cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285274444040
Journal Mail Official
humanisma.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam
ISSN : 25493809     EISSN : 25494198     DOI : https://dx.doi.org/10.30983/alhurriyah
Al Hurriyah: Jurnal Hukum Islam is a journal which publishes the research results related to the Islamic law from various disciplines or interdisciplinary such as Sharia Economy Law or Islamic Economy Law/Muamalah, Islamic Constitutional Law/Siyasah, Islamic Family law/Ahwal Al-Shakhsiyah, Islamic Criminal Law/Jinayah, Islamic Law Methodology or Methodology of Islamic Law/Maqashid Sharia, and Sociology of Islamic Law. The editorial team invites the researchers, scholars, and Islamic studies and social observers to submit the research result article which has never been published in the media or other journals. Al Hurriyah is published twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 410 Documents
The Influence of Customs in the Sanctioning of Islamic Law and State Law in Malaysia Mohd Nasran bin Mohamad; Ismail Ismail
Alhurriyah Vol 8, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.6161

Abstract

This research aims to examine how Malaysia strives to harmonies the formulation of Civil law, Shariah law, and customary law in its legal system. In 1422, the Law of the Malacca Code was Islamic law and a custom practiced and spread into the Law of the Pahang Code, the Law of Kedah, and the Law of 99 Perak. After the arrival of the British in Malaya, one of the conditions of Malaysia's independence was the adoption of English law based on Common Law with Islam as the official religion of the Federation of Malaysia. This study concludes that first, customary law exerted a significant influence in the formation of laws in Malaysia, as evidenced by the development of laws in Malaysia through the pre-colonial phase of the British occupation, which practiced Islamic law mixed with customary laws, and phases after British colonialism. Second, the global situation in Malaysia does not weaken the development of Islamic law through sanctions, so the relationship between Islamic law and Customs is strengthened by the Malaysian customary constitutional system, Islamic family law, and Islamic jinayah law.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Malaysia berusaha mengharmonikan penggubalan  undang-undang Sivil, undang-undang Shariah dan undang adat dalam sistem undang-undang nya. Pada tahun 1422 Hukum Kanun Melaka adalah undang-undang Islam dan adat yang diamalkan dan tersebar menjadi Hukum Kanun Pahang, Undang-undang Kedah dan Undang-undang 99 Perak. Setelah kedatangan British di Tanah Melayu, salah satu syarat  kemerdekaan Malaysia ialah penerimaan undang-undang Inggeris berasaskan Common Law dengan Islam sebagai agama rasmi bagi Persekutuan Malaysia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertama, hukum adat memberikan pengaruh yang signifikan dalam pembentukan undang-undang di Malaysia dibuktikan dengan perkembangan undang-undang di Malaysia melalui fase sebelum penjajahan British yang mengamalkan undang-undang Islam bercampur dengan undang-undang adat dan fase setelah penjajahan Inggeris. Kedua, situasi global di Malaysia tidak membuat pelemahan terhadap perkembangan hukum Islam melalui pengkanunan, justru antara hukum Islam dan hukum Adat mengalami penguatan pada sistem perlembagaan adat Malaysia, undang-undang kekeluargaan Islam dan undang-undang jinayah Islam.
Communication of Married Couple Affected by Layoffs During the Covid-19 In Lamongan, East Java Ja'far Shodiq; Devi Kasumawati
Alhurriyah Vol 8, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.6179

Abstract

The COVID-19 epidemic has had a significant impact on the lives of people all over the world, particularly in the economic sphere, which has driven to a strategy of eliminating employees (PHK). Some individuals, including those in the Lamongan Regency, were laid off. Therefore, the family's primary source of income stagnates. In fact, living is one of the most essential elements for constructing a sakinah family. In 2021, there are 455 divorce cases in the Lamongan Regency, of which 40% are a result of family economic crisis. Therefore, it is fascinating to examine how husbands and wives who were laid off during the Covid-19 pandemic interacted to establish a sakinah household.Pandemi COVID-19 telah memberikan pengaruh pada kehidupan masyarakat di dunia, terutama di bidang ekonomi yang menyebabkan adanya kebijakan pengurangan tenaga kerja melalui pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebagian masyarkat kehilangan pekerjaannya, termasuk di Kabupaten Lamongan. Sehingga sumber pemasukan untuk memberi nafkah pada keluarga menjadi terhenti. Padahal, nafkah menjadi salah satu komponen penting untuk membina keluarga yang sakinah. Pada tahun 2021, terdapat 455 kasus perceraian di Kabupaten Lamongan dan 40% disebabkan oleh masalah ekonomi keluarga. Dengan demikian, menjadi menarik untuk meneliti cara komunikasi suami-istri yang terkena PHK selama masa pandemi Covid-19 untuk mewujudkan keluarga yang sakinah.
Analysis of Islamic Law of Working Capital Finance Practises for UMKM at PT PNM Mekaar Syariah, Labuapi, West Lombok Yudi Hamsah
Alhurriyah Vol 8, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.6096

Abstract

This article contains an analysis of Islamic law on the practice of working capital financing for UMKM at PT PNM Mekaar Syariah, Labuapi Branch, West Lombok's. This study aims to determine the status of Islamic law on the practice of UMKM working capital financing at PT PNM Mekaar Syariah. This research is included in the type of field research that uses an normative-empirical approach in which the researcher looks at phenomena that occur in the field and then compares them with the provisions of Islamic law. The results of this study indicate that the practise of Working Capital Financing for UMKM PT PNM Mekaar Syariah, Labuapi, West Lombok is not in accordance with the fiqh muamalah law. This is because, in the practise of financing business capital at PT PNM Mekaar Syariah, Labuapi, West Lombok, it uses a murabahah contract in carrying out an agreement with a wakalah contract where the customer is given the power to buy goods according to their needs, but there are some customers who do not use the capital as they should be.Artikel ini memuat tentang analisis hukum Islam terhadap praktik pembiayaan modal kerja bagi UMKM pada PT PNM Mekaar Syariah cabang Labuapi, Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hukum Islam terhadap praktik pembiayaan modal kerja UMKM pada PT PNM Mekaar Syariah. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan normatif-empiris yang mana peneliti melihat fenomena yang terjadi di lapangan kemudian dikomparasikan dengan ketentuan hukum Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Praktik Pembiayaan Modal Kerja UMKM PT PNM Mekaar Syariah cabang Labuapi Lombok Barat tidak sesuai dengan kaidah hukum fiqh muamalah. Hal ini dikarenakan dalam praktik pembiayaan modal usaha di PT PNM Mekaar Syariah cabang Labuapi, Lombok Barat menggunakan akad murabahah dalam melakukan perjanjian dengan akad wakalah yang dimana pihak nasabah diberikan kuasa untuk membeli barang sesuai dengan kebutuhannya, akan tetapi ada sebagian nasabah tidak menggunakan modal tersebut sebagaimana mestinya.
The Application of Underage Marriage in the Islamic Religious Council Patani Region of Southern Thailand Jalaluddin FA; Mustiah RH; Tasnim Rahman Fitra; MR Ibroheng Salaemaeng
Alhurriyah Vol 8, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.5471

Abstract

The aim of this research is to know the application of underage marriage that was carried out in the Islamic Religious Council of the Patani Region of Southern Thailand and to find out the views of Islamic law on the application of underage marriage that were determined by the Islamic Religious Council. Southern Thailand, Patani Region The Islamic Religious Council of the Patani Region has regulated an age limit for couples who will marry. Even though the age limit has been regulated, there are still underage marriages that are carried out. In this study, the researchers used a type of empirical juridical research with a sociological approach. The results of this study indicate that the application of underage marriage must be carried out by complying with the rules regulated by the Islamic Religious Council of the Patani Region and the rules issued by the Islamic Religious Council of Thailand in 2018 AD. The application of underage marriage carried out in the Religious Council Islam Patani Territory is a legal marriage, does not violate Islamic laws, and can be done by fulfilling the pillars and conditions according to Islamic law.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  penerapan perkawinan di bawah umur yang dilaksanakan di Majelis Agama Islam Wilayah Patani Thailand Selatan dan untuk mengetahui pandangan hukum Islam terhadap penerapan perkawinan di bawah umur yang di tetapkan oleh Majelis Agama Islam Wilayah Patani Thailand Selatan. Majelis Agama Islam Wilayah Patani telah mengatur batas usia bagi pasangan yang akan melaksanakan perkawinan. meskipun suda diatur batas usia tersebut tetap saja masih ada pernikahan dibawah umur yang terlaksana. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan perkawinan di bawah umur harus dilaksanakan dengan memenuhi aturan-aturan yang di tetapkan oleh Majelis Agama Islam Wilayah Patani dan aturan yang di keluarkan Majelis Agama Islam Thailand tahun 2018 M. Penerapan perkawinan di bawah umur yang di laksanakan di Majelis Agama Islam Wilayah Patani adalah perkawinan yang sah dan tidak melanggarkan hukum-hukum Islam dan bisa di lakukan dengan memenuhi rukun dan syarat menurut hukum Islam.
Cryptocurrency As A Means of Investment and Payment on Islamic Law Perspective Amra Wandri; Arsal Arsal; Rahmiati Rahmiati; Maizul Imran
Alhurriyah Vol 8, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.6160

Abstract

Advances in science and technology affect people's lifestyles, including the field of muamalah. Cryptocurrency is used as a means of investment and payment transactions in the modern era. The need for ijtihad to address the presence of digital currencies in Islamic law because it is a new problem and there is a discourse of contemporary Indonesian scholars who approve and prohibit it. The research aims to uncover and find legal solutions of the use of Cryptocurrency as an investment and payment tool. The research method uses descriptive-qualitative literature studies. The results of the study found that the use of Cryptocurrency as an investment tool prohibited because there is a vagueness of the object, has no asset guarantee and high elements of gharar. While its function as a medium of exchange in the digital era in Islamic law is not prohibited on the condition that the transaction has agreed and understood each other's mechanisms and there is legality from the government.Kemajuan sains dan teknologi mempengaruhi gaya hidup masyarakat tak terkecuali bidang muamalah. Temuan Cryptocurrency digunakan sebagai alat investasi dan transaksi pembayaran di era modern. Perlunya ijtihad menyikapi kehadiran mata uang digital dalam hukum Islam karena termasuk persoalan baru dan terjadi diskursus ulama kontemporer Indonesia yang menyetujui dan melarangnya. Penelitian bertujuan untuk mengungkap dan menemukan solusi hukum dari penggunaan Cryptocurrency sebagai alat investasi dan pembayaran. Metode penelitian menggunakan studi literature yang bersifat deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan Cryptocurrency sebagai alat investasi tidak boleh digunakan, sebab ada ketidakjelasan objeknya, tidak punya jaminan aset serta tinggi unsur gharar-nya. Sedangkan fungsinya sebagai alat tukar di era digital dalam hukum Islam tidak dilarang dengan syarat yang bertransaksi itu telah sepakat dan saling memahami mekanismenya serta ada legalitas dari pemerintahan.
Layoff Worker Efforts to Meet the Families Needs During the Covid-19: Indonesian Marriage Law Perspective Nur Lailatul Musyafaah; Dista Nada Luthfi F; Daning Dwi Apriliyana; Kharisma Aulia Rahman
Alhurriyah Vol 8, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i1.6240

Abstract

During the Covid-19 pandemic, many workers experienced layoffs, as experienced by some residents of the Takeran District. Layoffs have an impact on the family's economy. This article discusses workers' efforts to be laid off to meet their families' needs during the Covid-19 pandemic. The research is conducted in Takeran, Magetan, East Java, Indonesia. Data is collected through interviews with three families, observation in Takeran, and documentation about the worker's efforts, and then it is analyzed using descriptive analysis. The study showed that the workers’ layoffs during the Covid-19 pandemic affected their families' economic conditions. They switched professions to meet their families' needs; some became farmworkers, vegetable sellers, and online motorcycle taxi drivers. Their income is insufficient for their needs, so their wives work to help the family economy. Their efforts can meet the needs of families during this pandemic..Pada masa pandemi Covid-19 banyak pekerja yang mengalami PHK, sebagaimana yang dialami beberapa warga Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provisi Jawa Timur, Indonesia. Hal tersebut berimbas pada pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Artikel ini membahas tentang upaya korban pemutusan hubungan kerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga pada masa pandemic Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilakukan di Takeran, Magetan, Jawa Timur, Indonesia. Data dihimpun melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan menggunakan pola pikir deduktif. Hasil penelitian menimpulkan bahwa korban PHK di masa pandemi Covid-19 mempengaruhi kondisi perekonomian keluarga. Karena itu suami beralih profesi untuk tetap memenuhi kebutuhan rumah tangga, ada yang menjadi buruh tani, penjual sayur dan driver ojek online. Penghasilan tersebut kurang mencukupi kebutuhan keluarga maka istri bekerja membantu perekonomian keluarga. Kerjasama tersebut mampu memenuhi kebutuhan keluarga pada masa pandemic ini.
PENGGUNAAN ISTISHAB DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERBEDAAN ULAMA Haq, Husnul
Alhurriyah Vol 2 No 1 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v2i1.244

Abstract

Islam is a comprehensive religion. The comprehension of Islam does not lie in the completeness of the content of the Qur'an and Hadith, because in fact the verses of the Qur'an and Hadith are limited in number, while the human problems are growing. So, the role of ijtihad as a means of reform of Islamic law is vital. One of the methods of ijtihad is istishab. This study aims to describe the nature of istishab, clerical opinion about the value of its strength as a source of law, as well as the influence of ulama's opinion about the value of his resistance to differences of opinion in Islamic law. The approach used in this research is descriptive-qualitative. By using this method of research, this study concludes that the majority of scholars of the Maliki, Shafii, and Hambali sect assert that istishab is a hujjah to defend something that already exists (daf'i) and establish something that does not exist yet (itsbat). The late ulamas of the Hanafi sect assert that istishab is a hujjah in defense of something that already exists, while the majority of the Hanafi scholars and some scholars of the Shafi'i sect state that istishab is not a hujjah at all. The difference of the ulama's view of the use of istishab in ijtihad has led to differences in their views on Islamic law, as in the case of the law of the disappeared’s inheritance. Islam merupakan agama yang komprehensif. Komprehensifitas Agama Islam tidak terletak pada kelengkapan kandungan al-Qur’an dan Hadis, sebab faktanya ayat al-Qur’an dan hadis jumlahnya terbatas, sedangkan permasalahan manusia semakin kompleks. Karenanya, peran ijtihad sebagai sarana pembaharuan hukum Islam sangatlah vital. Salah satu metode ijtihad adalah istishab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hakikat istishab, pendapat ulama tentang nilai kehujjahannya, serta pengaruh perbedaan pendapat ulama tentang nilai kehujjahannya terhadap perbedaan pendapat dalam hukum Islam. Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Dengan menggunakan metode penelitian tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas ulama dari mazhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali menyatakan bahwa istishab merupakan hujjah untuk mempertahankan sesuatu yang sudah ada (daf’i) dan menetapkan sesuatu yang belum ada (itsbat), sedangkan ulama Muta’akhirin dari mazhab Hanafi menegaskan bahwa istishab merupakan hujjah dalam mempertahankan sesuatu yang sudah ada saja, sementara mayoritas ulama mazhab Hanafi dan sebagian ulama mazhab Syafi’i menyatakan bahwa istishab bukan merupakan hujjah sama sekali. Perbedaan pandangan ulama tentang penggunaan istishab dalam ijtihad ini ternyata menyebabkan perbedaan pandangan mereka dalam hukum Islam, seperti dalam kasus hukum waris orang hilang.
AKULTURASI HUKUM KEWARISAN ISLAM DENGAN HUKUM KEWARISAN ADAT MINANGKABAU Ismail, Ismail
Alhurriyah Vol 2 No 1 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v2i1.257

Abstract

The study of local custom law and Islamic law in Minangkabau is a media to know how Islamic law and local custom law contacted. The current development descibed that there was a harmony and contact between both of them. It created an acculturation in activity of Minangkabau Traditional Inheritance today. This paper discussed contiguity between Islamic law and custom law in Minangkabau society. Furthermore, this paper wrote Kajian hukum adat dan hukum Islam di Minangkabau menjadi wacana untuk melihat bagaimana perjumpaan antara hukum Islam dan hukum adat di Minangkabau. Perkembangan terakhir menunjukkan adanya harmoni dan interaksi di antara keduanya. Sehingga ada proses akulturasi dalam menampilkan praktik kewarisan harta pusaka di Minangkabau saat ini. Untuk itu, penelitian ini mengkaji interaksi antara hukum Islam dan hukum adat di masyarakat Minangkabau dalam tinjauan akulturasi. Artikel ini disusun dengan studi kepustakaan. Adapun metode analisa yang digunakan adalah metode konten analisis. Studi ini menunjukkan bahwa ada sinergi antara keteguhan dalam menjalankan hukum adat dengan ketaatan untuk melaksanakan hukum Islam dengan menjadikan falsafah Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah, Syara’ mangato adat mamakai sebagai dasar bagi penyatuan kedua sistem hukum yang berbeda tersebut. Akhirnya, perjumpaan hukum adat dan hukum Islam dalam masyarakat Minangkabau menunjukkan telah terjadi dialog dan merekonstruksi hukum Islam baru dalam nuansa lokal.
METODE HERMENEUTIKA DAN TAFSIR ALQURAN (Analisis Kritis Penggunaan Metode Hermeneutika Terhadap Penafsiran Alquran Kontemporer) Arsal, Arsal
Alhurriyah Vol 2 No 1 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v2i1.258

Abstract

The presence of hermeneutics in the realm of interpretation of the Qur`an have sparked pros and cons of opinion among experts / scholars. Scholars who accept this method argue that the classic interpretation methods can no longer respond to the challenges of time, because it needs new methods are relevant. While scholars who refused to believe that this method is not from Islam but from the scientific treasures of the West and has been used to interpret the Bible, and does not appropriate to interpret the Qur'an. This article contains insightful and critical analysis of the use of methods that are considered as a new paradigm in human strategic position as interpreter and its relevance to the socio-cultural dynamics of the Muslim community. This method can be used as an alternative method to interpret the Qur'an in the present context, so it might be the living texts among the Muslim community. Keberadaan Hermeneutik dalam ranah Penafsiran Alquran menimbulkan berbagai silang pendapat di antara pada Ulama, sebagian pro dan sebagian lain dengan tegas menolaknya. Ulama yang mendukung penerapan hermenutika dalam penafsiran Alquran menilai bahwa metode penafsiran klasik sudah tidak responsif terhadap perkembangan zaman dan dibutuhkan metode baru agar tetap relevan. Sedangkan para Ulama yang menolak metode ini berpendapat bahwa metode ini bukanlah tradisi keIslaman melainkan merupakan bagian khazanah ilmu Barat yang sudah dipakai untuk menafsirkan Injil dan tidak pantas untuk menafisrkan Alquran. Tulisan ini mendiskusikan masalah hermeneutic ini dengan mendalam analisa yang tajam tentang penerapan metode yang dianggap sebagai sebuah pandangan baru bagi para penafsir Alquran dan dinilai relevan dengan dinamika sosio-kultural umat Islam. Metode ini dapat menjadi alternatif dalam menafsirkan Alquran dalam konteks kekinian sehingga Alquran dapat menjadi teks yang hidup di tengah masyarakat Muslim.
POLITIK HUKUM ISLAM DI INDONESIA (KAJIAN REFORMASI HUKUM DALAM KERANGKA PEMIKIRAN IBNU TAIMIYAH) Rosman, Edi
Alhurriyah Vol 2 No 1 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v2i1.259

Abstract

Islam and Indonesia are two unseparated parts. The born and the existence of Republic of Indonesia was a big result of the community of the nation and Islam has taken the biggest part of it. Islamic political views and Islamic community with all of their problems are the historical richness that could not be forgetten. Nowadays, this Nation still needs the participation of Islamic political views and actors as majority. However, why they are important? How is the correlation between the actual Islamic political situations in Indonesia with the Islamic political views of Ibn Taimiyah as the most popular Islamic scolars all the time. In Indonesia Islamic have important role in politic because actually, this Nation will be never founded without His bless. As the consequences, all of the Indonesian Moslem people should participate in any aspects such as in politic to build this Country as the expression of thankfulness. Islamic politic act and Islamic law, at present and future, will be an accordance each other if they are formulated in Islamic univesiality frame. The term “Islam rahmatan lil’ alamin” (in English means ‘the boon of the universe’) interpreted as the plurality of Indonesia. Ibn Taimiyah as the Islamic scholars who has born in modern age has political framework that aligned with Indonesia political views. The law reformation may be enforced if this Nation has good and clean government (wilâyat al-shâlih). The good and clean government is the trusted government that runs the Nation conforms to the mandate of the people and the constitution of the Nation. Islam dan Indonesia adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Lahir, berdirinya dan masih eksisnya Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan hasil perjuangan umat Islam bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya. Dalam kontek tersebut, politik Islam dan Umat Islam dengan berbagai dinamikanya menjadi kekayaan historis yang tidak boleh dilupakan. Saat inipun, Negara Kesatuan Repoblik Indonesia sangat membutuhkan partisipasi politik Umat Islam yang secara kuantitatif masih mayoritas. Mengapa pentingnya peran politik umat Islam? Dan bagaimana politik hukum Islam saat ini dan dimasa yang datang jika dilihat dari kerangka berpikirnya Ibnu Taimiyah?. Pentingnya politik umat Islam ialah karena Negara ini lahir atas berkat Rahmat Allah SWT. Sebagai konsekuensinya, Umat Islam wajib bersyukur dengan berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang dan tidak terkecuali dalam bidang politik. Politik Islam dan Hukum Islam sekarang dan dimasa yang akan datang akan senafas dengan keindonesiaan jika diformulasikan dalam bingkai universalitas Islam itu sendiri. Islam rahmatan lil ‘alamin diterjemahkan dalam pluralitas keindonesiaan. Ibnu Taimiyah sebagai seorang Ulama yang lahir di Abad Modern ini, memiliki kerangka berpikir politik yang selaras dan cocok dengan dinamika, kontekstual dan fundamental politik hukum Islam di Indonesia. Reformasi Hukum (isti’malul Ishlah) akan dapat dilaksanakan jika Negara ini memiliki pemerintah yang baik (wilayatus shalih). Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang melaksanakan amanah kenegaraan sesuai dengan amanat yang diberikan oleh rakyat dan Undang-undang Dasar.