cover
Contact Name
Muhammad Arief muttaqien
Contact Email
Jurnal.Sentri@gmail.com
Phone
+6287864420394
Journal Mail Official
Jurnal.Sentri@gmail.com
Editorial Address
LPPM Institut Pendidikan Nusanatara Global Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 e-mail: jurnal.sentri@gmail.com or sentri@nusantaraglobal.ac.id
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah
ISSN : 29631130     EISSN : 29631130     DOI : https://doi.org/10.55681/sentri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah accomodates original research, or theoretical papers. We invite critical and constructive inquiries into wide range of fields of study with emphasis on interdisciplinary approaches: Humanities and Social sciences, that include: Engineering Agriculture Economics Health IT Education Language Statistic Religion Tourism Humanities Social Science Law
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 611 Documents
AKIBAT HUKUM PENDAFTARAN HAK TANGGUNGAN SECARA ELEKTRONIK TERHADAP KEPASTIAN HUKUM AKTA PEMBERIAN HAK TANGGUNGAN YANG DIBUAT DIHADAPAN PPAT YANG PENDAFTARANNYA MELEWATI JANGKA WAKTU. Pratomo, Suryo Adhi; Kencanawati, Erny; Ridwan, Refki
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2556

Abstract

This study aims to analyze the legal consequences of electronic registration of mortgage rights to the legal certainty of mortgage deed made in the presence of the land deed officer (PPAT) whose registration passes the specified period. This study examines the impact of the use of electronic mortgage registration system on the validity, validity, and enforceability of deeds carried out under the supervision of PPAT, by raising the issue of how the legal consequences of the deed of Mortgage made before the land deed officer if the electronic mortgage registration past the term and how the legal certainty of the deed. The method used in this research is a normative juridical approach method, namely the fact and legislation approach. The specification of this research is descriptive analysis, namely by describing a condition or position of legal or nonlegal propositions. In this research, the author used primary data types through interviews and observations in the field supported by secondary data in the form of literature studies. Although there is a delay in the registration of the deed of granting mortgage rights (APHT) and the issuance of a Certificate of mortgage rights (HT), it does not cause the cancellation of APHT, as long as it meets the requirements as an authentic deed, because the HT registration process is considered an administrative activity. With the issuance of HT certificate by the Land Office, the creditor obtains legal certainty and preference rights to the HT object in accordance with the provisions of the law. The electronic signing of the HT certificate guarantees the issuance of the HT-EL certificate on the 7th day after receipt of the complete file and payment of non-tax state revenues, even if it falls on a Sunday or holiday. Although the delay in the registration of HT has no legal consequences, it should be noted that in the grace period before the issuance of the HT-EL certificate, the application for confiscation of collateral by the court can potentially harm the creditor because their preference rights may be lost.
PRODUCTION AND GRASS QUALITY HYMENACHNE AMPLEXICAULIS (RUDGE) NEES AT VARIOUS LEVELS OF BIOURINE FERTILIZATION AND ARBUSCULAR MYCORRHIZAL FUNGI Syafria, Hardi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2559

Abstract

The research aims to determine and study the effects of giving biourine and Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) on the production and quality of Hymenachne amplexicaulis (Rudge) Nees grass in former coal mining land. The research was carried out in a Randomized Block Design, with six treatments and three replications. Treatment consisted of: (A) Biourine 0% + AMF 0 g/clump, (B) Biourine 0% + AMF 20 g/clump, (C) Biourine 30% + AMF 0 g/clump, (D) Biourine 30% + FMA 20 g/clump, (E) Biourine 45% + FMA 0 g/clump, (F) Biourine 45% + AMF 20 g/clump. The variables observed were the cumulative production of forage dry matter, crude protein and phosphorus content. The results showed that the treatment had a significant effect on the cumulative production of dry matter, crude protein and phosphorus. The biourine treatment of 45% + AMF 20 g/clump resulted in a cumulative production of forage dry matter (2373.61 kg/ha), crude protein content (15.56%) and phosphorus (1.17%) higher than other treatments.
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN TINDAKAN PERAWATAN LUKA DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Ginting, Maharani Br; Khairani, Ade Irma; Dewi, Rani Sartika; Sinuraya, Evamona
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2560

Abstract

International Diabetes federation (IDF) (2019) menjelaskan bahwa Diabetes  Melitus merupakan salah satu penyakit kronis paling umum di dunia, terjadi ketika produksi insulin pada pankreas tidak mencukupi atau pada saat insulin tidak dapat digunakan secara efektif oleh tubuh. Perawatan luka adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk merawat luka supaya mencegah terjadinya infeksi atau trauma pada kulit, membran mukosa, dan jaringan lain yang disebabkan oleh adanya trauma, fraktur dan luka yang dapat merusak permukaan kulit Bryant (2007). Tujuan : Gambaran asuhan keperawatan pasien diabetes melitus tipe II dengan tindakan perawatan luka ternyata sangat efektif untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Metodologi Penelitian : merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan pada dua pasein dengan diabetes melitus tipe II. Penelitian ini menggunakan pendekatan proses asuhan keperawatan mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi. Hasil : Pada pasien I didapatkan data hari ke tiga setelah diberikan tindakan keperawatan masalah luka pada pasien tertasi, dan pada pasien II didapatkan data hari ke tiga setelah diberikan tindakan keperawatan masalah perawatan luka pada pasien DM Tipe II teratasi dan intervensi sudah dihentikan. Kesimpulan : Setelah peneliti melakukan proses keperawatan dari mulai pengkajian sampai dengan evaluasi kepada pasien satu dan dua yang mengalami DM Tipe II dengan pemberian perawatan luka ternyata dapat efektif.
EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) IMPLAN PADA BALAI PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA KECAMATAN SUNGAI TABUKAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Mawarti, Mawarti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2561

Abstract

Program Keluarga Berencana merupakan program yang menentukan kualitas keluarga, peningkatan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan, menjaga jarak kelahiran, mengurangi resiko kematian bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program Keluarga Berencana (KB) Implan Pada Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. dan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya di analisis dengan mencatat, mengumpulkan dan berpikir serta uji kreadibilitas data. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Efektivitas Program Keluarga Berencana(KB) Implan Pada Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Efektivitas Program KB Implan yang sudah efektif dilihat dari aspek yang melingkupi sasaran program yang terarah dan kualitas yang dihasilkan. Adapun aspek yang cukup efektif melingkupi pelaksanaan kegiatan, kebutuhan pengguna, pertanggungjawaban, dampak dari pelaksanaan program, dan dukungan masyarakat. Selanjutnya aspek yang kurang efektif melingkupi sosialisasi, pencapaian tujuan, hasil dari keberlangsungan program, pemahaman terkait masalah KB Implan, dan penilaian. Disamping itu faktor-faktor yang berkaitan dengan efektivitas program Keluarga Berencana (KB) Implan. Adapun faktor pendukungnya yaitu: Segala kegiatan tersusun dan terancana dengan baik, ketersedian fasilitas pelayanan dan Stok KB Implan yang terjangkau, dan kerjasama. Faktor penghambat yaitu: faktor lingkungan, pendidikan, dan terbatasnya jumlah SDM.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 9 TAHUN 2018 TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MASYARAKAT DALAM PENERTIBAN WARUNG REMANG-REMANG DI DESA TAPUS DALAM KECAMATAN SUNGAI PANDAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Sugianor, Sugianor; Mawarti, Mawarti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2562

Abstract

Maraknya warung remang-remang yang beroperasi dipinggir jalan menciptakan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum. Dalam implementasi Perda ditemukan beberapa masalah, seperti kurangnya komunikasi antara aparat Satpol PP dengan aparatur desa dalam bentuk pengawasan, karakteristik agen pelaksana tergolong lemah sehingga sanksi yang diberikan hanya berupa teguran yang tidak memberikan efek jera. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sampel secara purposive sampling berjumlah 15 orang analisis dengan teknik reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian Implementasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dalam Penertiban Warung Remang-remang pada Desa Tapus Dalam belum terimplementasi dengan baik. Dapat dilihat dari indikator yang sesuai dengan teori yaitu ukuran kebijakan, tujuan kebijakan yang jelas, organisasi formal, pemahaman pelaksana terhadap kebijakan, sikap menerima/menolak, kerjasama, koordinasi, dan lingkungan politik. Adapun indikator yang tidak sesuai yaitu SDM, sumber dana/finansial, organisasi informal, lingkungan ekonomi dan sosial. Faktor penghambat adalah kurangnya ketersediaan aparat Satpol PP, kurangnya kerjasama maupun koordinasi antara Satpol PP dengan aparat desa dalam penertiban, dan Lingkungan eksternal yang tidak kondusif. Faktor pendorong adalah pemerintahan/regulasi yang sudah berperan dengan baik dan kemampuan organisasi formal dalam melayani masyarakat yang sudah kompeten.  
PEMBERIAN NUTRISI INTTERMITTENT FEEDING PADA PASIEN KRITIS DENGAN STESS ULCER : CASE REPORT Gustari, Gian Cipta; Nurhamsyah, Donny
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2563

Abstract

Hipomotilitas lambung merupakan salah satu masalah yang sering di jumpai pada pasien kritis. Adanya gangguan pemenuhan nutrisi akan mempengaruhi proses penyembuhan serta lama hari pasien di rawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan mengenai penerapan penatalaksanaan masalah defisit nutrisi pada pasien kritis dengan melakukan pemberian nutrisi menggunakan metode Intermittent Feeding. Penelitian menggunakan metode case report dengan proses asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam. Dengan subjek penelitian yaitu Ny. R berusia 38 tahun dirawat di ruang perawatan intensif care unit dengan diagnosa medis HIV stadium II, Sepsis e.c Community Assosiated Pheunomonia dengan MODS Respiratory Failure, AKI superimposed CKD dengan asidosis metabolik, Ensepalopathy, Stress Ulcer, Post Tracheostomy dan Malnutrision. Pasien mengalami penurunan kesadaran, mengalami hipomotilitas usus dan lambung ditandai dengan bising usus melemah, peningkatan volume residu lambung, mual serta muntah. Hasil dari intervensi yang telah dilakukan yaitu pemberian nutrisi enteral menggunakan metode Intermittent Feeding, jumlah volume residu lambung menurun, mual dan muntah berkurang, serta peristaltik usus meningkat. Berdasarkan penatalaksanaan tersebut pemenuhan nutrisi klien mengalami peningkatan yang dilihat dari jumlah volume residu lambung klien mengalami penurunan dan perbaikan. Penatalaksanaan pemenuhan nutrisi enteral dengan metode Intermittent Feeding dapat direkomendasikan sebagai penatalaksanaan pada pasien kritis dengan masalah gangguan nutrisi
KONSEKUENSI HUKUM DAN TANGGUNG JAWAB NOTARIS TERHADAP AKTA YANG MENGANDUNG UNSUR PENYALAHGUNAAN KEADAAN. Syaputra, Maulana; Irhamsah, Irhamsah; Ridwan, Refki
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2564

Abstract

The notary profession provides legal certainty and maintains legal enforceability in civil law jurisdictions. In the agreement, legal conditions must be met, and the Notary has authority in the civil sphere. Abuse of circumstances can lead to the cancellation of the agreement, and the Precautionary Principle of Notaries prevents it with the practice of identity recognition, data verification, and fulfillment of technical conditions. Although the abuse of circumstances is not directly regulated, the notary must guarantee the correctness of the deed in accordance with the law. This study raises the issue of how the legal consequences of the authentic deed made before the notary in which one party abuses the circumstances and how the responsibility of the notary to the deed made where one party abuses the circumstances of the other party, using the theory of legal consequences and responsibility theory. The method used in this study is the normative juridical method, namely legal research conducted by researching library materials or secondary data only. The research approach used is the approach of legislation, case approach, analytical approach and conceptual approach. The technique of collecting legal materials is carried out by identifying and inventorying positive legal rules, researching library materials (books, scientific journals, research reports) and other sources of legal materials that are relevant to the legal issues under study. For technical analysis of legal material is done by systematic and grammatical interpretation. The result of this study is that the authentic deed made before a notary, if it is in accordance with the legislation, remains valid and binding on the parties. However, if there is an indication of abuse of circumstances by one of the parties, the court can cancel it, provided that it can be proven in a judicial process and the Notary has the responsibility to make the authentic deed honestly and with full precision, according to the legislation. If one of the parties misuses the circumstances and the court invalidates the deed, the notary can be held accountable or demand compensation, provided that it is proven that there was an unlawful act in the creation of the authentic deed.
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN DIRUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. M. ILDREN MEDAN Syahfitri, Silla; Gustina, Erita; Pratama, Muchti Yuda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2565

Abstract

Kesehatan jiwa saat ini telah menjadi masalah kesehatan global bagi setiap negara termasuk Indonesia. Skizofrenia merupakan kondisi seseorang yang mengalami keretakan jiwa kronis, yang menyebabkan perilaku psikotik dan akan menunjukkan emosi yang ditandai pikiran kacau, delusi, halusinasi dan perilaku aneh. Halusinasi pendengaran merupakan kondisi dimana seseorang mendengar suara-suara aneh sehingga tidak dapat mengendalikan antara suara kehidupan nyata dan kehidupan palsu. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan 2 subjek dengan diagnosa dan masalah yang sama, yaitu Asuhan Keperawatan Jiwa pada Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi Pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan. Asuhan keperawatan yang dilakukan mulai dari pengkajian sampai evaluasi dengan menggunakan strategi pelaksanaan yaitu SP 1 sampai SP 4. Hasil penelitian dengan Asuhan Keperawatan klien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menghardik, melakukan kegiatan dan sudah mau meminum obat secara teratur. Setelah melakukan penelitian, peneliti dapat mengambil kesimpulan, dimana kedua klien memiliki beberapa kesamaan yaitu pada klien 1 dan klien 2 dapat menerima stimulus yang diberikan perawat, dapat berespon verbal.
PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KULIT AKIBAT INFEKSI JAMUR MENGGUNAKANMETODE FORWARD CHAINING (STUDI KASUS : KLINIK DERMAKEY) Kurniawan, Turkhamun Adi; Kusumawati, Kiki; Nauli, Sukarno Bahat; Nugraha, Muchamad Rachmansyah
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2566

Abstract

Penyakit jamur kulit merupakan jenis penyakit yang sering diderita oleh masyarakat yang tinggal di daerah tropis. Fenomena di masyarakat sering kali membiarkan dan beranggapan bahwa penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Namun jika dibiarkan maka dampak dari penyakit jamur kulit dapat memperburuk keadaan penderita. Pentingnya pendeteksian dan pengobatan sejak dini sangat diperlukan, namun hal ini mengharuskan penderita berobat ke rumah sakit atau klinik, sehingga penderita harus mengeluarkan banyak waktu dan biaya. Untuk mengurangi keterbatasan itu perlu dibuat alat bantu berupa sistem pakar berbasis web yang bertujuan untuk melakukan identifikasi awal penyakit, sehingga banyak penderita penyakit kulit infeksi jamur pada yang dapat ditangani. Metode inferensi yang digunakan dalam sistem ini adalah Forward Chaining (pelacakan ke depan). Aplikasi sistem pakar ini akan menampilkan opsi gejala yang  dapat dipilih oleh pengguna, sehingga akhirnya memberikan hasil  berupa jenis penyakit dan rekomendasi untuk tindakan pencegahan.
PERAWATAN LUKA DAN MANAJEMEN NYERI PADA PASIEN DENGAN SELULITIS : STUDI KASUS Amalia, Asna; Pahria, Tuti; Harun, Hasniatisari
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2567

Abstract

Selulitis merupakan infeksi bakteri yang mengenai dermis dan jaringan subkutan yang biasanya muncul dibagian yang mengalami kerusakan kulit. Selulitis akan cepat menyebar dan menyebabkan berbagai komplikasi jika tidak ditangani dengan segera. Maka dari itu, pasien dengan selulitis harus mendapat penanganan yang tepat untuk mencegah penyebaran infeksi. Perawatan luka pada selulitis menjadi intervensi yang dapat dilakukan untuk mengendalikan infeksi bakteri serta mengembalikan fungsi kulit. Respon inflamasi akibat infeksi menyebabkan nyeri yang jika dibiarkan berkepanjangan akan menunda penyembuhan dan mengurangi kualitas hidup pasien sehingga manajemen nyeri sangat diperlukan untuk menunjang kesembuhan pasien. Tujuan: Untuk mendeskripsikan penerapan pengetahuan dan praktik keperawatan pada pasien selulitis dengan masalah keperawatan gangguan integritas kulit dan nyeri akut. Metode: Laporan kasus ini menggunakan single case design melalui pemberian asuhan keperawatan. Manajemen nyeri dievaluasi dengan NRS dan perawatan luka selulitis dievaluasi menggunakan instrumen Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Hasil: Setelah diberikan intervensi ditemukan jika pasien mengalami penurunan nyeri NRS 4 (0-10)  menjadi NRS 2 (0-10) dan penurunan skor BWAT dari 50 ke 49. Kesimpulan: Hasil studi kasus ini menunjukan bahwa relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunkan nyeri dan pemberian perawatan luka infeksi dengan NaCl 0,9% + gentamicin dapat membantu penyembuhan luka.