makanan halal menurut LPPOM. Kedua, pemahaman pedagang etnis tionghoa di peunayong kota Banda Aceh tentang makanan halal. Ketiga, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumsi makanan halal warga Peunayong kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan normatif dan penelitian lapangan (Field Research) dan penelitian kepustakaan (Library Research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, survei dan penelitian dokumenter. Hasil survei menunjukkan bahwa 83% dari 100 responden memahami makanan halal yang mereka produksi bahwa pemahaman pedagang etnis tionghoa di Peunayong kota Banda Aceh tentang makanan halal sebagian besar mengikuti prinsip ajaran Islam di provinsi Aceh.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI GAMPONG KRUENG ALEM NAGAN RAYA
Anasril, Anasril;
H, Tri Mulyono;
Baharuddin, Baharuddin
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2605
Kekebalan yang didapatkan seseorang melalui imunisasi merupakan kekebalan aktif, sehingga apabila terpapar suatu penyakit tertentu maka hanya akan mengalami sakit ringan dan tidak sampai sakit. Alasan informasi berupa kurangnya pengetahuan ibu tentang kebutuhan, kelengkapan dan jadwal imunisasi, ketakutan akan imunisasi dan adanya persepsi salah merupakan hal yang sering terjadi. Akan tetapi yang paling berpengaruh adalah karena ketidaktahuan ibu akan pentingnya imunisasi, ketidaktahuan waktu yang tepat untuk mendapatkan imunisasi dan ketakutan akan efek samping yang ditimbulkan imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu balita dengan kelengkapan imunisasi dasar. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional Study, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 26 orang atau sekitar 52%, imunisasi tidak lengkap pada anaknya yaitu 28 orang atau 58%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita dengan p value 0,019 (p < 0,05). Disarankan kepada Petugas Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas untuk lebih meningkatkan lagi promosi kesehatan tentang pentingnya imunisasi khususnya pada ibu hamil dan ibu bayi, sehingga tindakan pencegahan penyakit melalui kegiatan imunisasi dapat berjalan lancar