cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
ISSN : 14129612     EISSN : 26864274     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri (RAPI) adalah seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 243 Documents
Studi Kemampuan Kombinasi Kayu Apu (Pistia Stratiotes) dan Zeolit terhadap Penurunan Warna, COD, TSS Limbah Pewarna Remazol Red Rb Warisaura, Angge Dhevi; Sukmawati, Paramita Dwi; Reza, Irsyad Briantama
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan air yang tercemar zat warna sintetik paling sederhana dan biaya murah adalah pengolahan secara kimia dengan adsorpsi zeolit. Mengandalkan adsorpsi menggunakan zeolit dalam menurunkan kandungan zat warna sintetis dalam air tidak cukup efektif dikarenakan setiap adsorben memiliki kapasitas penjerapan tertentu. Melihat hal tersebut, adsorpsi dengan zeolit perlu dikombinasikan dengan metode fitoremediasi agar proses penurunan logam berat kromium lebih signifikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi kayu apu (Pistia Stratiotes) dan zeolit terhadap pengurangan warna, COD, TSS pada limbah pewarna sintetik Remazol Red B. Penelitian ini menggunakan empat bak percobaan berbahan dasar PVC (polivinil klorida) vol. 7 liter yang telah disiapkan masing–masing diisi air simulasi cemaran sebanyak 6 liter. Masing-masing perlakukan dilakukan dengan sistem batch dengan perlakuan masing-masing bak yaitu : Perlakuan A menggunakan 0 g kayu apu dan 150 g zeolit, Perlakuan B menggunakan 50 g kayu apu dan 100 g zeolit, Perlakuan C menggunakan 100 g g kayu apu dan 50 g zeolit, serta Perlakuan D menggunakan 150 g kayu apu dan 0 g zeolit. Pengambilan sampel air limbah dari outlet dilakukan setiap setiap tiga hari sekali (hari ke-0,3,6,9,12) sebanyak 600 mL sampai hari ke 12, tanpa penambahan larutan zat warna sintesis Remazol Red Rb. Pengukuran kadar pH dilakukan dengan pH meter, kadar COD diukur dengan menggunakan metode analisis Dichromate Oxidation (SNI 6989.2:2009), kadar TSS diukur dengan metode analisis Gravimetri (SNI 06-6989.3-2004 ), analisis kadar warna menggunakan metode spectrophotometry (APHA Method 8025. Hasil dari penelitian ini menunjukan penurunan zat warna, kadar COD, dan TSS. Penurunan maksimal didapatkan pada hari ke-6 dengan hasil Warna 1216,7 PtCo, TSS sebesar 4,4 mg/L dan COD sebesar 68,73 mg/L. Pada parameter Warna masih melebihi baku mutu limbah sehingga diperlukan pengolahan lebih khusus. Efisiensi penurunan ketiga parameter tertinggi ada pada KA dan KB daripada KC dan KD.
Perbandingan Pengujian Dinamis Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang dengan Kapasitas 100% dan 50% Ghassani, Fadhilla; Priyanto, Budi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan suatu struktur tidak hanya ditentukan oleh struktur atas yang secara langsung memikul gaya-gaya yang bekerja pada struktur tersebut, tetapi kestabilan struktur bawah ikut andil dalam hal ini yaitu pondasi yang memegang peranan yang tidak kalah penting. Pondasi tiang atau yang disebut juga pondasi dalam dipergunakan untuk konstruksi beban berat atau bangunan tinggi (high rise building). tidak terkecuali Hotel Manohara Gejayan Yogyakarta yang memiliki 8 lantai. Adanya permasalahan struktur gedung hotel ini pada awalnya direncanakan hanya menggunakan pondasi tiang pancang dengan diameter 0.4 m yang dihubungkan dengan pilecap. Tiang pancang ditekan dengan tekanan 200 Ton sehingga dengan faktor keamanan 2.0, dapat mencapai kapasitas 100% yaitu 100 Ton per tiang beban servis. Namun dengan kondisi akses alat dan keterbatasan lahan, sebagian titik yang berbatasan dekat dengan dinding eksisting hanya dapat ditekan dengan tekanan 100 Ton sehingga hanya mencapai kapasitas 50% yaitu 50 Ton per tiang beban servis. Sedangkan 2 titik lainnya yang berlokasi di sudut (A-8 dan E-9) hanya dapat menggunakan tiang bor (bor kering) dengan kapasitas 26.5 Ton.
Pergantian Metode Pondasi Tiang Pancang ke Pondasi Bored Pile Akibat Tanah Pasir di Proyek Pembangunan Kantor Otoritas Jasa Keuangan Yogyakarta Octaviandi, Zhilal Ihsan Ilahi; Priyanto, Budi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan struktur pondasi pada proyek-proyek di Indonesia sangat berkembang dan sejalan dengan pemenuhan kebutuhan manusia. Dalam proses pelaksanaan di dalam proyek sering ditemukan masalah-masalah yang terjadi pada pembangunan khususnya di pondasi tiang pancang. Hal ini sangat tergantung pada perencanaan, koordinasi, dan pengendalian dari faktor konstruksi yang berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh tanah jenis pasir terhadap pondasi tiang pancang yang menyebabkan kegagalan dalam pemancangan di tanah tersebut. Dari hasil penelitian pondasi tiang pancang yang gagal di tekan dengan alat jack pile dipengaruhi oleh jenis tanah pasir karena tanah pasiran yang relatif padat akan terjadi dilasi lokal yaitu terjadinya ekspansi tanah yang umumnya bersifat sementara. Akibatnya memunculkan tekanan air pori negatif sehingga mengakibatkan kuat geser tanah relatif meningkat. Namun, peningkatan kuat geser yang semakin besar tentunya sangat berpengaruh terhadap semakin tinggi kesulitan di dalam pemancangan tiang. Oleh sebab itu dilakukan pergantian metode pondasi bored pile.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Pembengkakan Biaya oleh Kontraktor pada Proyek Jalan APBD Kota Solo Tahun 2017-2018 Sahid, Muhammad Nur; Setiyaningsih, Ika; Solikhin, Mochamad; Al-Salam, Bariq
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sering dijumpai permasalahan munculnya pembengkakan biaya yang berakibat Saat ini sering dijumpai permasalahan munculnya pembengkakan biaya yang berakibat kerugian dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Pembengkakan biaya proyek konstruksi sangat tergantung dari beberapa faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal proyek tersebut. Dengan demikian sangat dibutuhkan tingkat keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang tinggi untuk melakukan estimasi biaya mulai dari biaya proyek hingga pengelolaan arus kas proyek selama tahap pelaksanaan. Hal ini dilakukan agar kedepannya tidak terjadi pembengkakan biaya yang dapat merugikan kontraktor. Data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner dikelompokan dan disusun sesuai dengan hal yang akan diteliti, sehingga dapat mempermudah dan mempercepat proses penelitian. Selanjutnya data yang telah dikelompokan diolah dengan menggunakan program SPSS untuk diuji kelayakannya yang dilihat dari uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor dominan yang mempengaruhi adanya pembengkakan biaya pada proyek jalan di Kota Solo tahun 2017-2018 adalah faktor Waktu Pelaksanaan (X8). Terkait dengan besarnya pembengkakan biaya yang terjadi pada proyek jalan, 33 responden mengatakan bahwa pembengkakan biaya terjadi sebesar 1-5%, 12 responden mengatakan bahwa pembengkakan biaya terjadi sebesar 6-10%, dan 3 responden mengatakan bahwa pembengkakan biaya terjadi sebesar 11-15%.
Perencanaan Ulang Fondasi Tiang Pancang pada Abutment Jembatan Kolonel Sunandar Kab. Demak-Kudus Jawa Tengah Susanto, Agus; Renaningsih, R; Pratiwi , Diocta Ichi Puteri
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan konstruksi yang menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan - rintangan seperti lembah, alur sungai, danau, saluran irigasi, jalan kereta api, dan jalan raya tidak sebidang. Struktur jembatan dibagi menjadi dua bagian, yaitu struktur atas dan struktur bawah. Struktur atas mendukung beban langsung seperti beban mati, beban hidup, beban truk”T”, beban pejalan kaki, dan berat sendiri. Bagian struktur atas meliputi trotoar, slab lantai kendaraan, gelagar, balok diafragma, ikatan pengaku, dan tumpuan, sedangkan pada struktur bawah terdiri dari abutment, pilar, dan fondasi yang berfungsi menyalurkan seluruh beban dari struktur atas ke tanah dasar. Pembangunan jembatan Kolonel Sunandar merupakan upaya pemerintah dalam memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan laju perekonomian daerah Pantura Timur Jawa Tengah dengan menghubungkan dua kabupaten yaitu Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus. Jembatan ini melintangi sungai Wulan dengan panjang bentang 170 m dan lebar 10,55 m terdiri atas 4 abutment dan 2 pilar. Jenis pondasi yang dipakai untuk mendukung pilar dan abutmentnya berupa fondasi tiang pancang. Fondasi tiang pancang merupakan bagian dari struktur bawah yang harus mampu menahan seluruh beban di atasnya, oleh karena itu perlu direncanakan dengan teliti. Penelitian ini difokuskan pada perencanaan ulang fondasi tiang pancang pada abutment jembatan tersebut di atas dengan faktor aman (SF) = 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya beban beban aksial pondasi tiang pada jembatan, nilai daya dukung tiang tunggal dan menentukan jumlah tiang yang dibutuhkan untuk menahan beban aksial total. Analisis kapasitas dukung tiang dilakukan dengan metode statis tipe kombinasi antara end bearing dan friction pile. Hasil dari perencanaan ini dapat diketahui bahwa bahwa beban aksial total yang harus dipikul oleh fondasi tiang pancang pada abutment Jembatan Kolonel Sunandar adalah sebesar 14454,696 kN, nilai kapasitas dukung ultimit tiang tunggal (Qu) tiang pancang dengan diameter 0,7 m sebesar 2943,124 kN dengan kapasitas dukung ijin (Qa) sebesar 1471,562 kN. Jumlah tiang pancang yang dibutuhkan untuk menahan beban aksial total adalah sebanyak 15 tiang dengan kapasitas dukung kelompok tiang (Qg) sebesar 14618,132 kN lebih besar dari beban aksial total. Dengan demikian fondasi tiang pancang hasil perencanaan aman.
Perbandingan Daya Dukung Tiang Pancang di Lapangan dengan Daya Dukung Tiang Pancang Hasil Analisis Data Uji Sondir Susanto, Muhammad Irvan; Priyanto, Budi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi merupakan bagian paling bawah dari struktur yang berfungsi meneruskan beban struktur ke lapisan tanah pendukung di bawahnya. Dalam struktur apapun, seluruh beban yang ada baik yang disebablam oleh berat sendiri maupun akibat beban rencana harus disalurkan ke dalam lapisan pendukung, dalam hal ini adalah tanah yang ada di bawah struktur tersebu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisisdan membandingkan daya dukung pondasi tiang tunggal secara analitis dengan daya dukung pondasi tiang tunggal di lapangan. Secara analitis, perhitungan dilakukan dengan analisis mannual menggunakan metode mayerhof(1956), serta berdasarkan kekuatan material yang dilakukan dengan menghitung kapasitas daya dukung pondasi tiang pancang berdasarkan data dari lapangan yang didapat dari pengujian CPT. Sedangkan daya dukung di lapangan didapatkan dari hasil nilai konversi tekanan yang diberikan oleh hydraulich jacking pile ketika memasang tiang pancang. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa metode meyerhof memiliki nilai yang lebih kecil dibanding dengan berdasarkan kekuatan material.Berdasarkan perbandingan dengan menggunakan SPSS dapat diketahui bahwa daya dukung tiang pancang hasil pemancangan lebih besar dibanding dengan daya dukung tiang pancang hasil analisis.
Karakteristik Arsitektural Kampung Malang Kelurahan Purwodinatan, Semarang Susanti, Anityas Dian; Priyoga, Iwan
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung kota merupakan wilayah permukiman dengan karakteristik yang cukup khas. Kampung kota merupakan bagian dari tata ruang kota dan perkembangan kota modern menyebabkan kampung kota ini harus terus bertahan. Kampung dulu tempat tinggal orang berpunya atau kelompok elite. Kota menurut Basundoro adalah sebuah kawasan yang di tempat tersebut ada aktivitas penghuninya. Manuel Castells menyebutkan bahwa kota seperti halnya seluruh realitas sosial adalah produk sejarah, tidak hanya pada material fisiknya tetapi juga makna budayanya. Kampung Malang merupakan kampung kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan kerapatan bangunan yang cukup rapat. Infrastruktur lingkungan kurang memenuhi persyaratan lingkungan yang baik. Rumah-rumah penduduk yang mempunyai sejarah sejak jaman kemerdekaan banyak yang kurang terawat, padahal mempunyai potensi menjadi kampung wisata apabila dikembangkan dan ditata dengan lebih baik lagi. Metoda yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggambarkan kondisi Kampung Malang dan karakteristik bangunan dan lingkungannya. Kampung Malang adalah kampung yang unik dengan karakteristik yang khas yaitu adanya bangunan kuno yang berarsitektur Jawa dan Cina, adanya legenda atau cerita rakyat yang menambah nilai lebih pada kampung tersebut, sebagian besar warga adalah penduduk asli yang telah mendiami kawasan tersebut secara turun menurun.
Pengaruh Limbah Kantong Plastik sebagai Additive pada Campuran HRS-Base terhadap Properties Marshall, Durabilitas, dan Workabilitas 'Adani, Mimma Mauritsa; Riyanto, Agus; Sunarjono, Sri; Harnaeni, Senja Rum
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik adalah limbah yang sulit terurai oleh tanah. Permasalahan terjadi ketika masih banyak masyarakat yang menggunakan kantong plastik, tetapi tidak ada penanganan khusus terhadap limbah plastik. Upaya yang dilakukan adalah penggunaan plastik sebagai alternative bahan tambah aspal, sehingga aspal dapat menekan pengaruh buruk terhadap rendaman air payau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kantong plastik (LDPE) terhadap Properties Marshall, Durabilitas, dan Workabilitas pada campuran beton aspal. Dalam penelitian ini menggunakan KAO 6,65% dari penelitian sebelumnya. Kadar plastik yang ditambahkan untuk memperoleh KPO pengujian Marshall adalah 0%, 2%, %5, dan 9% terhadap KAO. Variasi lama rendaman pada pengujian durabilitas adalah 24 jam, 72 jam, 168 jam dan 336 jam dengan kadar kepayauan 0%, 40%, 80% dan 100%. Pengujian menggunakan Marshall test dan untuk workabilitas dengan membandingkan campuran menggunakan plastik ataupun tidak menggunakan plastik melalui 1x5 pukulan dan 2x75 pukulan,sehingga memperoleh nilai kepadatan. Hasil penelitian diperoleh nilai KPO pada pengujian Marshall sebesar 4,5% terhadap KAO. Bertambahnya additive sesuai KPO 4,5% pada durabilitas campuran HRS-Base dengan hasil keawetan campuran masih kurang memuaskan, sehingga penurunan terjadi seiring bertambahnya kadar kepayauan. Benda uji paling lama durable hingga 89 jam yaitu pada kadar kepayauan 0%. Selain itu, hasil yang didapat dalam penambahan additive pada campuran HRS-Base cenderung meningkatkan nilai workabilitas.
Nilai Durabilitas dan Nilai Workabilitas Campuran AC–WC Menggunakan Bahan Tambah Genteng Polimer Anggraeni, Ipung Ayu; Riyanto, Agus; Sunarjono, Sri; Harnaeni, Senja Rum
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah transportasi di darat mengakibatkan tekanan ban dari beban kendaraan meningkat, sehingga mengakibatkan struktur lapis perkerasan aspal jalan menjadi cepat rusak (Diansari,2016). Selain itu perubahan cuaca dan suhu juga dapat berpengaruh pada keawetan lapis perkerasan aspal. Asphalt Concrete - Wearing Course merupakan lapis permukaan yang bersinggungan langsung terhada beban kendaraan dan perubahan cuaca. Penelitian ini diharapkan mengetahui hasil analisis campuran lapis pekerasan Asphalt Concrete – Wearing Course (AC – WC) dengan bahan tambah genteng polimer yang memiliki nilai durabilitas dan nilai workability ditinjau dari variasai lama rendaman yaitu 1 hari, 4 hari dan 7 hari serta variasi takaran genteng polimer yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6%, dan variasi jumlah tumbukan. Hasil penelitian didapatkan nilai durabilitas campuran AC-WC paling tinggi pada rendaman 1 hari daripada rendaman 4 hari dan 7 hari. Nilai workability paling mudah pada takaran genteng polimer 2% dibandingkan dengan variasi takaran 0%, 4% dan 6%.
Pengaruh Material Asbuton terhadap Campuran Beraspal Dingin (Coldmix) Ditinjau dari Perspektif Stabilitas, Kepadatan, dan Volumetrik Campuran Farosi, Farhan; Riyanto, Agus; Sunarjono, Sri; Harnaeni, Senja Rum
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya alam di Indonesia meliputi bahan tambang, salah satunya Aspal Alam yang digunakan sebagai material penting dalam proses pembuatan perkerasan jalan. Asbuton merupakan aspal alam yang belum digunakan lebih jauh pemanfaatannya. Pemanfaatan asbuton pada campuran perkerasan jalan perlu memperhatikan stabilitas, density, dan volumetrik campuran, sehingga penelitian bertujuan meneliti pengaruh penambahan asbuton terhadap campuran beraspal dingin (coldmix) ditinjau dari perspektif stabilitas, kepadatan (density) dan volumetrik campuran. Tahapan pertama yang dilakukan yaitu membuat jobmix formula sebelum melakukan pembuatan sample. Kadar aspal optimum yang digunakan dalam jobmix diperoleh dari data sekunder refrensi dari PT. Aston Prima Raya. Tahapan selanjutnya yaitu pembuatan jobmix formula dan sample bricket dari campuran beraspal dingin dan asbuton. Tahapan selanjutnya yaitu sample bricket diuji Marshall untuk mencari nilai kepadatan, stabilitas, dan volumetrik campuran. Data hasil penelitian menunjukkan nilai Stabilitas pada kadar asbuton 0%, 5%, 10%, dan 15% sebesar 516kg, 577kg 637kg, 668kg.Nilai densitas pada kadar asbuton 0%, 5%, 10%, dan 15% masing masing senilai 2,254gr/cm3, 2,246gr/cm3, 2,242gr/cm3, dan 2,236gr/cm3. Hasil dari pengujian Volumetrik diperoleh nilai VIM, VMA, dan VFWA mengalami kenaikan dan memenuhi spesifikasi. Nilai VIM yang di peroleh pada kadar asbuton 0%, 5%, 10%, dan 15% masing masing senilai 4,49, 4,65, 4,77, dan 4,96. Nilai VMA pada kadar asbuton 0%, 5%, 10%, dan 15% sebesar 15,78, 16,09, 16,25, dan 16,45. Nilai VFWA pada kadar asbuton 0%, 5%, 10%, dan 15% sebesar 71,52, 71,10, 70,63, dan 69,86.Untuk kadar 20% asbuton tidak dilakukan penelitian dikarenakan campuran tidak homogen.

Page 9 of 25 | Total Record : 243