cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 724 Documents
Integrasi Prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami dalam Evaluasi Orientasi Ruang Renovasi Rumah Tinggal di Grand City Cluster Hyland, Balikpapan Siti Nurafnih Rahma; Wilda Maulina
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami dalam evaluasi orientasi ruang pada renovasi rumah tinggal di Grand City Cluster Hyland, Balikpapan. Integrasi dalam penelitian ini tidak dimaknai sebagai penyatuan konsep normatif, melainkan sebagai proses analisis spasial paralel yang menggunakan variabel yang sama untuk membaca kualitas orientasi ruang berdasarkan kedua pendekatan tersebut. Fokus penelitian meliputi orientasi ruang, pola sirkulasi, pembagian zonasi, keberadaan ruang transisi, serta orientasi elemen interior. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan secara terpisah berdasarkan prinsip Fengshui dan Arsitektur Islami, kemudian hasilnya disintesiskan melalui tabel evaluasi integratif untuk mengidentifikasi aspek yang memenuhi kedua prinsip, memenuhi salah satu, atau tidak memenuhi keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting rumah tinggal belum sepenuhnya memenuhi kedua pendekatan, terutama pada orientasi ruang dan pola sirkulasi, pembagian zonasi public, semi privat, dan privat, keberadaan ruang transisi, serta orientasi kloset. Namun demikian, terdapat elemen yang telah sesuai dengan kedua prinsip, seperti posisi kasur, sehingga tidak seluruh elemen ruang memerlukan perubahan desain. Berdasarkan sintesis hasil analisis, penelitian ini merumuskan tiga prinsip integratif sebagai temuan utama, yaitu keteraturan ruang, transisi spasial, dan kontrol orientasi. Ketiga prinsip tersebut merepresentasikan titik temu antara Fengshui dan Arsitektur Islami dalam konteks renovasi hunian dan digunakan sebagai dasar perumusan rekomendasi desain. Penelitian ini menunjukkan bahwa Fengshui dan Arsitektur Islami dapat diintegrasikan secara bersamaan sebagai kerangka evaluasi orientasi ruang untuk menghasilkan hunian yang lebih tertata, nyaman, dan selaras dengan nilai fungsional serta spiritual penghuni.
Optimalisasi Pencahayaan melalui Otomatisasi Sistem Tirai pada Kamar Deluxe Hotel Artotel Magelang Irbah Rakha Citra Tsani; S Suharyani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Kamar Deluxe Hotel Artotel Magelang yang masih berada dalam tahap pembangunan. Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan distribusi cahaya yang tidak merata, khususnya pada area dekat jendela dengan intensitas cahaya berlebihan (850-925 lux) serta penggunaan pencahayaan buatan yang berlangsung secara terus-menerus akibat sistem pengendalian tirai yang masih bersifat manual. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kenyamanan visual dan efisiensi energi Kamar Deluxe. Penelitian ini bertujuan untuk mengotomatisasi sistem tirai manual menjadi sistem otomatis berbasis sensor cahaya menggunakan Arduino Uno R3 sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan simulasi DIALux Evo dimanfaatkan untuk menentukan batas iluminansi ideal (set-point) sesuai standar SNI 6197:2020. Nilai set-point ini digunakan sebagai parameter kendali dalam pemrograman Arduino, yang menentukan kondisi kapan tirai harus menutup atau terbuka secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya yang terdeteksi sensor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem otomatis tirai yang dirancang berpotensi mengurangi area yang memiliki cahaya berlebihan, menciptakan distribusi cahaya yang merata dengan iluminansi sesuai SNI 6197:2020. Respons sistem yang cepat (10 detik) dan implementasi dengan komponen ekonomis membuat teknologi ini praktis untuk diterapkan pada hotel modern. Sistem ini berpotensi meningkatkan kenyamanan visual pengguna serta mengoptimalkan pemanfaatan cahaya alami secara berkelanjutan.
Optimalisasi Pencahayaan Buatan pada Kamar Standar Hotel Artotel Magelang menggunakan DIALux Esti Septiana; S Suharyani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan buatan berperan penting dalam menciptakan kenyamanan visual dan efisiensi energi pada kamar hotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan sistem pencahayaan buatan pada kamar standar Hotel Artotel Magelang berdasarkan SNI 6197:2011 menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan simulasi digital melalui perangkat lunak DIALux. Data diperoleh melalui observasi kondisi eksisting ruang yang meliputi dimensi ruang, spesifikasi lampu, material interior, dan tata letak furnitur. Hasil simulasi awal menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan pada kamar standar Hotel Artotel Magelang melebihi standar SNI 6197:2011, khususnya pada area tidur dan kamar mandi yang mencapai sekitar 500 lux. Meskipun tingkat iluminasi tinggi, kualitas pencahayaan belum optimal akibat distribusi cahaya yang tidak merata, potensi silau, serta adanya area dengan pencahayaan berlebih sehingga kenyamanan visual ruang belum tercapai sesuai fungsi kamar hotel. Optimalisasi dilakukan melalui penyesuaian jumlah dan tata letak lampu, pemilihan lampu LED yang lebih efisien, serta pengendalian cahaya alami sehingga menghasilkan tingkat iluminasi sesuai standar dan distribusi cahaya yang lebih merata.
Peran Biophilic Design pada Laluna Café dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja pada Lingkungan Perkotaan Berlian Putri Salsabila; S Suharyani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan angka stres dan gangguan kesehatan mental di kalangan remaja menjadi tantangan serius dalam lingkungan urban yang semakin padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Biophilic design pada café untuk meningkatkan kesehatan mental remaja. Penggunaan elemen alami dalam desain café diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan psikologis dan mengurangi stres. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi melalui survei yang disebar kepada remaja yang mengunjungi café dengan desain biophilic untuk mengukur dampaknya terhadap Kesehatan mental mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara integrasi elemen alam dengan kesejahteraan emosional remaja. Analisis data mengungkap bahwa kehadiran vegetasi dalam ruang dan pencahayaan alami memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan kecemasan. Temuan ini menegaskan bahwa desain ruang menjadi sarana pemulihan stres bagi remaja di perkotaan.
Pemanfaatan Limbah Tailing sebagai Material Modul Atap pada Museum Freeport Tahap 2 Jihan Nabila; Wisnu Setiawan
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Freeport Indonesia menghasilkan limbah tailing dalam jumlah sangat besar yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan, sehingga diperlukan upaya pemanfaatan inovatif yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan limbah tailing sebagai material arsitektur pada desain modul atap Museum Freeport Tahap 2 di kawasan MP-21, Mimika, Papua Tengah. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif melalui observasi, wawancara, serta testing desain material dan desain modular atap. Pengujian material dilakukan pada tiga jenis panel berbasis tailing untuk mengevaluasi karakteristik fisik, performa struktural, dan kemudahan konstruksi. Sementara itu, pengujian desain dilakukan pada susunan modul atap yang menerjemahkan indikator kontekstual lokal rumah adat Honai, desain pasif, dan modular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel aluminium dengan concrete tailing coating memiliki performa paling optimal karena ringan, stabil, dan mudah diaplikasikan. Selain itu, susunan modul atap tidak rapat dengan pola acak terkontrol dinilai paling sesuai karena mampu menyeimbangkan nilai kontekstual rumah adat Honai, desain pasif, dan efisiensi sistem modular. Penelitian ini menegaskan bahwa limbah tailing dapat diolah menjadi material arsitektur yang bernilai guna serta berperan sebagai representasi simbolis komitmen keberlanjutan PT Freeport Indonesia.
Adaptasi Tata Ruang dan Sirkulasi dalam Desain Pesantren Modern di Lahan Terbatas Rozak Akram Novandra; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi tantangan dalam pengembangan pesantren modern yang membutuhkan ruang pendidikan, hunian, dan aktivitas keagamaan secara terpadu. Sekolah Tahfidz Mutiara Bangsa di Cikarang, Kabupaten Bekasi, direncanakan pada lahan terbatas sehingga pengembangan tata ruang secara horizontal tidak mampu mengakomodasi kebutuhan ruang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi tata ruang pesantren modern pada lahan terbatas melalui pendekatan desain, dengan meninjau karakter tata ruang pesantren, tipologi pesantren, serta standar perancangan bangunan pendidikan dan asrama. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, studi standar perancangan, dan analisis desain eksisting Sekolah Tahfidz Mutiara Bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang pesantren merupakan sistem spasial terpadu dengan masjid sebagai pusat orientasi utama yang membentuk pola sirkulasi dan aktivitas santri, baik pada pesantren tradisional maupun modern. Pendekatan vertikal direkomendasikan sebagai strategi pengembangan pesantren modern di lahan terbatas dengan menciptakan ruang-ruang yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Pesantren vertikal menuntut pengaturan zonasi yang jelas dan hierarkis sebagai respons terhadap keterbatasan lahan. Masjid, sebagai pusat kegiatan pesantren, ditempatkan pada lantai bawah pada zona semi-publik untuk kemudahan akses internal dan eksternal. Masjid tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan santri maupun kegiatan kemasyarakatan. Sementara itu, zona pendidikan ditempatkan pada lantai menengah, dan zona hunian santri pada lantai atas untuk menjaga privasi dan keteraturan aktivitas santri.
Evaluasi Jalur Evakuasi Rumah Sakit Permata Bunda Mengacu NFPA 101 berbasis BIM Dimas Prima Galih Pamungkas; Q Qomarun
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalur evakuasi merupakan elemen keselamatan penting pada bangunan rumah sakit yang memiliki aktivitas tinggi serta pengguna dengan tingkat mobilitas yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jalur evakuasi kebakaran pada Rumah Sakit Permata Bunda Purwodadi melalui pendekatan Building Information Modeling (BIM) menggunakan fitur Path of Travel. Analisis dilakukan terhadap 171 ruang dengan menghitung jarak tempuh lintasan evakuasi aktual menuju akses evakuasi terdekat berdasarkan konfigurasi spasial bangunan. Evaluasi kinerja jalur evakuasi mengacu pada batas jarak tempuh maksimum 200 ft (±61 m) untuk bangunan fasilitas kesehatan tanpa sprinkler sesuai International Building Code (IBC) dan prinsip jalur evakuasi sesuai ketentuan National Fire Protection Association (NFPA) 101. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi jarak tempuh yang signifikan antar ruang serta ketergantungan jalur evakuasi lantai dua terhadap satu tangga darurat. Selain itu, distribusi titik kumpul yang belum merata turut memengaruhi keterjangkauan jalur evakuasi bagi beberapa ruang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja jalur evakuasi tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan jalur keluar, tetapi juga oleh konfigurasi ruang, ketersediaan alternatif lintasan, dan keterpaduan jalur menuju titik kumpul, yang tercermin dari sebanyak 43,86% ruang dengan jarak tempuh evakuasi melebihi 200 ft (±61 m). Penelitian ini menegaskan peran BIM sebagai alat evaluasi spasial yang efektif untuk mengidentifikasi potensi risiko evakuasi dan memberikan dasar perumusan rekomendasi peningkatan keselamatan pada bangunan rumah sakit.
Evaluasi Aksesibilitas dan Kenyamanan Halte dan JPO di Kawasan Roxy, Jakarta Rafif Surya Wijaya; Q Qomarun; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halte dan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) merupakan fasilitas publik yang mendukung mobilitas perkotaan. Halte berfungsi sebagai tempat naik–turun dan menunggu transportasi umum agar penumpang lebih aman dan nyaman sedangkan JPO berfungsi sebagai jalur penyeberangan pejalan kaki di atas jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menghubungkan jaringan trotoar dengan titik-titik penting seperti halte atau simpul transportasi lainnya. Begitu pula dengan halte dan JPO Roxy dimana kedua fasilitas tersebut merupakan salah satu fasilitas umum yang penting dalam system transportasi dan infrastruktur pejalan kaki. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi halte dan JPO Roxy berdasarkan standar nasional yang sudah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif-deskriptif dan evaluatif meliputi observasi lapangan, studi literatur, dan studi banding dengan halte dan JPO lain. Hasil penelitian mengungkapkan kendala sirkulasi pejalan kaki, aksesibilitas yang tidak memadai khususnya bagi penyandang disabilitas, serta kebutuhan peningkatan kapasitas halte. Kontribusi penelitian ini berupa arahan desain baru yang inklusif dan aman, mengedepankan prinsip arsitektur hijau dan adaptif terhadap tren kebutuhan pengguna transportasi perkotaan.
Pola Ornamentasi Geometri: Identitas Visual Revitalisasi Gedung SMP Putri Ulil Albab Karanganyar Trianti, Indah; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometri dalam arsitektur Islam tidak hanya berperan sebagai elemen dekoratif, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai filosofis dan spiritual yang mendalam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penguatan identitas visual pada revitalisasi Gedung Asrama Putri SMP IT Tahfidzul Quran Ulil Albab Karanganyar sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu. Kajian ini menggunakan teori ornamentasi geometri Islam sebagai bahasa visual arsitektur yang merepresentasikan konsep Tauhid, keteraturan, dan keseimbangan, dengan merujuk pada literatur seni dan arsitektur Islam serta studi preseden penerapan pola geometri pada bangunan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Penggalian data dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi kondisi eksisting bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pola ornamentasi geometri Islami pada elemen fasad, koridor, secondary skin, dan kaligrafi Kufi geometris mampu memperkuat karakter visual bangunan sekaligus menciptakan suasana ruang yang tenang dan kondusif bagi aktivitas belajar serta hafalan Al-Qur’an. Pemilihan material kayu dan beton mendukung keseimbangan antara nilai estetika, kekuatan struktural, dan makna simbolik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ornamentasi geometri Islami secara kontekstual dan fungsional dapat menjadi strategi efektif dalam revitalisasi bangunan pendidikan Islam untuk memperkuat identitas, fungsi, dan nilai spiritual ruang.
Evaluasi Connectivity, Integration, Intelligibility pada Desain Rumah Tinggal Pak Aji Pati berbasis Space Syntax Ghifari, Ahsan Hafizh Al; Qomarun, Q
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis aksesibilitas ruang melalui perbandingan denah lama dan denah baru pada Rumah Tinggal Pak Aji dengan menggunakan pendekatan Space Syntax. Tujuan penelitian adalah mengukur dan membandingkan performa spasial kedua konfigurasi ruang berdasarkan metrik Connectivity, Integration, dan Intelligibility guna menilai keterhubungan, keterjangkauan, dan keterbacaan ruang. Metode yang digunakan bersifat komparatif-kuantitatif dengan studi kasus, memanfaatkan perangkat lunak DepthmapX v.0.8.0 untuk menghasilkan peta visibilitas dan nilai sintaktik tiap ruang. Hasil analisis menunjukkan bahwa denah baru memiliki distribusi konektivitas dan integrasi yang lebih merata, khususnya pada ruang publik dan semi-publik seperti ruang keluarga, dapur, dan ruang makan, sehingga mendukung pola sirkulasi yang lebih fleksibel. Nilai Intelligibility pada kedua denah tergolong sangat tinggi, dengan nilai R = 0,930 pada denah lama dan R = 0,927 pada denah baru, yang menandakan bahwa revisi desain tidak menurunkan keterbacaan struktur ruang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Space Syntax efektif sebagai alat evaluasi objektif dalam pengambilan keputusan desain rumah tinggal, khususnya untuk meningkatkan aksesibilitas tanpa mengorbankan kejelasan spasial.