cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285263531621
Journal Mail Official
lattice.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Rumah Jurnal UIN Bukittinggi Data Center building, 2rd floor at Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam - West Sumatera - Indonesia Telp. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied
ISSN : 27986470     EISSN : 27984621     DOI : https://www.doi.org/10.30983/lattice
Core Subject : Education,
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied (e-ISSN : 2798-4621 | p-ISSN : 2798-6470) is a journal which is published by Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, West Sumatera Indonesia. The journal is published twice a year in June and December. Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied focused is to publish original research (qualitative research, classroom action research, development/design research are top priorities) and/or library analysis on how students learn mathematics and how mathematics is taught in primary, secondary or undergraduate level. The journal also welcomes articles that address common issues in mathematics.
Articles 111 Documents
Korelasi Antara Indeks Prestasi Kumulatif dan Nilai Praktek Pengalaman Lapangan Mahasiswa Zebbil Billian Tomi; Nuryanuwar Nuryanuwar
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v2i2.6021

Abstract

This study aims to determine the correlation of the Cumulative Grade Point Average (GPA) with the value of Student Field Experience Practice (PPL) of FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi students. This research includes ex post facto correlational research. The population in this study were all participants in the Field Experience Practice (PPL) of the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training at UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi in 2021, a total of 538 people. The sample size of the study was 54 people determined by simple random sampling technique. The data in this study are in the form of a Cumulative Grade Point Average (GPA) with the value of Student Field Experience Practice (PPL) for FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi students in 2021. Using correlation analysis of the Spearmans Rho test a significant value was obtained between the Cumulative Grade Point Average (GPA) and the value of Student Field Experience Practice (PPL) is 0.978. The results of the study showed that there was no significant correlation between the Cumulative Grade Point Average (GPA) and Field Experience Practice Scores (PPL) of FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi students in 2021.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi Indeks Prestasi Komulatif  (IPK) dengan nilai Praktek Pengalaman Lapangan Mahasiswa (PPL) mahasiswa FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional expost facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2021 yang berjumlah 538 orang. Ukuran sampel penelitian sebanyak 54 orang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Data pada penelitian ini berupa Indeks Prestasi Komulatif  (IPK) dengan nilai Praktek Pengalaman Lapangan Mahasiswa (PPL) mahasiswa FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2021. Dengan menggunakan analisis korelasi Uji Spearmans Rho diperoleh nilai signifikan antara Indeks Prestasi Komulatif  (IPK) dengan nilai Praktek Pengalaman Lapangan Mahasiswa (PPL) yaitu 0.978. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan  antara Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan Nilai Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2021.
Penerapan Game Interaktif Aplikasi Kahoot untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa Annisa Mulya Efendi; Prima Yudhi; Ergusni Ergusni
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v2i2.5584

Abstract

Effective learning is student-centered learning. This is because students are the center of learning. Student involvement in learning is of course very meaningful to provide experience for students. Some efforts to involve students in learning are using learning media. Appropriate learning media must be adapted to the needs of students in the class. The learning carried out at SMK N 1 Batipuh is based on the results of needs and material analysis that students show more enthusiasm for learning when using media. One of the right media is the interactive game application kahoot which means that the media can be accessed easily by students. The kahoot application interactive game can increase student interest in learning because it is multimedia in nature and is a "challenge" between students. The purpose of this study was to find out that the application of interactive games, the kahoot application, can increase the interest in learning mathematics for class XI students of SMKN 1 Batipuh. This type of research is experimental research using experimental methods, which is used is the T test. Data collection techniques using questionnaires. Pembelajaran efektif ialah pembelajaran yang terpusat pada siswa. Hal ini dikarenakan siswa adalah pusat pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran tentu sangat berarti untuk memberi pengalaman bagi siswa. Beberapa upaya untuk melibatkan siswa dalam pembelajaran ialah menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran yang tepat tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa di kelas tersebut. Pembelajaran yang dilaksanakan di SMK N 1 Batipuh berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan materi bahwa siswa lebih menunjukkan antusias belajar jika menggunakan media. Salah satu media yang tepat ialah game interaktif aplikasi kahoot yang berarti media tersebut bisa di akses dengan mudah oleh siswa. Game interaktif aplikasi kahoot dapat meningkatkan minat belajar siswa karena bersifat multimedia dan bersifat “challenge” antarsiswa. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui penerapan game interaktif aplikasi kahoot dapat  meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas XI SMKN 1 Batipuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan metode eksperimen, yang digunakan ialah Uji T. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket.
Penilaian Analitik, Holistik dan Skala Persepsi pada Pelajaran Aljabar Elva Susanti; Citra Indah Asmarawati; Anggia Arista; Sadiq Ardo Wibowo; Arsyad Sumantika
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6299

Abstract

Education is very important for the progress of the country, education cannot be separated from an assessment. Assessment must be based on the existing rubric to be clear, structured, and transparent. One of the existing assessments is based on analytic, holistic, and perceptual scales. The purpose of this study was to establish an assessment rubric in the algebra course because the course was only seen from a quantitative assessment, but in this study, it was assessed based on attitude, and character and then made criteria based on independent assignments and structured assignments and the results would later be tested differently by using the sample t-test. test, namely the independent sample t-test, the results of the data are not normally distributed, it is better to use the Wilxoson test and sign t-test. The result is that there is no difference between independent tasks and structured tasks seen from the significant table and the t-test table. Pendidikan sangatlah penting bagi kemajuan negara, pendidikan tidaklah lepas dari suatu penilaian. Penilaian haruslah berdasarkan rubrik yang ada agar jelas, tertruktur dan transparan. Salah satu penilaian yang ada berdasarkan analitik, holistik dan skala persepsi. Tujuan penelitian ini, menetapkan rubrik penilaian dalam matakuliah aljabar karena matakuliah tersebut hanya dilihat dari penilaian kuantitatif saja, namun dalam penelitian ini dinilai berdasarkan sikap, karakternya juga kemudian membuat kriteria berdasarkan tugas mandiri maupun tugas terstruktur dan hasilnya nanti akan diuji beda dengan menggunakan uji sampel t test yaitu independent sample t test, hasilya data tidak terdistribusi normal sebaiknya menggunakan uji wilxoson dan sign t-test. Hasilnya tidak ada perbedaan antara tugas mandiri maupun tugas terstruktur dilihat dari tabel signifikan maupun tabel t test nya.
Korelasi antara Literasi Bahasa Indonesia dan Literasi Numerasi Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Saddam Al Aziz; Yesi Septriyanti
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6324

Abstract

This research includes ex post facto correlation research, which aims to determine the correlation of the independent (free) variable, namely Indonesian Language Literacy (X), with the dependent variable (tied), namely Mathematical Numerical Literacy (Y). The research was conducted in the January-June 2023 semester in 1 class VIII containing 30 students at a junior high school in Padang. Data was collected by testing one-story test questions. The sampling technique is purposive sampling. Data were analyzed using the Spearman Rank Correlation using the Kolmogorov-Smirnov normality test and hypothesis testing. The correlation coefficient value of Indonesian language literacy with the mathematical numeracy literacy variable is "positive 0.953". So that the relationship/correlation of the two variables is categorized as significant, vital, and in the same direction, this can be interpreted that if the Indonesian language literacy of class VIII students in the sample increases, the numeracy literacy of students in solving math problems will also increase, and vice versa. Penelitian ini termasuk penelitian korelasi expost facto yang bertujuan mengetahui korelasi  variabel independen (bebas) yaitu Literasi Bahasa Indonesia (X) dengan variabel dependen (terikat) yaitu Literasi Numerasi Matematika (Y). Penelitian dilakukan semester Januari-Juni 2023 pada 1 kelas VIII berisi 30 siswa pada suatu SMP di kota Padang. Dikumpulkan data dengan mengujikan 1 soal tes cerita. Teknik pengambilan sampelnya purposive sampling. Data dianalisis dengan uji normalitas Kolmogorov Smirnov dan uji hipotesis menggunakan Korelasi Spearman Rank. Nilai koefisien korelasi literasi bahasa Indonesia dengan variabel literasi numerasi matematika bernilai “positif 0,953”. Sehingga hubungan/korelasi kedua variabel tersebut dikategorikan signifikan, kuat, dan searah. Hal ini dapat diartikan bahwa jika literasi bahasa Indonesia siswa kelas VIII pada sampel semakin meningkat maka literasi numerasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal matematika juga akan semakin meningkat, begitu pula sebaliknya. 
Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Syariful Akbar; Gema Hista Medika; Mutia Farina
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6558

Abstract

Learning activities are a series of physical and spiritual exercises that are carried out actively which result in better behavior when learning new things. Learning outcomes are qualities that are achieved by modifying behavior that are enduring, consistent, and result from education or experience gained through the subject matter and which can be measured based on the teacher's assessment. This study aims to find out whether the activities and learning outcomes of students in class XI MIPA at SMAN 5 Bukittinggi in 2022 show an increase using the jigsaw cooperative learning model in circle material. The research method used was Classroom Action Research (PTK) on 34 students of SMAN 5 Bukittinggi in class XI MIPA 2 in the odd semester of the 2022 school year as research subjects. Based on the findings of research data, student learning activities increased from quite active to active, and student learning outcomes were obtained using the average value (X), Absorption (DS) and Learning Mastery (KB) increased from cycle I to cycle II respectively of 28.58, 28.58%, and 120%.  Aktivitas belajar adalah rangkaian latihan jasmani dan rohani yang dilakukan secara aktif yang menghasilkan tingkah laku yang lebih baik ketika mempelajari hal-hal baru. Hasil belajar adalah kualitas yang dicapai dengan modifikasi perilaku yang bertahan lama, konsisten, dan dihasilkan dari pendidikan atau pengalaman yang diperoleh melalui mata pelajaran dan yang dapat diukur berdasarkan penilaian guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas XI MIPA SMAN 5 Bukittinggi 2022 menunjukkan peningkatan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi lingkaran. Adapun Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terhadap 34 siswa SMAN 5 Bukittinggi di kelas XI MIPA 2 pada semester gasal tahun ajaran 2022 dijadikan sebagai subjek penelitian. Berdasarkan temuan data penelitian, aktivitas belajar siswa meningkat dari cukup aktif menjadi aktif, dan hasil belajar siswa didapatkan menggunakan nilai rata-rata (X), Daya Serap (DS) dan Ketuntasan Belajar (KB) meningkat dari siklus I ke siklus II berturut-turut sebesar 28,58, 28,58%, dan 120%.
Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (Pmri) dalam Membangun Karakter Peserta Didik Dwi Mila Febrian; Iltavia Iltavia; Ergusni ergusni
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6560

Abstract

In the world of education, the cognitive, psychomotor, and affective  realms are three interrelated domains. Therefore, efforts to educate students in the realities of daily life must be balanced with character education. The formulation of the problem in this study is how to describe PMRI in building student character? The purpose of this study is to describe PMRI in building student character.This type of research is library research, namely critically reviewing arguments or findings regarding PMRI in building student character in a literature. The data collection technique in this research is documentation. The author uses two literatures as the main source of research data and three literatures as sources of supporting research data. The data that has been collected is then analyzed so that conclusions can be drawn to solve the topic of the problem in this study.Based on the research results show that PMRI can build students' character. PMRI can build student character through a philosophical foundation (strong interest, appreciation, and humanity), PMRI principles (motivation, high curiosity, hard work, honesty, confidence, courage to defend opinions, be responsible, accept friends' opinions, independence and creative thinking), PMRI characteristics (curiosity, independence, creative thinking, honesty, independence, persistence, and hard work), and PMRI steps (independent, friendly/communicative, honest, working hard in solving problems), creative, democratic, and high curiosity) ensure that PMRI has the potential to grow and build these characters. Dalam dunia pendidikan, ranah kognitif, ranah psikomotor, ranah efektif adalah tiga bidang terkait. Jadi upaya pendidikan siswa di dalam realita kehidupan sehari – harinya yang harus diseimbangkan dengan pendidikan yang mengutamakan karakter. Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana mendeskripsikan PMRI dalam membangun karakter siswa?. Adapun tujuan didalam penelitian ini adalah untuk dapat  mendeskripsikan PMRI dalam membangun karakter peserta didik.Jenis penelitian dalam kegiatan  ini adalah penelitian kepustakaan (library research) adalah mampu meninjau secara kritis argumen atau temuan mengenai PMRI dalam membangun karakter peserta didik dalam sebuah literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Penulis memakai dua buah dokumen sebagai sumber data penelitian utama dan tiga buah dokumen sebagai sumber data pendukung penelitian. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis agar dapat dibuat kesimpulan untuk menjawab topik masalah dalam penelitian.Hasil penelitian adalah  menunjukan bahwa PMRI dapat membangun karakter siswa. PMRI yang dapat membangun karakter siswa melalui landasan filosofis (minat yang kuat, apresiasi, dan humanis), prinsip – prinsip PMRI (motivasi, rasa ingin tahu yang tinggi, berkerja keras, jujur, keyakinan, keberanian mempertahankan pendapat, bertanggungjwab, menerima pendapat teman, mandiri dan berpikir yang kreatif), karakteristik PMRI (rasa ingin tahu, mandiri, berpikir yang kreatif, kejujuran, kemandirian, kegigihan, dan kerja keras), dan langkah – langkah PMRI (mandiri, bersahabat/komunikatif, jujur, bekerja keras dalam kegiatan penyelesaian masalah, kreatif, demokratis, dan rasa ingin tahu yang tinggi) menjamin bahwa PMRI sangatlah potensial dalam menumbuhkan dan membangun karakter siswa di sekolah
Karakteristik Berpikir Intuitif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika Della Anggun Prameswari; Muniri Muniri
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6554

Abstract

In the process of solving math problems/problems, especially in the matter of relations and functions, between one student and another student must have a different mental process. Students' mathematical abilities in solving problems quickly and immediately are influenced by mental activity that is supported by intuitive thinking. Students who find it difficult to solve math problems with analytical (formal) abilities will use their intuition to help solve problems. So the purpose of this study is to describe the characteristics of students' intuitive thinking used in solving relations and function problems which are viewed from the mathematical abilities of each level of mathematical ability. Researchers use qualitative methods in this study. The results of the data analysis show that: (1) students who have high mathematical abilities in working on relations and function problems involve the characteristics of intuitive thinking globality, status theory, self-evidence, and coerciveness; (2) students who have mathematical abilities are working on relations and function problems involving the characteristics of intuitive thinking theory status, globality, and implicitness; and (3) students who have low mathematical ability in working on relations and function questions involve the characteristics of intuitive thinking extrapolativeness, self-evidence, and globality.. Dalam proses menyelesaikan masalah/soal matematika, khususnya pada materi relasi dan fungsi, antara siswa satu dan siswa lainnya pasti memiliki proses mental yang berbeda. Kemampuan matematis siswa dalam menyelesaikan masalah dengan cepat dan segera dipengaruhi oleh aktivitas mental yang didukung oleh pemikiran intuitif. Siswa yang merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika dengan kemampuan analitis (formal) akan menggunakan intuisinya untuk membantu memecahkan masalah. Maka tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan karakteristik berpikir intuitif dari siswa yang digunakan dalam menyelesaikan soal relasi dan fungsi yang mana ditinjau dari kemampuan matematika dari masing - masing jenjang kemampuan matematika. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi dalam mengerjakan soal relasi dan fungsi melibatkan karakteristik berpikir intuitif globality, theory status, self evidence, dan coerciveness; (2) siswa yang memiliki kemampuan matematika sedang dalam mengerjakan soal relasi dan fungsi melibatkan karakteristik berpikir intuitif theory status, globality, dan implicitness; dan (3) siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah dalam mengerjakan soal relasi dan fungsi melibatkan karakteristik berpikir intuitif extrapolativeness, self-evidence, dan globality.
Hubungan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dengan Gaya Belajar Siswa Ramadoni Ramadoni; Harnof Dimas
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6327

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between mathematical problem solving abilities and students' learning styles. Student learning styles are important in the learning process and understanding student learning styles. Recognizing student learning styles will make it easier to choose appropriate learning activities and make it easier for students to receive information. This type of research is quantitative research. The instruments used are test questions and questionnaires. The sample in this study were class XI students of SMA Negeri 1 Suliki with a total of 20 students. The results of the research are in the table of results of the value of mathematical problem solving abilities on students' learning styles. It can be concluded that the mathematical problem solving abilities of students who have a visual learning style are higher than the mathematical problem solving abilities of students who have audiotorial and kinesthetic learning styles. And the problem solving abilities of students who have an audiotorial learning style are higher than students who have a kinesthetic learning style. Therefore to improve mathematical problem solving abilities, students need better learning styles from 3 types of student learning styles so they can compete with other countries, and can improve rankings better than before. So that the relationship between mathematical problem solving abilities and student learning styles at SMA Negeri 1 Suliki is valid/reliable. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan gaya belajar siswa. Gaya belajar siswa penting dalam proses pembelajaran dan memahami gaya belajar siswa. Mengenali gaya belajar siswa akan memudahkan untuk memilih kegiatan pembelajaran yang sesuai dan memudahkan siswa dalam menerima informasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah soal tes dan angket. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Suliki dengan jumlah siswa 20 orang siswa. Hasil dari penelitian adalah dalam tabel hasil nilai kemampuan pemecahan masalah matematika terhadap gaya belajar siswa dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika dengan siswa yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi dibandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki gaya belajar audiotorial dan kinestetik. Dan kemampuan pemecahan masalah siswa yang memiliki gaya belajar audiotorial lebih tinggi dari siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik. Maka dari itu untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, diperlukan gaya belajar siswa dari 3 jenis gaya belajar siswa yang lebih baik agar bisa dapat bersaing dengan negara lain, dan dapat meningkatkan peringkat yang lebih baik dari sebelumnya. Sehingga hubungan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan gaya belajar siswa di SMA Negeri 1 Suliki bersifat valid/reliabel.
Deskripsi Minat Belajar Matematika Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Nana Wahyuni; Rusdi Rusdi; Nofri Leni
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6524

Abstract

Interest is a component that arouses someone's enthusiasm that causes that person to focus on a particular activity. The purpose of this research was to describe or describe students' interest in learning mathematics through the application of the Discovery Learning learning model while studying. This type of research is a quantitative descriptive research. The research subjects chosen were 26 students of SMP Negeri 1 Padang Panjang. The sampling technique used in this study was sampling involving all research subjects. Such a sampling technique is known as saturated sampling technique.  Researchers chose research instruments in the form of observation and questionnaires or questionnaires of interest in learning mathematics. Information was obtained that 75% of students felt happy participating in learning mathematics, 71% of students were involved in  learning mathematics, as many as 80% of students paid attention to learning mathematics, and 76% of students were also interested in learning mathematics. In the future, it is hoped that teachers will pay more attention to whether students are interested or not during mathematics learning, because students usually view mathematics as a subject that is considered difficult and is not of interest to students. Minat adalah suatu komponen yang membangkitkan semangat seseorang yang menyebabkan orang tersebut menjadi fokus terhadap suatu aktivitas tertentu. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mendeskripsikan atau menggambarkan minat belajar matematika siswa terhadap pembelajaran matematika melalui diterapkannya model pembelajaran Discovery Learning saat belajar. Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian yang dipilih adalah 26 orang siswa dan siswi SMP Negeri 1 Padang Panjang . Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel dengan melibatkan semua subjek penelitian. Teknik sampling yan demikian dikenal dengan teknik sampling jenuh.  Peneliti memilih instrumen penelitian berupa observasi dan kuesioner atau angket minat belajar matematika. Diperoleh informasi bahwa 75 % siswa merasa senang dalam mengikuti pembelajaran matematika, 71 % siswa ikut terlibat selama pembelajaran matematika, sebanyak 80 % siswa memberikan perhatiannya terhadap pembelajaran matematika, dan 76% siswa juga tertarik dengan pembelajaran matematika. Untuk kedepannya diharapkan guru lebih memperhatikan apakah siswa berminat atau tidak selama pembelajaran matematika, karena biasanya siswa memandang matematika sebagai mata pelajaran yang dianggap sulit dan tidak diminati oleh siswa.
Penilaian Analitik, Holistik dan Skala Persepsi pada Pelajaran Aljabar Susanti, Elva; Asmarawati, Citra Indah; Arista, Anggia; Wibowo, Sadiq Ardo; Sumantika, Arsyad
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6299

Abstract

Education is very important for the progress of the country, education cannot be separated from an assessment. Assessment must be based on the existing rubric to be clear, structured, and transparent. One of the existing assessments is based on analytic, holistic, and perceptual scales. The purpose of this study was to establish an assessment rubric in the algebra course because the course was only seen from a quantitative assessment, but in this study, it was assessed based on attitude, and character and then made criteria based on independent assignments and structured assignments and the results would later be tested differently by using the sample t-test. test, namely the independent sample t-test, the results of the data are not normally distributed, it is better to use the Wilxoson test and sign t-test. The result is that there is no difference between independent tasks and structured tasks seen from the significant table and the t-test table. Pendidikan sangatlah penting bagi kemajuan negara, pendidikan tidaklah lepas dari suatu penilaian. Penilaian haruslah berdasarkan rubrik yang ada agar jelas, tertruktur dan transparan. Salah satu penilaian yang ada berdasarkan analitik, holistik dan skala persepsi. Tujuan penelitian ini, menetapkan rubrik penilaian dalam matakuliah aljabar karena matakuliah tersebut hanya dilihat dari penilaian kuantitatif saja, namun dalam penelitian ini dinilai berdasarkan sikap, karakternya juga kemudian membuat kriteria berdasarkan tugas mandiri maupun tugas terstruktur dan hasilnya nanti akan diuji beda dengan menggunakan uji sampel t test yaitu independent sample t test, hasilya data tidak terdistribusi normal sebaiknya menggunakan uji wilxoson dan sign t-test. Hasilnya tidak ada perbedaan antara tugas mandiri maupun tugas terstruktur dilihat dari tabel signifikan maupun tabel t test nya.

Page 4 of 12 | Total Record : 111