cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 828 Documents
Evaluasi Pencahayaan pada Desain Dapur SPPG di Salatiga dengan Simulasi DIALux Bagas Adi Kurniawan; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berperan penting dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan, sehingga membutuhkan fasilitas dapur dengan standar pencahayaan yang memadai. Pencahayaan yang baik berpengaruh langsung terhadap keselamatan, kenyamanan kerja, dan kualitas proses pengolahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat iluminansi pada area kerja dapur SPPG di Kota Salatiga serta menganalisis kontribusi pencahayaan alami (daylight) dalam memenuhi standar pencahayaan dan mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan. Metode yang digunakan adalah Design Based Research dengan pendekatan simulasi pencahayaan menggunakan perangkat lunak DIALux. Objek kajian merupakan bangunan dapur SPPG yang masih dalam tahap perencanaan di Kota Salatiga, dengan mempertimbangkan kondisi iklim setempat dan standar pencahayaan SNI 6197:2020. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan pada kondisi malam hari mencapai 290 lux dan pada kondisi siang hari mencapai 480 lux, nilai tersebut telah melampaui standar minimum pencahayaan dapur sebesar 250 lux. Namun, pada siang hari tanpa pencahayaan buatan, tingkat iluminansi hanya mencapai 190 lux dan belum memenuhi standar. Dengan demikian, rancangan sistem pencahayaan yang mengombinasikan pencahayaan buatan dan alami dinilai layak secara teknis serta mampu mendukung aktivitas kerja dapur secara optimal, aman, dan nyaman.
Analisis Penerapan Prinsip Feng Shui terhadap Optimalisasi Pencahayaan Alami pada Rumah Samanvaya Guptasthana Ferlin Asti Nathaniela; Fadhilla Tri Nugrahaini
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam perancangan rumah tinggal karena berpengaruh terhadap kenyamanan visual, kesehatan penghuni, dan efisiensi energi. Optimalisasi pencahayaan alami tidak terlepas dari strategi penataan ruang, yang salah satunya dapat dikaji melalui prinsip feng shui sebagai pendekatan perancangan yang menekankan keseimbangan dan kenyamanan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran prinsip feng shui dalam mendukung optimalisasi pencahayaan alami pada rumah Samanvaya Guptasthana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-simulatif dengan pemodelan bangunan dan pengukuran tingkat pencahayaan alami dengan DIAlux Evo yang dilakukan dalam tiga waktu untuk memperoleh nilai iluminasi tiap ruang, yang kemudian dilakukan perbandingan dengan standar SNI 03-6575-2001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar ±79,31% ruang telah memenuhi, bahkan melebihi standar minimum nilai iluminasi, sementara beberapa ruang servis masih belum memenuhi standar. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip feng shui pada rumah Samanvaya Guptasthana berpengaruh terhadap optimalisasi pencahayaan alami, yang ditunjukkan oleh terpenuhinya standar pencahayaan melalui pengaturan orientasi bangunan, bukaan, sirkulasi, zonasi ruang, dan penerapan elemen alam.
Evaluasi dan Optimalisasi Redesain Pencahayaan Alami Kantor Kelurahan Barusari Fariskha Diva Cellya Oktaviana; Fadhilla Tri Nugrahaini
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami merupakan salah satu aspek penting pada perancangan bangunan perkantoran karena berpengaruh terhadap kenyamanan ruang dan efisiensi energi. Sebagai fasilitas pelayanan publik, Kantor Kelurahan Barusari memerlukan kualitas pencahayaan yang optimal untuk mendukung aktivitas pelayanan. Sehingga, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan pencahayaan alami pada perancangan bangunan melalui pendekatan simulasi menggunakan software DIALux dengan metode penelitian kuantitatif. Simulasi dilakukan berdasarkan pada model bangunan hasil perancangan, meliputi dimensi ruang, bukaan, dan orientasi bangunan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan nilai iluminansi hasil simulasi terhadap standar pencahayaan yang berlaku. Terdiri dari dua tahapan simulasi, yaitu pada model bangunan eksisting dan redesain bangunan sebagai bentuk respon sesuai dengan standar SNI 6197:2011. Berdasarkan hasil simulasi pada kondisi bangunan eksisting, menunjukkan bahwa hampir seluruh ruangan belum memenuhi nilai iluminansi sesuai standar SNI. Oleh karenanya, redesain bangunan dilakukan dengan mengoptimalisasi posisi bukaan, penyesuaian orientasi ruang serta perbaikan layout ruang. Model redesain kemudian disimulasikan kembali sebagai data pembanding. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kinerja pencahayaan alami yang signifikan, di mana sebagian besar ruangan telah memenuhi standar pencahayaan sesuai SNI 6197:2011, meskipun masih terdapat beberapa ruang yang memerlukan optimalisasi lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa pengaturan bukaan, orientasi ruang, serta pengaturan layout ruang memiliki peran yang dapat meningkatkan kualitas dan distribusi pencahayaan alami pada bangunan agar dapat digunakan lebih optimal.
Penerapan Arsitektur Mediterania Modern dalam Desain Rumah Tinggal sebagai Respons terhadap Iklim Tropis Azzahra Prilla Nurhaliza; Suryaning Setyowati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur Mediterania Modern merupakan pengembangan dari gaya Mediterania klasik yang menekankan kesan hangat, sederhana, dan elegan. Penerapan gaya ini di Indonesia, khususnya pada wilayah beriklim tropis lembap seperti Ponorogo, memerlukan penyesuaian agar tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan arsitektur Mediterania Modern pada desain rumah tinggal serta bentuk adaptasinya terhadap iklim tropis dan kondisi tapak di lingkungan permukiman padat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen Mediterania Modern dilakukan melalui penyederhanaan bentuk massa, penggunaan warna cerah, bukaan besar, ventilasi alami, serta pemilihan material yang sesuai dengan iklim tropis. Penggunaan atap rumah tinggal pada umumnya dengan kemiringan dan tritisan yang memadai menjadi salah satu bentuk adaptasi utama terhadap curah hujan tinggi. Desain rumah tinggal telah sesuai secara visual dengan prinsip Arsitektur Mediterania Modern melalui penggunaan warna cerah, massa sederhana, bukaan besar, serta ruang transisi berupa teras dan taman. Namun, dari aspek kenyamanan iklim tropis, desain masih memerlukan penyesuaian berupa penerapan ventilasi silang untuk menghasilkan aliran udara alami, pengaturan orientasi bukaan terhadap arah angin dominan, serta optimalisasi tritisan atap guna mengurangi radiasi matahari dan hujan. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan Arsitektur Mediterania Modern pada rumah tinggal tropis harus disertai adaptasi desain pasif berbasis iklim agar tidak hanya sesuai secara estetika, tetapi juga nyaman secara termal dan berkelanjutan.
Strategi Desain Arsitektur Responsif Pengembangan Ruang Komunal Terbuka Pesisir Pantai Pancer Haszan Nugroho; Fadhilla Tri Nugrahaini
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir Pantai Pancer, Pacitan memiliki karakter iklim dan sosial yang khas, dengan aktivitas masyarakat yang dominan berlangsung di ruang luar. Namun, keterbatasan ruang komunal terbuka yang nyaman dan inklusif menyebabkan interaksi sosial masyarakat belum terwadahi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter interaksi sosial masyarakat pesisir serta merumuskan strategi desain arsitektur responsif dalam pengembangan ruang komunal terbuka di Pantai Pancer. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik observasi lapangan dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang komunal di kawasan pesisir perlu dirancang secara adaptif terhadap iklim melalui pengolahan ruang terbuka, semi-terbuka, dan tertutup yang saling terintegrasi. Strategi desain arsitektur responsif dirumuskan sebagai dasar konseptual pengembangan ruang komunal terbuka yang adaptif terhadap lingkungan pesisir di Pantai Pancer, Pacitan.
Pengaruh Arsitektur Mediterranean terhadap Perspektif Pengguna pada Klinik berbasis Simulasi Visual Kallvin Allan Leonardo; Wilda Maulina
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan klinik kecantikan menuntut pendekatan desain yang tidak hanya fungsional tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan arsitektur Mediterranean terhadap persepsi pengguna pada klinik kecantikan, khususnya dalam aspek persepsi kenyamanan, tingkat kecemasan, dan persepsi klinik sebagai ruang wellness. Metode yang digunakan adalah eksperimental semu (quasi-experimental) dengan desain posttest-only control group. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 64 partisipan. Stimulus visual fotorealistik dan Augmented Reality (AR) digunakan sebagai intervensi, teknik pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert, dengan teknik analisis data menggunakan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenerapan arsitektur Mediterranean pada klinik kecantikan meningkatkan secara persepsi signifikan kenyamanan pengguna, mengurangi tingkat kecemasan, dan memperkuat citra klinik sebagai ruang wellness yang holistik dibandingkan dengan desain klinik konvensional.
Perancangan Interior Lobby Bioskop CGV Citadel Square berbasis Greenship Interior Space V1.0 dengan Penekanan Kenyamanan Termal dan Visual Khonsa Al Hasna; Wisnu Setiawan
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lobi bioskop merupakan ruang publik dengan intensitas aktivitas dan konsumsi energi yang tinggi sehingga membutuhkan keseimbangan antara efisiensi energi dan kenyamanan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta merumuskan strategi perancangan interior yang mampu mengoptimalkan kenyamanan termal dan visual pada lobi Bioskop CGV Citadel Square, Ngaliyan, Semarang. Menggunakan kriteria Greenship Interior Space V1.0, penelitian ini membandingkan Model A (Strategi Pasif) dan Model B (Strategi Aktif) dengan luas bukaan jendela sebagai variabel kontrol. Hasil simulasi menunjukkan kedua model mencapai efisiensi energi maksimal pada kriteria EEC 3 dengan nilai LPD 1,42 W/m² (>60% lebih hemat dari standar SNI). Secara termal, kedua model mampu menjaga suhu operasional 25°C sesuai kriteria IHC 8 melalui pengelolaan beban sensibel puncak. Namun, Model B unggul dengan skor total lebih tinggi berkat integrasi tirai otomatis dan sensor cahaya pada kriteria IHC 6 yang menjamin presisi kenyamanan visual. Pembatasan cahaya alami pada kriteria IHC 7 merupakan strategi sadar untuk memitigasi beban panas matahari di iklim tropis. Penelitian menyimpulkan bahwa teknologi adaptif secara signifikan meningkatkan kualitas ruang tanpa mengorbankan efisiensi energi.
Kajian Implementasi Efisiensi Energi Konsep Bangunan Gedung Hijau pada Kantor Dinas Cipta Karya Provinsi Jawa Timur mengunakan EDGE Hukama Almer Khansa; Wilda Maulina
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya konsumsi energi pada sektor bangunan mendorong perlunya penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip BGH dengan fokus pada efisiensi energi pada bangunan perkantoran pemerintah melalui pendekatan evaluasi kuantitatif. Studi kasus dilakukan pada Kantor Dinas Cipta Karya Provinsi Jawa Timur dengan metode studi literatur, observasi lapangan, serta analisis karakteristik iklim dan fisik bangunan. Evaluasi kinerja efisiensi energi dilakukan menggunakan perangkat lunak EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) sebagai alat utama untuk menilai potensi penghematan energi secara kuantitatif berdasarkan kondisi eksisting dan alternatif desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi desain pasif dan optimalisasi elemen bangunan yang responsif terhadap iklim tropis berpotensi meningkatkan kenyamanan ruang sekaligus menurunkan konsumsi energi bangunan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam evaluasi dan pengembangan perancangan bangunan perkantoran pemerintah yang adaptif terhadap iklim tropis serta selaras dengan ketentuan Bangunan Gedung Hijau di Indonesia.
Evaluasi Purna Huni Ruang Kerja Kantor Proyek sebagai Dasar Pengembangan Desain Modular Gloria Alfiana Jackie; Erwin Herlian
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor proyek merupakan ruang kerja utama yang memengaruhi kenyamanan produktivitas, dan kinerja pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruang pengguna kantor proyek PT. Hutama Karya menggunakan pendekatan Evaluasi Purna Huni serta mengkaji hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar pengembangan desain modular dalam interior yang adaptif, nyaman, dan efisiensi. Metode penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara yang kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan standar aspek EPH yaitu aspek teknikal, aspek fungsional, dan aspek perilaku. Hasil peneliti menunjukkan bahwa sebagai ruang kantor memiliki keterbatasan fleksibelitas dan kenyamanan, seperti penataan ruang yang kurang efisien dan sirkulasi yang terbatas. Hasil EPH ini menjadi dasar rekomendasi pengembangan dasar modular, seperti pengaturan ulang modul furniture, perubahan layout denah, dan area bersama agar lebih adaptif terhadap kebutuhan tim proyek. Dengan demikian, penggabuangan EPH dan desain modular dapat meningkatkan kenyamanan efisien, dan fleksibilitas ruang kerja kantor proyek.
Evaluasi Suhu Udara di Griya Swasana Jagalan Sukoharjo dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis Darry Naufal Adipradana; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan bangunan hunian di wilayah beriklim tropis lembap seperti Sukoharjo memerlukan perhatian khusus terhadap pengendalian suhu udara ruang, karena suhu lingkungan berpengaruh langsung terhadap kualitas iklim mikro bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi suhu udara pada ruang keluarga dan ruang makan di Griya Swasana, Jagalan, Sukoharjo, serta menilai penerapan prinsip Arsitektur Ekologis dalam pengendalian suhu ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui simulasi komputasional menggunakan Autodesk Revit dengan memasukkan data orientasi bangunan, karakteristik material, radiasi matahari, dan data iklim setempat. Hasil simulasi menunjukkan bahwa suhu udara ruang berada pada kisaran 25°C-40°C, dengan suhu tertinggi terjadi pada siang hari, sehingga pada waktu tertentu belum memenuhi batas suhu operasional yang direkomendasikan dalam SNI 03-6572-2001. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh paparan radiasi matahari langsung serta pemilihan material bangunan yang belum optimal dalam mereduksi panas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip Arsitektur Ekologis pada Griya Swasana masih perlu dioptimalkan melalui penguatan strategi desain pasif agar bangunan lebih adaptif terhadap iklim tropis dan mampu mengendalikan suhu udara ruang secara berkelanjutan.