cover
Contact Name
ASTARI WULANDARI
Contact Email
astari@untagsmg.ac.id
Phone
+6285727840001
Journal Mail Official
astari@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : 08534748     EISSN : 29617030     DOI : https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2
Core Subject : Engineering,
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025" : 13 Documents clear
Kesesuaian Penerapan Konsep Transit Oriented Development (TOD) terhadap Rute BRT Trans Semarang Koridor 7 Berdasarkan Persepsi Pengguna Agus Sarwo Edy Sudrajat; Lani Aulia Maharani
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.313

Abstract

Transportasi memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat, namun juga memicu berbagai permasalahan, terutama di kawasan urban. Transit Oriented Development (TOD) merupakan pendekatan tata ruang yang mengintegrasikan transportasi dan tata guna lahan untuk meningkatkan efisiensi pergerakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penerapan prinsip TOD pada rute BRT Koridor 7 berdasarkan persepsi pengguna dalam radius 800 meter. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan dasar pemikiran deduktif serta menggunakan metode survei dan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling dengan jumlah 6 halte BRT dan pengguna BRT sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis spasial buffer, skoring, dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan analisis spasial hanya 14–28% halte Koridor 7 memenuhi prinsip TOD dan tergolong kategori rendah. Sedangkan berdasarkan hasil persepsi pengguna mencatat skor 3,541 (33,09%) yang mengindikasikan tingkat kesesuaian sedang. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh perbedaan indikator: analisis spasial mengacu pada prinsip 3D (Diversity, Density, Design), sedangkan survei persepsi berdasarkan pada prinsip 8 ITDP (2017). Hasil penelitian menegaskan pentingnya integrasi pendekatan spasial dan persepsi pengguna dalam menilai kesesuaian TOD untuk optimalisasi transportasi massal di Kota Semarang.
Urban Farming Sebagai Strategi Penataan Ruang Mikro: Studi Kasus Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan Abdullah Ali; Dwi Aryanti; Erita Oktasari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.327

Abstract

Urban farming tidak hanya menjadi strategi ketahanan pangan perkotaan, tetapi juga pendekatan spasial dalam menata ruang mikro di kawasan padat penduduk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi urban farming dalam optimalisasi ruang sempit melalui pendekatan arsitektur mikro dan pemberdayaan komunitas. Lokasi penelitian adalah Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan, yang memiliki karakter spasial padat dan terbatas namun aktif mengembangkan kebun komunitas berbasis rumah tangga. Pendekatan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus digunakan untuk mengidentifikasi pola adaptasi ruang dan transformasi fungsi ruang residual menjadi produktif secara ekologis dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urban farming berperan sebagai penghubung antar-ruang, media ekologis pasif, serta wadah rekreasi mikro komunitas. Penataan ruang mikro dilakukan melalui partisipasi warga dikoordinir oleh tim penggerak PKK, pemrograman urban farming berbasis komunitas, dengan pengelolaan air limbah rumah tangga sederhana. Penelitian ini memperkuat urgensi integrasi arsitektur lanskap mikro dan strategi ketahanan komunitas dalam penataan ruang kota yang berkelanjutan dengan pendekatan urban farming.
Kajian Langgam Arsitektur Fasad Bangunan Sisi Barat Jalan Malioboro Yogyakarta Dwi Ely Wardani
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i1.356

Abstract

Era baru dan alih fungsi bangunan membawa dampak perubahan pada fasad bangunan dari langgam arsitektur aslinya, hal tersebut juga terjadi di Jalan Malioboro yang merupakan kawasan Cagar Budaya dan tujuan wisata. Kajian Langgan Arsitektur Fasad Bangunan Sisi barat Jalan Malioboro adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mempertankan nilai historis kawasan dan mengembalikan visual arsitektur yang berada di poros imajiner Sumbu Filosofis. Penelitian ini berdasar pada sebuah kajian yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis langgam Arsitektur fasad bangunan komersial khususnya di sisi Barat Jalan Malioboro. Dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam menghasilkan suatu dokumen perencanaan teknis fasad sumbu filosofi yang sesuai dengan langgam arsitektur aslinya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu sebuah metode yang memberikan gambaran atau mendeskripsikan detail dari objek penelitian, dimana dalam prosesnya dimulai dengan mengumpulkan data-data melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur. Sedangkan analisis, dilakukan terhadap elemen-elemen fasad bangunan yang meliputi elemen bentuk, ornamen, komposisi simetri, irama, geometri, unsur warna, pintu, jendela dan bentuk atap bangunan.
Kajian Daya Tarik Wisata pada Kompleks Makam Sunan Giri Indra Maulana Sunarto; Ibrahim Tohar; Suko Istijanto
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2351

Abstract

Kompleks Makam Sunan Giri merupakan salah satu tujuan wisata religi yang cukup dikenal di Provinsi Jawa Timur. Destinasi ini masih menjadi favorit karena masyarakat di sekitarnya dikenal memiliki tingkat religiusitas yang  tinggi.  Kabupaten  Gresik  sendiri  sering  dijuluki  sebagai  Kota  Santri  atau  Kota  Wali,  sehingga  potensi pengembangan wisata religi di wilayah ini sebenarnya sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daya  tarik  wisata  yang  dimiliki  Kompleks  Makam  Sunan  Giri  di  Gresik.  Pendekatan  yang  digunakan  adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aksesbilitas menuju kompleks makam Sunan Giri perlu banyak  perbaikan dengan cara  pelebaran jalan  untuk akses menurunkan penumpang  dari  area parkiran utama wisata. Atraksi yang dilakukan yaitu Ziarah wali, berbelanja kuiner dan oleh – oleh khas Gresik dan berwisata edukasi sejarah. Amenitas tergolong cukup lengkap namun perlu untuk di kelolah dengan baik. Dalam pengelolahan destinasi perlu memikirkan tentang perencanaan, perorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. 
Evaluasi Kualitas Lingkungan Permukiman Pesisir Kampung Tua Tanjung Piayu, Kota Batam Stivani Ayuning Suwarlan; Kory Keith Ping; Willy; Evelyn Thalia; -, I Gusti Ngurah Anom Gunawan
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2678

Abstract

Kampung Tua Tanjung Piayu merupakan salah satu permukiman pesisir di Kota Batam yang memiliki potensi ekologis dan sosial yang signifikan. Namun, kawasan ini menghadapi berbagai tantangan lingkungan sebagai akibat dari tekanan urbanisasi dan kurangnya infrastruktur dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas lingkungan fisik permukiman dengan pendekatan kuantitatif. Analisis dilakukan terhadap enam variabel: kepadatan bangunan, tata letak bangunan, vegetasi, lebar dan kondisi jalan, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan interpretasi citra satelit, lalu dianalisis menggunakan metode skoring tertimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar blok permukiman memiliki kepadatan dan vegetasi yang baik, namun masih lemah pada aspek keteraturan tata ruang dan fasilitas umum. Temuan ini menjadi dasar penting dalam merumuskan strategi perencanaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi pengembangan wilayah pesisir.
Analisis Kenyamanan Termal pada Rumah Tradisional Melayu “Limas Potong” Pulau Batam Jeanny Laurens Pinassang; Stivani Ayuning Suwarlan; Gladies Imanda Utami Rangkuty
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2728

Abstract

Urbanisasi yang berkembang pesat telah menjadi isu utama dalam peningkatan konsumsi energi di wilayah perkotaan. Sebagian besar rumah-rumah di zona permukimam pada zaman kini juga dikonstruksi melekat satu sama lain, menyebabkan ventilasi udara alami bekerja tidak optimal dan mengharuskan para penghuni untuk menggunakan alat pengontrol termal untuk mencapai kenyamanan termal mereka. Dengan menggunakan metode eksperimen kuantitatif melalui simulasi digital, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apabila bentukan rumah panggung seperti Rumah Limas Potong mampu mencapai kenyamanan termal untuk penggunaannya di masa depan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rumah panggung mustahil untuk meraih kenyamanan termal dengan iklim tropis terkini. Perlu dilakukan lagi eksperimen waktu-nyata pada rumah-rumah panggung dengan atau tanpa sistem pendinginan pasif untuk hasil dan akurasi yang lebih baik dalam meraih permukiman yang hemat energi.
Kajian Literatur Fleksibilitas Ruang dalam Bangunan Publik untuk Mendukung Pendidikan Anak Usia Dini Satriansyah Akhlaqul Karima; Firman Hawari; Susy Budi Astuti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2747

Abstract

Perkembangan anak usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan dasar kemampuan kognitif, sosial, dan emosional manusia, terutama pada usia 3-4 tahun yang dikenal sebagai masa golden age. Lingkungan belajar yang mendukung menjadi elemen penting dalam membantu anak mengembangkan potensi secara optimal. Banyak lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memanfaatkan bangunan publik sebagai tempat pembelajaran, yang sering kali juga digunakan untuk berbagai fungsi lainnya. Bangunan publik yang bersifat multifungsi ini menghadirkan tantangan, terutama dalam hal adaptasi fungsi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tanpa mengganggu fungsi lainnya. Konsep fleksibilitas ruang menjadi solusi utama dalam menghadapi tantangan tersebut, melalui desain yang adaptif dan mampu mengakomodasi beragam aktivitas secara harmonis. Pendekatan literature review penelitian ini akan menganalisis berbagai studi kasus pemanfaatan bangunan publik untuk pendidikan PAUD. Temuan menunjukkan bahwa fleksibilitas ruang tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan ruang, tetapi juga berkontribusi pada kolaborasi sosial dan pengembangan desain ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kajian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan konsep ruang multifungsi untuk mendukung pendidikan dan kebutuhan masyarakat secara bersamaan.
Identifikasi Kebutuhan Ruang Berdasarkan Potensi Subsektor Ekonomi Kreatif pada Bogor Creative Center Diky Pangestu; Raziq Hasan; Lia Rosmala Schiffer; Yonav Partana
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2765

Abstract

Pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat kota menuntut tersedianya ruang yang mendukung aktivitas produksi, kolaborasi, dan pengembangan komunitas kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan ruang berdasarkan subsektor ekonomi kreatif dominan di Kota Bogor, dengan fokus pada Bogor Creative Center (BCC) sebagai fasilitas utama. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsektor kuliner, musik, dan kriya merupakan sektor dengan komunitas terbanyak dan aktivitas yang paling aktif. Namun, fasilitas ruang yang tersedia belum sepenuhnya mendukung kebutuhan spesifik masing-masing subsektor. Seperti pada ruang workshop kuliner belum tersedia, studio musik belum memenuhi standar akustik dan peredaman suara, dan ruang kriya belum dilengkapi zona kerja yang memadai. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan desain ruang yang lebih adaptif dan partisipatif, termasuk penyediaan dapur terbuka, studio terinsulasi, serta ruang kriya semi terbuka yang mendukung kegiatan produksi dan edukasi. Penyesuaian desain ruang yang berbasis kebutuhan subsektor diharapkan dapat meningkatkan efektivitas Bogor Creative Center sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Evaluasi Tingkat Kekompakan Kawasan Perkotaan Baru Bukit Halimun dalam Konteks Pencegahan Urban Sprawl Muhammad Faqih Imawan Hipan; Nedyomukti Imam Syafii
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2853

Abstract

Fenomena urbanisasi yang terjadi di berbagai kota di Indonesia telah mendorong pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang berlangsung sangat cepat. Dampak dari kondisi ini adalah terjadinya pembangunan di wilayah pinggiran kota, yang dikenal sebagai urban sprawl. Fenomena tersebut tidak hanya menyebabkan penggunaan lahan menjadi tidak teratur dan kurang optimal, tetapi juga mengakibatkan berkurangnya ruang terbuka hijau akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan terbangun yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kuantitatif yang bersifat preskriptif dengan cara melibatkan teori compact city sebelum melakukan analisis tingkat kekompakan rencana eksisting kawasan melalui perhitungan terkait atribut – atribut compact city. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kekompakan kawasan Bukit Halimun berada dalam kategori cukup. Namun demikian, masih terdapat dua aspek penting yang perlu ditingkatkan, yaitu kepadatan penduduk yang masih tergolong rendah dan sistem transportasi umum yang tergolong buruk.
Tinjauan Literatur Strategi Navigasi Navigasi Pengguna berdasarkan Klasifikasi Perilaku Wayfinding Barker Melania Tirza Sahay; Firman Hawari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2863

Abstract

Wayfinding adalah proses mencari dan menentukan arah untuk mencapai tujuan dalam suatu lingkungan. Menurut Passini (1984), proses wayfinding meliputi tiga tahap utama: pengambilan keputusan, pelaksanaan keputusan, dan pemrosesan informasi. Proses ini melibatkan berbagai perilaku dan strategi navigasi yang berbeda tergantung perbedaan individual dan keadaan lingkungan. Studi ini mengkaji strategi navigasi berdasarkan klasifikasi perilaku wayfinding Barker (2019), yang mengelompokkan perilaku ke dalam tiga kategori utama: sosial, semantik, dan spasial. Berdasarkan Barker (2019) dan Dalton dkk. (2019) perilaku sosial melibatkan penggunaan informasi dari interaksi atau tindakan orang lain. Perilaku semantik menggunakan simbol dan petunjuk. Sedangkan perilaku spasial bergantung pada elemen fisik dan model kognitif di lingkungan. Melalui pencarian di berbagai database ilmiah, ditemukan 40 artikel yang diterbitkan antara tahun 1980 hingga 2025, dengan persentase penelitian terbaru dalam 10 tahun terakhir sekitar 60% yang dianalisis dalam kajian ini. Hasil dari tinjauan literatur ini menemukan bahwa individu dari berbagai kondisi dan latar belakang memiliki strategi navigasi yang berbeda, ada yang menggunakan perilaku sosial, perilaku semantik, atau perilaku spasial, bahkan ditemukan pula perilaku kombinasi. Pemahaman yang mendalam terhadap variasi perilaku ini memberikan implikasi penting dalam perancangan elemen arsitektur interior maupun sistem navigasi yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan seluruh pengguna.  

Page 1 of 2 | Total Record : 13