Articles
4,416 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek pada Materi Menulis Teks Deskripsi
Mefliza Afriani Afriani;
Hary Soedarto Harjono;
Rustam Rustam
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4235
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran berbasis proyek pada materi menulis teks deskripsi. Penelitian ini dilakukan di kelas VII D SMP Negeri 22 Kota Jambi pada bulan September tahun 2022. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan jenis penelitian kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dengan pengamatan. Jenis data penelitian adalah data kualitatif berdasarkan penerapan model berbasis proyek pada materi menulis teks deskripsi. Sumber data diambil dari guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII D. Teknik pengumpulan diperoleh melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan enam fase didalamnya mengikuti sintak dari Zainal dan Ali (2016) yaitu mengamati fenomena, menentukan pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal proyek, memonitor siswa dan kemajuan proyek dan menguji hasil dan mengevaluasi pengalaman. Dari enam sintak semua berjalan dengan baik, hasil tes tulisan siswa didapatkan hasil yang sangat baik, baik dan cukup baik dari enam kelompok yang membuat hasil tulisan kelompok melalui data yang diobservasi di lapangan mengenai keindahan sekolahnya. Kata kunci: penerapan, model pembelajaran berbasis proyek, menulis teks deskripsi
Literasi Digital dalam Pembelajaran: Perspektif Alumni PGSD
Suryo Prabowo;
Andayani Andayani;
Hanafi Hanafi
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4322
Memasuki era industri 4.0, perkembangan teknologi di seluruh dunia kini berkembang dengan sangat pesat. Namun, masih banyak orang yang tidak pandai menggunakan teknologi, terutama dalam menyerap informasi. Literasi digital merupakan salah satu kemampuan yang penting di era industri 4.0. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi digital yang dimiliki alumni mahasiswa PGSD Universitas Terbuka dari proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 173 alumni yang tersebar diberbagai lokasi di Indonesia. Data dikumpulkan melalui googleform yang kemudian dianalisis menggunakan triangulasi data. Literasi digital dicari meliputi literasi informasi, literasi media, serta literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa berkat proses pembelajaran yang lebih banyak berbasis digital, sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Oleh sebab itu, kurikulum dan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan literasi digital mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan gambaran bahwa literasi digital dapat dibentuk melalui proses pembelajaran yang berbasis digital.
Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning ( PBL ) terhadap Kemampuan Literasi dan Numerasi Peserta Didik di Sekolah Dasar
Lia Masliah;
Sri Dewi Nirmala;
Sugilar Sugilar
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4106
Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi pada peserta didik SD diharapkan mengalami perubahan melalui AKM. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan perbedaan dan keefektifan pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen. Hasil analisis menunjukan bahwa efektivitas Problem Based Learning besar rata-rata nilai 82,68 terhadap literasi peserta dan sebesar 81,00 nilai rata-rata terhadap numerisasi peserta didik. Data nilai N-Gain kelas eksperiment lebih besar dari kelas kontrol. Berdasarkan analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di SD. Implikasi dari penelitian ini adalah guru harus mampu menyesuiakan model pembelajaran dengan kondisi anak, lingkungan atau berdasarkan tujuan indikator pembelajaran. Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning ( PBL ) terhadap Kemampuan Literasi dan Numerasi Peserta Didik di Sekolah Dasar
The Use of Snowball Throwing Learning Model to Improve Students’ Civics Learning Outcomes in the Topic of “The Freedom to Join Organizations”
Toni Nasution;
Winda Simanjuntak
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4344
Improving learning outcomes is a concrete form of learning evaluation and improving the quality of the learning process, so that learning necessitates this quality improvement. This study aims to describe efforts to improve student learning outcomes by using the snowball throw learning model in civics subjects on freedom of association. To find systematic (scientific) results, the researcher used a classroom action research approach with three stages, namely pre-action, first cycle, and second cycle. The background of this research took place at SD Negeri 108307 Pasar VIII, Buntu Bedimbar Village, with a total of 19 students (grade V). The results of this study concluded that the snowball throw learning model had a positive or significant impact on improving student learning outcomes. Pre-action results showed that 4 students achieved the minimum completeness criteria (KKM) (21.05%) and 15 students had not yet reached the KKM (78.95%). After using the snowball throw learning model, in cycle I there was an increase, where 7 students achieved KKM (36.85%) and 12 students had not reached KKM (63.15%). Furthermore, in cycle II 19 students had reached the KKM (100%). The implications of this study indicate that the snowball throw can help improve student learning outcomes through providing opportunities for cooperative learning or mutual cooperation to understand concepts and solve learning problems.
Model Project Based Learning (PjBL) dalam Menulis Teks Eksplanasi
Siti Enik Mukhoiyaroh Bambang;
Rustam Rustam;
Reli Handayani;
Deka Heltien
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4240
Tujuan dari Penelitian ini adalah menjelaskan mengenai pembelajaran menulis teks eksplanasi dengan Project Based Learning (PjBL) di SMA. Peneliti menerapkan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Data yang digunakan oleh peneliti merupakan hasil dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan kelas XI MIPA 2 SMAN 6 Batanghari dengan jumlah 31 siswa sebagai subjek dari penelitian. Validitas data peneliti gunakan adalah teori Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa project based learning dapat memecahkan permasalahan kemampuan menulis siswa pada teks eksplanasi. Hal ini terlihat berdasarkan hasil dari proyek siswa berupa tulisan telah mencapai target yaitu melewati KKM. Guru bahasa indonesia mempersiapkan perencanaan pembelajaran sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran serta evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan model project based learning.
Internalisasi dalam Pembentukan Karakter Melalui Penerapan Nilai Kearifan Lokal pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Refny Widialistuti;
Jamaris Jamaris;
Solfema Solfema
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4332
Internalisasi dalam membentuk kependidikan berkarakter dapat diterapkan melalui nilai kearifan lokal pada pembelajaran Matematika di SD. Hal ini dipentingkan agar tidak terjadinya penurunan nilai kebudayaan dalam pembelajaran Matematika di SD. Penelitian ini dilakukan untuk menjabarkan proses internalisasi dalam pembentukan karakter melalui penerapan nilai kearifan lokal pada pembelajaran matematika di SD. Penggunaan metode dilakukan dengan studi kepustakaan dengan metanalisis darimsepuluh hasil review jurnal nasional yang didasari oleh empat proses internalisasi yang dijadikan sebagai indikator dalam penelitian ini, yaitu internalisasi pada masa anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa usai lanjut. Keempat proses internalisasi diintegrasikan untuk penguatan kependidikan yang berkarakter agar terciptanya nilai kearifan lokal dalam pembelajaran matematika di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan proses internalisasi pada masa anak dan masa remaja yang sesuai dalam pembentukan kependidikan karakter karena pada masa ini nilai kearifan lokal dapat diterapkan melalui pembelajaran Matematika di SD. Anak perlu diberikan pembimbingan oleh guru di sekolah agar mempunyai Nilai berbudaya yang berkarakter, bertingkah laku sesuai dengan nilai kebudayaaan dan beragama, bertanggung jawab, kemandirian, berkeratif yang diterapkan oleh guru kepada siswa dalam pembelajaran Matematika.
Pengembangan Instrumen Tes Berbasis HOTS dengan Pendekatan Pengukuran Rasch pada Pelajaran Matematika Topik Bangun Ruang untuk Siswa Sekolah Dasar
Jumrah Jumrah;
Rukli Rukli;
Sulfasyah Sulfasyah
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4207
Penelitian ini bertujuan menghasilkan instrumen tes HOTS siswa pada pembelajaran Matematika kelas VI yang valid dan reliabel ,praktis dan efektif serta memiliki karakteristik yang baik. Instrumen tes yang dikembangkan dianalisis validitas internal menggunakan Aiken dan analisis butir soal menggunakan pengukuran RASCH untuk mengetahui tingkat kesulitan soal, tingkat kesesuaian soal dan deteksi adanya bias. Penelitian inidilaksanakan di UPT SD Negeri 12 Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Martin Tessmer, yang terdiri dari empat tahapan. Instrumen tes di telaah oleh 3 ahli, uji coba one to one diikuti oleh 3 orang siswa, small group diikuti oleh 6 orang siswa dan field tes diikuti oleh 28 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, kuisioner, dan pemberian soal tes sehingga data yang dianalisis adalah data kualitatif dan kuantitatif. Kesimpulan dari penelitian ini keefektifan instrumen tes HOTS yang telah dikembangkan dan menghasilkan prototype III; (d) serta tahap field test (high resistance in revision).
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Think - Talk -Write (TTW) dan Alat Peraga terhadap Kreativitas Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar
Kusdarini Kusdarini;
Sardjijo Sardjijo;
Rismita Rismita
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4242
Tujuan penelitian memperoleh informasi adakah perbedaan kreativitas belajar matematika siswa yang diajar dengan model Think- Talk-Write (TTW) dengan siswa yang diajar dengan model Two Stay Two Stray (TSTS) dan menganalisis pengaruh siswa diajar dengan model pembelajaran Think- Talk-Write (TTW) dan alat peraga terhadap kreativitas matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif (Mix Methods) Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Mekarsari 06 dengan jumlah responden 54 siswa. Hasil penelitian menunjukan kreativitas belajar matematika anak yang diberi pembelajaran kooperatif Think- Talk-Write (TTW) lebih tinggi daripada anak yang diberi pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS); alat peraga berpengaruh signifikan terhadap kreativitas belajar matematika siswa; terdapat pengaruh siswa yang diajar dengan berbantukan alat peraga terhadap kreativitas siswa; terdapat pengaruh siswa siswa diajar dengan Think-Talk-Write (TTW) dan Alat peraga terhadap kreativitas matematika siswa; tidak terdapat kendala pelaksanaan model pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write (TTW) dan alat peraga terhadap kreativitas matematika siswa. Implikasi penelitian adalah kreativitas belajar matematika anak pada proses pembelajaran tergantung dari metode dan pendakatan yang digunakan guru, sehingga dituntut harus lebih berinovasi dan kreatif.
Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar
Yulfia Nora;
Jamaris Jamaris;
Solfema Solfema
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4334
Penelitian dilakukan untuk mengkaji teori perngembangan anak dan aspek yang dipengaruhi oleh pengembangan sosial anak dalam sosiologi kependidikan, khususnya permasalahan sosial. Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah kajian kepustakaan dengan meta-analisis dari sepuluh hasil review jurnal nasional berdasarkan aspek perkembangan sosial anak, yaitu personaliti anak, yaitu sifat dasar, keadaan prenatal, keberbedaan personal, keadaan dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan hasil meta-analisis review sepuluh jurnal nasional didominasi oleh aspek perkembangan keberbedaan personal (2) aspek perkembangan sosial,khususnya keberbedaan sosial belum berkembang dengan baik karena perlu pendampingan dan arahan dari orang tua dan guru untuk penanganan permasalahan sosial pada anak; (3) aspek perkembangan keberbedaan personal ini juga merupakan faktor internal yang memengaruhi dalam diri anak; (4) Implikasi penelitian ini dapat menjadi acuan bagi orang tua untuk menjaga komunikasi dan berkolaborasi dalam mencegah terjadinya permasalahan sosial pada anak.Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar
Pengaruh Literasi Digital Guru dan Lingkungan Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
Eneng Yuliana;
Sri Dewi Nirmala;
Lidwina Sri Ardiasih
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4196
Penelitian ini bertujuan guna menganalisis sejauh mana pengaruh literasi digital guru dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar sebanyak 1778 siswa. Jenis penelitian yang dipergunakan yaitu kuantitatif dengan metode korelasi. Hasil penelitian terhadap hail belajar siswa sekolah dasar di Kecamatan Cibereum ini adalah: (1) Literasi digital guru memiliki pengaruh sebesar 47.627 dengan signifikan bernilai 0,000 0,05 yang mengartikan cukup signifikan terhadap hasil belajar siswa; (2) Lingkungan belajar memiliki pengaruh sebesar sebesar 4.885 dengan signifikan bernilai 0,000 0,05 yang mengartikan cukup signifikan terhadap hasil belajar siswa; (3). Literasi sdigital guru dan lingkungan belajar berpengaruh cukup signifikan yaitu sebesar 1148.074 dengan probabilitas yakni sig bernilai 0,000 0,05. Sehingga maka lingkungan belajar dan literasi digital guru memiliki pengaruhpada hasil belajar siswa sekolah dasar di Kecamatan Cibeureum. Besarnya pengaruh lingkungan belajar dan literasi digital terhadap hasil belajar, menuntut guru mengembangkan kompetensinya pada bidang teknologi informasi. Sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih inovatif, kreatif dan modern. Berdasarkan analisis data tersebut maka dapat simpulkan bahwa kemampuan digital guru berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, maka implikasi dari penelitian ini adalah diperlukan adanya pelatihan khusus guna meningkatkan professional digital guru melalui pelatihan atau workshop.