cover
Contact Name
Fitriah Ayu Magfirah Yunus
Contact Email
ayumagfirah1603@gmail.com
Phone
+6282259572915
Journal Mail Official
jond@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Taman Pendidikan Street, Moodu, Gorontalo, Indonesia 96113
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal of Noncommunicable Diseases (JOND)
ISSN : 27763161     EISSN : 27763161     DOI : http://dx.doi.org/10.52365/JOND
Core Subject : Health, Science,
Journal of Non Communicable Diseases (JOND) merupakan jurnal bidang kesehatan yang mempublikasi karya ilmiah tentang penyakit tidak menular (noncommunicable diseases) dalam kajian bidang keperawatan, kebidanan, gizi, farmasi, sanitasi lingkungan serta disiplin ilmu kesehatan lainya. Jurnal yang berada dibawah naungan institusi Poltekkes Kemenkes Gorontalo ini menerbitkan artikel secara reguler 2 kali dalam satu tahun yakni April dan November. Artikel yang dapat dipublikasi pada jurnal ini dapat berupa hasil penelitian eksperimental di laboratorium maupun penelitian klinis berupa hasil uji klinik, case report, case series, cohort, dan crossectional mengenai noncommunicable diseases. Selain artikel penelitian, jurnal ini juga menerbitkan karya ilmiah lain berupa hasil pengabdian kepada masyarakat, review artikel, mini review dan Short Communication. Jurnal ini adalah jurnal akses terbuka dan tidak memungut biaya publikasi untuk berlangganan, submisi, dan penerbitan jurnal. Scope Journal of Non Communicable Diseases (JOND) antara lain penyakit tidak menular (noncommunicable diseases) dalam kajian bidang keperawatan, kebidanan, gizi, farmasi, sanitasi lingkungan serta disiplin ilmu kesehatan lainya
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2024): November 2024" : 6 Documents clear
Penerapan Standard Sanitation Operational Procedure (SSOP) di Industri Susu CV ‘X’ Tahun 2023 : Studi Kasus Wuriandari, Atha; Kasjono, Heru Subaris; Sudaryanto, Sigid
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 4, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v4i2.1038

Abstract

Setiap orang yang melakukan kegiatan produksi pangan untuk diperjualbelikan bertanggung jawab menyelenggarakan sistem jaminan mutu sesuai dengan jenis pangan yang diproduksi. Keamanan pangan menjadi hal yang sangat penting karena berkaitan dengan penyakit akibat pangan. Saat ini, masalah keamanan pangan dapat menjadi masalah internasional karena produksi pangan telah diperjualbelikan dan didistribusikan secara global. Penerapan SSOP (Standard Sanitation Operational Procedure) di pabrik pengolahan pangan penting dilakukan guna menjamin sanitasi dan higiene perusahaan yang akan mempengaruhi hasil produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan SSOP di Industri Susu CV ‘X’. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan pengisisan checklist. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar checklist SSOP. Hasil penelitian diketahui bahwa secara keseluruhan adalah 69,05%. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan SSOP di Industri Susu CV ‘X’ masih harus diperbaiki untuk memenuhi persyaratan standar SSOP menurut Food and Drug Administration (FDA) (1995). Nilai penerapan tertinggi terdapat pada aspek kesehatan karyawan sebesar 82,5 % dan nilai penerapan terendah pada penerapan aspek kebersihan permukaan yang kontak dengan produk sebesar 50%.Everyone who produces food for trade is responsible for organizing a quality assurance system according to the type of food they produce. Food safety is very important because of its association with food-borne diseases, where food safety problems in a region can become an international problem considering that currently food production has become an industry that is traded and distributed globally. The implementation of SSOP (Standard Sanitation Operating Procedure) in food processing plants is important to ensure the sanitation and hygiene of a company, which will later affect products. The purpose of this study is to determine the application of standard sanitation operational procedure (SSOP) in the CV ‘X’ dairy industry. This type of research is a case study with a descriptive approach. Data collection techniques use observation methods by filling in checklists. The instruments used in this study were the SSOP checklist sheets. The results of the study are known to be overall 69.05%. This shows that the application of SSOP in the CV ‘X’ dairy industry still needs to be improved to meet SSOP standard requirements, according to the Food and Drug Administration (FDA) (1995). The highest application value was found in the employee health aspect of 82.5% and the lowest application value in the application of the hygiene aspect of surfaces in contact with the product by 50%.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Pedagang dan Keberadaan Zat Pewarna Makanan Rhodamin B pada Jajanan Pasar di Lingkungan Pasar Tanjung Berbah, Sleman Tahun 2023 Triasa, Yori Firanico; Kasjono, Heru Subaris; Prasetyawati, Naris Dyah
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 4, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v4i2.1050

Abstract

Rhodamin B adalah sejenis pewarna buatan yang penggunaannya dibatasi. Jajanan tersedia dalam berbagai macam rasa dan warna di pasaran. Penyalahgunaan warna, misalnya Rhodamin B, disebabkan oleh tidak adanya informasi tentang warna yang secara eksplisit diharapkan untuk makanan atau minuman. Konsumsi makanan yang mengandung pewarna Rhodamin B dalam jangka panjang dapat menyebabkan infeksi seperti gangguan sistem usus, gangguan fungsi hati, bahkan kanker. Penulis berharap dapat mengetahui tingkat informasi mengenai pedagang dan jenis jajanan atau minuman yang menggunakan pewarna Rhodamin B di lingkungan pasar Tanjung Berbah, Sleman. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. September 2023 sampai April 2024 merupakan periode penelitian. Subjek eksplorasi sebanyak 20 pedagang dan objek pemeriksaan sebanyak 30 makanan dan minuman. Instrumen pemeriksaan yang digunakan adalah survei dan test pack Rhodamin B. Dari 20 pedagang yang mengisi kuesioner, 2 orang (10%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah, sedangkan 18 orang (90%) mempunyai tingkat pengetahuan tinggi. Pengujian terhadap 29 jenis makanan menunjukkan hasil negatif terhadap Rhodamin B. Sementara itu, 1 tes minuman menunjukkan hasil negatif Rhodamin B. Lebih dari 18 (90%) broker memiliki informasi yang bagus. Secara umum (100%) uji makanan atau rasa di Pasar Tanjung Berbah, Sleman dipandang negatif terhadap warna Rhodamin B.Rhodamine B is a type of artificial dye whose use is limited. Snacks are available in various flavors and colors on the market. Misuse of colors, for example, Rhodamine B, is caused by the absence of information about the color that is explicitly expected for the food or drink. Long-term consumption of foods containing Rhodamine B dye can cause infections such as intestinal system disorders, liver function disorders, and even cancer. The author hopes to find out the level of information regarding traders and types of snacks or drinks that use Rhodamine B dye in the Tanjung Berbah market environment, Sleman. A descriptive method was used in this research. September 2023 to April 2024 is the research period. The exploration subjects were 20 traders, and the inspection objects were 30 foods and drinks. The examination instruments used were a survey and a Rhodamin B test pack. Of the 20 traders who filled out the questionnaire, 2 people (10%) had a low level of knowledge, while 18 people (90%) had a high level of knowledge. Tests on 29 types of food showed negative results for Rhodamine B. Meanwhile, 1 drink test showed negative results for Rhodamine B. More than 18 (90%) brokers have good information. In general (100%), food or taste tests at Tanjung Berbah Market, Sleman, were seen as negative regarding Rhodamin B color.
Hubungan Derajat Merokok dengan Nilai Tekanan Darah dan Saturasi Oksigen Mahasiswa Perokok Aktif Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta Zuliyanto, Haziz Duwi; Putri, Diyanah Syolihan Rinjani; Saelan, Saelan
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 4, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v4i2.1097

Abstract

Mahasiswa tetap menikmati menghisap rokok meskipun menyadari ancaman, konsekuensi, dan penyakit yang ditimbulkan, karena merokok juga sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari berbagai masalah dan mencari identitas diri. Beberapa akibat penggunaan rokok yaitu peningkatan tekanan darah dan penurunan kadar oksigen. Peningkatan tekanan darah disebabkan oleh penumpukan plak di pembuluh darah, dan penurunan kadar oksigen disebabkan oleh pengikatan karbon monoksida dengan hemoglobin dalam aliran darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat merokok dan nilai tekanan darah dan saturasi oksigen mahasiswa perokok aktif di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta. Jenis penelitian ini adalah analisis pengamatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 94 mahasiswa yang aktif merokok. Sampel diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah 48 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Spearman Rank. Hasil yang didapat menunjukkan p-value variabel derajat merokok dengan tekanan darah sistole sebesar 0.660 (p>0,05), variabel derajat merokok dengan tekanan darah diastole sebesar 0.533 (p>0,05), variabel derajat merokok dengan saturasi oksigen sebesar 0,608 (p>0,05). Tidak ditemukan hubungan antara derajat merokok dengan nilai tekanan darah dan saturasi oksigen pada mahasiswa perokok aktif Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta.Students continue to enjoy smoking despite being aware of its threats, consequences, and associated diseases. This is because smoking also serves as a way to distract themselves from various problems and seek self-identity. Some of the effects of smoking include increased blood pressure and decreased oxygen levels. Increased blood pressure is caused by plaque buildup in the blood vessels, while decreased oxygen levels result from the binding of carbon monoxide to hemoglobin in the bloodstream. This study aims to determine the relationship between smoking levels and blood pressure values as well as oxygen saturation among active smoker students in the Faculty of Health Sciences, Universitas Kusuma Husada Surakarta. This research employs a quantitative observational analysis with a cross-sectional design. The study population consists of 94 active smoker students. The sample was selected using a purposive sampling technique, resulting in 48 respondents. Data analysis was conducted using the Spearman rank test. The results show a p-value for the variable of smoking levels and systolic blood pressure of 0.660 (p > 0.05), for smoking levels and diastolic blood pressure of 0.533 (p > 0.05), and for smoking levels and oxygen saturation of 0.608 (p > 0.05). No significant relationship was found between smoking levels and blood pressure or oxygen saturation values among active smoker students in the Faculty of Health Sciences, Universitas Kusuma Husada Surakarta.
Pengaruh Terapi Bekam Kering Terhadap Terkanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di UPT RPS Lanjut Usia Budhi Dharma Yogyakarta Murwani, Arita; Tuasamu, Sabila; Ashar, Hadi; Amry, Riza Yulina
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 4, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v4i2.983

Abstract

Seiring bertambahnya usia timbul perubahan sebagai akibat proses menua, salah satunya pada sistem kardiovaskular yang mengakibatkan lansia cenderung mengalami kenaikan tekanan darah dan mengidap hipertensi. Salah satu terapi komplementer yang bermafaat dalam mencegah dan mengurangi penyakit kardiovaskular dengan menurunkan tekanan darah salah satunya yaitu terapi bekam kering. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif eksperimental dengan menggunakan desain pre eksperimental (one group pretest and posttest). Pada kelompok ini sebelum diberikan perlakuan atau diberikan lembar observasi (pretest), diukur tekanan darah pada responden. Populasi pada penelitian ini adalah semua lansia di UPT RPS Lanjut Usia Budhi Dharma Yogyakarta yang berjumlah 61 orang. Sampel yang didapatkan sebanyak 26 orang dengan menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil tekanan darah (sistole) lansia sebelum dilakukakan terapi bekam kering rata-rata adalah 154,85 ± 13.187 mmHg dan (diastole) 88,5 ± 1.171 mmHg. Tekanan darah (sistole) lansia setelah diberikan terapi bekam kering rata-rata adalah 129,12 ± 7.804 mmHg dan (diastole) 75,42 ± 6.488 mmHg. Maka dengan ini didapatkan nilai p value = 0,000 untuk tekanan darah sistole dan 0,000 untuk tekanan darah diastole. Terdapat hubungan antara terapi bekam kering terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di UPT RPS Lanjut Usia Budhi Dharma Yogyakarta.As we get older, changes arise as a result of the aging process, one of which is in the cardiovascular system, which causes elderly people to tend to experience increased blood pressure and suffer from hypertension. One of the complementary therapies that is useful in preventing and reducing cardiovascular disease by lowering blood pressure is dry cupping therapy. This research uses a quantitative experimental research design using a pre-experimental design (one group pretest and posttest). In this group, before being given treatment or given an observation sheet (pretest), the respondent's blood pressure was measured. The population in this study were all elderly people at UPT RPS Budhi Dharma Yogyakarta Elderly, totaling 61 people. The sample obtained was 26 people using purposive sampling. The data analysis technique uses the Wilcoxon test. Based on the results of the blood pressure (systole) of the elderly before dry cupping therapy, the average was 154.85 ± 13,187 mmHg and (diastole) 88.5 ± 1,171 mmHg. The average blood pressure (systole) of the elderly after being given dry cupping therapy was 129.12 ± 7,804 mmHg and (diastole) 75.42 ± 6,488 mmHg. So with this, we get a p value of 0.000 for systolic blood pressure and 0.000 for diastolic blood pressure. There is a relationship between dry cupping therapy and blood pressure in the elderly at UPT RPS Budhi Dharma Yogyakarta Elderly.
Pendekatan Transcultural Nursing dalam Psikoedukasi Keluarga untuk Merawat Pasien Stroke: Case Report Manumba, Ruliyani; Ariani, Gusti Agung Ayu Putri; Djau, Erika Kurniawati
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 4, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v4i2.1271

Abstract

Stroke tidak hanya berdampak bagi individu tetapi juga bagi keluarga. Peran anggota keluarga yang melakukan perawatan pada pasien sangat penting untuk pemulihan pasien stroke. Psikoedukasi keluarga dengan pendekatan transcultural nursing penting diketahui perawat. Perawat dengan kompetensi peka budaya dapat memahami dan menghormati individu dengan beragam latar belakang budaya dan gaya hidup sehingga dapat memberikan layanan keperawatan berkualitas yang berpusat pada pasien. Oleh karena itu tujuan studi ini untuk mengetahui penerapan psikoedukasi keluarga dengan pendekatan transcultural nursing untuk merawat pasien stroke. Metode yang digunakan adalah case report dengan melibatkan pasien yang mengalami stroke dan keluarga selama lima minggu. Hasil menunjukkan psikoedukasi keluarga pada pasien stroke dapat dilakukan dengan pendekatan teori transcultural nursing. Pendekatan transcultural nursing dilakukan dalam bentuk tindakan pelestarian atau pemeliharaan budaya, akomodasi atau negosiasi asuhan budaya, dan restrukturisasi asuhan budaya. Teori transcultural nursing dapat menjembatani perbedaan budaya keluarga dan profesional kesehatan. Perawat dapat melakukan intervensi psikoedukasi keluarga dengan pendekaatan transcultural nursing dalam memberikan perawatan yang kompeten secara budaya.Stroke not only affects individuals but also families. The role of family members who provide care for patients is very important for the recovery of stroke patients. Family psychoeducation with a transcultural nursing approach is important for nurses to know. Nurses with culturally sensitive competencies can understand and respect individuals with diverse cultural backgrounds and lifestyles so that they can provide quality nursing services that are centered on patients. Therefore, the purpose of this study was to determine the application of family psychoeducation with a transcultural nursing approach to caring for stroke patients. The method used was a case report involving patients who had strokes and their families for five weeks. The results showed that family psychoeducation in stroke patients can be carried out with a transcultural nursing theory approach. The transcultural nursing approach is carried out in the form of actions to preserve or maintain culture, accommodation or negotiation of cultural care, and restructuring of cultural care. Transcultural nursing theory can bridge cultural differences between families and health professionals. Nurses can carry out family psychoeducation interventions with a transcultural nursing approach in providing culturally competent care.
Hubungan Masa Kerja dengan Tingkat Keparahan Nyeri Punggung Bawah pada Pengrajin Purun Surbakti, Ranintha Br; Komara, Nisa Kartika; Tori, Marthin; Arifin, Syamsul; Junanda, Rizky Ari Sandy
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 4, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v4i2.948

Abstract

Para pengrajin purun merupakan salah satu pengrajin yang sangat berisiko terdampak nyeri punggung bawah karena dapat menghabiskan waktu dua sampai empat hari untuk membuat sebuah kerajinan. Selain itu, dalam proses pembuatan kerajinan purun tersebut harus duduk dalam waktu yang cukup lama, dapat mencapai lebih dari 4 jam dalam satu hari. Posisi kerja yang tidak ergonomi tersebut membuat para pengrajin rentan mengalami nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawah (Low Back Pain) merupakan sensasi nyeri yang dirasakan pada punggung bawah yang sumber nyerinya dapat berasal dari tulang belakang daerah spinal (punggung bawah), otot, syaraf, dan struktur lainnya yang ada di sekitar area tersebut. Salah satu penyebab nyeri punggung bawah pada pekerja adalah masa kerja yang merupakan akumulasi aktivitas kerja seseorang yang dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, penelitian ini hendak melihat hubugan masa kerja dengan tingkat keparahan nyeri punggung bawah pada pengrajin purun. Penelitian cross sectional ini dilakukan di Kecamatan Katingan Hilir dan Pulau Malan Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah dengan jumlah sampel sebesar 39 subjek. Nilai median masa kerja adalah 5 tahun dengan nilai minimum bekerja 1 tahun dan maksimum 48 tahun. Nilai median skor ODI 5 dengan nilai minimum 0 dan maksimum 27. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keparahan nyeri punggung bawah dengan nilai p 0,001, r=0,754. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara masa kerja dengan keparahan nyeri punggung bawah.Purun craftsmen are one of the groups at high risk of experiencing lower back pain, as they can spend two to four days creating a single craft. Moreover, the process of making purun crafts requires them to sit for extended periods, sometimes exceeding 4 hours per day. This non-ergonomic working position makes the craftsmen prone to developing lower back pain. Lower back pain is a sensation of pain felt in the lower back, which may originate from the spinal vertebrae, muscles, nerves, or other structures in the surrounding area. One of the causes of lower back pain in workers is work duration, which is the accumulation of a person’s work activities over an extended period. Therefore, this study aims to examine the relationship between work duration and the severity of lower back pain in purun craftsmen. This cross-sectional study was conducted in Katingan Hilir and Pulau Malan Districts, Katingan Regency, Central Kalimantan Province, with a sample size of 39 subjects. The median work duration was 5 years, with a minimum of 1 year and a maximum of 48 years. The median ODI score was 5, with a minimum score of 0 and a maximum of 27. The bivariate analysis results showed a significant relationship between work duration and the severity of lower back pain, with a p-value of 0.001 and r=0.754. This study demonstrates a statistically significant relationship between work duration and the severity of lower back pain.

Page 1 of 1 | Total Record : 6