cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies
Core Subject : Religion, Social,
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies is an international journal published by the State Islamic Institute of Bukittinggi, West Sumatra, Indonesia. It specializes in research on Islamic and social problems from a range of disciplines and interdisciplinary fields. The interdisciplinary approach in Islamic studies is used as a method to discuss and find solutions to contemporary problems and social issues. The topic covered by this journal includes fieldwork studies with different viewpoints and interdisciplinary studies in sociology, anthropology, education, politics, economics, law, history, literature, and others. The editorial team invites researchers, scholars, and Islamic and social observers to submit research articles that have never been published in the media or other journals.
Articles 225 Documents
داعش : حقيقة التنظيم والأهداف Hanadi Fadhl
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 2, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.369 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v2i1.128

Abstract

ظاهرة التطرف قد يشكل طبعا خاصا فى الحياة البشرية، وظهرت أنواعه وأشكاله العديدة منها يشكل طبعا فكريا وآخر طبعا دينيا. وقضية داعش المعروف بالدولة الإسلامية فى العراق والشام انتشر نفوذه بسرعة عجيبة حتى دول الجوار، وما حقيقته و ما هي أهداف أنشطته فى الدول الإسلامية؟ ومن المعروف أن داعش يحمل طبعا دينيا فى ثوبه المزور ووراء ذلك قد استولى عليه النفوذ الغربي لتفتيت دول الشرق الأوسط. وكانت الهيمنة الغربية قد تشتت خاصة بعد الربيع العربي بسقوط بعض الحكام العرب الموالين لها، ولذالك لا بد من البحث عن الأساليب الأخرى لبث نفوذها فى الشرق الأوسط والدول الإسلامية ومن هذه الأساليب تكوين داعش بثوبه الإسلامي من حيث المظهر. وظهور داعش فقط لتشويه صورة الإسلام والمسلمين، إذن هناك علاقة وطيدة بين داعش والنفوذ الغربي في الشرق الأوسط خاصة وبلدان المسلمين عامة. الكلمات المفتاحية:داعش، الهيمنة الغربية Fenomena kekerasan dalam berbagai aktifitas manusia sudah jadi warna tersendiri. Berbagai corak kekerasan muncul dalam berbagai bentuk dan warna. Salah satu bentuknya adalak bercorak dan bertameng agama, diantaranya adalah fenomena ISIS. Bagaimana hakikat dan tujuan gerakannya?. Terkesan corak aktifitas mereka bercorak keagamaan, tapi dibalik itu ada agenda pesanan barat yang untuk memecah belah Timur Tengah. Hegemoni barat yang mulai terancam setelah munculnya musim semi negera-negara Arab dengan bertumbangnya para penguasa diktator. Perlu ada skenario baru buat menguatkan tancapan pengaruh barat di Timur Tengah dengan melahirkan ISIS. Keberadaan ISIS memang dimunculkan by desain yang rapi antara kekuatan yang berpengaruh dikancah percaturan politik dunia. Jadi ISIS hanya memperburuk citra Islam yang bermula di Iraq dan Suria dan melebar ke berbagai penjuru dunia. Jadi ISIS dan hegemoni barat punya keterkaitan erat dalam mencaplok Timut Tengah secara khusus dan dunia Islam secara umum.
BEREBUT KUASA RUMAH TUHAN: EKSPANSI IDEOLOGI RADIKAL MELALUI MASJID DI KOTA BEKASI Zulfan Taufik
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 4, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.534 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v4i1.506

Abstract

Ruang demokrasi yang tercipta sebagai akibat lanjutan dari gerakan reformasi telah menjadi arena kontestasi aneka kekuatan politik gerakan keagamaan. Masjid, sebagai pusat aktivitas masyarakat, pun menjadi arena kontestasi berbagai kelompok keagamaan dalam penyemaian dan penyebaran ideologi mereka. Tulisan ini fokus untuk memotret fenomena persebaran ideologi Islam radikal di Bekasi Jawa Barat, yang secara khusus menempatkan masjid yang berdasarkan survey awal terindikasi dimasuki kelompok yang mendukung ISIS, sebagai unit analisisnya; Bagaimana modus operandi dan strategi kelompok radikal tersebut dalam mempengaruhi DKM masjid. Pengetahuan akan hasil penelitian ini, nantinya dapat menutupi fakta tentang kurangnya pengetahuan yang memadai tentang modus ekspansi dan strategi gerakan kelompok radikal tersebut telah membuat mereka berpengaruh meskipun dalam jumlah terbatas di beberapa masjid. Dengan menjadikan dua masjid yang ada di Kota Bekasi sebagai studi kasusnya, tulisan ini menemukan berbagai variabel seperti situasi lingkungan dan transfer kognisi yang kondusif, muatan materi keagamaan, serta pengurus DKM dan penceramah yang memili-ki perspektif ideologi radikal memberikan implikasi dalam penyebaran ide¬ologi yang sesuai dengan kelompoknya. Dengan kata lain, masjid sebagai basis keagamaan masyarakat menjadi salah satu wadah strategis bagi kelompok keagamaan untuk menyebarkan ideologi mereka.
Bank Wakaf Mikro: Its Operations and Its Role in Empowering Communities Surrounding Islamic Boarding Schools in Indonesia Rozalinda Rozalinda; Nurhasnah Nurhasnah
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 6, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.678 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v6i1.3119

Abstract

This study aims to examine the operation of BWMs (Bank Wakaf Mikro, or Micro Wakaf Bank) in Islamic boarding schools and its role in the economic empowerment of the Muslim community surrounding them. Many poor people cannot access financial services because they are seen as unbankable. BWMs were established to address this issue. This research is a type of qualitative descriptive study, conducted at BWMs in West Sumatra, Yogyakarta, Central Java and East Java. Data collection techniques are done by interview, observations and documentation data. The results show that BWM is a Sharia Microfinance Institution (LKMS) incorporated as a cooperative. The empowerment model carried out by BWM is to provide financing and assistance to poor but potentially productive market segments located around the vicinity of Islamic boarding schools. Distribution of funding follows a group pattern with a joint responsibility scheme. In its journey, BWM has shown its role in community economic empowerment through providing training to prospective customers, then channeling financing to those who pass the group feasibility test. They also provide further assistance to these customers through weekly learning circles (halaqah) activities.Penelitian ini bertujuan membedah operasional BWM di pondok pesantren dan peranya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Muslim di lingkungan sekitarnya. Banyak masyarakat miskin tidak dapat mengakses jasa keuangan karena mereka dipandang  unbankable. Padahal, Bank Wakaf Mikro (BWM) didirikan untuk menjawab  persoalan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dilakukan pada BWM yang ada di Sumatera Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan data dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BWM merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS)  berbadan hukum koperasi. Model pemberdayaan yang dilakukan oleh BWM adalah menyediakan pembiayaan dan pendampingan  dengan  segmen pasar  masyarakat miskin potensial produktif yang berada di sekitar pondok pesantren. Penyaluran pembiayaan dan pendampingan menggunakan pendekatan kelompok dengan sistem tanggung renteng. Dalam perjalannya BWM sudah menunjukkan perannya dalam pemberdayaan  ekonomi masyarakat melalui pemberian pelatihan kepada calon nasabah, kemudian menyalurkan pembiayaan kepada nasabah yang lulus uji kelayakan kelompok dan memberikan pendampingan kepada nasabah yang menerima pembiayaan melalui kegiatan halaqah mingguan.
Abdurrauf al-Singkili’s Concept of Insan Kamil in Facing The Crisis of Modern Human Morality Nur Hadi Ihsan; Che Zarrina Binti Sa’ari; Muhammad Sofian Hidayat
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.542 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v8i1.5487

Abstract

This paper explores Abdurrauf al-Sinkili's (1615-1693) concept of Insan Kamil in light of contemporary moral problems.  The study of Insan Kamil raises human awareness about the essence of his identity as a servant of God, is crucial. It is even more so at a time when secular values and worldviews eliminate religion and God by making utilitarianism, pragmatism, materialism, and hedonism the moral foundation of humanity. Therefore, serious efforts are needed to resolve this moral quandary. The concept of Insan Kamil of Abdurrauf al-Sinkili, a vibrant Indonesian intellectual well-known in several scholarly fields, discusses the meaning, purpose, and nature of human life and can be employed as an antidote to the present crisis. This library research drew on a wide range of authoritative sources utilizing documentary techniques to collect the data and employing content analysis methods to address the issues. This paper concludes that the concept of al-Sinkili's Insan Kamil can be an antidote to today's moral dilemma, particularly regarding human attitudes that adhere to utilitarianism, materialism, pragmatism, and hedonism way of life. This finding demonstrates that the Insan Kamil concept is a viable answer to the current moral predicament.Peneleitian ini bertujuan memaparkan konsep Insan Kamil Abdurrauf al-Sinkili dalam kaitannya dengan problematika moral kontemporer. Kajian tentang Insan Kamil yang membangun kesadaran manusia tentang hakikat jati dirinya sebagai hamba Tuhan menjadi sangat penting. Terlebih lagi jika hal ini dikaitkan dengan hegemoni nilai-nilai dan worldview sekular yang mengeliminasi agama dan Tuhan karena utilitarianisme, pragmatisme, materialisme, dan hedonisme dijadikan sebagai landasan moral kemanusiaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang serius untuk mengatasi dilema ini. Konsep Insan Kamil Abdurraurf al-Sinkili, seorang intelektual Indonesia yang dinamis dan kenamaan di beberapa bidang keilmuan, yang membahas tentang makna, tujuan, dan hakikat hidup manusia dapat digunakan sebagai penangkal krisis ini. Artikel ini adalah riset kepustakaan yang menggunakan teknik dokumenter untuk menghimpun data dari berbagai sumber otoritatif berupa buku, artikel, dan berbagai bahan penerbitan lainnya. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep Insan Kamil al-Sinkili dapat dijadikan sebagai jawaban untuk mengatasi krisis moral manusia modern dewasa ini, khususnya dalam menangani sikap manusia yang menjadikan utilitarianisme, materialisme, pragmatisme, dan hedonisme sebagai pandangan hidup. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep Insan Kamil adalah penawar unggul bagi krisis moral manusia modern saat ini. 
TEKNIKALISASI PEMETAAN WILAYAH ADAT: KETAHANAN SOSIAL BUDAYA KOMUNITAS ETNIS SUMURI DI KABUPATEN TELUK BINTUNI PROVINSI PAPUA BARAT I Ngurah Suryawan
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 2, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.858 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v2i2.185

Abstract

This article analyzes the impacts arising from the penetration of investment in Sumuri District teluk Bintuni Regency, West Papua Province. One thing that the company done is mapping the rights of indigenous clans to identify areas that became the company's location. At this moment the complexity of problems linking social and cultural resistance to the host community with this technicalization mapping problem appear. Territorialising indigenous territories just happen and local communities trapped in the processes of regulation prepared by the country and the company. The toughest challenge in participatory mapping is clearing the technicalization process and setting that become the perspective of countries and companies. This article tries to explore what happens in negotiations between technicalization process of mapping indigenous territories with expectations awakened in people Sumuri about socio-cultural changes. In this contestation imagination about involving customs and cultures in the current socio-cultural changes and the setting becomes very problematic and risky. Artikel ini menganalisis dampak-dampak yang ditimbulkan dari penetrasi investasi di Distrik Sumuri Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat. Salah satu hal yang dilakukan perusahaan adalah pemetaan hak-hak ulayat marga untuk mengidentifikasi wilayah yang menjadi lokasi perusahaan. Pada momen inilah muncul kompleksitas persoalan yang menghubungkan ketahanan sosial budaya komunitas tempatan dengan teknikalisasi permasalahan pemetaan ini. Teritorialisasi wilayah-wilayah adat terjadi begitu saja dan komunitas tempatan terjebak dalam proses-proses pengaturan yang dipersiapkan oleh negara dan perusahaan. Tantangan terberat pemetaan partisipatif adalah menjernihkan proses teknikalisasi dan pengaturan yang menjadi perspektif dari negara dan perusahaan. Artikel ini mencoba mendalami apa yang terjadi dalam negosiasi antara proses teknikalisasi pemetaan wilayah adat tersebut dengan harapan-harapan yang terbangun dalam diri orang Sumuri tentang perubahan sosial budaya. Dalam kontestasi inilah imajinasi tentang melibatkan adat dan budaya dalam arus perubahan sosial budaya dan pengaturan menjadi sangat problematik dan riskan.
Syrian Muslim Refugees in Malaysia: The Narratives and Survivability Atika Shafinaz Nazri; Kartini Aboo Talib @Khalid; Nidzam Sulaiman
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 5, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.281 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i2.2106

Abstract

The humanitarian crisis in Syria has impacted the instability in various aspects of security as many as six million of its people have been resettled in foreign countries, including Malaysia. In the survival of protecting themselves, there are obstacles and difficulties encountered in new places. Concerning this matter, the primary purpose of this study sheds light on which elements in the human security paradigm affected Syrian refugees’ survivability in Malaysia. This study was a case study using a qualitative approach. We conducted in-depth interviews with two Global Peace Malaysia (NGOs) officers, three Syrian refugees and participant observations around Kajang, Cyberjaya, Ampang, and Shah Alam. Our findings show the survival patterns experienced by Syrian Muslim refugees in Malaysia in the context of human security, which includes personal, political, economic, and community. To protect the refugees’ social security, precisely, we would like to suggest the Government of Malaysia come up with an individual action plan to address the refugee-related issues. Also, we recommend the NGOs provide a channel to lodge complaints and psychiatry aid to the refugees, aside from focusing on food, health, and education.Krisis kemanusian di Syria telah memberi impak ke atas ketidakstabilan dari pelbagai aspek keselamatan sehinggakan enam juta lebih daripada rakyatnya menjadi pelarian di negara-negara luar termasuk berada di Malaysia. Dalam survival untuk menyelamatkan diri terdapat pelbagai halangan dan kesukaran yang perlu dihadapi di tempat baharu. Justeru, permasalahan utama kajian ini adalah untuk mengenal pasti elemen keselamatan insan ya ng manakah terjejas dalam survival pelarian Syria di Malaysia? Kajian menggunakan reka bentuk kajian kes menerusi pendekatan kualitatif. Kaedah temu bual mendalam bersama dua orang pegawai NGO Global Peace Malaysia, tiga orang pelarian Syria dan pemerhatian turut serta di sekitar Kajang, Cyberjaya, Ampang dan Shah Alam telah dijalankan. Dapatan kajian menunjukkan bentuk-bentuk survival yang dialami oleh pelarian Syria di Malaysia dalam konteks keselamatan insan adalah melibatkan personal, politik, ekonomi dan komuniti. Dalam melindungi keselamatan insan pelarian, kajian menyarankan agar Kerajaan Malaysia menyediakan satu pelan tindakan khas untuk mengendalikan isu-isu berbangkit mengenai pelarian agar tidak wujudnya penganiayaan terhadap mereka. Kajian turut mencadangkan kepada NGO selain dari bantuan makanan, kesihatan dan pendidikan, NGO boleh menumpukan kepada dua lagi bahagian iaitu menyediakan saluran untuk membuat aduan dan bantuan psikatari.
Religion, Constitution, and Human Rights: An Overview of Muslim Life and Religious Freedom in the United States Suci Ramadhan
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 7, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.158 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v7i2.4801

Abstract

The United States Constitution affirms that religious freedom is a fundamental human right regardless of religion. It is upheld by every citizen and the country. However, the political policies in a particular country are often considered to paralyze fundamental rights in religion, causing various problems in Muslim life at the social and political levels. This research aims to analyze the intersectional dynamic of religion, constitution, and Muslim human rights towards life and religious freedom in the United States. This qualitative research uses the lens of political approach. Primary data are taken from the United States Constitution and policies, and supported by secondary data from various books, scientific articles, and news. The results suggest that religious sentiment (Islam) is found in the political policies of the United States. Currently, unconstitutional and discriminative policies are gradually removed because it triggers the social and political chaos. The United States constitution strives towards a pluralist and multi-religious country rebuilding that is safe and peaceful for religion as guaranteed by the constitution. In fact, the public and political spaces have been occupied by many Muslims in an effort to resolve the problems of state and human rights, including the religious sentiment issues.
GERAKAN SEMPALAN AHMADIYAH :DARI FENOMENA URBAN KEAGAMAAN REFORMIS KE MESSIANIS-INTROVERSIONIS Nunu Burhanuddin
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 1, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.712 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v1i2.43

Abstract

The phenomenon of fragment movement in Indonesia nowaday becomes very popular along with the lunge and the accompanying notes. Recently, it is reported the existence of fragment such as the Ismailis, Baatinites, and Qaramithah of the Shiite sect; Bahaiyyah and Ahmadiyah, and so on. The topic of this study is the existence of Ahmadiyah, a fragment drifts in Islam of this country and has aroused many debates, even leads to chaos. This study used three instruments, namely concepts, propositions and theories. The three instruments is a methodology to clarify the limits and substance of the examined. From the result of research, it can be explained that the Ahmadiyah initially present itself (in India-Pakistan and also in Indonesia) as a religious reformer sect, submissive to justice and nationality. Then, Ahmadiyah becomes very messianic-introversionis and avoid the activities outside their own circles. Ahmadiyya ever involved in Islamisation process of Indonesian scholars during the colonial era, then changed by eliminating its function as a pioneer reformism and rationalism in Islam. Fenomena gerakan sempalan di Indonesia dewasa ini menjadi sangat populer seiring dengan sepak terjang dan catatan yang menyertainya. Belakangan ramai diberitakan keberadaan aliran sempalan seperti  Ismailiyah, Batiniyah, dan Qaramithah dari sekte Syiah;  Bahaiyyah dan Ahmadiyah, dan sebagainya. Pada aras ini eksistensi kelompok sempalan yang diteliti adalah Ahmadiyyah, suatu aliran yang menyempal dalam agama Islam di tanah air dan telah menuai banyak perdebatan, dan bahkan memicu terjadinya chaos. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen yaitu konsep, proposisi dan teori. Ketiga intrumen ini merupakan bangunan metodologi untuk memperjelas batasan dan substansi yang dikaji. Dari hasil penelitian dapat diuraikan bahwa Ahmadiyah pada mulanya menampilkan diri (di India-Pakistan dan juga di Indonesia) sebagai aliran keagamaan reformis, berkhidmat kepada keadilan dan kebangsaan. Belakangan Ahmadiyah menjadi sangat messianis-introversionis dan menghindar dari kegiatan di luar kalangan mereka sendiri. Ahmadiyah yang pernah memainkan pengislaman kaum terdidik di Indonesia pada masa penjajahan, kemudian berubah dengan menghilangkan fungsinya sebagai pelopor reformisme dan rasionalisme dalam Islam
PENALARAN MORAL SISWA BERINTELIGENSI TINGGI: STUDI KOMPARATIF GAYA PENGASUHAN ORANG TUA DI SD MUHAMMADIYAH SAPEN YOGYAKARTA Nurhayani Nurhayani
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 3, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.073 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v3i2.343

Abstract

The objectives of this research is to know the difference of moral reasoning between boys and girls of high intelectual students perceived from authoritarian, authoritative and permissive parents. The subjects of this research were 81 high intellectual students at primary school of Muhammadiyah Sapen Yogyakarta The data of the study was collected by using two scales, they are Moral Reasoning scale and parenting style scale. Analysis of Variance (ANOVA) was applied to analyze the data, which resulted that parenting styles and gender interact each other in affecting moral reasoning ( F : 5,580; p = 0.006 < 0.05), and it means that there is a difference of moral reasoning among boys and girls of high intellectual students perceived from authoritarian, authoritative and permissive parenting styles Based on the finding above, it is suggested that educators should develop suitable teaching strategy which may enhance the high intellectual children positive developmental aspects by avoiding sex stereotypes; encouraging to be independent and tak a risk; and guiding in problem solving. It is suggested too that parents of high intellectual children should avoid different parenting between boys and girls and help them to make moral decision properly so the can avoid social adapting problems. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penalaran moral antara siswa berinteligensi tinggi yang memperoleh pola asuh otoriter, otoritatif, dan permisif. Subjek penelitian ini adalah 81 orang siswa berinteligensi tinggi kelas V di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan dua skala, yaitu skala penalaran moral dan skala persepsi pola asuh orang tua. Analisis Varians dua arah (Two Ways ANOVA) digunakan sebagai metode untuk mengalisis data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pola asuh dan jenis kelamin saling berinteraksi dalam mempengaruhi penalaran moral siswa berinteligensi tinggi (F : 5,580; p = 0.006 < 0.05) sehingga disimpulkan ada perbedaan penalaran moral antara siswa laki-laki dan perempuan berinteligensi tinggi yang memperoleh pola asuh otoriter, otoritatif dan permisif Berdasarkan temuan di atas, disarankan bagi pendidik, hendaknya mengembangkan strategi mengajar yang tepat yang dapat mengembangkan aspek positif bagi anak berinteligensi tinggi dengan (a) menghindari stereotip peran jenis kelamin; (b) memberi dorongan bagi anak beringeligensi tinggi untuk independent dan berani mengambil resiko; (c) membimbing mereka dalam perilaku problem solving dan strategi pengambilan keputusan moral. Sedangkan bagi orang tua, hendaknya menghindarkan pola pengasuhan atau tuntutan (harapan) yang berbeda bagi anak laki-laki dan perempuan dan membantu mereka menetapkan batasan-batasan dalam membuat keputusan moral secara tepat sehingga terhindar dari masalah penyesuaian sosial.
THE DYNAMIC OF MALAY-MUSLIM CHINESE RELATION IN CONTEMPORARY PALEMBANG Zaki Faddad Syarif Zain; Anisatul Mardiah
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 5, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.1 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i1.931

Abstract

This paper aims to determine the dynamics of Muslim Chinese and Malay relation in Palembang. This qualitative research is conducted with descriptive analytics. Data are obtained by interviews, documentation, and observation. This study engages the socio-historical approach, namely studying the conflict and integration between Malays and Chinese in Palembang by looking at the history and the socio-politics. The research finds that the conflict between the two groups was strongly influenced by the political dynamics at the national level which spreads to Palembang. On the other hand, the process of integration between Chinese and Malays is unique and naturally integrated which is solved pragmatically The integration potentiality lies on the local narratives of a strong attachment between Malay and Chinese cultures. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pasang surut relasi kelompok Muslim Tionghoa dan Melayu di tingkat lokal yaitu Palembang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang disajikan dengan deskriptif analitis. Data diperoleh dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosio historis, yaitu mengkaji konflik dan integrasi antara Melayu dan Tionghoa di Palembang dengan menilik pada sejarah dan kondisi sosial politik yang melatarbelakanginya Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa konflik antara kedua kelompok itu sangat dipengaruhi oleh dinamika politik di tingkat nasional (baca: yang terjadi di Jawa) yang berkembang hingga Palembang. Selanjutnya, integrasi antara Tionghoa dan Melayu memiliki keunikan tersendiri karena berjalan dengan natural didasarkan pada prinsip pragmatis. Sedangkan potensi integrasi dapat dilihat narasi-narasi keterikatan yang kuat antara Melayu dan Tionghoa yang menambah khazanah multikultural dari budaya Melayu Palembang itu sendiri.

Page 5 of 23 | Total Record : 225