cover
Contact Name
Suparjo
Contact Email
akper.tegal@gmail.com
Phone
+62283323524
Journal Mail Official
jururawat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dewi Sartika No.1 Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan
ISSN : 2805     EISSN : 28095197     DOI : https://10.31983/juk.vxix.xxxx
Core Subject : Health,
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan ISSN 2809-5197 (Online) is a nursing journal covers all nursing area including basic research in nursing, nursing leadership and management, emergency and disaster nursing, criticale care nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family health nursing, education nursing, and complementary and alternative medicine (CAM) in nursing.
Articles 133 Documents
GAMBARAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA PEMBUAT BATU BATA DI DESA SUTAPRANAN KAB. TEGAL Tinah Purwaningsih; Maria Ulfah; Deddy Utomo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v2i1.8807

Abstract

Desa Sutrapanan Kabupaten Tegal merupakan salah satu wilayah yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pembuat batu bata, Pekerja di industri ini bekerja setiap hari, dengan rata-rata 8 jam waktu kerja perhari sehingga pekerja pembuat batu bata memiliki resiko terjadinya keluhan nyeri punggung bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja batu bata di Desa Sutapranan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan di Desa Sutapranan Kabupaten Tegal dengan responden berjumlah 51 orang. Variabel dalam penelitian ini yaitu keluhan nyeri punggung bawah, usia,jenis kelamin, masa kerja dan sikap kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pekerja batu bata  di Desa Sutapranan paling banyak pada kelompok usia 31-40 tahun, berjenis kelamin laki-laki dan masa kerja lebih dari 5 tahun, kategori risiko sikap kerja sangat tinggi dan sering mengalami keluhan nyeri punggung bawah. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa semakin tua usia pekerja, semakin lama masa kerja dan semakin berisiko sikap kerja maka responden cenderung lebih sering mengalami keluhan nyeri punggung bawah. Berdasarkan hasil penelitian, untuk mencegah dan mengurangi keluhan nyeri punggung bawah maka pemilik industri batu bata di Desa Sutapranan disarankan untuk melatih pekerja batu bata secara ergonomis untuk menghindari risiko kerja dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Secara teratur, terutama untuk sakit punggung. Kata kunci: Nyeri punggung bawah, Pekerja batu bata
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN MANAJEMEN PERAWATAN DIRI PADA LANSIA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SAYUNG 1 DEMAK Cecilia Yanasari Sinaga; Sudirman Sudirman; Sadar Prihandana
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v2i1.8809

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan penyakit kronis dan dapat dikendalikan dengan manajemen perawatan diri untuk mencegah terjadinya komplikasi. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah efikasi diri. Efikasi diri dibutuhkan bagi lansia hipertensi untuk meningkatkan derajat kesehatannya melalui keyakinan dalam menjalankan perawatan diri. Studi dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan efikasi diri dengan manajemen perawatan diri pada lansia hipertensi di Puskesmas Sayung 1 Demak. Studi dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Sampel diperoleh 54 responden ditentukan dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner efikasi diri dan kuesioner manajemen perawatan diri pasien hipertensi. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearmen Rank Test. Hasil menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan manajemen perawatan diri lansia hipertensi (pvalue=0,000). Nilai koefisien korelasi (r=0,920) menunjukkan terdapat hubungan positif atau sejalan antara peningkatan efikasi diri dan manajemen perawatan diri lansia hipertensi. Penulis menyarankan perlu peningkatan peran aktif dari puskesmas dan lansia dalam menjalankan program prolanis guna mencapai kualitas hidup optimal sehingga angka kejadian hipertensi dapat menurun dan komplikasi dapat diminimalkan.
HUBUNGAN PERILAKU GAYA HIDUP SEHAT TERHADAP KEBUGARAN JASMANI USIA DEWASA DI FASILITAS OLAHRAGA SUMMIT GYM KOTA SEMARANG Mahendra Aji Monzera
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v2i2.8810

Abstract

Di masa sekarang kalangan masyarakat cenderung kurang sadar akan manfaat apabila melakukan gaya hidup sehat. Secara global, lebih dari seperempat populasi orang dewasa (1,4 miliar) kurang aktif dalam beraktifitas fisik. Beberapa faktor penghambat eksternal yang menjadikan seseorang kurang melakukan aktifitas fisik ialah tak mempunyai waktu yang cukup, serta tak memiliki rekan untuk melakukan olahraga. Di samping hal tersebut terdapat faktor penghambat internal yaitu terlalu lelah dan terlalu malas. Kelelahan yang terjadi pada seseorang dapat disebabkan karena lingkungan pekerjaan yang menyebabkan mereka tidak memiliki cukup tenaga untuk rutin berolahraga. Mengetahui hubungan perilaku hidup sehat terhadap kebugaran jasmani usia dewasa di fasilitas olahraga Summit gym Kota Semarang. Desain penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu anggota aktif Summit GYM kota Semarang berusia dewasa 20-59 tahun berjumlah 49 responden dengan teknik sampel yaitu accidental sampling. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi rank spearman. Setelah dilakukan analisis data, pada penelitian ini nilai Sig. (2-tailed) hubungan dari variabel perilaku gaya hidup sehat dengan kebugaran jasmani ialah 0.000 dan nilai ini di bawah 0.05 dengan artinya terjadi penerimaan Ha dengan bernilai koefisien korelasi 0,626. Dengan demikian kesimpulan yang diperoleh ditemukan korelasi kuat dari variabel perilaku gaya hidup sehat dengan variabel kebugaran jasmani pada anggota aktif Summit GYM Kota Semarang. Terdapat hubungan perilaku gaya hidup sehat terhadap kebugaran jasmani usia dewasa di Summit GYM Kota Semarang. Perilaku gaya hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini untuk menghasilkan tingkat kebugaran yang baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN LANSIA DALAM PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 DI KOTA TEGAL Della Sertiani Sertiani; Maria Ulfah
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v2i2.9272

Abstract

Latar Belakang : Kepatuhan jadwal pemberian vaksinasi menjadi faktor tercapainya keberhasilan program penanggulangan kasus COVID-19. Faktor penentu yang mempengaruhi pemberian vaksinasi adalah perilaku masyarakat berdasarkan teori perilaku Health Belief Model terdapat 3 kategori yaitu persepsi individu, faktor modifikasi (usia, pendidikan, sosial-budaya-agama, dan cues to action), dan kemungkinan tindakan (manfaat dan hambatan).Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan lansia dalam pemberian vaksinasi di Puskesmas Kota Tegal tahun 2022.Metoda : Metode yang digunakan adalah metode deskriptif  dengan pendekatan cross sectional. Populasi lansia di wilayah Kota Tegal yang sudah vaksinasi COVID-19 sebanyak 85 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 85 lansia. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dengan faktor yang dianalisis yaitu karakteristik lansia sosiodemografi lansia (usia, jenis kelamin, agama, pendidikan, status ekonomi), persepsi penerimaan vaksin, kerentanan/ keseriusan penyakit yang diderita lansia, isyarat untuk bertindak, hambatan yang dirasakan lansia, manfaat yang dirasakan lansia.Hasil : Setelah dilakukan penelitian terdapat sebanyak 46 (54,1%) dari 85 lansia yang patuh dalam pemberian vaksinasi COVID-19. Faktor yang mempengaruhi yaitu jenis kelamin (p=0,696), pendidikan terakhir (p=0,817), agama (p=0,275), alamat (p=0,062), kerentanan (p=0,473), isyarat untuk bertindak (p=0,849), manfaat yang dirasakan (p=0,042). Berdasarkan analisis multivariat, faktor yang paling berpengaruh adalah manfaat yang dirasakan lansia. Sehingga, perlu kerjasama baik antara tenaga kesehatan dengan para ahli untuk memberikan solusi dalam menjelaskan manfaat yang dirasakan oleh lansia dalam pemberian vaksin COVID-19. Kata Kunci : COVID-19,  Lansia, Vaksin
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING DI DESA KESUBEN KECAMATAN LEBAKSIU Arif Rakhman; Khodijah Khodijah; Yessy Pramita Widodo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v2i2.9347

Abstract

Stunting pada anak usia balita menjadi hal yang patut diperhatikan karena dapat berdampak terhambatnya perkembangan fisik dan mental anak. Kejadian stunting dapat dicegah apabila orang tua khususnya ibu memiliki pengetahuan tentang stunting sehingga dapat memberikan gizi yang seimbang pada anak. Salah satu factor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang stunting adalah pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan dengan pengetahuan ibu tentang stunting. Jenis penilitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita di Desa Kesuben Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling berjumlah 106 responden. Alat penelitian yang digunakan yaitu kuesioner tentang pendidikan dan pengetahuan ibu tentang stunting. Hasil analisis uji kendall’s tau b didapatkan nilai p-value 0,039 (<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,664 yang dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara Pendidikan dengan pengetahuan ibu tentang stunting serta memiliki memiliki hubungan yang searah. Orang tua khususnya ibu diharapkan memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting sehingga dapat berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh anaknya.
RESPON TIME PERAWAT DALAM PENANGANAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD KARDINAH KOTA TEGAL Nurcholis Nurcholis; Hudinoto Eko Yudharto; Suparjo Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v2i2.9439

Abstract

Latar Belakang Perawat paling sering berhubungan dengan pasien, sehingga dari semua petugas kesehatan perawatlah yang paling berisiko terpapar infeksi berbagai penyakit..Tujuan : Mengidentifikasi Gambaran Response Time  Perawat Dalam Penanganan  Pasien Di ..Instalasi Gawat Darurat  RSUD Kardinah Kota Tegal.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian deskriptif . Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling ber jumlah 38Hasil: Analisa data menunjukan bahwa Perawat mulai melakukan tindakan ke pasien sejak pasien masuk di IGD dalam waktu <10 menit adalah sebanyak 93%. Perawat mulai melakukan tindakan ke pasien sejak pasien masuk di IGD dalam waktu 10 – 20 menit adalah 5%. Perawat mulai melakukan tindakan ke pasien sejak pasien masuk di IGD dalam waktu 20 – 30 menit adalah 2%. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan total responden perawat IGD di RSUD Kardinah  melakukan tindakan yang baikKesimpulan dan Saran : Response Time tenaga kesehatan di IGD Rumah Sakit Rumah Sakit Umum selama 30 hari diperoleh rata-rata 64.56 waktu 1 menit 4 detik, yang mana Response Time         tenaga kesehatan di IGD Rumah Sakit Rumah Sakit Umum sudah sesuai Standart. Kata Kunci: Response Time , IGD, Perawat
GAMBARAN PERTOLONGAN PERTAMA LUKA BAKAR RINGAN PENGELOLA PANTI ASUHAN KOTA TEGAL PADA BENCANA KEBAKARAN Fatchurrozak Himawan
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v2i2.9465

Abstract

                                                                          AbstrakLatar Belakang : Luka bakar merupakan kerusakan kulit tubuh sampai dengan jaringan dibawahnya yang disebabkan oleh trauma panas atau dingin. Prevalensi luka bakar di Indonesia adalah 2,2%. Sebagian besar 69% luka bakar terjadi di rumah. Tindakan tepat pertama dapat mengurangi kerusakan akibat luka bakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan terhadap tatalaksana luka bakar ringan oleh masyarakt (Pengelola Panti). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah 30 orang pengelola panti dengan metode purposive sampling. Hasil didapatkan gambaran tatalaksana pertama pada luka bakar minor  yang sudah benar dengan menggunakan air mengalir sebanyak 12%. Sisanya 86% masih belum tepat dan terbanyak pertolongan pertama pada luka bakar minor menggunakan pasta gigi sebanyak 21%. Kesimpulan : Tatalaksana luka bakar yang benar perlu disosialisasikan kepada masyarakat sebagai satu upaya mitigasi pada bencana luka bakar. Abstract Background: Burns are damage to the body's skin down to the underlying tissue caused by heat or cold trauma. The prevalence of burns in Indonesia is 2.2%. Most 69% of burns occur at home. The right first action can reduce the damage from burns. The purpose of this study was to describe the knowledge of the management of minor burns by the community (Orphanage Managers). This type of research is quantitative with a descriptive research design. The research sample was 30 orphanage managers using a purposive sampling method. The results showed that the first management description of minor burns was correct using running water as much as 12%. The remaining 86% were still inaccurate and most of the first aid for minor burns used toothpaste as much as 21%. Conclusion: Proper management of burns needs to be socialized to the community as a mitigation effort in burns.
PENGARUH EDUKASI DIET HIPERTENSI MELALUI WHATSAPP DALAM MENGENDALIKAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI Sadar Prihandana; Siti Amalia Masitoh; Betrix Maharani; Devi Suci Kartika; Catur Priska Desi Arum; Syifa Dian Cahyani
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i1.10179

Abstract

Diet dan nutrisi berperan penting dalam pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Pasien yang memperbaiki diet, tekanan darah dapat terkontrol dengan baik dan risiko komplikasi akibat hipertensi dapat dihindari. Media sosial dapat dipergunakan sebagai sumber informasi dalam pengelolaan diet hipertensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi diet hipertensi dengan media whatsapp terhadap tekanan darah pasien. Penelitian menggunakan desain quasy-experiment dengan pendekatan pre-post test nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan kepada pasien hipertensi di Puskesmas Bandung kota Tegal. Sampel didapatkan 36 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan media whatsapp, kuisioner food recall, dan  tensimeter digital. Data dianalisis dengan uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan bermakna rata-rata tekanan darah pasien abtara sebelum dan sesudah diberikan edukasi (p-value<0,05). Penelitian menyimpulkan ada pengaruh edukasi diet hipertensi melalui whatsapp untuk mengendalikan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Bandung Kota Tegal. Media whatsapp dapat digunakan sebagai media komunikasi, informasi, dan edukasi kepada pasien hipertensi dalam perawatan penyakit dan mencegah komplikasi hipertensi.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Risnanto Risnanto
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i1.10214

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang. Dunia sedang menghadapi permasalahan ini, terutama di negara-negara miskin dan berkembang. Indonesia menjadi peringkat ketiga dengan prosentase (36,4%) setelah Timor Leste (50,2%) dan India (38,4%). Rerata prevalensi stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4%. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan persentase balita stunting sebesar 20,06 %. (Dinkes Jateng, 2019). Data Dinkes Kabupaten Tegal menyatakan kasus balita stunting sekitar 9.346 (2020) dan 10.793 (2021). Pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada balita. Secara nasional, cakupan bayi mendapat ASI eksklusif pada tahun 2017 (61,33%), sehingga belum mencapai target pemerintah yaitu 80%.Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada balita. Desain penelitian; merupakan penelitian deskriptif korelasi non-eksperimental yaitu penelitian korelasi dengan metode cross sectional yaitu variabel independen (Pemberian ASI eksklusif) dan variabel dependen (Balita Stunting). Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2023 di Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal dengan populasi ibu yang mempunyai balita usia 2-3 tahun. Peneliti menggunakan purposive sampling yaitu sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji chi-square (x2), dihasilkan p-value sebesar 0,004 (<α=0,05). Simpulan: terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada Balita,  nilai Coeffesient Contingency sebesar 0,277 (hubungannya cukup erat). Disarankan agar ibu yang mempunyai balita untuk memberikan ASI Ekslusif sampai anak berusia 2 tahun, sehingga dapat mengurangi salah satu faktor risiko stunting.
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BALITA STUNTING Siswati - Siswati; Ike Putri Setyatama; Masturoh - Masturoh
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i1.10234

Abstract

       Stunting tidak disebabkan hanya oleh satu faktor, melainkan oleh multifaktor diantaranya Air Susu Ibu yang tidak eksklusif pada usia enam bulan pertama dalam kehidupan bayi, kelahiran prematur, rumah tangga dengan status sosial ekonomi yang rendah, ukuran panjang bayi saat lahir pendek, ibu yang pendek, pendidikan ibu rendah, serta sanitasi yang tidak baik juga berisiko tinggi untuk mengalami stunting. Status gizi yang berlebih ataupun kurang pada ibu hamil beresiko pada kehamilan dan kesehatan anak. Kurangnya zat gizi pada ibu selama kehamilan dan pada anak di awal kehidupan akan berdampak negatif untuk jangka panjang, yaitu dapat menyebabkan kerusakan perkembangan otak, menghambat pertumbuhan fisik, serta lebih rentan untuk terkena infeksi, dan penyakit. Penting bagi seorang wanita hamil untuk minum penambah darah minimal 90 hari pada kehamilan, karena bayi dalam kandungan membutuhkan zat gizi dan asam folat yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta mencegah cacat lahir. Tujuan Penelitian ini mengetahui hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di Desa Randusari Wilayah Kerja Puskesmas Pagerbarang Kabupaten Tegal. Metode Penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitiannya terdapat hubungan antara riwayat status gizi ibu hamil terhadap kejadian stunting pada anak balita dengan nilai p-value  < α (0,05).   

Page 10 of 14 | Total Record : 133