cover
Contact Name
Edith Prasetiadi
Contact Email
jurnal.economina@gmail.com
Phone
+6287739663809
Journal Mail Official
jurnal.economina@gmail.com
Editorial Address
LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram Jl. Tawak-Tawak Karang Sukun, Mataram e-mail: jurnal.economina@gmail.com or economina@45mataram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL ECONOMINA
ISSN : 29631181     EISSN : 29631181     DOI : https://doi.org/10.55681/economina
Core Subject : Economy,
JURNAL ECONOMINA (JE) is a peer-reviewed journal which publishes original research papers. ECONOMINA has been published since 2022. It is currently published every month a year with e-ISSN: 2963-1181. The Digital Object Identifier (DOI) is assigned to each published article and the journal is indexed by Crossref, GARUDA, Neliti.Com, Dimensions and Google Scholar. Areas of research include, but are not limited to Global Business, Transition Issues, Economic Growth and Development, Economics of Organizations and Industries, Finance and Investment, Strategic Management, Human Resources, Marketing, Innovations, Public Administration and Accountancy.
Articles 926 Documents
Strategi Pemanfaatan Dana Desa Untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal Fitri Adriani
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juli 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i7.1563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemanfaatan dana desa dalam penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. Dana desa yang digulirkan pemerintah merupakan instrumen fiskal yang penting dalam pembangunan pedesaan, sehingga pemanfaatannya perlu diarahkan secara strategis agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji bagaimana pemerintah desa merumuskan program, melibatkan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan budaya lokal untuk menciptakan produk-produk ekonomi kreatif yang memiliki daya saing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang dapat dilakukan meliputi: (1) pemetaan potensi desa secara partisipatif untuk mengidentifikasi peluang usaha kreatif; (2) pengalokasian dana desa secara proporsional terhadap program pemberdayaan ekonomi kreatif; (3) penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran; dan (4) pembangunan jejaring kemitraan dengan pihak swasta, komunitas, maupun lembaga terkait guna memperluas akses pasar. Strategi ini terbukti mampu mendorong tumbuhnya unit-unit usaha kreatif berbasis potensi lokal seperti kerajinan tangan, kuliner khas, hingga pariwisata berbasis budaya yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan dana desa yang terarah pada sektor ekonomi kreatif tidak hanya menciptakan kemandirian desa, tetapi juga memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan daya saing wilayah dalam konteks pembangunan nasional.
Model Pengelolaan Dana Desa Dalam Mendukung Ekonomi Kreatif Dan Umkm Desa Anhar Saputra
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juli 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i7.1564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengelolaan dana desa dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa. Dana desa merupakan instrumen penting dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal, sehingga diperlukan strategi pengelolaan yang tepat, transparan, dan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pemerintah desa mengalokasikan, mengelola, serta memanfaatkan dana desa untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang mampu memperkuat daya saing UMKM desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa yang berbasis partisipasi masyarakat, inovasi program, serta sinergi dengan stakeholder lokal mampu meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi desa. Selain itu, dana desa terbukti dapat menjadi stimulus dalam pembiayaan kegiatan usaha kreatif, pelatihan kewirausahaan, serta pengembangan infrastruktur pendukung UMKM, seperti akses pasar digital dan sarana produksi. Namun demikian, masih ditemukan kendala berupa rendahnya kapasitas manajerial aparatur desa, keterbatasan literasi keuangan masyarakat, dan kurang optimalnya monitoring evaluasi yang menghambat keberlanjutan program. Oleh karena itu, diperlukan model pengelolaan dana desa yang adaptif, berbasis kolaborasi, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat agar UMKM desa dapat tumbuh secara berkesinambungan dan menjadi pilar pembangunan ekonomi lokal.
Inovasi Pemanfaatan Dana Desa Untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Putra Mahendra
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juli 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i7.1565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan dana desa dalam mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif di wilayah pedesaan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya dana desa sebagai instrumen fiskal yang tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta telaah dokumen desa terkait penggunaan dana desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi dana desa yang diarahkan pada program pelatihan keterampilan, pemberian modal usaha, dan pendampingan manajemen usaha mampu mendorong pertumbuhan unit usaha baru di desa serta memperkuat daya saing UMKM lokal. Selain itu, adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program pengembangan ekonomi kreatif menciptakan rasa memiliki yang tinggi terhadap pembangunan desa. Namun demikian, penelitian juga menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia dalam mengelola usaha secara profesional serta kurangnya jaringan pemasaran produk. Oleh karena itu, diperlukan strategi berkelanjutan berupa sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak swasta untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang tangguh. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif mengenai penggunaan dana desa dalam rangka pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Transformasi Ekonomi Desa Melalui Pemanfaatan Dana Desa Pada Sektor Ekonomi Kreatif Khusnul Khotimah
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juli 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i7.1566

Abstract

Transformasi ekonomi desa merupakan salah satu strategi penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan dana desa yang dialokasikan oleh pemerintah. Dana desa tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga diarahkan untuk mendukung sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. Sektor ekonomi kreatif dipandang mampu mendorong kemandirian desa karena melibatkan potensi sumber daya manusia, kearifan lokal, serta inovasi masyarakat dalam menciptakan produk dan jasa bernilai tambah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan dana desa dapat mengakselerasi transformasi ekonomi desa melalui pengembangan ekonomi kreatif, khususnya dalam aspek pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan penguatan kelembagaan ekonomi desa. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa dana desa berkontribusi signifikan terhadap terciptanya lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan daya saing produk lokal. Selain itu, pemanfaatan dana desa pada sektor ekonomi kreatif juga mampu memperluas akses pasar melalui pemanfaatan teknologi digital dan jaringan kemitraan. Namun demikian, tantangan masih ditemui, terutama terkait rendahnya kapasitas manajerial pelaku usaha, keterbatasan inovasi, serta ketergantungan pada dukungan pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan melalui pelatihan berkelanjutan, pendampingan usaha, serta integrasi kebijakan pemerintah desa dengan program pemberdayaan masyarakat. Kesimpulannya, pemanfaatan dana desa pada sektor ekonomi kreatif menjadi katalis penting dalam mewujudkan transformasi ekonomi desa yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
Studi Fenomenologi Terhadap Peran Akuntan Dalam Membangun Etika Profesi Mita Sari
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juli 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i7.1567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran akuntan dalam membangun dan menjaga etika profesi melalui pendekatan fenomenologi. Etika profesi merupakan landasan utama dalam praktik akuntansi, karena akuntan tidak hanya berfungsi sebagai penyaji informasi keuangan, tetapi juga sebagai penjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap profesi. Fenomenologi dipilih sebagai pendekatan karena mampu mengungkap makna subjektif dari pengalaman akuntan dalam menghadapi dilema etis, tekanan eksternal, maupun tuntutan profesional yang sering kali bertentangan dengan nilai moral. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah akuntan yang bekerja di berbagai sektor, seperti akuntan publik, akuntan manajemen, dan akuntan pemerintah, kemudian dianalisis untuk menemukan esensi pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntan memandang etika profesi sebagai bagian integral dari identitas profesional, yang dibentuk melalui pendidikan, kode etik organisasi profesi, serta pengalaman praktik di lapangan. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah tekanan dari atasan, klien, dan kondisi bisnis yang menuntut kompromi terhadap prinsip etis. Namun demikian, akuntan yang memiliki kesadaran etis yang kuat cenderung mampu menolak intervensi yang berpotensi merugikan integritas profesi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pendidikan etika sejak awal, peran organisasi profesi dalam pengawasan, serta dukungan regulasi untuk memastikan akuntan tetap berpegang pada prinsip kejujuran, objektivitas, dan tanggung jawab sosial dalam setiap praktiknya.
Makna Akuntabilitas Publik: Studi Kualitatif Pada Pemerintah Daerah Wardan Wardan
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i8.1568

Abstract

Penelitian ini membahas makna akuntabilitas publik dalam konteks pemerintahan daerah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian berfokus pada bagaimana akuntabilitas dipahami, diimplementasikan, serta dimaknai oleh aktor-aktor birokrasi dan masyarakat dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan. Akuntabilitas publik tidak hanya dipersepsikan sebatas kewajiban administratif untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban, tetapi juga mencakup dimensi moral, etis, dan sosial yang menekankan transparansi, keterbukaan informasi, serta partisipasi publik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta telaah dokumen resmi, kemudian dianalisis dengan pendekatan interpretatif untuk mengungkap pemaknaan subjektif dari para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas publik dalam praktik pemerintahan daerah sering dipengaruhi oleh budaya birokrasi, kepentingan politik, serta tingkat literasi masyarakat terkait hak-hak mereka dalam memperoleh informasi dan berpartisipasi. Akuntabilitas yang ideal dipandang bukan hanya soal pemenuhan regulasi, tetapi juga sebagai upaya membangun kepercayaan publik dan meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini menegaskan bahwa pemaknaan akuntabilitas publik perlu dipahami secara komprehensif, mencakup aspek prosedural maupun substantif, agar mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi literatur tentang governance, serta menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat mekanisme akuntabilitas yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sehingga mampu meningkatkan legitimasi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Eksplorasi Nilai-Nilai Budaya Dalam Praktik Akuntansi: Perspektif Etnografi Maulana Maulana
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i8.1569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai budaya yang memengaruhi praktik akuntansi dengan menggunakan pendekatan etnografi, yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap interaksi sosial, simbol, dan makna yang terinternalisasi dalam kehidupan organisasi. Praktik akuntansi tidak dapat dipandang hanya sebagai proses teknis, melainkan sebagai fenomena sosial yang dipengaruhi oleh sistem nilai, norma, serta tradisi lokal yang membentuk perilaku individu maupun kolektif. Melalui pengamatan partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumen, penelitian ini mengungkap bahwa nilai-nilai budaya seperti gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap otoritas memiliki peran signifikan dalam menentukan bagaimana akuntansi dipraktikkan dalam konteks organisasi tertentu. Temuan menunjukkan bahwa akuntansi berfungsi tidak hanya sebagai alat pengendalian dan pelaporan keuangan, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga harmoni sosial, membangun kepercayaan, serta memperkuat legitimasi organisasi di mata masyarakat. Pendekatan etnografi memungkinkan peneliti untuk menangkap dinamika yang sering terabaikan dalam penelitian kuantitatif, terutama terkait makna simbolik yang melekat pada praktik akuntansi di lapangan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur akuntansi dengan menawarkan perspektif alternatif yang lebih humanis dan kontekstual, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pengembangan sistem akuntansi yang selaras dengan budaya lokal. Dengan demikian, studi ini menegaskan pentingnya pemahaman lintas disiplin antara akuntansi dan antropologi untuk memperkaya analisis praktik akuntansi di berbagai konteks budaya.
Fenomenologi Pengelolaan Keuangan Umkm Dalam Perspektif Pemilik Usaha Wulandari Wulandari
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i8.1570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena pengelolaan keuangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari perspektif pemilik usaha dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Studi ini dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman, strategi, dan tantangan yang dihadapi pemilik UMKM dalam mengelola keuangan usaha sehari-hari, termasuk pencatatan, perencanaan anggaran, pengendalian arus kas, serta pengambilan keputusan finansial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sepuluh pemilik UMKM yang berbeda sektor usaha di wilayah perkotaan dan pedesaan. Analisis data dilakukan menggunakan metode reduksi fenomenologis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari pengalaman subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik UMKM cenderung mengelola keuangan secara intuitif dan adaptif berdasarkan pengalaman pribadi, meskipun terbatasnya pengetahuan akuntansi formal menjadi hambatan utama dalam penerapan praktik keuangan yang sistematis. Selain itu, faktor eksternal seperti ketersediaan akses modal, fluktuasi pasar, dan dukungan jaringan usaha turut memengaruhi strategi pengelolaan keuangan mereka. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman holistik terhadap perspektif pemilik usaha untuk merancang program pelatihan keuangan yang relevan, memfasilitasi akses sumber daya, dan mendorong praktik pengelolaan keuangan yang lebih efektif dalam UMKM. Temuan ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen keuangan UMKM dan menawarkan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan serta lembaga pendukung usaha kecil dalam meningkatkan keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Persepsi Pelaku Umkm Terhadap Pentingnya Transparansi Laporan Keuangan Wiwin Anggraeni
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i8.1571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap pentingnya transparansi laporan keuangan dalam mendukung pengelolaan usaha yang berkelanjutan dan akuntabel. Transparansi laporan keuangan dianggap sebagai salah satu faktor kunci yang memengaruhi pengambilan keputusan strategis, akses terhadap sumber pembiayaan, serta peningkatan kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pelaku UMKM di berbagai sektor usaha. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola pemahaman, sikap, dan pengalaman pelaku UMKM terkait praktik pelaporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM menyadari manfaat transparansi laporan keuangan, terutama dalam hal mempermudah perencanaan keuangan, evaluasi kinerja usaha, serta memperoleh dukungan finansial dari lembaga pemberi modal. Namun, penelitian juga menemukan adanya kendala internal, seperti keterbatasan pengetahuan akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pencatatan yang kurang memadai, yang menjadi penghambat optimalisasi transparansi. Temuan ini menekankan perlunya program pelatihan, pendampingan, dan penyediaan alat bantu manajemen keuangan yang sesuai dengan kapasitas UMKM agar praktik transparansi laporan keuangan dapat diterapkan secara efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen keuangan UMKM dan memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan serta lembaga pendukung UMKM dalam meningkatkan profesionalisme dan keberlanjutan usaha.
Akuntansi Partisipatif Dalam Pengelolaan Dana Desa Muhammad Kurniawan
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i8.1572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi partisipatif dalam pengelolaan dana desa serta implikasinya terhadap transparansi, akuntabilitas, dan pemberdayaan masyarakat desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi laporan keuangan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan, penganggaran, dan pelaporan keuangan desa meningkatkan tingkat kepercayaan warga terhadap pengelolaan dana desa dan memperkuat kontrol sosial dalam penggunaan anggaran. Selain itu, implementasi akuntansi partisipatif mendorong aparatur desa untuk lebih profesional dan akuntabel dalam menyusun laporan keuangan, sehingga meminimalkan potensi penyalahgunaan dana. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan warga dalam evaluasi dan monitoring keuangan desa memperkuat transparansi, mendorong pengambilan keputusan yang lebih inklusif, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti rendahnya pemahaman masyarakat tentang prinsip akuntansi, keterbatasan kapasitas aparatur desa, dan hambatan budaya partisipatif yang perlu diatasi melalui pelatihan, sosialisasi, dan pembinaan berkelanjutan. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dan praktik akuntansi desa yang lebih partisipatif, sekaligus menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dalam merancang strategi pengelolaan dana desa yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, penerapan akuntansi partisipatif dalam pengelolaan dana desa tidak hanya meningkatkan kualitas laporan keuangan desa tetapi juga memperkuat demokrasi lokal dan pemberdayaan komunitas.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL ECONOMINA, September 2026 Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2026 Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL ECONOMINA, Juli 2026 Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL ECONOMINA, Juni 2026 Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL ECONOMINA, Mei 2026 Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL ECONOMINA, April 2026 Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL ECONOMINA, Maret 2026 Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL ECONOMINA, Febuari 2026 Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL ECONOMINA, Januari, 2026 Vol. 4 No. 12 (2025): Vol.4 No.12 (2025): JURNAL ECONOMINA, Desember 2025 Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL ECONOMINA, November 2025 Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL ECONOMINA, Oktober 2025 Vol. 4 No. 9 (2025): JURNAL ECONOMINA, September 2025 Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juli 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL ECONOMINA, Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL ECONOMINA, April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL ECONOMINA, Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL ECONOMINA, Fabuari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL ECONOMINA, Januari 2025 Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL ECONOMINA, Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL ECONOMINA, November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): JURNAL ECONOMINA, Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): JURNAL ECONOMINA, September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): JURNAL ECONOMINA, Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): JURNAL ECONOMINA, Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): JURNAL ECONOMINA, Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): JURNAL ECONOMINA, April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL ECONOMINA, Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL ECONOMINA, Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ECONOMINA, Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): JURNAL ECONOMINA, Desember 2023 Vol. 2 No. 11 (2023): JURNAL ECONOMINA, November 2023 Vol. 2 No. 10 (2023): JURNAL ECONOMINA, Oktober 2023 Vol. 2 No. 9 (2023): JURNAL ECONOMINA, September 2023 Vol. 2 No. 8 (2023): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2023 Vol. 2 No. 7 (2023): JURNAL ECONOMINA, Juli 2023 Vol. 2 No. 6 (2023): JURNAL ECONOMINA, Juni 2023 Vol. 2 No. 5 (2023): JURNAL ECONOMINA, Mei 2023 Vol. 2 No. 4 (2023): JURNAL ECONOMINA, April 2023 Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL ECONOMINA, Maret 2023 Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL ECONOMINA, Februari 2023 Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL ECONOMINA, Januari 2023 Vol. 1 No. 4 (2022): JURNAL ECONOMINA, Desember 2022 Vol. 1 No. 3 (2022): JURNAL ECONOMINA, November 2022 Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL ECONOMINA, Oktober 2022 Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL ECONOMINA, September 2022 More Issue