cover
Contact Name
ibnu rusydi
Contact Email
ibnurs@gmail.com
Phone
+62234271875
Journal Mail Official
ibnurs@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu Jawa Barat
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Counselia: Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Published by Universitas Wiralodra
Core Subject : Education, Social,
Aim and Scope Counselia, Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam is articles on practice, theory, and research in Islamic educational guidance and counselling.
Articles 164 Documents
Layanan Dasar dalam Bimbingan dan Konseling di Sekolah Boy Haryono
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v7i1.367

Abstract

Layanan dasar or what is often known as the guidance curriculum in Guidance and Counseling (BK) in schools, is an important part of the program component in schools. This is based on the fact that guidance curriculum provide students with a structured understanding of the reality of life. The purpose of this research is to find out in depth about the concept of guidance curriculum in schools. The research method used is a qualitative method with a literature study approach and data analysis using the Miles and Huberman model. Data collection techniques in this study used relevant sources such as scientific articles, books, proceedings, etc. There are research results that show basic services can be understood as a systematic and planned effort by counseling teachers to students, in order to gain skills and experience and develop self-adjustment abilities to achieve developmental task competencies. Basic services are an integral part of the BK service component at school. The purpose of implementing basic services is so that students have normal self-development, mental health, and achieve self-development tasks. The development of basic services is focused on developing students' self-competence in personal, social, learning and career fields according to developmental levels.
Ecology-Based Islamic Counseling: A Dynamyc Study of Forest Conservation Actors on The Slopes of Mount Lamongan, Lumajang Hoirina Ramadhanti; Bambang Subahri
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v7i1.641

Abstract

This article examines forest conservation practices on the slopes of Mount Lamongan, Lumajang Regency, which are taking place amidst ecological pressures such as forest fires, land degradation, and increasing exploitation of natural resources. Amidst these conditions, community-based and individual forest conservation actors have emerged, facing not only technical environmental challenges but also complex psychological, social, and spiritual dynamics. This demonstrates that environmental conservation is a socio-religious practice that demands mental resilience, social legitimacy, and sustained religious meaning. Theoretically, this article combines the Islamic counseling concept developed by Abu Zaid al-Balkhi, particularly the notion of mental health and the balance between psychological, moral, and spiritual dimensions, with Peter L. Berger's social construction theory. This integration of the two perspectives is used to understand forest conservation as a social reality that is constructed, institutionalized, and religiously interpreted by its practitioners. This research employed a qualitative approach with a case study approach. The research location was in Klakah and Ranuyoso Districts, Lumajang Regency. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation, with informants selected purposively from forest conservation practitioners, religious leaders, journalists, and the local community. Data validity was maintained through triangulation of sources and techniques. The research results show three main conclusions: first, forest conservation actors experience interrelated psychological, social, and spiritual dynamics; second, Islamic values are interpreted as an ethical and spiritual foundation in conservation practices; and third, ecologically based Islamic counseling is relevant as a holistic mentoring model for the sustainability of community-based forest conservation.
Pola Konseling Kyai Sebagai Upaya Preventif Konflik Sosial di Kecamatan Klakah Siska Amelia; Bambang Subahri
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v7i1.642

Abstract

Konflik sosial merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam masyarakat religius yang secara normatif diharapkan mampu menjaga keharmonisan melalui nilai-nilai keagamaan. Namun, realitas menunjukkan bahwa konflik tetap muncul dalam bentuk ketegangan laten, kesalahpahaman, dan emosi negatif yang berpotensi berkembang menjadi kekerasan apabila tidak dikelola secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konseling kiai sebagai upaya preventif konflik sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konseling kiai bersifat fleksibel, kontekstual, dan nonformal melalui konseling personal, pengajian, dialog informal, serta mediasi sosial. Konseling tidak hanya berfungsi sebagai penyelesaian konflik, tetapi juga sebagai upaya preventif melalui penanaman nilai-nilai keislaman seperti kesabaran, toleransi, dan persaudaraan. Selain itu, konseling kiai terbukti mampu meredam konflik yang berpotensi berkembang menjadi kekerasan melalui pendekatan spiritual dan emosional. Dalam perspektif tazkiyatun nafs, konseling kiai mencerminkan pembinaan jiwa, sedangkan dalam teori konflik sosial berfungsi sebagai mekanisme konstruktif dalam mengelola konflik. Dengan demikian, konseling kiai menjadi model preventif berbasis religius-kultural dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Peran Kyai Sebagai Polimofrik: Studi Kasus Metode Konseling Islam pada Masyarakat di Desa Kudus Iqbal Abdul Aziz; Aang Burhanuddin
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v7i1.646

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kiai sebagai figur polimorfik dalam praktik konseling Islam di masyarakat Desa Kudus, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi strategis kiai sebagai otoritas keagamaan sentral yang tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga menjalankan berbagai peran sosial untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kiai melaksanakan konseling Islam dalam konteks nonformal dan situasional. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik interpretatif kualitatif yang didukung triangulasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kiai menjalankan peran polimorfik sebagai pembimbing spiritual, teladan moral, konselor, mediator, pendidik, dan penasihat sosial. Praktik konseling Islam berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis serta disesuaikan dengan kondisi psikologis, sosial, dan spiritual masyarakat. Konseling dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi mendengarkan secara empatik, memahami masalah, memberikan nasihat keagamaan mau‘izhah hasanah, dialog, serta doa atau praktik spiritual. Praktik-praktik tersebut berkontribusi positif terhadap kesejahteraan mental, ketahanan spiritual, dan keharmonisan sosial, serta mendukung integrasi antara bimbingan spiritual dan kesehatan mental dalam wacana konseling Islam.