cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285263531621
Journal Mail Official
lattice.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Rumah Jurnal UIN Bukittinggi Data Center building, 2rd floor at Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam - West Sumatera - Indonesia Telp. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied
ISSN : 27986470     EISSN : 27984621     DOI : https://www.doi.org/10.30983/lattice
Core Subject : Education,
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied (e-ISSN : 2798-4621 | p-ISSN : 2798-6470) is a journal which is published by Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, West Sumatera Indonesia. The journal is published twice a year in June and December. Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied focused is to publish original research (qualitative research, classroom action research, development/design research are top priorities) and/or library analysis on how students learn mathematics and how mathematics is taught in primary, secondary or undergraduate level. The journal also welcomes articles that address common issues in mathematics.
Articles 111 Documents
Korelasi antara Literasi Bahasa Indonesia dan Literasi Numerasi Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Aziz, Saddam Al; Septriyanti, Yesi
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6324

Abstract

This research includes ex post facto correlation research, which aims to determine the correlation of the independent (free) variable, namely Indonesian Language Literacy (X), with the dependent variable (tied), namely Mathematical Numerical Literacy (Y). The research was conducted in the January-June 2023 semester in 1 class VIII containing 30 students at a junior high school in Padang. Data was collected by testing one-story test questions. The sampling technique is purposive sampling. Data were analyzed using the Spearman Rank Correlation using the Kolmogorov-Smirnov normality test and hypothesis testing. The correlation coefficient value of Indonesian language literacy with the mathematical numeracy literacy variable is "positive 0.953". So that the relationship/correlation of the two variables is categorized as significant, vital, and in the same direction, this can be interpreted that if the Indonesian language literacy of class VIII students in the sample increases, the numeracy literacy of students in solving math problems will also increase, and vice versa. Penelitian ini termasuk penelitian korelasi expost facto yang bertujuan mengetahui korelasi  variabel independen (bebas) yaitu Literasi Bahasa Indonesia (X) dengan variabel dependen (terikat) yaitu Literasi Numerasi Matematika (Y). Penelitian dilakukan semester Januari-Juni 2023 pada 1 kelas VIII berisi 30 siswa pada suatu SMP di kota Padang. Dikumpulkan data dengan mengujikan 1 soal tes cerita. Teknik pengambilan sampelnya purposive sampling. Data dianalisis dengan uji normalitas Kolmogorov Smirnov dan uji hipotesis menggunakan Korelasi Spearman Rank. Nilai koefisien korelasi literasi bahasa Indonesia dengan variabel literasi numerasi matematika bernilai “positif 0,953”. Sehingga hubungan/korelasi kedua variabel tersebut dikategorikan signifikan, kuat, dan searah. Hal ini dapat diartikan bahwa jika literasi bahasa Indonesia siswa kelas VIII pada sampel semakin meningkat maka literasi numerasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal matematika juga akan semakin meningkat, begitu pula sebaliknya. 
Hubungan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dengan Gaya Belajar Siswa Ramadoni, Ramadoni; Dimas, Harnof
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6327

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between mathematical problem solving abilities and students' learning styles. Student learning styles are important in the learning process and understanding student learning styles. Recognizing student learning styles will make it easier to choose appropriate learning activities and make it easier for students to receive information. This type of research is quantitative research. The instruments used are test questions and questionnaires. The sample in this study were class XI students of SMA Negeri 1 Suliki with a total of 20 students. The results of the research are in the table of results of the value of mathematical problem solving abilities on students' learning styles. It can be concluded that the mathematical problem solving abilities of students who have a visual learning style are higher than the mathematical problem solving abilities of students who have audiotorial and kinesthetic learning styles. And the problem solving abilities of students who have an audiotorial learning style are higher than students who have a kinesthetic learning style. Therefore to improve mathematical problem solving abilities, students need better learning styles from 3 types of student learning styles so they can compete with other countries, and can improve rankings better than before. So that the relationship between mathematical problem solving abilities and student learning styles at SMA Negeri 1 Suliki is valid/reliable. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan gaya belajar siswa. Gaya belajar siswa penting dalam proses pembelajaran dan memahami gaya belajar siswa. Mengenali gaya belajar siswa akan memudahkan untuk memilih kegiatan pembelajaran yang sesuai dan memudahkan siswa dalam menerima informasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah soal tes dan angket. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Suliki dengan jumlah siswa 20 orang siswa. Hasil dari penelitian adalah dalam tabel hasil nilai kemampuan pemecahan masalah matematika terhadap gaya belajar siswa dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika dengan siswa yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi dibandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki gaya belajar audiotorial dan kinestetik. Dan kemampuan pemecahan masalah siswa yang memiliki gaya belajar audiotorial lebih tinggi dari siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik. Maka dari itu untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, diperlukan gaya belajar siswa dari 3 jenis gaya belajar siswa yang lebih baik agar bisa dapat bersaing dengan negara lain, dan dapat meningkatkan peringkat yang lebih baik dari sebelumnya. Sehingga hubungan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan gaya belajar siswa di SMA Negeri 1 Suliki bersifat valid/reliabel.
Deskripsi Minat Belajar Matematika Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Wahyuni, Nana; Rusdi, Rusdi; Leni, Nofri
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6524

Abstract

Interest is a component that arouses someone's enthusiasm that causes that person to focus on a particular activity. The purpose of this research was to describe or describe students' interest in learning mathematics through the application of the Discovery Learning learning model while studying. This type of research is a quantitative descriptive research. The research subjects chosen were 26 students of SMP Negeri 1 Padang Panjang. The sampling technique used in this study was sampling involving all research subjects. Such a sampling technique is known as saturated sampling technique.  Researchers chose research instruments in the form of observation and questionnaires or questionnaires of interest in learning mathematics. Information was obtained that 75% of students felt happy participating in learning mathematics, 71% of students were involved in  learning mathematics, as many as 80% of students paid attention to learning mathematics, and 76% of students were also interested in learning mathematics. In the future, it is hoped that teachers will pay more attention to whether students are interested or not during mathematics learning, because students usually view mathematics as a subject that is considered difficult and is not of interest to students. Minat adalah suatu komponen yang membangkitkan semangat seseorang yang menyebabkan orang tersebut menjadi fokus terhadap suatu aktivitas tertentu. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mendeskripsikan atau menggambarkan minat belajar matematika siswa terhadap pembelajaran matematika melalui diterapkannya model pembelajaran Discovery Learning saat belajar. Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian yang dipilih adalah 26 orang siswa dan siswi SMP Negeri 1 Padang Panjang . Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel dengan melibatkan semua subjek penelitian. Teknik sampling yan demikian dikenal dengan teknik sampling jenuh.  Peneliti memilih instrumen penelitian berupa observasi dan kuesioner atau angket minat belajar matematika. Diperoleh informasi bahwa 75 % siswa merasa senang dalam mengikuti pembelajaran matematika, 71 % siswa ikut terlibat selama pembelajaran matematika, sebanyak 80 % siswa memberikan perhatiannya terhadap pembelajaran matematika, dan 76% siswa juga tertarik dengan pembelajaran matematika. Untuk kedepannya diharapkan guru lebih memperhatikan apakah siswa berminat atau tidak selama pembelajaran matematika, karena biasanya siswa memandang matematika sebagai mata pelajaran yang dianggap sulit dan tidak diminati oleh siswa.
Dinamika Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan Pada Anak Usia Dini Pasca COVID-19 NUR, ZAINAH AULIA; Risnawita, Risnawita
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6550

Abstract

Mathematics learning is a process of giving and receiving mathematical concepts between educators and students. In early childhood, the process of learning mathematics must be done with fun because at that age children learn through play. However, on the other side, it turns out that the COVID-19 pandemic occurred resulted in a significant impact for PAUD teachers in the teaching process, especially those experienced by teachers at PAUD in Payakumbuh City. The results of this study indicate that there are dynamics experienced by PAUD teachers in teaching, especially in applying fun mathematics learning to their students, including: 1) changes in children's behavior that are increasingly difficult to interact with, 2) lack of children's motivation to learn and socialize, and 3) the lack of teacher knowledge regarding the importance of fun mathematics learning methods in inculcating good mathematical concepts in children. Pembelajaran matematika merupakan suatu proses pemberian dan penerimaan konsep matematika yang dilakukan antara pendidik dan peserta didik. Pada anak usia dini, proses pembelajaran matematika haruslah dilakukan dengan menyenangkan karena pada usia tersebut anak belajar melalui bermain. Namun, di sisi lain ternyata pandemi COVID-19 yang terjadi mengakibatkan dampak yang cukup signifikan bagi guru PAUD dalam proses mengajarnya terutama yang dialami oleh guru di salah satu PAUD di Kota Payakumbuh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya dinamika yang dialami oleh guru PAUD dalam mengajar terutama dalam menerapkan pembelajaran matematika yang menyenangkan kepada peserta didiknya, diantaranya: 1) perubahan perilaku anak yang semakin sulit untuk diajak berinteraksi, 2) kurangnya motivasi anak untuk belajar dan bersosialisasi, dan 3) minimnya pengetahuan guru terkait pentingnya metode pembelajaran matematika yang menyenangkan dalam penanaman konsep matematika yang baik pada anak.
Karakteristik Berpikir Intuitif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika Prameswari, Della Anggun; Muniri, Muniri
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6554

Abstract

In the process of solving math problems/problems, especially in the matter of relations and functions, between one student and another student must have a different mental process. Students' mathematical abilities in solving problems quickly and immediately are influenced by mental activity that is supported by intuitive thinking. Students who find it difficult to solve math problems with analytical (formal) abilities will use their intuition to help solve problems. So the purpose of this study is to describe the characteristics of students' intuitive thinking used in solving relations and function problems which are viewed from the mathematical abilities of each level of mathematical ability. Researchers use qualitative methods in this study. The results of the data analysis show that: (1) students who have high mathematical abilities in working on relations and function problems involve the characteristics of intuitive thinking globality, status theory, self-evidence, and coerciveness; (2) students who have mathematical abilities are working on relations and function problems involving the characteristics of intuitive thinking theory status, globality, and implicitness; and (3) students who have low mathematical ability in working on relations and function questions involve the characteristics of intuitive thinking extrapolativeness, self-evidence, and globality.. Dalam proses menyelesaikan masalah/soal matematika, khususnya pada materi relasi dan fungsi, antara siswa satu dan siswa lainnya pasti memiliki proses mental yang berbeda. Kemampuan matematis siswa dalam menyelesaikan masalah dengan cepat dan segera dipengaruhi oleh aktivitas mental yang didukung oleh pemikiran intuitif. Siswa yang merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika dengan kemampuan analitis (formal) akan menggunakan intuisinya untuk membantu memecahkan masalah. Maka tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan karakteristik berpikir intuitif dari siswa yang digunakan dalam menyelesaikan soal relasi dan fungsi yang mana ditinjau dari kemampuan matematika dari masing - masing jenjang kemampuan matematika. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi dalam mengerjakan soal relasi dan fungsi melibatkan karakteristik berpikir intuitif globality, theory status, self evidence, dan coerciveness; (2) siswa yang memiliki kemampuan matematika sedang dalam mengerjakan soal relasi dan fungsi melibatkan karakteristik berpikir intuitif theory status, globality, dan implicitness; dan (3) siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah dalam mengerjakan soal relasi dan fungsi melibatkan karakteristik berpikir intuitif extrapolativeness, self-evidence, dan globality.
Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Akbar, Syariful; Medika, Gema Hista; Farina, Mutia
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6558

Abstract

Learning activities are a series of physical and spiritual exercises that are carried out actively which result in better behavior when learning new things. Learning outcomes are qualities that are achieved by modifying behavior that are enduring, consistent, and result from education or experience gained through the subject matter and which can be measured based on the teacher's assessment. This study aims to find out whether the activities and learning outcomes of students in class XI MIPA at SMAN 5 Bukittinggi in 2022 show an increase using the jigsaw cooperative learning model in circle material. The research method used was Classroom Action Research (PTK) on 34 students of SMAN 5 Bukittinggi in class XI MIPA 2 in the odd semester of the 2022 school year as research subjects. Based on the findings of research data, student learning activities increased from quite active to active, and student learning outcomes were obtained using the average value (X), Absorption (DS) and Learning Mastery (KB) increased from cycle I to cycle II respectively of 28.58, 28.58%, and 120%.  Aktivitas belajar adalah rangkaian latihan jasmani dan rohani yang dilakukan secara aktif yang menghasilkan tingkah laku yang lebih baik ketika mempelajari hal-hal baru. Hasil belajar adalah kualitas yang dicapai dengan modifikasi perilaku yang bertahan lama, konsisten, dan dihasilkan dari pendidikan atau pengalaman yang diperoleh melalui mata pelajaran dan yang dapat diukur berdasarkan penilaian guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas XI MIPA SMAN 5 Bukittinggi 2022 menunjukkan peningkatan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi lingkaran. Adapun Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terhadap 34 siswa SMAN 5 Bukittinggi di kelas XI MIPA 2 pada semester gasal tahun ajaran 2022 dijadikan sebagai subjek penelitian. Berdasarkan temuan data penelitian, aktivitas belajar siswa meningkat dari cukup aktif menjadi aktif, dan hasil belajar siswa didapatkan menggunakan nilai rata-rata (X), Daya Serap (DS) dan Ketuntasan Belajar (KB) meningkat dari siklus I ke siklus II berturut-turut sebesar 28,58, 28,58%, dan 120%.
Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (Pmri) dalam Membangun Karakter Peserta Didik Febrian, Dwi Mila; Iltavia, Iltavia; ergusni, Ergusni
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6560

Abstract

In the world of education, the cognitive, psychomotor, and affective  realms are three interrelated domains. Therefore, efforts to educate students in the realities of daily life must be balanced with character education. The formulation of the problem in this study is how to describe PMRI in building student character? The purpose of this study is to describe PMRI in building student character.This type of research is library research, namely critically reviewing arguments or findings regarding PMRI in building student character in a literature. The data collection technique in this research is documentation. The author uses two literatures as the main source of research data and three literatures as sources of supporting research data. The data that has been collected is then analyzed so that conclusions can be drawn to solve the topic of the problem in this study.Based on the research results show that PMRI can build students' character. PMRI can build student character through a philosophical foundation (strong interest, appreciation, and humanity), PMRI principles (motivation, high curiosity, hard work, honesty, confidence, courage to defend opinions, be responsible, accept friends' opinions, independence and creative thinking), PMRI characteristics (curiosity, independence, creative thinking, honesty, independence, persistence, and hard work), and PMRI steps (independent, friendly/communicative, honest, working hard in solving problems), creative, democratic, and high curiosity) ensure that PMRI has the potential to grow and build these characters. Dalam dunia pendidikan, ranah kognitif, ranah psikomotor, ranah efektif adalah tiga bidang terkait. Jadi upaya pendidikan siswa di dalam realita kehidupan sehari – harinya yang harus diseimbangkan dengan pendidikan yang mengutamakan karakter. Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana mendeskripsikan PMRI dalam membangun karakter siswa?. Adapun tujuan didalam penelitian ini adalah untuk dapat  mendeskripsikan PMRI dalam membangun karakter peserta didik.Jenis penelitian dalam kegiatan  ini adalah penelitian kepustakaan (library research) adalah mampu meninjau secara kritis argumen atau temuan mengenai PMRI dalam membangun karakter peserta didik dalam sebuah literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Penulis memakai dua buah dokumen sebagai sumber data penelitian utama dan tiga buah dokumen sebagai sumber data pendukung penelitian. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis agar dapat dibuat kesimpulan untuk menjawab topik masalah dalam penelitian.Hasil penelitian adalah  menunjukan bahwa PMRI dapat membangun karakter siswa. PMRI yang dapat membangun karakter siswa melalui landasan filosofis (minat yang kuat, apresiasi, dan humanis), prinsip – prinsip PMRI (motivasi, rasa ingin tahu yang tinggi, berkerja keras, jujur, keyakinan, keberanian mempertahankan pendapat, bertanggungjwab, menerima pendapat teman, mandiri dan berpikir yang kreatif), karakteristik PMRI (rasa ingin tahu, mandiri, berpikir yang kreatif, kejujuran, kemandirian, kegigihan, dan kerja keras), dan langkah – langkah PMRI (mandiri, bersahabat/komunikatif, jujur, bekerja keras dalam kegiatan penyelesaian masalah, kreatif, demokratis, dan rasa ingin tahu yang tinggi) menjamin bahwa PMRI sangatlah potensial dalam menumbuhkan dan membangun karakter siswa di sekolah
Pemahaman Konsep Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Aplikasi Geogebra Putri, Sinta Maidatul; Susanto, Andi
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i2.7490

Abstract

This study was motivated by the low ability of concept understanding assisted by class VII SMP N 1 Padang Panjang. This is because the selected media-assisted learning model has not developed concept understanding skills. The solution is to use Problem Based Learning Model assisted by GeoGebra Application. This study aims to determine the concept understanding ability of students who learn using the Problem Based Learning Model assisted by Geogebra Application is higher than the concept understanding ability of students who learn using ordinary lessons. The type of research is quasy experiment with control group only design. The population is VII grade students of SMP N 1 Padang Panjang. The instrument used is a test of concept understanding ability assisted by data analyzed by t-test. The experimental class concept understanding ability test results were 79.33 assisted control class was 70.33. Hypothesis test  with obtained tcount = 1,81 and   . It is concluded that the ability to understand concepts taught with Problem Based Learning Model assisted by GeoGebra Application is higher than the ability to understand the concepts of students with ordinary learning.Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan pemahaman konsep berbantuan kelas VII SMP N 1 Padang Panjang. Hal ini dikarenakan model pembelajaran berbantuan media yang dipilih belum mengembangkan kemampuan pemahaman konsep. Adapun solusi dilakukan adalah menggunakan Model Problem Based Learning berbantuan Aplikasi GeoGebra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep siswa yang belajar menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Aplikasi Geogebra lebih tinggi dibandingkan kemampuan pemahaman konsep siswa yang belajar menggunakan pelajaran biasa. Jenis penelitian adalah quasy eksperiment dengan control group only design. Populasimya adalah siswa kelas VII SMP N 1 Padang Panjang. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep berbantuan data dianalisis dengan uji-t. Hasil tes kemampuan pemahaman konsep kelas eksperimen adalah 79.33 berbantuan kelas kontrol adalah 70.33. Uji hipitesis dengan didapatkan . Disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep yang diajar dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Aplikasi GeoGebra lebih tinggi dari pada kemampuan pemahaman konsep siswa dengan pembelajaran biasa.
Kemampuan Spasial Siswa Laki-Laki dan Perempuan terhadap Pemecahan Masalah Geometri Destiani, Merin; Fitri, Haida; Iswantir, Iswantir; Isnaniah, Isnaniah
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i2.7549

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya rendahnya kemampuan spasial siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai perbedaan kemampuan spasial antara siswa laki-laki dan siswa perempuan di kelas VIII.2 MTsN 3 Agam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dan instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa laki-laki dan siswa perempuan keduanya berada pada kategori sedang. Rata-rata skor siswa laki-laki adalah 56, sedangkan siswa perempuan memiliki rata-rata skor 46, keduanya termasuk dalam kategori sedang. Dalam analisis unsur kemampuan spasial, siswa laki-laki menunjukkan pencapaian yang lebih tinggi dalam unsur Mental Rotation dibandingkan dengan unsur lainnya. Di sisi lain, siswa perempuan menunjukkan pencapaian yang lebih tinggi dalam unsur Spasial Orientation dibandingkan dengan unsur lainnya. Dengan demikian, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa siswa laki-laki cenderung lebih unggul dalam kemampuan Mental Rotation, sementara siswa perempuan cenderung lebih baik dalam kemampuan Spasial Orientation.
Urgensi Pemikiran Filsafat dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Matematika Muthma'innah, M
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i2.7553

Abstract

Until now, philosophical thinking in the world of education, especially in learning mathematics is still far from expectations, because there are still many teachers who find it difficult to philosophize when learning mathematics. The purpose of this paper is to describe the urgency of philosophical thought in improving the quality of mathematics education. This research includes library research, using descriptive analysis techniques. The data collection technique uses documentation techniques by collecting the latest nationally indexed journal articles related to the urgency of philosophical thought in improving the quality of mathematics education.  The research results show that philosophical thinking is very urgent in improving the quality of mathematics education, because philosophical thinking was born from a teacher or educational observer who is critical in improving the quality and quality of mathematics education. This can be seen when teachers carry out research in improving the quality of learning mathematics in class. As for education observers, they will use their philosophical thinking in improving the quality of mathematics education through learning methods and models that are in accordance with the curriculum of mathematics education and learning.  The impact of this research in the future for teachers and education observers is to continue to think and philosophize in improving the quality of mathematics education, in solving mathematical problems that arise in the world of education, so that the quality of mathematics education in learning is improved and more enjoyable.  Hingga saat ini, pemikiran filsafat di dunia pendidikan khususnya dalam pembelajaran matematika masih jauh dari harapan, karena masih banyak guru yang merasa kesulitan dalam berfilsafat saat pembelajaran matematika. Adapun tujuan tulisan ini yaitu untuk mendeskripsikan urgensi pemikiran filsafat dalam meningkatkan mutu pendidikan matematika. Penelitian ini termasuk penelitian library research, dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi dengan mengumpulkan artikel jurnal terupdate yang terindeks nasional berkaitan urgensi pemikiran filsafat dalam meningkatkan mutu pedidikan matematika. Hasil penelitian diperoleh pemikiran filsafat sangat urgen dalam meningkatkan mutu pendidikan matematika, karena pemikiran filsafat lahir dari seorang guru maupun pemerhati pendidikan yang kritis dalam memperbaiki kualitas dan mutu pendidikan matematika. Hal ini terlihat saat guru melaksanakan penelitian dalam memperbaiki kualitas pembelajaran matematika di kelas. Adapun bagi pemerhati pendidikan akan menggunakan pemikiran filsafatnya dalam memperbaiki mutu pendidikan matematika melalui metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum pendidikan dan pembelajaran matematika. Dampak bagi penelitian ini ke depannya untuk guru dan pemerhati pendidikan yaitu agar terus berpikir dan berfilsafat dalam mmeningkatkan mutu pendidikan matematika, dalam memecahkan permasalahan matematika yang timbul di dunia pendidikan, sehingga mutu pendidikan matematika dalam pembelajaran lebih meningkat dan menyenangkan.

Page 5 of 12 | Total Record : 111