cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Keterkaitan dismenorea dengan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji Tambunan, Meynisah Sari; Hidayat, Fadil
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24700

Abstract

Dismenorea, diartikan sebagai nyeri haid, seringkali cukup berlebihan sehingga membatasi seorang perempuan ketika melakukan aktivitas normal. Seringkali, juga dapat bersamaan dengan gejala lainnya mencakup pusing, sakit kepala, muntah, mual dan diare yang dirasakan ketika haid. Angka kejadian dismenorea di Indonesia sebesar 64,25%, yang terdiri dari 9,36% dismenorea sekunder dan 54,89% dismenorea primer. Derajat dismenorea yang dialami setiap perempuan berbeda dan umumnya terjadi pada masa pubertas. Usia remaja sampai dewasa muda lebih rentan mengalami dismenorea karena beberapa faktor risiko, salah satunya ialah konsumsi makan cepat saji yang berlebih. Tujuan studi analitik cross sectional ini sebagai acuan untuk edukasi tentang kebiasaan konsumsi makanan cepat saji terhadap kaitannya dengan dismenorea. Pengambilan data 196 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020-2022 menggunakan teknik non-random consecutive sampling. Pengambilan data tingkat nyeri dismenorea dan pola konsumsi makanan cepat saji menggunakan kuesioner visual analogue scale (VAS) yang dikombinsikan dengan numeric rating scale (NRS) serta semi-quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Data yang didapatkan mayoritas mengalami dismenorea sedang (126 subjek; 64,3%) dan sebagian besar sering mengonsumsi makanan cepat saji (131 subjek; 66,8%).  Analisis secara statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara dismenore dengan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji (p-value = 0,047).
Uji fitokimia, kapasitas total antioksidan, uji toksisitas dan kadar metabolit sekunder ekstrak buah aprikot (Prunus armeniaca) Habibah, Rizka Azahra; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24718

Abstract

Fitokimia merupakan antioksidan yang berperan dalam penghambatan stres oksidatif. Senyawa ini digolongkan dalam empat kelas utama yaitu terpenoid, alkaloid, glikosida, dan polifenol. Stres oksidatif dapat timbul karena ketidak seimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan di dalam tubuh akibat kurangnya antioksidan atau meningkatnya radikal bebas seperti reactive oxygen species (ROS), reactive nitrogen species (RNS), dan reactive sulfur species (RSS). Namun jika jumlah radikal bebas berlebihan, dapat menyebabkan kerusakan sel yang akan menyebabkan percepatan penuaan dan penyakit degeneratif. Antioksidan dari luar dibutuhkan untuk membantu menyeimbangkan kembali, dan salah satunya didapat dengan mengonsumsi buah dan sayur. Penelitian termasuk penelitian eksperimental bersifat in vitro dan bioassay terhadap ekstrak buah aprikot. Pada uji in vitro, terdiri dari uji fitokimia, uji fenolik dan alkaloid total, uji kapasitas total antioksidan, metabolit sekunder. Sedangkan uji bioassay menggunakan uji toksisitas BSLT. Kemudian, melakukan ekstraksi menggunakan metode perkolasi dan untuk uji kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Uji fitokimia menunjukkan buah aprikot mengandung alkaloid, flavonoid, kardioglikosida, saponin, kumarin, fenolik, kuinon, betasianin, antosianin dan tannin. Uji kapasitas antioksidan DPPH didapatkan IC50 78,656 mg/mL. Uji toksisitas didapatkan LC50 sebesar 306,846 µg/mL.
Gambaran variasi uji kapasitas antioksidan DPPH, FRAP dan ABTS pada ekstrak biji jengkol (Archidenfron sp.) Ezra, Pasuarja Jeranding; Limanan, David; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24762

Abstract

  Antioksidan adalah substansi yang dapat menyumbangkan elektron ke radikal bebas. Antioksidan sintetik dan antioksidan alami adalah dua kategori utama asal antioksidan. Tanaman jengkol (Archidendron sp), misalnya, merupakan sumber antioksidan alami. Keadaan alam, kesuburan tanah, perawatan tanaman, dan spesies semuanya berperan dalam kemampuan antioksidan jengkol. Studi ini berangkat untuk meninjau tiga tes yang biasa digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan, dalam hal ini ekstrak biji jengkol (Archidendron sp) diukur kapasitasnya. Mekanisme kerja dari ketiga metode ini dibedakan berdasarkan pada mekanisme reaksinya dalam mereduksi suatu oksidan. Hasil dari masing masing ujii kapasitas antioksidan ekstrak biji jengkol, pada metode ABTS didapatkan nilai IC50  sebesar  36,389 µg/mL. Pada metode DPPH nilai IC50 yang diperoleh sebesar 174,645 µg/mL. Adapun pada metode FRAP besaran IC50 yang didapatkan yaitu 48,275 µg/mL. Korelasi semua uji antioksidan pada ekstrak dapat dipercaya (R2 > 0,95).
Hubungan kejadian kanker serviks dengan penggunaan kontrasepsi oral pada pasien RSUD Undata Sulawesi Tengah Magfirah, Salwa Lidya; Wijaya, Sony
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24779

Abstract

Kanker serviks merupakan neoplasia ganas pada area leher rahim yang secara histologis dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu adenokarsinoma (AC) dan karsinoma sel skuamosa (CCS). Seiring dengan perjalanan penyakit, terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kejadian kanker serviks sehingga diperlukan adanya penelitian terkait faktor tersebut agar kejadian kanker serviks dapat diturunkan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi oral dengan kejadian kanker serviks sehingga dapat menjadi pertimbangan terhadap para tenaga kesehatan dalam mendiagnosa kanker serviks. Jenis studi ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan total population sampling. Studi dilakukan di Rumah Sakit Umum Undata Sulawesi Tengah dengan 100 responden penderita kanker serviks dari data sekunder yaitu rekam medik. Pengamatan dilakukan pada data responden berupa karakteristik responden yaitu paritas, riwayat penggunaan kontrasepsi oral beserta durasinya, dan stadium kanker serviks yang diderita oleh responden. Analisis hubungan antar kedua variabel yaitu riwayat penggunaan kontrasepsi dengan kejadian kanker serviks dengan uji chi-square. Sebanyak 75% responden didominasi dengan riwayat tidak menggunakan kontrasepsi oral. Stadium kanker terbanyak yang diderita oleh responden adalah stasium IIIA (39%). Hasil analisis menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan kontrasepsi oral dengan kejadian kanker serviks (p-value = 0,583).
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap migrain tanpa aura pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Azolia, Citra Putri; Andriani, Rini
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24787

Abstract

Salah satu penyebab nyeri kepala yang paling mengganggu adalah migrain. Keluhan ini dapat memengaruhi kehidupan pribadi dan sosioekonomi penderitanya. Sakit kepala bersama dengan gejala lain adalah ciri sindrom klinis yang dikenal sebagai migrain tanpa aura. Mahasiswa kedokteran berisiko mengalami migrain tanpa aura dikarenakan banyaknya tugas belajar. Tingkat intensitas belajar yang tinggi, kualitas tidur dan istirahat yang buruk, dan terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer adalah faktor risiko lainnya. Penelitian tentang prevalensi dan penyebab migrain tanpa aura pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara diperlukan berdasarkan masalah tersebut. Metode studi analitik potong lintang digunakan untuk menyusun studi ini. Usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, kebiasaan merokok, dan kualitas tidur adalah variable-variabel yang digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa dari 191 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021, sebanyak 67 (31,5%) mengalami migrain tanpa aura. Faktor seperti usia, jenis kelamin, kualitas tidur, obesitas dan kebiasaan merokok, tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan migrain tanpa aura (p-value >0,05). Namun secara epidemiologi, jenis kelamin dan kualitas tidur berperan dalam kejadian migrain pada studi ini.
Uji kapasitas antioksidan dan kadar metabolit sekunder ekstrak angkak (Oryza sp) Santoso, Stanley; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24790

Abstract

  Reactive Oxygen Species (ROS) memiliki peran penting dalam proses fisiologis kehidupan manusia, namun, pada konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Ketidakseimbangan antara ROS dalam konsentrasi tinggi dengan antioksidan di dalam tubuh dapat menyebabkan stress oksidatif. Oleh karena itu, antioksidan memiliki peran penting dalam menghambat proses oksidasi yang terjadi di dalam tubuh maupun di luar tubuh. Salah satu  sumber antioksidan dapat diperoleh dari angkak (Oryza.sp). Studi ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas antioksidan dan metabolit sekunder yang terdapat di angkak. Studi eksperimental ini menggunakan ekstrak angkak yang dihaluskan lalu diperkolasi dengan pelarut methanol dan dievaporasi hingga terbentuk pasta. Pada ekstrak tersebut dilakukan uji skrining fitokimia berdasarkan Harborne, kapasitas total antioksidan menggunakan metode ABTS, dan uji kadar fenolik total (Singleton dan Rossi). Pada uji skrining fitokimia, ekstrak angkak mengandung fenolik, flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, glikosida, terpenoid, kuinon, kardioglikosida, antosianin dan kumarin. Kapasitas total antioksidan ekstrak angkak ialah 25,557mg/mL. Hasil tersebut menunjukan bahwa ekstrak angkak memiliki kapasitas antioksidan yang sangat kuat dan kadar fenolik total 694,56 mg/mL. Kesimpulan studi ini, angkak memiliki potensi sebagai antioksidan.
Skrining fitokimia serta uji toksisitas pada ekstrak daun bayam merah (Amaranthus sp.) Marcella, Agnes; Ferdinal, Frans; Limanan, David; Yulianti, Eny
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24801

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu molekul yang sangat reaktif yang dapat mengoksidasi dan mengubah molekul di sekitar. Molekul yang teroksidasi dapat menjadi radikal bebas dan akan merusak jaringan di sekitarnya serta mengancam kelangsungan hidup sel. Antioksidan menyumbangkan elektron kepada radikal bebas dan membantu mempertahankannya dalam tingkat fisiologis. Stres oksidatif terjadi jika terjadi ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan sehingga untuk mengimbangi kekurangan antioksidan tersebut, tubuh memanfaatkan antioksidan dari luar. Bayam merah (Amaranthus sp.) sudah dikenal menjadi salah satu sumber antioksidan eksogen. Pemeriksaan in-vitro dengan eksperimental meliputi uji fitokimia kualitatif (Harborne) dan pemeriksaan bioassay yaitu uji toksisitas dengan BSLT (Meyer). Uji kualitatif fitokimia didapatkan hasil positif pada alkaloid, antosianin, betasianin, kardioglikosida, koumarin, flavonoid, glikosida, fenolik, kuinon, saponin, steroid, terpenoid serta tanin. Pada uji toksisitas didapatkan nilai LC50 sebesar 275,810 µg/mL pada daun bayam merah, sehingga berpotensi memiliki efek antimitotik.
Gambaran tingkat pengetahuan penulisan resep yang benar pada mahasiswa Universitas Tarumanagara yang mengikuti ujian OSCE (Objective Structured Clinical Examination) Agus Hermana Putra, Muhammad; Johan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24802

Abstract

Resep merupakan suatu tulisan yang ditulis oleh dokter sebagai permintaan tertulis kepada apoteker guna menyediakan obat dan menyerahkan kepada pasien sesuai dengan aturan yang ada. Penulisan resep merupakan keterampilan yang harus dikuasai sejak proses pembelajaran sampai dengan lulus menyandang gelar dokter. Penulisan resep yang tidak tepat dapat mempengaruhi proses pengobatan pasien. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penulisan resep oleh mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara yang mengikuti ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) lokal 2023. Studi deskriptif potong lintang ini dilakukan dari bulan Februari-Mei 2023. Data penelitian ini didapatkan dari kertas resep mahasiswa yang mengikuti OSCE lokal dengan jumlah sebanyak 134 sampel. Hasil studi ini menunjukkan mahasiswa yang menuliskan resep obat racik sebanyak 38 responden dengan 37 responden (97,36%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan 1 responden (2,64%) dengan tingkat pengetahuan cukup. Kesalahan paling banyak pada bagian prescriptio (78,94%) dan paling sedikit pada bagian pro (2,63%). Mahasiswa yang meresepkan obat topikal sebanyak 23 responden dan seluruhnya memiliki tingkat pengetahuan baik. Kesalahan paling banyak pada bagian prescriptio (13,04%) dan kesalahan paling sedikit pada bagian subscriptio (4,34%). Mahasiswa yang menuliskan resep obat oral sebanyak 73 responden dimana 72 (98,63%) responden memiliki tingkat pengetahuan baik serta terdapat 1 responden (1,37%) dengan tingkat pengetahuan cukup. Kesalahan paling banyak pada bagian prescriptio (10,95%) dan kesalahan paling sedikit pada bagian subscriptio (1,37%). Secara keseluruhan, mahasiswa yang mengikuti ujian OSCE local periode Februari 2023 memeiliki pengetahuan peresepan yang baik dan kesalahan tersering pada bagian prescription.
Pengetahuan terkait kanker payudara dan perilaku SADARI pada mahasiswi kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021 Windiatmoko, Dhio Dwi; Triyana sari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24807

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia. Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit yang ditakuti oleh wanita karena penyakit tersebut dapat menyebabkan hilangnya organ vital wanita. Sejumlah studi memperlihatkan bahwa deteksi kanker payudara seperti memiliki pengetahuan tentang kanker payudara dan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dapat meningkatkan keberhasilan pencegahan kanker payudara. Studi ini bertujuan untuk Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan kanker payudara dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Studi deskriptif kuantitatif ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 95 mahasiswi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil studi tingkat pengetahuan responden tentang kanker payudara didapatkan pengetahuan yang baik terdapat pada 46 (48,4%) responden dan pengetahuan kurang baik pada 49 (50,5%) responden. Pengetahuan tentang perilaku SADARI didapatkan untuk kategori baik pada 86 (90.5%) responden dan kurang baik pada 9 (9.5%) responden. Pengetahuan mahasiswi Universitas Tarumanagara angkatan 2021 tentang pengertian kanker payudara, resiko kanker payudara, gejala kanker payudara, pencegahan kanker payudara termasuk perilaku SADARI termasuk dalam kategori baik.
Gambaran nilai rerata hemoglobin dan kualitas hidup pada pasien gagal jantung di RS Sumber Waras periode Januari-Juni 2023 Fitriyani, Iis Rani; Priyana, Andria
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24815

Abstract

Gagal jantung merupakan keadaan ketika jantung sudah tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Anemia merupakan salah satu komorbid penting yang sering terjadi pada pasien gagal jantung. Kondisi ini berhubungan dengan status fungsional dan prognosis yang buruk, serta risiko perawatan di rumah sakit yang lebih lama. Studi ini bertujuan untuk melihat gambaran  nilai rerata hemoglobin yang mencerminkan kejadian anemia dan juga untuk melihat gambaran kualitas hidup pada pasien gagal jantung. Studi deskriptif cross-sectional ini dilakukan di Rumah Sakit Sumber Waras selama bulan Januari - Juni 2023. Cara pengambilan sampel dengan metode consecutive sampling. Nilai kadar hemoglobin didapatkan pada rekam medis, sedangkan kualitas hidup menggunakan Minnesota living with heart failure questionnaire (MLHFQ). Hasil studi menunjukkan bahwa penderita gagal jantung di RS Sumber Waras rata-rata mengalami anemia dengan nilai rata-rata 11,70 mg/dl ± 2,18. Kualitas hidup pasien gagal jantung di RS Sumber Waras dalam rentang masih baik yaitu dengan rerata nilai kualitas hidup sebesar 22,10 ± 19,23.