cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 724 Documents
Analisis Kesesuaian Tapak Gedung Kementerian ESDM terhadap Kriteria Appropriate Site Development Greenship New Building Maharani, Clara Desinta Putri; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian tapak Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terhadap kriteria Appropriate Site Development (ASD) dalam sistem penilaian Greenship New Building yang dikembangkan oleh Green building Council Indonesia (GBCI). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, kajian dokumen teknis, serta penilaian indikator ASD berdasarkan pembobotan dalam pedoman Greenship. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa kriteria telah memenuhi persyaratan, seperti pemilihan tapak, aksesibilitas komunitas, serta ketersediaan transportasi umum. Namun, masih terdapat kriteria yang belum terpenuhi secara optimal, terutama terkait prasyarat area dasar hijau, fasilitas bagi pengguna sepeda, pengelolaan lanskap tapak, dan manajemen limpasan air hujan. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan luasan vegetasi, belum optimalnya fasilitas mobilitas berkelanjutan, rendahnya proporsi tanaman lokal, serta belum diterapkannya infrastruktur pengendalian air hujan. Secara keseluruhan, kategori ASD memperoleh 8 poin dari total 17 poin. Penelitian ini merekomendasikan penambahan vegetasi peneduh, peningkatan fasilitas sepeda, optimalisasi desain lanskap, serta penerapan infrastruktur hijau seperti sumur resapan, tangki penampung air hujan, dan bioswale untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan tapak Gedung ESDM.
Kajian Jarak Nyaman antar Gender pada Akses Tangga berbasis Arsitektur Islam Pratama, Alfian Aditiya; Nurjayanti, Widyastuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akses tangga merupakan ruang sirkulasi vertikal yang memiliki intensitas pertemuan pengguna tinggi, terutama pada bangunan pendidikan. Dalam perancangannya, aspek ergonomi umumnya lebih diperhatikan dibandingkan aspek Kenyamanan sosial, khususnya yang berkaitan dengan jarak antar pengguna berbeda gender. Padahal, dalam konteks arsitektur Islam, ruang publik tidak hanya dituntut berfungsi secara fisik, tetapi juga menjaga etika, kesopanan, dan Kenyamanan interaksi antar individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jarak nyaman antar gender pada akses tangga bangunan dengan pendekatan arsitektur Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif melalui kuesioner persepsi pengguna, yang didukung oleh analisis teori proxemics dan prinsip-prinsip arsitektur Islam. Penelitian dilakukan pada beberapa bangunan kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta yang memiliki intensitas penggunaan tangga tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kenyamanan pengguna tangga sangat dipengaruhi oleh lebar tangga dan sistem pergerakan, khususnya dalam kondisi pertemuan antar gender. Jarak yang terlalu dekat cenderung menimbulkan ketidaknyamanan psikologis, sedangkan lebar tangga yang lebih luas memungkinkan pengguna berada pada zona jarak personal hingga sosial yang lebih nyaman. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan perancangan tangga perlu mempertimbangkan tidak hanya dimensi fisik, tetapi juga aspek sosial dan etika ruang. Penelitian ini tidak menetapkan standar final, melainkan merumuskan dasar konseptual perancangan akses tangga yang mempertimbangkan jarak nyaman antar gender berbasis prinsip arsitektur Islam. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan awal bagi pengembangan desain tangga yang lebih nyaman, etis, dan kontekstual.
Analisis Kualitas Pencahayaan Alami pada Perumahan Tamansari Cyber Tipe 75 menggunakan Simulasi DIALux Alfatih, Faris; Nugroho, Muhammad Siam Priyono
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami memiliki peran penting dalam hunian karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan visual penghuni dan efisiensi penggunaan energi. Rumah yang mampu memanfaatkan cahaya matahari secara optimal dapat mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan pada siang hari. Namun, pada kenyataannya, distribusi pencahayaan alami di dalam rumah sering kali tidak merata, yang dipengaruhi oleh orientasi bangunan, tata letak ruang, serta ukuran dan posisi bukaan. Penelitian ini dilakukan pada rumah tinggal Tipe 75 di Perumahan Tamansari Cyber, Kota Bogor, yang memiliki karakter hunian seragam dan berada di wilayah beriklim tropis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas pencahayaan alami pada setiap ruang serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap standar pencahayaan berdasarkan SNI 6179:2020. Analisis dilakukan melalui simulasi pencahayaan alami menggunakan perangkat lunak DIALux, sehingga diperoleh data tingkat iluminansi cahaya (lux) secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian ruang telah memenuhi standar pencahayaan alami, sementara beberapa ruang lainnya masih berada di bawah standar atau mengalami kelebihan pencahayaan dengan nilai iluminansi tinggi. Perbedaan kualitas pencahayaan tersebut dipengaruhi oleh variasi orientasi bangunan, luas dan posisi bukaan, serta konfigurasi ruang terhadap arah datang cahaya matahari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi pencahayaan alami pada rumah tinggal tipe seragam serta menjadi bahan pertimbangan dalam perancangan hunian yang lebih nyaman dan efisien secara energi.
Optimalisasi Desain Fasad Rumah Tinggal dengan Biophilic Design dan Solusi Parkir di Kawasan Padat Zenith, Azriel Amani; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk di kawasan perkampungan padat Surabaya, khususnya Petemon Sawahan, menciptakan tantangan urgent akibat kepadatan lahan yang menandakan stres kronis masyarakat urban. Penelitian ini mengembangkan model rumah tinggal adaptif berbasis Biophilic Design untuk meningkatkan kualitas hidup melalui koneksi alam, sirkulasi udara optimal, pencahayaan pasif, serta material lokal ekonomis seperti kayu jati dan grass block. Analisis kualitaitif dikombinasikan simulasi daylighting (Dialux evo) dan CFD angin tropis, dengan prototyping menggunakan dinding semen expose dan warna beige. Perbandingan biaya dibedah terhadap rumah konvensional. Model mengurangi kebutuhan lampu 35%, hemat biaya 22% kapasitas parkir vertikal efisien di gang sempit. Penerapan Rumah Biophilic meningkatkan kenyamanan psikis 41% dan mempertahankan karakter kampung sambil memenuhi SNI ruang terbuka 30%. Juga Efisiensi penggunaan ketersediaan lahan sisa sebagai lahan parkir yang terintegrasi oleh RTH.
Efektivitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran Alam Sutera Tangerang Selatan berdasarkan Pengalaman dan Persepsi Pejalan Kaki Maharani, Dwi Agus Ferlina; Qomarun, Q; Arsandie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan salah satu fasilitas penunjang mobilitas pejalan kaki dalam melakukan aktivitasnya agar merasa aman dan nyaman ketika menyeberangi jalan raya. Namun, pada kondisi di lapangan masih banyak pejalan kaki yang enggan memanfaatkan JPO sebagai fasilitas untuk menyeberangi jalan raya dengan volume kendaraan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas JPO Bundaran Alam Sutera yang berada di Tangerang Selatan berdasarkan standar yang ada dan persepsi pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi untuk memperoleh data fisik, wawancara dengan pengguna, serta dokumentasi berupa foto. Hasil penelitian menunjukkan jika lokasi JPO cukup strategis karena dekat dengan fasilitas umum lainnya. Namun, kondisi fisik JPO didapatkan nilai 25% dari standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR. Fasilitas pendukung lainnya yang menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna juga belum tersedia dengan optimal. Kondisi tersebut menyebabkan pejalan kaki memiliki persepsi negatif dan cenderung memilih menyeberang langsung di jalan raya dengan risiko kecelakaan yang tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa efektivitas JPO Bundaran Alam Sutera belum tercapai secara maksimal. Diperlukan perbaikan kondisi fisik dan penambahan fasilitas pendukung lainnya untuk mendukung efektivitas JPO.
Strategi Revitalisasi Kepatihan Ngawi sebagai Upaya Pelestarian Cagar Budaya dan Penguatan Identitas Kota Nugroho, Widhi Saifullah; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Kepatihan Ngawi merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis dan arsitektural tinggi, namun mengalami penurunan fungsi dan kondisi fisik seiring perkembangan kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi revitalisasi Bangunan Kepatihan Ngawi dengan mempertimbangkan prinsip konservasi, nilai arsitektural, serta potensi sosial dan ekonomi kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi revitalisasi yang tepat dilakukan melalui pendekatan konservasi dengan penerapan konsep adaptive reuse, yang memungkinkan bangunan mempertahankan keaslian arsitektural sekaligus mengakomodasi fungsi baru sebagai Taman Budaya. Strategi ini diterjemahkan secara konkret melalui perbaikan struktural terbatas dan penggunaan material yang kompatibel dengan material asli bangunan, sehingga tidak menimbulkan kerusakan lanjutan. Implementasi revitalisasi Bangunan Kepatihan Ngawi diharapkan mampu memperkuat fungsi sosial dan budaya bangunan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata budaya dan perekonomian lokal di Kota Ngawi.
Wall and Plafond Layering untuk Identitas Interior Rumah Tinggal Generasi Z Callula Putri Abiyu; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi Z yang tumbuh di era digital memiliki ekspektasi tinggi terhadap ruang hunian yang bukan hanya fungsional, tapi juga estetis dan mencerminkan identitas personal mereka. Perubahan pola hidup urban dan eksposur konstan terhadap media social membuat generasi ini punya awareness tinggi terhadap desain interior, khususnya teknik-teknik visual yang dapat menciptakan ruang unik dan bermakna. Wall and Plafond Layering (WPL) sebagai teknik pelapisan elemen dinding dan plafond muncul sebagaipendekatan desain yang potensial dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, penelitian yang mengeksplorasi bagaimana WPL memengaruhi persepsi dan preferensi Generasi Z terhadap identitas interior masih terbatas, khususnya dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen layering yang membentuk identitas ruang, memahami persepsi dan preferensi Generasi Z terhadap WPL, serta merumuskan prinsip desain WPL yang efektif. Metode yang digunakan menggabungkan pendekatan kualitatif deskriptif dan kuantitatif melalui kuesioner Skala Likert yang melibatkan 100 responden Generasi Z (usia 17-30 tahun) yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online, studi komparasi, dan dokumentasi visual, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan 97% responden mengetahui WPL dengan persepsi tinggi pada empat dimensi utama: estetika visual (Mean 4.05), preferensi dan intensi (4.03), identitas dan karakter (3.94), serta kenyamanan psikologis (3.84). Material kayu mendominasi preferensi dengan 50%, gaya minimalis modern disukai 73%, dan ruang tamu menjadi area prioritas penerapan dengan 41%. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa WPL efektif menciptakan identitas interior yang bermakna bagi Generasi Z melalui stratifikasi elemen arsitektural yang membentuk sense of place yang unik dan personal.
Komparasi Efektivitas Pencahayaan Alami pada Rumah Tinggal dengan Sistem Bukaan Skylight dan Jendela: Studi Kasus JW House Solo Baru Nazal Syahrazat Tamimi; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami merupakan elemen penting dalam kenyamanan visual dan efisiensi energi pada rumah tinggal, namun bangunan dengan ruang dalam atau ruang bersekat sering mengalami keterbatasan cahaya alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pencahayaan alami pada JW House di Solo Baru dengan membandingkan dua sistem bukaan, yaitu skylight (bukaan atap) dan jendela (bukaan dinding). Metode yang digunakan bersifat kuantitatif melalui simulasi berbasis DIALux Evo dengan parameter intensitas cahaya (lux), daylight factor (DF), dan uniformity ratio (UR), serta mengacu pada standar SNI 6197-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan alami dari jendela tidak merata, di mana ruang dekat bukaan cenderung terlalu terang sedangkan ruang tengah dan ruang bersekat tetap gelap. Sementara itu, skylight mampu meningkatkan iluminasi pada ruang yang berada di bawah dan sekitar void, terutama di lantai 1 dan 2, meskipun efektivitasnya menurun pada ruang yang jauh dari bukaan atap. Nilai DF dan UR pada kedua sistem bukaan juga menunjukkan distribusi cahaya yang belum merata. Secara keseluruhan, skylight lebih efektif dibandingkan jendela dalam menerangi ruang dalam bangunan, namun optimalisasi desain bukaan masih diperlukan agar seluruh ruang dapat memenuhi standar pencahayaan alami.
Transformasi Layout Hunian berbasis Aging in Place terhadap Kebutuhan Klien Lansia: Studi Komparatif Denah Rumah Tinggal Tahun 2013 dan 2025 Rizki Aditia Pratama; Erwin Herlian
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan populasi lansia di Indonesia yang mencapai 9,92% (2020) dan diproyeksikan mencapai hampir seperlima penduduk pada 2045 menuntut adaptasi hunian yang mendukung konsep Aging in place (AIP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi layout pada rumah tinggal dua lantai di Pangkal Pinang dalam mengimplementasikan konsep AIP. Studi kasus berupa denah rumah yang dirancang tahun 2013 yang pada tahun 2025 tidak lagi sesuai dengan kebutuhan klien yang telah memasuki usia lanjut. Data primer diperoleh dari surat permintaan revisi klien tahun 2025 yang menyatakan tiga urgensi: (1) penyesuaian denah terhadap aktivitas harian lansia, (2) alih fungsi ruang akibat penutupan akses timur selebar ±3 meter yang berisiko terhadap keamanan, dan (3) optimalisasi aliran udara menghadapi suhu 33-34°C untuk meminimalkan penggunaan AC. Metode penelitian menggunakan analisis komparatif kualitatif antara denah lama (2013) dan denah baru (2025) untuk menilai perubahan performa ruang, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna lanjut usia berdasarkan standar Permen PUPR No.14/2017 dan prinsip Aging in place. Hasil penelitian menunjukkan transformasi layout berhasil menerapkan prinsip AIP melalui: integrasi zona inti tanpa perbedaan level, pemindahan kamar utama lebih dekat ke zona aktivitas harian, penambahan bukaan untuk ventilasi natural, dan penyediaan ruang fitness. Kontribusi penelitian ini memberikan model transformasi hunian eksisting menjadi Aging in place yang dapat diadaptasi pada konteks serupa di Indonesia.
Relasi antara Tata Ruang Rumah Berkonsep Feng Shui dengan Kualitas Sirkulasi Udara Pada Desain Rumah CHR Muhammad Abdan Syakuro; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap Desain Rumah Tinggal memiliki prinsip dan pendekatan dalam konsep bangunan yang terwujud dari kebudayaan yang ada. Dalam budaya Tiong Hoa, Feng Shui merupakan bentuk kepercayaan yang diaplikasikan dalam penerapan arsitektur. Feng Shui dipercaya dapat memberikan energi positif kepada penghuninya, sehingga berkembang menjadi konsep penataan tata ruang dalam suatu rumah. Sirkulasi udara menjadi salah satu elemen yang penting dalam rumah tinggal yang berada di iklim tropis. Di Indonesia yang memiliki suhu udara yang tinggi, serta kecepatan angin yang rendah mengakibatkan pentingnya bukaan pada setiap ruang untuk memperbesar aliran udara yang masuk kedalam bangunan. Metode yang digunakan adalah menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan literatur sebagai komparasi antara Prinsip Feng Shui dan Desain Rumah Tinggal CHR. Simulasi Autodesk CFD untuk mengetahui pengaruh bentuk tata ruang terhadap sirkulasi udara yang terjadi pada Desain Rumah Tinggal CHR. Tujuan penelitian kajian ini adalah untuk mengetahui penerapan Prinsip Feng Shui di desain rumah CHR, mengetahui bagaimana kualitas sirkulasi udara yang terjadi di desain rumah tinggal CHR, serta untuk mengetahui apakah prinsip Feng Shui di desain Rumah Tinggal CHR mempengaruhi dan memberikan dampak pada kualitas sirkulasi udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Tinggal CHR menerapkan prinsip Feng Shui dengan baik, persebaran sirkulasi udara yang baik sesuai dengan prinsip Feng Shui mengenai ruang terbuka untuk mendapatkan energi positif dan sirkulasi udara pada ruang-ruang dengan cross ventilation yang baik.