cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285274444040
Journal Mail Official
humanisma.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam
ISSN : 25493809     EISSN : 25494198     DOI : https://dx.doi.org/10.30983/alhurriyah
Al Hurriyah: Jurnal Hukum Islam is a journal which publishes the research results related to the Islamic law from various disciplines or interdisciplinary such as Sharia Economy Law or Islamic Economy Law/Muamalah, Islamic Constitutional Law/Siyasah, Islamic Family law/Ahwal Al-Shakhsiyah, Islamic Criminal Law/Jinayah, Islamic Law Methodology or Methodology of Islamic Law/Maqashid Sharia, and Sociology of Islamic Law. The editorial team invites the researchers, scholars, and Islamic studies and social observers to submit the research result article which has never been published in the media or other journals. Al Hurriyah is published twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2023): June 2023" : 15 Documents clear
Review of Islamic Law on the Practice of "Paylater" in Buying and Selling Transactions Achmanda, Shevira Arista
Alhurriyah Vol 8 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.5262

Abstract

PayLater is a financial facility in the form of a payment method with installments without a credit card. E-commerce transactions are legal as long as the goods sold are in accordance with the details, pictures, and illustrations displayed on the internet page. This research is included in the category of literature study, and if viewed from the side of the research paradigm, it is a type of descriptive-qualitative research. After an in-depth study, it was concluded that if the practise of PayLater in buying and selling transactions is allowed for clear contractual reasons and judging from the general argument that allows it and also the nash that prohibits it, it does not exist. The important thing is that the price increase on the suspension is still at a fair and reasonable price, and there is no element of coercion between the two parties. However, it needs to be balanced based on an understanding of the potential risks it poses, such as consumptive and the risk of debt, if not used wisely and carefully.PayLater adalah sebuah fasilitas keuangan yang berupa metode pembayaran dengan cicilan tanpa adanya kartu kredit. Transaksi e-commerce sah hukumnya selama barang yang dijual belikan sesuai dengan rincian, gambar dan ilustrasi yang dipajang di laman internet. Penelitian ini termasuk kategori studi literature yang ditinjau dari sisi paradigma penelitian maka termasuk jenis penelitian deskriptif-kualitatif. Setelah dilakukan kajian mendalam diperoleh sebuah kesimpulan bahwa praktik PayLater dalam transaksi jual beli diperbolehkan dengan alasan akad yang jelas dan karena dilihat dari dalil umum yang membolehkan dan juga nash yang mengharamkannya tidak ada, yang penting penambahan harga pada penangguhannya masih dengan harga yang pantas dan sewajarnya, dan tidak ada unsur pemaksaan antara kedua belah pihak. Namun perlu diimbangi berdasarkan pemahaman atas potensi risiko yang ditimbulkannya, seperti konsumtif dan resiko berhutang jika tidak dipergunakan secara bijaksana dan seksama
The Application of Underage Marriage in the Islamic Religious Council Patani Region of Southern Thailand FA, Jalaluddin; RH, Mustiah; Fitra, Tasnim Rahman; Salaemaeng, MR Ibroheng
Alhurriyah Vol 8 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.5471

Abstract

The aim of this research is to know the application of underage marriage that was carried out in the Islamic Religious Council of the Patani Region of Southern Thailand and to find out the views of Islamic law on the application of underage marriage that were determined by the Islamic Religious Council. Southern Thailand, Patani Region The Islamic Religious Council of the Patani Region has regulated an age limit for couples who will marry. Even though the age limit has been regulated, there are still underage marriages that are carried out. In this study, the researchers used a type of empirical juridical research with a sociological approach. The results of this study indicate that the application of underage marriage must be carried out by complying with the rules regulated by the Islamic Religious Council of the Patani Region and the rules issued by the Islamic Religious Council of Thailand in 2018 AD. The application of underage marriage carried out in the Religious Council Islam Patani Territory is a legal marriage, does not violate Islamic laws, and can be done by fulfilling the pillars and conditions according to Islamic law.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  penerapan perkawinan di bawah umur yang dilaksanakan di Majelis Agama Islam Wilayah Patani Thailand Selatan dan untuk mengetahui pandangan hukum Islam terhadap penerapan perkawinan di bawah umur yang di tetapkan oleh Majelis Agama Islam Wilayah Patani Thailand Selatan. Majelis Agama Islam Wilayah Patani telah mengatur batas usia bagi pasangan yang akan melaksanakan perkawinan. meskipun suda diatur batas usia tersebut tetap saja masih ada pernikahan dibawah umur yang terlaksana. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan perkawinan di bawah umur harus dilaksanakan dengan memenuhi aturan-aturan yang di tetapkan oleh Majelis Agama Islam Wilayah Patani dan aturan yang di keluarkan Majelis Agama Islam Thailand tahun 2018 M. Penerapan perkawinan di bawah umur yang di laksanakan di Majelis Agama Islam Wilayah Patani adalah perkawinan yang sah dan tidak melanggarkan hukum-hukum Islam dan bisa di lakukan dengan memenuhi rukun dan syarat menurut hukum Islam.
Cryptocurrency As A Means of Investment and Payment on Islamic Law Perspective Wandri, Amra; Arsal, Arsal; Rahmiati, Rahmiati; Imran, Maizul
Alhurriyah Vol 8 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.6160

Abstract

Advances in science and technology affect people's lifestyles, including the field of muamalah. Cryptocurrency is used as a means of investment and payment transactions in the modern era. The need for ijtihad to address the presence of digital currencies in Islamic law because it is a new problem and there is a discourse of contemporary Indonesian scholars who approve and prohibit it. The research aims to uncover and find legal solutions of the use of Cryptocurrency as an investment and payment tool. The research method uses descriptive-qualitative literature studies. The results of the study found that the use of Cryptocurrency as an investment tool prohibited because there is a vagueness of the object, has no asset guarantee and high elements of gharar. While its function as a medium of exchange in the digital era in Islamic law is not prohibited on the condition that the transaction has agreed and understood each other's mechanisms and there is legality from the government.Kemajuan sains dan teknologi mempengaruhi gaya hidup masyarakat tak terkecuali bidang muamalah. Temuan Cryptocurrency digunakan sebagai alat investasi dan transaksi pembayaran di era modern. Perlunya ijtihad menyikapi kehadiran mata uang digital dalam hukum Islam karena termasuk persoalan baru dan terjadi diskursus ulama kontemporer Indonesia yang menyetujui dan melarangnya. Penelitian bertujuan untuk mengungkap dan menemukan solusi hukum dari penggunaan Cryptocurrency sebagai alat investasi dan pembayaran. Metode penelitian menggunakan studi literature yang bersifat deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan Cryptocurrency sebagai alat investasi tidak boleh digunakan, sebab ada ketidakjelasan objeknya, tidak punya jaminan aset serta tinggi unsur gharar-nya. Sedangkan fungsinya sebagai alat tukar di era digital dalam hukum Islam tidak dilarang dengan syarat yang bertransaksi itu telah sepakat dan saling memahami mekanismenya serta ada legalitas dari pemerintahan.
The Influence of Customs in the Sanctioning of Islamic Law and State Law in Malaysia Mohamad, Mohd Nasran bin; Ismail, Ismail
Alhurriyah Vol 8 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.6161

Abstract

This research aims to examine how Malaysia strives to harmonies the formulation of Civil law, Shariah law, and customary law in its legal system. In 1422, the Law of the Malacca Code was Islamic law and a custom practiced and spread into the Law of the Pahang Code, the Law of Kedah, and the Law of 99 Perak. After the arrival of the British in Malaya, one of the conditions of Malaysia's independence was the adoption of English law based on Common Law with Islam as the official religion of the Federation of Malaysia. This study concludes that first, customary law exerted a significant influence in the formation of laws in Malaysia, as evidenced by the development of laws in Malaysia through the pre-colonial phase of the British occupation, which practiced Islamic law mixed with customary laws, and phases after British colonialism. Second, the global situation in Malaysia does not weaken the development of Islamic law through sanctions, so the relationship between Islamic law and Customs is strengthened by the Malaysian customary constitutional system, Islamic family law, and Islamic jinayah law.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Malaysia berusaha mengharmonikan penggubalan  undang-undang Sivil, undang-undang Shariah dan undang adat dalam sistem undang-undang nya. Pada tahun 1422 Hukum Kanun Melaka adalah undang-undang Islam dan adat yang diamalkan dan tersebar menjadi Hukum Kanun Pahang, Undang-undang Kedah dan Undang-undang 99 Perak. Setelah kedatangan British di Tanah Melayu, salah satu syarat  kemerdekaan Malaysia ialah penerimaan undang-undang Inggeris berasaskan Common Law dengan Islam sebagai agama rasmi bagi Persekutuan Malaysia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertama, hukum adat memberikan pengaruh yang signifikan dalam pembentukan undang-undang di Malaysia dibuktikan dengan perkembangan undang-undang di Malaysia melalui fase sebelum penjajahan British yang mengamalkan undang-undang Islam bercampur dengan undang-undang adat dan fase setelah penjajahan Inggeris. Kedua, situasi global di Malaysia tidak membuat pelemahan terhadap perkembangan hukum Islam melalui pengkanunan, justru antara hukum Islam dan hukum Adat mengalami penguatan pada sistem perlembagaan adat Malaysia, undang-undang kekeluargaan Islam dan undang-undang jinayah Islam.
Communication of Married Couple Affected by Layoffs During the Covid-19 In Lamongan, East Java Shodiq, Ja'far; Kasumawati, Devi
Alhurriyah Vol 8 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.6179

Abstract

The COVID-19 epidemic has had a significant impact on the lives of people all over the world, particularly in the economic sphere, which has driven to a strategy of eliminating employees (PHK). Some individuals, including those in the Lamongan Regency, were laid off. Therefore, the family's primary source of income stagnates. In fact, living is one of the most essential elements for constructing a sakinah family. In 2021, there are 455 divorce cases in the Lamongan Regency, of which 40% are a result of family economic crisis. Therefore, it is fascinating to examine how husbands and wives who were laid off during the Covid-19 pandemic interacted to establish a sakinah household.Pandemi COVID-19 telah memberikan pengaruh pada kehidupan masyarakat di dunia, terutama di bidang ekonomi yang menyebabkan adanya kebijakan pengurangan tenaga kerja melalui pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebagian masyarkat kehilangan pekerjaannya, termasuk di Kabupaten Lamongan. Sehingga sumber pemasukan untuk memberi nafkah pada keluarga menjadi terhenti. Padahal, nafkah menjadi salah satu komponen penting untuk membina keluarga yang sakinah. Pada tahun 2021, terdapat 455 kasus perceraian di Kabupaten Lamongan dan 40% disebabkan oleh masalah ekonomi keluarga. Dengan demikian, menjadi menarik untuk meneliti cara komunikasi suami-istri yang terkena PHK selama masa pandemi Covid-19 untuk mewujudkan keluarga yang sakinah.
Contextualization of Maqashid Sharia Towards the Use of Sex Toys for Married Couples Juniarti, Wiwi; Shafra, Shafra
Alhurriyah Vol 8 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.6189

Abstract

Sex toys are sex aids used to satisfy one's lust. Generally sex toys are used by single people. Then sex toys are also used by some married couples.This paper aims to examine the maqashid syariah review of the use of sex toys for married couples by focusing on two questions. First, the law uses sex toys for husband and wife. Second, how is the maqasid sharia review regarding the use of sex toys for married couples. The type of research in this paper is library research with a qualitative approach. Data collection is done by reading books, journals, articles related to the research being carried out. Then analyzed by deductive method. Based on the study of Islamic law, the use of sex toys for married couples is unlawful, this follows the istimnā’  (masturbation/onanism). In the perspective of maqasid sharia, the use of sex toys has a negative impact on health and psychological (mental). Even these sex toys, if used for a long time, make the wearer addicted to the tool. So that the impact on household disharmony. However, in an emergency such as LDR (long distance relationship), one partner suffers from a disease and a condition of sexual libido that cannot be controlled, so that the use of sex toys for married couples can be tolerated. The goal is to avoid adultery and maintain the integrity of the marriage.Seks toys merupakan alat bantu seks yang dipakai untuk memuaskan birahi seseorang. Umumnya seks toys ini digunakan oleh orang yang melajang. Kemudian seks toys ini digunakan juga oleh sebahagian pasangan suami istri. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji konteksasi maqashid syariah terhadap penggunaan seks toys bagi pasangan suami istri dengan memfokuskan pada dua pertanyaan. Pertama, hukum menggunakan seks toys bagi suami isteri. Kedua, bagaimana konteksasi maqasid syariah atas penggunaan seks toys bagi pasangan suami isteri tersebut. Jenis penelitian ini adalah library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca buku, jurnal, artikel yang berhubungan dengan kajian yang dilakukan. Selanjutnya dianalisis dengan metode deduktif. Berdasarkan kajian hukum Islam, penggunaan seks toys bagi pasangan suami istri hukumnya haram. Hal ini mengikuti hukum istimnā’  (masturbasi/onani). Dalam perspektif maqashid syariah penggunaan seks toys berakibat negatif terhadap kesehatan dan psikologis (mental). Bahkan seks toys ini jika digunakan dalam jangka panjang, membuat pemakainya ketergantungan dengan alat tersebut. Sehingga berdampak pada ketidakharmonisan rumah tangga. Akan tetapi dalam kondisi darurat seperti LDR (long distance relationship), salah satu pasangan menderita penyakit serta kondisi libido seks yang tidak bisa dikendalikan, maka penggunaan seks toys bagi pasangan suami isteri tersebut dapat ditoleransi. Tujuannya agar terhindar dari zina dan perkawinannya tetap utuh.
Layoff Worker Efforts to Meet the Families Needs During the Covid-19: Indonesian Marriage Law Perspective Musyafaah, Nur Lailatul; Luthfi F, Dista Nada; Apriliyana, Daning Dwi; Rahman, Kharisma Aulia
Alhurriyah Vol 8 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.6240

Abstract

During the Covid-19 pandemic, many workers experienced layoffs, as experienced by some residents of the Takeran District. Layoffs have an impact on the family's economy. This article discusses workers' efforts to be laid off to meet their families' needs during the Covid-19 pandemic. The research is conducted in Takeran, Magetan, East Java, Indonesia. Data is collected through interviews with three families, observation in Takeran, and documentation about the worker's efforts, and then it is analyzed using descriptive analysis. The study showed that the workers’ layoffs during the Covid-19 pandemic affected their families' economic conditions. They switched professions to meet their families' needs; some became farmworkers, vegetable sellers, and online motorcycle taxi drivers. Their income is insufficient for their needs, so their wives work to help the family economy. Their efforts can meet the needs of families during this pandemic..Pada masa pandemi Covid-19 banyak pekerja yang mengalami PHK, sebagaimana yang dialami beberapa warga Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provisi Jawa Timur, Indonesia. Hal tersebut berimbas pada pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Artikel ini membahas tentang upaya korban pemutusan hubungan kerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga pada masa pandemic Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilakukan di Takeran, Magetan, Jawa Timur, Indonesia. Data dihimpun melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan menggunakan pola pikir deduktif. Hasil penelitian menimpulkan bahwa korban PHK di masa pandemi Covid-19 mempengaruhi kondisi perekonomian keluarga. Karena itu suami beralih profesi untuk tetap memenuhi kebutuhan rumah tangga, ada yang menjadi buruh tani, penjual sayur dan driver ojek online. Penghasilan tersebut kurang mencukupi kebutuhan keluarga maka istri bekerja membantu perekonomian keluarga. Kerjasama tersebut mampu memenuhi kebutuhan keluarga pada masa pandemic ini.
Review of Islamic Law on the Practice of "Paylater" in Buying and Selling Transactions Achmanda, Shevira Arista
Alhurriyah Vol 8 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.5262

Abstract

PayLater is a financial facility in the form of a payment method with installments without a credit card. E-commerce transactions are legal as long as the goods sold are in accordance with the details, pictures, and illustrations displayed on the internet page. This research is included in the category of literature study, and if viewed from the side of the research paradigm, it is a type of descriptive-qualitative research. After an in-depth study, it was concluded that if the practise of PayLater in buying and selling transactions is allowed for clear contractual reasons and judging from the general argument that allows it and also the nash that prohibits it, it does not exist. The important thing is that the price increase on the suspension is still at a fair and reasonable price, and there is no element of coercion between the two parties. However, it needs to be balanced based on an understanding of the potential risks it poses, such as consumptive and the risk of debt, if not used wisely and carefully.PayLater adalah sebuah fasilitas keuangan yang berupa metode pembayaran dengan cicilan tanpa adanya kartu kredit. Transaksi e-commerce sah hukumnya selama barang yang dijual belikan sesuai dengan rincian, gambar dan ilustrasi yang dipajang di laman internet. Penelitian ini termasuk kategori studi literature yang ditinjau dari sisi paradigma penelitian maka termasuk jenis penelitian deskriptif-kualitatif. Setelah dilakukan kajian mendalam diperoleh sebuah kesimpulan bahwa praktik PayLater dalam transaksi jual beli diperbolehkan dengan alasan akad yang jelas dan karena dilihat dari dalil umum yang membolehkan dan juga nash yang mengharamkannya tidak ada, yang penting penambahan harga pada penangguhannya masih dengan harga yang pantas dan sewajarnya, dan tidak ada unsur pemaksaan antara kedua belah pihak. Namun perlu diimbangi berdasarkan pemahaman atas potensi risiko yang ditimbulkannya, seperti konsumtif dan resiko berhutang jika tidak dipergunakan secara bijaksana dan seksama
The Application of Underage Marriage in the Islamic Religious Council Patani Region of Southern Thailand FA, Jalaluddin; RH, Mustiah; Fitra, Tasnim Rahman; Salaemaeng, MR Ibroheng
Alhurriyah Vol 8 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.5471

Abstract

The aim of this research is to know the application of underage marriage that was carried out in the Islamic Religious Council of the Patani Region of Southern Thailand and to find out the views of Islamic law on the application of underage marriage that were determined by the Islamic Religious Council. Southern Thailand, Patani Region The Islamic Religious Council of the Patani Region has regulated an age limit for couples who will marry. Even though the age limit has been regulated, there are still underage marriages that are carried out. In this study, the researchers used a type of empirical juridical research with a sociological approach. The results of this study indicate that the application of underage marriage must be carried out by complying with the rules regulated by the Islamic Religious Council of the Patani Region and the rules issued by the Islamic Religious Council of Thailand in 2018 AD. The application of underage marriage carried out in the Religious Council Islam Patani Territory is a legal marriage, does not violate Islamic laws, and can be done by fulfilling the pillars and conditions according to Islamic law.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  penerapan perkawinan di bawah umur yang dilaksanakan di Majelis Agama Islam Wilayah Patani Thailand Selatan dan untuk mengetahui pandangan hukum Islam terhadap penerapan perkawinan di bawah umur yang di tetapkan oleh Majelis Agama Islam Wilayah Patani Thailand Selatan. Majelis Agama Islam Wilayah Patani telah mengatur batas usia bagi pasangan yang akan melaksanakan perkawinan. meskipun suda diatur batas usia tersebut tetap saja masih ada pernikahan dibawah umur yang terlaksana. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan perkawinan di bawah umur harus dilaksanakan dengan memenuhi aturan-aturan yang di tetapkan oleh Majelis Agama Islam Wilayah Patani dan aturan yang di keluarkan Majelis Agama Islam Thailand tahun 2018 M. Penerapan perkawinan di bawah umur yang di laksanakan di Majelis Agama Islam Wilayah Patani adalah perkawinan yang sah dan tidak melanggarkan hukum-hukum Islam dan bisa di lakukan dengan memenuhi rukun dan syarat menurut hukum Islam.
Analysis of Islamic Law of Working Capital Finance Practises for UMKM at PT PNM Mekaar Syariah, Labuapi, West Lombok Hamsah, Yudi
Alhurriyah Vol 8 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.6096

Abstract

This article contains an analysis of Islamic law on the practice of working capital financing for UMKM at PT PNM Mekaar Syariah, Labuapi Branch, West Lombok's. This study aims to determine the status of Islamic law on the practice of UMKM working capital financing at PT PNM Mekaar Syariah. This research is included in the type of field research that uses an normative-empirical approach in which the researcher looks at phenomena that occur in the field and then compares them with the provisions of Islamic law. The results of this study indicate that the practise of Working Capital Financing for UMKM PT PNM Mekaar Syariah, Labuapi, West Lombok is not in accordance with the fiqh muamalah law. This is because, in the practise of financing business capital at PT PNM Mekaar Syariah, Labuapi, West Lombok, it uses a murabahah contract in carrying out an agreement with a wakalah contract where the customer is given the power to buy goods according to their needs, but there are some customers who do not use the capital as they should be.Artikel ini memuat tentang analisis hukum Islam terhadap praktik pembiayaan modal kerja bagi UMKM pada PT PNM Mekaar Syariah cabang Labuapi, Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hukum Islam terhadap praktik pembiayaan modal kerja UMKM pada PT PNM Mekaar Syariah. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan normatif-empiris yang mana peneliti melihat fenomena yang terjadi di lapangan kemudian dikomparasikan dengan ketentuan hukum Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Praktik Pembiayaan Modal Kerja UMKM PT PNM Mekaar Syariah cabang Labuapi Lombok Barat tidak sesuai dengan kaidah hukum fiqh muamalah. Hal ini dikarenakan dalam praktik pembiayaan modal usaha di PT PNM Mekaar Syariah cabang Labuapi, Lombok Barat menggunakan akad murabahah dalam melakukan perjanjian dengan akad wakalah yang dimana pihak nasabah diberikan kuasa untuk membeli barang sesuai dengan kebutuhannya, akan tetapi ada sebagian nasabah tidak menggunakan modal tersebut sebagaimana mestinya.

Page 1 of 2 | Total Record : 15